^^^Uri Soldier^^^

 

urisoldier

^^^Uri Soldier^^^

Author : Zora Park
Rate: PG15
Genre : Family, Non Yadong
Lenght : OneShoot
Cast : Kim Jong Woon aka Yesung Super Junior
Kim Ryeowook
Park Nara as U

Annyeong hasimnika yeorobun, ff ini asli buatan ku sendiri kalau ada kesalahan mianhae soalnya aku masih dalam tahap belajar.
This story is mine, no plagiat of it!!!
This ff is dedicated for Yesung’s oppa enlistment.

 

Happy reading \(^O^)/

Park Nara POV

“Kau yakin akan pergi oppa?” tanya ku kepada suami ku Kim Jong Woon.
“Ne my princess, aku akan pergi mungkin kepergian ku kali ini akan lama, aku di tugaskan ke daerah perbatasan yang penuh pertikaian,” jawabnya sambil terus memelukku erat.
Seketika lututku lemas tak berdaya harus membayangkan suami ku pergi ke daerah yang banyak letusan bom dan dentingan senjata.
“Hey uljimma sayang, aku mau pergi tugas bukan mau mati,” katanya menggoda ku sambil mempererat pelukan kami.
Aku pun menyelamkan(?) kepalaku di dada bidangnya. Dia terus saja mengusap dan mengecup pucuk kepala ku dengan lembut.

Uriga mannage doen narul chugboghanun I bamun
Hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo
Gudeui misoga jiwojiji anhgil bareyo
Onjena hengboghan nalduri gyesog doegil bilmyo.

Tiba-tiba handphone suami ku berdering, dia merogoh saku celananya, mengangkat telpon tersebut dan melepaskan pelukan kami.
Aku hanya terpaku mendengarkan percakapannya dengan seseorang.

“Yeoboseyo,” jawabnya dan melangkah ke arah jendela.
“Oh ne aku akan ke sana secepatnya,” katanya lagi dan menutup sambungan telpon tersebut.

“Chagiya aku sudah harus pergi, pesawat ku berangkat sekitar 2 jam lagi, belum lagi aku harus persiapan di camp terlebih dahulu,” ucapnya sambil tersenyum ke arahku.

Aku masih mematung, hati ku sesak harus merelakannya pergi walaupun aku tahu ini adalah resiko seorang istri dari tentara seperti dia.

“Chagiya kemanhe, aku hanya pergi tugas aissshhh kau membuat ku berat untuk meninggalkan mu,” serunya dan dia kembali memelukku erat.
“Oppa hati-hati ya, harus selalu ingat aku di sini menunggu mu dan calon anak kita juga lihat dia mulai tumbuh setiap harinya,” kata ku sambil memegang dan mengarahkan tangannya ke perut ku yang sekarang kehamilan ku sudah memasuki bulan ke 6.
“Baby Kim, appa saranghae, bogoshipeo, appa janji akan kembali lagi untuk kamu dan eomma bawelmu ini,” kata suami ku sambil menciumi perut ku.
“Oppa geli,” kata ku sambil mengusap-usap kepalanya, dia menghentikan aksinya, dan kali ini bibirku yang menjadi sasarannya.
Di kecup-kecup lembut kemudian kecupan itu berubah menjadi lumatan.
“Sudah waktunya, aku pergi dulu ya sayang,” serunya sambil mengambil ransel dan barang-barang yang sudah kami siapkan dari semalam.

Aku mengantarkan sampai ke depan pintu karena kandungan ku sudah membesar dia tidak mengijinkan ku mengantarkannya sampai ke camp.

Di depan rumah sudah ada temannya yang menjemput, Kim Heechul dan Park Jung Soo, mereka berdua adalah teman dekat suami ku selama menjadi tentara dan sama-sama akan menjalani tugas.

“Oppa!!! Aku akan menunggu mu, pulanglah cepat,” teriak ku dari depan pintu dan dia menoleh ke arahku, menyunggingkan senyum khasnya yang mematikan lalu dia melambaikan tangannya ke arah ku saat mobil itu mulai bergerak lambat dan lama-lama sudah tak terlihat dari pandangan ku.

“Sayang, appa mu sudah pergi, eomma sendirian di rumah huft…. Sepi, cepatlah lahir sayang biar eomma ada temannya ketika appa mu bertugas seperti sekarang,” kata ku kepada calon bayi ku sambil ku usap-usap perut ku lembut.

^^^Uri Soldier^^^

Ini sudah bulan ke8 dari kehamilan ku, tapi sampai saat ini belum ada kabar dari suami ku Jong Woon.
Aku khawatir bagaimana nasibnya di sana.

“Yeobo bogoshipeo,” lirih ku, air mata ku tak terasa telah menetes membasahi pipi ku.
Aku terus saja memandangi foto pernikahan kami 2 tahun yang lalu, dari dulu aku sudah tahu kalau menikah dengan seorang tentara akan sulit, sulit ketika suami ku harus pergi untuk tugas dengan segala resiko yang harus aku tanggung nantinya, tapi karena cintaku padanya begitu besar aku siap dan mengambil resiko apa pun yang akan terjadi.

“Baby Kim aauuuu appooo jangan menendang-nendang eomma,” ucap ku menahan sakit, aku terduduk di lantai.

“Noona gwenchana?” Kim Ryeowook datang menghampiri ku, dia adik ipar ku datang tiap hari hanya untuk mengecek keadaan ku, itu amanat dari suami ku supaya dia terus menjagaku.
“Appoo Wook-ah, Baby Kim seperti memberontak, sakit sekali,” rintih ku sambil mengcengkram lengan adik ipar ku ini.
“Noona apa itu? Basah kau pipis?” tanyanya bingung melihat cairan membanjiri lantai berasal dari vagina ku.
“Ya Tuhan itu air ketuban ku pecah Wook-ah,” seru ku lirih ketakutan takut jika anak ku kenapa-kenapa.
Ryeowook mengambil kunci mobil dan langsung mengangkat tubuh ku, membuka pintu mobil dan menaruhku di kursi depan.
Dia masuk ke dalam mobil, menyalakan dan melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang.

“Aaaarrgghhhh Wookie appooo, appooo!!!” teriak ku sambil mencengkram lengan Ryeowook.
“Sabar noona sebentar lagi kita sampai di Rumah Sakit,” kata Ryeowook yang juga ikut panik.
Lengannya memerah penuh cakaran dari ku tapi dia tidak mempedulikannya dia terus melajukan mobil sampai kami tiba di Rumah Sakit.

“Suster tolong noona ku,” teriaknya ketika kami sampai di lobby Rumah Sakit, dia menggendong ku.

Beberapa suster datang membawa kasur dorong untuk pasien.

“Cepat tuan letakkan di sini!” perintah seorang suster.
Ryeowook meletakkan ku di atas kasur dorong tersebut, tangan ku terus menggengam tangannya.
“Tuan tunggu di sini saja,” kata seorang suster mencegah Ryeowook agar tidak masuk ke dalam ruangan bersalin.

Ryeowook POV

Suster itu mencegah ku masuk ke dalam, dia melepaskan genggaman tangan Nara noona.
Membawa Nara noona masuk ke ruang bersalin, aku menunggu di luar dengan gelisah, tiap beberapa menit aku merasakan perut ku sakit.

“Aiiissshh Nara noona yang mau melahirkan mengapa malah perut ku yang sakit?” gumam ku dalam hati sambil terus berjalan mondar-mandir depan ruang bersalin.
“Jong Woon hyung seharusnya kau yang di sini menemani Nara noona, bukan aku,” lirih ku dalam hati.
Masih dalam ketegangan menunggu dokter dan suster keluar dari ruang bersalin, hati ku gusar.

“Oooeeeeekkk oooeeeek ooeeeeeeeee,” ku dengar suara tangis bayi memecah keheningan hati ku.
“Nara noona kau berhasil,” seru ku girang sambil melompat.

Park Nara POV

“Anda berhasil nyonya, bayi anda seorang namja, jeongmal kyeopta,” kata seorang suster sambil menggendong bayi ku yang masih berlumur darah.
“Aku bersihkan bayi mu dulu ya,” katanya lagi lalu beranjak pergi membersihkan bayiku.
“Hiks hiks hiks ,” seketika tangis ku pecah mengingat suami ku tak di samping ku saat aku melahirkan buah cinta kami.

“Noona!!” seru Ryeowook dari arah pintu, dia menyerobot masuk ke dalam ruangan bersalin.
“Uljimma jangan menangis noona, kau berhasil melahirkan bayi mu,” katanya lagi dan tak malu-malu dia memelukku.
“Aku merindukan hyung mu,” ucapku lemah.
“Hyung pasti baik-baik saja noona, dia pasti bahagia dan bangga padamu karena telah berhasil melahirkan anak kalian yang sangat tampan itu,” serunya bahagia dan aku pun tersenyum.

-3 hari kemudian

Aku pulang dari RS menuju rumah, ku lihat banyak orang memakai seragam tentara berkerumun di depan rumahku.
Aku turun dari mobil sambil menggendong putra kecilku.
Ku lihat mereka dari jauh satu per satu tapi tak tampak muka suami ku.

“Dimana dia?” tanya ku penasaran dalam hati.
Aku mempercepat langkah ku menghampiri mereka, ku lihat wajah mereka yang sendu.
“Deg~ ada apa ini?” tanya ku lagi masih dalam hati mencoba menetralisir perasaan hati ku yang berkecamuk.
“Jung Soo oppa dimana suami ku?” aku bertanya kepada Park Jung Soo tapi dia hanya diam menundukkan kepalanya raut wajahnya membuat ku takut!.
“Heechul oppa dimana suamiku??” aku berbalik bertanya kepada Heechul oppa yang berdiri di samping ku, dia juga hanya diam membisu.
Seketika lutut ku lemas, pandangan ku gelap dan aku tidak sadarkan diri.

^^^Uri Soldier^^^

“Kami terdesak dalam perberontakan tersebut, para pemberontak bersenjata mendesak kami masuk hutan, sampai aku terperosok tapi Jong Woon menyelamatkan ku, ketika aku sampai di atas, tanah yang di pijak Jong Woon longsor dan dia terjatuh tergelincir ke dalam jurang, para team penyelamat sudah mencari sampai ke pelosok-pelosok jurang tapi mereka hanya menemukan sobekan baju, sepatu dan ceceran darah di sana,” jelas Park Jung Soo oppa kepada ku ketika aku tersadar dari pingsan ku selama 2 jam.

Air mata ku tak henti hentinya mengalir, ku ciumi sobekan baju suami ku, bercak darah melekat di sana. Hati ku sakit, sesak rasanya dunia ini sungguh tidak adil, di saat aku baru melahirkan buah cinta kami tapi Tuhan sudah mengambil harta ku yang satunya lagi.

“Kemungkinan kecil dia selamat karena jurang itu sangat dalam dan terjal, dan di sana masih banyak binatang liar,” ucap Heechul oppa membuat ku bertambah frustasi.

“Noona bersabarlah,” ucap Ryeowook mengelus bahuku lembut sambil dia menggendong Baby Kim.

S
K
I
P

Sudah 4 tahun semenjak kepergian suami ku, sekarang aku sudah bisa tersenyum itu pun hanya kepada Yesung si Baby Kim.
Aku memanggilnya Yesung karena menurut ku dia mempunyai suara yang khas saat bernyanyi seperti appanya.

Sekarang aku hidup berdua dengan Yesung di rumah baru kami, aku pindah dari rumah lama karena terlalu banyak kenangan di sana, terkadang Wookie juga mengunjungi kami, membawakan banyak mainan untuk Yesung.

“Shamcon gomawo, ini benar untuk aku kan?” kata Yesung ketika Wookie memberinya hadiah.
“Ne Baby Kim,” jawab Wookie sambil mengacak-acak rambut Yesung, aku yang melihatnya hanya tersenyum.
“Aku sudah bukan baby lagi shamcon,” jawab Yesung kecil ku sambil mempoutkan bibir mungilnya.

“Eomma lihat Wookie shamcon memberi ku mainan lagi,” Yesung menghampiriku sambil menunjukkan mainan barunya.
“Sudah bilang gomawo kepada shamcon mu?” kata ku tersenyum lembut.
“Ne sudah eomma,” jawabnya, dan langsung dia berlari ke arah luar bermain dengan teman temannya.
“Jangan jauh-jauh Baby Kim,” teriak Wookie dan Yesung hanya menoleh lalu tersenyum.

Author POV

@Taman

Yesung bermain dengan teman-temannya di taman tak jauh dari rumah, awalnya dia bermain mobil-mobilan yang di berikan Ryeowook tapi lama-kelamaan dia bosan dan mereka memilih bermain bola. Bola itu melayang sangat jauh ketika Yesung menendangnya.

“Yesung ambil sana!” perintah Shindong teman sebaya Yesung.
“Shireo, kau saja,” tolak Yesung sambil mempoutkan bibirnya.
“Kau yang menendang kan, jadi sana pergi ambil bolanya,” seru Kibum teman sebaya Yesung juga.
Dengan malas Yesung melangkah ke arah melambungnya bola tersebut.

Di sebuah bangku taman nampak seorang pemuda sedang duduk menyendiri, berumur sekitar 29 tahun sedang memegang bola.

“Ahjussi itu bola ku,” kata Yesung kecil lembut.
Pemuda itu tersentak dari lamunannya, kemudian menoleh ke arah suara namja kecil itu.
“Oh ya ini bola mu?” tanya pemuda tersebut sambil menatap lembut.
“Ne, berikan,” minta polos Yesung sambil mengulurkan tangannya.
“Siapa namamu?” tanya pemuda itu sambil memberikan bolanya.
“Eomma bilang aku tak boleh berbicara dengan orang asing,” kata Yesung kecil masih dalam kepolosan.
“Hey namja kecil ahjussi hanya mau tahu nama mu saja, apa tidak boleh?” kata pemuda itu sambil terkekeh.
“Hhhhhmmm,” pikir Yesung.
“Panggil aku Yesung,” jawabnya Yesung sambil mengulurkan tangan kecil imutnya, mereka berjabatan tangan.
“Apa kau mau es krim?” tanya pemuda itu lagi.
“Es krim?? Aku mauuuuuu,” seru Yesung girang sambil melompat lompat.
“Kajja ikut ahjussi, kita beli es krim di sana,” ajak pemuda itu ke arah tukang es krim dekat taman.
Yesung kecil mengikutin ahjussi itu membeli beberapa bungkus es krim dan makan bersama.
“Enak,” ucap Yesung.
“Berantakan sekali kau memakannya,” kata pemuda itu sambil membersihkan kotoran di pinggir bibir Yesung.
“Hehehe,” Yesung kecil terkekeh.
“Ahjussi kau sedang apa tadi duduk di sana sendirian?” tanya Yesung polos.
“Oh aku habis mencari keberadaan istri dan anakku, tapi tak ketemu,” jawab pemuda itu lesu.
“Kalau anakku hidup mungkin seusia mu namja kecil,” sambung pemuda itu lagi dan Yesung kecil yang tak terlalu mengerti hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Oh ya apa arti dari namamu?” tanya pemuda itu.
“Eomma bilang Yesung artinya seni suara,” jawab Yesung imut.
“Ahjussi aku pergi dulu ya, gomawo es krimnya,” kata Yesung lagi sambil berlalu pergi.

^^^Uri Soldier^^^

“Baby Kim dari mana saja kau?” tanya Ryeowook dengan muka penuh kekawatiran dan langsung memeluk Yesung dalam gendongannya.
“Wookie shamcon mianhae tadi aku pergi mencari bola di sana aku bertemu dengan seorang ahjussi tampan baik sekali,” jelas Yesung kecil.
“Yesung, kau tak apa apa?, eomma mencari cari kamu sayang,” kata Nara juga dengan mimik muka kawatir, dan langsung memeluk Yesung yang saat ini dalam gendongan Wookie.
“Aku tadi bertemu ahjussi eomma, dia membelikan ku es krim^^,” jawab Yesung lucu.
“Nuguya?” kata Nara heran.
“Molla, tapi dia baik sekali, tadi dia masih di sana eomma,” jelas Yesung, jarinya menunjuk ke arah taman.
“Ok kita ke sana, kau harus berterima kasih dan eomma juga ingin tau ahjussi mu itu,” kata Nara lagi.

Mereka bertiga pun jalan ke arah taman mencoba mencari ahjussi yang Yesung maksud tapi di sana sudah tidak ada siapa-siapa.

“Sepertinya dia sudah pergi,” ucap Ryeowook.
“Aku pikir juga begitu, kajja kita pulang saja,” ajak Nara dan mereka pun pulang kerumah.

Jong Woon POV

“Kemana mereka? Aku sudah lelah mencari keberadaan mereka selama 2 tahun ini, aku pun tak bisa menemukan Ryeowook dongsaeng ku, sebenarnya pindah kemana mereka? Tuhan aku sudah menanyakan ini semua kepada teman teman seangkatan ku di militer tapi tak ada yang tau keberadaan mereka,” tangis ku dalam hati.

“Apakah mereka masih hidup setelah mereka pikir aku mati dalam pemberontak tersebut?” tanya ku lagi dalam hati.

“Hiks hiks hiks appa,” tangis seorang yeoja kecil membuyarkan lamunan ku.
“Sini sayang, appa di sini,” kata ku sambil merentangkan tangan, berusaha menggapai yeoja kecil ini dalam pelukanku.
“Uljimma chagiya cup cup cup appa di sini,” kata ku lagi sambil berusaha menghentikan tangisnya.
Nama yeoja kecil ini adalah Kim Hye Joon, aku sangat sayang kepadanya.

S
K
I
P

Hari ini aku berjalan jalan dengan Hye Joon ke taman kemarin, sekalian aku juga ingin bertemu namja kecil yang bernama Yesung, mata ku mengitari ke seluruh sudut taman tapi Yesung tak tampak di sana.

“Appa aku mau es krim itu,” kata Hye Joon menarik-narik tangan ku.
“Oh ne, kajja,” jawab ku sambil melangkah menghampiri tukang es krim.

“Ahjusssiiiiiiiiiii,” ku dengar suara teriakan dari ujung seberang taman, yah Yesung sedang berlari kearahku dan langsung melompat ke dalam pelukanku.
“Eomma ingin bertemu dengan mu, kemarin kami mencari mu tapi tak ketemu,” celoteh Yesung lagi.
“Oh ye? Dimana eomma mu?” tanya ku dan aku menurunkan Yesung.
“Di sana,” jawab Yesung sambil menunjuk ke arah sebuah rumah bergaya arsitektur Eropa kuno.

“Jon Woon sedang apa kau? Kajja kita main,” ku dengar seseorang memanggil nama ku tapi setelah aku melihat orang itu adalah anak kecil seumuran Yesung.
“Oh ne nanti dulu ya aku sedang berbicara dengan ahjussi ku,” jawab Yesung sambil memamerkan senyum imutnya.
“Deg~ bocah namja itu memanggil Jong Woon ke Yesung,” tiba tiba jantung ku berdetak tak karuan.
“Yesung, siapa namamu sebenarnya?” tanya ku lembut sambil mengusap-usap pucuk kepalanya.
“Kim Jong Woon ahjussi,” jawabnya.
“Ahjussi kajja kita ketemu eomma ku,” katanya lagi sambil menarik-narik tanganku.
Aku bingung mengapa bisa secara kebetulan nama ku sama dengan nama Yesung.
“Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau???” gumam ku dalam hati tapi aku terus mengikuti kemana Yesung menarik tangan ku dan Hye Joon.

^^^Uri Soldier^^^

“Eoommaaaa eodiga??” teriak Yesung ketika sampai di rumahnya.
Seorang wanita muda keluar dari arah dapur membawa gelas di tangannya seketika gelas itu terlepas ketika dia melihat ku.
Praaaaaaanngggg!!!!!!

“Jong Woon oppa,” serunya dengan ekspresi muka kaget dan tegang.
“Nara,” ucap ku pelan, rasanya tak percaya orang yang selama ini ku cari ada di hadapanku.

Dia menghampiri ku pelan, menggapai wajah ku dan mengusap-usap pipi ku lembut, semburat wajahnya menunjukkan betapa ia sangat bahagia sekali gus sedih, kaget dan tak percaya dengan kehadiran ku sekarang ini.

“Apa benar ini kau oppa?” tanyanya kepadaku setetes demi setetes air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya.
“Eomma, kenal ahjussi ini? Eomma wae mata eomma basah?” tanya Yesung tak mengerti.
Nara tak menanggapi pertanyaan si kecil Yesung, dia hanya memandangi wajahku.
“Hiks hiks hiks,” hanya suara tangisan yang terdengar sekarang dari bibir manisnya.
“Appa, nuguya??” tanya si kecil Hye Joon.
Belum sempat aku memeluknya seketika Nara menurunkan tangannya dari wajah ku ketika mendengar Hye Joon memanggil ku appa.
“Nuguseo?” tanya Nara menunjuk ke arah Hye Joon.

Flashback ON

Para pemberontak mendesak kami masuk ke dalam hutan, mereka sungguh banyak mau tak mau untuk menyelamatkan nyawa kami masuk juga ke hutan yang masih penuh dengan binatang liar dan buas.

“Jung Soo hyung bertahanlah,” kata ku sambil menahan tangan Jung Soo hyung yang tiba-tiba terperosok ke sebuah jurang, aku berusaha menggenggam erat tangannya, mencoba menariknya ke atas tak akan ku biarkan dia jatuh.
Heechul hyung pun ikut membantu menarik tangan Jung Soo hyung.
Akhirnya kami bisa menyelamatkannya, Jung Soo hyung bisa naik ke permukaan, tapi tiba-tiba tanah yang ku pijak longsor, aku langsung terperosok masuk jurang.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,” teriakku tanpa sadar di saat tubuhku tergelincir menggelinding masuk ke dalam jurang yang terjal.
“Preeeek,” baju ku koyak tersangkut ranting-ranting pohon, ku rasakan tubuh ku sakit semua sampai akhirnya aku tak sadarkan diri.

S
K
I
P

“Gwenchana?” tanya seorang yeoja ketika aku membuka mata ku.
Ku lihat sekelilingku perlahan, gubuk mungil yang terbuat dari ranting-ranting pohon kering.
“Aaauuuu,” rintihku sakit memegangi kepala yang terbalut obat-obatan yang di tumbuk halus.
Beberapa bagian tubuhku juga berbalut obat tersebut.
“Neo gwenchana?” tanya nya ulang karena aku tak menjawab pertanyaannya yang pertama.
“Nan gwenchana,” jawab ku pelan.
Dia tersenyum ke arahku, melangkah pergi dan beberapa menit kemudian kembali sambil membawakan ku makanan.
“Makanlah, supaya kondisi cepat membaik,” katanya lagi menyodorkan makanan itu.
“Nuguya?” tanya ku kepadanya sambil aku memulai memakan makanan tersebut.
“Naneun Kim Jiah imnida” jawabnya, senyum manisnya tak pernah lepas dari bibirnya.
“Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?” tanya ku lagi.
“3 minggu, tulang kaki mu sepertinya retak,” jelasnya ketika aku meringis merasakan sakit teramat sangat pada kaki ku.

“Owweeee owweee oweee,” ku dengar tangis bayi dari ruang sebelah seketika dia bangkit dan melangkah ke sana, ketika balik ke ruangan ku dia menggendong seorang bayi kecil.
“Aegy mu?”
“Ne, Kim Hye Joon,” katanya mengenalkan nama bayi yeoja tersebut.
“Siapa nama mu?” tanyanya lagi.
“Nama ku?” aku mencoba mengingat siapa namaku dan siapa aku sebenarnya.
“Aaaauuuuuuuu,” kepala ku mendadak sakit.
“Gwenchana?” dia kuatir dengan keadaan ku dan aku hanya meringis menahan nyeri di bagian kepalaku.
“Sepertinya kau lupa akan jati dirimu,” ucapnya lagi.

Mulai hari ini hari dimana aku lupa akan siapa diriku, aku tinggal bersama Kim Jiah, seorang janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya karena di bunuh para pemberontak. Dia menganggap ku sebagai oppa nya, dan aku juga sangat sayang kepada anaknya Kim Hye Joon, dia terus merawat ku sampai aku sembuh total.

Tanpa terasa 2 tahun pun berlalu, ketika hal mengerikan terulang lagi saat aku akan terperosok masuk ke dalam jurang, Jiah menolong ku sampai akhirnya aku selamat dan dia yang terjatuh ke dasar jurang dan tewas karena tanah yang di pijaknya mengalami longsor dadakan, melihat kejadian itu perlahan-lahan ingatan ku pulih, aku ingat semua. Aku ingat siapa aku, aku ingat istri dan dongsaeng ku.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjaga Hye Joon dan menyayanginya seperti anakku sendiri, dia juga sudah terbiasa memanggilku appa, karena dari kecil dia tak pernah melihat appanya.

Setelah semua ingatanku pulih, aku mencoba kembali ke kota, mencari keberadaan istri dan dongsaeng ku, tapi aku tak bisa menemukan mereka semua.
Aku juga mendatangi Jung Soo hyung dan Heechul hyung, mereka sangat kaget sekaligus bahagia karena aku masih hidup, ketika aku tanya soal istri dan dongsaeng ku mereka pun tak tahu karena setelah mereka kabarkan soal kematian ku, istri dan dongsaeng ku tak lama pindah dari kediamannya.

Aku terus mencari kebaradaan mereka sampai tuhan mengirimkan Baby Kim ku sebagai Yesung.

Flashback OFF

Aku menceritakan semuanya soal Hye Joon kepada Nara, dia langsung berjongkok, memeluk Hye Joon kecil dan berjanji akan menyayangi Hye Joon seperti menyayangi Baby Kim kami.
Setelah kita saling peluk dan melepas kerinduan, Ryeowook pun datang dan dia juga merasa kaget tak percaya kalau aku masih hidup.
Aku juga kembali bercerita padanya, dia memelukku erat melampiaskan semua kerinduannya kepada ku setelah 4 tahun tidak bertemu.

Tawa ceria keluarga ku akhirnya kembali lagi, sekarang aku mempunyai 2 anak, Kim Jong Woon kecil aka Baby Kim aka Yesung dan Kim Hye Joon.

>>>END<<<

3 thoughts on “^^^Uri Soldier^^^

  1. Uwah….. bener2 bagus ceritanya…. tp aku harap Yesung Oppa akan balik setelah 2 tahun wamilnya dengan sehat…. ga boleh ditunda2 hehehehe….. Oppa I will waiting for you…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s