My black mission…. {part 8}

 

MBM8

 

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

“ Kita mempunya musuh yang sama,,, jadi apa salahnya kalau kita bergabung,,,?? Bagaimana,,,?” Mao menawarkan tangannya untuk memberi kesepakatan.

Jun hanya diam menatap mao tajam,,, kemudian pergi seraya mengambil kaset rekaman yang baru dia lihat,,, menerimah sikap tersebut mao langsung menurunkan uluran tangannya.

“ Sebentar lagi,,, permainan akan di mulai,,,!” Mao tersenyum menyeringai.

————————————————————————————————————————–

Jun masih duduk dihadapan komputernya dan di tangannya masih memegang disc itu,,, meski tatapannya tertuju pada benda yang kini dia pegang.

Tapi pikiran jun ke arah yang lain,,, appa vick,, hal yang masih belum bisa dia percaya atau pun terima kalau seandainya memang benar – benar dia pembunuh ayahnya.

“ Apa itu sebabnya kemarin dia,,,?” Memori jun mulai mengingat ketika seung heun dengan tiba – tiba memukul dirinya.

Jun kembali memasukkan disc tersebut untuk melihat ulang,, memastikan apa benar appa vick pelakunya.

KLEEK,,, pintu ruangan terbuka,, menyadari siapa yang datang cepat jun mengganti apa yang hendak dia putar,,, “jun-ah,,, apa kau tidak bosan,,,? Bagaimana kalau kita keluar,,,” ajak vick menghampiri jun.

“ Mianhe,,, aku sibuk,,,” jawab jun tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.

“ Arrasseo,,, kau selalu seperti itu,,,” dengan sedikit kesal vick beranjak.

Jun hanya bisa menghela nafas,,, “apa yang harus ku lakukan,,, kenapa harus dia,,,? Kenapa harus appa vick,,,?” Jun sudah lemah memikirkannya.

“ Abojie,,, ottokke,,,? Ottokke aboehi,,,?” Air mata jun menetes menatap foto ayahnya.

Jun melakukan gerakan tubuh untuk mengendorkan otot – ototnya yang kaku, kemudian berjalan menuju kamar mandi.

Kangin yang baru tiba untuk mengantarkan jun makanan,,, “jun,, vick tadi kemana,,,? Aku lihat dia pergi dengan sedikit kesal,,,?” Tanya kangin melihat jun membuka bajunya.

“ Mungkin dia sedikit kesal,, karna aku menolak perminta’annya,,,” teriak jun dari dalam kamar mandi.

“ Oww,,, kalau begitu paman pergi dulu,,, ingat makanan mu aku taruh di atas meja,,,” ucap kangin sebelum pergi.

“ NDE,,,,!!” Jawab jun setengah berteriak.

Kangin menatap isi kamar yang berantakkan,, beberapa baju dan peralan jun yang lainnya berserakah di lantai.

“ Aigooo,,, ckckck,, kapan anak ini bisa berubah,,,” kangin memungutinya satu persatu hingga matanya tertuju pada komputer yang masih menyalah.

Kangin hendak mematikannya,, tapi justru membuat dia menekan tombol melihat video itu,,, mata kangin terbelalak mendapati sosok woo young sahabat yang sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri.

Dia juga kembali dikejutkan dengan sosok seung heun,, sebagai pelaku di balik pembunuhan tersebut.

“ Ahjussi,,,” suara jun membuyarkan lamunan kangin.

“ Ba-ba-gai-ma-na bisa kau,,,?” Ucap kngin putus – putus karna syok.

“ Aku mendapatkannya dari seseorang,,,” jun kembali duduk di hadapan komputer, sementara kangin masih menatap layar.

“ Apa karna ini dia rela menyerahkan bayi nya,,,?” Gumam kangin lirih.

Telingah jun menangkap ucapannya,,, “apa maksud ahjussi,,,?” Tanya jun heran,, karna dia merasa kangin pasti mengetahui sesuatu.

“ Ach,,, aniaaa,,,” elak kangin berusaha tersenyum menatap jun.

Jun kembali fokus menatap layar,,, kangin masih terus menatap pemudah yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.

“ Tuhan,,, kali ini aku tidak tau harus marah atau benci pada anak ini,,,” gumam kangin dalam hati menatap jun.

Merasa terus dilihat kangin,, jun langsung menoleh dengan tersenyum menatap pamannya.

———————————////——————————————//////————————————–

Pagi – pagi seung heun mengajak kedua anaknya untuk bersih – bersih taman di samping dan di depan rumah.

“ Oppa,,, hentikan,,” vick sedikit berteriak karna siwon menyemprotkan air ke arahnya,, seung heun tersenyum melihat semua itu seraya memotong rumput.

Seung heun mengumpulkan semua rumput yang mereka potong,, lalu beranjak membuangnya ke tong sampah di ujung gang rumahnya.

Plak,,, plak,,, plak,,, sebuah tepuk tangan pelan terdengar dan mendekat ke arahnya,,, “sepertinya kau sekarang bahagia,,,?” Ucap sosok lelaki dengan memakai kaca mata hitam dan di iringi beberapa body guard di sekitarnya.

Seung heun menatap meraka dengan sedikit geram,,, “apa tujuan mu kembali kesini,,,?” Tanya seung heun.

“ Tujuan ku,,,?? Hahahaha tentu saja mengambil milikku yang sempat kau curi sa’at kau kabur jadi pengawal ku,,,” mao membuka kacamatanya agar bisa menatap seung heun tajam.

“ Bukankah sudah ku bilang,,, aku tidak akan membocorkan kejahatan mu,,, tapi aku hanya menggunakan itu untuk menjaga keluarga ku,,,” seung heun tau kalau jika dia kabur maka mao tidak akan membiarkannya begitu saja.

Karna itu dia mencuri rekaman dan data kejahatan mao untuk menjaga mereka dengan ancaman akan menyerahkan semua itu pada kejaksa’an jika mao menyakiti keluarganya.

“ Keluarga,,,? Kalau kau ingin bicara keluarga ikut aku,,,” mau mempersilahkan seung heun masuk mobil yang sudah di bukakan pengawalnya.

“ Appa,,,!!! Kenapa kau begitu lama,,,!!! Siapa mereka,,,?!” Tanya vick setengah berteriak,, melihat vick dengan di iringi siwon hendak mendekat cepat seung heun langsung menyahut.

“ Appa ada teman,,, jadi appa harus pergi,,,” cepat seung heun masuk mobil itu,,, vick maupun siwon menatapnya dengan heran.

Mau tersenyum menundukkan sedikit kepalanya pada mereka berdua sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

Seung heun di bawa ke suatu ruangan,, ruangan yang sama ketika jun di bawa mao ke sana,, “apa sebenarnya ini,,,?” Tanya seung heun melihat dia ada dimana.

Dengan langkah tenang mao berjalan ke arah tengah menekan tombol video,,, rekaman di mana jun menyaksikan video itu dan ketika dia mencengkeram mao dengan tatapan kebencian.

Mata seung heun terbelalak demi mendapati apa yang ada di hadapannya,,, “dia,,,?” Seung heun mengingat sa’at dia sempat bertemu jun beberapa waktu lalu,, bahkan memukulnya,, air mata menetes begitu saja tanpa bisa dia tahan.

“ Jang woo zhun,, putra dari jang woo young,, seorang mata – mata kejaksa’an yang di bunuh oleh mafia song seung heun,,, ayah kandungnya sendiri,,,” ucap mao santai,, seung heun langsung menatapnya geram,, jari – jari tangannya sudah mengepal menahan amarah.

“ Apa sebenarnya keinginan mu,,, kalau hanya semua data itu,, aku akan menyerahkannya,,, tapi ku mohon,, jangan ganggu dia,,” mata seng heun menatap foto jun di layar dengan sedih.

“ Hahahaha sekarang kau menawarkan untuk menyerahkannya sendiri,,,? Aku hanya membantu anak itu,,, dia bahkan sengaja mencuri untuk mendapatkan info siapa pembunuh ayahnya,,, niat ku baik,,, apa aku salah,,,” tubuh seung heun lemas mendengar semua penjelasan itu.

Dia langsung terkulai lamah berlutut dengan tatapan kosong,,, mengingat jika selama ini jun terus mencari pembunuh ayahnya,,, “apa selama ini kau hidup dengan penuh kebencian dan dendam,,,?” Gumam seung heun dalam hati,, di iringi Air mata yang terus menetes.

Mao tersenyum senang melihat keada’an seung heun,, dia berjalan keluar sebelumnya menepuk bahu seung heun yang masih posisi duduk bersimpuh.

Seung heun berjalan pulang dengan keada’an sedih,, dia masih memikirkan kalau jun adalah putranya,, dia mengetahui jun adalah putranya setelah jun tau kalau dirinya pembunuh ayahnya.

“ Appa,,,,” panggil vick ketika mendapati seung heun berjalan dengan melamun.

“ Ach,, wae,,,?” Seung heun menyadarkan imajinasinya ketika mendengar suara vick memanggilnya.

Vick menghampiri seung heun dan merangkul lengan kirinya,,, “kenapa appa begitu lama,,,? Aku mengajak teman ku ke sini,,, dia bilang appa pernah menemuinya,,,” ucap vick.

“ Teman,,,?” Seung heun sedikit merasa kalau itu jun.

“ Anyeongsaheyo,,,” jun sudah menyapa di depan mereka,, seung heun terpaku demi mendapati apa yang ada di hadapannya.

Meski sedikit jelas wajah kebencian pada diri jun menatap seung heun,, tapi semua itu dia tahan dan sebisa mungkin dia berakting seperti biasa.

Tak bisa di bohongi kalau seung heun yang melihat,,, mungkin orang lain bisa,, tapi tidak untuk seung heun,, ayah kandungnya sendiri, terlihat jelas api kemarahan yang terpancar di mata jun ketika melihatnya.

Perasa’an sedih merambat di diri seung heun mendapati putra kandung yang selama ini ingin dia tau keada’annya kini di depan mata dan dengan jelas ingin membunuhnya..

“ Appa,,, wae,,,” ucap vick membuyarkan lamunan seung heun.

“ Oh aniiiaa,,, jadi dia teman mu,,,” seung heun berusaha bersikap biasa lalu mendekat ke arah jun.

“ So’al kemarin,,, mianhe,,,” ucap seung heun seraya menepuk pundak jun pelan,, hatinya benar – benar teriris menatap jun dari dekat tanpa bisa memeluknya.

“ Oh,, tidak apa – apa tuan,,,” jawab jun sopan.

“ Memangnya apa yang terjadi,,,?” Vick bertanya dengan heran mendengar percakapan keduanya.

“ Ini urusan antara laki – laki,,,” seung heun tersenyum kemudian masuk ke dalam rumah di susul jun dan vick.

Di kamar seung heun masih terdiam,, dia tidak kuat menahan semua ini, seung heun menangis menatap foto almarhum istrinya,, “apa yang harus ku lakukan,,,? Apakah anak kita yang akan mengirim ku menemanimu,,,? Kenapa harus lewat dia,,,?”

“ Aku akan menerima kalau dia yang membunuh ku nanti,,, tapi tidak bisakah aku memeluknya,,? menciumnya,,? Aku begitu merindukannya,,,? Aku ayah yang kejam,, bagaimana bisa aku sa’at bertemu dengannya aku tidak mengenal dia anak ku,,,?” Seung heun terus terisak memandang foto istrinya.

“ Mianhe,,, jeongmal mianhe,,, aku tidak bisa menjaga amanat mu dengan baik,,,” seung heun memeluk erat foto tersebut.

Di ruang tengah jun duduk dan masih terdiam,, siwon sengaja pergi ketika mendapati jun datang ke rumahnya, karna dia tidak mau di landa kecemburuan jika melihat jun dan vick bersama.

“ Vick,,, aku mau ke kamar mandi,,,” ucap jun pada vick yang ada di dapur.

“ Oh ndee,,,” jawab vick menunjukkan arah kamar mandinya.

Di kamar mandi jun menyiapkan senjata pistol yang dia bawa,, memasukkan dua peluru kedalamnya,, “mianhe vick-ah,,, setelah ini kau pasti akan membenciku selamanya,,,” ucap jun pada bayangannya lewat pantulan cermin.

jun keluar dari kamar mandi berpapasan dengan seung heun yang lewat di depannya,, seung heun melihat sebuah pistol yang terselib di balik jaket jun,, sementara jun tersenyum menunduk saraya menyingkap jaketnya.

Seung heun ikut tersenyum agar jun tidak merasa kalau dia melihatnnya,,, “apa kau sudah makan,,,?” Tanya seung heun halus seraya berjalan merangkul bahu jun.

“ Nde,,,” jawab jun berusaha sopan.

“ Hfftt,,, padahal aku ingin memasakkan mu sesuatu,,, tidak apa – apa,, aku akan memasakkan mu,,, paling tidak kau bisa mencicipinya,,,” dengan semangat seeng heun meminta jun duduk di kursi tengah.

Sementara dirinya berlari ke dapur dan siap memasak,,, “appa,,,?!” Vick yang dari tadi membuat minuman di dapur sedikit kaget mendapati seung heun mengeluarkan bahan – bahan dapur.

“ Pergilah ke kamar,,, ganti baju mu,,,” seung heun menatap baju vick yang belum ganti sejak mereka bersih – bersih tadi.

“ Ach,, nde,,,” dengan sedikit malu vick beranjak pergi.

Di ruang tamu dengan resah jun melihat vick melangkah pergi menaiki tangga,, sa’at yang tepat bagi dirinya untuk membalas dendam.

Pelan jun melangkahkan kakinya menuju dapur,,, dia bersembunyi di balik kulkas dan melihat seung heun yang membelakangi dirinya,,, jun mengeluarkan pistol dari balik jaketnya.

Dia mengarahkan pistol ke punggung seung heun yang tengah memasak,, seung heun hendak mengambil telur di kulkas tapi mengurungkan niatnya karna merasa jun ada di situ.

Dia sengaja tetap diam seraya memotong bahan – bahan masakannya,,, “mianhe,, chagia,, aku sebenarnya ingin memberikan masakan ini pada putra kita,,,” gumam seung heun sedih dalam hati.

Dia mengingat masa – masa sa’at istrinya hamil diri jun,, dan sering minta’ masakan ini,, juga pesan istrinya kalau nanti anak yang ada di kandungannya pasti menyukai masakan ini,, jadi istrinya berharap seung heun nanti memasakkan untuk mereka.

Jun sudah fokus pada diri seung heun dan siap menarik pelatuknya keluar,,, seung heun hanya bisa pasrah seraya memejamkan mata,,, “istri ku,,, mianhe….”

TBC

Mianhe kalau gak masuk akal, atau terlalu di buat – buat…..
Harap ma’lum… Ini FF action pertama ku…..
Aku takut kalian kecewa dengan usahaku….

Coment yaaa buat penyemangatnya…..^v^

5 thoughts on “My black mission…. {part 8}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s