I Hate 14 February // Oneshoot

IHATE14Feb

Author : Sung Eun Ra / Virgiana Avir

Genre : sad, romance, happy ending

Cast :
Lee Nara
Yesung a.k.a kim jong woon
Lee Sungmin
other

Tittle : I Hate 14 February

 

Hallo hallo chingudeul? kali ini aku buat FF Sad

yang udah baca jangan lupa RCL🙂

*****

Saengil chukhahamnida…
Saengil chukhahamnida…
Saranghaneun uri Nara…
Saengil chukhahamnida…

Namja bersuara merdu itu bernyanyi sambil memasuki sebuah kamar dengan membawa kue ulang tahun yang cukup indah dan mewah. Ia pun melangkahkan kakinya mendekati gadis cantik yang tengah tertidur pulas.

“Saengil chukhahamnida, ayo bangun adikku sayang” namja itu berbisik tepat di telinga adiknya. Gadis itu pun menggeliat dan perlahan membuka kedua matanya.

“oppa…”

“Happy birthday and happy valentine day” namja itu mengecup pipi adiknya

“thank you” gadis itu bangkit dan tersenyum setelah melihat sesuatu yang di bawa kakaknya

“mintalah sesuatu pada Tuhan, lalu kau tiup lilinnya”

Tuhan…
ku mohon berilah aku kebahagian…
jangan pisahkan aku dengan orang yang aku sayangi…

Setelah meminta sedikit harapan pada Tuhan, gadis itu segera meniup lilin ulah tahunnya.

 

“Oppa, terima kasih untuk hari ini, i’m so happy”

Sungmin meletakkan kuenya lalu memeluk adiknya Nara. Hari ini tepat tanggal 14 Februari. Hari di mana sebagian besar orang merayakan hari kasih sayang atau yang lebih populernya di sebut Valentine days. Namun bagi Nara, hari ini adalah hari pertama kalinya ia terlahir di dunia. Setiap tahun Nara selalu merayakan ulang tahunnya bersama orang terdekatnya.

“kapan appa dan eomma akan kembali dari jepang?” tanya Nara

“hari ini…
appa dan eomma bilang, mereka akan memberi kejutan padamu setelah pulang nanti” sungmin mencoba menyakinkan nara

“benarkah oppa?”

“tentu”

“oh ya, apa tidak ada kado untukku?” nara menyodorkan tangannya berharap kakaknya mengerti dengan apa yang ia maksud

“tentu saja ada. sekarang pejamkan matamu”

nara mengangguk dan memejamkan matanya. sungmin mengeluarkan sebuah kotak berisi kalung permata indah. Ia pun melingkarkan kalung itu di leher nara.

“sekarang buka matamu” pinta sungmin

Nara membuka kedua matanya. Ia melihat sebuah kalung permata melingkar di lehernya. Air matanya pun mengalir.

“ini indah sekali oppa” nara menyunggingkan senyum bahagianya lalu memeluk sungmin dengan cepat.

“ini adalah kado untuk adik yang paling ku sayang”

“gomawo”

……

“kau ingin ke mana?” tanya sungmin saat melihat nara menuruni tangga dengan berpakaian cukup rapi

“aku ingin bertemu dengan donghae oppa”

“baiklah. tapi pulanglah lebih awal karena hari ini appa dan eomma akan kembali dari jepang”

“iya kakakku sayang, kalau begitu nara pergi dulu” nara mengecup pipi sungmin dan pergi berlalu

“adikku itu benar-benar menggemaskan” gumam sungmin lalu kembali fokus pada I-pad yang di genggamnya

=______________________=

“donghae oppa… donghae oppa…” panggil nara saat memasuki rumah kekasihnya itu.

Langkahnya terhenti setelah mendengar suara aneh. Suara aneh itu berasal dari kamar donghae menurutnya. Nara pun segera membuka pintu kamar itu. Seketika tubuh nara terasa lumpuh. Matanya mulai memanas. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Butiran air mata perlahan membasahi wajahnya. Gadis berambut blonde itu akhirnya terisak saat melihat kekasihnya tengah berciuman dengan wanita lain.

“donghae oppa…” panggil nara dengan suaranya yang mulai melemah

Donghae segera tersadar. Ia menghentikan ciumannya. Hatinya terkejut setelah melihat nara tengah menangis di dekat pintu kamarnya.

“kau jahat sekali padaku oppa” ucap nara

“chagi…” donghae mendekati nara dan menatap kekasihnya itu dengan nanar

“dia siapa oppa? hiks…hiks… apa dia kekasihmu juga?”

“Yoona, bisakah kau tinggalkan kami berdua?”

“ne oppa”

Saat ini yang tersisa hanya mereka berdua. Donghae menghapus air mata yang mengalir di wajah nara, lalu menggenggam tangannya dengan erat. Ia pun mengecup bibir nara dengan lembut.

“sekarang biarkan aku bicara dan dengarkan penjelasanku baik-baik”

“apa oppa tidak ingat kalau hari ini adalah ulang tahunku?” Nara menatap dalam mata donghae

“ya, aku ingat chagi”

“Tapi, mengapa oppa mengkhianatiku di hari ulang tahunku?”

“mianhae chagi, sebenarnya selama ini aku tidak pernah…”

“tidak pernah apa oppa?” Nara memotong pembicaraan donghae

“aku… aku tidak pernah mencintaimu” Donghae menundukkan kepalanya

“mwo??? oppa pasti bercanda kan?”

“tidak nara”

“hiks…hiks… ku mohon jangan main-main denganku oppa”

“jadi aku minta mulai sekarang jangan pernah mencintaiku lagi, lupakan aku nara”

PLAAAKKK!!! Nara menampar pipi kanan donghae.

“kau jahat!!! kau benar-benar jahat oppa!!!” Nara memundurkan langkah kakinya lalu pergi berlari bersama perasaannya yang hancur.

Donghae hanya mampu menatap nara dengan lirih yang saat ini tengah berlari menjauh darinya.

…………………..

“mwo??? appa dan eomma kecelakaan???” Sungmin tersentak saat menerima kabar bahwa orang tuanya mengalami kecelakaan. Perasaannya berkecamuk dan tubuhnya terkulai lemas. Matanya mulai memanas. Ia pun membanting keras ponsel yang di genggamnya.

“apakah aku harus memberitahu Nara? Tapi hari ini adalah hari bahagianya. Aku tidak sanggup jika harus memberitahunya Tuhan” batin sungmin dalam hatinya

Sungmin mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk menemui adiknya Nara.

**********

“Nara….” panggil sungmin saat melihat adiknya menangis di taman jalan

ia segera keluar dari mobilnya. “Nara, apa yang terjadi??” Sungmin memeluk adiknya

“oppa…hiks…hiks
donghae oppa bilang dia tidak pernah mencintaiku” Nara menangis dalam dekapan sungmin

“bagaimana bisa?? berani sekali dia mempermainkan adikku. Sekarang semuanya sudah jelas Nara, oppa sudah mengatakan berulang kali bahwa dia bukanlah laki-laki yang baik untukmu”

Sungmin mencoba berfikir apakah di saat seperti ini ia harus memberitahu adiknya tentang kecelakaan yang menimpa orang tuanya.

“mulai sekarang kau harus lupakan dia, ayo ikut oppa”

“Tidak !!! biarkan aku sendiri !!!” tolak Nara

“ikut atau kau akan menyesal nanti” Sungmin menarik kasar tangan adiknya

…………………

Tak lama mereka sampai di sebuah rumah sakit.

“untuk apa kita ke sini?” Nara bertanya

“Nara, ada sesuatu yang perlu kau ketahui, tapi berjanjilah pada oppa setelah kau mengetahui semuanya kau harus bisa menerima kenyataan”

“oppa ini bicara apa sih? aku tidak mengerti” Nara mulai menangis

“appa dan eomma mengalami kecelakaan”

“tidak mungkin !!!” Nara keluar dari mobil lalu berlari dengan cepat memasuki rumah sakit

…………

“Paman…Bibi… di mana orang tuaku? mereka baik-baik saja kan? hiks..hiks…”

Semua kerabatnya hanya terdiam dan terus menangis.

“apa yang terjadi paman? katakan padaku” Sungmin bertanya

“mereka… mereka sudah meninggal”

“benarkah?” sungmin terduduk lemas. “ini terlalu cepat, padahal nanti malam kami berniat untuk merayakan ulang tahun Nara, mereka bilang akan mengadakan pesta besar untuk Nara”

“terimalah kenyataan, tabahkan dirimu”

“Nara sayang, dengarkan bibi. Appa dan eomma-mu sudah tidak bisa di selamatkan. Mereka sudah meninggal”

“tidak bi…

mereka sudah berjanji padaku, mereka bilang akan merayakan ulang tahunku nanti malam. Appa dan eomma tidak mungkin tega meninggalkan aku Bi…
hiks…hiks…”

……………………

1 Tahun Kemudian

“apa yang sedang kau pikirkan?” sungmin datang menghampiri Nara di balkon rumah

“aku mengingat kejadian 1 tahun yang lalu. Aku benci 14 February. Aku benci hari ulang tahunku. Aku benci hari valentine.” Nara mengacak-acak rambutnya sendiri. Hanya kesedihan yang tergambar jelas di wajahnya.

“cukup Nara!!! berhentilah membenci 14 February!!!”

“aku tidak akan pernah berhenti membenci tanggal itu. Tuhan telah mengambil semuanya di 14 February. Pertama, tuhan memisahkan aku dengan donghae oppa. Dan yang kedua tuhan telah mengambil appa dan eomma. Selanjutnya apa? apa tuhan akan mengambil kakak yang paling aku sayangi? ”

Sungmin mendekap erat tubuh Nara. “oppa berjanji tidak akan meninggalkanmu, oppa akan selalu menjaga dan menyayangi adikku yang manja ini” Sungmin membelai dan mengecup puncak kepala Nara

“oppa…hiks…hiks…”

“jangan menangis lagi. hari ini kita akan pindah ke rumah Paman dan Bibi”

“ne…”

=____________________=

“eomma !!! Nara dan sungmin oppa sudah datang…” Ucap Hyeri yang tak lain adalah sepupu Nara dan sungmin

“benarkah??”

Mereka segera keluar untuk menemui nara dan sungmin yang baru saja sampai.

“Annyeong Bibi, Hyeri…” sapa Sungmin sambil membungkukkan tubuhnya

“Annyeong…” balas mereka

“kajja, kita masuk”

“mulai sekarang anggaplah rumah Bibi sebagai rumah kalian juga”

“gomawo Bi…” sungmin tersenyum

“Nara, bagaimana kabarmu?” pertanyaan Hyeri membuat nara tersadar dari lamunannya

“kabarku baik, kau sendiri?”

“aku pun begitu, kau terlihat semakin cantik saja Nara” puji Hyeri

“ah, benarkah?” Nara tertunduk malu

“Nara, mulai besok kau sudah bisa masuk kuliah bersama Hyeri, Bibi sudah mendaftarkan kau di sana sebagai mahasiswi baru”

“baik bi, terima kasih atas semuanya” Nara menyunggingkan senyumnya

“kalau begitu sekarang kita makan malam, setelah itu kalian istirahat pasti kalian sangat lelah”

…………………

Esoknya, waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi, namun Nara masih berada dalam dunia mimpinya. Sungmin terus mengetuk pintu kamar Nara, hingga akhirnya ia masuk dan mendapati Nara masih tertidur.

“Aigoooo~
Nara ayo bangun sayang, ini sudah pagi, sudah saatnya kau berangkat kuliah” sungmin menggoyang-goyangkan tubuh adiknya

“Zzz____zzZ”

Nara menggeliat kecil. “aww !!! appo !!!” jerit nara saat sungmin mencubit kedua pipinya

“haha, dasar
ayo cepat bangun”

“aisshhh menyebalkan !!

mwo?? O.O jam setengah tujuh??” Nara membelalakkan matanya saat melihat jam kecil di samping tempat tidurnya

“ini handukmu, cepat mandi lalu sarapan. sebentar lagi oppa harus ke kantor” sungmin tertawa kecil melihat tingkah lucu adiknya

.

“Hyeri, ayo kita berangkat?” ucapnya tergesa-gesa sambil memakai sebuah jam di tangannya

“kau tidak sarapan dulu?” tanya hyeri

“makanlah dulu nara” tawar Bibi

“tidak, nanti saja saat di kampus”

“baiklah, hati-hati di jalan sayang…
oh ya sungmin, apa hari ini kau akan pulang malam?”

“iya Bi …”

@Chungwoon University

Nara menghentikan langkahnya saat melihat namja tampan yang baru saja turun dari motornya.

“Hyeri berhentilah sebentar”

“ada apa?” pikir Hyeri

“kau lihat itu?”

“lihat apa?”

“itu, namja yang ada di sana” ucapnya sekali lagi

Hyeri tersenyum pada nara. Ia yakin pasti Nara terpesona pada namja itu.

“memangnya ada apa dengan namja itu? apa kau menyukainya?” goda hyeri

Nara terkekeh. “mwo? kau ini… aku tidak mungkin menyukainya begitu saja. Aku hanya memuji ketampanannya . Lagi pula aku belum tahu bagaimana hati dan sifatnya”

“dia itu orangnya baik” sambung hyeri

“bagaimana kau bisa tahu itu?”

“dia itu temanku”

“temanmu? benarkah?”
Hyeri mengangguk. “ku mohon kenalkan aku dengannya” rengek nara seperti anak kecil

“tapi ada syaratnya?”

“apa?”

“saat istirahat nanti kau harus menraktirku makan di kantin”

“tenang saja, itu mudah bagiku”

“sudahlah, ayo kita masuk kelas”

.

Saat kelas di mulai, Dosen meminta Nara untuk memperkenalkan dirinya karena ia merupakan mahasiswi baru di kampus itu. Dengan gugup Nara menghembuskan nafas beratnya lalu memberanikan diri untuk memperkenalkan dirinya.

“Annyeo?” perkataan nara terhenti saat ada mahasiswa yang terlambat masuk kelas

“mianhae saya terlambat” sesal namja itu

“gwaenchana, kau terlambat 5 menit, kau boleh duduk” ucap Dosen itu

Tiba-tiba saja Nara semakin gugup saat menyadari bahwa yang terlambat itu adalah namja yang di lihatnya tadi pagi.

“Nara, ayo lanjutkan”

“Annyeong, namaku Lee Nara, saya mahasiswi baru di kampus ini. Jadi mohon bimbingannya. Kamsahamnida”

“baik, sekarang kau boleh duduk di samping yesung” dosen itu berkata

“ne, kamsah”

Nara duduk di samping yesung dengan degup jantungnya yang begitu cepat. Perasaannya semakin tidak percaya saat melihat yesung tersenyum padanya. Nara pun membalas senyuman yesung lalu mulai fokus pada Dosen yang mengajar saat itu.

***

Hyeri sibuk menyusuri semua tempat di kampus itu untuk mencari keberadaan Nara. Hingga akhirnya matanya menangkap seorang yeoja yang tengah menikmati sejuknya udara di lantai atas taman kampus.

“iisshh !! ternyata kau di sini? aku fikir kau tersesat dan hilang” Hyeri menyentuh pundak Nara

“tidak mungkin. aku tidak sebodoh itu tau”

“ah, terserah kau saja” ucap hyeri sedikit kesal

“jadi namja tampan itu namanya yesung?”

“ya, dia yesung. namja yang menurutku paling tampan di kampus ini. Dia pintar dan mempunyai suara yang sangat indah”

“maksudmu dia pandai menyanyi?”

“tentu, aku sangat menyukai suaranya. Semua orang menjulukinya sebagai Art of voice yang berarti seseorang yang memiliki suara seperti seni. warna suaranya adalah hitam. saat dia menyanyikan lagu ballad, dia mampu membuat semua orang menangis karena mendengar suaranya. Dia pernah mengatakan padaku jika kita menyanyikan sebuah lagu cinta untuk orang yang kita sayangi, itu akan membuat suasana menjadi lebih romantis di bandingkan dengan dinner di malam hari atau memberi sebuah bunga.”

“cukup hyeri”

“Nara kau menangis?”

“kata-katamu membuatku teringat pada seseorang”

 

~Flashback~

“chagi, apa kau tahu?” donghae membuka pembicaraan

“tidak”

“dengarkan aku dulu”

“ne…”

“jika kita menyanyikan sebuah lagu cinta pada orang yang kita sayangi, itu akan membuat suasana menjadi lebih romantis di bandingkan dengan dinner di malam hari atau memberi sebuah bunga.” ucap donghae sambil menatap penuh arti mata Nara

.

“apa dia mantan kekasihmu?”

“ya, satu tahun yang lalu tepat di tanggal 14 february, dia memutuskan hubungannya denganku. bahkan dia mengatakan padaku bahwa selama ini dia tidak pernah mencintaiku. Aku fikir dia baik untukku. Tapi kenyataannya tidak. Padahal aku sangat mencintainya”

“apa itu yang membuatmu membenci 14 February?”

“begitulah. 14 february membuatku trauma akan sesuatu. Orang tuaku pun meninggalkanku di 14 february. Padahal mereka berjanji padaku akan merayakan dan mengadakan pesta besar untuk merayakan ulang tahunku setelah mereka sampai di Korea”

“semua itu bukan karena 14 february, melainkan kehendak Tuhan” yesung datang menyambung pembicaraan nara dan hyeri

“kau?” nara terdiam seribu bahasa melihat yesung menghampirinya

“ternyata masih ada orang yang membenci 14 February. menurutku itu sangat lucu dan bodoh” cetus yesung saat mendekati wajah nara

PLAK! Nara menghempaskan tamparan pada yesung. mendengar ucapan yesung matanya mulai memanas hingga menitihkan satu per satu air mata.

“kau tidak tahu apa-apa !! jadi jaga bicaramu !!”

“sudah nara hentikan !!” hyeri berkata

Nara pun pergi sambil terus menghapus air matanya. Tak lama dirinya sudah tidak terlihat lagi dan hilang entah kemana.

“apakah ada yang salah dengan ucapanku?” tanya yesung pada hyeri

“aku juga tidak tahu kau salah atau tidak”

“aku harus minta maaf padanya” sesal yesung

“ya, kau memang harus minta maaf padanya”

“kalau begitu, beri aku nomor ponselnya?”

“nanti akan aku berikan, sekarang ayo antarkan aku pulang?” rengek hyeri hingga membuat yesung tertawa kecil

“dasar ! baiklah ayo”

Esok harinya, seperti biasa Nara dan Hyeri harus pergi ke kampus. Pagi itu kebetulan sungmin yang mengantar mereka. Sesampainya di kampus Nara dan Hyeri pun keluar dari mobil lalu melambaikan tangan manis mereka pada Sungmin. Nara mengambil ponselnya yang bergetar. Di lihatnya sebuah nomor tak di kenal mengirimkan sebuah pesan padanya.

“temui aku di taman atas”

**

“Hyeri kau duluan saja, nanti aku akan menyusul” ucap Nara

“baiklah”

Nara sempat berfikir sejenak apakah ia harus menemui orang yang mengirim pesan padanya. Akhirnya ia pergi ke taman atas tanpa fikir panjang. Nara menyipitkan kedua matanya saat melihat sesosok namja yang sepertinya tengah menunggu dirinya.

“kau datang?” yesung tersenyum melihat kedatangan nara

“untuk apa kau menyuruhku ke sini?”

“aku hanya ingin minta maaf soal kemarin”

“aku sudah memaafkanmu” ujar nara

“oh ya? gomawo…”

Nara mengangguk sambil tersenyum. Lalu duduk berdampingan dengan yesung di sebuah kursi panjang yang ada di taman itu. Suasana pun seketika menjadi hening. Terjadi sebuah kecanggungan di antara keduanya hingga tidak ada satu pun yang bicara.

“mau berteman denganku?” yesung mengulurkan tangannya untuk nara

Jantung Nara segera berdesir. Bola matanya terus menatap senyuman yang tersirat di wajah yesung. Hatinya benar-benar bahagia.

“ya” kalimat singkat yang di ucapkan nara dengan tulus

“haha, kau membuat jantungku hampir copot. aku fikir kau tidak mau berteman denganku” yesung tertawa

“tidak mungkin. aku bukan tipe orang yang seperti itu”

“tapi wajahmu menunjukkan kalau kau itu yeoja yang super jutek dan dingin”

“aish !! tentu saja bukan !!” nara sedikit kesal

“haha, baiklah. jika di lihat-lihat kau cantik juga” senyum yesung sambil memandang penuh wajah nara

“jangan menatapku seperti itu”

Nara menunduk malu. Wajahnya menjadi merah padam. Mereka pun terus mengobrol hingga menimbulkan gelak canda dan tawa. Keduanya tampak serasi dan terlihat seperti sepasang kekasih.

**********

Saat ini Nara tengah merenung sambil menunggu Hyeri keluar dari ruangannya.

“hey?”

“eh? kau mengagetkanku hyeri -_- ”

“haha. oh ya masih ada tugas yang harus aku selesaikan, jadi kau pulang duluan saja ya?” Hyeri berkata

“tapi??” ragu nara

“tidak papa, kau pulang duluan saja”

“baiklah, sampai bertemu di rumah” nara melambaikan tangan pada hyeri lalu pergi berlalu

Nara berjalan melewati setiap ruangan yang ada di kampus itu dengan langkahnya yang malas. Saat ia sampai di gerbang kampus, tiba-tiba sebuah motor ninja hitam berhenti tepat di sampingnya.

Yesung membuka helm yang menutupi kepalanya.

“kau tidak pulang dengan Hyeri?” tanyanya

“masih ada tugas yang harus di selesaikan hyeri, jadi dia menyuruhku pulang duluan”

“kalau begitu, naiklah”

“mwo?” bingung nara

“aku akan mengantarmu pulang, ayo naiklah…
itung-itung untuk menebus kesalahanku karena sudah membuatmu menangis kemarin”

“baiklah”

Nara menerima ajakan yesung. Jantungnya berdebar kencang. Ia menghela nafas beratnya lalu naik ke motor yesung. Tangannya dengan gugup mencoba memegang pundak yesung.

“jangan memegang pundakku. lingkarkan saja tanganmu di pinggangku” ucap yesung seraya memakai kembali helmnya

“apa tidak papa?” tanya nara

“tentu”

Nara memejamkan matanya lalu melingkarkan tangannya memeluk yesung. Yesung pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Di perjalanan Nara menikmati sejuknya udara sore yang berhembus cukup kencang.

****

“gomawo” ujar nara setelah sampai di depan rumahnya

“cheonma” balasnya tersenyum

“apa kau ingin masuk dulu?” tawarnya

“ah tidak, terima kasih…
oh ya, nanti malam bagaimana kalau kita bertemu di cafe?”

“ehm..” nara mengangguk

“nanti aku akan menghubungimu, kalau begitu sampai jumpa nanti malam” yesung pun pergi dengan motor hitamnya

.

“bibi, nara pulang” serunya

“lho? hyeri mana?” tanya bibi

“hyeri bilang dia akan pulang terlambat karena masih ada tugas”

“baiklah, sekarang cepat mandi lalu makan”

“oh ya bi, malam ini aku akan pergi dengan temanku, boleh ya?”

“iya boleh”

Setelah mandi Nara membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memejamkan sejenak kedua matanya. Jika mengingat semua yang terjadi hari ini, bibirnya tak henti-hentinya untuk tersenyum. Otak dan pikirannya terus berputar dan bertanya-tanya apakah ia mulai jatuh cinta pada yesung. Selalu teringat senyuman yang terukir di wajah yesung.

Nara melirik jam kecil yang ada di dekatnya. Kemudian ia bangkit lalu bersiap-siap untuk pertemuannya dengan yesung malam ini. Nara menghadapkan tubuhnya di cermin. Menghela nafas panjang, mengambil tas dan ponselnya lalu pergi.

Begitu sampai di cafe, Nara berjalan ke arah yesung yang sudah duduk di salah satu meja yang ada.

“hey?” panggil nara seraya duduk

Yesung tersenyum melihat kedatangan Nara.
“berikan kami capucinno hangat” ucap yesung pada salah satu pelayan

“apakah ada yang ingin kau bicarakan?”

“tidak. aku hanya ingin lebih dekat denganmu dan mengenalmu lebih jauh” jawab yesung di ikuti pelayan yang mengantarkan pesanan mereka

“baiklah. oh ya kudengar kau pandai bernyanyi?”

“dari mana kau tahu?”

“hyeri yang mengatakan padaku”

Yesung mulai menengguk minuman yang kini ada di hadapannya. Masih ada kecanggungan di antara mereka. Nara yang merasa tidak nyaman pun mencoba melirikkan matanya ke arah luar dan menatap bisingnya kendaraan yang berlalu lalang di malam hari.

“ehm… apa sebelumnya kau pernah mempunyai kekasih?” sebuah kalimat pertanyaan di lontarkan yesung hingga membuat nara kembali menatapnya

“memangnya ada apa?” nara memandang yesung dengan heran

“hanya bertanya saja”

“sebelumnya aku pernah mempunyai kekasih. tapi pada akhirnya dia mengkhianatiku” nara teringat kembali akan bayang-bayang wajah donghae

“mengapa dia mengkhianatimu?”

“entahlah -_- ”

“lalu apa yang paling kau benci di dunia ini?”

Nara masih mencoba mencerna pertannyaan yesung. Ingatannya lagi-lagi kembali ke 1 tahun yang lalu.

“14 february” jawab nara singkat

Yesung terdiam. Matanya menatap dalam wajah Nara.

…………..

Hubungan yesung dan nara semakin hari semakin dekat. Keduanya sering kali menghabiskan banyak waktu bersama. Tidak bisa di elakkan lagi bahwa saat ini mereka mempunyai perasaan yang sama.

Saat mengingat ucapan nara yang membenci 14 february, yesung selalu berkeinginan untuk mengubah konsep hidup Nara. Dia ingin membuktikan pada Nara bahwa 14 february tidaklah seburuh yang ia kira.

******

“oppa?” nara membalikkan tubuhnya saat melihat sungmin tengah memeluknya dari belakang

“besok adalah valentine day, apa yang ingin kau minta di hari ulang tahunmu?” ucap sungmin sambil duduk di samping nara

“tidak ada” jawab nara singkat lalu termenung

sungmin membelai lembut puncak kepala adiknya.

“tadi bibi sudah menyiapkan semua barangmu. besok kita akan ke Jeju untuk merayakan ulang tahunmu. akan ada surprise besar untuk adikku yang manis ini”

Nara mengembangkan senyumannya. Matanya mulai berkaca-kaca. Sungmin segera memeluk dan mendekap adikknya.

“aku sangat merindukan appa dan eomma” isak nara

“ya, oppa juga sangat merindukan mereka” ujar sungmin

Pagi hari di 14 february

Pagi ini nara dan keluarganya akan pergi jeju untuk merayakan ulang tahunnya. Nara berada di mobil bersama Sungmin dan Hyeri. Sementara yang lainnya berada di mobil yang berbeda. Selama di perjalanan nara terus melamun. perasaannya saat ini benar-benar tidak nyaman. Hyeri pun tengah sibuk dengan ponselnya.

Drrttt ….
Nara melirik ponselnya yang bergetar. ia segera mengangkat panggilan dari yesung.

“saengil chukhahamnida” ucap yesung

“gomawo”

“setelah kau pulang dari jeju nanti, aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

“mengatakan apa? jangan membuatku penasaran”

“jika aku katakan sekarang namanya bukan surprise. oh ya, tadi aku sudah mengirimkan sebuah paket besar ke rumahmu. itu adalah kado untukmu, ku harap kau menyukainya nanti”

“aku pasti akan menyukainya. ehm, bisakah aku tutup telfonnya sekarang?”

“ne”

Nara mengambil bantal kecil yang ada di dekatnya untuk bersandar. Di lihatnya Hyeri yang sudah terlelap tidur. Perasaannya semakin takut saja saat melihat sungmin yang tengah menyetir. Hingga semua perasaannya pun terjawab. Mobil yang mereka naiki hilang kendali. Terlebih lagi sebuah truck besar akhirnya menabrak mobil mereka dengan kecepatan tinggi. Tragisnya tubuh sungmin terlempar jauh ke dalam laut. Sementara Nara dan Hyeri masih di dalam mobil dengan darah yang sudah membanjiri wajah dan tubuh mereka.

“oppa !!!!!!!!!!! hiks..hiks..hiks…” jerit nara saat melihat kakaknya terlempar jauh ke laut

SKIP~

Saat ini Nara dan Hyeri berada di rumah sakit akibat kecelakaan yang menimpa mereka. Paman dan Bibi pun tengah menunggu bagaimana keadaan mereka. Dokter yang saat itu keluar mengatakan bahwa luka yang di alami nara dan hyeri tidak terlalu serius. Saat ini mereka pun sudah sadar.

“sungmin oppa…hiks…hiks…kajima” isak nara yang terduduk sambil menutup wajahnya dengan kedua lututnya

“tenanglah sayang, kita semua pasti akan menemukan sungmin, percayalah itu” ucap bibi yang mencoba berjalan mendekati nara yang terlihat frustasi

“kenapa semua ini harus terjadi padaku bi? kenapa 14 february selalu menjadi derita dan bencana untukku?” jerit nara sekencang-kencangnya.

Semuanya hanya mampu memeluk nara dan memberikan ketegaran untuknya. Selang beberapa hari akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Dan pada hari itu juga TIM SAR datang menemui mereka dan mengatakan bahwa mereka tidak berhasil menemukan mayat sungmin yang pada saat kecelakaan terjadi tubuhnya terhempas jauh ke laut. Mendengar kabar itu, nara benar-benar terlihat frustasi. Matanya tak henti-hentinya untuk menitihkan bulir-bulir air mata di wajahnya. Pada akhirnya lagi-lagi 14 february kembali merenggut orang yang paling di kasihinya.

Beberapa bulan kemudian.

Setelah peristiwa kecelakaan itu terjadi, Nara berubah menjadi orang yang murung dan selalu diam. Hari-harinya selalu ia habiskan dengan melamun dan termenung di balik jendela berharap kakak yang di cintainya pulang. Namun kenyataannya hal itu tidak pernah terjadi. Tanpa sadar sebuah tangan melingkar di perut nara dan memeluk nara dengan hangatnya.

“saranghae, jeongmal saranghae” bisik yesung tepat di telinga Nara

Nara segera memutar tubuhnya. Kini mata mereka bertemu.

“yesung?”

“ku mohon jangan seperti ini. Aku tidak sanggup jika harus melihat orang yang aku cintai seperti ini. Aku merindukan nara yang selalu tersenyum manis” yesung semakin mengeratkan dekapannya pada nara

“aku sudah kehilangan semuanya yesung. orang tua dan kakakku sudah tidak ada lagi”

yesung mendekatkan wajahnya pada Nara. Ia menempelkan dahinya pada dahi nara dan mulai menatap mata nara yang terlihat lebam.

“biarkan aku membuatmu bahagia. biarkan aku kembali mengukir senyuman di wajahmu. menikahlah denganku nara?”

Nara semakin terisak. Kepalanya tertunduk dan tubuhnya pun bergetar dengan hebatnya.

“ya, ku mohon ajarkan aku untuk bisa mencintai 14 february…” ucap nara bersama air mata yang mengalir di wajahnya.

“pasti… saranghae?” yesung kembali memeluk nara

“nado saranghae” balasnya

Setelah mendapatkan kesepakatan dari masing-masing keluarga, akhirnya yesung dan nara memutuskan untuk menikah dan meninggalkan kuliah mereka. Kini nara tengah memandang dirinya yang berbalut gaun pengantin berwarna putih berkilau di cermin yang cukup besar. Sebuah kalung permata dengan indahnya melingkar di lehernya.

“beautiful” puji hyeri yang datang dengan tiba-tiba lalu segera memeluk nara dari belakang

“benarkah?”

“tentu” hyeri semakin mengeratkan pelukannya pada nara

“nara?” panggilnya

“hhmm?”

“apa kau bahagia?” tanyanya

“aku sangat bahagia” nara tersenyum

“aku ingin memberimu sesuatu”

“apa?”

Hyeri berdiri menghadap nara. Ia mengeluarkan sebuah surat dari tas kecilnya. Tangannya mengangkat dan menggengam tangan nara.

“ini adalah surat dari sungmin oppa untukmu. aku menemukan surat ini di meja kerjanya. kurasa dia menulisnya jauh hari sebelum kita pergi ke jeju. kau bacalah surat ini dengan baik. tapi dengan satu syarat, setelah kau membacanya kau tidak boleh menangis nara. aku pergi dulu.” jelas hyeri lalu pergi meninggalkan nara

Nara mulai memperhatikan surat yang di ada di tangannya lalu membuka dan membacanya.

From : Sungmin
To : adikku Nara

 

untuk adikku tersayang, oppa yakin cepat atau lambat pasti kau akan membaca surat ini. perlu kau tahu bahwa semua manusia yang hidup di dunia ini pasti akan mengalami kematian. maafkan oppa jika tidak bisa menepati janji untuk hidup selamanya. berhentilah untuk selalu menyalahkan takdir. jika 14 february adalah hal yang paling kau benci, maka mulai sekarang belajarlah untuk bisa mencintai 14 february. karena kebencian yang bersifat kekal sesungguhnya akan selalu menjadi bencana. oppa yakin pasti di balik semua itu akan ada kebahagiaan yang datang untukmu. lihatlah ke depan dan carilah kebahagian itu. jika kau terjatuh maka bangkitlah dan jangan sedikit pun kau meneteskan air mata dari wajahmu. karena di sini kami akan selalu tersenyum untukmu.

 

tidak!!! aku tidak boleh menangis !!! oppa…hiks…hiks…” nara berusaha menahan air matanya. namun sesungguhnya batinnya ingin sekali menjerit

Dengan langkah kecilnya yang terlihat begitu anggun, Nara berjalan di altar melewati setiap baris tamu yang hadir dengan di dampingi hyeri. Sesampainya, yesung segera mengambil alih tangan Nara dari hyeri. Mereka pun mulai memfokuskan pandangannya pada pendeta yang kini ada di hadapan mereka.

“bisa kita mulai?” tanya pendeta itu di ikuti anggukkan dan senyuman dari keduanya

“kim jong woon apakah kau bersedia menikah dengan Lee Nara? mendampinginya dalam suka maupun duka? mencintai dan menyayanginya selalu sampai kematian yang memisahkan kalian?”

“ya, saya bersedia menikah dengan Lee Nara. mendampinginya dalam suka maupun duka serta mencintai dan menyayanginya sampai kematian yang memisahkan kami” jawab yesung dengan tegas

“dan kau Lee Nara, bersediakah kau menikah dengan kim jong woon? mendampinginya dalam suka maupun duka? mencintai dan menyayanginya selalu sampai kematian yang memisahkan kalian?”

“ya, saya bersedia menikah dengan kim jong woon. mendampinginya dalam suka maupun duka serta mencintai dan menyayanginya sampai kematian yang memisahkan kami”

Pendeta pun akhirnya meresmikan pernikahan mereka. Kemudian keduanya saling menyematkan cincin pernikahan. Yesung mencium kening Nara dan memeluknya. Tamu undangan yang hadir memberikan tepuk tangan untuk mereka. Keduanya terlihat bahagia dan saling tersenyum.

“chukkae Nara” hyeri datang memeluk nara

“gomawo hyeri”

“kau cantik sekali” dengan gemasnya hyeri mencubit pipi nara hingga menimbulkan gelak tawa dari semua keluarga

“chukkae sayang”

“paman, bibi, terima kasih untuk segalanya. berkat kalian aku bisa seperti ini. terima kasih untuk kasih sayang yang selama ini kalian berikan untukku”

“iya sayang”

“saatnya kita semua keluar untuk acara melempar bunga” hyeri menarik tangan nara dan yesung dengan penuh semangat

Nara memposisikan dirinya untuk melempar bunga di tangannya. Hyeri pun berhasil mendapatkan bunga itu. Di saat semuanya tengah berbahagia, Yesung menarik pinggang nara dan membelai rambutnya. Nara tertawa kecil melihat tingkah yesung.

“mulai saat ini aku akan belajar untuk mencintai 14 february” ucap nara membelai pipi yesung

“dan aku pun akan membuktikan padamu bahwa 14 february sesungguhnya adalah kebahagiaan yang akan selalu terjadi di kehidupan kita” yesung menatap setiap inci dari wajah nara

“oppa, appa, dan eomma, aku benar-benar bahagia saat ini, apa kalian juga merasakan hal yang sama sepertiku? aku sangat merindukan kalian” batin nara sambil mengarahkan padangannya pada langit biru

“lalu apa rencana kalian setelah ini?” sambung hyeri

“kami berencana untuk membuat little kim” jawab yesung dengan cepat hingga membuat wajah nara memerah

“saranghaeyo” bisik yesung lalu mengecup bibir mungil nara di hadapan orang banyak. Hyeri terlihat bahagia lalu segera mengabadikan moment indah mereka.

Apapun yang terjadi dalam hidup ini, hadapilah dengan penuh ketegaran. Hiasilah dengan penuh senyuman. Dan musnahkanlah segala bentuk kebencian. Karena sesungguhnya kebencian yang bersifat kekal akan selalu menjadi bencana dalam hidup kita.

END ^^

5 thoughts on “I Hate 14 February // Oneshoot

  1. Mmmmmmmmmmm….. bagus banget….Tp kita bisa melawan rasa kbencian itu, maka kemenangan sudah kita raih… karena melawan kebencian itu sangat lah suli…. Thx ya thor buat ff nya ^_*

  2. bagus…
    Apa yg tjd d dunia itu uda jlan’a, tgl qta bsa trima apa ga?
    Krna stiap pilihan ada blsn’a…

    Waiting for yesung…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s