Your Eyes // Oneshoot

 

YourEyes

title: Your Eyes

author: _ichii
length: oneshoot

cast:
Kim Hyeon
Lee Sungmin
Lee Taeri
Cho Kyuhyun
Leeteuk
NB: sebelumnya ff ini sudah pernah saya share di page OFBS, jadi ini ff asli buatan saya sendiri, so jangan sampe ada yang copas. kalo mau reshare boleh, asal minta ijin dulu ke aku

don’t forget RCL, jadilah pembaca yang baik, hargai author ngetik ampe pegel-pegel *curcol

happy reading….. ^^b

———00———-
@ YOUR EYES @

#Hyeon Pov

tuk..tuk..tuk..
Aku memainkan kakiku, tidak bisa diam. Ya! Ini membuatku kesal. Bagaimana tidak, 1 jam aku sudah menunggu bus berhenti di halte ini. Ini kan masih jam 8, tapi kenapa tidak ada 1 pun bus yang lewat sini?

“arrgh…sial!” berdiri lalu menghentakan kaki kananku dengan keras

“ah..appo..” kurasa terlalu keras =.=

“kau tdk apa2?” terdengar suara dari arah belakangku. aku langsung diam, tak berani bergerak. Rasanya darahku berhenti mengalir, aku takut. Inikan tempat yg sepi, tuhan tolong aku

“noona, kau tidak apa-apa?”

Plukk..

Dia memegang pundakku dari belakang!

“kyaa….pergi..pergi sana! A..aku tidak butuh pertolongan mu!” sontak aku berteriak dan menepis tangannya dengan kasar dari pundakku, membalikkan badan dan mundur beberapa langkah darinya

“mian..mianhae..” ucap namja itu sedikit terkejut dan menundukkan kepalanya. Sepertinya aku sudah salah mengira dia seorang preman/sejenisnya. Dia namja yg…hmm cukup tampan haha… Hey apa yg kau pikirkan Hyeon, kau sudah punya namjachingu!

“ah, ti..tidak apa-apa, aku hanya terkejut tadi” ani…kenapa aku jadi salah tingkah begini?

“kau sudah menunggu berapa lama disini?” dia bertanya tanpa melihat ke arahku karena sedang menuju tempat duduk panjang di halte bus

“hampir 1 jam” jawabku dengan nada kecewa dan mengikutinya duduk disana. Kenapa aku tidak merasa takut berada didekat namja yg baru ku kenal? Ah tidak, bahkan aku belum mengenalnya

“aku rasa kau baru pertama kali menunggu di halte ini” dia sedikit terkekeh menunduk. Tapi tunggu dulu, dia tau darimana?

“kau tau dari mana?” aku menatap terkejut ke arahnya, tapi nihil dia masih tdk melihat ke arahku

“hmm…karena aku penunggu di…” aku memotong ucapannya

“mwo? Ka..kau..penunggu..” ucapanku terbata-bata karena saking terkejutnya mendengar ucapannya itu. Penunggu?

“ani…bukan penunggu seperti yg kau kira” dia menepis ucapanku itu dengan cepat dan menatapku seperti mengisyaratkan bahwa itu tidak seperti yg kukira

“ah?”
Deg…

perasaan apa ini? Tatapan itu, terlalu tepat mendarat di manik mataku! Seakan terkunci, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku saat ini

“aku sudah sering menunggu di halte ini, hampir setiap hari” jawabnya sambil menyinggungkan senyuman kecil di wajahnya

“…” ani…kenapa bibirku tdk bisa menjawab? Ayo Hyeon, buka mulutmu itu!

“hey…kau kenapa?” namja itu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku, aku bisa melihatnya tapi tatapanku tetap lurus kedepan, kearah matanya itu

“mi..mianhae, kau tadi bilang apa?” akhirnya aku malah bertanya dan langsung mengalihkan pandanganku kebawah. Arrgh kau memalukan Hyeon

“bus sudah datang, kajja kita masuk” tanpa aba-aba dia langsung menarik tangan kananku dan dengan sedikit berlari kami menuju bus bersama

“silahkan duduk” menggerakkan tangannya ke sepasang tempat duduk seolah-olah aku adalah tamu istimewa (?)

“gomawo” hanya itu yg mampu kuucapkan saat ini. Bagaimana tidak, aku masih shock dengan perlakuannya terhapku. Kini aku duduk disamping jendela, dan namja itu disebelahku bruumm… Bus mulai berjalan meninggalkan halte. Semakin lama semakin menjauh…

——–00——–

#Author Pov

terlihat beberapa orang menempati tempat duduk di bus ini. Tidak banyak, hanya 5 orang ditambah lagi seorang yeoja dan namja yg baru saja masuk dengan bergandengan tangan. Ya, gandengan tangan yg hanya sepihak dari namja itu saja. Kini mereka sudah duduk berdampingan.

“hmm..ngomong2 nama mu siapa?” namja itu bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah yeoja yg menatap keluar kaca

“Hyeon, Kim Hyeon” jawab Hyeon datar dan masih tetap menatap keluar

“Lee Sungmin imnida, kau bisa memanggilku Sungmin” dia tersenyum manis, ya walaupun tidak dilihat Hyeon.

Hening, tidak ada percakapan diantara mereka. Hyeon merogoh tasnya mengambil handphone dan langsung menekan angka 2, ya itu adalah no Leeteuk, namjachingunya.

Tuutt…tuutt…
Cklek…

“annyeong?” terdengar jawaban dari sebrang sana

“Teuk, ini aku..” Hyeon menjawab pelan

“Hyeon? Ada apa?”

“tidak bisakah kita bertemu sebentar? Aku ingin…” tiba2 ucapan Hyeon disela Leeteuk

“tidak ada yg perlu kujelaskan lagi padamu, aku sudah tidak mencintaimu lagi,jadi untuk apa kita melanjutkannya?” Leeteuk sedikit meninggikan nada suaranya.

Tes..tes…

Tanpa Hyeon sadari air matanya mulai keluar. Ia mengusap air matanya itu segera agar Sungmin tidak melihatnya

“tapi…aku masih mencin…”

Tuutt..tuutt..tuutt…

Terputus. Tentu saja yg mengakhirinya Leeteuk. Tangis Hyeon pecah saat itu, dia sudah tidak kuat menahan air matanya yg sudah mendesak ingin keluar.

“hiks…Teuk..aku masih mencintaimu, tidak bisakah kau memikirkannya lagi?” Hyeon berbisik kpd dirinya sendiri sambil tertunduk dalam. Ia tidak ingin Sungmin melihatnya.

#Lee Sungmin Pov

diam2 aku melihat dr sudut mataku Hyeon seperti sedang mengambil sesuatu dr tasnya itu,ternyata HP. Tdk membutuhkan waktu yg lama dia sudah menempelkan HP di telinga kanannya. Tatapanku lurus kedepan,tapi telingaku fokus pada setiap kata yg diucapkan Hyeon. Terdengar jelas orang yg disebrang sana sedikit meninggikan nada suaranya kpd Hyeon,apa dia sedang memarahi Hyeon? Tidak lama setelah itu Hyeon menurunkan HP dari telinganya, dan terdengar isak tangis! Ada apa dengan dirinya? Kenapa ia menangis? Aku panik saat ini,tdk tau harus berbuat apa.

Apa aku akan tetap diam seperti ini seolah-olah aku tak mendengar apapun? Itu terlalu jahat. Semakin lama isakan itu semakin keras,aku tau Hyeon pasti sdg berusaha menutupi tangisnya itu dariku,tp siapapun yg sedang berada diposisiku saat ini pasti dpt mendengarnya dgn jelas. Kualihkan pandanganku menatap yeoja disebelahku ini, dia menunduk dalam menyembunyikan wajah cantiknya itu. Perlahan aku menariknya dan membawanya kedalam pelukanku. Hyeon tdk melawan sama sekali.

“menangislah sepuasmu sampai kau merasa baikan” hanya itu yg mampuku ucapkan padanya. Isakannya semakin keras bahkan tubuhnya kini bergetar menahan isakannya itu.

Hening…

Tidak ada pembicaraan diantara kami,yg trdengar hnya suara isakan tangisnya yg kini sudah sedikit mereda…

———00———

#Author Pov

sudah 2 hari ini Hyeon mengurung diri di dlm kamarnya. Matanya terlihat sembab dan terlihat jelas ada guratan hitam di bawahnya. Rambut sebahunya itu berantakan, bibirnya terlihat kering, apa dia kurang minum? Atau mungkin tdk minum sama sekali? Semenjak kejadian itu Hyeon tdk pernah ke kantor lagi dengan alasan sakit, ya bukan raganya yg sakit, melainkan hatinya lah yg paling sakit.

“kau harus melupakannya Hyeon! Pabo..pabo!” dia berbicara sendiri sambil memukul-mukul kepalanya.

Drrrtt…drrrtt…

Ada pesan masuk, Hyeon segera meraih HP nya dan membaca pesan trsbt.

From: Taeri
apa kau sudah baikan skrg? Tdk ada kau di kantor aku jd kesepian

To: Taeri
aku sudah lebih baik sekarang,bsk ak akan kembali bekerja. knp kau kesepian? Bukannya ada Yesung yg selalu menghiburmu?

From: Taeri
itu bukan menghibur,tapi mengganggu! Kalau begitu istirahatlah supaya kau bisa datang ke kantor bsk. Ingat makan,aku tau kau blm makan seharian ini

To: Taeri
arraseo, aku akan makan skarang

#Hyeon Pov

“huft…selesai” aku merapikan meja kerjaku dan segera bangkit dari kursi panas ini. Yah terpaksa aku harus lembur hari ini gara2 harus menyelesaikan pekerjaanku yg tertunda selama 2 hari. “bus! Aigoo aku harus cepat”

**

aku berlari menembus angin malam yg sangat dingin,tentu saja agar tdk ketinggalan bus terakhir menuju rumahku. Kulirik sekilas jam tanganku, 07.48 masih ada waktu sebelum pkl 8.00. lariku terhenti, aku melihat sesosok namja tengah duduk di halte bus itu. Jangan jangan itu…

“Kim Hyeon?” namja itu berdiri dan menghampiriku. Ya, ini Lee Sungmin!

“Lee Sungmin?” tanyaku memastikan dirinya itu benar Lee Sungmin atau tidak.

“ne, kau masih ingat namaku? Hahaha…” dia tertunduk tertawa sambil mengusap-ngusap tengkuknya.

“eee…” aigoo kenapa aku jadi salting begini?

“kau tidak mengenakan jaket?” dia langsung melepaskan syal merahnya dan menyodorkannya padaku.

“ah? Ani…kau saja yg pakai”

wuuushh….

Sontak aku langsung melipat tanganku dan memeluk diriku sendiri.

“jangan memaksakan dirimu, kau sudah kedinginan” dia mengenakan syal itu kepadaku, wajahnya dekat sekali denganku!
Disaat seperti ini aku malah memperhatikan setiap lekuk yg ada di wajahnya, hanya dgn melihat aku bisa menebak kulitnya itu sangat mulus dan bersih,hidungnya juga lumayan mancung. Tatapanku terhenti pada matanya, sangat jarang aku menemui namja yg memiliki mata seindah ini. Bulu matanya juga lentik,yeoja manapun pasti akan iri jika melihat namja memiliki mata seperti ini.

“apa yang kau perhatikan?” tiba2 sungmin mensejajarkan wajahnya dgn wajahku dan memberiku tatapan lembut.

“a-aniyo,aku tdk memperhatikan apapun” arrghh…kena kau Hyeon! Dia berhasil membuatku malu untuk yg ke 2x nya.

“kalau begitu ayo masuk,busnya sudah tiba” ucap sungmin sambil menepuk ke 2 puandakku lalu berjalan kearah bus. Aku mengikutinya dari belakang masuk kedalam bus.

#Lee Sungmin Pov

seperti 3hari yg lalu aku mempersilahkannya duduk terlebih dahulu dan aku duduk disebelahnya.

“kau tidak keberatankan kalau aku duduk disebelahmu…lagi?” tanyaku hati2

“hah? Ti-tidak kok, tidak apa2” jawabnya sedikit gugup. Ah aku suka sekali melihat tingkah lakunya yg gugup seperti itu.

“eemm…sungmin?”

“ne?”

“kalau aku boleh tau kau bekerja dimana?” Hyeon menundukkan kepalanya dalam2,aku rasa dia msh malu utk menatapku. Hening sejenak, aku blm menjawab pertanyaannya itu. Entah apa yg ada di fikiranku saat ini,aku terus memperhatikan wajahnya dr samping.

“kau marah? Mi-mianhae” tiba2 Hyeon menoleh kearahku, mata kami bertemu.

“kau cantik” ucapku kpd Hyeon.

“mwo? Hahaha…lelucon macam apa itu”

“hehe…” kugaruk kepalaku yg tidak gatal sama skali.

“aku ini hanya seorang guru”

“guru? Kalau aku boleh tau kau guru apa?” tanyanya semangat.

“kau jangan menertawakanku ya” aku menaikkan jari klingkingku seperti membuat janji.

“baiklah” Hyeon menautkan jari klingkingnya dan tersenyum.

“aku…guru TK…” jawabku sedikit malu.

“…” Hyeon menatapku seperti tdk percaya dgn apa yg kukatakan tadi .Aku tau smua orang yang mendengarnya pasti akan tertawa. Mana ada seorang namja muda yg bekerja sebagai guru TK.

“keren!” astaga apa aku tdk salah dengar? Baru kali ada org yg mengatakan pekerjaanku itu keren.

“berarti setiap hari kau akan bermain bersama anak kecil bukan? Aku sangat menyukai anak kecil,mereka smua terlihat seperti malaikat di mataku”

“kau tidak menertawaiku?”

“kenapa aku harus tertawa? Justru aku iri dgn mu karena bisa mnjd seorng guru TK, sdgkn aku hanya pekerja kantoran yg setiap hari duduk dan menatap layar komputer” Hyeon mengembungkan pipinya, dia lucu skali.

“kalau kau mau, kau bisa datang untuk melihat malaikat2 itu” tawarku padanya.

“jinjja? Aku mau! Sangat sangat mau!” jawab Hyeon semangat dgn matanya yg berbinar-binar menatapku.

Ceekkiitt….

“busnya sudah berhenti, kajja kita turun dulu” tanpa ragu aku langsung menariknya keluar bus bersamaku.

“dimana aku bisa melihat mereka?” tanyanya saat kami sudah berdiri di depan halte.

“hari sabtu ini kau ada waktu tidak?”

“tentu saja ada” jawabnya dengan cepat.

“aku akan menjemputmu disini jam 10 pagi,kalau kalau terlambat aku akan meninggalkanmu” ucapku seolah-olah aku mengancamnya.

“Siap sungmin seongsaenim” Hyeon memberi hormat padaku, hahaha…dia manis skali.

“kalau begitu aku pulang dulu ya, selamat malam” ucap Hyeon sambil membungkuk lalu berbalik arah meninggalkanku. Akupun mulai berjalan berlawanan arah dgn Hyeon menuju rumahku.

“Lee Sungmin!!” seseorang memanggilku dari arah blakang. Dengan cepat aku menoleh kebelakang.

“hmm…khamsahamnida” ya itu Hyeon, dia berterimakasih atas syal merah yg kuberikan padanya. Aku membalasnya dgn senyuman lalu kembali berjalan menjauhi halte. Hari ini sangat menyenangkan, aku harap sabtu cepat datang…

——00——

#Kim Hyeon Pov

-Sabtu

aku dan sungmin sekarang dalam perjalanan menuju tempat berkumpulnya para malaikat2 kecil. Tidak kusangka sungmin berbaik hati mau mengajakku juga.

“dari tadi kau senyum2 sendiri terus, kita kan tidak sedang berkencan” goda sungmin padaku dan sukses membuat wajahku memerah.

“isshh…ini karena aku sudah tidak sabar bertemu dengan malaikat2 kecil itu” jawabku dengan semangat.

“hahaha, kau lucu skali” sungmin mengacak rambutku. Aku hanya mengembungkan pipiku dan menatapnya seolah-olah aku kesal.

#author pov

“kita sudah sampai” ucap sungmin pada hyeon. Mereka kini tengah berdiri di depan salah satu pintu yang ada di apartement itu.

“kau yakin? Inikan…” tanya hyeon sedikit ragu.

“tunggu sebentar” sungmin memencet bel dan tidak lama setelah itu pintu terbuka.

Cklek…

“hai kyuhyun…” sapa sungmin kepada anak kecil yang membuka pintu itu.

“sungmin hyung…” anak kecil itu berlari menghampiri sungmin dan langsung saja sungmin menggendongnya.

“teman-teman Sungmin hyung sudah datang….” teriak kyuhyun memanggil teman2nya. Sungmin menarik tangan Hyeon untuk ikut masuk ke dalam apartement itu dan langsung menutup pintunya.

“hyung…oppa…” teriak anak2 kecil disana dan langsung berlari menghampiri sungmin yg masih menggendong kyuhyun.

“oppa aku juga mau digendong” rengek salah satu anak perempuan yg memakai bando pink.

“ne, nanti oppa gendong” jawab sungmin sambil mengelus kepala anak itu dgn lembut.

“eee…sungmin, kalau aku boleh tau ini…” tanya Hyeon yg masih bingung melihat isi dari apartement itu.

“ini tempat penitipan anak, pemiliknya orang tua kyuhyun” jawab sungmin sambil menuju kesalah satu sofa disana dan duduk. Kyuhyun ada dipangkuannya sedangkan Hyeon duduk disebelah sungmin.

“owh…jadi ini pekerjaan sampinganmu selain jadi guru TK?” tanya Hyeon sambil memperhatikan malaikat2 kecil yg sedang bermain bersama.

“ne” sungmin menurunkan kyuhyun dari pangkuannya.

“hyung, noona ini siapa?” tanya kyuhyun dengan nada menyelidik dan menunjuk hyeon.

“dia Kim Hyeon” jawab sungmin.

“dia istrimu?” (to the point banget sih =.

“hah? Ani…aku bukan istrinya!” tungkas hyeon dengan cepat.

“kalau begitu apa tunangan hyung?”

“bukan, kyuhyun…” jawab sungmin.

“kalau bukan istri dan tunangan, berarti dia pacar hyung kan?” kali ini tidak ada jawaban dari mereka berdua karena merasa malu satu sama lain. Akhirnya sungmin lah yg buka suara.

“kami hanya berteman kyu, tidak lebih” sungmin mengacak rambut kyuhyun yg memang sudah berantakan itu.

“ehem..” timpal hyeon sambil menganggukkan kepalanya cepat.

“teman-teman kakak ini namanya Kim Hyeon, ayo beri salam padanya” teriak kyuhyun kepada teman2nya yg sedang asyk bermain.

“annyeonghaseyo…” mereka memberi salam kepada hyeon secara serempak dan membungkuk.

“annyeonghaseyo” balas Hyeon dan sedikit membungkuk.

“eonni bisa tolong ikatkan rambutku tidak? Kalau sungmin oppa yg mengikatnya rambutku jadi berantakan” rengek anak kecil itu kepada hyeon dan memberinya sisir dan ikat rambut pink.

“tentu saja sungmin hyung tidak bisa mengikat rambutmu dgn baik,lihat rambutmu itu keriting seperti mie” ledek kyuhyun pada temannya itu.

“huweee….oppa…” anak itu menangis dan langsung berlari memeluk sungmin.

“kyuhyun, kau tidak boleh seperti itu” hyeon memarahi kyuhyun dengan halus.

“benar kata Hyeon eonni. Cup cup cup jangan nangis ya nanti cantiknya hilang” sungmin menggendong anak kecil itu dan mencoba menenangkannya.

“biarin. Weeekkkss…” kyuhyun menjulurkan lidahnya pada hyeon dan berlari meninggalkannya.

“ikh, dasar evil!” umpat hyeon kesal…

——–00———

#Kim Hyeon Pov

kurang lebih 2 bulan sudah aku terus menemani sungmin datang ke tempat penitipan anak ini. Aku senang bisa bermain bersama malaikat2 kecil disini, tunggu dulu, tidak semuanya disini malaikat tetapi ada 1 evil skaligus pemimpin bagi para malaikat kecil lainnya. Yap siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“noona, ayo kita main bersama” ajak kyuhyun padaku.

“baiklah, kau mau main apa?” aku berjongkok mensejajarkan diriku dengan kyuhyun.

“tunggu dulu” kyuhyun berlari meninggalkanku dan sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu dengan teman2nya.

“kalian setuju?” tanya kyuhyun.

“ne…” jawab teman2nya itu secara serempak.
Kyuhyun menarik sungmin lalu menyuruhnya duduk di sofa bersebelahan denganku. Aku menatap bingung ke arah sungmin, sungmin juga menatapku bingung.

“aku rasa evil kita ini memiliki sebuah rencana” bisik sungmin kepadaku. Aku mengangguk mengiyakan perkataannya itu.

10 menit kemudian…

“selesai…” teriak mereka semua serempak.

“sungmin oppa menjadi pengantin pria, dan Hyeon eonni menjadi pengantin wanitanya” ucap salah seorang yeoja kecil itu pada kami.

“jadi sekarang kita main nikah-nikahan” teriak kyuhyun sambil menarik tangan kami untuk berdiri.
Jujur, aku malu sekali! Sangat sangat malu. Aku tau ini hanya ‘permainan’ tdk sungguhan,tapi kenapa jantungku deg deg’an?
Kyuhyun menarik sebuah kursi lalu menaikinya. Aku tau apa yg akan dia lakukan!

#Lee Sungmin Pov

yak! Namja kecil ini ingin menjadi seorang pastor untukku dan Hyeon.

“ehem..ehem.. Lee Sungmin” kyuhyun merubah suaranya menjadi berat.

“ne”

“bersediakah kau mencintai dan menyayangi Kim Hyeon selamanya walau dalam keadaan suka, duka, kaya, miskin, sehat dan sakit?” hahaha…darimana anak ini belajar mengucapkan hal seperti itu? Padahal dia masih murid TK.

“ne, aku bersedia” kyuhyun mengulang ucapannya tadi kepada Hyeon, tapi nampaknya Hyeon ragu untuk menjawabnya.

“eee…aku…” aku menatapnya dari samping dan memberinya sebuah senyuman.

“aku bersedia” ucap Hyeon sangat pelan.

“horreeyyy….” sontak keadaan menjadi ramai, mereka berteriak memberikan kami selamat. Hey inikan hanya ‘permainan’ bukan sungguhan!

“sekarang pasangan pengantin baru dipersilahkan untuk ber…hhppmh..” hyeon membungkam mulut kyuhyun dgn tangannya. Aku bisa melihat dengan jelas rona merah yg ada di wajah Hyeon, itu membuatnya semakin manis, hahaha.

“aku ulangi, pengantin baru dipersilahkan untuk berpelukan” ucap kyuhyun lantang dan disambut sorakan dari teman2nya juga.

“peluk..peluk..peluk..” aku menarik tangan Hyeon membuatnya jarak kami semakin dekat.

“kau tidak marahkan kalau ku peluk di hadapan mereka?” aku berbisik di telinganya,tentu saja aku meminta ijin terlebih dahulu.

“hmm” Hyeon menganggukan kepalanya pelan.

“ayo kak…ppali..ppali…” teriak salah seorang yeoja kecil pada kami. Tanpa ragu lagi aku langsung memeluk Hyeon. Awalnya Hyeon tidak membalas pelukanku,tapi lama kelamaan dia menaikan tangannya dan memelukku juga!
Entah kenapa hatiku merasa sangat bahagia sekali, aku tau ini pernikahan bohongan dan pelukan ini juga karena paksaan dari mereka semua. tapi aku harap Hyeon tau, bahwa pelukanku ini tulus untuknya…

———00———-

#Kim Hyeon Pov

tok…tok..tok…

Siapa malam2 begini datang ke rumahku? Kukecilkan volume TV ku dan segera berlari kearah pintu.

Cklekk…

“su-sungmin?” apa aku tidak salah lihat? Kenapa dia datang malam2 begini dan penampilannya…

“Hyeon…” panggilnya lirih, tubuhnya basah karena terkena hujan. Wajahnya pucat sekali.

“kau kenapa? Apa yang sudah terjadi?” tanyaku dengan nada khawatir. Perlahan sungmin berjalan mendekatiku yang masih berdiri di depan pintu. Dia menggenggam kedua tanganku. Astaga, dingin skali tangannya.

“sungmin, tanganmu dingin skali” aku menggenggam kedua tangannya dan mengusap-ngusapkan tanganku padanya agar dia merasa sedikit hangat.

“Hyeon…” panggil sungmin dengan nada yg sedikit bergetar kali ini.

“ne, Sungmin” kami saling menatap dalam satu sama lain. Tatapannya itu masih sama seperti pertama kali aku bertemu dengannya di halte bus, lembut dan hangat. Tanpa aku sadari air mataku mulai menetes, aku terlalu khawatir padanya.

“jangan menangis, Hyeon” ucap sungmin pelan sambil menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya itu. Dingin, hanya itu yg dapat aku rasakan dari tangannya.

“Sungmin…” aku meletakkan kedua tangan sungmin di pipiku dan menggenggamnya erat, aku berusaha membuat tangannya hangat.

“mianhae… Hyeon… Jeongmal mianhae…” sungmin berusaha tersenyum padaku, senyuman penuh misteri. Perlahan sungmin menarikku ke dalam pelukannya, walaupun pakaiannya basah tapi aku bisa merasakan kehangatan yang sungmin berikan padaku.
Aku membalas pelukannya itu, kupeluk sungmin dengan erat, sangat sangat erat! Air mataku semakin deras, aku mulai terisak di dalam pelukannya. Apa maksud semua ini?

“saranghae…” ucap sungmin pelan di sela-sela pelukan kami.

“nado…nado saranghae sungmin…” aku mencoba untuk tidak menangis lebih keras, tapi air mata ini terus mengalir tanpa henti. Sungmin perlahan mendorong tubuhku mundur, dia menatapku dan tersenyum.

“kau terlihat jelek kalau menangis, berhentilah menangis” sekali lagi sungmin mengusap air mataku lalu mengecup keningku. Kupejamkan mataku dan berusaha untuk menahan tangisanku.

“Hyeon, jangan pernah lupakan aku…”

#author pov

perlahan Hyeon membuka matanya dan langsung merubah posisi tidurnya menjadi duduk.

“mimpi… Ya, ini hanya mimpi” hyeon menuju kaca meja riasnya dan menatap dirinya lekat2.

“aku menangis? Kenapa aku merasa itu seperti nyata?”

Drrtt…drrtt…

hp Hyeon berbunyi, ia langsung mengambilnya, dari Lee Taeri.

“ne Taeri, ada apa?”

“kau tidak ada acara kan hari ini?” ucap Taeri sedikit serak dari sebrang sana.

“tidak”

“temani aku ya”

“kemana?”

“ya kau datang saja kerumahku, sekarang ya”

“tapi..”

tuuutt…tuutt…

“yak! Gampang skali dia mematikan telepon. Aku harus cepat!”

#Kim Hyeon Pov

aku sudah tiba di rumah Taeri, ya hanya membutuhkan waktu 15 menit aku sudah sampai dirumahnya.

“Taeri, kita mau kemana?” tanyaku sambil duduk di sofa ruang tamu.

“melayat, aku takut kau tidak mau mengantarku kalau aku bilang melayat”

“melayat? Siapa yg meninggal?” pantas saja tadi di telepon suaranya serak, ternyata dia habis menangis.

“sepupuku, tunggu sebentar aku ambil tas dulu” Taeri naik keatas menuju kamarnya. Kuedarkan pandanganku di ruangan tamu ini, ada satu sudut yang menarik perhatianku, meja yang dipenuhi bingkai foto. Tanpaku sadari aku kini sudah berdiri di depan meja itu.
Wah, banyak sekali fotonya. Ada foto Taeri waktu masih bayi! tentu saja aku tau itu Taeri karena dia anak tunggal. Foto Taeri bersamaku saat kami duduk di kelas 3 sma juga ada. Aku terus memperhatikan setiap foto yang dipajang di meja itu. Tatapanku terhenti pada sebuah foto yang terdiri dari 3 orang murid SD yg sedang bermain ayunan, 1 yeoja dan 2nya lagi namja. Yeoja itu pasti Taeri, tapi 2 namja ini…satu diantaranya sepertinya tidak asing untukku. Aku mengambil foto itu dan terus memperhatikannya.

“Hyeon, kau sedang melihat apa?” tiba-tiba Taeri sudah berdiri disampingku, kuletakkan foto itu ketempatnya semula.

“ah? Tidak, ini…siapa?” tanyaku pada Taeri sambil menunjuk 2 namja di foto itu.

“itu sepupuku” Taeri terlihat sedih saat melihat foto itu, jangan2…

“salah satu dari merekalah yang meninggal” lanjut Taeri.

“me-meninggal? Jadi sepupumu yang meninggal itu…”

“ne, kau bisa melihatnya lebih jelas di foto itu” Taeri menunjuk sebuah foto yang berukuran cukup besar tergantung di atas meja itu. Sepertinya itu foto keluarga besar Lee. Aku mulai memperhatikan setiap orang yg ada di foto itu.

“foto itu baru diambil 2 minggu yg lalu, dan 2 namja di belakang itu adalah orang yg ada di foto ini”

DEG…

Sungmin?? Aku menatap wajah namja itu lekat2, memastikan bahwa itu benar2 sungmin atau tidak.

“dan, yang meninggal itu Sung…”

Bruukk…

Jadi sungmin…dia….dia… Tidak ini tidak benar! Ini mimpi! MIMPI!!!

“Hyeon, kau tidak apa-apakan? Kenapa kau jatuh terduduk begini? Apa kau mengenalnya?” Taeri terlihat panik sekali. Aku hanya mengangguk lemas mengiyakan perkataannya itu. Perlahan air mataku keluar, tubuhku lemas, kepalaku mulai pusing, pandanganku kabur entah karena air mataku atau memang pandanganku mulai kabur.
Aku tidak bisa membayangkan semua ini terjadi di dunia nyata, andai saja ini mimpi aku ingin segera bangun dari mimpi buruk ini.
Sungmin, tidak…tidak mungkin… Aku harus segera bangun dari mimpi buruk ini!!

“Hyeon, kau kenapa? Sadarlah Hyeon” Taeri terus menggoncangkan tubuhku yang membeku seperti batu, jiwaku seperti lepas dari ragaku.

Bruukkk…Pandanganku berubah menjadi gelap, sangat gelap. Sungmin, jadi ini maksud dari perkataanmu di mimpiku? kau jahat sungmin…

———00———

#Kim Hyeon Pov

hari ini tepat peringatan 1 tahun kepergian sungmin, sampai saat ini aku tidak pernah datang ke pemakamannya. entah apa yg kufikirkan, bahkan saat dia meninggal aku justru terbaring di rumah sakit. pabo! itulah aku.

hal sulit sudah aku lalui selama setahun belakangan, hal yang paling sulit adalah bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak di penitipan anak, terutama kyuhyun. awalnya aku berbohong mengatakan bahwa sungmin sedang pulang ke kampung halamannya, tapi 1 bulan setelah itu akhirnya mereka mengetahui yang sesungguhnya.

Sungmin, kau sekarang ada dimana? aku selalu merindukanmu, terutama tatapan matamu yang lembut itu.

tap..tap..tap…

seorang namja tengah berjalan mendekati halte bus, tempat dimana pertama kali aku bertemu dengan sungmin.
orang itu mengenakan topi, kacamata bening dan masker hitam, penampilannya cukup mencurigakan!

“permisi noona, apakah masih ada bus yang akan berhenti di halte ini?” tanya namja itu dan langsung duduk disebelahku.

“masih” jawabku cuek dan menggeser dudukku menjauhi namja itu.

5 menit kemudian…

yak! kenapa busnya lama sekali? sesekali aku melirik kearah namja itu, dan aku selalu memergoki dia sedang melihat kearahku. ini semakin membuatku risih!
aku berdiri dari tempat dudukku berusaha untuk menjauhi namja itu. tapi apa yang terjadi, dia malah ikut-ikutan berdiri juga.

“kenapa kau memandangiku terus?!” bentakku pada namja itu. dia tidak menjawabku melainkan terus memandangiku, sekarang tepat ke mataku.

“kau cantik” ucap namja itu datar.

“mwo? lelucon macam apa itu? hahaha” aku tertawa hambar medengar pernyataan namja itu. lucu skali dia =.=

“ternyata jawabanmu masih sama…. hyeon…”

DEG…

apa maksud namja ini? ke-kenapa dia… tunggu dulu, tatapan mata itu…

“siapa kau?!” aku langsung melangkah mundur menjauhi namja itu, apa mungkin dia… tidak! itu tidak mungkin!

“kau melupakanku?” namja itu tersenyum di balik masker hitamnya. perlahan dia melepas kacamata, topi, lalu maskernya…

“apa sekarang kau sudah ingat?” namja itu menatapku lekat. dia berjalan mendekatiku.

“ka-kau…” ucap ku terbata-bata. aku tidak sedang bermimpi kan? aku melihat kaki namja itu, nampak! ini benar-benar Sungmin!

“Hyeon, aku merindukanmu” sungmin langsung memelukku dengan erat, aku membalas pelukannya lebih erat lagi. aku tidak mau setelah aku melepas pelukannya dia menghilang seperti dimimpiku itu lagi.

“kau kuat sekali memelukku, a-aku jadi tidak bisa bernafas…”

“mi-mianhae…” ucapku tertunduk malu setelah melepas pelukannya.

“kau manis sekali saat malu seperti ini” sungmin menarik-narik pipiku dengan gemas.

“kemana saja kau selama ini? bukannya kau seharusnya sudah ada di surga sana?” tanyaku pada sungmin sambil mengajaknya duduk di bangku panjang halte ini.

“yak! kau berharap aku sudah mati sekarang?”

“ti-tidak, aku tidak mau hal itu terjadi…” wajahku berubah menjadi muram.

“kau mengira yg meninggal itu aku kan?” sungmin menarik wajahku agar menatapnya sekarang.

“ne, taeri yang…”

“ssstt… aku sudah tau semuanya, yang ingin dikatakan taeri waktu itu Sungjin, adikku. bukan Sungmin” dia terkekeh menertawaiku yang sudah salah paham selama 1 tahun ini! arrgghh…kenapa aku harus menderita seperti ini? lalu selama ini sungmin pergi kemana tanpa memberi kabar?

“lalu selama ini kau kemana?”

“aku ke thailand, eomma memintaku untuk memberi kabar adiku kepada nenek dan kakek pada hari itu. aku lupa membawa hp, jadi aku tidak bisa menghubungimu”

“kenapa kau tidak segera pulang ke korea?!” tanyaku sedikit marah, tentu saja aku marah, sangat sangat marah

“nenek dan kakekku menahanku disana, tapi semua ini sekarang sudah berakhir” sungmin tersenyum nakal kearahku

“apa kau merindukanku?” tanya sungmin padaku tiba-tiba

“tentu saja ak…” ucapanku terhenti saat aku menyadari sungmin sedang tersenyum misteri kepadaku. pabo! ucapanku waktu itu kan hanya di dalam mimpi, dan sungmin belum mengetahuinya

“saranghae…” sungmin menarik tubuhku pelan dan..

chu…

hangat, itu yang aku rasakan. sungmin memperlakukanku seperti barang pecah belah, sangat hati-hati…
kini sungmin tengah menatapku dalam, aku mengerti maksud dari tatapannya ini, dia menunggu jawabanku!

“na-nado saranghae sungmin…” ucapku tertunduk malu. sungmin mengambil tangan kananku lalu mengecupnya.

“maukah kau menjadi yeojachinguku?” yak! pertanyaan bodoh macam apa itu?

pletakk…

“kau bodoh” ejekku pada sungmin setelah memukul kepalanya pelan.

“waeyo? kau tidak mau?” tanya sungmin panik.

“hhmmm…” aku berpura-pura berfikir keras dihadapnnya. hahaha, dia lucu sekali memandangiku dengan wajah khawatir seperti itu.

chu…

aku mencium pipi kiri sungmin sekilas. wajahnya memerah!

“pabo, tentu saja aku mau”

“kajja, kita segera menikah!” ajak sungmin semangat padaku.

“MWO???”

—THE END—

Hahaha… ending-nya aneh, kayak authornya =.=
Author tunggu RCL kalian, kritik dan saran akan author terima dgn lapang dada *aiissh…
Pay..pay… ^_^/”

One thought on “Your Eyes // Oneshoot

  1. ff nya unik… anak2 tk jd makcomblang nya sungmin ma hyeon xixiixi…

    tp kematian sungjin adiknya sungmin membuat hyeon sakit & membuktikan bahwa hyeon benar2 mencintai sungmin. kira2 gmn ya reaksi anak2 kalo ternyata sungmin masi hidup???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s