MISFORTUNE // Oneshoot

 

Misfortune

Author = Tamara andita putri

Cast = Kang Soo Bin, Yesung, Cho kyuhyun, Kim Heechul
Genre = unknown
Rating = Teenagers
Length = oneshoot

Author’s note :
FF ini hanyalah hiburan semata. Jika ada kesamaan tokoh, alur, maupun tempat hal itu hanyalah ketidaksengajaan. Prinsip author adalah anti-plagiat. So, DON’T BASHING!! Visi misi author hanyalah pengen belajar menulis. So, author sangat membutuhkan tanggapan dari kalian tolong berikan komentar, kritik dan saran yang membangun.
Maaf FF saya jelek ._.

 

 

 

 

 

Enjoy reading
Terkapar tak berdaya di atas meja. Menopangkan dagu dengan lemahnya. Dan mencoba mengatur nafas yang tersengal-sengal setelah berlarian dari pemberhentian bus yang berjarak ± 150 m ke gerbang sekolah hingga menuju bangku kelasku ini tanpa pengereman guna sekedar menarik nafas. Beruntung saat melewati gerbang sekolah tadi, satpam sadis yang biasa berjaga lengah karena kegesitanku yang menerobos masuk demi mendapatkan kegiatan belajar mengajar dengan lancar dari Kim Heechul sonsaengnim alias kim Devil Killer sonsaengnim di jam pertama yang mengharuskanku tiba di kelas sebelum sonsaengnim itu tiba kalau masih berkeinginan untuk hidup.


Kelolosanku dari satpam itupun juga berkat seorang namja yang telah lebih dulu menjadi korbannya dengan kasusnya yang sama denganku -terlambat masuk kelas-. Secara tidak langsung aku sangat berterimakasih pada namja itu.
Dengan cepat pula aku langsung berlari gesit ke kelasku tanpa memperdulikan nasib apa yang akan terjadi pada namja malang itu.
Saat ini yang kubutuhkan adalah udara segar. Sudah sangat bersyukur karena ternyata Kim sonsaengnim belum tiba, tapi sungguh sangat menderita karena hal ini menimbulkan efek samping(?) sekaligus penyakit yang biasa mendera anak Sekolah Menengah Atas, yaitu pelajaran membahas hal pribadi, umum, rahasia, hal yang penting sampai yang paling tidak penting satu sama lain alias ngerumpi atau rame sendiri –tanpa adanya penjagaan seorang guru-. Berisik di saat jam pelajaran dengan adanya guru saja –kecuali pada Kim sonsaengnim- sudah sangat mengganggu, apalagi tidak ada guru seperti ini. Dan lebih parah lagi, di hari yang masih pagi seperti saat ini. Hal ini sungguh sangat mengganggu, udara terasa langka di sini. Sesak.
“Aiisssshh,,, omona~” teriakku frustasi, tapi aku sendiri tak mampu mendengar suaraku –saking ramainya-.
Menyebalkan. Kurubah posisiku dengan menyandarkan punggung pegalku ini ke sisi bangku bagian belakang.
Pagi ini sungguh sial, aku terlambat bangun dan ketinggalan bis dan akibat yang ditimbulkannyapun kini tengah menderaku (mis. capek, lemah, letih, lesu, lunglai, haus, laper, dll). Sungguh sangat mengenaskan.
Seketika aku teringat pesan singkat yang kuterima pagi – pagi tadi yang belum sempat kubalas. Yesung oppa, senoirku sekaligus namjachingu-ku mengajakku untuk berangkat bersama, tapi sungguh, membalas pesannyapun tak sempat apalagi menemunya untuk berangkat bersama. Itulah kesialan terburukku pagi ini. Padahal aku sangat ingin menemuinya.
Tiba-tiba….
BRAKKKK!!!!!!!!!
Semua pasang mata manusia di dalam kelas ini langsung terfokus pada sesosok makhluk yang tengah berdiri di ambang pintu kelas yang dibuka dengan kasar yang tentunya oleh makhluk ini. Membuat hening seketika.
Sesaat aura evil-nya dapat kurasakan. Sorot matanya begitu menusuk manik mataku dalam-dalam. Ekspresinya sungguh tak dapat kudeskripsikan.
Untuk beberapa detik pandangan kami sama-sama menjurus. Secara sadar, dapat kulihat jelas ia menarik sudut bbr kanannya sedkit demi sedikit hingga membentuk sebuah seringaian tajam dan khas dar namja ini. Tiba-tiba kurasakan sebuah aura mengerikan di sekellingku dari namja berambut pirang dan berkulit pucat ini, yang bernama lengkap Cho Kyuhyun yang masih menatapku dengan seringaian tajamnya. Namja ini, Cho Kyuhyun, ia adalah namja yang secara tidak langsung telah menolongku dalam rangkaian peristiwa menyebalkan di depan gerbang pagi tadi.
Tiba – tiba pergerakannya berubah dari posisi yang semula mematung di ambang pintu, kini dengan cepat ia melesat ke tengah – tengah kelas dan berkoar di sana, sekali lagi ia telah menguasai perhatian semua makhluk di kelas ini yang sedetik tadi keramaian menyelubungi sudut kelas tak bertuan ini –sebelum Kyuhyun menyitanya- -lagi-.
Dengan senyum mengembang dan semangat yang berkobar ia melanjutkan koar’annya.
“Hey, Guys!” koarnya dengan suara yang hampir mencapai 4 oktaf. Ia kembali menyita seluruh pandangan sepasang mata manusia di kelas ini tak terkecuali aku dengan tatapan seringaiannya yang semakin menajam. ”Pagi ini, kita akan berpesta sampai puas!” ucapnya dengan seringaian yang penuh makna yang benar – benar semakin melebar nan menajam.
Sedetik kemudian suara ricuh dan sorak sorai langsung menggema di setiap sudut kelas ini seakan mengerti makna yang tersirat dari ucapan Kyuhyun barusan. Aku memekik senang, menahan suatu kebahagiaan . Hari ini akan terbebas dari ancaman dan kecaman Kim Devil Killer sonsaengnim yang bisa saja menambah rentetan peristiwa menyebalkan nan sialk yang bermula terlambat bangun di pagi hari tadi.
Sejurus kemudian aku menangkap sebuah lirikan mata yang menajam ke arahku. Lirikannya lagi. Tapi kali ini lirikannya benar – benar membuatku terheran dan tak nyaman seolah ada arti tersendiri dari lirikannya dan lagi – lagi seringaiannya yang ditujukannya padaku. Dan seakan – akan aura yang muncul dari tubuhnya membuat aura ketenanganku terusik.
Tapi,,,, inilah aku. Aku tak memperdulikannya, toh itu sudah menjadi ekspresi diri dari dirinya, Cho Kyuhyun.
Kuputar kembali memory otakku sedikit. Segera kuraih ponsel di sakuku, menitih kembali rencana – rencana yang tadi sempat menghampiriku di saat sang evilkyu itu belum muncul, rencana yang kutujukan pada Yesung oppa.
Segera kuketik beberapa huruf di layar ponselku hingga membuat sebuah rangkaian kalimat singkat lalu kupilih tanda send untuk kukirimkan padanya. Sekilas kutatap layar ponselku dengan hati berbunga begitu mendapati sebuah pemberitahuan bahwa pesanku telah terkirim padanya tanpa adanya hambatan.
Beginilah sekiranya bunyi pesan singkatku tadi.
“Oppa,, aku ingin bertemu denganmu saat ini. Kutunggu di tempat biasa. Miss you :*”
Seperti itulah pesanku, dengan emoticon ‘kecupan’ yang tak pernah aku lupa untuk kuselipkan di bagian akhirnya.
Tqanpa ba bi bu lagi dan menunggu balasan pesanku –karena aku yakin, oppa langsung ke sana tanpa memberiku konfirmasi-, aku segera beranjak dari tempat dudukku dan berlari kecil keluar kelas menuju tempat yang saat ini telah menjadi tempatku dan Yesung oppa untuk saling melepas rindu dan sesekali kugunakan untuk sekedar mengobrol suatu hal untuk saling melepas kepenatan akibat jam – jam pelajaran bila jam jam istirahat tiba.
Kududukkan tubuhku ini tepat di sampingnya, membuat dirinya sedikit kaget dengan kemunculanku secara tiba – tiba dari arah belakang.
Sudah kuduga,,, ia memang telah mendahuluiku kemari.
“Chagi,,, kau mengagetkanku.” Ucapnya seraya melayangkan tangannya ke pipiku membentuk sebuah cubitan gemas pada pipi chubbyku ini.
“Appo~,,, kau berniat membuat pipiku semakin bulat, huh?” kataku sebal sambil menggembungkan kedua pipiku dan mengusap – usap pelan pipi kiriku yang kini talah menjadi korban tangan jahilnya.
“Anni~~,,,, aku suka pipi bulatmu.” Ujarnya tersenyum hangat memperlihatkan sedikit giginya yang rapi membuat pipinya menyembul mengembang –sedikit membulat, tapi tak sepenuhnya- dan menarik matanyamembentuk garis lengkung –menyipit- yang indah. Membuatku semakin gemas menatapnya. Sembari tangannya terulur ke pipiku sedetik setelah kulepaskan sendiri tanganku dari pipiku, lalu punggung – punggung jari kanannya yang merapat mengusap pelan ke pipiku yang masih menggembung mewakili ekspresi dan perasaanku yang masih sedikit sebal atas perlakuannya tadi.
“Melihatmu seperti ini, membuatku ingin memakan pipi bulatmu itu,” godanya lagi dengan membisikkan kalimat itu tepat 10 cm-an di depan telingaku mengingat tak ada celah sedikitpun jarak dudukku dengan Yesung oppa. Membuatku seketika menghembuskan udara yang menggembungkan pipiku sehingga sedikit datar seperti semula –walopun memang masih bulat penuh- sembari menahan senyum menyembunyikan rona merah yang ditimbulkannya.
Sesaat kemudian kami telah menikmati suasana sepi café sekolah ini –dijam pelajaran pagi ini- dengan 2 mangkuk ramyun dan soda dingin di atas meja di hadapan kami. Aku sungguh menikmati suasana seperti ini bersamanya. Seakan – akan tempat ini telah menjadi surgaku bersamanya sehingga tak seorangpun mampu menjamah tempat ini.
Sesekali Yesung oppa bertingkah konyol dan aneh di sela – sela perbincangan dan sarapan pagi kami ini. Hal yang menurutku aneh dari tatapan mataku padanya saat ini adalah kebiasaannya yang sulit dirubahnya yaitu mengangkat makanannya dengan sumpit tapi tangan satunya ikut mengangkat ujungnya. Sungguh, membuatku geleng kepala saat kebiasaannya ini muncul di hadapanku. Begitu kutegur dirinya dan melarangnya, tatapannya seolah – olah aku telah merebut makanannya dan tiba – tiba bersikap seolah – olah aku ni adalah eommanya.
“Kajja, kau melarangku melakukannya. Tapi aku tak bisa.” Ucapnya dengan nada merengek seakan – akan dirinya lebih muda dariku.
“Lalu?”
“Suapi. Aaaaa,,,,,,,,” tuturnya manja sembari melebarkan mulutnya bersiap dengan segala apapun yang akan kumasukkan dalam mulutnya jika saja aku memiliki sikap jahil di atas rata – rata.
Tapi aku tak tega. Aiisssssshhh,,,,
Untuk beberapa saat kemudian aku berubah pikiran, aku tak mau jadi eommanya terus – terusan. Aku ngambek atau sejujurnya aku berpura – pura ngambek. Aku memintanya untuk berganti menyuapiku. Jurus manjaku yang melebihi dirinya akan kugunakan saat ini. Tanpa menghitung waktupun, hanya dengan tatapan mataku iapun langsung menyanggupinya. Sesaat senyumku tersungging dengan jelas dari wajahku, melihatnya yang seolah tak berdaya akan sikapku.
“Arra,,,,” ucapnya pasrah membuatku menahan senyum. Yesung oppa-pun langsung mengangkat sumpitnya dari mangkok ramyunku dan menyumpitkan sepotong daging dari atasnya. “Ini,,,, makanlah” lanjutnya seraya mengangkat sumpit dan mengarahkannya ke dalam mulutku yang bersiap untuk melahap makanan dari sumpit kepunyaannya. Tapi, tiba – tiba saja sebelum sempat daging itu jatuh ke mulutku, kurasakan sebuah aura dan hawa aneh mengelilingiku dan Yesung oppa dengan kuat. Dapat kurasakan dengan jelas aura itu semakin mendekat dan mendekat. Bahkan auranya saat ini lebih kuat dari saat aku merasakannya di kelas tadi. Jangan – jangan,,,,,,,,
“Awww~ appo~~” rintihku bersamaan dengan Yesung oppa.
Kurasakan sebuah tangan yang lembut nan lentik menarik paksa telinga kananku, mungkin saja telingaku akan copot dari sarangnya(?) jika aku tak mengikuti arah gerak tangan itu yang menarik telingaku ke atas, yang otomatis membuatku berdiri dari dudukan.
Dapat kulihat, nasib samapun menimpa Yesung oppa yang harus mengorbankan telinga kirinya.
Seketika itu juga dapat kulihat sang empunya tangan yang menarik telinga sepasang kekasih yang tak berdosa ini –sebelum aku tau sang empunya tangan-. Begitu ku tau,,,,
“Kim sonsaengnim!” ucapku lirih, membelalakkan mata tak percaya begitu kudapati sebuah wajah dengan tatapan membunuh berada tepat di hadapanku.
“Kajja!! Lanjutkan pacaran kalian di depan Kepala Sekolah” ucapnya mengerikan sembari menggiringku dan Yesung oppa menuju ruang Kepsek dengan tangan masih mengunci telingaku dan Yesung oppa.
“Aihhhh,,, appo~” rintihku dan Yesung oppa bersamaan.
Sekelebat kutemukan sebuah wajah dengan seringaian tanpa dosanya yang ternyata telah mengekori Kim sonsaengnim sedari tadi.
‘Aaaaaaaarrgghhhh,,,,, pabbo! Kenapa kau tak dapat menebaknya dari awal Kang Soo Bin! Ternyata dia melakukan pembalasan. Pabbo! Pabbo! Pabbo! Aiihhhhh,,, awas kau Kyu, suatu hari nanti akan kubuat perhitungan denganmu’ rutukku dalam hati mengutuki namja sialan itu.
Aigooo,,,, pagi hariku benar – benar sial. Kencan romantisku debgab Yesung oppa rusak. Semua in gara – gara si evilCho Kyuhyun.
Ssiiaaaaaalllll…..!!!!!!!!!!!!!
End
Adakah yg kurang jelas dgn isi ataupun alur ceritanya?? Bisa ditanyakan lewat komen
Mianhae, bahasanya serabutan(?), semrawut. Original dari otak author, jadi beginilah gaya author
Ini mungkin system pengerjaannya kek dikejar deadline gituh. Maklum, setelah dapet wangsit ini langsung dikerjakan, bahkan tdk menghiraukan watu dan tempat. Sedikit curhatan, author dapet wangsitnya(ide cerita) waktu di sekolah. Waktu itu temen author ngajak ke kantin di saat jam pertama berlangsung, langsung saja author setujui karna tau sang guru tdk akan mungkin dating -karna memang berhalangan dating-. Dan muncullah ide FF ini. Heheee…!!!#ga ada yg nanya-___- .. sikap author,,, jangan ditiru yak

 

One thought on “MISFORTUNE // Oneshoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s