My black mission…. {part 11}

 

mbm11

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

“ Jika ini yang bisa membuat ahjussi senang,, aku akan melakukannya dengan rela,,, aku tidak akan menyesal karna ini keinginan ahjussi,,,” seung heun menatap jun dengan linangan air mata,, ingin sekali dia memeluk jun sa’at ini tak peduli jika harus membayar dengan nyawanya.

Kangin terhenyak dengan perkata’an jun,,, kedua jari jempol jun sudah masuk ke lubang dan siap menarik pelatuk,,, “APA YANG KAU LAKUKAN,,,!!!” Teriak kangin geram melihat tindakan jun,,, DOORR…!!!! Dengan sigap kangin mengalihkan arah pistolnya,, tembakkan sukses melayang ke udara.

“ Apa kau ingin mati,,,?!! Kenapa kau benar – benar menarik pelatuknya,,,!!!!” Kangin murka dengan apa yang di lakukan jun.

Tapi jun justru tersenyum dia langsung memeluk kangin,,, “ahjussi gumawo,,,” kangin membalas pelukan jun erat,, dia baru menyadari betapa sayangnya dia pada anak muda ini.

Seung heun terharu,, ini semua karna dirinya, melihat pistol yang tergeletak di tanah seung heun langsung memungutnya, hidupnya hanya akan membuat orang lain susah.

Dia menatap kangin dan jun saling menyayangi,, seung heun memutuskan untun mengahiri hidupnya sekarang juga tanpa ingin membuat orang lain menderita karna kesalahannya.

Seung heun sudah siap menodongkan pistol ke kepalanya sendiri sebelum akhirnya ada sebuah tangan yang memegangnya,,, “kumohon,,, jangan membuat semua yang ku lakukan sia – sia,,,!” Ucap jun pelan air mata masih membasahi pipinya.

Tanpa keraguan seung heun langsung memeluk jun,,, “putraku,,, putraku,,, putraku,,,” seung heun tak berhenti mengucap, dia sangat bersyukur karna bisa bertemu kembali dengan anak kandungnya,, berulang kali seung heun mencium wajah jun dengan tangis bahagianya.

Dia memegang wajah jun menatapnya dengan lembut,,, “mianhe,,, jeongmal mianhe,,,” seung heun hendak berlutut tapi cepat di cegah jun.

“ Aboejii,,, aniaa,,,” perkata’an jun ‘aboeji’ membuat seng heun mendongak dengan tatapan bahagia.

Jun menatap seung heun intens,,, “aboejii,,, katakan padaku,, siapa yang menyuruh mu membunuh ayah vick,,,??” Mata seung heun terbelalak demi mendapati pertanya’an jun.

Dia hanya diam tanpa berani berkata,, karna dia yakin kalau jun akan dalam bahay jika nekat untuk balas dendam pada mao,,, mendengar pertanya’an jun, kangin yang tadi tidak peduli ikut mendekati mereka.

“ Itu semua atas kemauan ku,,,,” seung heun memaksakan diri agar semua percaya kalau dia membunuh wooyoung atas kehendaknya sendiri.

“ Aboeji,,, aku tau kau mencoba mencegah sa’at mobil akan meledak,,,” jun menolak pernyata’an seung heun.

“ Dan kalau kau memang pelakunya,,, kenapa kau rela menukarku dengan bayi yang di vonis meninggal oleh dokter,,,?” Perkata’an jun bagai petir yang berhasil menyambar hati seung heun.

“ Kau memang sangat jenius,,,” gumam seung heun,, entah perasa’an kagum atau takut jika melihat anak muda yang ada di hadapannya.

“ Jebal,, katakan padaku aboeji,,, apa dia mao,,?” Seung heun mendongak demi mendapati jun menyebut nama ‘mao’.

“ Apa aku benar,,,“ jun menebak maksud tatapan ayahnya.

“ Ada sesuatu yang akan ku tunjukkan pada mu,,, sesuatu yang di inginkan mao,,, mungkin itu bisa membantu mu,,,” ucap seung heun cepat, dia tidak ingin jun menyerang mao tanpa senjata rahasia.

——————–­——————–­—–///////////­———————­——————–­————

Di rumah seung heun mengobrak – abrik isi brankas rahasianya,, mencoba mencari apa yang dia butuhkan,,, tapi hasilnya nihil,,, dia terus berusaha mencarinya di berbagai tempat.

“ Apa aboeji mencari ini,,,,” siwon menunjukkan bendah kecil yang ada di tangannya.

“ Kenapa ada padamu,,,? Berikan pada ku,,,” pinta seung heun sedikit kesal.

“ Kenapa aboeji merahasiakan hal sebesar ini,,,? Dari dulu aku ingin menangkap mafia terbesar di taiwan yang sekarang tinggal di korea,, mao liwarat,,,” seung heun tercengang dengan perkata’an siwon.

“ Apa yang sudah kau lakukan dengan file itu,,,?” Tanya seung heun antusias.

“ Aku sudah mengirim semua ke kejaksa’an,,,” ucap siwon ringan lalu menyerahkan kembali flashdise tersebut.

Tapi seung heun justru mencengkram kerah baju siwon dengan tatapan marah,,,, “ APA KAU SUDAH GILA,,,,!!!! NYAWA ADIKMU TERGANTUNG PADA ITU,,,,!!!!!!” Teriak seung heun geram.

“ Apa hubungannya dengan vick,,,?” Siwon sedikit bingung dengan perkata’an ayahnya.

“ BUKAN VICK,,,, TAPI ADIK KANDUNGMU,,,,,!!!!!!­” Mata siwon terbelalak mendapati pernyata’an yang mengejutkan hatinya.

“ Siapa dia,,,? SIAPA ADIK KU,,,,!!!!! Di MANA DIA,,,,???!!! DIMANAAAAA,,,,??!!!!­!” Amarah siwon memuncak demi mendapati pernyata’an ayahnya,, karna ayahnya sama sekali tidak menceritakan apapun pada dirinya.

“ Siwon-ah,,,” air mata seung heun menetes,, dia ingat kalau selama ini siwon sangat sedih ketika ayahnya menyerahkan adik yang dengan bangga lahir kedunia pada orang lain di depan matanya.

Dreeettt,,, dreeetttt,,,, handphone seung heun berbunyi,,, melihat siapa yang menelpon seung heun menjauhkan dirinya dan membiarkan siwon yang masih diburuh amarah rasa penasaran yang menjalar di dirinya,, “yeobseyo,,,” ucap seung heun.

Seketika raut wajah seung heun terlihat marah, kesal, cemas bercampur jadi satu, cepat seung heun langsung melesat pergi, tanpa peduli siwon yang terus – terusan berteriak.

^_____v_____^

Siwon berjalan ke arah cafe,, tempat dimana jun sering melakukan aksinya,,, berkat beberapa data yang di bocorkan kangin,, akhirnya siwon besrta beberapa anak buahnya datang untuk menyelidiki.

“ Ma’af,,, saya dari kantor kejaksa’an,,, bisa tunjukkan mana ruangan yang biasa di tempati tuan jang woo zhun,,,?” Tanya siwon pada salah satu pelayan cafe.

“ Tuan jun adalah orang penting di sini,,, jadi saya tidak dapat memberitahu begitu saja,,,” meski sedikit takut, pelayan tersebut menolak.

“ Apa kau ingin aku tuntut karna melindungi penjahat,,,?” Ancaman siwon langsung mengena.

Terlihat pelayan tersebut sedikit takut,,, hingga dengan terpaksa menunjukkan sebuah ruangan yang terletak di ujung lokasi cafe.

Cepat siwon masuk,, dia meneliti setiap tempat dan melihat semuah peralatan aneh – aneh jun,, sepertinya alat yang sudah dia siapkan untuk aksi mencurinya.

Siwon langsung duduk menghadap komputer,, berusaha mencari setiap data yang dia perlukan,, mata siwon tidak berhenti terperanjat melihat satu – persatu apa yang dia temukan.

“ Aku sudah meng_copy semua disini,,, nanti kalau jun datang,,, tangkap dan introgasi dia,,,,” perintah siwon pada bawahannya.

“ Siap,,!! Pak,,,” jaksa tersebut menerima sebuah flasdish dari tangan siwon.

Siwon langsung pergi setelah menyerahkan semua pada bawahannya,, dia sangat terlihat tergesah – gesah.

Beberapa menit kemudian jun datang,, “aiisshh,,, handphone ku tertinggal,,,” runtuk jun kesal, dia sedikit tersentak melihat banyak polisi di cafe.

“ Ada apa ini,,,??” Tanya jun berusaha bersikap biasa.

Salah satu pengawal mendekatinya,,, “apa anda yang bernama jang woo zhun,,,??” Tanya pengawal tersebut.

“ Nde,,, ” jawab jun bingung.

“ Bawa dia,,,” perintang polisi tersebut pada anak buahnya yang lain.

“ Sebenarnya ada apa ini,,,??” Jun berusaha bertanya.

“ Nanti anda akan tau….” Dengan pasrah jun ikut mobil polisi.

Hampir satu jam jun menanti di kantor kejaksa’an,, waktu untuk di introgasi,,, “sebenarnya ada apa aku di bawa kemari,,,?!!” Geram jun karna tidak tahan, menunggu adalah hal paling menyebalkan baginya.

“ Jounshuhamnidda tuan,,, anda sekarang boleh pergi,,, sepertinya informasi yang di berikan oleh sesorang salah….” Ucap salah satu petugas yang tadi mengecek data yang di berikan siwon dari komputer jun.

Entah perasa’an apa yang tiba – tiba merambat di diri jun ketika mendapati jawaban itu,,, “oh yaa,,, jaksa choi ada di mana,,??” Tanya salah satu jaksa yang baru saja datang pada petugas di situ.

“ Molla,,, tadi setelah menyerahkan dan memberi perintah dia langsung pergi dengan tergesah – gesah,,,” jun semakin panik mendengar jawaban petugas kejaksa’an tersebut tersebut.

“ Boleh aku pinjam komputernya,,,” ucap jun panik seraya berdiri di samping petugas itu.

Melihat ekspresi jun petugas tersebut sedikit terheran,,, “nde,,,” jawabnya sedikit ragu.

Cepat jun langsung mengambil posisi di hadapan komputer,, “apa ini,,,?” Jun heran menatap semua gambaran detail lokasi yang dia dapat tiap akan mencuri berubah menjadi gambar lain,,,? Gambar yang sama sekali dia belum pernah lihat,,??

Choi siwon,,, pasti dia yang melakukan ini,,, jun beralih mengecek email nya,,, [datang,, atau kekasihmu MATI,,,] jun terperangah menatap tulisan itu,,, dia langsung melesat tanpa peduli beberapa petugas masih memanggilnya dan menatapnya heran.

TBC ?

Geje nee,,,?? Imajinasi author benar – benar belum sampai jika membuat FF action..
Jadi ini sedikit banyak ngasaaall alias ngawur semua..

Biar cepet next… RCL yaaa…..

6 thoughts on “My black mission…. {part 11}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s