My black mission…. {part 10}

 

MBM10

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

Di kamar jun termenung,, pikirannya masih berputar tentang sikap kangin yang terlihat jelas menyimpan sesuatu,, “kenapa ahjussi berkata ‘memberikan bayinya’ ketika melihat video itu,,,?” Gumam jun masih terus berfikir.

“ Tunggu dulu,,,” jun berkata pada dirinya sendiri mengingat vick pernah bercerita pada dirinya kalau dia dulu pernah meninggal waktu masih kecil, dan oleh sebab karna itu ayah angkatnya begitu menyayangi dirinya.

Dengan sikap dan ucapan kangin yang tidak di sengaja,, juga cerita vick tentang masa kecilnya,, ditambah siwon pernah berkata kalau vick bukan adik kandungnya,, “jangan – jangan,,,” cepat jun beranjak keluar kamar.

“ Kau mau kemana,,,?” Eomma jun menghentikan langkahnya.

“ Oh,,, aku mau keluar sebentar,,, apa eomma membutuhkan sesuatu,,,?” Tanya jun memcoba beralasan.

“ Tidak,,, tapi cepat kembali,,, kau terlalu sering meninggalkan eomma,,,”

Jun tersenyum berjalan mendekati eommanya,,, “ndee,,, aku janji akan kembali secepatnya,,,” cup… Jun pergi setelah mencium pipi eommanya.

Dengan kecepatan tinggi dia menuju ke rumah vick,, kali ini dia benar – benar ingin membuktikan sesuatu,,, sampai di rumah jun langsung turun dan bergegas meski dia mulai seolah bersikap biasa ketika hendak memencet bel pintu masuk.

Ting,,, tong,,, menyadari adanya tamu,, seung heun yang tengah berada di rumah langsung beranjak,, dia sedikit terkejut sekaligus senang melihat kedatangan jun.

“ Anyeongsaheyo,,,” sapa jun sedikit menunduk.

“ Nde,,, kajja masuklah,,,” seung heun merangkul bahu jun, mengajaknya masuk, ada perasa’an aneh yang terbesit diantara mereka berdua.

“ Vick tidak ada,,, dia keluar,, mungkin cuma sebentar,, tunggulah disini,, akan aku buatkan minuman,,,” seung heun hendak beranjak tapi cepat jun mencegah.

“ Aniiaa ahjussi,,, lebih baik aku yang membuatnya,,,” pinta jun kemudian beranjak,, seung heun hanya bisa pasrah,, dia akan minum apapun yang di buatkan jun, meski itu isinya racun sekalipun.

Di dapu jun mengawasi setiap sudut tempat dari jarak kulkas dan tempat seung heun sa’at memasaknya Dulu,, jun mengambil tutup yang di gunakan untuk memasak sup,

Karna dia ingat kalau seung heun mencicipi sup pada posisi ini,, jun meluruskan benda yang bisa memantulkan dirinya seperti yang di lakukan seung heun,, dia langsung terkejut mendapati kulkas terlihat dengan jelas dari situ,, sementara waktu itu dirinya berdiri di samping kulkas.

“ Jangan – jangan,,,” mata jun mulai terlihat sendu,,, merasakan kehadiran seseorang cepat jun mengembalikan benda yang dia pegang ke tempat asal.

“ Ma’af,,, aku pikir mungkin kau tidak tau letaknya jadi aku kesini memastikan,,,” ucap seung heun mencoba beralasan.

“ Oh nde,,, aku tidak tau di mana aku harus mengambil sirup,,,” kilah jun.

“ Sudah ku bilang biar aku yang buat,,, tunggulah di depan,,,” seung heun langsung mengambil dua gelas kemudian sirup dalam kulkas.

Mata jun masih menatapnya sedih,, bayangan ketika dengan sengaja seung heun membiarkan nyawanya jika jun ingin membunuhnya,, juga sa’at meminta vcik berbalik pergi agar dia tidak ketahuan.

Pkiran jun semakin kalut hingga dia memutuskan untuk pulang tanpa bisa berlama – lama di situ,, tidak peduli seung heun yang mencarinya usai membuat minuman.

Jun menangis seraya menyetir,,, “bagaimana bisa,,,? BAGAIMANA INI BISA TERJADI,,,,!!!!!!!!” Teriak jun dalam mobil.

“ Sekarang apa yang harus ku lakukan,,??” Jun menangis dalam kebimbangan.

Jun pergi ketempat biasanya,, dia memutar ulang disc itu memncoba mencari tau appa yang sebenarnya terjadi,,, jun berulangkali mereplay videonya hingga pandangannya tertuju pada sesuatu yang membuatnya sedikit terkejut.

Karna tertutup mobil jadi terlihat tidak jelas,, jun menekan tombol pause dan menatap lekat dengan zoom gambar yang ada di hadapannya,, terlihat ekspresi seung heun setengah berteriak dan mengis,, jun mencoba memutar ulang video,, terlihat jelas seung heun berlari menuju arah mobil yang akan meledak.

Mata jun menerawang dengan air mata yang mengiringi rasa terkejutnya,, apa seung heun tidak berniat membunuhnya,, tapi jelas dia melihat seung heun yang memasang bom di mobil itu,, tapi kenapa seperti ini,,? Semua pertanya’an menyeruak jadi satu di diri jun.

Tubuh Jun terhempas lemas ke kursi,, tanpa tau apa yang musti dia lakukan,, jun menutup wajah dengan kedua telapak tangannya menyandar di atas meja, jun mencari tau semua data di rumah sakit ketika dirinya dan diri vick dilahirkan,,, melihat semua dengan jelas kalau mereka lahir di tempat dan hari yang sama.

Jun melihat semua data bayi yang lahir di rumah sakit itu dan pada hari itu juga,, lagi – lagi SAMA….! Tidak di ragukan lagi,, seperti yang di duga jun.

Mata jun kembali terbelalak menatap kiriman email,, email yang dikirim ke kantor kejaksa’an tentang profil dan pencurian dirinya,, “ahjussi,,,” gumam jun sedih,, ia sudah bisa menebak kalau kangin sekarang pasti sangat membencinya.

Karna jelas – jelas dia adalah anak pembunuh sahabatnya,,, pesan email yang terkirim berhasil membuat tubuh jun bergetar,, kangin mengirim email pada seung heun atas nama dirinya,, pasti dia ingin membunuh seung heun hingga mengajaknya ke suatu tempat.

Tanpa mau berlama – lama jun langsung beranjak sebelum semuanya terlambat.

Ketika berjalan dengan terburu – buru di depan cafe jun di hadapka oleh siwon,,, “kau harus ikut aku,,,” ucap siwon menunjukkan kartu kejaksa’annya.

“ Mianhe,, bisakah kita bertemu lain kali,,, aku benar – benar tidak bisa hari ini,,,” jun memaksa untuk beranjak.

“ Kau pikir aku hanya bercanda,, hingga kau mengabaikan ku begitu saja,,,” siwon memegang bahu jun untuk menghentikan jalannya,, dia menatap tajam ke arah jun.

Karna dilanda panik yang semakin memuncak akhirnya jun memaksa untuk nekat mengapit lengan siwon lalu membantingnya kemudian berlari pergi,,, jun mengemudikan mobilnya dengan laju kencang,,, karna tidak mau ketinggalan siwon langsung mengikutinya, jun melihat ke arah sepion mobil siwon yang masih mengejarnya.

Hingga dia berhenti di suatu bangunan,, jun berlari dan masih di ikuti siwon, masuk gedung siwon mendapati apa yang ada di hadapannya kosong,, pelan dia berjalan seraya membawa pistol ditangannya,, jun bersembunyi di sela – sela tembok bangunan, cepat dia langsung berlari melewati siwon, melihat ada sebuah bayangan siwon langsung menembakkan pelurunya,, kemudian mengejar.

Bug,,, jun menendang kuat tubuh siwon hingga terjatuh,, siwon berusaha mengambil pistolnya yang berhasil terlempar jauh,, tapi cepat jun kembali memukulnya,, hingga akhirnya mereka adu tanding dan saling memukul,, jun sudah tidak punyak waktu lagi dia terus memukul siwon hingga menyadari wajah siwon sudah cukup babak belur.

“ Ku mohon,, biarkan aku pergi,, aku janji aku akan menyerahkan diriku pada mu,,,” pinta jun seraya mengapit tangan siwon ke belakang.

“ Cih,,, sampai mati pun aku tak akan melakukan itu,,,” siwon kembali beronta,, jun kali ini pasrah jika siwon memukulnya,, mengingat siapa sebenarnya siwon bagi dirinya.

Ganti siwon yang memegang kendali kuasa untuk memukul jun,, menendang perut jun dengan keras hingga dara segar keluar dari mulutnya,, siwon kembali memukuli wajah jun yang sudah hancur dan di penuhi darah,, bahkan tubuhnya sudah tidak kuat dan tidak punya tenaga lagi.

“ Hyung,,,” itulah yang sangat ingin jun katakan,, tapi ucapan itu hanya tercekat di rongga tanpa bisa keluar.

—————————/////———————–////———————–////———————-

Dengan perasa’an bahagia seung heun membawa makanan yang sengaja dia buat untuk jun,, “aku tidak tau apa yang terjadi nanti,,, asal aku bisa memelukmu sekali saja,, dan makan makanan ini,, mati pun aku tidak akan menyesal,, aku menyayangi mu jun,,,” gumam seung heun memantapkan diri.

“ Sepertinya kau sudah sangat senang menanti putra mu,,,” sura kangin mengejutkan seung heun.

“ Kau,,,?” Memori seng heun berputar,, mengingat kangin adalah orang yang menemani istri woo young melahirkan.

“ Jadi kau masih ingat aku,,,?” Kangin mendekat ke arah di mana seung heun berada.

“ Aku selalu membantu jun melakukan keinginannya,, dia berjuang sekuat tenaga untuk menemukan pembunuh ayahnya,, jadi kali ini aku akan membantu mempermudah keinginannya,,,” kanging menodongkan pistol tepat ke arah kepala seung heun.

Tatapan sedih yang seung heun rasakan menerima pistol yang menghadap kepalanya dan siap meletus,,, “apa selama ini jun hidup seperti itu,,,? Apa dia selalu di hantui perasa’an dendam tanpa bisa hidup dengan tenang,,,?” Air mata seung heun mengalir mengingat betapa kejamnya dia pada putranya.

Kangin tertawa mendengar keluh kesah seung heun,,, “iya,, kenapa,,? Apa kau menyesal,,,? Hahaha,,, sekarang penyesalanmu sudah berakhir,,, aku akan mengirim mu ke tempat yang tenang,,,” kangin semakin mantap untuk menarik pelatuknya.

Tubuh jun sudah tergeletak lemah,, matanya sudah mulai berkunang,,, siwon menghampirinya memegang bahu lalu menarik tubuh jun hingga terduduk,, “ cha,,,” siwon memakaikan borgol ketangan jun dan tangannya.

Mereka berjalan beriringan,, jun mengambil jarum akupuntur dari sakunya dengan cepat menusukkan di belakang leher siwon hingga membuat namja itu jatuh pingsan,,, “mianhe,, aku harus pergi,,” ucap jun menatap siwon yang sudah terpejam, jun merogoh saku siwon mencari kunci, untuk membuka borgol yang mengikat mereka.

Dengan cepat jun berlari ke gedung paling atas,, tempat dimana kangin mengajak seung heun bertemu,, dengan langkah terseok – seok jun berjalan mendekat ke arah mereka.

Melihat posisi kangin yang sudah menodongkan pistol dan siap membunuh orang yang ada di hadapannya,, jun berlari hingga dirinya tepat berada di tengah mereka,, keningnya ada di hadapan pistol tersebut,,, menjadi tameng bagi diri seung heun,,, kangin kaget menatap sosok jun yang tiba – tiba ada di hadapannya.

Seung heun tak kalah terkejut dengan tingkah jun,, “ahjussi,, hentikan semua ini,, ku mohon,,,” pinta jun memelas.

“ Apa kau sudah mengetahui semuanya,,,?” Pertanya’an kangin membuat seung heun menatap jun sedih,.

“ Kenapa ahjussi melakukan ini,,,? Aku tau ahjussi pasti membenciku,, tapi sampai kapanpun ahjussi akan tetap jadi ayah bagiku,,,” air mata mengalir di pipi jun yang sudah berlumuran darah.

Sejenak kangin sedikit tersentuh, tapi dia kembali memantapkan hatinya,,, “dulu aku memang menyayangimu,,, itu sebelum aku tau kebenarannya,, tapi untuk sekarang,,, ciihh,,, tidak akan,,,!” Perih ahti jun mendengar ucapan kangin.

“ Tidak hanya setahun,,, bahkan bertahun – tahun kau menjagaku,,, kau menyayangiku,, kau bahkan tidak tiga jika melihat ada yang menyakitiku,,, walaupun se ekor nyamuk,,, apa semua itu begitu mudah bagi ahjussi melupakannya hanya karna mengetahui status ku yang sebenarnya,,,???!!!”

Kedua tangan jun meraih pistol yang di pegang kanging,,, merapatkan tepat ke keningnya,,, “apa yang akan kau lakukan,,,?!!” Kangin terlihat panik dengan tingkah jun.

“ Jika ini yang bisa membuat ahjussi senang,, aku akan melakukannya dengan rela,,, aku tidak akan menyesal karna ini keinginan ahjussi,,,” seung heun menatap jun dengan linangan air mata,, ingin sekali dia memeluk jun sa’at ini tak peduli jika harus membayar dengan nyawanya.

Kangin terhenyak dengan perkata’an jun,,, kedua jari jempol jun sudah masuk ke lubang dan siap menarik pelatuk,,, “APA YANG KAU LAKUKAN,,,!!!” Teriak kangin geram melihat tindakan jun,,, DOORR…!!!!

TBC

Gimana,,,?? Geje yaaa,,,!!! Dah walaupun geje di nikmati ajja yaaa….
Jangan bosen – bosen yaaa buat RCL….
Hehehehe

4 thoughts on “My black mission…. {part 10}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s