My black mission…. {part 9}

 

MBM9

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

Tubuh jun sedikit bergetar, entah perasa’an apa yang merayap di tubuhnya ketika hendak menarik pelatuk pistolnya,,, sementara seung heun yang sudah mengetahui semua itu memejamkan mata, menerima apapun yang akan jun lakukan pada dirinya.

“ Appa,,,!!!” Kedatangan vick mengurungkan tindakkan jun, tidak mungkin dia membunuh seung heun di hadapan vick.

Seung heun tersenyum menatap putrinya,,, “kau sudah datang,,,” ucap seung heun basa – basi.

“ Nde,,, oh,, appa kenapa tidak memakai telur,,,? bukankah masakan khas appa tidak jauh dari telur,,,? Biar aku ambilkan,,,,” jun menghempiskan tubuhnya sa’at vick hendak berbalik.

“ Aniiaaa,,,” seung heun yang mengetahui keberada’an jun mencegah langkah vick,,, “kali ini appa ingin yang beda,,, sepertinya tidak ada daging di kulkas,,, bisakah kau belikan buat appa,,,? Kajja,,,” seung heun menarik vick ke luar untuk memberi waktu jun agar bisa dengan bebas keluar dari persembunyiannya.

Jun menyimpan pistolnya kembali,, kemudian berjalan keruang tengah, bersikap kalem seperti biasa.

“ Kau masih di sini,,,?” Ucap siwon tiba – tiba datang dan duduk di hadapan jun.

“ Nde,,, sepertinya kau sangat sibuk,,,?” Jun mencoba basa – basi.

“ Tidak,,,!! Hanya saja aku merasa sesak di dalam rumah,,,” jun tersenyum mendengar jawaban siwon,, dia hafal betul perasa’an siwon pada vick.

“ Oww,,, aku harap aku bisa menghilangkan sedikit rasa sesak itu,,,” jun masih menanggapi santai.

Siwon memincingkan matanya menatap sosok di hadapannya dengan kebencian,,, “apa hubungan mu dengan vick,,,?” Tanya siwon tajam.

Sementara jun membalas tatapan siwon dengan santai,,, “kami hanya teman,,, tapi aku tau kalau kau pasti menolak jawaban ku,,,” tebak jun membaca cara menatap siwon.

“ Kau benar,,, karna aku kakak vick,, jadi aku tidak akan membiarkan vick dengan seseorang yang tidak tepat,,,” jun tersenyum remeh mendengar ucapan siwon,, karna jelas – jelas dia tau kalau siwon menyimpan rasa pada vick.

“ Kau tenang saja,,, selama diantara kami tidak ada kata saranghae,, i love you,, aku mencintaimu,,, kami bukan sepasang kekasih,,,” ucap jun berusaha sebiasa mungkin menghadapi siwon.

Sementara dilain tempat vick yang mendengarkan hal itu merasakan nyeri yang sangat panas di uluh hatinya,, demi mendengar perkata’an jun,, perkata’an orang yang sangat dia cintai,, dan rela menyerahkan seluruh apa yang di miliki pada namja tersebut.

“ Vick wae,,,” tanya seung heun membuyarkan lamunan vick yang menatap tajam ke arah jun.

“ Oh,,, ania appa,,,” vick memalingkan muka untuk menghapus air matanya.

“ Kenapa kau berdiri di sini,,,? Kenapa kau tidak ikut bergabung dengan mereka,,,?” Seung heun menatap vick heran.

“ Aniiaa,,, karna jun sudah mengobrol dengan siwon oppa,,, aku akan membantu appa memasak,,, kajja appa,,,” vick menggandeng tangan seung heun menuju dapur.

Sementara Seung heun menatap jun dan siwon yang sama – sama mengobrol dengan tatapan senduh,,, “kalian berdua,,,” gumam seung heun dalam hati menatap kedua putranya.

Semua berkumpul di meja makan,,, vick masih terdiam mengingat perkata’an jun, dia sangat sakit dengan ucapan itu,, tapi jun justru mengabaikannya,, karna dia sengaja berbuat itu agar vick membencinya.

Benci sekarang lebih baik menurut jun dari pada nanti dia menerima lelaki yang sangat dia cintai adalah pembunuh ayahnya,,, dalam hati jun sebenarnya masih kalut, ditambah suasana hangat yang dia rasakan ketika berada di rumah ini.

“ Cha makanlah,,,” seung heun mengambil lauk buatannya ke makanan jun.

Jun sedikit terhenyak dengan sikap seung heun, diapun berusaha tersenyum,,, “ghamsahamnidda ahjussi,,,” ucap jun lembut.

“ Vick,,, ada apa dengan mu,,? Apa kau sakit,,,?” Siwon menatap vick yang dari tadi hanya mengaduk makanannya.

“ Oh aniiiaa,,,” kilah vick,, matanya bertemu dengan mata jun yang juga tengah menatap dirinya.

“ Mmmm,,, aku seperti pernah merasakan masakan ini,,,?” Ucapn jun membuat semua beralih menatapnya, terlebih seng heun.

“ Benarkah,,,? Dimana,,,? Karna ini menu cipta’an ayahku,,,?” Siwon bertanya memastikan.

Seung heun masih melihat jun dengan ratapan sedih,, ingin sekali dirinya memeluk untuk menghapus kerinduan yang dia tahan selama ini,, jun tersenyum mendengar pertanya’an siwon,,, “molla,,, mungkin rasanya mirip dengan masakan yang pernah aku makan sebelumnya,,,” jawab jun.

“ Karna eomma mu sering meminta makanan ini ketika kau dalam kandungannya,,,” gumam seung heun dalam hati,, tanpa terasa pipinya teras hangat akan air mata.

“ Appa,,, wae,,,?” Tanya vick yang dari tadi heran melihat sikap ayahnya.

“ Achh,,, aniaaa,,,” seung heun berusaha menutup dan menghapus cepat air matanya sebelum kedua putranya melihat dia menangis.

Jun berjalan keluar usai makan malam,, dia melihat keada’an sekitar rumah vick,, mengetahui keberada’an namja itu vick langsung menghampirinya,, sementara siwon dan seung heun merapikan meja makan.

Vick berdiri tepat di samping jun,, hanya berdiri dan diam tanpa mengatakan apapun,, karna mengingat perkata’an jun yang begitu menyakitkan dan menyayat hatinya.

“ Apa kau marah padaku,,,?” Tanya jun basa – basi meski dia mengetahui kenapa sikap vick seperti itu,, karna dia tau kalau vick mendengarkan pembicara’annya dengan siwon.

“ Aniii,, kenapa aku harus marah padamu,,,?” Jawab vick tanpa mengalihkan pandangannya lurus ke depan.

Jun hanya bisa ikut diam,, dia sengaja melakukan hal tersebut,, hal yang sangat di a benci untuk menjalaninya,, menerima ayah vick sebagai pembunuh ayahnya adalah merupakan suatu kiamat bagi dirinya,,, jun hendak beranjak karna tidak mau terlalu lama bersama vick dalam suasana kebisuan.

“ Kenapa kau berkata seperti itu pada siwon oppa,,,?” Vick menahan perasa’an getir mengatakan semua itu.

Langkah jun terhenti dengan perasa’an hampa dia membalikkan tubuhnya, kembali menatap vick yang sudah mulai menangis,,, “katakan padaku,,,? Apa aku salah,,?” Air mata sukses mendarat di pipi vick mendapati jawaban jun.

Demi tuhan,, ingin sekali jun memotong lidah yang begitu mudah mengeluarkan kata – kata yang membuat vick menangis,, dia bahkan tidak rela jika orang lain membuatnya sedih tapi sekarang dia justru,,,? ”Anii,,, kau benar,, sangat benar,,,”

Vick berusaha untuk tenang,, “jang woo zhun,,, namja cerdas dengan ketampanan yang hampir membuat mu terlihat sempurna,,, hah,,!! Aku begitu pabbo karna mengharapkan hal yang sudah jelas sangat sulit ku gapai,,,” vick menertawai dirinya sendiri mengatakan semua itu.

“ Hentikan,,,” ucap jun dengan suara lirih namun tajam.

Tapi vick justru melanjutkan ucapannya,, hatinya sudah terlalu lelah,,, “aniii,,, kau benar,, harusnya aku menyadari siapa diriku,, dan mengukur seberapa jauhnya jarak kita,,, tapi aku begitu mudah saja percaya pada diriku sendiri,,,” air mata vick terus mengalir.

Dada jun sudah tidak kuat,, ingin sekali dia memeluk gadis di hadapannya,,, “harusnya aku sadar siapa yang lebih pantas buat ku,,,” tambah vick, semakin membuat jantung jun mau meledak.

“ Vick,,, jangan bicara lagi,,,” gumam jun berusaha membuat agar vick mau diam.

“ Wae,,, yang ku katakan benar kan,,?” Jun hanya bisa menghela nafas seraya memalingkan muka, benar – benar dia dalam keada’an bimbang.

Siwon dan seung heun sudah ada di depan pintu melihat mereka,, jun berusaha bersikap biasa ketika matanya tertuju pada dua sosok itu,, dengan kesal vick berjalan pergi meninggalkan jun menuju ke arah siwon.

“ Mianhe oppa,,,” gumam vick dalam hati kemudian. Mencium bibir siwon di hadapan jun dan seung heun,, mata siwon terbelalak mendapati perlakuan vick,, tapi rasa asin air mata vick bisa dia rasakan lewat bibir vick.

Siwon tau pasti vick sengaj melakukan ini,, jadia dia tidak memberonta melainkan membalas ciuman vick,, mata jun menatap dengan gerap, genangan air mata sudah menumpuk di pelupuk matanya memberonta untuk keluar demi mendapati perasa’an marah bercampur sedih melihat apa yang kini di hadapannya.

Seung heun menatap keduanya dengan terpaku dan juga sedih melihat keada’an semua anak – anaknya,, karna dia bisa melihat dengan jelas amarah kecemburuan menyelimuti diri jun.

Jun lngsung pergi tanpa mau berlama – lama melihat semua itu,,, melihat kepergian jun, pelan vick melepaskan ciumannya,, seung heun langsung menhampirinya dengan geram,,, “APA YANG KALIAN LAKUKAN,,,,!!!” Bentak seung heun geram.

“ Mianhe,, aku,,,” belum sempat vick memberi penjelasan siwon sudah memotong ucapan vick.

“ Wae,,, kami bukan saudara kandung,,, apa kami salah,,,?” PLAK,,, satu tamparan mendarat dengan keras di pipi siwon.

“ Appa,,,” vick tersentak melihat perlakuan seung heun pada siwon.

“ Sudah ku bilang jangan katakan hal seperti itu,,,?!!!” Hardik seung heun.

“ Aku sudah mengetahuinya dari dulu appa,,, jadi ku mohon jangan pukul oppa,,,,” ucapan vick kembali mengejutkan keduanya.

“ Kapan kau mengetahuinya,,,?” Tanya seng heun sedikit kaget.

“ Sejak appa dan siwon oppa berdebat malam itu,,,” vick tersenyum memberi jawaban.

Mata seung heun menatap vick sedih,, dia langsung memeluk erat gadis kecilnya itu,,, “vick,,, mianhe,,, meski begitu,, kau tetap anak appa,, appa sangat menyayangimu,,,” ucap seung heun terisak memeluk vick.

“ Gumawo appa,,, gumwo,,,” air mata vick juga tidak berhenti mengalir.

——————————————————————————————–

Siwon masih termenung duduk sendiri di taman,, bayangan vick menciumnya kembali terlintas,, dia sudah tau kalau vick mencintai jun,, dan yang di lakukan vick pada dirinya hanya ingin membuat cemburu jun semata.

Rasa perih merayap di diri siwon,, dia sangat terpukul mendapati gadis yang sudah berhasil merebut hatinya sejak kecil mencintai orang lain.

“ Oppa,,,” panggil vick lirih menghampiri di mana posisi siwon berada.

Siwon berusaha tersenyum meski sebenarnya sedih yang dia rasa,,, “wae,,,”

Vick mengambil posisi duduk di samping siwon,, “mianhe,,, tadi,,,” vick hendak menjelaskan tapi siwon menyusul ucapannya.

“ Gwenchana,,, jangan pikirkan lagi,,,” siwon berusaha menenangkan vick.

Drettttt,,, dreeett,,,, handphone vick bergetar,, menatap nama jun yang tertera vick sedikit melirik ke arah siwon kemudian menjauh untuk mengangkat telfon,,, tapi siwon sudah terlanjur tau siapa penelpon itu.

“ Yeobseyo,,,” jawab vick mengangkat telpon.

“ Datanglah ke sini,,,” klik,,, telpon di tutup,, seperti karakter jun biasanya.

Sejenak vick menghela nafas kemudian pergi,, siwon hanya bisa memandangnya dengan perasa’an menyedihkan.

——————————/////————————////—————————–////—————————-

Jun masih diam memikirkan apa yang harus dia lakukan,, “wae,,,?” Tanya kangin heran melihat raut jun yang akhir – akhir ini begitu lemas.

“ Ahjussi,,, ottokke,,,?” Suara jun terlihat sedih,, DEG sejenak dada berdebar mengira kalau jun tau siapa sebenarnya dirinya.

“ Ada apa sebenarnya,,,?” Tanya kangin antusias.

“ Choi seung heun,, adalah ayah vick,,,” perkata’an jun sejuta kali lipat membuat jantung kangin berdebar.

“ Jadi dia masih hidup,,,?” Pekik kangin mengetahui kebenarannya,, jun mendongak heran mendengar ucapan kangin.

“ Apa maksud ahjussi,,,” tanya jun penuh selidik, dia benar – benar melihat sesuatu yang ganjil.

“Oh,, ani,,, hanya saja,,,” KLEEK… Suara pintu terbuka menghentikan penjelasan kangin,, vick memasuki ruangan.

Melihat kedatangan vick, kangin langsung berlari menyambutnya,,, “vick,, kau,,,” kangin tanpa sadar memegang kedua pipi vick dengan tatapan nanar, perilaku kangin yang aneh menimbulkan tatapan heran bagi diri jun maupun vick.

“ Ahjussi,,, ada apa dengan mu,,,?” Tanya jun bingung,, dia benar – benar penasaran.

Kangin berusaha agar mereka tidak curiga,,, “ohh,, aniii,, aku hanya rindu karna vick terasa sudah lama tak datang kesini,,,” kangin beralasan.

Tapi jun masih tak percaya dan menatapnya dengan penuh selidik,, “baiklah kalian silakan mendiskusikan rencana kalian,,,” kangin permisi pergi karna tidak ingin berlama – lama di sini.

Vick kembali menatap jun dengan sedikit kaku atas kejadian tadi,,, “kajja,,,” ajak jun menuju ke depan komputernya.

“ Sepertinya tempat selanjutnya sedikit berbahaya,,, tapi aku akan memposisikan mu di tempat yang aman,,,” sikap yang jun seolah biasa membuat vick sakit bahkan sama sekali tidak mendengar perkata’an jun.

“ Sepertinya kau tidak fokus dengan apa yang aku ucapkan,,, cha,,,” jun menyerahkan beberapa lembar kertas yang sudah dia tata rapi,, “bacalah,,,” vick menerimanya kemudian berdiri membacanya di sofa.

Jun beranjak dari duduknya dan pindah ke sofa yang di duduki vick,, sikap vick yang kaku sangat terlihat jelas, tapi jun tetap bersikap biasa seolah tak terjadi apa – apa,,, “huuaaahh,,,” jun sudah menguap, tubuhnya sudah mengantuk karna lelah, tanpa beban dia langsung menyandarkan kepalanya di bahu kanan vick dan terlelap.

Terpancar kesidihan di wajah vick,, dia menatap wajah polos dan tampan yang ada di sampingnya,, pelan vick menyentuh pipi jun lembut, tangannya terus bergerak ke dagu jun,, vick masih menikmati apa yang ada di sampingnya,, hingga tiba – tiba tangan jun menggenggam lembut tangannya.

“ Kenapa tadi kau lakukan itu,,,?” Ucap jun dalam posisi yang masih tetap sama dan mata masih tetap terpejam.

Vick hanya diam tanpa bisa berkata,,, dia hendak menarik tangannya yang ada di genggaman jun, tapi jun justru mengeratkannya.

“ Apa maksud mu melakukannya,,,?” Jun kembali bertanya.

Vick membiarkan air matanya keluar,,, “kau orang yang jenius,,, aku yakin kau pasti mengetahuinya,,,”

Vick memaksa berderi meski tangannya masih dalam genggaman jun,, dia menarik paksa tangannya,,, “auuww,,,” rintih vick mendapati tangannya sedikit terkilir,, hingga membuat jun melepaskan pegangannya.

Tidak mau buang waktu vick langsung berjalan pergi ketika jun melepaskannya,,, “kau berhasil,,,” suara jun menghentikan langkahnya.

Dada vick berdebar kencang mendengar langkah kaki jun mendekat ke arahnya hingga berdiri tepat di hadapannya,,, “bukankah kau ingin membuatku cemburu dengan melakukan itu,,,” vick yang dari tadi menunduk langsung mendongak menatap wajah jun.

“ Kau berhasil,,, kau berhasil membuat dada ku terbakar karna hal itu,,,” isak vick kembali terdengar demi mendengarkan penjelasan jun.

Diam,,, itu yang kini hanya bisa vick lakukan,, pelan jun menarik tubuh vick ke dalam pelukannya,, “tuhan,,, bantu aku,, aboeji,,, apa yang harus ku lakukan,, haruskah aku ikut menyusul mu setelah mengirim pembunuh itu kepadamu,,,?” Dengan perasa’an perih jun mendekap vick.

TBC

Mian kalau part ini terlalu melo,,, hanya sampai di sini kemampuan author..
Pas nulis part ini author lagi sakit…

RCL yaaaa…. Meskipun sedikit geje tapi tetep butuh usaha…..
Hehehehe

5 thoughts on “My black mission…. {part 9}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s