130213 // OneShoot

 

130213

judul : 130213

author : GR

 

Cast :

 

Kim Jong Hyun (JR NU’EST)

 

genre : romance, sad

 

A/N : bayangin aja foto teaser JR di akhir cerita ^^, karna memang dari situlah saya terinsirasi, saya juga gatau ini termasuk drabble atau engga -__- karna cukup panjang untuk drabble dan cukup pendek untuk 1 shoot

 

Author Pov 

 

 

That man

 

Pria itu, Jonghyun duduk di bangku taman menunggu kekasihnya datang, dia tersenyum berulang kali tanpa lelah, di pikirannya hanya terbayang senyum gadisnya yang manis.

 

udara dingin malam itu tidak membuatnya merasa risih sekalipun, walapun uap halus keluar dari bibirnya yang mengeluarkan nafas lembut, kedua tangannya dimasukan kedalam saku mantel hitam tebalnya, memainkan benda kecil didalamnya.

 

Terkadang dia berdiri dan bersender ditiang sebelah bangkunya, dia melirik jam tangannya, sudah setengah jam lebih dia menunggu, tapi tidak mengurungkan niatnya untuk bertemu gadisnya.

 

‘mungkin dia ada urusan sebentar’ batinnya, bosan hanya melihat kearah jalan, jonghyun mengeluarkan sebuah rantai putih kecil berliontin indah, membentuk tanda hati dengan ukiran namanya dan nama gadis itu di kedua sisi hati itu.

“hah…” Jonghyun mendesah kecil membayangkan senyum senang dari gadisnya ketika dia memberikan kalung, hadiah valentine pertama darinya.

 

Hair

 

“kenapa tertawa, itu tidak lucu..” Jonghyun merajuk sebal, dia kalah lagi dari gadisnya, padahal dia merasa sudah sangat mahir bermain game satu ini, tapi kenapa dia selalu kalah.

 

Gadis itu terus tertawa kecil melihat wajah cemberut Jonghyun, lalu tawanya mengurang dan memutuskan untuk menaruh stik gamenya.

 

“kau terlalu terburu-buru, maka dari itu kau terus kalah” ujar gadis itu. Jonghyun mengacak rambutnya kesal.

“bagaimana sekolahmu..” tanya gadis itu.

 

“begitulah, makin banyak tugas yang bertumpuk, aku tidak sabar untuk menunggu kelulusan tahun ini” rautnya berubah senang membayangkan jika dia lulus nanti, dia akan punya banyak waktu senggang, terutama waktu bersama gadisnya.

 

“kelulusan bukan berarti hal yang aling menyenangkan, aku bosan terus dirumah dan tidak ada kegiatan.” Keluh gadisnya, yeoja itu setahun lebih tua dari Jonghyun.

 

“maka dari itu kau tidak akan nosan jika aku lulus, kita bisa menghabiskan waktu sebanyak yang kita inginkan” semangat Jonghyun, gadis itu menggeleng kepalanya pelan.

 

Jonghyun tersenyum manis dan mendekat ke gadis itu, menyenderkan kepalanya yang penat karna tugas sekolahnya ke bahu gadis itu, bahu yang selalu membuatnya nyaman.

 

Gadis itu merapikan rambut Jonghyun yang agak berantakan karna ulah Jonghyun sendiri, menyisir lembut setiap bagian rambut Jonghyun, Jonghyun memanikan beberapa helai rambut panjang yeojanya yang tergantung indah dibahu gadis itu.

 

“ini sudah akhir bulan kan..” tanya Jonghyun.

 

“iya, kenapa..”

 

“kau mau hadiah valentine apa..”

 

“harusnya kau jangan bertanya, hadiah itu kan kejutan..” gadisnya mengeluh kesal, Jonghyun tertawa atas kebodohan kecilnya. Tapi tidak dengan gadisnya, dia menerawang jauh, dia tidak ingin hari valentine itu dekat. Tapi lamunannya terganggu saat jari Jonghyun menaut diantara jari tangannya, menggenggam erat.

 

Let you go

 

“ayah bercanda..”

 

“tidak, kau sendiri taukan perjanjian itu sudah lama dibuat.”

 

“tapi ini bukan seperti jaman nenek moyang, semua serba dijodohkan”

 

“tapi ini menyangkut harga diri keluarga kita”

 

“tapi aku tidak bisa..”

 

“tolong sekali ini kau menurut, demi kelangsungan hidup keluarga kita..”

 

“biar aku yang bekerja dan menanngung kebutuhan keluarga kita”

 

“keputusanku sudah bulat..”

 

“aku tidak mau, dan tidak akan pernah mau ikut ayah keluar negeri”

 

“sekali ini, tolong turuti ayahmu”

 

“ibu!”

 

“ibu mohon” hancur pertahanannya melihat ibu tersayangnya menangis dan memohon.

 

“tapi aku masih muda” dia masih terus berusaha menghindar dan lari.

 

“tanggal 14 ferbruari kita pindah ke Prancis” kata-kata ayahnya menutup perlawanannya, gadis itu meninggalkan ibunya yang masih berdiri disampingnya, dia berjalan cepat kearah kamarnya, menguncinya rapat.

 

“bagaimana ini..” dia bersender dipintunya lemah, menatap bingkai foto kecil disamping tempat tidurnya.

 

“bagaimana ini..” ulangnya lagi sambil menutup wajahnya, menangisi atas perpisahan yang akan datang semenjak hampir dua tahun kebersamaannya dengan jonghyun.

 

Love

 

Jonghyun meremas tangannya gugup, menunggu jawaban dari gadis berseragam sekolah didepannya, gadis yang sudah dua bulan menjadi temannya dan sudah enam bulan diperhatikannya.

 

“apa tidak terlalu cepat” tanya gadis itu. Jonghyun mengambil ponselnya dari kantung, gadis itu hanya melihat bingung kearah Jonghyun.

 

“ini” Jonghyun memberikan ponselnya, tidak lupa dia membuka folder foto dari ponsel itu.

 

“ini..” gadis itu melihat tidak percaya, semua yang dilihatnya adalah foto dirinya sendiri, Jonghyun tersenyum kecil sambil menggaruk leher belakangnya.

 

Menyatakan cinta ditaman memang tidak seromantis orang dewasa, tapi setidknya inilah yg Jonghyun pelajari selama ini dari film.

 

“semua ini aku kan…” tanya gadis itu memastikan lagi, jonghyun mengangguk pelan.

 

“sudah lama aku memperhatikanmu, jadi aku diam-diam selalu mengambil potretmu”

Gadis itu tersenyum tidak percaya, Jonghyun terlihat sangat manis dan polos dimatanya, dia mengembalikan ponsel itu pada Jonghyun.

 

“bukankah lebih banyak gadis muda dan manis dari aku”

 

“tapi aku hanya melihatmu”

 

“jadi..”

 

“jadi..”

 

“mungkin aku mau mencoba” jawab gadis itu, Jonghyun tersenyum senang dan menatap gadis itu, dia ingin memeluk tapi tidak mungkin, mau memegang tangan gadis itu juga tidak mungkin, dia masih malu.

Akhirnya gadis itu tertawa lepas melihat tingkah Jonghyun.

 

 

First sign

 

Jonghyun terdiam, matanya mengedip pelan, masih dalam keadaan membungkuk mencoba membantu mengambil buku yang berserakan dilantai atas ulahnya.

 

Menit sebelumnya, dia baru saja menabrak gadis yang berada didepannya karna keteledorannya sendiri. Jonghyun mencoba untuk membantu mengambilkan buku-buku itu setelah minta maaf.

 

Harusnya dia sedang buru-buru pulang hari ini, tapi dia malah diam memandang gadis didepannya, buku gadis itu masih dia pegang.

 

“maaf, aku butuh bukut itu” gadis itu membuyarkan lamunan Jonghyun, sambil menunjuk ke arah bukunya.

“oh! Ini..” Jonghyun buru-buru mengembalikan buku ditangannya.

 

“sekali lagi aku minta maaf..” ujar Jonghyun, gadis itu tersenyum dan berpamit untuk pergi duluan, Jonghyun merasa senang bertemu gadis itu, apa iya dia mengalami cinta pandangan pertama saat ini. Tapi yang pasti, tiga hari berikutnya saat Jonghyun melihat gadis itu lewat didepan toko buku tempatnya berkunjung, Jonghyun diam-dma mengikuti gadis itu, berbulan-bulan.

 

Bagai mata-mata, Jonghyun selalu mengikuti gadis itu sepulang sekolah, dia hapal dimana gadis itu sering pergi, rumah gadis itu, diam-diam dia mengambil foto dari gadis yang sekarang sedang tertawa ria dengan teman-teman yeojanya.

 

Jonghyun menyukainya.

 

Before Valentine 13-02-2013

 

Jonghyun memasukan kalung yang tadi dipegangnya dan bangkit dari duduknya, menyambut kedatangan kekasihnya.

 

“sudah lama?” tanya gadisnya.

 

“lama sekali..” Jonghyun mengeluh, memasang wajah marah, gadis itu tau Jonghyun berusaha bersikap manja, akhirnya dia Cuma bisa tersenyum kecil, senyum yang membuat Jonghyun ikut tersenyum.

 

“ayo kita makan” Jonghyun menarik tangan gadisnya, tapi gadis itu tidak mau bergerak, Jonghyun berbalik menatap gadisnya.

 

“kenapa..”

 

“aku tidak lapar..”

 

“kalau begitu kita beli minuman hangat”

 

“aku juga tidak mau minum”

 

Jonghyun mengerutkan keningnya bingung, dia menatap gadisnya yang menunduk kecil.

 

“kau sakit”

 

“mungkin”

 

“kau sakit apa” tanya Jonghyun panik.

 

“aku tidak tau, tapi sakit sekali”

 

“jangan buat aku khawatir” Jonghyun menangkup kedua pipi gadisnya, agar gadis itu mau melihatnya.

 

“kau kenapa?” tanya Jonghyun lagi.

 

“aku tidak yakin bisa bilang..” jawab gadisnya, gadis itu menurunkan kedua tangan Jonghyun dari pipinya, menggenggamnya erat.

 

“kita tidak bisa lagi meneruskannya” Jonghyun mengerutkan lagi keningnya.

 

“maksudmu”

 

“aku harus pergi”

 

“tapi kenapa”

 

“aku dijodohkan”

 

“………….” Jonghyun diam, kaget, sedih dan marah.

 

“tapi kau bisa menolak kan, demi aku..”

 

“aku juga ingin menolak, berulang kali aku menolak.. tapi” menangis, itu yang gadia itu lakukan, Jonghyun terdiam tanpa ekspresi yang jelas, tangannya masih digenggam gadis didepannya.

 

“aku… aku sudah sangat menyayangimu.. tapi” gadis itu terperosot jatuh didepannya, menangis sejadi-jadinya.

Jonghyun tersenyum miris, harusnya malam ini jadi malam yang indah, tapi kenapa malah begini.

 

“tidak apa-apa…” ujar jonghyun, gadisnya berhenti menangis sejenak, mencoba memahami maksud Jonghyun.

 

“jangan menangis lagi..” Jnghyun menarik pundak gadis itu, membuatnya berdiri tegak menatap Jonghyun, Jonghyun tersenyum lagi, senyum manis yang selalu dia tunjukan pada gadisnya.

 

“kau jadi tidak cantik lagi..” ujar Jonghyun lembut, dia menghapus airmata gadisnya, bukannya berhenti menangis justru air mata gadis itu tidak mau berhenti mengalir. Tangisnya tidak sekencang tadi, bukan karna suaranya habis, tapi karna nafasnya tersedak menatap Jonghyun.

 

“sudah jangan menangis, tidak apa-apa” ujar jonghyun lagi, Gadisnya menautkan alisnya marah.

 

“kau..” gadis itu mengumpulkan nafasnya untuk bersuara.

 

“jangan tersenyum seperti itu!!” ujar gadisnya tinggi, dia memukul bahu Jonghyun kencang marah, kenapa jonghyun tersenyum disaat seperti ini.

 

“harusnya kau marah!! Jangan tunjukan senyum seperti itu!” gadis itu terus berteriak marah dan memukul bahu Jonghyun, Jonghyun tidak melawan atau bergeming, dia diam menerima perlakuan gadisnya, justru senyumnya makin lebar.

 

“kenapa..?” tanya Jonghyun, membuat gadis terdiam.

 

“kau yang bilang kalau senyumku manis, jadi kenapa kau malah marah” gadis itu tercekat, tidak sanggup berteriak lagi, hanya pandangan matanya yang mewakili perasaannya, Jonghyun mengelus rambut gadisnya yang panjang. Menarik gadisnya kepelukannya.

 

“jangan sedih..” gumam Jonghyun, betapa munafiknya dia berkata dan bertingkah sepeti ini, sejujurnya hatinya terasa mati sekarang, pikirannya kacau, matanya memanas, tapi dia tidak bisa menangis. Dan dia tidak mau menangis, dulu dia pernah bilang.

 

‘mungkin aku lebih muda darimu, tapi aku akan menjagamu seperti pria dewasa seperti yang kau mau’

 

Jadi sekarang dia tidak boleh menangis didepan kekasihnya, dia selalu ingin menunjukan senyumnya, dia mendekap gadisnya erat, dekapan terakhir.

 

“kau senang.. kenapa kau tersenyum” tanya gadisnya dengan susah payah didalam pelukannya, mantelnya sudah basah karna air mata gadis itu.

 

Jonghyun diam tidak menjawa, setelah merasa gadisnya mulai tenang, Jonghyun melepas pelukannya.

“pulanglah, sudah malam..” Jonghyun menyelipkan rambut yg menutupi wajah gadisnya kebelakang kuping gadis itu.

 

“tapi…”

 

“kau harus pulang..” gadis itu menatap tidak percaya, Jonghyun menyuruhnya pergi.

 

“hati-hati dijalan..” Jonghyun berbalik ingin meninggalkan gadisnya, tapi dengan cepat tangan gadis itu menangkap tangannya, menahannya untuk pergi sekarang.

 

Jonghyun berbalik, menatap gadisnya yang membalas tatapannya dengan tidak rela, lagi-lagi jonghyun tersenyum, membuat gadis itu muak melihat senyum palsunya.

 

Pelahan jonghyun menarik tangannya dari tangan gadis itu.

 

“kita sudah bukan siapa-siapa lagi.. jadi pergilah” Jonghyun berbalik, tangannya sudah sempurna terlepas dari gadis itu, meski hatinya meronta, menginginkan sentuhan lembut gadis yang statusnya bukan kekasihnya lagi.

 

“tunggu dulu..” ucap gadis itu lemah, Jonghyun menutup telinganya, tidak mau mendengar apa-apa lagi, sudah cukup sakit baginya saat ini.

 

“tunggu..” lagi-lagi Jonghyun menghiraukan panggilannya, gadis itu berusaha untuk tetap berdiri dengan baik, lututnya sudah lemas dan bergetar, dia menatap punggung jonghyun dengan tangisan.

 

Dia sangat menyayangi Jonghyun, lebih dari apapun. Tapi sekarang sudah berbeda keadaannya, bahkan besok dia sudah pergi jadi kenapa dia harus terus menahan Jonghyun.

 

Perlahan gadis itu berbalik, dia memegang dadanya yang sesak, Jonghyun benar, dia harus pulang jika tidak ingin lebih tersakiti.

 

Langkahnya gontai meninggalkan taman itu, taman tempat Jonghyun dan dia mengikat hubungan sebagai sepasang kekasih.

 

Saat dia mulai menjauh, Jonghyun justru mengecilkan langkah kakinya, jonghyun berbalik. Menatap punggung gadis yang amat sangat dia sayangi pergi menjauh.

 

“aku tidak boleh menangis.. harus selalu tersenyum untukmu” gumamnya, dia memandang sedih kearah gadis itu, meskipun air matanya mulai mencair, tapi dia tetap tersenyum.

 

Jonghyun tetap tersenyum…

 

THE END

3 thoughts on “130213 // OneShoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s