My black mission…. {part 5}

 

MBM5

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

Vick terperangah mendengar semua perbincangan siwon dan appanya… Sekuat tenaga dia menahan tangis agar tidak mengeluarkan suara isakan.

Setelah perdebatan siwon dan choi appa usai vick langsung berlari keluar,,, dia benar – benar tidak akan mampu jika bertahan di situ untuk sa’at ini.

Meski hujan terus mengguyur di saentro negara korea,,, dengan tubuh menggil vick meneruskan langkahnya,, matanya terus di banjiri air hujan bercampur air mata yang terus mengalir,, mengingat semua perkata’an siwon yang masih terngiang dengan helas di telingahnya.

Vick berada di depan cafe kangin,, dia hanya bisa berdiri tanpa berani masuk, entah apa yang membawa kakinya hingga sampai di tempat ini,, kali ini sosok jun yang sangat dia butuhkan.

“ Joushuhamnidda,,, tuan muda sepertinya baru pulang,,,? Apa anda mau masuk,,?” Tanya pelayan yang hendak menutup cafe itu.

“ Oh aniie,,” ucap vick singkat kemudian lengsung pergi meninggalkan tempat itu,, kaki vick sudah lemas, badannya sudah kaku menahan rasa dingin yang menjalar di tubuhnya.

Vick duduk berjongkok seraya memeluk kedua lutut kakinya dengan menggigil,, dia berteduk di bawah pohon seraya mengeluarkan semua tangisnya.

Tiba – tiba ada sosok yang sudah berdiri di hadapannya,,, vick melihat sepatu yang kini ada di hadapannya,, dia langsung mendongak menatap sosok tersebut.

“ Jun,,” gumam vick lirih,, bahkan sangat lirih,, karna kedinginan dia bahkan tidak kuat untuk bicara.

Dengan membawa payung jun berjongkok mengimbangi posisi vick,, “ada apa,,? Kenapa kau,,,?” Belum sampai jun lanjut vick langsung memeluk dirinya.

Tangis vick semanin histeris dalam dekapan jun,, dengan lembut jun membalas pelukan vick tanpa berbicara sepatah kata pun,, membiarkan vick menenangkan dirinya terlebih dahulu.

“ Kajja,,,” jun membimbing vick masuk ke dalam mobil.

Dengan cepat mobil melesat kembali ke cafe,, mungkin kali ini vick butuh waktu jadi di memilih markas mereka.

“ Ini handuk,,, bersihkan tubuh mu,,,” jun keluar kamar setelah menyerahkan handuk pada vick.

Di dapur jun membuat teh limau hangat agar mencegah vick dari demam,, dia sangat khawatir kalau sesuatu terjadi pada vick,,

Di ranjang vick masih terlihat menggigil meski jaker dan selimut tebal milik jun membungkus tubuhnya,,, “ Minumlah,,,” jun meletakkan minuman di samping vick.

Dia mengambil duduk di pinggir ranjang menatap vick dengan lembut,,, sementara vick masih diam menunduk di iringi air mata yang terus mengalir,, jun sengaja diam menanti vick bicara.

Dia tau pasti butuh waktu bagi vick untuk tenang,,, “ba-gai-ma-mana,,, kau ta-u aku di sana,,,” ucap vick terbata – bata karna kedingan dan menahan tangisnya.

Jun langsung memeluknya dengan lembut,,, “tenangkan dirimu,,, aku akan menjagamu,,,” gumam jun lirih,, vick langsung membalas pelukan jun dengan erat.

“ Tetaplah disini,,, kumohon,, jangan tinggalkan aku,,,” ucap vick terisak.

Jun melepas pelukanya lalu mengahpus air mata vick,,, “aku tidak akan meninggalkan mu,,, cha,, minumlah,,,” jun mengambil cangkir minuman yan tadi dia buat.

Menyodorkannya pada bibir vick,,, dengan pelan vick menerima minuman tersebut,,, “habiskan,,,” pinta jun ketika vick ingin menyudahi minumnya.

“ Tapi ini terlalu asam,,,” vick bergidik merasakan teh limau yang begitu asam itu.

“ Jinjayo,,,?!! Padahal aku sudah memberinya madu,,,” jun menatap kembalih the bikinannya.

“ Aacch,,, aku tidak peduli,,, habiskan,,,” vick cemberut karna jun kembali menyuruhnya minum,,, tanpa peduli dengan tersenyum jun menyodorkan kembali minumannya.

“ Apa kau mau minum sesuatu yang lain,,,?” Tanya jun, dia tidak tega melihat vick merasakan minuman yang begitu asam.

Vick tersenyum merasakan perhatian jun pada dirinya,,, “kalau aku tau,,, jika aku sakit kau begitu memperhatikan ku tanpa peduli komputer mu,,, seumur hidup aku mau kalau aku sakit,,,” ucap vick, membuat jun kembali menatapnya dengan lembut.

“ Benarkah,,,? Tapi aku tidak yakin akan bertahan menjaga orang sakit kalau harus seumur hidup,,,” vick cemberut dengan goda’an jun.

“ Meskipun itu aku,,,?” Vick masih memastikan.

Jun menahan senyum melihat sikap serius vick menanggapi ucapannya,,, “nde,, siapapun itu,,,” jawab jun.

Dengan kesal vick langsung berbaring,, menutup tubuhnya dengan selimut,,, “aku ngantuk,, kau boleh pulang,,,” ucap vick kesal.

“ Aigooo,,, kenapa tidak ada yang memberi tahu kalau membuat the limau itu sangat susah,,, bahkan aku sekarang di tendang dari hadapannya,,,” goda jun seraya mendonga’akn sedikit kepala untuk melihat raut wajah vick yang membelakanginya.

Vick mendengar ucapan jun dengan jelas,, sebenarnya dia sudah lelah, sangat lelah dengan perasa’an ini,,, dia hanya bisa menggenggam liontin pemberian jun untuk menjadi sahabatnya,, palin tidak bisa meringankan sedikit beban di hatinya.

Melihat sikap vick yang sama sekali tidak bergeming dengan ucapannya,, jun kembali berbicara,, “bahkan berkata kau baik atau mungkin,,,” merasa tidak tahan mendengar semua perkata’an jun, cepat vick langsung bangkit menatap jun.

“ Guma,,,” ucapan vick terputus melihat posisi wajahnya dan wajah jun begitu dekat hanya terpaut beberapa centi,.

Vick masih terpaku menatap jun dengan jarak sedekat itu,, dia hendak berpaling tapi jun memegang dagunya,, memintanya untuk kembali menatap dirinya.

Pelan jun memiringkan sedikit wajahnya lalu mendekatkannya hingga tidak ada jarak lagi bagi bibir mereka untuk bertemu,,, vick memejamkan mata.

Jun mulai menghisap bibir vick dengan lembut,, tangan kanannya memeluk tubuh vick sementara tangan kirinya melingkar di pinggang vick.

Vick juga mengalungkan tangannya di leher jun,, menikamti setiap desakan nafas jun yang menerpa wajahnya,, pelan jun menggigit bibir bawa vick agar mau membukanya,, dan membiarkan dia menjelaja tiap rongga mulut vick.

Semua perlakuan jun di balas vick dengan lembut,,, hingga mereka berbaring di atas ranjang,, jun menindih tubuh vick dengan posisi yang sama, terus mencumbu bibir vick,,

Ciuman jun semakin menurun,, menelusuri jenjang leher vick,, vick hanya bisa bergeliat menikmati tiap sensai yang jun berikan padanya.

Silau Matahari memasuki kamar menyinari wajah vick yang masih tertidur pulas,,, membuat vick sedikit mengerjapkan mata akiban pantulan cahaya yang mengenai wajahnya tersebut.

Vick mulai terbangun,,, mengingat kejadian semalam vick langsung mengintip tubuhnya di balik selimut,,, lengkap,, semua baju lengkap di tubuhnya tanpa ada satupun yang terlepas.

Dia melihat di sampingnya tidak ada siapapun,,, “apa jun sudah bangun,,,?” Gumam vick,,

Tapi rasa penasaran itu menghilang sa’at melihat sosok yang dengan pulas tertidur di bawah samping ranjangnya dengan beralas tikar.

“ Mwo,,,?? Jadi semalam hanya kecupan selamat malam saja,,, aiiisshh,,,” dengan kesal vick melempar bantal itu ke wajah polos jun yang masih tertidur,,,.

“ AAUUWWW,,,!!!” Runtuk jun mendapati tipukan yang cukup keras,, dia langsung bangun dan menyingkirkan bantal itu.

Tanpa peduli dengan kesal vick beranjak menuju kamar mandi,,, jun hanya bisa menatapnya dengan heran kemudian kembali tidur.

Di kamar mandi vikc masih tersenyum menatap dirinya lewat pantulan kaca,,, tangannya menyentu bibir seraya mengingat kejadian semalam,, terlihat berkas kismark yang jun tinggalkan di lehernya.

“ Gumawo,,, aku pikir kau sama sekali tidak menyukaiku,,,” gumam vick lirih tersenyum menatap dirinya sendiri.

Keluar kamar mandi vick mendapati jun sudah kembali di depan komputernya,, dia pun kembali mendesah lalu duduk di sofa dekat jun tempati.

“ Gwenchana,,,?” Tanya jun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar,, sa’at dia menyadari vick ada di dekatnya.

“ Nde,,,” jawab vick sedikit malas.

“ Apa kau mau pulang,,,?? biar aku antar,,,” jun hendak beranjak tapi tangan vick mencegahnya.

“ Aniiie,,, aku masih ingin disini,,,” ucap vick lirih,, air mata sudah mulai menggenang mengingat perkata’an yang seharusnya tidak ia dengar.

Menyadari suatu yang aneh,, jun duduk di samping vick, tubuhnya menghadap ke arah vick yang masih terdiam,, pelan jun menyandarkan vick ke dalam dadanya.

Dengan tenang vick mengeluarkan butiran air mat,,, “jun,, apa yang akan kau rasakan jika ternyata keluarga yang kau sayang selama ini hanya keluarga angkat mu,,,” suara vick terlihat parau karna menahan tangis.

Jun hanya diam,, membiarkan vick bercerita dengan tenang,,, “bahkan membayangkan saja aku tidak sanggup,,, ottokke,,,?” Vick melampiaskan semua kesedihannya.

“ Gwenchana,,, tetaplah bersikap seperti biasa,,, mungkin mereka juga akan sedih kalau mengetahui bahwa kau mngetahuinya,,,” tutur jun,, vick langsung mendongak menatap jun.

Seulas senyum terukir di bibir jun menerima tatapan vick,,, pelan vick memberi kecupan ringan pada bibir jun,,, “gumawo,,,” ucapnya kemudian kembali mendekap pada dada bidang jun.

Jun juga membalas dekapan vick dengan hangat,,,

—————————////———————////———————-////———————–

Siwon masih termenung semalaman menanti di kamar vick,,, dengan resah terus menanti dengan cincin yang ada di sampingnya.

Dreeett,,, dreeett,,, handphone siwon berbunyi,, cepat dia langsung mengangkat mengetahui kalau si penelvon adalah vick.

“ Yeobsaheyo,,,!! Vick-ah,,, kau dimana,,?” Tanya siwon dengan cemas.

“ Oppa,, mianhe,,, aku ada praktek tugas kelompok,, mungkin nanti malam baru pulang,,, sampaikan salamku pada appa,,, mianhe mungkin kalian cemas gara – gara aku,,,” ucap suara vick di seberang sana.

“ Nde,,, jaga dirimu,,,” ucap siwon lemah seraya menutup telvonnya.

Terpancar kesedihan di wajah siwon seraya menatap cincin yang akan dia berikan pada vick.

———————-////—————————////————————-////———————-

Seperti biasa sebelum beraksi vick, jun dan kangin berkumpul,, sebenarnya kangin ingin sekali menghentikan jun, tapi kemauan jun yang begitu keras menghentikan semua keingingan untuk mencegahnya,, dia hanya bisa membantu agar jun tetap aman.

“ Tidak perlu maju,,, karna yang kita curi adalah ini,,,” jun menunjukkan gambar berlian dari layar laptopnya.

“ Wwwaaahhh,,, indah sekali,,,” gumam vick dan kangin bersama’an.

“ Jun-ah,, berapa harga berlian ini,,?” Tanya kangin masih fokus menatap berlian tersebut.

“ Lima milliar dolar,,,” mata kangin serasa mau loncat keluar mendengar jawaban jun.

“ Semua polisi akan fokus menjaga rumah itu yang memiliki simpanan tiga milliar dolar,,, uang selundupan yang seharusnya di berikan untuk biaya pendiidikan anak – anak yang kurang beruntung,,,” terang jun.

Vick dan kangin hanya mengangguk,,, “lalu kenapa kita mencuri berlian itu kalau selundupannya adalah uang yang ada di dalam rumahnya,,?” Tanya kangin lagi.

Cepat vick langsung menyahut memberi jawaban,,, “karna harga berlian itu hampir sama dengan harga uang,,, buat apa kita susah – susah mengambil uang dengan polisi yang begitu banyak,,,?! Toh sama – sama harta satu orang itu,,,” jun tersenyum mendengar jawaban vick.

“ Aigooo,,, kau sekarang sudah ikut sikap jun,,,” keluh kangin, dan di susul tawa mereka bertiga.

“ Keundae,,, di mana mereka menyimpan berlian itu,,,?” Tanya vick,,

Jun kembali menekan tombol i-pad yang dia pegang,,, “disini,,, sekitar seratus meter dari rumahnya,,,” jun menunjuk sebuah bangunan seperti gedung.

“ Ahjussi,,, kau fokus pada keamanan seperti biasa,,, aku sudah menangkap gelombang monitor CCTV mereka,,,” ucap jun pada kangin.

“ Nde,,,” kangin mulai menyiapkan peralatannya.

“ Ini,,,” jun menyodorkan mobil remote control pada vick,,, “letakkan di sekitar gudang itu,,, setelah itu lari sekencang mungkin,,, jangan sekali kembali atau pun menoleh,,, arrasseo,,,?!!” Pesan jun dengan sungguh – sungguh.

“ Arrasseo,,,” vick menerima mobil kecil tersebut.

———————–////———————////———————–////————————

Waktu beraksi tiba,,, semua berada di posisi masing – masing,, jun mengecek monitor sekaligus remote kontrol yang dia pegang.

Vick mengikat sepatu rodanya dengan kencang seraya meneliti hal yang lainnya,,, di lain tempat kangin terus mengawasi arah komputer di dalam mobil.

“ Siap,,,?” Ucap jun pada vick lewat komunikasi yang sudah mereka pasang di tubuh masing – masing.

“ Nde,,,” vick langsung memasang masker di wajahnya,, lalu berjalan dengan cepat memakai sepatu roda.

Sementara siwon dan pasukannya sudah memantau di rumah,,, dari lantai dua siwon menerawang memakai () ke tempat sekitar,,, pandangannya langsung tertuju ke bangunan yang ada beberapa meter dari rumah tersebut.

“ Bangunan apa itu,,,?” Tanya siwon pada salah – satu anak buahnya.

“ Kata presdir park hanya gudang biasa,,,” jawab asistennya,, tapi siwon masih menatapnya dengan heran.

Ketika dia mengalihkan pandangannya sekelebat bayangan hitam terlintas di sekitar gudang tadi,,, siwon kembali menatap,, terlihat ada yang berlari di sekitar situ,, dengan sigap siwon langsung berlari.

Dari layar kangin melihat kepergian siwon,,, “ vick,,, cepat pergi,,,!!!!” Teriak kangin mendapati siwon menuju ke arah gudang tersebut.

Usai meletakkan mobil yang di tentukan vick langsung berlari cepat,,, jun ikut khawatir sa’at mendengar kangin memberi perintah pada vick,,, “ahjussi wae,,,?” Tanya jun resah.

“ Lakukan saja tugas mu,,,” ucap kangin lewat microfonnya,,, jun kembali menekuni mobil tersebut,, memasukkannya lewat lubang kecil.

Di mobil mainan itu dia sengaja memasukkan alat camera agar dengan mudah menjalankan dan melihat lewat i-pad apa yang ada di depan mobil,,, jun menaikkan mobil itu pelan hingga sampai ke titik utama,,.

Atap mobil sedikit terbuka,, mengeluarkan gelombang maghnet yang dengan cepat menarik berlian itu,,, “yeeess,,,!!” Gumam jun ketika berlian berhasil masuk,, lalu dengan cepat mengeluarkan mobil itu.

Melihat siwon berlari sebagian pasukan ikut mengejarnya,,, vick masih berusaha sekuat tenaga untuk berlari,,, “cepat,,,?!! Jangan berhenti,,,!!!” Teriakan kangin kembali membuat jun cemas.

“ Ahjussi,,, sambungkan ke monitor ku,,,” pinta jun dengan cemas,,, kangin langsung memberi signyal ke i-pad jun.

Vick berhasil menghilang dari kejaran siwon,,, membuat jun dan kangin lega,, sejenak vick bersandar di tembok,, memegang dadanya dengan nafas ngos – ngosan,.

Raut wajah vick terkejut mendapati liontinnya tidak ada,, tanpa berfikir dia langsung beranjak kembali,, jun kaget melihat tindakkan ceroboh vick.

“ APA YANG KAU LAKUKAN,,,?!!!!! KEMBALI KETEMPATMU,,,,???!!!!” Teriak jun.

Bukannya mendengarka vick justru melepas handsate yang ada di telingahnya,, melihat liontin itu tergeletak di bawah vick langsung berlari mengambilnya.

Suara langkah kaki terdengar di sampingnya,,, “kau sudah tertangkap,,, menyerahlah,,,” siwon menyodorkan pistol ke arahnya.

Vick masih duduk menunduk menatap liontin dengan perasa’an bingung,,, jun langsung membanting i-pad nya,,, dan hendak beranjak.

“ Jangan kemana – mana,,, kembali ke tempat mu,,,!!” Bentak kangin yang ikut cemas kalau sampai jun melakukan hal – hal bodoh.

TBC

Mianhe kalau ceritanya tidak masuk akal, terlalu di buat – buat atau kurang menarik..
Karna ini FF action author yang pertama kali,, alias masih mencoba…

Jadi harap di maklumi…..
Hehehe

4 thoughts on “My black mission…. {part 5}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s