THE BROTHER (Part 16)

 

TB16

 

 

TITTLE: THE BROTHER

Author  :  Minzy

Cast :          Figure:

Leeteuk          Qiu Seon                Heechul

Yesung           Hye Ji                     Eunhyuk

Sungmin        Chun Qi                   Zhou Mi

Siwon            Hyo Rin                   Ryeowook

Donghae        Shin Hae                  Shindong

Kyuhyun        Young Ri                  Big Bang

 

Genre :         Comedy

                    Romantic

 

Type : Continue

 

“siapa kau?”

tanya wanita itu pada hye ji.

“aku..”

hye ji terpaku.

“christine sedang apa kau disini?”

tanya zhou mi. dan wanita yang bernama christine itu ternyata adalah tunangan zhou mi.

“aku.. hanya kebetulan ada acara makan malam bersama temanku. oppa siapa dia?”

tanya christine sambil melihat sinis ke arah hye ji.

“dia… temanku.. kenalkan ini hye ji.”

zhou mi memperkenalkan walaupun wajahnyua sedikit tegang.

“oh.. hai kenalkan aku christine tunangan zhuo mi. kalian hanya berduaan saja ya..”

kata christine mulai curiga.mendengar bahwa christine adalah tunangan zhou mi, membuat hati hye ji jadi kacau ia sangat terpukul. ternyata apa yang dikatan yesung itu benar.

“aku hye ji, senang bisa kenal denganmu..”

katanya terpaksa. zhou mi tak bisa berbuat apa-apa.

“oh iya sepertinya aku harus pergi. maaf ya..”

pamit hye ji. ia lalu buru-buru pergi dari restaurant itu.

“hye ji tunggu…”

panggil zhou mi, yang ingin mengejar namun dihalang oleh christine.

“oppa… kenapa kau bisa disini hah?”

tanya christine kesal zhou mi hanya terdiam.

***

diluar hye ji tampak terpukul. ia merasa dibohongi oleh zhou mi. dan disaat ia kembali menyukai zhou mi dan berharap bisa kembali padany justru zhou mi malah menyakiti hatinya. malam semakin dingin salju pun turun dimalam itu. hye ji hanya terdiam diluar, tak ada siapapun disana ia tampak menahan air matanya itu. lalu tiba-tiba seseorang datang memayungi hye ji dari salju.

“apa kau baik-baik saja?”

kata orang itu yang ternyata adalah yesung,

hye ji tampak tercengang melihat yesung yang tiba-tiba muncul disaat seperti itu. hye ji menatap yesung ia merasa bersalah dan tak bisa berbuat apa-apa. hye ji lalu memeluk yesung dan menangis sekancang-kencangnya. yesung pun memeluknya erat dan payung terlepas dari pegangannya.

“sudahlah semua akan baik-baik saja…”

tenang yesung.

tak lama hye ji menangis , mereka lalu pergi ke sebuah tempat dipinggir sungai han. tempat yang sangat indah jika dimalam hari karena dari sana tampak jelas jembatan indah yang berdiri kokoh. lampu-lampu yang menyala tampak seperti bintangyesung menghampiri hye ji yang sedang duduk dengan membawa segelas minuman hangat.

“kau baik-baik saja kan?”

tanya yesung Khawatir.

“aku..seperti orang bodoh..”

kata hye ji pelan.

“apa maksudmu?”

“yesung, mengapa kau melakukan ini semua padaku?”

“aku..melakukan apa?”

“kau..begitu perhatian padaku..bahkan disaat aku tak peduli padamu. kenapa kau melakukan ini semua?”

tanya hye ji, yesung hanya terdiam,menatap hye ji. ia lalu memegang tangan hye ji dan menatapnya penuh harapan.

“hye ji..aku melakukan ini karena..”

“karena apa?”

“karena aku menyukai mu..sangat menyukaimu..”

kata yesung sambil menghela nafas ia berharap hal ini cepat berakhir.

“aku terlalu banyak bersalah padamu.. yesung maafkan aku telah berfikiran buruk tantangmu..”

hye ji tampak bersalah.

“tidak kau idak salah, aku yang salah karena aku sudah teralu banyak menyerah..aku bahkan tak bisa menjagamu..”

“tidak yesung.. kau terlalu banyak membantuku.bahkan aku tak tahu harus bilang apa padamu. kau baik..”

“aku hanya ingin buktikan padamu bahwa aku tak melakukan itu semua..”

“melakukan apa?”

“masalah zhou mi.. aku sudah tahu dia akan melakukan apa padamu.”

“yesung terima kasih ya…”

hye ji memegang tangan yesung yang dingin dan mencium tangannya.saat itu mereka bertatapan sangat dalam dan mereka berciuman.. dibawah sinar bulan yang indah dan dimusim salju yang tak ada akhirnya. hal ini membuktikan bahwa mereka telah saling menyayangi dan menjadi sepasang kekasih pada malam itu…

***

hari berlalu dan kini waktunya bagi semua siswa disekolah menjalankan kewajiban akhir mereka dengan menjalankan ujian akhir sekolah. semua mengerjakannya dengan sangat baik sampai selesai ujian. hati mereka masih tegang karena harus melihat hasil akhir mereka.

dirumah pun donghae begitu galau. sampai makan malam tiba, donghae tampak terdiam.

“kau kenapa begitu muram?”

tanya sungmin khawatir.

“apa kau salah minum obat?”

sahut leeteuk.

“tidak hyung.. aku hanya takut hasil ulanganku jelek. ku harap hari itu bisa diulang lagi.. ya ampun..”

katanya berlebihan.

“tuan muda donghae tak usah pikirkan hal itu. aku saja tenang.”

kata shin hae menenangkan.

“itu betul, shin hae yang kelihatannya lebih bodoh darimu saja bisa tenang.”

seru kyuhyun santai.

“apa iya aku juga bodoh?”

tanya shin hae polos.

“bau hangus apa ini?”

tanya siwon yang tiba-tiba mencium bau hangus.

“hah..ya ampun aku sedang memasak aku lupa…”

teriak shin hae yang buru-buru kedapur untuk melihat masakannya yang sepertinya hangus itu.

“kubilang juga apa dia lebih bodoh dari donghae.”

kata kyuhyun membenarkan pemikirannya. semua kembali makan. dan yesung hanya senyum senyum seperti orang bodoh. ini terjadi pada orang yang baru saja menemukan cintanya.

***

 

pagi ini masih di musim salju. walaupun salju tak turun namun hari ini sungguh dingin.walaupun hari ini adalah hari libur mereka tampak malas-malasan, tak seperti siwon yang bergegas akan pergi pagi ini.

“kau mau kemana?”

tanya leeteuk yang sedang bersantai diruang tv bersama yesung,sungmin,donghae dan kyuhyun.

“ah..kebetulan aku mau pergi kegereja apa kalian mau ikut denganku?”

ajak siwon yang selalu pergi kegereja disaat ada kesempatan.

“hyung sepertinya kau salah bertanya..”

bisik yesung.

“bagaimana teukie hyung?”

ajak siwon.

“ah..aku sudah ada janji mau jalan-jalan hari ini maaf ya…”

kata leeteuk ia lalu pergi dari ruang tv.

“aku.. juga ada janji dengan hye ji. kalau begitu aku mau siap-siap dulu ya…”

sahut yesung yang juga pergi begitu saja.

“aku lupa harus cek up bada kedokter hari ini, lain kali ya hyung…”

seru donghae ia tak mau ketinggalan ia juga pergi meninggalkan tempat.

“aku kedapatan tugas mengeruk salju dihalaman..aku pergi..”

kata kyuhyun.tinggal sungmin yang masih duduk santai membaca buku sambil mendengarkan musik dengan earphonenya itu.

“eh siwon..sejak kapan kau berada disana?”

tanya sungmin yang baru menyadari kedatangan siwon. karena telinganya tertutup earphone maka ia tak mendengar semuanya.

“kau sedang apa berdiri disana? kemana yang lain.”

tanya sungmin heran karena hanya melihat siwon berdiri sendirian.

“hah…….lupakan saja!!!”

kesal siwon ia lalu pergi sendiri kegereja.

“apa masalahnya?”

kata sungmin masa bodoh.

***

leeteuk tampak pergi sendirian pagi ini. dan mungkin jika siwon tak mengajaknya pergi ke gereja ia tak akan berjalan-jalan sendirian seperti ini. siapa juga yang mau pergi kegreja bersama siwon karena semua tahu siwon itu jika kegereja pasti lama bahkan jika memungkinkan ia betahia akan menginap seharian digereja. disepanjang jalan leeteuk tampak menggerutu. dan ditengah jalan ia bertemu seorang nenek yang tampak kesulitan karena barang bawaanya yang sangat banyak. leeteuk yang melihatnya sangat kasihan dan membantu nenek tersebut.

“nenek, apa perlu aku bantu.”

kata leeteuk.

“nak, tidak usah terima kasih nenek bisa sendiri.”

tolak nenek itu.

“sudahlah nek, biar kubantu ya.. mana bisa nenek membawa semua ini..”

kata leeteuk sungkan. ia lalu membantu membawa semua barang-barang nenek itu yang kebanyakan isinya adalah sayuran. leeteuk terus berjalan sampai akhirnya mereka tiba di sebuah rumah makan yang masih tradisional. saat masuk pun sangat nyaman didalamnya.

“silahkan masuk..”

pinta nenek itu.

“iya nek,”

leeteuk lalu membantu membawa masuk barang sang nenek.

“ini rumah makan yang kukelola. walaupun kecil dan sederhana, rumah makan ini selalu ramai pengunjung.”

jelas nenek itu sambil menuangkan secangkir teh dan memberikannya pada leeteuk yang sedang duduk.

“ini teh jahe.. silahkan diminum.”

“terima kasih nek.. oh iya.. apa nenek tinggal sendirian?”

tanya leeteuk sambil meminum tehnya.

“apa? tidak aku disini tinggal dengan cucuku.”

jelas sang nenek. lalu datang seorang wanita dari lantai atas.

“nenek sudah pulang..”

kata wanita yang ternyata adalah qiu seon. leeteuk yang melihatnya terkejut karena cucu yang dimaksud adalah qiu seon. begitu juga qiu seon yang terkejut melihat leeteuk berada ditempatnya.

“kau..sedang apa disini?”

tanya qiu seon.

“nak..jangan begitu.. dia ini telah membantu nenek membawa sayuran tadi..”

jelas nenek.

“qiu seon..ternyata kau cucunya nenek.”

kata leeteuk.

“apa kalian sudah mengenal?”

tanya nenek heran.

“iya nek, dia itu teman sekelasku..”

jelas qiu seon.

“oh..jadi begitu ya..”

sahut nenek.

“tak kusangka bisa bertemu denganmu disini.”

leeteuk tampak senang.

“kalau begitu bagaimana kalau kau membantu nenek untuk membuka toko? kalau membantu itu tak boleh setengah-setengah kan..”

pinta nenek sambil tersenyum.

“nenek.. dia itu tuan muda dia tak boleh kerja seperti ini..”

kata qiu seon.

“tak apa-apa..aku senang bisa membantu. lagi pula aku juga tidak ada kerjaan nek.”

kata leeteuk senang.

“tidak usah repot-repot lebih baik kau pulang saja..”

pinta qiu seon tidak enak.

“tidak apa-apa. ayo nek kita siapkan semuanya..”

ajak leeteuk memaksa.

“baiklah ayo…”

kata nenek. qiu seon yang tak bisa menolak hanya diam saja sambil tersenyum.leeteuk membantu mempersiapkan toko. ia membersihkan meja makan dan mengelap kaca supaya tempat makan itu nyaman. sedangkan qiu seon membantu nenek memotong sayuran. sambil melihat leeteuk yang sedang sibuk mengangkat bangku.

 

***

sedangkan siwon sampai di sebuah gereja yang tak jauh dari rumah. gereja tua itu tampak sejuk dan indah pepohonan yang tertutup salju putih menambah keindahannya. ia memasuki gereja tampak sepi disana namun banyak lilin yang menyala tepat dibawah yesus sangat indah. sepertinya tampak betul yang merawat gereja itu adalah oreng yang sangat berbakti. ini adalah kedua kalinya ia ketempat itu. terakhir ia datang saat ia menemui hyo rin. siwon duduk didepan kursi panjang yang ditempatkan khusus bagi oreng yang ingin berdoa.ia terduduk dan terjaga, ia menundukan kepala memejamkan matanya dan berdoa. hal itulah yang biasa ia lakukan dirumahnya bersama sang ibu. namun saat ia datang ke rumah baru ia jadi jarang berdoa.saat ia terjaga, terdengar suara lantunan piano yang sangat indah terdengar suara itu berasal dari atas altar piano itu memang berada disana namun, siapakah yang memainkan piano itu? siwon bertanya-tanya ia membuka matanya kekhusyuan doanya terganggu oleh suara itu. siowon berdiri dan berjalan perlahan menuju lantai atas altar. saat ia tiba disana ia melihat seorang wanita dengan pakaian terusan bunga-bunga dan jacket tebal berwarna coklat sedang memainkan piano itu. hal ini membuat siwon semakin penasaran. ia mendekati wanita itu dan ternyata wanita itu adalah Hyo Rin. hyo rinjuga tampak terkejut saat ia tahu ada orang dibelakangnya dan ia mngehentikan permainan.

“kau..”

kata hyo rin terkejut.

“hyo rin.. ternyata itu kau..”

sahut siwon sedikit kaget.

“apa kau sedang berdoa? maaf ya aku mengganggu. kupikir sejak tadi gereja tampak sepi.”

“tak apa.. aku juga baru tiba disini.. jadi kau pandai memainkan piano..”

siwonpun mendekat dan duduk disamping hyo rin.

“ah.. tidak hanya sedikit.. apa kau sendirian?”

tanya hyo rin yang hanya melihat siwon seorang.

“hm. aku sendirian, kau?”

“aku.. iya aku juga sendirian.apa kau juga bisa memainkan piano ini?”

“tentu apa kau mau aku memainkannya juga?”

“oh iya jika kau mau..”

“baiklah…”

siwon dan hyo rin memainkan piano bersama. suasana tampak jauh dari kesunyian digreja sejak mereka memainkan musik yang indah terdengar itu. mereka tampak senang memainkannya. beruntung bagi siwon karena ada orang yang bisa membuatnya senang dan tak bosan lagi.

 

***

selesai membantu merapikan toko leeteuk diminta untuk makan bersama disana. makanan yang dibuat oleh nenek dan qiu seon tampak nikmat. leeteuk tidak menolak ajakan nenek ia lalu duduk bersama nenek dan qiu seon.

“sekarang makanlah, ini sebagai tanda terimakasih karena kau mau membantuku nak..”

kata nenek sambil menghidangkan makanan itu dipiring leeteuk.

“terima kasih nek,”

sahut leeteuk. ia lalu mulai menyantap makanan itu.

“dimana kau tinggal?sudah berapa lama kau dan qiu seon kenal?”

tanya nenek.

“ah.. rumahku didekat sini nek, aku dan dia kenal belum lama pertama kami bertemu saat dia mengantar..”

belum sempat leeteuk menjawab qiu seon sudah memotong pembicaraannya.

“sudahlah… pokoknya kami kenal belum lama nek, ayo dimakan tidak baik makan sambil bicara kan.”

kata qiu seon mengelak. ia lalu memberika kode pada leeteuk agar ia tak memberitahu semua pada nenek.

“baiklah.. kalau begitu nenek kedepan dulu ya.. sepertinya sudah ada pengujung yang akan makan disini.”

pamit nenek.

“ya nek cepat layani mereka..”

kata qiu seon bermaksud agar sang nenek cepat pergi. nenkpun pergi meninggalkan leeteuk dan qiu seon.

“kumohon jangan bilang pada nenekku kalau aku mengantar koran ya…”

pinta qiu seon.

“memangnya kenapa?”

tanya leeteuk heran.

“karena aku tak bilang pada nenek kalau aku ini mengantar koran.. sudah jangan banyak tanya, setelah selesai makan sebaiknya kau pergi tuan muda..”

jelas qiu seon

“tuan muda..bahkan untukku bisa berteman biasa denganmu sangat susah. jangan panggil aku tuan muda..”

“bukannya kau ini pewaris besar lalu aku harus panggil apa?”

“hm..panggil aku oppa..”

ledek leeteuk.

“apa? oppa?”

kata qiu seon tampak heran.

“aku hanya bercanda, panggil saja namaku. leeteuk!”

leeteuk tertawa kecil lalu kembali menyantap makanannya.

“kau ini…”

seru qiu seon aneh. walaupun qiu seon masih menganggap leeteuk sebagai teman biasa, namun perasaan leeteuk tak akan berubah pada qiu seon. ia akan terus berjuang agar ia mendapatkan apa yang ia mau.

 

***

 

TBC

3 thoughts on “THE BROTHER (Part 16)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s