The Friendship That Is a Beautiful // Twoshoot

TFTIB

THE FRIENDSHIP THAT IS A BEAUTIFUL

PART 1

Tokoh =>

1.      Ha Woo                                  

2.      Hyun Ae                                

3.      Dong Bin                               

4.      Hyun Woo {tokoh baru}       

5.      Je Sun                                    

6.      Soo Byung     

Author : Putry Dhani 

Cari Karakter Cast di Dalam Crita ye~~~~~~~~~~

Happy Reading~~~

THE FRIENDSHIP THAT IS A BEATIFUL

Kriiing….kring… bel masuk sudah berdentang pertanda kelas akan dimulai, di kelas itu ada lima orang siswa yang bersahabat sejak lama. Mereka selalu pergi bersama, terkadang belajar bersama, semua dilakukan bersama di luar rumah.

Je Sun, dia laki-laki satu-satunya di antara keempat sahabat ceweknya. Dia termasuk anak orang terpandang, dia memiliki adik perempuan bernama Je Hee, adiknya sangat manis. Je Sun cowok yang manis, tinggi, putih, ganteng, dan pintar pelajaran angka dan bahasa inggris. Tipe ideal semua cewek.

Lain halnya dengan Dong Bin dia cewek tapi sedikit tomboy. Dia juga mempunyai adik perempuan. Dia pintar dalam bidang bahasa inggris dan matematika juga. Dia dari keluarga sederhana. Sebenarnya dia cantik jika nggak tomboy.

Sedangkan tiga cewek lainnya bernama Soo Byung, Ha Woo, dan Hyun Ae. Hyun Ae lumayan pintar bahasa inggris dan dia mempunyai bakat melukis lebih tinggi, sedangkan Soo Byung juga punya bakat melukis, tapi belum bisa seperti Hyun Ae. Dan Ha Woo dia paling cantik diantara Soo Byung, Hyun Ae, dan Dong Bin. Ha Woo, dia juga lumayan dalam bidang IPA.

Bel istirahat sudah berdentang. Semua siswa berhamburan keluar kelas untuk membeli makanan di kantin dan ada yang sekadar berbincang-bincang dengan temannya. Lima sahabat itu masih dikelas. Je Sun berkata, “Hari ini nggak ada yang mau ke kantin??”. Soo Byung menjawab, “Iya, ayo kita ke kantin teman-teman!”. Akhirnya kelima orang sahabat itu pergi ke kantin. Tapi, Dong Bin bilang ke keempat sahabatnya, bahwa barangnya ada yang tertinggal di kelas.

Setelah sampai di kelas, Dong Bin segera menggeledah dan mencari barang teman sekelasnya yang baru dan bagus. Ya, Dong Bin adalah seorang kleptomania sejak lama. Kleptomania orang yang suka mengutil barang orang lain yang bagus, jarang untuk mencuri uang. Dia merasa senang karena menemukan barang teman sekelasnya yang bagus. Dan Dong Bin segera kembali ke kantin.

Di kantin empat sahabat itu sedang makan, dan Dong Bin datang. Ha Woo berkata, “Dong Bin-a, kau darimana saja? Kami semua hampir selesai makan.”

Dong Bin berkata, “Em.. maaaf ya, tadi aku agak lama, karena harus mencari sesuatu.” Hyun Ae berkata, “Iya tak apa. Cepat duduk sini dan makan kue bakpao ini.”

Setelah istirahat pelajaran dimulai lagi sampai bel pulang sekolah tiba. Akhirnya kelima sahabat itu pulang dengan jalan kaki bersama. Tapi setelah sampai gerbang sekolah Je Sun dijemput oleh sopirnya. Jadi keempat cewek itu pulang jalan kaki bersama tanpa Je Sun. Setelah berjalan bersama cukup lama, akhirnya mereka berpisah di perempatan jalan.

Hyun Ae dia sudah sampai di rumah, tetapi setibanya di rumah dia langsung di marahi ibunya. Memang dari dulu orang tua Hyun Ae sedikit aneh, mereka suka memukul dan menyiksa Hyun Ae. Hyun Ae sebenarnya ingin menceritakan ini ke teman-temannya, tapi dia tidak mau menjelekkan orang tuanya. Dia selalu bercerita kepada teman-temannya bahwa orang tuanya baik, sangat menyayanginya dan membelikan barang kesukaan dia.

Esok harinya di kelas sewaktu istirahat, Dong Bin melakukan hal yang sama. Ternyata Ha Woo melihat itu semua dan Ha Woo menceritakan itu semua kepada 3 temannya. Akhirnya Dong Bin datang ke kantin. Ha Woo bertanya dengan nada kesal, “Dong Bin-a darimana lagi kamu? Dan ngapain pergi ketempat itu?”

Dong Bin berkata, “ Ak..k..ku.u ke kelas dan…”. “Dan apa? Dan mengambil barang anak lain di kelas, aku melihatmu sendiri.” putus Ha Woo. Hyun Ae berkata, “Kenapa kamu melakukan hal yang tidak terpuji itu?”. Dong Bin berkata, “Maaf teman-teman, aku tidak menceritakan ini ke kalian semua karena aku takut kalau kalian tidak mau berteman denganku, bahwa aku sebenarnya seorang kleptomania, aku suka mengutil barang-barang kecil yang bagus, dan tidak mencuri uang. Aku merasa puas jika mendapat barang bagus itu. Tapi, terkadang aku juga merasa aneh dengan diriku ini.”

Lalu Soo Byung berkata, “Haissh.. sudahlah aku tidak mau berteman dengan kamu lagi.”. Soo Byung-a, kenapa kamu berbicara seperti itu, kau tidak boleh berkata seperti itu.”  Kata Je Sun dengan sedikit kesal. Soo Byung menjawab dengan nada kesal, “Ya benar. Aku tidak mau mempunyai teman seperti itu. Kenapa dia dulu berbohong kepada kita, kamu kan tau Je Sun, kalau aku tidak suka yang namanya pembohong apalagi pembohong besar seperti dia.”. “Iya benar. Aku setuju denganmu Soo Byung.” Sambung Ha Woo. Je sun berkata, “Kenapa sih kalian ini, kita sudah bersahabat lama masa gara-gara Dong Bin persahabatan kita hancur.”. Dong Bin berkata, “Ma..ma..af kan aku teman-teman, aku mohon persahabatan kita jangan sampai hancur, aku tidak mau persahabatan ini hancur hanya karena aku , makanya aku tidak mau berkata tentang sifat burukku.” Hyun Ae berkata, “Maaf Dong Bin-a, bukannya aku tidak mau berteman dengan kamu lagi. Tapi sebaiknya kita semua tidak usah bersama dulu dan kita renungkan masalah kamu dulu dengan baik sampai menemukan penyelesaian masalah ini.”. “Baiklah Hyun Ae-ssi aku mengerti.” Kata Dong Bin.

Dong Bin akhirnya meningalkan keempat kawannya dengan mata berair. Temannya-temannya juga sedih karena hal ini, terutama Ha Woo yang paling dekat dengan Dong Bin dan dia yang melihat kejadian itu sendiri.

Sepulang sekolah Soo Byung  berkata kepada Hyun Ae bahwa dia akan menelpon Hyun Ae sepulang sekolah nanti, untuk membahas masalah yang baru terjadi dan ingin berkata sesuatu nanti. Dan Hyu Ae pun menyetujuinya.

Sesampainya dirumah ibu Hyun Ae marah-marah tanpa sebab kepada Hyun Ae. Ibu Hyun Ae berkata, “Kamu itu, darimana saja pulang sekolah kok tidak langsung pulang, main aja sama teman yang tidak berguna. Sudah capek bantu ibu di rumah ya?”. Hyun Ae berkata, “Maaf ibu tapi kan Hyun Ae memang baru pulang sekolah jam 12.00 dan sekarang baru jam 12.05. Waktu lima menit kan hanya Hyun Ae buat berjalan pulang.” “Dasar kamu itu anak kok sukanya membantah orang tua.” Kata Ibu Hyun Ae.

Pada saat itu telepon rumah Hyun Ae berdering, dan Hyun Ae ingat bahwa dia sudah berjanji untuk menunggu telepon dari Soo Byung, Hyun Ae menahan tangan ibunya pada saat ibunya sudah mengangkat telepon itu, pada saat itu Ibu Hyun Ae lagi sangat emosi tanpa basa-basi dipukulah Hyun Ae dan disiksa hingga Hyun Ae menangis dan berteriak-teriak, dan ternyata Soo Byung mendengar semua kejadian itu dari telepon, karena telepon tadi belum tertutup.

Akhirnya, setelah Soo Byung mendengar semua kejadian itu, dia termenung sebentar dan terlihat kaget dengan kejadian yang menimpa sahabat karibnya itu. Setelah lama melamun dia meneteskan air mata memikirkan kejadian yang didengarnya tadi.

Soo Byung akhirnya bercerita ke Ha Woo, Ha Woo pun sedih, dia  berkata, “Kasihan sekali Hyun Ae-ssi, dia pasti kesakitan. Tapi dia bilang dulu orang tuanya sangat baik dan menyayanginya, Soo Byung-a, bagaimana kalau kita sekarang ke rumah Hyun Ae-ssi?”. Soo Byung menganggukkan kepala tanda setuju.

Setelah mereka berdua di depan rumah Hyun Ae. Mereka mendengar suara keributan di dalam rumah. Soo Byung berkat, “Sepertinya Hyun Ae-ssi dimarahi lagi, tapi sekarang dia dimarahi oleh kedua orangtuanya. Mereka melihat rumah Hyun Ae dan mereka melihat bahwa badan Hyun Ae memar-memar semua. Hiks..hiks ternyata Soo Byung dan Ha Woo menangis karena hidup Hyun Ae seperti itu dan dia menutupi itu semua dari mereka.

Di kelas suasana tidak seperti biasa, kelima sahabat itu tidak lagi bersama-sama, sementara Ha Woo dan Soo Byung menunggu kehadiran Hyun Ae. Saat Hyun Ae tiba, wajah Hyun Ae memang terlihat agak memar dan mata Hyun Ae sangat sembab.

Setelah Hyun Ae duduk di tempatnya, Soo Byung dan Ha Woo mendekati Hyun Ae. Soo Byung berkata, “Hyun Ae-ssi, kenapa matamu sembab dan mukaku memar?”. Hyun Ae menjawab, “I..in..ni karena aku habis jatuh terpeleset di kamar mandi kemarin dan aku menangis semalaman karena kesakitan.”. “Apakah itu benar? Kau tidak berbohong ke kami.” Kata Ha Woo. “Ya benar kawan. Aku tidak berbohong.” Jawab Hyun Ae dengan nada berbohong. Soo Byung berkata, “Tapi kemarin aku menelepon ke rumahmu dan di rumahmu ribut-ribut, dan kenapa kamu berteriak? Kamu bohongkan ke kita?”. Hyun Ae berkata, “Itu karena aku berbuat kesalahan kecil.”. Soo Byung berkata, “Kumohon Hyun Ae-ssi jangan berbohong lagi ke kita semua, aku sudah tau sebenarnya kamu tidak bahagia saat di rumah karena kamu selalu dimarahi oleh kedua orang tua kamu.” Hyun Ae berkata, “Maaf teman-teman, aku tidak mau bilang sejujurnya karena aku tidak mau membuat kalian sedih karena aku.”. Ha Woo berkata, “Baiklah tidak apa-apa, nanti kita cari solusinya dan kita semua akan membahagiakan kamu agar kamu tidak merasa kesakitan lagi. Hyun Ae berkata sambil tersenyum dan memeluk sahabatnya, “Terima kasih sahabatku, sekali lagi terima kasih. Aku hanya bisa mengucapkan kata-kata itu.”. “Ya tak apa-apa”. Kata Je Sun tiba tiba dan mengagetkan mereka semua.

Soo Byung bertanya, “Kenapa kamu tiba-tiba ada disini Je Sun-ssi?”. “Memang dari tadi aku sudah ada disini. Hehe..” kata Je Sun. “Berarti kamu dari tadi mendengar semua pembicaraan kita?” Hyun Ae bertanya. Je Su berkata, “Iya, sudahlah jangan khawatir. Kitakan sahabat.”

Setiap hari tiga orang sahabat itu selalu membahagiakan Hyun Ae, tapi mereka melupakan Dong Bin. Dan pada suatu hari Hyun Ae teringat dengan Dong Bin. Karena sudah lama tidak masuk sekolah. Dan Hyun Ae berkata kepada tiga sahabatnya, untuk menjenguk Dong Bin ke rumahnya. Rumah Dong Bin terletak di Kota Busan. Awalnya Soo Byung dan Ha Woo keberatan, tapi setelah dibujuk akhirnya mereka mau pergi.

Setelah tiba di rumah Dong Bin, rumah itu sepi. Dan ternyata Dong Bin sudah pindah rumah karena rumah Dong Bin sudah disita oleh BANK. Seketika itu Soo Byung dan Ha Woo langsung menangis sejadi-jadinya. Mereka menyesal karena tidak mau berteman dengan Dong Bin lagi. Soo Byung ditenangkan Hyun Ae, sementara Ha Woo ditenangkan Je Sun.

Pada saat itulah benih cinta tumbuh diantara persahabatan mereka dan lebih tepatnya diantara Je Sun dan Ha Woo. Setelah mereka semua tenang akhirnya mereka mencari Dong Bin, karena Dong Bin tidak pindah dari kota Busan.

Setelah lama mencari akhirnya mereka semua bertemu dengan Dong Bin. Dong Bin kaget dengan kehadiran para sahabatnya. Mereka pun berpelukan untuk melepas rindu, dan mereka semua meminta maaf kepada Dong Bin dan mereka bilang ingin berteman dengan Dong Bin lagi. Betapa senang hati Dong Bin mendengar kata itu, lalu Dong Bin berterima kasih kepada kawannya itu.

Dong Bin pun bercerita, kenapa dia pindah ke daerah Busan agak pelosok karena dia dan orang tuanya mengobati penyakit Dong Bin, penyakit kleptomania itu. Saat sahabatnya mendengar kata-kata Dong Bin mereka semua sedih. Dan mereka semua meminta maaf lagi ke Dong Bin. Mereka bilang ke Dong Bin jika Dong Bin harus kembali lagi ke sekolah. Dong Bin pun menganggukkan kepala.

Setelah masalah Dong Bin selesai, Ha Woo, Dong Bin, Je Sun, dan Soo Byung ingin membantu Hyun Ae. Dong Bin sudah tau karena diberi tau oleh kawannya itu. Mereka ingin merencanakan sebuah cara, yaitu mereka akan mendatangi rumah Hyun Ae sambil membawa psikiater untuk mengobati orang tua Hyun Ae yang memiliki emosi tidak labil.

Setelah mereka semua menentukan hari untuk berkunjung ke rumah Hyun Ae dan memanggil psikiater, Hyun Ae diajak Je Sun pergi ke toko buku. Setelah Ha Woo, Soo Byung, dan Dong Bin sampai di rumah Hyun Ae bersama psikiater. Dong Bin menekan bel rumah. Setelah lama akhirnya di bukalah pintu rumah oleh seorang perempuan cantik dan berwajah kalem, ya itu memang ibu Hyun Ae, walaupun begitu dia sangat jahat. Berbicaralah Ha Woo kepada ibu Hyun Ae tentang tujuan mereka kesini, tapi cerita itu agak bohong.

Setelah itu akhirnya ibu Hyun Ae juga memanggil ayah Hyun Ae dan bersama-sama berbicara dengan psikiater itu, tapi kaan-kawan Hyun Ae berkata permisi untuk menunggu di depan rumah.

Setelah beberapa jam akhirnya psikiater itu keluar dari rumah Hyun Ae dan mereka semua berpamitan kepada ibu Hyun Ae, sepertinya ibu Hyun Ae sudah berubah menjadi lebih sabar daripada tadi, begitu juga ayah Hyun Ae.

Mereka semua akhirnya senang karena masalah Hyun Ae sudah beres. Tapi tiba-tiba ada yang aneh dengan Soo Byung, Soo Byung tiba-tiba merasa pusing. Tapi setelah itu  sudah baikan.

Besoknya kelima sahabat itu terlihat bersama dan bahagia, begitu juga Hyun Ae. Teman-temannya berkata kalau mereka sudah mengobati orang tua Hyun Ae. Hyun Ae kaget mendengar itu, makanya dia tidak dimarahi lagi kemarin. Hyun Ae mengucapkan terima kasih berulang kali. Dan tiba-tiba hidung Soo Byung mengeluarkan darah.

Mereka semua panik, Soo Byung segera berlari ke kamar kecil untuk membersihkan itu. Kemudian dia bilang kalau dia baik-baik saja dan hanya kecapekan. Setelah pulang sekolah, mereka pulang bersama lagi, tetapi tiba-tiba Soo Byung pingsan dan teman-temannya panik, Je Sun menggendong Soo Byung sampai ke rumah sakit, karena rumah sakit tidak jauh dari sekolah mereka.

Setiba di rumah sakit teman-temannya menunggu pemeriksaan dokter dengan sangat cemas. Setelah dokter selesai memeriksa, Je Sun dipanggil ke ruang dokter untuk mengetahui penyakit Soo Byung.

Je Sun berkata, “gimana dok? Ternyata apa penyakit teman saya?”. Dokter berkata, “Anak muda maaf saya harus mengatakan ini, teman anda terjangkit Penyakit Alzheimer.”. “Penyakit apa itu dok?”. Tanya Je Sun. Dokter berkata, “Penyakit Alzheimer semacam penyakit berbahaya, penyakit ini sebenarnya sudah di derita oleh temanmu sejak lama, tapi baru tau saat sudah akut memang, ini penyakit seperti amnesia, tapi amnesia parah. Yang seperti ada penghapus di kepalanya. Semua memori bisa hilang dalam hitungan hari dan dia akan seperti anak kecil lagi.

Setelah Je Sun mendengar kata-kata dokter, dia meneteskan air mata tiba-tiba. Dia menceritakan ini ke teman-temannya. Dan semua temannya menangis mendengar hal itu. Setelah Soo Byung bangun dia mendengar penyakitnya itu. Dan sahabatnya semua makin menangis.

Setelah kejadian itu teman-temannya selalu berada di dekat Soo Byung dan mereka membahagiakan Soo Byung, membuat kenangan-kenangan indah sebelum Soo Byung kehilangan ingatannya. Setelah Soo Byung sudah lama tidak masuk sekolah teman-temannya menjenguknya setiap hari sepulang sekolah. Semua sahabat Soo Byung selalu menangis melihat keadaan Soo Byung. Akhirnya setelah satu bulan Soo Byung tidak ingat apa-apa lagi, teman-temannya menangis semua, dan pada saat itu Soo Byung meninggalkan mereka semua. Setelah dari pemakaman Soo Byung, Je Sun kecelakaan.

 

TFTIB3

TBC

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s