THE BROTHER (Part 17)

 

TB17

 

 

TITTLE: THE BROTHER

 

Author  :  Minzy

 

Cast :          Figure:

 

Leeteuk          Qiu Seon                Heechul

 

Yesung           Hye Ji                     Eunhyuk

 

Sungmin        Chun Qi                   Zhou Mi

 

Siwon            Hyo Rin                   Ryeowook

 

Donghae        Shin Hae                  Shindong

 

Kyuhyun        Young Ri                  Big Bang

 

 

 

Genre :         Comedy

 

                    Romantic

 

 

 

Type : Continue

 

 

 

 

seteah siwon dan hyo rin selesai main piano bersama mereka lalu berdoa sejenak digereja. hari pun semakin siang mereka lalu bejalan-jalan disekitar gereja itu.mereka berjalan di jalan yang tampak dikelilingi pohon itu.

 

“apa kau sering datang kesini?”

 

tanya siwon.

 

“hm..sebenarnya dulu setiap minggu aku kesini bersamanya.. kami sering melakukan yang tadi kita laukan itu.”

 

“main piano?”

 

“hm.. main piano bersama.. namun semenjak dia meninggal aku tak lagi datang. kau tahu karena kau aku jadi ingat untuk kembali datang kesini.”

 

“karena aku?”

 

“iya..kau..aku selalu ingat waktu kau menasihati ku digereja itu. saat itulah aku jadi sering kesana.”

 

jelas hyo rin. siwon tampak malu dengan pernyataan itu namun melihat wajah hyo rin yang tersenyum membuatnya lega.

 

“oh iya apa kau mau mampir ke suatu tempat?”

 

tanya hyo rin.

 

“apa? kemana?”

 

“disekitar sini ada yang menjual minuman teh yang sangat enak bagaimana kalau kita kesana?”

 

“tak masalah.. ayo.”

 

siwon lalu pergi bersama hyo rin ke sebuah kedai teh yang tak jauh dari sana. tak disangka tempat yang berada diatas bukit itu sangat enak dari sana mereka bisa melihat pemandangan indah sambil minum teh hangat. walaupun saat itu musim salju tetap tak mengurangi keindahan tempat itu. mulanya siwon merasa kesal karena ia harus pergi sendiri kegereja namun ternyata seseorang kembali menyemangati dirinya itu.

 

***

 

tak terasa waktu berjalan begitu cepat. sampai nilai hasil ujian akhir mereka muncul dipapan pengumuman. semua mengerumuni termasuk sungmin, donghae dan leeteuk yang kebetulan lewat. mereka sibuk melihat nama-nama mereka dan tentu saja berita menggembirakan tiba, mereka dan semua siswa kelas 3E lulus dengan hasil yang baik.

 

tampak disana siwon sbagai juara diposisi 1, diikuti sungmin diposisi 2, young ri diposisi 3 leeteuk diposisi 4, diikuti lagi dengan hye ji, qiu seon dan yang lainnya.begitu juga donghae yang mendapat posisi 10 ia tak kecewa dengan hasil itu.

 

“hyung.. itu bagus aku dapat posisi ke 10. sungmin hyung,leeteuk hyung kalian ini pintar ya..”

 

kata donghae bangga.

 

“kau juga.. setidaknya diantara kelas 3A kita ,lebih unggul.”

 

sahut leeteuk.

 

“ini berkat kerja keras kita kan.ayo kita kekelas..”

 

ajak sungmin. mereka ber-3 lalu keruang kelas semua siswa dikelas 3E bergembira dengan kelulusan mereka yang 100 % lulus. derngan begini mereka telah mengangkat nama kelas 3E.wali kelas jungmin juga tampak sangat gembira karena usahanya kali ini tak sia-sia. dan untuk merayakannya mereka semua ditraktir oleh wali kelas jungmin makan dan pesta sepuasnya di sebuah kafe. semua sangat bergembira.

 

malam ini pukul 7 semua berkumpul di kafe disana juga terdapat karaoke jadi mereka bisa bersenang-senang disana.

 

“sungmin oppa kau hebat..”

 

bangga chun qi.

 

“ini kan berkat kau juga..”

 

kata sungmin.

 

“kelas ini jadi bagus semenjak kedatangan para tuan muda dan juga para tuan putri yang cantik-cantik ini, sekarang beri sorak pada mereka…yeee..”

 

teriak wali kelas jungmin.

 

“terimakasih untuk kalian…”

 

sahut semua siswa yang lain.

 

“bukan kami yang membuatnya jadi begini. ini semua kan karena kerja keras kalian”

 

kata leeteuk merendah diri.

 

“ya.. kita bersorak untuk kita semua… hidup kelas 3E… sekarang mari bersenang-senang.”

 

kata wali kelas jungmin.

 

pukul 10 pesta berakhir mereka tampak lelah. semua kembali pulang kerumah saat mereka leeteuk,donghae,sungmin,kyuhyun,siwon, yesung dan shin hae hendak menyebrang menuju mobil mereka diparkiran, tiba-tiba seseorang mengendarai mobilnya dengan sangat kencang entah hal ini disengaja atau tidak tepat didepan mereka. donghae yang berada paling depan ia menyebrang terlebih dahulu saat itu. karena terlalu banyak minum semua tak tahu jika bahaya mengancam mereka. hanya shin hae yang menyadarinya. mobil dengan kecepatan penuh itu hampir mendekati donghae, shin hae yang melihat hendak pergi menyelamatkan donghae.

 

“tuan muda donghae awas..”

 

teriak shin hae. ia lalu mendorong donghae hingga donghae jatuh kepinggir jalan dan “BRUKKKK..” mobil itu menghantam tubuh shin hae. semua terkejut termasuk donghae. shin hae sempat terpental sejauh 2 meter dan ia tak sadarkan diri. sedangkan mobil yang menabrak melarikan diri.

 

“Shin hae……….”

 

teriak donghae ia lalu mengampiri shin hae dengan rasa khawatir begitu juga dengan yang lain.

 

“shin hae bukalah matamu…. shin hae,”

 

panik donghae, ia lalu memberikan pertolongan pertama dengan memeriksa nefas shin hae lalu membrikannya nafas buatan agar shin hae dapat bernafas.

 

“siwon cepat panggilkan ambulance.”

 

perintah sungmin. semua amat khawatir dengan keadaan shin hae. beberapa saat kemudian ambulance datang juga polisi yang akan menyelidiki kasus ini. shin hae lalu dibawa kerumah sakit diikuti donghae, kyuhyun dan yesung. sedangkan sungmin leeteuk dan siwon ikut memberi keterangan pada polisi agar pelaku yang menabrak shin hae diketahui.

 

***

 

tibanya dirumah sakit shin hae lalu dibawa ke ruang unit gawat darurat. semua tampak khawatir donghae,yesung kyuhyun juga menunggu didepan ruang UGD. mereka semua khawatir dengan keadaan shin hae. tak lama kemudian juga datang hye ji dan chun qi yang juga khawatir dengan keadaan shin hae.

 

“hye ji kau datang?”

 

kata yesung yang terkejut melihat kedatangan hye ji.

 

“bagaimana keadaan shin hae sekarang?”

 

tanya hye ji.

 

“dokter belum keluar dari ruang UGD. jadi belum ada yang tahu..”

 

jawab kyuhyun.

 

“kami sangat khawatir bagaimana hal ini bisa terjadi?”

 

tanya chun qi.

 

“entahlah…”

 

seru yesung pasrah. sedangkan donghae hanya bisa tertunduk menyesal akan kejadian ini. kalau saja shin hae tidak menyelamatkannya pasti yang merasakan sakitnya adalah donghae. selang beberapa menit akhirnya dokter keluar dari ruang UGD donghae buru-buru menghampiri sang dokter.

 

“dokter bagaimana keadaan shin hae?”

 

tanya donghae panik.

 

“tenanglah.. tak ada hal yang begitu serius.. hanya saja pasien mengalami keretakan pada bagian pinggul dan membutuhkan waktu untuk pemulihan.selebihnya hanya memar-memar saja jadi kalian masih beruntung. yang pasien butuhkan saat ini hanyalah beristirahat. kalau begitu aku permisi dulu..”

 

pamit sang dokter yanglalu meninggalkan mereka.

 

namun tiba-tiba handphone milik yesung berdering tanda panggilan masuk dan ternyata yang menelpon adalah leeteuk.

 

“ya, hyung..”

 

jawab yesung.

 

“(yesung kalian harus pulang.!)”

 

perintah leeteuk.

 

“apa? pulang.. tapi hyung bagaimana dengan shin hae?”

 

kata yesung.

 

“(aku tahu keadaan shin hae sekarang. tapi kalian juga harus menuruti peraturan yang ada. shin hae pasti mengerti hal ini.)”

 

“baiklah aku tahu.. kami akan segera pulang.”

 

jawab yesung ia lalu menutup telponnya.

 

“kyuhyun,donghae kita harus segera pulang!”

 

perintah yesung.

 

“apa? kau ini gila ya! bagaimana dengan shin hae?”

 

kesal donghae.

 

“iya aku tahu tapi kita juga harus menaati peraturan yang ada. sebelum jam 12 ini kita harus segera pulang!”

 

jelas yesung mengingat waktu yang menunjukan jam 11 malam.

 

“itu benar hyung.. ayo kita pulang..”

 

ajak kyuhyun.

 

“apa? kau juga.. tidak aku tetap disini! aku tetap menemani shin hae disini!”

 

tegas donghae.

 

“sudahlah kalian pulang saja.. ada kami disini. aku dan juga chun qi akan menemani shin hae disini.”

 

sahut hye ji mengingat shin hae adalah teman baik mereka juga.

 

“hm.. aku tahu apa masalah kalian.. hidup kalian juga lebih penting. shin hae pasti mengerti. lagipula shin hae juga sahabat kami. jelas kami harus membantunya disaat ia begini.”

 

kata chun qi iba.

 

dengan sangat terpaksa donghae harus mengikuti kata-kata mereka. ia akhirnya mau pulang walau hatinya terasa berat untuk meninggalkan shin hae.

 

“terimakasih ya hye ji, chun qi.. nanti jika ada apa-apa kalian hubungi kami ya..”

 

pinta yesung. mereka lalu pulang kerumah tinggal hye ji dan chun qi yang menjaga shin hae semalaman sesaat shin hae dibawa ke ruang khusus yang disediakan oleh keluarga jeong hwa.

 

 

 

****

 

esok harinya, pagi-pagi sekali donghae telah tiba dirumah sakit ia juga membawa buah-buahan dan makanan untuk hye ji dan chun qi yang telah menunggu shin hae semalaman.

 

“kau datang pagi-pagi sekali…”

 

kata hye ji yang melihat donghae datang tepat di pukul 5 pagi.

 

“iya aku sangat khawatir denan keadaan shin hae..”

 

jawab donghae.

 

“perhatian sekali kau ini.. apa itu makanan untuk kami?”

 

tanya chun qi yang melihat plastik berisi makanan itu.

 

“oh.. iya ini aku bawakan sarapan intuk kalian.. kalian pasti lapar semalaman menjaga disini.”

 

kata donghae sambil menyerahkan makanan itu pada chun qi.

 

“terimakasih ya.. kau ini baik sekali..”

 

kagum hye ji.

 

“tapi setelah ini kami akan pulang.. tak apa kan kau sendirian menjaga shin hae disini.”

 

chun qi terpaksa.

 

“kami juga harus beritahu orang tua kami dulu.. jadi nanti siang kami kembali lagi kesini.”

 

kata hye ji.

 

“tidak apa-apa kok. kalian mau menemaninya saja aku sudah senang, maaf ya merepotkan kalian.. dan terimakasih banyak atas bantuan kalian.”

 

mohon donghae.

 

“iya sama-sama..”

 

jawan hye ji.

 

“yang seharusnya berterimakasih itu ka shin hae…”

 

celetuk chun qi.

 

“aku.. mewakilinya…”

 

seru donghae.

 

sejam berlalu setelah sarapan chun qi dah hye ji pulang. tinggal donghae yang menemani shin hae disana. donghae hanya terdiam duduk disamping perbaringan shin hae yang masih tertidur lelap sambil terus menatapnya.

 

“shin hae.. karena aku kau jadi begini.. kenapa kau lakukan ini semua.. aku sangat menyesal. shin hae seharusnya aku yang merasakan sakit itu.. aku sangat merindukanmu.. cepat sembuh ya..”

 

katanya pelan sambil memegang tangan shin hae. karena donghae semalaman tak bisa tidur iapun tak sadar tertidur pula disamping shin hae.

 

sampai jam menunjukkan pukul 9 pagi, shin hae akhirnya terbangun dari tidurnya karena lelah menahan rasa sakit jadi shin hae begitu mengantuk. iapun terkejut saat ia bangun telah ada donghae yang tertidur tepat disampingnya .

 

“tuan muda donghae…”

 

katanya pelan.pergerakan itu membuat donghae terbangun dan kaget melihat shin hae sudah bangun ia juga baru sadar kalau sedari tadi ia tertidur.

 

“shin hae kau sudah bangun ya..”

 

kata donghae.

 

“sejak kapan tuan disini?”

 

“sejak pagi tadi.. semalam hye ji dan chun qi yang menjagamu.. maaf ya..”

 

“aku tahu tuan..”

 

“bagaimana keadaanmu sekarang?”

 

tanya donghae khawatir.

 

“aku lumayan baik.. tuan tak perlu khawatir.”

 

“syukurlah.. tapi tetap saja kau seperti ini karena aku.. kenapa kau harus menyelamatkan aku? seharusnya aku yang merasakan sakit ini kan!!”

 

kesal donghae.

 

“tuan, sudahlah lagipula aku kan baik-baik saja sekarang.”

 

“tetap saja! oh iya apa kau lapar? kau ingin makan sesuatu? kalau kau butuh apapun kau bilang saja padaku ya, mulai sekarang aku akan menjagamu.. aku juga akan membantu membersihkan rumah jadi kau tak perlu khawatir rumah akan berabtakan aku juga menjaga hyung-hyung yang lain jadi kau tak usah pikirkan apa-apa lagi ya.. bahkan hal ini tak cukup untuk membalas budimu..”

 

jelas donghae. shin hae hanya tersenyum melihat donghae yang begitu perhatian, ia lalu memegang tangan donghae dan itu membuat donghae diam.

 

“tuan.. itu tidak perlu.. aku melakukan ini karen tuan besar jeong hwa juga banyak membantuku jadianggap saja ini untuk membalas jasa tuan besar jeong hwa. tak seharusnya tuan menjagaku dan melakukan semua ini.. bahkan aku tak bisa menjaga tuan muda semua dengan baik..”

 

shin hae amat sedih dengan ini.

 

“tidak.. aku yanga tak bisa menjagamu shin hae.. aku tak mau kau begini lagi tolong jangan lakukan itu lagi ya…”

 

donghae tertunduk.

 

“kenapa tuan melakukan ini semua untukku?”

 

tanya shin hae.

 

“itu karena..sebenarnya aku..”

 

donghae tampak tak bisa menjawab.

 

“apa tuan mau membalas budi? kalau memang benar itu semua tidak perlu.”

 

kata shin hae. donghae lalu menarik nafasnya perlahan. seakan ia tahu apa yang akan ia katakan.

 

“sebenarnya sudah lama aku ingin melakukan ini padamu..”

 

kata donghae pelan.

 

“maksud tuan?”

 

“aku.. sayang padamu.. aku menyukaimu shin hae. aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.. bahkan semalaman aku tidak bisa tidur karena aku terus memikirkan keadaanmu. dan ada satu hal lagi yang kurasakan saat ini..”

 

“apa itu?”

 

“aku..merindukanmu, sangat merindukanmu.. lalu, bagaiman perasaanmu padaku saat ini?”

 

tanya donghae penasaran.

 

“apa? aku?”

 

“hm sudah lama aku ingin tahu hal ini jadi katakanlah..”

 

pinta donghae penuh harapan.

 

“aku.. tuan berada didekatmu membuatku merasa nyaman. bahkan kau begitu perhatian dan beik padaku.. kau adalah orang yang baik itulah yang akurasakan saat ini.. tapi tuan aku hanyalah seorang pelayan hal ini tidak pantas bagi tuan.”

 

jelas shin hae. donghae lalu mendekat.

 

“jika aku ini bukan tuanmu.. apa kau menyukaiku?”

 

tanya donghae.

 

“hm.. aku menyukaimu.. aku sangat menyukaimu tuan muda donghae…”

 

kata shin hae sambil meneteskan air matanya.

 

donghae semakin mendekati shin hae, ia lalu mencium shin hae dengan lembut ciuman pertama yang sangat indah. antara donghae dan shin hae.shin hae amat senang karena ia bisa mengungkapkan perasaanya pada donghae yang lama juga ia pendam, ia bahkan harus berpura-pura menjauh dari donghae agar donghae tak menyukainya namun usahanya sia-sia. karena pada akhirnya donghae benar-benar jatuh hati padanya.

 

 

 

sementara diluar pintu tampak sungmin dan chun qi yang tiba lebih awal dari yang lain. sungmin membuka pintu perlahan dan terkejut karena melihat shin hae dan donghae sedang berciuman. sungmin berbalik dan membuat chun qi heran.

 

“oppa… ada apa?”

 

tanya chun qi.

 

“sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk kita kesini.”

 

kata sungmin.

 

“memangnya kenapa?”

 

heran chun qi.

 

“tidak.. kulihat mereka sedang tertidur didalam. bagaimana kalau kita kekantin untuk sarapan? kau lapar kan?”

 

sungmin terpaksa berbohong.

 

“tapi aku kan sudah makan. ”

 

“kalau begitu aku yang lapar, jadi kau harus temani aku ayo kita pergi..”

 

ajak sungmin.

 

“tapi.. apa tidak sebaiknya kita letakkan bung ini dulu didalam?”

 

tanya chun qi yang kerepotan membawa karangan bunga.

 

“itu.. lebih baik nenti saja.. takutnya membangunkan mereka..”

 

“baiklah…”

 

chun qi lalu mengikuti kemauan sungmin. walaupun chun qi belum sempat menengok kedalam tapi ia percaya saja pada sungmin.

 

 

 

TBC

 

 

 

mau tau gimana kelanjutan ceritanya? bagaimanakah kisah kelanjutan dari cinta mereka? tetap ada part akhir nanti ya… gumawo….^_^

 

 

6 thoughts on “THE BROTHER (Part 17)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s