THE ONE I LOVE (PART 5) // SERIES

 

TOIL5

Title     : The One I Love (Part 5)

Author  : Andriya ( www.facebook.com/andriya.optimis )

Genre   : Romance, Sad (?)

Rating  : PG 17

Length  : Series

Cast     :

Cho Kyuhyun

Park Min Ah

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Lee Sungmin

Etc (berkembang sesuka hati author)

 

Annyeong readers ^^  #bagi2 aspirin bareng Bada, Choco ples Heebum.

 

 

Warning : FF ini terinspirasi dari drama “Reply 1997”. Otomatis banyak flashbacknya. (Tapi ternyata masi banyak readers yang bingung dg alurnya ya. Jangankan readers, author aja juga bingung kok, kekekekkkk ^^v) FF ini mengandung unsur mbulet dan membuletkan, bingung dan membingungkan, dan memberikan efek pusing, mual, dan muntah karena kebingungan2 yang terjadi.

Wookiee, mulai part ini dan beberapa part selanjutnya isinya flashback semua (#Readers: Kok out of request sih, thor? Kita kan mintanya jangan kebanyakan flashback!  #Author: suka2 author dong yaaa, orang author yg crita kok :p  #readers: timpuk author pake sepatu!!!  #author:*mojok nangis sama Hae).

Biar readers nggak bingung sama timeline-nya, author sengaja bikin urutan flashback kisah kandasnya hubungan Kyu-Min Ah di Pelabuhan Tanjung Mas (#authorsedeng). Dan bagi readers yang masih saja tetep bingung dengan FF aneh ini, dipersilakan minum aspirin yang sudah dibagikan ^^.

 

DISCLAIMER : This story is orriginaly MINE.

 

RULE : NO COPAST, NO BASH dan jangan lupa RCL-nya chingu ^_^. Bagi para PLAGIAT saya doakan Anda gudikan, cacar air, jerawatan sampai tua. Amin.

 

 

 

 

Yesungdahlah, tanpa banyak cuap2 lagi author mengucapkan:

 

Happy Readdangkkoma ^____^

 

 

 

 

“Some types of happiness, can’t be forgotten easily. Every meeting, it’s a happiness. No matter when, where, or whoever that you meet, or how the ending goes…”

 

 

 

#Part 5 Begin

Seoul, February 2008

@Seoul   University

~~Author Pov~~

Kantin Seoul university terlihat begitu penuh oleh mahasiswa yang sedang beristirahat, makan, berdiskusi ataupun mengerjakan tugas-tugas mereka. Di bagian belakang, di sudut yang agak sepi, seorang yeoja dan namja duduk saling berhadapan. Park Min ah dan Lee Hyukjae.

 

“Yaakkkk!!! Oppa! Kenapa datang-datang kau mengambil kentangku?” teriak Min ah kesal sambil memukulkan sumpit makannya ke meja.

 

“Mha-aph, Ah~ya. Akhu laphfar. Belum sharaphfan adi” jawab Hyukjae sambil mengunyah kentang comotannya dari piring Min ah.

“Kenapa tak beli sendiri? Sana! Pesan disana!” perintah gadis itu.

 

“Aku malas, Ah~ya.  Aku minta punyamu saja, ne?” ujar Hyukjae sambil mengeluarkan jurus aegyo andalannya. “Ayo, suapi Oppa-mu yang manis ini…aaaa…” pintanya setelah menelan kentang yang tadi dicomotnya. Min Ah mendelik melihat tingkah namja di hadapannya itu. Tapi tetap saja tangannya terulur menyuapkan nasi ke mulut Hyukjae.

 

“Tssk… kalau saja kau bukan sahabatku, pasti sudah kutendang jauh-jauh karena berani mencuri makananku!” keluh Min Ah.

 

 

~~Hyukjae Pov~~

“Tssk… kalau saja kau bukan sahabatku, pasti sudah kutendang jauh-jauh karena berani mencuri makananku!” keluh yeoja cantik di depanku ini. Mulutku yang penuh makanan hampir tersedak mendengarnya.

Mendengar langsung kata ‘Sahabat’ yang keluar dari bibir manisnya itu selalu menggoreskan luka tersendiri di hatiku. Ah~ya… sampai kapan aku harus menjadi sahabatmu?

 

Aku mencoba menetralkan rasa sakit yang selalu menyerangku bila memikirkan statusku di mata gadis itu. Aku segera menutupinya dengan gummy smile-ku. Berpura-pura tak ada yang terjadi di dalam hatiku.

 

“Ah~yaa… apa kau menyesal punya sahabat setampan aku?” ujarku mencoba merayunya. Yeoja itu segera menyuapiku dengan suapan nasi yang cukup banyak. Cukup untuk menyumpal mulutku hingga tak bisa bicara.

 

“Tentu saja aku menyesal!” jawabnya.

“Whae? Whae? Kenapfa menyengsal? Hharussnya khau banggkha punyha shahabbat setamfhan dan sepofuler akhhu…” protesku dengan mulut penuh makanan. Beberapa bulir nasi jatuh di sudut bibirku. Min Ah segera mengambil sapu tangan dan mengelap sudut bibirku dengan sapu tangan itu.

 

“Justru itulah aku menyesal berteman denganmu, Oppa. Bagaimana mungkin Lee Hyukjae yang setampan dan sepopuler dirimu sampai sekarang tak punya kekasih? Coba jelaskan padaku alasannya!”

“Uhhukk… Uhhukkk…!!!” aku benar-benar tersedak kali ini. Dengan sigap dan penuh perhatian Min Ah segera membuka botol air mineralnya dan menyodorkannya padaku. Aku segera menerima dan meneguknya cepat-cepat.

“Cja! Lihatlah! Tuan Lee Hyukjae yang tampan ini tersedak ketika ditanyai perihal kekasih. Tsskkk,,, benar-benar…. apa jangan-jangan kau gay, Oppa?”

 

Bruussshhhh…

 

Air mineral yang sedang kuteguk menyemprot keluar hingga membasahi kaos yang sedang kukenakan.

 

“Yakk! Ah~ya… kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?!” tanyaku kesal. Gadis itu   hanya terkikik. Tangannya sibuk mengelapkan sapu tangannya ke leher dan dadaku yang basah.

“Menurutmu? Kenapa aku bisa berpikiran seperti itu, hmm?” tanyanya kembali.

“Lalu apa yang akan kau lakukan seandainya aku benar-benar gay?” kubalikkan lagi pertanyaannya. Gerakan tangannya yang mengelap leherku berhenti. Kemudian gadis itu menatapku dengan tatapan serius. Tatapan yang membuat jantungku seakan berhenti.

 

“Maka akan ada banyak yeoja yang patah hati karenamu. Lihatlah yeoja yang duduk di pojok sana itu, oppa!” perintahnya sambil mendorong kepalaku agar menoleh ke arah yang diinginkan Min ah. Seorang yeoja manis berambut sebahu sedang duduk membaca buku dengan serius disana.

 

“Namanya Kim So Hee. Seangkatan dengan kita, jurusan sastra. Gadis yang cukup aktif, manis dan baik hati” jelas Min ah.

“Lalu apa hubungannya denganku?” tanyaku berlagak bodoh.

“Tssk… apa kau benar-benar tak menyadarinya, Oppa? Yeoja itu menyukaimu sejak semester pertama!” ucapnya kesal.

 

Min Ah~ya, apa kau juga tak menyadarinya? Aku menyukaimu sejak kita bertemu. Batinku sambil menatap wajahnya dengan penuh rasa sayang.

 

 

~~Park Min Ah pov~~

Aku menatap kesal namja yang duduk di hadapanku ini. Lihatlah wajah bodohnya itu! Bagaimana mungkin ia tak menyadari keberadaan yeoja-yeoja yang mengejar-ngejarnya itu? Apalagi yeoja bernama Kim So Hee. Huuft. Aku benar-benar tak habis pikir melihat tingkah laku sahabatku ini. Kucubit pipinya dengan gemas.

“Dasar namja babo! Apa kau tak melihat selama ini Kim So Hee selalu duduk disana hanya untuk dapat melihatmu dari dekat, ha??” tanyaku.

“Aah, appo, Ah~ya. kenapa kau senang sekali mencubitku?” tanyanya sambil menyingkirkan tanganku dari pipinya.

“Kau ingin tahu alasanya?” aku langsung mengangguk bersemangat.

“Karena di hadapanku sudah ada gadis cantik bernama Park Min Ah, sehingga aku tak bisa mengalihkan mataku pada gadis lain” rayunya sambil tersenyum lebar. Tanganku segera terulur kembali untuk mencubit pipinya.

“Aaa-aah… sakit, Ah~Ya! Huhuhu…” rengeknya manja. Aku segera melepaskan cubitanku dan bersedekap kesal.

 

“Dasar tukang rayu!” ucapku kesal. Namja babo itu mengusap-usap pipinya yang memerah karena cubitanku.

 

“Ah~ya… jebal, jangan marah, ne?” ucapnya. Satu-satunya sahabat laki-lakiku di kampus itu segera meraih tanganku dan mempermainkan jemariku dengan mengetuk-ngetukkannya ke meja.

“Bagaimana kabar pengirim bunga misterius itu? Apa kau sudah menemukannya?” tanyanya mencoba mengalihkan perasaan kesalku.  Dan itu cukup berhasil. Aku segera menoleh ke arahnya.

 

“Belum… aku belum menemukannya. Aku masih menerima bunga anyelir pink tadi pagi di depan pintu rumahku” ujarku. Sudah satu setengah tahun berlalu. Tapi sampai sekarang aku belum bisa menemukan pengirim bunga misterius itu. Hal itu terkadang membuatku frustasi.

 

“Bagaimana bila seandainya aku yang mengirim bunga itu? Bagaimana seandainya aku mencintaimu?” tanya Hyukjae yang membuatku terperangah. Aku tak pernah memikirkan kemungkinan itu. Kemungkinan bahwa ia yang mengirimkan bunga-bunga itu, ataupun kemungkinan bahwa ia mencintaiku.

 

“Mm-mwoo?” ucapku tergagap.

“Hyahahahahahahaha…” tiba-tiba namja itu tertawa. “ kau benar-benar lucu, Ah~ya! lihatlah wajahmu yang melongo seperti ikan nemo itu! Bwahahahaha….!!!”

Tuh, kan! Namja ini benar-benar menyebalkan! Langsung kutusuk-tusuk badannya dengan sumpit yang tadi kugunakan untuk menyuapinya.

 

“Yaakkk!! Yaakkkk!!! Ah~ya.. Appo… Hentikaan.. Ampuun… Ampuunn…” teriaknya kesakitan. Segera ku banting sumpitku dengan kesal ke atas meja.

“Kau benar-benar menyebalkan, Oppa! Bercandamu keterlaluan! Aku sedang serius tahu?” kataku kesal.

“Hahaha… Mianhe. Maafkan Oppa tampanmu ini, ne? Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau nanti pulang kuliah kita ke Grand Place? Sudah lama kita tidak kesana bukan?” ajak Hyukjae.

 

“Hmm… baiklah. Aku mau Chocholatte Mint ya? Oppa yang traktir!” perintahku.

“Otte. Kajja kita kembali ke kelas” ajaknya, sambil membantuku membereskan sisa-sisa makanan dan beberapa buku yang ada di meja kami.

 

Aku merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Hyukjae. Ia selalu mampu mengerti perasaanku. Namja itu mengenalku luar dan dalam. Di saat aku senang ataupun sedih, ia akan selalu ada untukku. Dialah temanku curhat dan berkeluh kesah. Dan ia tempatku mencari penghiburan. Apapun yang terjadi di dalam hidupku, ia pasti mengetahuinya. Aku bisa bebas menceritakan apapun padanya.

 

“Kenapa sekarang kau jarang ke Grand Place, Ah~ya? bukannya dulu kamu hampir tiap hari kesana?” tanya Hyukjae ketika kami berjalan menuju kelas.

 

“Karena disana terasa berbeda tanpa Mr. Lee…” jawabku.

“Pelayan itu? Kenapa? Apa bedanya?”

“Entahlah. Chocholatte Mint buatannya selalu terasa sempurna di lidahku. Pelayan yang lain tak bisa membuatkan Chocolatte Mint seenak buatan Mr. Lee” paparku. Hyukjae hanya mengangguk-angguk mendengar jawabanku.

 

Sebenarnya tak hanya itu alasanku mulai jarang mengunjungi restauran itu. Dulu aku kesana tiap hari hanya ingin melihat mata teduh Mr. Lee, apapun makanan dan minuman yang disuguhkan, akan terasa lebih sempurna bila menikmatinya sambil menatap mata dan senyumannya.

 

Sekarang, sudah lebih dari delapan bulan namja itu kembali ke Amerika. Grand Place terasa hampa tanpa kehadirannya. Omooo, aku pasti sudah gila. Padahal aku sama sekali tak mengenal namja itu. Tapi bagaimana mungkin aku bisa merindukannya??

 

 

 

 

Seoul, July 2008

@Namsan Tower

~~Author Pov~~

Seorang yeoja berdiri di pinggir balkon (?) Namsan Tower. Pemandangan lampu kota Seoul yang berkedip-kedip di di bawahnya malam itu terlihat begitu indah di matanya. Namun hal itu tak cukup menghibur perasaan resahnya. Berkali-kali ia melirik jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Jarum jam menunjukkan pukul 23.30 KST.

 

Park Min Ah, gadis itu, berjalan menuju meja terdekat. Satu-satunya meja yang masih ada hiasan dan makanannya. Meja-meja yang lain sudah kosong ditinggal para penghuninya. Ia segera mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Lilin yang menghiasi meja itu sudah hampir habis meleleh. Cahayanya yang redup menari-nari bersama sepoian angin yang beranjak dingin. Sambil merapatkan cardigan tebal yang melindungi tubuhnya, Min Ah segera mengetik pesan di ponselnya.

 

To : My Sweetheart

Oppa, waeyo? Aku hampir mati membeku berdiri tiga setengah jam disini. Apa kau lupa janji kita?

 

Gadis itu beranjak duduk menghadapi makanan-makanan yang sudah menjadi dingin sejak tadi. Matanya menerawang ke kejadian seminggu yang lalu.

 

 

#Flashback in Flashback

@Han River

~~~Author pov~~~ 

Mata Park Min Ah menerawang ke langit yang terbentang luas di hadapannya. Gadis itu  berbaring di pangkuan Kyuhyun yang sedang asyik memainkan PSPnya, sambil sekali-sekali membenahi alat pancingnya. Kedua sejoli ini sedang piknik dan memancing di tepi sungai Han.

 

“Oppa…” panggil Min Ah.

“Hmm?” jawab Kyuhyun singkat. Matanya tetap terfokus pada PSP-nya.

“Hari Selasa minggu depan, jam 8 malam, jangan lupa ke Namsan Tower ne?”

“Entahlah, chagi~a. Akan ku usahakan.  Pekerjaanku banyak sekali akhir-akhir ini. Para klien itu terus menerus menyita waktuku”  jawab Kyuhyun. Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering. Namja itu segera mengangkatnya.

 

“Yobboseo, Nona Choi?”

“…….”

“Ah, mianhe, hari ini saya sedang libur. Besok saya akan segera menemui Anda”

“…….”

“Maaf, Nona. Hari ini saya benar-benar tidak bisa”

“…….”

“Mianhe, Nona. Jeongmal mianhe. Gomawo”

 

Kyuhyun menutup ponselnya. Napasnya menghembus kesal. Min Ah yang sedari tadi mendengar percakapan namja itu segera merespon emosi Kyuhyun.

 

“Waeyo, Oppa?”

“Klienku, Chagi. Nona Choi, dari Major Entertaiment. Dia sering memberiku pekerjaan di luar jam kerja. Diskusi inilah, ekspansi itulah. Kalau bukan karena tuntutan perusahaan, aku pasti sudah membuang yeoja genit seperti dia di tengah jalan” Min ah yang mendengarnya tersenyum kecil.

“Sepertinya Nona Choi menyukaimu, Oppa” tebaknya, “Apa ia cantik?” Kyuhyun diam dan berpikir sejenak. Otaknya berusaha mengingat sosok bernama Nona Choi itu.

 

“Entahlah chagi. Mungkin ia bisa dibilang cantik karena pakai make up tebal. Aku belum pernah melihatnya tanpa make up, jadi aku tak tahu dia cantik atau tidak. Hehehee…”

 

“Sepertinya banyak klienmu yang menyukaimu, Oppa. Apa kau tak tergoda dengan mereka?” Kyuhyun langsung mendelik menatap yeojanya itu.

“Apa maksudmu, chagi~ya?”

“Molla… hanya saja, banyak yeoja cantik mengelilingimu di kantor, aku hanya takut kau akan tergoda dengan salah satu dari mereka. Seperti nona Choi itu misalnya…” jelas Min Ah mengeluarkan sedikit unek-uneknya.

 

Ya, terus terang gadis itu belakangan ini sering khawatir dengan pekerjaan Kyuhyun. Karirnya cukup meroket, dari seorang karyawan biasa menjadi seorang manajer. Berkat kepiawaiannya dalam bernegosiasi, Kyuhyun selalu dmiinta perusahaannya untuk mengurus segala kegiatan marketing perusahaan. Bahkan di luar jam kerja. Itulah yang menyebabkan intensitas pertemuan Min ah dan Kyuhyun mulai berkurang. Dan hal itu pula yang menyebabkan Min Ah khawatir bila sewaktu-waktu namjanya akan berpaling darinya.

 

Kyuhyun segera mengangkat kepala Min ah yang berbaring di pangkuannya hingga gadis itu terduduk. Dipegangnya pipi gadis yang dicintainya itu. Dengan lembut ia mengecup kening gadisnya dan kemudian mata hazelnya menatap lembut mata sang gadis.

 

“Apa kau tak mempercayaiku chagi~a?” tanyanya. Min ah membalas tatapan namjachingunya itu, mencari-cari cinta disana. Dan ia menemukannya.

“Tentu saja aku mempercayaimu, Oppa…” jawabnya. Mendengar hal itu, senyum Kyuhyun melebar dan kemudian ia memeluk tubuh Min ah dengan penuh perasaan cinta.

#Flashback in Flashback End

 

Back to Seoul, July 2008

@Namsan Tower

~~Park Min Ah pov~~

Aku merapatkan cardigan yang menyelimutiku, berusaha menjaga agar tubuhku tetap hangat. Lilin yang menghiasi meja yang kupesan sudah benar-benar mati karena habis meleleh. Dua setengah jam lebih aku disini sendirian. Padahal ini anniversary kedua hubunganku dengan Kyuhyun. Tapi sepertinya namjachinguku itu tak bisa datang.

 

Untuk terakhir kalinya aku mengecek layar ponselku, siapa tahu namja itu sudah membalas pesanku. Tapi tetap saja nihil. Aku menyerah. Aku tak mau mati kedinginan di sini. Segera ku ambil tasku dan berjalan keluar dari tempat ini.

 

Aku berjalan perlahan menuju halte terdekat. Beberapa restoran yang kulewati masih penuh dengan pengunjung. Jalan yang kulewati juga masih ramai oleh orang-orang. Tapi rasanya aku hanya sendirian. Aku merasa kosong, dan kesepian.

 

Tiba-tiba pandanganku terjatuh pada sosok yang sedang sedang keluar dari sebuah restoran 10 meter di depanku. Senyum mengembang di wajahku yang tadinya pucat karena kedinginan. Aku berusaha mempercepat langkahku menuju ke arahnya.

 

“Op…”

 

Mulutku yang tadinya membuka untuk memanggil namanya terhenti. Seperti langkah kakiku yang terhenti melihat sosok lain yang keluar bersamanya. Tenggorokanku tercekat. Aku hanya bisa berdiri terpaku melihat Kyuhyun, namjachinguku, keluar dari restoran itu sambil memapah seorang yeoja cantik berpakaian sangat seksi yang berjalan sempoyongan karena mabuk. Kulihat namjaku begitu kewalahan menuntun yeoja itu. Beberapa kali mereka hampir terjatuh.

 

Aku hanya bisa diam terpaku melihat yeoja itu memeluk-meluk namjaku, bahkan mencium pipinya sambil berceloteh dan tertawa-tawa tidak jelas. Aku terus menerus melihat wajah namjaku yang kerepotan memapah yeoja genit itu hingga mereka masuk ke dalam mobil, dan mulai melaju pergi meninggalkanku yang masih berdiri tak beranjak di tempatku semula.

 

“Aku percaya padamu, Oppa. Aku mempercayai hatimu. Aku mempercayai cinta kita” bisikku mencoba menguatkan hatiku. Tapi tetap saja kurasakan air mata mengalir deras dipipiku, dan kakiku terasa begitu lemas. Aku jatuh terduduk. Tak kuhiraukan orang-orang yang menatap aneh ke arahku.

 

Teeeng… tenggg… teeenggg…

 

Menara jam besar yang ada di tengah jalan itu berdentang keras, menandakan bahwa hari ini telah usai.  Anniversarymu sudah berakhir, Park Min Ah. Ayo masuk ke tahun ketigamu bersama Kyuhyun. Batinku.

 

“Aku percaya padamu, Oppa… “

“Aku percaya padamu…”

“Aku percaya padamu…” bibirku tak henti-hentinya mengucapkan kalimat-kalimat itu seakan-akan kalimat itu adalah mantera terampuh yang dapat menguatkanku. Perlahan kukuatkan hatiku, mulai berdiri, dan perlahan berjalan pulang.

 

 

Next Day

@Lee Sungmin-Sora Apartment

~~Sungmin Pov~~

Aku duduk di kursi menonton tayangan drama di televisi. Sesekali aku melirik Kang Sora, istriku, yang sedang duduk dengan santai di sampingku.  Tangannya sesekali mengelus lembut perutnya yang agak membesar. Yeoja itu sedang mengandung aegy-ku. Hahaha. Mau tak mau aku harus menertawakan diriku sendiri. Sering kali aku merasa bersalah pada yeoja yang telah menjadi istriku itu. Satu tahun lebih kami telah bersama. Dan sebagai suami yang baik, aku berusaha memberikan nafkah untuk istriku. Baik lahir maupun batin. Hanya saja, setiap kali kami melakukan ‘itu’, yang kulihat bukanlah wajah istriku. Melainkan wajah yeoja lain.

 

Tsskkk, Sungminnie… sampai kapan kau akan terus melihat yeoja bernama Park Min ah itu?  Lihatlah istrimu! Lihatlah calon aegymu!

 

Logikaku selalu berteriak seperti itu. Tapi hatiku selalu memberontak semua pemikiran logis yang ada. Aku masih mengharapkan kehadiran yeoja itu.

 

Terdengar suara pintu terbuka dan seseorang masuk dan segera duduk di samping istriku. Sora seegera mengangkat kepalanya yang tadi bersandar di bahuku dan menyapa orang yang masuk tadi.

“Min Ah~ya… gwechana? ada apa? Kenapa wajahmu kusut seperti itu?” tanya istriku lembut padanya.

 

Deg!

 

Seperti biasanya, setiap mendengar namanya disebut, jantungku langsung berdegup kencang. Segera kulihat sosoknya. Wajah itu benar-benar pucat, seperti tak punya daya hidup.

 

“Hey, Ah~ya?  kenapa? Bukannya kemarin kau dan Kyuhyun bersenang-senang? Kenapa pagi-pagi sudah datang dengan wajah jelek seperti itu?” tanyaku mencoba berpura-pura menunjukkan bahwa hatiku sudah tak ada perasaan lagi padanya.

 

“Kyuhyun tak datang, Oppa…” jawabnya lirih sambil menyandarkan kepalanya di kursi. Sepertinya ada yang berusaha disembunyikan yeoja itu. Kemudian tangannya mengelus-elus lembut perut istriku.

“Benarkah?” tanya Sora. Gadis itu hanya mengangguk.

“Jam berapa kau pulang?” tanyaku penasaran. Aku tahu benar karakter  gadis itu. Ia pasti menunggu Kyuhyun semalaman.

“Jam 12….” tuh, kan. Aku tahu mereka berjanji bertemu jam tujuh. Dongsaeng evilku itu benar-benar tega membiarkan kekasihnya menunggu tanpa kabar!

“Dan kau pulang sendirian, saeng?” kali ini Sora yang bertanya. Min Ah menjawabnya dengan anggukan.

“Kenapa kau tak menghubungi kami? Paling tidak Sungmin Oppa bisa menjemputmu dan mengantarkanmu pulang” tegur Sora. Min ah melihatku sebentar kemudian tersenyum pada istriku.

 

“Mana mungkin aku memanggil suami Eonni tengah malam? Eonnie kan sedang hamil enam bulan. Siapa yang akan menjaga eonni kalau Sung Oppa menjemputku?” ucap gadis itu. Lalu ia menempelkan kupingnya ke perut besar istriku.

 

“Iya kan chagi? Kau lebih membutuhkan appamu dibandingkan tante, bukan?” ucapnya pada calon aegy kami. “Cepatlah lahir dan cepatlah besar, chagi. Ayo segera main denganku” lanjutnya, membuat Sora terkekeh.

 

“Sudahlah, saeng. Aku geli merasakan ia bergerak-gerak menendangku setiap kau ajak bicara. Aneh sekali aegyku ini. Rasanya ia hyperaktif tiap kau ajak bicara. Bahkan dengan appanya pun ia tak seaktif ini” ungkap Sora. Aku terkekeh dalam hati. Bahkan kau sudah menyukai yeoja itu sebelum kau lahir di dunia, chagi. Sepertinya bakat itu menurun dariku, bukan?

 

BRAKKKK!

 

Suara pintu apartemen terbuka dengan kasar. Seorang namja berjalan masuk ke apartemen kami dengan tergesa-gesa. Kami segera menolehkan kepala untuk melihat siapa pendatang baru itu.

 

 

~~Author Pov~~

Kyuhyun membuka apartemen Sungmin dengan kasar dan berjalan tergesa-gesa menuju ruang keluarga. Begitu dilihatnya Min ah berada disana, ia segera menghambur ke arah gadis itu dan memeluknya.

 

“Mianhe, chagi~ya. Jeongmal mianhe. Aku tak bermaksud mengecewakanmu. Tapi klienku itu benar-benar keterlaluan” ucapnya sambil terus mendekap erat yeojanya.

“Sudahlah, Oppa. Aku tak apa-apa. Aku paham Oppa sedang sibuk” jawab Min ah sambil tersenyum. Wajahnya yang tadi pucat kini agak berwarna.

 

“Yak! Jangan beromantis-romantisan di rumah orang lain, hah!” tegur Sungmin yang gerah melihat adegan di depannya itu. Kyuhyun segera melepaskan pelukannya dan memaksa duduk disamping Min Ah, menyebabkan mereka berempat harus berdesak-desakan di sofa.

 

“Hey, Evil! Apa kau mau membunuh aegyku, hah?” teriak Sora yang merasa kesakitan karena perutnya agak tergencet ketika Kyuhyun memaksa duduk. Akhirnya Sungmin mengalah dan berdiri untuk memberikan ruang pada istrinya.

 

“Mianhe, Noona. Aku sangat mengkhawatirkan Min Ah. Aku tadi berlari-lari ke rumah dan kampusnya. Aku takut dia marah dan kecewa padaku” terang Kyuhyun.

 

“Kalau begitu khawatirnya kenapa tak menghubungi ponselnya dulu, hah?” tanya Sungmin sambil beranjak membuka lemari es dan mengambil air mineral disana.

 

“Ponselku mati karena dijatuhkan klienku kemarin! Tssk… benar-benar klien yang menyusahkan!” ucapnya sambil berkali-kali mengecup bahu Min Ah. “Mianhe, chagi~ya. kemarin aku ingin menghubungimu, tapi tak bisa…” keluhnya.

 

“Tak apa-apa, Oppa. Aku paham” jawab Min ah. Tangannya segera meraih tangan Kyuhyun yang masih mendekapnya itu dan menggenggamnya erat.

“Kau mempercayaiku?”

“Ne. Tentu saja. Aku akan selalu mempercayaimu!” jawab Min ah sambil mengecup ringan tangan Kyuhyun.  “Oppa tak bekerja?”

“Ani. Aku membolos hari ini. Sudah cukup aku menemani yeoja genit itu kemarin. Aku malas bertemu dengannya hari ini. Ah! Bagaimana kalau kita ke Lotteworld hari ini aku akan menemanimu main seharian! Sebagai ganti perayaan anniversary kita yang gagal kemarin, otte?” usul Kyuhyun sambil memasang puppy eyes memohon persetujuan kekasihnya. Park Min ah hanya terkekeh, mengangguk dan mengacak-acak rambut tebal Kyuhyun.

 

“Noona, Hyung, apa kalian mau ikut kami ke Lotteworld?” ajak Kyuhyun menoleh kepada para pemilik asli apartemen itu.

“Aku tak ikut saja, Kyu. Aku baru saja kontrol ke dokter kemarin. Aku tak boleh terlalu lelah” jawab Sora. Kyuhyun segera menatap Sungmin.

 

“aku tak mau jadi obat nyamuk yang hanya bisa melihat kemesraan kalian di depan umum, evil!” jawab Sungmin kesal. Kyuhyun terkekeh mendengarnya, kemudian ia segera bangkit dan menggandeng tangan Min ah.

 

“Cja, chagi~ya! ayo kita segera berangkat! Aku tak sabar ingin bersenang-senang!” pintanya dengan wajah berseri seperti anak kecil. Park Min ah pun segera bangkit berdiri di samping namjachingunya.

 

“Oppa, Eonni, chagi, kalau begitu kami pamit dulu, ne?” ucap Min ah sambil mengelus perut Sora.

“Hyung, Noona, kami pergi dulu. Tak usah minta oleh-oleh karena kami karena kami tak akan kembali kesini” pamit Kyuhyun sambil memasang evil smilenya.

 

“cih! Siapa juga yang ingin oleh-olehmu!” balas Sungmin. Kyuhyun tertawa dan mulai menarik tangan Min ah untuk segera meninggalkan Sungmin dan Sora. Namun setelah berjalan beberapa langkah ia berhenti dan kembali menoleh kepada Sora.

 

“Oh ya, Eonni! Bisakah kau mengganti rangkaian bunga anyelir yang ada di meja tamumu itu?  Rasanya lebih bagus kalau ada mawar putih disana!” ujar Kyuhyun.

 

“Ah, itu. Itu bunga kesukaan Sungmin Oppa, Kyu” jawab Sora yang membuat Kyuhyun langsung menoleh ke arah Hyungnya.

 

“Tssk… Hyung, seleramu sederhana sekali” komentarnya sambil tersenyum mengejek, kemudian segera menarik Min ah agar terhindar dari amukan Sungmin.

 

“Yaakk!!! Kau dasar Evil!!!” teriak Sungmin sambil mengacungkan kepalan tangannya. “Awas kau ya! tunggu saja kalau aku melihatmu besok!”

 

 

New York, July 2008

@Lee Donghae’s House

~~Author Pov~~

Donghae tengah duduk di tengah taman rumahnya yang cukup luas. Di taman itu, berbagai bunga sedang bermekaran dengan indahnya. Beberapa rumpun anyelir, daisy, mawar dan lily bertebaran dengan rapi dan rimbun. Dihadapan namja itu, tepatnya di atas meja, tergeletak beberapa Scrap Book dan beberapa foto seorang yeoja. Tangan Donghae sedari tadi sibuk memotong-motong tumpukan foto yang ada di hadapannya itu, kemudian menempelkannya ke dalam Scrap Book dengan begitu kreatif.

 

I can’t live without you, my all is in you…

I can’t live without you, my all is in you…

Ponselnya berdering. Namja itu segera mengangkatnya.

 

“Yeobboseo, Tuan Kim?”

“…..”

“Ah, ne. Terima kasih. Aku akan segera mengeceknya di emailku. Terima kasih sudah mengawasinya untukku”

 

Setelah pembicaraan berakhir, tangannya kembali sibuk menempelkan guntingan-guntingan foto yang didapatnya dari pegawainya di Korea pagi ini. Setelah semua foto tertata apik di dalam Scrap Book, namja itu segera mengamati hasil aktivitasnya pagi itu.

 

“Nona Park, ah, Minnie~ya. Selamat pagi. Sudah setahun kita tak bertemu. Aku sangat merindukanmu. Apa kau merindukanku?” ucapnya pada sosok yang ada di dalam Srap Booknya.

 

 

 

From the T to the B to the C

                                                                                                                  

 

 

Do you remember? Di Part 4 Lee Donghae punya karangan anyelir di Grand Place, di part ini Lee Hyukjae menanyakan tentang anyelir, dan Lee Sungmin memiliki rangkaian anyelir di ruang tamunya. Jadi, Lee yang mana yang mengirimkan anyelir tiap hari pada Min Ah?

aHAEdeee… Rasa-rasanya ini FF makin membingungkan dan makin aneh, sodara-sodara! Kekekkkkkkkk.

 

Mian untuk tingkat keGAJEan yang akut dan typo yang berserakan.

 

Jangan lupa RCL ne???? Setiap RCL anda sangat berharga bagi author. Bikin semangat buat nambah bikin bingung readers. ^^ (#authordilemparisandal)

 

Pai pai readers, sampai jumpa di part selanjutnya ^^

 

 

 

*BOW…

5 thoughts on “THE ONE I LOVE (PART 5) // SERIES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s