THE ONE I LOVE (PART 3) // SERIES

 

TOIL3

Title     : The One I Love (Part 3)

Author : Invisible Lady a.k.a Andriya (akhirnya buka cangkang ddangkoma ^^)

Genre  : Romance, Sad (?)

Rating : PG 17

Length : Series

Cast :

Cho Kyuhyun

Park Min Ah

Lee Donghae

Etc (temukan sendiri)

 

Annyeong readers ^^  #lambai2 dan tebar mawar bareng Bada.

 

Warning : FF ini terinspirasi dari drama “Reply 1997”. Jadi dalam FF ini nanti akan banyak adegan flashback, maju, mundur, kanan, kiri, maju lagi, mundur lagi, kanan lagi kiri lagi #author senam gaje (lagi!). Bagi readers yang bingung dengan alurnya harap siap2 jungkir balik yaa… >_

 

Untuk membedakan masa sekarang dan masa lalu adalah jumlah “~”. Kalau masa sekarang “~” kalau masa lalu “~~” atau “~~~”, paham? (Readers: enggaaaakkkk!!! #Author:nangisdipelukHaeppa)

 

DON’T COPAST AND DON’T BASH dan jangan lupa RCL-nya chingu ^_^

 

 

Yesungdahlah, tanpa banyak cuap2 lagi author mengucapkan:

 

Happy Readdangkkoma ^____^

 

 

 

 

Review part 2

Sedikit demi sedikit, rasa keterkejutan Min Ah berkurang dan ia mulai menikmati french kiss yang diberikan kekasihnya itu. Bahkan ia tak sadar bahwa posisi mereka sudah berubah. Dari duduk hingga terbaring di lantai kamar yang dingin.

Satu menit.

CHU~~

Dua menit.

CHU~~

Tiga menit.

CHU~~

Hampir sepuluh menit mereka berciuman, sampai akhirnya Min Ah tersadar bahwa tangan Kyuhyun mulai  bergerak-gerak menggerayangi punggungnya.

 

 

 

“Ketika kau menyukai seseorang, kau akan memiliki pintu di depan dan di belakang. Tapi jika kau tak mengetuk, maka pintu itu takkan pernah terbuka. Jika kau hanya diam, kau takkan mendapatkan apa yang kau mau. Tidak ada yang namanya FAIR PLAY dalam cinta”

 

Part 3 Begin

~~Park Min Ah pov ~~

Hari ini adalah hari peringatan setahun kebersamaan kami. Hari yang sangat membahagiakan. Dan dari pagi aku sudah berbelanja banyak sayur dan buah-buahan untuk ku masak di rumah Kyuhyun, cinta pertamaku.

 

Hari ini, Kyuhyun rela membolos kerja demi merayakan anniversary kami. Aiish… romantis sekali kan  namja itu? Dibalik wajah sok coolnya, sebenarnya ia namja yang hangat, jahil dan sangat romantis. Lihat saja waktu aku memasak di dapur rumahnya, ia sering mencuri-curi kesempatan untuk memelukku.

 

Aku memang sudah terbiasa datang dan memasak ke rumahnya. Dan ayah Kyuhyun pun sudah terbiasa membiarkan kami berdua. Aku yakin beliau sudah benar-benar menganggapku sebagai menantunya. Jadi aku tak lagi sungkan untuk keluar masuk seluruh ruangan di rumah ini. Termasuk keluar masuk kamar namjachinguku. Toh, kami tak pernah melakukan hal-hal aneh disana. Hanya nonton film bersama.

 

Seperti biasanya, setelah makan kami mulai beranjak ke kamar dan memutar film yang tadi telah kami pinjam di persewaan video di dekat rumah Kyuhyun.

 

Kulirik namja tampanku yang sedang fokus menonton adegan berdarah-darah dari film action yang sedang kami tonton. Kusandarkan kepalaku di bahu bidangnya. Hangat dan nyaman. Tak pernah berubah.

 

“Gomawo telah mendampingiku selama satu tahun ini, Oppa” ucapku mengawali pembicaraan. Dan senyuman hangat merekah dari bibir tebal kekasihku itu..

 

“Sama-sama, chagi-a. Gomawo karena telah bersamaku sampai saat ini” jawabnya sambil mengulurkan tangan menyentuh tanganku lembut, kemudian mengecup puncak kepalaku.

 

“Ada yang ingin kuberikan padamu, chagi-a..” ujarnya sambil mengambil sesuatu di sakunya. Sebuah kotak kecil.

 

“Apa ini, Oppa?” tanyaku penasaran.

 

“Bukalah”, dan ketika aku membukanya. Jantungku langsung terasa berhenti

 

“Cincin?” namjaku benar-benar tak bisa ditebak. Lihat apa yang ia berikan padaku sekarang. Belum selesai rasa terkejutku menghilang, Kyuhyun segera mengambil cincin dalam kotak itu dan memasangkannya di jari manisku.

 

“Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjagamu, Nyonya Cho…” ucapnya sambil mengecup jemariku. Kutatap ia tak percaya. Bulir-bulir bening mulai berkumpul dipelupuk mataku.

 

“Oppa… ini pasti mahal sekali…”ucapku. aku tahu kondisi keuangan namjachinguku. Aku tahu usaha kerasnya mengumpulkan uang untuk melanjutkan sekolah tanpa harus meminta pada ayahnya. Ya, namjachinguku sangat menyayangi ayahnya yang telah membesarkannya seorang diri. Walaupun Kyuhyun sangat ingin kuliah, tapi ia tak mau meminta sepeser uangpun dari ayahnya. Ia ingin membiayai semuanya sendiri. Karena itulah kekasihku bekerja di banyak tempat, demi mengumpulkan dana kuliahnya, demi melanjutkan mimpinya yang tertunda.  “Darimana Oppa mendapat uang sebanyak ini?”

 

 

“Itu hasil tabunganku setahun ini, chagi-a. Hehehee..” jawab Kyuhyun sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal.

 

“Oppa… kenapa? Ini… terlalu mahal… hikss….” air mataku mulai menetes. Bagaimana dengan uang untuk kuliahmu, Oppa?  Bahkan aku tak kuat untuk mengucapkan kata-kata itu. Hanya ada air mata yang keluar.

 

“Tsskk… Tsskk… cengeng sekali, Nyonya Cho-ku ini. Sudahlah. Jangan menangis. Harusnya kamu bahagia, chagi-a. Bukan menangis…” ucapnya sambil merengkuhku dalam pelukan hangatnya.

 

“Aku menangis karena aku terlalu bahagia, Oppa…” pelan-pelan kurasakan tangan besar Kyuhyun mengangkat wajahku, kutatap ia masih dengan mata yang berurai. Manik mata yang hangat. Manik mata yang selalu membuatku merindukannya.

 

“Kamu tahu, chagiya, aku berjanji akan menabung banyak-banyak agar 2 atau 3 tahun lagi kita bisa segera menikah”

 

“Benarkah, Oppa?”, tanyaku ragu. Bagaimana dengan mimpimu Oppa? Bagaimana dengan kuliahmu? Apa kau akan mengorbankannya demi menikahiku? Batinku.

 

“Ne! Aku janji!” ucapan tegasnya itu membuat hatiku benar-benar luluh. Gomawo, jeongmal gomawo untuk semua yang telah kau korbankan demi aku, Oppa. Batinku.

 

CHUU~~~~~

 

Kyuhyun mengecup bibirku perlahan. Tapi lama-lama kurasakan ciumannya agak berbeda. Agak menuntut. Membuatku sangat terkejut. Aku hanya diam dengan keterkejutanku, tanpa membalas ciumannya. Jantungku terlalu berdebar kencang. Rasanya seperti mau meledak. Tiba-tiba tangan Kyuhyun sudah merengkuh kepalaku, dan menarik tengkukku untuk memperdalam ciumannya. Ia melumat dan menyesap bibirku. Sakit. Tapi nikmat. Aku tak tahu bagaimana mendefinisikannya. Lalu kurasakan ia mulai mengigit bibir bawahku. Appo… Mau tak mau bibirku sedikit terbuka karena rasa sakit akibat gigitannya. Dan ketika itulah lidah Kyuhyun mulai leluasa masuk ke rongga mulutku. Bergerak-gerak lincah menuntut balasan dariku. Kucecap saliva namjaku. Manis. Sedikit demi sedikit, rasa keterkejutan mulai menghilang dari otakku, digantikan rasa nyaman dan nikmat ketika lidah Kyuhyun menari-nari dalam rongga mulutku, dan bibirnya yang tebal yeng berdecak-decak menyapu seluruh permukaan bibirku. Aku mula memejamkan mata dan menikmati ciumannya. Kucoba membalas lidahnya yang nakal itu dengan memasukkan lidahku ke rongga mulutnya.

 

Manis. Sangat manis kurasakan. Membuatku terbuai. Bahkan aku tak menyadari bahwa posisi kami sudah berubah. Tak lagi duduk berdampingan. Tapi sudah berbaring di lantai kamar, dengan posisi Kyuhyun berada di atas tubuhku.

 

Satu menit.

CHU~~

 

Dua menit.

CHU~~

 

Tiga menit.

CHU~~

 

 

Hampir sepuluh menit kami berciuman, hingga kurasakan sesuatu yang hangat memasuki bajuku dan menggerayangi punggungku. Segera kulepaskan tautan kami dan mencegah tangannya lebih masuk lagi ke dalam bajuku.

 

“Oppa…” tegurku.

“Wae, chagi-a?” tanyanya polos.

“Kita tak boleh melakukannya….”

“Wae? Aku mencintaimu dan kamu mencintaiku. Dan kita akan menikah, chagi-a” jawabnya sambil mulai mengecup bibirku lagi, kemudian mulai menciumi leherku, mengecup, dan melumatnya, meninggalkan bekas merah kissmark disana.

 

“Opp—pa…” ucapku tersengal menahan rasa geli aneh yang tiba-tiba menjalar hangat di punggungku akibat tindakannya itu. “Hentikan, jebal. Kumohon”

 

“Aku menginginkannya, chagi-a. Sangat menginginkannya. Aku tak bisa menahannya lagi.” Jawabnya sambil menelusuri leherku dan meninggalkan beberapa jejaknya lagi disana.

 

“Tapi, Oppa… bagaimana nanti kalau aku hamil? Apa Oppa sudah siap menikahiku? Apa Op Mmmhhh…” lagi-lagi ucapanku terhenti karena bibir tebalnya menyapu bibirku lagi. Aku berusaha melepaskan pertautan itu dan mendorong bahu bidangnya agar menjauh dari tubuhku. Kulihat manik matanya. Mata yang biasanya terlihat sendu itu terlihat begitu penuh cinta dan nafsu.

 

“Oppa… kita belum menikah. Kita belum boleh melakukannya” ucapku sambil menelusuri wajah tampan yang ada di atasku itu dengan jemariku. Kemudian aku berusaha bangkit duduk, tapi tangan kuat Kyuhyun kembali menahanku sehingga posisiku tetap terebah di lantai.

 

“Aku berjanji untuk menikahimu, chagi-a. Aku pasti menikahimu. Karena itu tak akan ada bedanya melakukan itu sekarang ataupun nanti. Karena aku pasti akan menjadikanmu satu-satunya Nyonya Cho”, mata hazelnya menatapku lekat, dan kemudian jemarinya mulai kembali menggerayangi tubuhku, membuat aku begidik geli karena rasa aneh yang menjalar di seluruh tubuhku. Merinding.

 

“Tapi, Oppa. Bagaimana kalau nanti aku hamil?” tanyaku khawatir, sambil berusaha mencegah tangan nakalnya yang sudah bergerak-gerak di dalam bajuku.

 

Dan namjaku tersenyum sangat manis.

 

“Aku akan berhati-hati, chagi-a…” jawabnya sambil merengkuh tubuhku, menciumku, kemudian membopongku ala bridal style, memindahkanku dari lantai ke ranjangnya.

 

Dan aku hanya bisa menghela nafas pasrah dan mulai memejamkan mata berusaha menikmati setiap sentuhan tangannya yang mulai menggerayangi tubuhku dan melepaskan penutup tubuhku satu per satu.

 

 

 

 

 

 

SKIP

 

~~Kyuhyun pov~~

Aku menatap wajah yeoja yang terbaring di sampingku. Tubuh polosnya bersimbah keringat karena perbuatanku. Beberapa bulir bening mengalir di kedua mata indahnya. Ada perasaan bersalah memasuki relung batinku. Ya, aku agak bersalah melakukan ini pada yeoja yang kucintai. Harusnya aku menjaganya, bukan merenggutnya seperti ini. Tapi aku sendiri tak bisa mengontrol jiwa kelaki-lakianku itu.

 

Segera kurengkuh Min-ahku. Dan kukecup kedua matanya. Gadis itu membuka matanya dan menatapku.

 

“A-aku takut Oppa..” ucapnya sambil menggenggam erat selimut yang menutupi tubuh polos kami berdua. Ku kecup kening gadis itu. Kusesap harum rambutnya dalam-dalam.

 

“Tenanglah chagi-a. Aku akan menikahimu. Aku berjanji”. Jawabku penuh kepastian, dan merengkuh tubuh polosnya lebih dekat ke pelukanku. Kutelusuri wajah cantiknya dengan jari-jariku. Wajah polos keibuan yang sangat menenangkan hati.

 

“Gomawo sudah menuruti keegoisanku, Min ah-ya.. jeongmal gomawo. Saranghae…”ucapku sambil mengecup bibirnya yang agak lebam akibat ciuman ganasku. Ku lihat banyak bercak-bercak merah menghiasi leher dan dada gadi itu. Ckkkk… lihatlah Cho Kyuhyun. Apa yang sudah kau lakukan pada gadismu. Sindirku pada diriku sendiri.

 

Kurasakan tangan gadisku memelukku erat, dan ia menelusupkan kepalanya ke dada bidangku. Perlahan, kurasakan aliran hangat membasahi dadaku. Dan aku tahu bahwa gadisku sedang menangis atas kehilangannya pada sesuatu yang sangat berharga bagi seorang wanita.

 

#Flashback End

 

 

 

Back to Seoul, 29 Maret 2013

@Ballroom Starking Luxury Hotel

~~Park Min Ah pov ~~

“Bohong! Jangan membohongiku. Katakan kalau ini hanya kebohonganmu, Min Ah-ya. Aku tak percaya” teriak namja di depanku, membuat beberapa tamu menoleh ke arah kami dengan penuh minat.  Namun sepertinya namja itu tak menghiraukan kehadiran orang-orang di sekitar kami.

 

Susah payah aku menghirup udara. Sesak. Kenapa ia harus muncul lagi di depanku? Tiga tahun aku jatuh bangun melupakannya. Tiga tahun aku mengaggapnya telah mati. Air mata mulai berkumpul di pelupuk mataku, memaksa untuk segera meluncur ke udara bebas. Tidak! Tidak! Aku tidak boleh menangis.

 

‘Dia hanya masa lalu, Min Ah. Ingatlah namjamu. Ingatlah belahan jiwamu’, batinku menguatkan diri. Perlahan kulihat namjaku yang berada di bagian depan ballroom. Kutatap sosoknya dari kejauhan. Bahkan dari jauhpun hanya ia yang terlihat paling bersinar di mataku. Bukan lagi namja yang kini ada di depanku. Sinarnya sudah hilang sejak ia membuang cintaku tiga tahun yang lalu. Ku mantapkan hatiku dan kutatap ia.

 

“Apakah kau melihat kebohongan di mataku, Kyuhyun-ssi?” tanyaku, “Kamu mengenalku dengan sangat baik selama lima tahun. Jadi kau pasti bisa membedakan kapan aku berbohong dan kapan aku berkata jujur, bukan?”.

 

Perlahan ku lepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tanganku. Kutatap wajah tampannya. Cintaku. Cinta pertamaku. Begitu menyakitkannya dirimu. Begitu menyesakkan, membuatku hancur tanpa sisa.

 

Kumohon, berhentilah memasang wajah penuh penyesalan itu, Cinta pertamaku. Aku takkan pernah berbalik dan kembali padamu. Kau sudah memiliki aegymu sendiri, cintaku. Cinta pertamaku. Sekejam itukah kau mau membuangnya lagi? Tak cukupkah kau telah membuang aegy kita?

 

 

#Flashback

Seoul, Februari 2007

@Cho Kyuhyun House

~~Author POV~~

Lee Sungmin mendengus sebal menatap dua sejoli yang sedang duduk berdampingan di hadapannya.

 

“Yaaakk!!! Bisakah kalian berhenti melakukan adegan mesra di depanku?!” bentaknya.

 

Kedua sejoli itu, tak lain dan tak bukan Cho Kyuhyun dan Park Min Ah, tertawa terkekeh melihat wajah sebal Sungmin yang terlihat lucu. Mereka berdua sangat senang menggoda namja itu. Menurut mereka, semakin marah maka wajah Sungmin akan semakin merah, dan semakin merah maka wajah Sungmin makin terlihat imut dan menggemaskan.

 

“Hehehee, kamu kenapa Hyung?” tanya Kyuhyun sambil memamerkan evil smirknya.

 

“Sudah setengah jam aku melihat kalian terus bermesra-mesraan seperti itu di depanku. Aku muak tahu?” jawab namja bergigi kelinci itu. “Aku kemari karena aku butuh teman curhat tapi disini aku hanya jadi obat nyamuk! Huh!” lanjutnya sambil melengoskan wajahnya dan memasang tampang aegyo.

 

Kyuhyun yang begitu sayang dengan kakak keponakannya itu segera bangun dari posisinya yang sedari tadi rebahan di pangkuan Min Ah. Dilepaskannya dua irisan mentimun yang sedari tadi menempel di matanya. Masker wajah yang masih setengah kering menempel di wajahnya terlihat retak-retak. Ya, yang dimaksud dengan bermesra-mesraan oleh Sungmin tadi adalah  ia dan Min ah sedang bersenang-senang menghabiskan waktu dengan memakaikan masker ke wajah Kyuhyun. Kyuhyun merasa akhir-akhir ini jarang beristirahat dan membuat beberapa jerawat muncul di wajah tampannya. Ketika ia mengeluhkan betapa tidak freshnya wajahnya itu, Min Ah mengusulkan agar Kyuhyun memakai masker wajah.

 

“Curhat kenapa, hyung? Apa yang kau khawatirkan? Bukankah seminggu lagi kau menikah?” tanyanya.

 

~~Lee Sungmin Pov~~

Tsskkkk!!! Aku benar-benar kesal dengan dua sejoli yang ada di hadapanku ini. Setiap hari bertemu, setiap hari berinteraksi, tapi setiap hari juga mereka terlihat mesra. Sudah setengah tahun ini aku melihat mereka terus-menerus berdua seperti lem. Dimana ada Kyuhyun maka disitu kupastikan ada Min Ah. Dan dmanapun ada Min ah, maka kupastikan juga disitu dongsaengku Kyuhyun ada. Benar-benar membuatku cemburu.

 

Cemburu?

 

Ya. Aku cemburu. Sejak enam bulan yang lalu ketika Kyuhyun mengenalkanku dengan yeojachingunya itu, otakku terus menerus terisi dengan senyum lembut gadis itu. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada yeojachingu dongsaengku sendiri! Hahahaa. Betapa dunia ini aneh. Dari sekian banyak yeoja di dunia, kenapa aku harus jatuh cinta pada yeojachingu dongsaeng kesayanganku?

 

Itulah yang membuat kadar kekesalanku bila melihat mereka berdua bermesraan seperti itu meningkat hingga 500%. Hei, Lee Sungmin! Namja babo! Sadarlah! Teriakku dalam hati.

 

“Curhat kenapa, hyung? Apa yang kau khawatirkan? Bukankah seminggu lagi kau menikah?” ucap Kyuhyun menyadarkanku dari perang batin yang sedang berkecamuk di diriku. Kuhela nafas kesal. Kutatap pasangan yang sedang duduk di hadapanku itu.

 

“Itulah masalahnya! Pernikahanku seminggu lagi tapi sampai sekarang aku belum bisa mencintai calon istriku!” jawabku kesal.

 

“Batalkan saja pernikahanmu kalau begitu” sahut Kyuhyun asal.

 

“Yakk!!! Apa kau mau membunuh ayahku?!!” teriakku kesal. “Kau tahu, jika ayahku menginginkan sesuatu maka itu harus terwujud bukan. Dan beliau juga sakit-sakitan. Mana mungkin aku berani menentang permintaan beliau? Bagaimana kalau aku bilang aku tak mau menikah dengan Kang Sora lalu beliau terkena serangan jantung lalu meninggal? Siapa yang mau bertanggung jawab, hah?”. Namja evil itu terkekeh melihat tingkahku.

 

“Kalau begitu, menikahlah. Kenapa masih harus galau sih hyung? Apa susahnya menikah dengan Sora noona? Dia yeoja cantik, baik, dan kaya. Bukankah itu bagus untuk bisnis keluarga kakek?”

 

“Itulah masalahnya, Kyu. Pernikahan ini karena bisnis. Tapi aku ingin menikah karena cinta, Kyu. Bukan karena bisnis. Rasanya pasti akan berbeda” jelasku.

 

“Kenapa sulit bagimu untuk mencintai Sora noona?” tanya namja evil itu. Mata hazelnya menatap intens mencari kejujuran didalam jawabanku.

 

“Karena aku jatuh cinta pada gadis lain, Kyu…” jawabku lirih sambil menatap yeoja yang duduk di sebelah Kyuhyun. Tangannya yang sedari tadi sibuk mengaduk-aduk larutan masker agar tidak mengering terhenti. Semburat merah muncul di wajahnya. Kepalanya mulai menunduk dan tak berani membalas tatapanku.

 

 

#Flashback in Flashback#

@Grand Place Restaurant, Desember 2007

Lee Sungmin menatap yeoja yang sedari tadi duduk  diam di hadapannya. Kepala gadis itu tertunduk. Jari-jemarinya bergerak-gerak resah saling memaut melingkari cangkir Hot Chocolate yang tadi dipesannya yang telah beranjak dingin. Sungmin menghembuskan nafasnya kesal dan ia segera menarik tangan gadis itu ke atas meja dan menggenggamnya erat.

 

“Ah~ya. Ku ulangi sekali lagi ucapanku. Dengarkan baik-baik. Aku mencintaimu. Sejak pertama kali kita bertemu aku langsung jatuh cinta padamu. Apa kau mau jadi yeojachinguku?” tanyanya.

 

Park Min Ah, gadis yang sedari tadi menunduk itu, mulai mendongakkan wajah polosnya. Ia masih tak percaya dengan ucapan namja bernama Lee Sungmin itu. Bagaimana mungkin kakak sepupu Kyuhyun ini bisa berkata seperti itu terhadapnya? Bahkan ia sudah menganggap Sungmin sebagai kakaknya juga.

 

“Oppa… apa kau sadar dengan ucapanmu itu?” tanyanya hati-hati.

“Aku sadar Ah~ya. Sangat sadar” jawab Sungmin dengan tegas.

 

“tapi Kyuhyun Oppa itu adikmu…”

“Nde. Aku tahu!”

 

“Tapi bukankah minggu kemarin kau baru saja bercerita bahwa ayahmu telah menjodohkanmu dengan anak relasi bisnisnya?”

“Karena itulah aku mengatakan ini padamu! Aku mencintaimu, Ah~ya! Aku sudah memikirkannya seminggu ini. Aku sudah tak mampu lagi menyembunyikan perasaan gila yang kurasakan setiap kali melihatmu. Balaslah perasaanku maka aku akan menolak perjodohan itu!” ucap namja itu penuh penekanan.

 

“Kyuhyun Oppa akan sangat terpukul bila mendengar ucapanmu ini, Oppa…” jawabnya lirih. “Apa kau tahu kalau Kyuhyun Oppa sangat menyayangimu? Apa kau ingin melukainya dengan merebutku darinya?” selidiknya.

 

“Ah~ya… kenapa kau tak bisa berhenti memikirkan namja evil itu! Aku tahu Kyuhyun. Aku mengenalnya sejak ia lahir. Aku tahu ia takkan begitu terluka kehilanganmu. Aku yakin ia takkan bertahan lebih lama lagi denganmu!”

“Karena aku mencintainya, Oppa. Kyuhyun adalah satu-satunya pria di mataku. Dan aku tak bisa lagi melihat pria lain selain namja bernama Cho Kyuhyun itu” balas Min Ah. “Dan bila nanti Kyuhyun tak mau bertahan untukku, maka akulah yang akan bertahan untuknya, Oppa” lanjutnya sambil melepaskan tangannya dari genggaman Sungmin.

 

“Menikahlah dengan yeoja pilihan orang tuamu, Oppa. Bahagiakanlah keluargamu. Cinta itu bisa dipelajari, Oppa. Mungkin sekarang Oppa hanya melihatku. Tapi cobalah untuk melihat yeoja itu. Perhatikan ia baik-bak. Sebulan lagi, pasti Oppa bisa menemukan sisi baiknya dan mulai menyukainya. Dan beberapa waktu kemudian, setelah kalian menikah, aku percaya Oppa akan belajar mencintainya. Cobalah Oppa. Aku tahu Oppa pasti bisa” pinta Min Ah dengan wajah penuh harapan.

 

“Tapi, Ah~ya…”

“Ingat kata-kataku ini Oppa. Cinta itu bisa dipelajari. Cinta itu ada karena kita terbiasa dengannya. Mianhe. Jeongmal Mianhe. Aku benar-benar tak bisa meninggalkan Kyuhyun.  Aku sangat mencintainya, Oppa. Kyuhyun satu-satunya kekasihku. Dan sampai kapanpun oppa adalah Oppaku. Arraseo?” ucap gadis itu sambil beranjak berdiri.

 

“Gomawo untuk makan siang hari ini, Oppa. Mian aku harus pergi sekarang. Kyuhyun pasti sudah menungguku mengantarkan bekalnya” lanjut Min Ah sambil membungkukkan badannya berpamitan kepada Sungmin, dan segera beranjak meninggalkan namja itu yang masih duduk tak bergerak di kursinya.

 

Setelah sepuluh menit hanya diam dan merenung, tiba-tiba sebuah senyum merekah dari bibir namja itu, dan sejenak berubah menjadi tawa.

“Hahahahaha! Dasar babo! Namja Babo! Apa yang sudah kau lakukan? Bagaimana kalau nanti yeoja itu tak mau bertemu lagi denganmu? Babo! Babo! Babo! Hahaha…” gelak namja itu, namun tiba tiba setetes air mengalir dari pelupuk matanya.

 

“Aish… Sungminnie… Kenapa kau cengeng sekali?” ucapnya sambil segera menghapus air matanya. Tapi ternyata aliran itu tak berhenti, justru semakin deras.

“Aigooo…. apa yang terjadi padamu, Sungminniee?” keluhnya sambil bersandar pasrah di kursi restoran sambil mendongakkan kepalanya, berharap aliran air itu segera berhenti.

 

Dan dibalik meja kasir, seorang namja duduk dilantai, bersandar di meja kasir. Kakinya terasa begitu lemas. Mata teduhnya terlihat memerah tanda ia juga baru saja menangis.

 

“Minnie… sepertinya tak ada lagi jejak bayanganku dalam hatimu” bisik namja itu. “Lee Donghae, kau sudah kalah. Benar-benar kalah. Menyerahlah!” lanjutnya kepada dirinya sendiri.

 

#Flashback in Flashback End#

Back to February 2007

@Kyuhyun House

~~Author POV~~

Lee Sungmin menatap intens Park Min Ah melalui sudut matanya. Ia tak mau terpergok oleh dongsaengnya bila sebenarnya ia mencintai gadis yang menjadi yeojachingu dongsaeng kesayangannya itu.

 

“Lalu kenapa kau tak menolak perjodohan ini dan menikah dengan yeoja yang kau cintai itu, Hyung?” tanya Kyuhyun polos sambil menggenggam tangan Min Ah.

“Kalau semisal ayahku ingin menjodohkanku dengan orang lain, aku pasti akan bilang langsung kalau aku tak mau dijodohkan karena aku sudah memiliki orang yang aku cintai dan akan mendampingiku selamanya. Betul kan, chagi~a?” ujarnya sambil menoleh ke arah Park Min Ah. Dan gadis itu membalas tatapannya, tersenyum dan mengangguk.

 

“Nde. Kita akan bertahan dan berjuang bersama-sama, bukan?” tanya gadis itu sambil meirik ke arah Sungmin yang menatap mereka berdua.

“Nde! Tentu saja!” jawab Kyuhyun penuh ketegasan dan langsung merengkuh yeojanya ke dalam pelukan. “aku akan berjuang dan aku akan bertahan bersamamu! Pasti! Aku berjanji!”

 

Sungmin yang melihat tingkah Kyuhyun itu, kini hanya bisa tersenyum lemah.

“dan bila kau tak mampu menjaga janjimu, akan kupastikan akulah yang akan menghukummu pertama kali” batinnya.

 

#Flashback End

 

Back to Seoul, 29 Maret 2013

@ Ballroom Starking Luxury Hotel

~Park Min Ah POV~

Dari sudut mataku, kulihat sesosok yeoja yang berpakaian sangat glamor dan bermake-up tebal mendekati kami dan menggelayut manja di lengan Kyuhyun.

 

“Oppa, sedang apa kau disini? Kenapa lama sekali kalau ke kamar mandi? Uri Aegy menendang-nendang perutku terus. Ia ingin selalu berada di dekatmu” ucapnya manja. Aku hanya tersenyum simpul. Selera yeoja-mu tak pernah berubah Kyuhyun-ssi. Manja dan seksi. Pantas sekali bila kau meninggalkanku yang tidak bisa seperti mereka.

 

“Siapa nona ini, Oppa? Kenalanmu? Aiisshh… kenapa dandanannya kampungan sekali?” ujarnya ketika melihatku bersama calon suaminya itu.

 

“Ah… dia… dia…” tergagap kulihat namja itu ingin mengenalkanku. Segera ku bungkukkan badanku.

 

“Park Min Ah, imnida. Salam kenal. Anda cantik sekali, agasshi. Pasti Anda tunangan Tuan Cho Kyuhyun”, ucapku ringan. Benar-benar sangat ringan. Tak ada lagi rasa sakit di hatiku. Hanya datar yang kurasakan ketika melihat kemesraan mereka.

 

“Ah, nde. Shim Hye In, imnida. Calon istri Tuan Cho Kyuhyun yang tampan dan berkelas. Hahaa.. apa Anda salah pesta, Agasshi? Sepertinya pakaian Anda tak cocok untuk dikenakan di pesta semewah ini. Tuan Lee Donghae pasti malu kalau ia melihat ada tamu yang mengotori pesta agungnya dengan pakaian kuno Anda itu…” cerca yeoja bernama Shim Hye In itu dengan memasang wajah jijik.

 

“Hye-ah… jangan seperti itu! Tidak sopan!”, bentak Kyuhyun. Dan lagi-lagi aku hanya tersenyum.

 

“Wae? Kenapa kau membelanya, Oppa? Apa karena dia mantan yeojachingumu?” tandas gadis itu. Kyuhyun terlihat kaget dengan ucapan tunangannya itu. Kurasa gadis itu sudah mengetahui masa lalu kami. Kudekati gadis itu.

 

~Author pov~

Min Ah mendekati Hye In dengan wajah penuh senyuman. Sama sekali tak terlihat terluka atas sindiran Hye In terhadapnya.

 

“Tenanglah, Hye In-ssi. itu hanya masa lalu”, ucapnya lembut. “Seperti yang Anda bilang, saya adalah gadis cupu dan kuno. Jadi tak perlu khawatir kalau Kyuhyun-ssi akan kembali padaku. Karena aku sama sekali bukan type yeojanya. Jadi aku pasti kalah bersaing denganmu. Benarkan, Kyuhyun-ssi?” ucapnya sambil tersenyum tulus. Dan Kyuhyun hanya terdiam mendengar perkataan gadis yang masih dicintainya itu.

 

“Aish… tentu saja. Hahaha… kenapa aku harus khawatir? Betapa beruntungnya aku memilikimu, Oppa. Dan betapa beruntungnya aegy kita memiliki appa sekeren dirimu. Hihihi..” ujar Hye In sambil terkikik sendiri. Kyuhyun hanya membuang mukanya. Jenuh. Ia jenuh dengan yeoja yang jadi tunangannya itu. Kalau bukan karena ketololannya waktu mabuk, yeoja itu takkan mengandung. Ya, karena ketololannya yang melihat Hye In sebagai Min Ah. Betapa ia sangat merindukan sosok gadis bernama Min Ah, betapa sangat menyesal ia telah membuang gadis yang telah berkorban begitu banyak untuknya. Kyuhyun berusaha melupakan rasa rindunya dengan meminum banyak minuman beralkohol, tapi justru membuatnya terpuruk ke lubang kesalahan bernama Hye In, yang saat itu menjadi yeoja barunya. Dan akibatnya, yeoja genit itu hamil dua bulan sekarang.

 

“Aku beruntung sekali kan, Min Ah-ssi? aku memiliki calon suami yang sangat sempurna. Tampan, kaya, cerdas, berkelas. Hahaha… dan dia milikku, Min Ah-ssi. hanya milikku. Takkan pernah lagi jadi milikmu. Iya kan, Oppa?” tanya yeoja itu penuh penekanan.

 

Kyuhyun segera menatap Min Ah, ingin tahu apa reaksi gadis itu. Tapi wajah Min Ah tetap datar dan tak terbaca.

 

Apa kau tak cemburu, Ah~ya? Apa kau benar-benar telah melupakanku? Batinnya.

 

Dan Min Ah tetap tersenyum.

 

“Benar sekali, Hye In-ssi. anda sangat beruntung. Anda memiliki Kyuhyun-ssi sepenuhnya beserta dengan aegynya”.

 

Mendengar kalimat itu, Hye In segera merengkuh lengan Kyuhyun dan mengecup pipi Kyuhyun dengan manja.

 

“Dengar, kan Oppa? Oppa sepenuhnya milikku. Dan nona Min Ah tak ada harapan untuk bersamamu. Hihihii…” lagi-lagi yeoja itu terkikik.

 

“Ah, iya. Kenapa Nyonya Lee dari tadi tak terlihat? Aku ingin berkenalan dengannya dan memamerkan penampilanku hari ini.  Aku terlihat cantik, kan Oppa?”  ujar gadis itu genit sambil celingukan kesana kemari. Dan Kyuhyun hanya menatapnya bingung.

“Nyonya Lee?”

“Iya, Nyonya Lee. Istri Tuan Lee. Aku dengar Tuan Lee Donghae sudah menikah sebulan yang lalu. Huh! Beruntung sekali yeoja yang jadi istri Tuan Lee itu kan, Oppa. Padahal banyak sekali yeoja yang tergila-gila padanya, tapi Tuan Lee tak pernah bisa lepas dari yeoja itu. Padahal yeoja itu sudah menolaknya berkali-kali. Bodoh sekali yeoja itu baru menerima lamaran Tuan Lee saat ini”. Tutur Hye In panjang lebar tanpa jeda dan tanpa memberi kesempatan bicara pada orang-orang yang menjadi lawan bicaranya. Memang seperti itulah karakter gadis itu. Biang gosip, genit, manja, dan banyak bicara. Park Min Ah hanya menatap namja yang pernah dicintainya itu penuh iba.

 

‘Seperti ini kan keinginanmu, Kyuhyun-ssi? yeoja yang sangat ceria dan takan pernah bosan bercerita untukmu. Sesuai keinginanmu, bukan?’. Batinnya.

 

Ddrrrrrttt…drrrrrrttt…

 

Gadis itu merasakan ponselnya bergetar. Ia melihat layar ponselnya. Satu pesan. Dan ia segera membuka pesan itu.

From  :  Lee Hyukjae

Apa kau disana baik2 saja, chagi?

Apa namja bodoh itu mengganggumu lagi?

 

Park Min Ah tersenyum. Lee Hyukjae, namja yang sangat berarti dalam hidupnya. Pahlawan untuknya. Sesaat ia mengarahkan pandangannya menelusuri seluruh ruangan Ballroom untuk menemukan sosok itu. Dan itu dia, ada di depan dengan gummy smile khasnya. Namja itu sedang menatapnya intens. Walaupun dari kejauhan, Min Ah dapat merasakan kekhawatiran namja itu terhadapnya dengan melihat sorot matanya. Segera dibalasnya pesan namja itu.

 

To   :   Lee Hyukjae

Aku baik2 saja, Oppa. Aku takkan terjatuh lagi.

Aku sudah janji padamu kan? Jangan khawatir.

 

Segera ia menekan tombol “send” dan kembali menatap pasangan di depannya. Tepuk tangan tiba-tiba bergemuruh memenuhi ruangan.

 

“Omoo. Oppa, lihat! Tuan Lee akan memankan piano untuk istrinya. Aiissh… romantis sekali!” pekik Hye In setengah cemburu. Hye In, Kyuhyun dan Min ah segera melihat ke arah namja bertuxedo putih yang berjalan gagah menuju piano hitam yang berada di tengah ballroom.

 

 

 

 

From the T to the B to the C

 

 

 

Kependekan lagi kah? Atau kurang panjang? (#bedanya kependekan ama kurang panjang apa thor?!)

Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Sungmin, Lee Hyukjae. Empat nama namja yang muncul dalam kehidupan Park Min Ah.

Readers mau yang mana? Ayo dipilih, dipilih, dipilih! Beli dua gratis satu! Beli tiga dapat keempatnya! Heheheewww…

 

Mian untuk tingkat keGAJEan yang akut dan typo yang berserakan. Maklum masih amatir.

Mian untuk tingkat keyadongan yang gagal. Author udah usaha memeras otak buat ngebayangin adegan itunya (#bungkuk2 bareng Choco). Benar2 butuh kritik saran yang membangun ^^

Jangan lupa RCL ne????

Jeongmal Gomawo buwat Min Ana yang mau publish FF ini ^^

*BOW…

5 thoughts on “THE ONE I LOVE (PART 3) // SERIES

  1. kurang panjang, truz pengulangannya jangan pnjang2 thor,kyak td pas min ah pov, tuh pengulangannya tllu pnjang, , , jdnya kan mlah kyak baca spruh part 2, hehehe
    tpi bgus kq, lanjuutttt, , ,

  2. wlaupun bias q cho kyuhyun,tp kya nya khusus buat ff yg satu ini,aq mlh donghae dh..
    kyu di sini bner2 kejam!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s