My black mission…. {part 6}

 

MBM6

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

“ Jangan bergerak,,, dan serahkan diri mu,,,” siwon menodongkan pistol seraya berjalan dengan langkah hati – hati mendekati vick.

Vick masih menunduk tak bergeming dari posisinya,,, jun dan kangin menatap layar, panik dengan keada’an yang sangat membahayakan diri vick.

“ Ahjussi,,, urus semuanya,,,!!!” Tanpa peduli teriakan dan larangan kangin,, Denga cepat jun keluar melepas semua peralatan dan hanya memakai baju seperti biasanya.

Vick masih diam,, jarak dirinya dan siwon tinggal beberapa centi lagi,, dia mulai menggenggam kalung dengan sedikit pasir di tangannya,,, secepat kilat vick mengarahkan pasir itu ke wajah siwon.

Lalu menendang pistol yang ada tangan siwon,,, “ Aaauuwww,,,!!!” Runtuk siwon berusaha mengusap wajahnya.

Vick berlari cepat karna siwon masih berusaha mengejar dirinya,,, tiba – tiba ada sebuah tangan yang menarik dirinya,,, vick kaget tapi dia langsung tenang karna itu jun.

Dengan cepat jun melepas semua jaket hitam, ransel dan sepatu roda vick,,, melemparnya ke beberapa pohon yang sedikit tersembunyi,,, merasakan kehadiran sosok siwon.

Jun langsung mencium bibir vick,, jun menempelkan kedua telapak tangannya diantara wajah vick agar tak terlihat siwon.

Menerima perlakuan jun vick sedikit terbelalak tapi dia hanya bisa memejamkan mata,,, menyadari ada sosok yang tengah bercinta siwon langsung minta’ ma’af dan pergi.

“ Anak sekarang,,, dilarang pacaran pasti bercumbu sembunyi – sembunyi,,,” runtuk siwon kesal karna tidak berhasil menangkap pencuri itu.

“ Jaksa choi,,, kami menemukan sesuatu,,,” ucap salah satu asisten menghampirinya.

Mereka langsung menuju ke gudang,, siwon mendapati beberapa berkas korupsi dan foto berlian yang di sembunyikan di gudang itu.

—————————////————————////————————-////————————–

Di mobil kangin ahjussi tak henti – hentinya memarahi jun maupun vick,,, “apa yang ada dipikiran kalian,,,? Kau vick,,, dalam keada’an seperti itu kenapa kau kembali lagi,,,? Apa sebenarnya yang kau cari,,,?!!!” Omel kangin bertubi – tubi.

“ Jeonshuhamnidda,,,” vick menundukkan sedikit kepalanya, menyadari kesalahan yang dia lakukan.

“ Kau juga jun,,, aku tau kau khawatir,,,!! Tapi yang kau lakukan tadi juga bisa membahayakan nyawamu,,,!!!” Jun hanya diam memalingkan muka menatap jalan lewat jendela.

Terlihat wajah kemarahan di dirinya,, vick ingin berbicara tapi enggan,, mungkin untuk sa’at ini diam lebih baik.

Setiba di markas jun langsung menuju kamar mandi,,, vick hanya bisa terus memandanginya dengan cemas,,, “aku banyak pelanggan,,, jadi aku harus keluar dulu,,,” pamit kangin keluar ruangan, menuju ke cafe.

Jun hanya diam di bawah guyuran air shower,, pikirannya masih teringat hal yang mencekam diri vick,, sampai kapanpun dia tidak akan mema’afkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi pada diri vick.

Melihat jun Keluar dari kamar mandi vick berencana untuk buka suara,,, “jun-ah,,, so’al tadi,,,” vick bingung harus berkata apa.

Jun berjalan mengecek semua yang dia dapat dalam beraksi tadi tanpa mengalihkan pandangan ke arah vick,,, “jun,,,” vick mengulang ucapannya.

“ Lupakan,,,” ucap jun masih fokus pada apa yang dia lihat.

Senyum vick mengembang mendengar ucapan jun,,, “lupakan,,, dan berhenti melakukannya,,,” ternyata senyum itu tidak bertahan lama.

Hati vick begitu sakit mendengar pekata’an jun,,, “apa maksud mu,,,?” Tanya vick lirih menahan bendungan air mata yang sudah menggenang.

“ Lupakan semuanya,,, hiduplah seperti orang lain,,, jadilah dokter yang baik,,,” air mata sukses membasahi pipi vick.

“ Apa kau mengusir ku,,, apa kau menolakku untuk membantu mu,,,?” Vick masih menatap jun yang dari tadi tidak mau menatapnya.

“ Aku tidak membutuhkan bantuan mu,,, tanpa dirimu aku bisa melakukan sendiri,,,” hati vick sudah panas menerima semuanya.

Dia langsung mendekat,, memegang kedua bahu jun, meminta namja itu menatapnya.

“ Katakan sekali lagi,, apa kau benar – benar tidak menginginkan ku,,,??” Tanya vick dingin,, jun hanya bisa menatapnya dengan tajam.

“ Lalu apa yang harus ku lakukan,,,? Memintamu menemaniku,, dan membiarkan hal itu terulang lagi,,,?!!! KATAKAN PADAKU,,,!!!” hati jun serasa sudah mau meledak.

Vick hanya bisa diam tanpa berani menjawab,,, “apa kau tau pa yang kurasakan sa’at melihat mu tadi,,,??!! Aku bahkan sudah mengatakan pada diriku sendiri,,, kalau sesuatu terjadi padamu,, aku akan melenyapkan nyawaku sa’at itu juga,,,,”

Mata vick terbelalak demi mendapati perkata’an jun,,, jun masih diam dan menghela nafas.

“ Apa yang ada dipikiran mu,,,? Sejak kapan kau mengabaikan ucapan ku,,,?!! Bukankah sudah kubilang jangan berbalik kebelakang sa’at kau lari,,,!!! Tapi kau,,,? Aaagggrrr,,,?” Jun menutup wajahnya dengan kesal.

“ Mianhe,,,” gumam vick lirih.

“ Apa kau tau yang kita lakukan nyawa taruhannya,,, tapi kau justru melakukan hal ceroboh karna barang tak penting itu,,,?!!”

Hati vick sedikit sakit mendengar ucapan jun,,, “bagiku itu penting,,,!! Jadi aku berhak mengambilnya,,,” ucap vick tajam.

“ Benarkah,,,? SEPENTING apa barang itu,,, HINGGA KAU BAHKAN MERELAKAN NYAWAMU,,,!!!! HMMM,,,??!!!”

“ Bagiku ini lebih penting karna ini yang menggantikan dirimu,,,!!!” Teriak vick tidak terima.

“ Mwo,,,?” Jun sedikit tersentak.

“ Kau tau,,, setiap kau hanya fokus pada misi mu,,, hanya ini yang bisa ku ajak bicara,,,” vick menggengam liontin yang dia pakai.

Jun hanya diam membiarkan vick melanjutkan bicaranya,,, “aku tau,,, aku juga sadar kita hanya teman,,, jadi aku tidak mungkin bisa mengusik mu,,, tapi aku terlalu mencintai mu,,,! Jadi hanya ini yang bisa menampung semua perasa’an ku,,,”

Vick menunduk dengan terisak,,, “mianhe,,,” gumam vick lirih menggenggam kuat liontin tersebut.

Air mata jun menetes mendengar perkata’an vick,, dia langsung merengkuh tubuh vick ke dalam dekapannya.

“ Istirahatlah,,, kau pasti lelah,,,” ucap jun seraya mengusap rambut kepala vick.

————————-////———————-////———————////——————-

Di sebuah tempat seorang pria tua menonton beritaperampokkan tersebut dengan tersenyum.

“Ternyata anak ini sangat pandai,,, sangat mirip ayahnya,,,” ucap lelaki itu dengan senyum menyeringai.

“ Bagaimana,,,? Apa kalian sudah dapat info mereka,,,?” Tanyanya pada salah satu orang kepercaya’annya.

“ Nde,,, ini tuan,,, dia lahir di taiwan,,, pindah ke korea,, setelah itu kuliah di amerika,,,” ucap bawahannya dan dengan hormat dia menyerahkan beberapa berkas data jun.

Lelaki itu tersenyum penuh arti.

————————-////————————–////———————-////———————-

jun menatap vick yang sudah tertidur pulas,, “Mianhe,, karna sikap penakutku kau menderita,,, aku sangat mencintai mu,,, karna sangat mencintai mu,,, aku bahkan takut membuat mu menderita karna hidup dengan ku,,, saranghae choi vick zhao,,,” gumam jun dengan perasa’an sedih.

Dreeet,,, dreeett,,, handphone jun berdering,, cepat dia berdiri menjauh untuk mengangkat telvon,, vick menangis dalam tidurnya,, dengan jelas dia mendengar semua yang jun katakan.

Dengan sedikit ragu jun mengangkat nomer asing yang tertera di handphonenya,,, “ Yeobseyo,,,?”

“ Aku akan mengatakan siapa pembunuh ayahmu,,, temui aku besok,, dan tunggu telvon selanjutnya,,,” klik tiba – tiba telvon di tutup.

“ Yeobseyo,,, siapa kau,,, siapa kau,,,!!!” Dengan gusar jun memencet tombolnya berkali – kali tapi hasilnya nihil.

Dia langsung ke arah komputer,, melacak siapa pemilik nomer tersebut,, dengan geram jun menggebrak meja mendapati nomer itu di blok.

“ Bagaimana bisa dia tahu tujuan ku,,,? Pasti ada sesuatu yang dia ketahui tentang diriku,,,” pikir jun,, keada’annya benar – benar di penuhi pertanya’an.

————————–////————————–////—————————–////—————————-

“ Oppa,,,” panggil vick sa’at pulang mendapati siwon duduk di teras rumah.

“ Vick,,,” gumam siwon lirih kemudian berlari memeluknya dengan penuh kerinduan.

“ Yaaaa,,, kau bilang kau akan pulang tadi malam,,, kenapa kau baru pulang sekarang,,,? Eoh,,,?” Ucap siwon menatap wajah vick dalam.

“ Mianhe,,, aku tidak menyangkah kalau aku sesibuk itu,,,” vick mencoba beralasan.

“ Cha kita masuk,,,” siwon merangkul vick berjalan ke dalam rumah.

“ Appa di mana,,,??” Tanya vick ketika mendapati seluruh rumah kosong.

“ Tadi dia katanya dia ada urusan,,, mungkin sebentar lagi datang,,,” siwon membuat teh manis untuk vick.

“ Oppa,,, apa yang kau lakukan,,,? Aku tidak pulang beberapa hari kau sudah membuatku terlihat asing,,,” ucap vick yang dibuat kecewa.

Siwon tersenyum menatap vick,,, beberapa menit kemudian choi appa pulang.

“ Oh,,, appa,,,” vick langsung berlari memeluk choi appa.

“ Putri appa yang paling cantik pulang,,,!! Bagaimana keada’an mu,,,?? Apa kau sehat,,,?” Tanya choi appa masih memeluk vick.

“ Nde,,, appa dari mana,,,??” Choi appa hanya bisa diam mendengar pekata’an vick.

Bagaimana mungkin dia mengatakan kalau dirinya dari kampus karna mendapat teguran vick jarang ikut tugas praktek.

“ Vick anak yang pintar,,, sangat sayang kalau dia menyia – nyiakan kemampuannya karna lebih memilih bermain – main,,,” penjelasan salah satu dosen pembina vick masih terngiang di telinga choi appa.

“ Apa maksud anda dengan bermain – main,,,,” tanya choi seung heun pada dosen tersebut.

“ Dia sering bersama jun,,, namja dari fakultas lain,,, jun selalu aktiv di setiap kegiatan maupun tugas kampus,,, kenapa vick berbeda,,,?” Terang dosen lagi.

Choi seung heun hanya bisa diam,, dia memang sedikit banyak memberi kebebasan pada vick,, dia tidak ingin vick merasa tertekan dan hidup dengan nyaman.

“ Appaaa,,, waeee,,,??” Tanya vick membuyarkan lamunan seung heun.

“ Oh aniiaa,,, kau sudah makan,,,? Hmm,,,?” Seung heun mencoba mengalihkan ucapan.

“ Beluum,,, aku ingin makan omlet buatan appa yang paling nikmat,,,” pinta vick dengan sedikit manja.

“ Aigoooo,,, putri appa sekarang pintar merayu,,, kajja,,,” seung heun merangkul vick masuk.

———————–////———————–////———————-////————————-

Di mobil pikiran jun masih terfokus pada telvon misterius tersebut,,, semalam dia menanti tapi tak ada satupun telvon yang di nantinya masuk.

“ Anyeongsaheyo,,,,,” sapa seseorang ketika jun tiba di kampus dan baru keluar dari mobil.

Jun ikut membalas salamnya dengan hormat melihat pemuda itu jauh lebih tua dari dirinya,,, “oh,,, anyeongsaheyo,,,”

“ Perkenalkan naneun choi seung heun imnidda,,, appa vick,,,” seung heun memperkenalkan dirinya.

“ Oh,,, mianhe ahjussi,,, aku tidak tau,,,” jun sedikit tersentak mendengar ucapan seung heun.

“ Gwenchana,,, bisa kita bicara sebentar,,,?” Pinta seung heun.

“ Ndee,,,”

Seung heun dan jun duduk berhadapan di sebuah restourand depan kampus.

“ Aku minta’ ma’af sebelumnya,,,” seung heun mulai bicara.

“ Kau pasti menebak,,, kalau aku bertemu denganmu karna urusan vick,,, ku mohon bantu dia,,,” seungheun berusaha menceritakan semua percakapannya dengan dosen.

Mingkin hanya jun,, teman sejak vick di amerika yang bisa membimbingnya pelan – pelan,, karna seung heun tidak mau membuat vick terluka jika mengetahui kalau dirinya tau tentang perilaku buruk vick,, vcik pasti merasa bersala pada dirinya.

Seung heun tidak ingin vick sedih dan merasa bersalah pada dirinya,, jadi dia memutuskan untuk minta’ tolong pada jun selaku teman terbaiknya.

Jun mendengarkan ucapan dengan seksama,, dia bisa mengerti bagaimana perasa’an appa vick,,, “ndee,,, aku akan berusaha membantu untuk berbicara dengan vick,,,” ucap jun akhirnya.

“ Gumawo,,,” seung heun berterimah kasih dengan senang.

Jun tersenyum,, “permisi ahjussi,,, saya mau ke kamar kecil,,,” pamit jun.

Beberapa menit setelah kepergian jun,,, handphone jun bergetar, seung heun menatap handphone dan nomer yang tertera.

Panggilan mati,,, panggilan hidup lagi,,, sampai berulang kali hingga akhirnya seung heun terpaksa mengangkat telvon jun.

“ Apa kau sibuk hingga kau mengabaikan panggilan ku,,,? Aku pikir Kau pasti terus menunggu telvon ku,,,” suara di seberang sana,,, seung heun tersentak menyadari suara siapa itu.

“ Jeonshohamnidda,,, aku sedikit lama,,,” sapa jun sa’at kembali ke tempat seung heun.

Seung heun masih terpaku tanpa bisa menjawab,, dia menyodorkan telvon jun,,, “telvon mu,,,” dengan sedikit ragu jun mengangkat.

Menyadari siapa pemanggilnya,,, cepat jun langsung berlari menjauh,, sementara seung heun masih terus menatapnya.

TBC

Mianhe kalau ceritanya sedikit garing, alay, tidak masuk akal atau di buat – buat….
Ini FF avtion pertama ku….
Mohon komen nya yang mebantu dan mendukung yaaa…..!!

6 thoughts on “My black mission…. {part 6}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s