Jebal Geumanhe… (Part 1) // Twoshoot

 

JG1

Jebal Geumanhe part 1 of 2

 

 

 

 

Jebal Geumanhe

 

 

 

 

Author : Dewi Azkiyati

 

 

 

Twitter : @dewikssparkyu

FB : Dewiks ShonavifaLidefa

 

 

Cast :

  •   Leeteuk (Park Jung Soo) – Super Junior
  •   L (Kim Myung Soo) – Infinite a.k.a Park Myung Soo

 

Genre : Family

 

Length : Twoshoot

 

 

 

Heheh… aku datang membawa sebuah FF yang sangat ancur dari yang terancur yang pernah saya tulis..😀

Saya kan masih author trainee jadi ya saya masih mencoba-coba genre seperti ini,, hehe

Mianhae kalau ceritanya bener-bener bikin mata anda mules(?)… ^^

Mianhae kalau feel nya nggak dapet, karena Authornya memang sedang mati rasa saat buat FF ini,,, kekeke…. ^^

 

Saya benar-benar masih belajar.. So.. mohon bantuannya… heheh

 

Semoga kalian menikmati yaa… ?? !! hehe

 

Mianhae kalau tiba-tiba ada typo lewat tanpa membayar pajak (?)…

 

 

 

Okedeehh……

 

 

 

 

 

Selamat Menikmati^^

 

 

Apa sebenarnya rencana terbaik Tuhan yang akan dia berikan kepadaku?

Mengapa dia membiarkan ku hidup?

Mengapa aku tidak mati saja?

Mengapa aku harus hidup seperti ini?

Jebal… beritahu aku…!!!

 

Lebih baik aku tidak pernah lahir didunia ini.

Hati ku terlalu rapuh dan terlalu lemah untuk menghadapi semua perlakukan buruk ini.

Hatiku hanyalah segumpalan daging yang Tuhan ciptakan untuk merasakan semua Anugerah-Nya.

Hatiku bukanlah sebongkah besi yang dapat mengalahkan kerasnya batu.

Jangan buat aku seperti ini….

Jebal Geumanhae…

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

Suasana malam yang sungguh teramat dingin. Tetesan air salju yang berubah menjadi embun seakan  menambah hawa dingin diruangan kecil berwarna putih ini. Angin perlahan berhembus menelusuri celah-celah ruangan tersebut seperti memberi ucapan selamat malam kepada seorang namja yang tengah tertidur pulas di balik selimut tebalnya.

 

“kreek..”

Suara lengkingan pintu ruangan kamar itu berbunyi dan munculah seorang namja yang tubuhnya kekar dan lebih besar dari namja yang tengah tertidur pulas. Seulas senyuman hangat menempel di wa jah namja itu saat mendekati namja diatas ranjang dengan mata terlelap.

 

jaljayo L.. mimpilah yang indah… hyung sangat menyayangimu.. saranghae” ucapnya lirih sambil mengusap lembut rambut L.

 

~~~>>>>>~~~

 

Keesokan harinya…

 

“L.. bangunlah! Ini sudah pagi, kau harus berangkat ke kampus! Bangunlah anak nakal” bisik Leeteuk sedikit keras di telinga L yang masih asyik menikmati mimpinya.

 

aigoo anak ini! Kalau kau tidak mau bangun, hyung akan memanggil appa untuk membangunkanmu, eotte?” bisik Leeteuk lagi dan berhasil membuat L terperanjat bangun dari posisi tidurnya.

 

andwe hyung! Aku sudah bangun! Apa hyung puas? Sudah jam berapa ini hyung?” Tanya L sedikit kesal sambil mengusap-ngusap matanya.

 

“jam setengah 7.. cepatlah kau mandi dan segera bergegas! Kau akan terlambat kalau kau tidak segera bersiap-siap”jawab Leeteuk dengan menampakkan lesung pipinya.

 

mwo??!! Setengah tujuh??! Mengapa hyung tidak membangunkanku dari tadi?? Hari ini kan aku ada kuliah pagi jam tujuh hyung! Omo!” L terperanjat kaget dan tanpa aba-aba ia segera masuk ke kamar mandinya.

 

“aaaiiiisshhh…. Dasar namja pabo…” gumam Leeteuk sambil terkekeh geli melihat dongsaengnya gelagapan.

 

Dengan setia Leeteuk menunggu L di dalam kamar L sambil memainkan I-Pad nya.

 

hyung.. kajja! Aku sudah terlambat!” seru L yang baru saja keluar dari kamar mandinya.

 

Mereka berdua turun beriringan dari kamar L dan berhenti sejenak ketika melihat appa mereka sedang menikmati sarapan di meja makannya. Appa mereka atau dikenal dengan Tuan Park langsung menoleh kearah L dan Leeteuk yang sedang menatapnya.

 

Tuan Park tersenyum manis menatap Leeteuk dengan setelan  jasnya yang benar-benar membuat tubuhnya tampak tegap layaknya seorang Direktur. Namun wajah Tuan Park seketika berubah menjadi sangat marah ketika melihat L yang berpenampilan layaknya seorang berandalan. L mengenakan celana jeans yang ujungnya sedikit robek dan tak lupa ia merangkul gitar kesayangannya di lehernya. Penampilan L benar-benar menyerupai seorang penyanyi rock.

 

“Park Myung Soo!! Begitukah penampilan seorang anak dari keluarga Park?? Kau ini mau kuliah atau mau mengamen, hah?! Berhentilah berpenampilan seperti berandalan! Penampilanmu sungguh tidak mencerminkan seorang anak dari keluarga Park!” amarah Tuan Park benar-benar melunjak.

 

geumanhae appa… jebal…” lirih Leeteuk sambil mengelus punggung L yang berdiri di sampingnya untuk menenangkan L agar tidak terpancing amarahya.

 

L mencoba menahan amarah yang kini bersarang di hatinya dengan mengepalkan tangan kanannya dan langsung beranjak keluar tanpa mengarahkan pandangannya sedikitpun ke arah appa nya.

 

hyung.. aku tunggu di mobilmu!” bisik L sebelum ia melangkahkan kakinya.

 

“dasar!! Mau jadi apa dia?!!” teriak Tuan Park

 

“sudahlah appa.. biarkan L bertindak sesuai dengan keinginannya” Leeeuk mencoba menenangkan appa nya dan langsung pamit untuk berangkat ke kantor nya.

 

ne, hati-hati di jalan…” balas Tuan Park dengan senyuman hangatnya.

 

 

~~~>>>>>~~~

 

@kampus L

 

hyung… aku masuk dulu ne… hati-hati di jalan, hyung!… selamat bekerja…!!! Heheh” pamit L sebelum masuk di dalam kampusnya.

 

ne… jangan membuat kekacauan di kampus ne? Fighting!” pesan Leeteuk sambil terkekeh kecil.

 

“iisshh… hyung!” gumam L sedikit kesal sambil meninggalkan Leeteuk yang sedang asyik cengengesan.

 

 

~~~>>>>>~~~

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam dan L baru saja pulang dari kampusnya karena harus menyelesaikan tugas skripsinya.

 

L membuka pintu rumahnya pelan sambil mengendap-ngendap ke kamar nya agar tidak dketahui oleh appanya.

 

Tapi…

 

“Park Myung Soo!! Apa-apaan kau ini! Mengapa kau baru pulang?? Ini sudah jam 12 malam! Apa saja yang kau lakukan diluar sana? Apa kau pergi ke club malam dan mabuk-mabukan dengan teman-teman berandalanm itu ?! atau kau mengamen dan berkelahi, hah??!! Kau benar-benar memalukan ! Appa benar-benar kecewa denganmu!” tuduh Tuan Park bertubi-tubi dan membuat perasaan L benar-benar terbakar emosi. Ingin sekali ia membalas perkataan appanya dengan umpatan kasar. Tapi itu bukanlah sifat L yang sebenarnya.

 

appa.. apa yang appa katakan? Tidak bisakah appa tidak memarahiku sedetik saja? Bisakah appa mempercayaiku satu persen saja? Bisakah appa memujiku satu kata saja? Bisakah appa tersenyum kepadaku sekilas saja? Bisakah appa memelukku sejengkal saja? Bisakah appa melakukan semua itu kepadaku sekali saja? Bahkan selama 20 tahun aku menjadi anak appa, aku belum pernah merasakan semua itu dari appa, yang aku dapatkan hanya amarah dari appa” L mengeluarkan sedikit amarahnya melalui kata-kata yang ia ucapkan.

 

“ apa maksud dari perkataanmu itu myung soo?? Tanya Tuan Park dengan suara sedikit meninggi.

 

L hanya bisa menunduk menyembunyikan tangisnya yang sebentar lagi akan meledak. Matanya mulai memerah dan panas menahan air mata yang sudah memenuhi pelupuk matanya.

L mencoba menarik nafasnya kasar untuk menenangkan hatinya yang sudah mulai terkoyak dengan perkataan appanya. Sebisa mungkin L menahan amarahnya yang kini sudah mendobrak pintu hatinya.

 

appa.. asalkan appa tahu.. aku pulang malam karena aku harus menyelesaikan tugas skripsi ku yang harus dikumpulkan sekarang” jelas L singkat dan tanpa seijinnya air matanya mulai menetes.

 

“benarkah apa yang kau katakan?” Tanya Tuan Park sedikit tercengang dan menyesali perkataannya.

 

“sekalipun aku berkata jujur, appa pasti tidak akan mempercayainya kan?” tandas L sinis dan dengan langkah gusar L menaiki tangga menuju ke kamarnya.

 

Besamaan dengan itu Leeteuk pulang dari kantornya dan terkejut melihat appa nya tengah terduduk lemas di sofa ruang tamu. Perlahan Leeteuk mendekati appa nya yang tengah mengusap kepalanya kasar.

 

appa? Gwaenchanayo?” Tanya Leeteuk khawatir.

 

gwaenchana nak,, cepatlah kau beristirahat! Kau pasti lelah setelah bekerja seharian” perintah Tuan Park lembut sambil mengembangkan senyum hangatnya.

 

Leeteuk hanya bisa mengangguk membalas perkataan appa nya dan seperti biasanya, Leeteuk selalu mengucapkan selamat malam kepada dongsaengnya sebelum ia pergi tidur.

Namun kali ini pintu L terkunci, terpaksa Leeteuk mengetuk pintu L, karena L tidak pernah mengunci pintu kamarnya ketika sedang tidur, sehingga Leeteuk sedikit khawatir dengan situasi ini.

 

Tok !! Tok !! Tok !!

 

“L!! bukalah pintunya! Hyung tahu kau belum tidur, cepatlah buka pintu kamarmu…!!” seru Leeteuk dari balik pintu kamar L.

 

Tanpa ragu L membukakan pintu kamarnya dan menyambut hyung nya dengan senyuman dinginnya.

 

waeyo hyung? Ini sudah malam, cepatlah hyung tidur! Hyung pasti sangat lelah..” ucap L dingin

 

aniya L.. ada apa denganmu? Apa kau baru saja bertengkar dengan appa? Apa kau melakukan kesalahan lagi?” Tanya leeteuk sedikit ragu.

 

L menghempaskan tubuhnya pelan di atas ranjangnya.

 

hyung… pernahkah aku membuat kesalahan kepada appa? Bukankah setiap apa yang aku lakukan, selalu salah di mata appa? Bahkan appa tidak pernah sedikitpun mempercayai perkataanku. Berbeda sekali sikapnya terhadapmu hyung.. semua yang hyung lakukan, pasti appa akan merasa bangga dan selalu memujimu, sedangkan terhadapku, hanya cacian yang appa berikan. Tidak ada sedikitpun kasih sayang yang appa berikan kepadaku, sepertinya appa hanya menyayangimu hyung.. aku sangat iri denganmu hyung, kau mendapatkan segalanya yang kau inginkan, sejak kecil appa hanya memanjakanmu! Semua kasih sayangnya hanya dilimpahkan kepadamu hyung! Tidak bisakah kau membaginya sedikit saja kepada ku hyung? Hah! Aku seperti bukan anaknya! Apa mungkin aku memang bukan anak appa, hyung??” L mengeluarkan sedikit ucapannya yang selama ini ia simpan dalam hatinya dan sungguh membuat hatinya sesak karena terlalu lama menyimpan kata-kata tersebut.

 

“kau bicara apa L?! Kau anak appa! Appa juga menyayangimu seperti appa menyayangiku” sanggah Leeteuk dengan tatapan lembut kearah L.

 

L membalikkan badannya dan membelakangi wajah Leeteuk yang tengah duduk disampingnya. Perlahan air mataya mengalir menelusuri pipinya dari pelupuk mata sipitnya. L mencoba menyembunyikan tangisnya dari hyungnya.

 

ani hyung.. seandainya eomma masih ada, mungkinkah dia juga tidak menyayangiku? Atau justru eomma sangat menyayangiku? Aku benar-benar seorang anak yang menyedihkan, aku belum pernah merasakan kasih sayang dari orang tua. Kau benar-benar sangat beruntung hyung pernah merasakan air susu eomma, pernah merasakan hangat peluknya, pernah merasakan lembut belaiannya, pernah merasakan manis kecupannya, mengapa eomma harus meninggal saat melahirkanku hyung? Mengapa Tuhan tidak mengijinkan aku sehari saja merasakan air susu eomma, merasakan hangat peluknya, merasakan kasih sayangnya? Dan mengapa aku harus dibesarkan oleh seorang appa yang sama sekali tidak menyayangiku? Mengapa aku sangat menyedihkan hyung? Kau sungguh beruntung hyung, lebih baik saat itu aku saja yang mati, bukan eomma..” ungkap L panjang lebar.

 

geumanhae, jebal geumanhae L! Bicaramu semakin ngawur dan sungguh membuatku kesal denganmu.. aku lelah… aku mau istirahat..” potong Leeteuk sambil bangkit dari tempat tidur L.

 

“aku juga kesal denganmu hyung! Kau mendapatkan segalanya! Kasih sayang eomma! Kasih sayang appa! Bahkan kau juga mendapatkan seluruh harta yang appa miliki! Semua saham perusahaan appa atas namamu!”

 

geumanhae! Kau…” ucapan Leeteuk terhenti saat melihat wajah L yang dipenuhi dengan air mata.

 

Leeteuk merasa sangat bersalah kepada L, hatinya bergetar melihat wajah L memancarkan kepedihan yang teramat dalam.

 

‘sedalam itukah kepedihan yang ia rasakan? Sekejam itukah kami memperlakukannya? Hingga air matanya berani membanjiri wajahnya yang tak berdosa?’

 

Leeteuk tidak mampu berucap lagi dan memilih untuk keluat dari kamar L.

 

Tuan park masih terpaku dalam posisi duduknya di sofa sambil memikirkan sesuatu yang mengganjal dipikirannya. Leeteuk perlahan mendekati appa nya yang sedang terlihat tidak karuan.

 

appa.. sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa appa begitu membenci myung soo? Mengapa appa memperlakukannya seperti bukan anak appa?” tanya Leeteuk memberanikan diri.

 

“dia memang bukan anakku, dia bukan darah dagingku” jawab tuan park.

 

“apa maksud appa?’ tanya Leeteuk bingung dan tak percaya dengan perkataan appa nya.

 

“Jung soo… sepertinya ini saatnya kau harus mengetahui kebenarannya, apa kau masih ingat kejadian 20 tahun yang lalu? Saat kau berusia 7 tahun?” tanya Tuan park kepada leeteuk.

 

 

 

FLASHBACK

 

 

Malam ini hujan turun dengan derasnya diiringi lantunan petir yang menyambar sangat keras. Sungguh malam yang gelap dan mencekam.

 

eomma.. aku ingin memiliki seorang adik” ucap Leeteuk di pangkuan eomma nya.

 

“sabarlah nak… sebentar lagi kau akan punya adik” sahut Ny. Park lembut sambil mengusap rambut Leeteuk pelan.

 

jinjja?? Tapi mengapa perut eomma tidak buncit?’ tanya Leeteuk polos.

 

Ny. Park tersenyum geli dengan pertanyaan polos anaknya.

 

eomma memang sedang tidak hamil nak, jadi perut eomma tidak buncit” jawab Ny. Park pelan.

 

Tookk!!! Tookk!!! Tookkk!! Tookk!!!

 

Tiba-tiba ada yang menggedor-nggdor pintu sangat keras. Sontak membuat Leeteuk dan eommanya kaget.

 

nugusseo eomma? Apa itu appa?” tanya Leeteuk penasaran.

 

molla… kau masuklah ke kamarmu dan tidurlah.. malam sudah semakin dingin… jal jayo…” perintah Ny. Park lembut.

 

Leeteuk langsung menuruti perintah eommanya dan segera masuk kekamarnya.

 

 

Tookk!!! Tokk!!! Tokk!!

 

chakkaman!!” seru Ny. Park.

 

Ceklek!

 

“selamat malam nona Park, apa kau masih ingat denganku?” ucap seorang namja yang kira-kira berusia 35 tahunan.

 

“kau?? Ada apa kau malam-malam kesini, hah?? Pergilah dari rumahku! Jangan ganggu kehidupanku!” usir Ny. Park sambil mencoba menutup pintunya, namun namja teersebut dengan sigap menahannya.

 

ani,, aku tidak akan pergi, mumpung suami mu belum pulang, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku” ucap namja itu gusar.

 

“apa maksudmu?? Aku sudah tidak mencintaimu! Pergilah! Atau aku akan berteriak!” ancam Ny. Park.

 

Namun namja itu malah membungkam mulut Ny. Park dan dengan paksa membawa Ny. Park ke dalam kamar Ny. Park dan Tuan Park.

 

“apa anakmu sudah tidur?” namja itu menghempaskan tubuh Ny. Park di atas ranjang dengan kasar.

 

“aku benar-benar ingin mengambil apa yang seharusnya aku miliki… dan kau adalah milikku” seru namja itu dan dengan gusar namja itu *tiiittttt…!!!!! (sensor) :D*

“aniya..!! tolong!!” teriak Ny. Park mencoba melawan.

 

“diamlah chagi! Atau aku akan membunuhmu dan anakmu!” ancam namja itu yang tengah *tiiitttt…!!!! (sensor) :D* Ny. Park.

 

Leeteuk yang mendengar suara berisik dari kamar eommanya merasa khawatir dan mencoba membuka pintu kmarnya, namun sial! Pintunya terkunci dari luar. Leeteuk mencoba mendobrak-dobrak pintu kamarnya, namun hasilnya nihil, tenaganya masih belum cukup kuat untuk mendobrak pintu sekeras itu.

 

“eomma!! Eomma!! Teriak leeteuk ketakutan dari dalam kamarnya.

 

 

FLASHBACK END

 

 

 

Leeteuk hanya terdiam mengingat kejadian malam itu, dia tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi malam itu, karena ia terkunci di dalam kamarnya. Dan setelah pintu kamarnya terbuka yang ia lihat hanya appa nya yang sedang memeluk eomma nya yang tengah menangis.

 

“apa kau tahu siapa orang yang datang malam itu?” tanya Tuan Park.

 

ani appa… nugusseo??”

 

“dia adalah mantan namjachingu eomma mu yang sakit hati karena eomma mu meninggalkanya dan memilih menikah dengan appa. Karena itulah dia dengan berani memperkosa eomma mu malam itu, dia benar-benar brengsek!” jelas Tuan park dengan emosi yang mulai memuncak.

 

 

 

FLASHBACK

 

 

“apa yang kau lakukan terhadap istriku??!!!” teriak Tuan park gusar.

 

Tuan park langsung menarik lengan namja yang tengah memperkosa istrinya dan melayangkan pukulan dengan amarah yang memuncak.

 

“kau brengsek!! Berani-beraninya kau melakukan semua ini kepada istriku!! Brengsek kau!!” teriak Tuan Park sambil meluncurkan pukulannya tepat di wajah namja itu.

 

Ny. Park hanya menangis sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut.

 

Tidak begitu lama polisi datang dan segera meringkus namja bejat itu untuk dimasukkan ke dalam penjara.

 

mianhae chagi.. aku tidak bisa melindungimu” ucap Tuan park sambil memeluk erat tubuh istrinya.

 

Ny. Park masih terisak dipelukan suaminya.

 

1 minggu kemudian…

 

“chagi.. aku hamil..” ucap Ny. Park dengan rasa takut menyelimuti hatinya.

 

Tuan Park benar-benar kaget dan tak percaya mendengar ucapan istrinya karena seingatnya ia sudah lama tidak melakukan’nya’ kepada istrinya semenjak kejadian malam itu.

 

“mwo?! Hamil??!!  Anak siapa yang ada diperutmu itu? Mungkinkah dia anakku? Atau dia anak namja brengsek itu??” Tanya Tuan Park sedikit kesal.

 

“molla.. tapi aku rasa….” Ucap Ny. Park terhenti dan air matanya menetes, kepalanya menunduk takut menatap wajah suaminya.

 

“tatap mataku.. dan katakan anak siapa ini?” Tanya Tuan Pak lagi sambil mencekeram kedua bahu istrinya.

 

“molla..” jawab Ny. Park dengan rasa cemas memenuhi hatinya.

 

Tuan Park menarik nfasnya panjang dan mengusap kepalanya kasar.

 

“gugurkan jika memang dia bukan anakku” ucap Tuan Park pelan.

 

“andwae.. tapi dia anakku..” sanggah Ny. Park yang diikuti dengan isakan tangisnya.

 

9 bulan kemudian…

 

“appa… aku akan punya adik kan??” Tanya Leeteuk senang saat dirumah sakit.

 

“ne..” jawab Tuan park sedikit tidak senang dengan kelahiran yang sebentar lagi akan ia saksikan.

 

Uisa yang menangani persalinan Ny. Park keluar dari kamar rawat Ny. Park. Tuan Park langsung menghampiri uisa tersebut dan menanyakan keadaan istrinya.

 

“Tuan… mianhamnida.. kami tidak bisa menyelamatkan istri Anda” jelas uisa tersebut dengan suara menyesal.

 

Tuan Park benar-benar tak percaya mendengarnya, bagaimana bisa istri yang selama ini sangat ia cintai meninggalkannya untuk selamanya. Tubuh Tuan Park langsung lemas seperti kehilangan seluruh oksigennya.

 

“Tapi Tuan, syukurlah.. kami masih bisa menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungannya. Sebenarnya saat itu kondisi istri Anda sangat lemah dan sangat tidak mungkin kami menyelamatkan nyawa keduanya, jadi dengan sangat terpaksa harus ada salah satu yang kehilangan nyawanya. Dan istri Anda lebih memilih merelakan nyawanya demi janin yang beliau kandung. Kami benar-benar minta maaf Tuan” terang uisa.

 

Tuan Park hanya bisa terduduk lemas mendengar semua penuturan uisa tersebut. Dia masih belum bisa menerima bahwa istrinya harus meninggalkannya secepat itu.

 

 

FLASHBACK END

 

 

 

L benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya, L sedari tadi berdiri terdiam diatas tangga menuju kamarnya. Sehingga L dapat mendengar dengan jelas semua percakapan tersebut tanpa sepengetahuan appa dan hyung nya.

 

‘jadi karena semua itukah appa membenciku? Mengapa harus aku yang tersiksa? Mengapa aku harus hidup dalam bayang-bayang kebencian appa?’

L langsung terduduk lemas dengan semua kenyataan pahit ini.

 

“mengapa eomma mu rela mengobarkan nyawanya demi anak haram itu? Apakah kau tahu jung soo? Appa sangat mencintai eommamu, dan hanya demi anak itu, eomma mu meninggal. Setiap kali appa melihat wajah anak itu, appa selalu teringat dengan kejadian yang menimpa eommamu. Kalau bukan karena appa mencintai eommamu, sudah dari dulu appa membuang jauh-jauh anak itu dari kehidupan appa” ungkap Tuan Park

 

“appa.. geuman..” ucapan Leeteuk tiba-tiba terpotong oleh teriakan L.

 

“geumanhae appa!!” teriak L dengan diiringi isakan yang sudah mulai tidak tahan menahan emosinya yang telah sukses membakar perasaannya.

 

“L?? sejak kapan kau ada disini?” Leeteuk sangat terkejut mendapati dongsaengnya yang sudah ada dibelakangnya.

 

“geumanhae appa…jebal.. hatiku sudah terlalu perih mendengar semua ini, mataku sudah terlalu panas menahan air mata yang setiap hari ingin menetes, perasaanku sudah terlalu hancur dengan semua perlakuan appa kepadaku. Jika memang appa tidak menginginkan kehadiranku, dan ingin aku pergi, geurae..” ucap L

 

Dengan perasaan kalut L keluar dari rumahnya dan segera bergegas pergi dengan mengendarai motornya.

 

“L!! gajima!!” seru Leeteuk dan langsung mengejar L menggunakan mobilnya.

 

L mengendarai motornya dengan emosi yang memuncak dan dengan kecepatan tinggi tanpa peduli dengan hilir mudik kendaraan yang masih terlihat ramai. L melajukan motornya tanpa arah dan dengan nekat ia  menerobos lampu merah yang menyala.

 

Hingga akhirnya…

 

BRAAKKK!!!!!!

 

Sebuah truk besar tanpa sengaja menabrak L yang tengah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. L langsung tergeletak lemas dengan darah segar mengucur di pelipisnya dan kedua kakinya tertindih motor sportnya yang beratnya sekitar 1,5 ton.

 

Seketika jalanan menjadi macet, orang-orang yang sedang lalu lalang langsung mengerubungi sepeda motor dan pengendaranya yang tengah tergeletak tak berdaya. Leeteuk yang sedari tadi membuntuti L, perasaannya langsung berubah tidak tenang melihat kerumunan di depannya. Dengan perasaan berkecamuk Leeteuk turun dari mobilnya dan menerobos kerumunan tersebut. Tubuh Leeteuk membeku seketika melihat namja yang tergeletak lemah di aspal dengan bercucuran darah. Leeteuk membungkam mulutnya dengan kepalan tangannya untuk menahan perih hatinya melihat dongsaeng kesayangannya tergeletak, peluhnya mulai menets membasahi seluruh tubuhnya. Leeteuk mendekati L dengan langkah gontai dan langsung membopong L dipangkuannya.

 

“L.. jebal.. bertahanlah… hyung selalu menyayangimu….” Bisik Leeteuk dengan genangan air mata yang mulai menetes.

 

“panggil ambulance!! Palli!! Palli!! Panggil ambulance!!” seru Leeteuk dengan suara parau.

 

“kami sudah menghubungi ambulance tuan..” sahut salah seorang yang sedang mengerumuninya.

 

 

~~~>>>>>~~~

 

 

@Hospital

 

Dua jam kemudian uisa yang menangani L pun keluar dari ruang kamar L. Leeteuk yang sedari tadi hanya mondar-mandir memikirkan keadaan L langsung menghampiri uisa tersebut.

 

“bagaimana keadaan dongsaeng saya uisa? Dia baik-baik saja kan?” Tanya Leeteuk cemas.

 

Uisa hanya bisa menundukkan kepalanya dan menggeleng pelan dengan raut muka pasrah.

 

“waeyo uisa? Apa yang terjadi dengan dongsaeng saya?” Tanya Leeteuk lagi dengan suara panik.

 

 

 

TBC

 

HAHA

bagaimanapun hasilnya, sejelek apapun hasilnya, tapi kuharap kalian bisa menghargainya ^^

 

gomawo all^^

3 thoughts on “Jebal Geumanhe… (Part 1) // Twoshoot

  1. keren keren,, ^^
    oo iya, aku mau baca FF I miss U soalnya castnya Yesung,,
    tapi endingnya diproteksi, jadi aku urungin dulu dehh bacanya,,🙂
    kalau mau dapet passwordnya gimana ya,?
    terima kasih,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s