My black mission…. {part 3}

MBM3

 

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————

Lanjut flashblack part sebelumnya yaa….

Happy reading……….

“ Vick,,,? Apa kau merubah rambutmu,,,” tanya jessy teman satu kamar di asrama yang mereka tempati.

“ Oh yes,,,” jawab vick cuek.

Jessi masih menatap vick heran,, karna sikap vick terlihat lebih tertutup sejak mereka pulang liburan.

“ Harusnya dia ada di kampus,,, kami kan satu kampus meski beda jurusan,,,” runtuk vick kesal mengingat beberapa hari dia mencari jun tapi tak kunjung bertemu.

“ OMO,,!!! Jurusan,,,?!! Kenapa aku melupakan hal itu,,,?!!” Pikiran vick kembali berputar, wajahnya pun terlihat berbinar.

“ Jess,,, kau tau orang yang bernama,,,?” Vick menghentikan pertanya’annya,, karna dia tidak mungkin menanyakan hal itu pada jessi, dia takut jessi akan mengira kalau dirinya suka pada jun.

“ Ada apa,,,? Apa yang mau kau tanyakan,,,?” Tanya jessi heran.

“ Oh tidak jadi,,, lupakan,,,”

_______________//__________________//__________________

Vick asyik memakan makanannya di kantin bersama teman – temannya, bercanda tertawa, vick memang terbilang yeoja yang pandai bergaul dengan siapapun,, jika dirinya menginginkan untuk kenal dengan seseorang, pasti hal itu dia perjuangkan hingga tercapai.

Suatu pandangan membuatnya berhenti mengunya makanan yang baru saja dia masukkan kedalam mulutnya lewat sendok yang dia pegang,, jun berjalan melewati ruang kantin.

Karna tidak mau meninggalkan kesempatan emas ini, vick langsung berlari dengan cepat dan menggeletakkan sendoknya ke tempat seadanya.

Jun terus melangkahkan kakinya seraya memakai handsate di kedua telinganya,, vick masih terus menguntit dirinya hingga masuk ke sebuah perpustaka’an.

Di sebuah bangku dengan tenang jun melihat i-pad nya dengan tatapan yang serius tanpa peduli orang di sekitarnya,,, dari sela – sela rak buku vick melihatnya.

“ Kenapa dia begitu mempesona,,,” gumam vick lirih tanpa sadar.

“ Upss,,,, pabbo,,, pabbo-ah aku harus bisa kenal dan bersahabat dengannya,,,, HARUS,,,!!!!” Vick memantapkan dirinya, sebelum akhirnya ke sana dia mengambil sembarang buku yang ada di sampingnya kemudian berjalan menuju bangku tepat di hadapan jun.

Vick mulai duduk dengan cuek seolah tidak tau keberada’an jun,,, dia mencoba membaca membolak balikkan bukunya terus menerus tanpa ada satu halaman pun yang dia baca.

Merasa ada yang aneh jun akhirnya memandang ke arah depannya,,, dia mengeritkan kening menatap vick yang sibuk menekuni bukunya,,, “kau,,?? Bukankah,,?” Ucap jun menggantung.

Vick langsung mendongak dengan cepat menatap jun,,, “kenapa,,,?” Tanya vick seolah tidak mengerti.

Jun tersenyum melihat bibir vick ada sebutir nasi dan sedikit sambal yang menempel di sekitar bibirnya,,, “bukannya kau gadis ceroboh waktu itu,,,?” Ucap vick masih menahan tawa.

“ Aku tidak menyangkah kalau kita bertemu disini,,, wah ini kebetulan sekali,,,” vick terus berakting.

“ Oh nee,,, bukankah kau jurusan dokter,,,?” Tanya jun.

“ Nde,,, rupanya kau masih ingat,,,” vick terlihat senang karna jun belum melupakkannya.

“ Tapi kenapa kau mengambil buku masalah hukum,,,? Apa kau berncana ganti jurusan,,,” jun menatap buku yang ada di hadapan vick,,, muka vick sudah merah merona menahan malu.

“ Ohh,, nde,,, aku berencana membantu seorang ibu – ibu yang menanyakan tentang hukum padaku,,,” vick terus menyelamatkan diri, jun masih tertawa.

Jun mendekatkan tangannya yang sudah memegang sapu tangan ke bibir vick,,, “kau mau apa,,,?” Tanya vick memegang tangan kanan jun untuk berhenti tepat di depan wajahnya.

“ Di bibirmu ada sesuatu,,, aku mau mengusapnya,,,” dengan sedikit malu vick mengambil saputangan jun lalu mengusap bibirnya sendiri.

“ Apa kau tergesah – gesah menguntit ku,,, hfffttt harusnya tadi aku berjalan sedikit pelan,,, benar – benar suatu kebetulan yang sudah di tentukan,,,,” sindiran jun membuat muka vick bak kepiting rebus, untuk mendongak saja dia terlalu malu.

“ Arrasseo,,, aku mengaku aku memang mengikuti mu,,, PUAS,,,?!!!” Vick terlihat kesal bercampur malu, jun hanya tersenyum.

Sejak sa’at itu mereka terlihat akrab, jun yang terbilang tipe cowok pendiam dan sulit untuk bergaul berubah sedikit banyak tersenyum sejak kebersama’annya dengan vick.

Gadis ceria dan sedikit tomboy itu selalu membuatnya tertawa dan menemani hari – hari vick di manapun,, hingga suatu terjadi yang tidak vick sangkah ketika membuka beberapa file di laptop jun,.

bahwa selama ini jun selalu memantau setiap para anggota dewan koruptor berencana mencuri uang mereka.

“ Kau tau jun,,, dulu waktu kecil appa bilang kalau aku sempat meninggal,,,” vick memulai bercerita ketika dia dan jun duduk di teras atas apartement jun.

Jun menoleh menatap vick yang ada di sampingnya,, vick hanya diam menatap lurus kedepan,,, “waktu aku kecil aku sudah meninggal,,, appa terus memeluk ku,,, hingga beberapa jam kemudian aku mengeluarkan suara,, dan menangis dengan kencang,,,”

Vick menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya,,, “sejak kejadian itu, appa terus menjagaku,, menuruti keinginan ku,, dan berkata kalau semua kehidupan dan kematian seseorang sudah di tentukan oleh tuhan,,,,” jun merasa tersentuh dengan cerita vick, menatap gadis itu dengan sendu.

“ Karna itu,, bolehkah aku ikut dengan mu,,,?” Jun tersentak mendengar perkata’an vick.

“ Apa maksud mu,,,?” Tanya jun dingin.

“ Aku sudah tau kenapa selama ini kau tidak membiarkan aku menyentuh komputermu,,,?!!”

Wajah jun sudah memerah demi mendengar perkata’an vick,,, “lupakan,,, dan jangan pernah mengatakan hal konyol itu,,,,” ucap jun dingin.

“ Aku sudah terlanjur mengetahuinya,,, jadi aku tidak ingin tinggal diam,,,!” Vick masih bersih keras membantah.

“ Lalu kau ingin aku bagaimana,,,? Kau ingin aku mengatakan,, iya,, ikutlah dengan ku,, lalu membiarkanmu dalam bahaya,,,??!! Sirreoo,,, itu tak akan pernah terjadi,,,” dengan geram jun melangkah pergi.

“ Aku mencintai mu,,,” pernyata’an vick sukses membuat langkah kaki jun berhenti.

Vick memanfa’atkan keterpakuan jun,,, karna ini sa’at yang tepat jun mendengar ucapannya,,, “aku tidak pernah memaksamu membalas perasa’an ku,,, tapi tidak bisakah kau membiarkan ku berada di samping mu,,,?” Air mata sukses mengalir di pipi jun dan vick.

Sejenak jun menghela nafas,,, “kalau itu maumu,,, anggap kita tidak saling kenal,,,” jun pergi meninggalkan vick yang masih menangis seraya menggenggam USB yang berasil dia copy dari data jun.

Jun mencucu mukanya dan menatap wajahnya di hadapan cermin,,, dia tidak mungkin membiarkan vick seperti dirinya yang selalu hidup di selimuti dendam,,, dalam hati ingin sali dia mengatan ‘aku mencintai mu’ tapi semua itu jun urungkan demi keselamatan vick.

Karna bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti terjadi sesuatu pada dirinya,,, dan dia tidak ingin vick melakukan hal yang membahayakan itu,, karna jika terjadi sesuatu pada vick,, mungkin dia juga akan mati.

Jun kembali menuju komputernya,,, dia sedikit tersentak menatap komputernya dengan pernyata’an ‘sukses’ dan hasil vick mengcopi data – data nya masih meninggalkan jejak,,, cepat jun langsung berlari keatas melihat vick,.

Tapi hasilnya nihil,, mungkin gadis itu sudah pergi jun terlihat cemas hingga dia memutuskan berlari dengan cepat kebawah menaiki tangga,, sementara vick berada di dalam lift.

Vick sudah menyetop taksi dan hendak masuk sebelum akhirnya semuah tangan menghentikan langkahnya,,,, jun masih mengatus nafasnya yang masih tersengkal – sengkal,,, “apa yang akan kau lakukan dengan semua itu,,,? Berikan,,,?” Ucap jun menatap vick tajam.

“ Sirreo,,, kalau kau bisa kenapa aku tidak bisa,,,,!!!” Hati jun terasa sedih mendengar perkata’an vick.

“ Vick,, harusnya kau tau itu akan membahayakan diri mu,,,?!!!” Jun sudah terlihat geram.

“ Kenapa anda cemas,,, bukankah anda yang bilang kalau kita tidak kenal,,,” mata jun sudah menggenang demi mendengar perkata’an vick.

Sementar kedua pipi vick sudah di basahi air mata,,, “permisi,,,” ucap vick lirih hendak beranjak,, cepat jun langang menggenggam tangannya lalu menarik vick kedalam dekapannya.

“ Kumohon,,, jangan seperti ini,,,” ucap jun berbisik,, vick hanya bisa diam dengan air mata.

[Flashblack END]

___________________//_____________________//____________________//____________________

Jun masih menatap wajah polos vick yang tengah tertidur pulas,, dia membelai rambut dan menyentuh wajah vick,,, “vick,,, setiap hari aku sangat takut kalau terjadi sesuatu padamu,,, tidak bisakah kau membantuku untuk berhenti mencemaskan mu,,,?” Butiran air mata sukses mengalir di pipi jun.

Melihat hal itu, kangin paman jun langsung menghampirinya,,, “jun-ah,,,” mendengar suara pamannya, cepat jun menyeka air matanya.

“ Ada baiknya kalau kau menghentikan semua ini,,,” saran saran kangin, dia tidak ingin melihat jun di selimuti bayang – bayang dendam.

Jun tersenyum mendengar perkata’an pamannya yang tidak pernah berhenti mencemaskan dirinya,,, jun berjalan kembali ke arah komputer di ikuti oleh pamannya.

“ Aku belum memulai semua ahjussi,,, aku harus menemukan siapa pembunuh appa ku,,, dan membuat eomma tidak pernah tersenyum,,, sudah bertahun – tahun eomma menanggung penderita’an ini,,,” jun sudah mulai terisak.

“ Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu,,,? Harusnya kau memikirkan keada’an eomma mu,,,?” Sungguh dalam hati kangin ingin sekali jun menyudahi semua ini.

“ Ada ahjussi yang akan menjaga eomma,,,”

“ YAAKK,,,!!! JANG WOO ZHUN,,,,!!!” Ucap kangin geram.

“ Ahjussi jebal,,, aku tidak mungkin menghentikan ini,,, hati ku sudah sakit melihat penderita’an eomma,,, dia bahkan tiap malam bersembunyi dariku hanya untuk menangis.

Kangin memegang bahu jun dengan bangga juga khawatir,, karna dia tau kalau jun bukanlah anak kandung woo young sahabatnya,, dia mengetahui kejadian di rumah sakit,, bahkan dia tidak sempat mengucapkan terimah kasih pada seung heun,, orang yang telah menolong kakak perempuannya,, karna jika tidak ada jun dia yakin kalau kakaknya pasti sudah bunuh diri.

———————-//———————//——————–//————————

Sebelum beraksi vick dan jun kembali menatap layar komputer yang mengelilingi ruangan yang mereka tempati,,, “di ruang ini dia menyimpan semua uangnya,,,,” ucap jun menunjukkan tarjet tempatnya.

“ Waaahh,,, dia menyimpan dengan cast semuanya,,,?” Tanya vick takjub meski hanya berupa bayangan ruangan yang dia lihat.

“ Nde,,, kalau menyimpan di bank itu hanya akan menimbulkan kecuriga’an,,,” jelas jun.

“ Kau sudah siap,,,?” Tambah jun seraya menatap vick.

“ Yes BOSS,,,!!!” Vick memberi hormat dengan tersenyum,,.

Sampai di tempat tujuan mereka mulai beraksi dan berpencar,,, vick memakai sepatu rodanya seperti biasa,, melewati setiap cela ruangan yang ada di lokasi tersebut,,, “jangan ke kanan,,, ada banyak penjaga,,, ke kiri,,,” ucap kangin pada jun lewat komunikasi yang mereka pakai.

Kangin sengaja berjaga di dalam mobil menatap komputer untuk memantau setiap ruangan yang di sambungkan jun dari CCTV yang mereka miliki,,, “ahjussi,,, awasi vick,, kalau ada sesuatu,, buat bayangan,,,” pesan jun pada kangin.

“ Nde,,,” kangin sudah paham dengan aksi jun,, kalau dalam keada’an genting dia pasti meminta untuk membuat bayangan yang mereka rekayasa agar muncul di CCTV yang di miliki sang target.

Dengan selamat tanpa ketahuan sama sekali vick dan jun bertemu di samping kamar rahasia itu,,, jun mengeluarkan alat untuk melacak berapa no pin yang muncul.

Mereka berdua tersenyum sa’at pintu terbuka,,, vick terkejut bukan main menatap jumlah uang yang menumpuk hampir setinggi dirinya,,, “kita harus cepat,,,” jun mengambil tas ransel yang dia bawa,, mengobrak – abrik isinya.

“ Apa yang kau lakukan,,,?” Tanya vick heran sa’at jun mengedarkan cairan kental yang dia bawa ke sekitar uang tersebut.

“ Nanti kau akan tau,,, pasang ini di atap tepat di atas uang ini,,,,” perintah jun memberikan sebagian alan berupa maghnet dengan bentuk yang cukup unik dan aneh.

Tanpa mau bertanya vick langsung memasangnya di bantu dengan jun,,, “lalu apa yang kita lakukan,,,?” Tanya vick lagi,,, dia sudah kebingungan.

“ 10 detik lagi cairan akan menyebar kesluruhan di bawah uang itu,,,” jun dan vick sama – sama memandang cairan tersebut.

“ Jun,,, ada beberapa pengawal menuju ke sana,,,” vick dan jun kembali panik dengan keada’an yang menjepit.

“ Tiga,,, dua,,, satu,,, naik,,,” ucap jun,,, semua uang tersebut terbungkus dengan cairan tadi hingga melebar kemudian naik ke atas atap.

Vick masih tercengang menatapnya dengan kagum,,, “apa yang kau lakukan,,, cepat aktivkan maghnetmu,,,!!” Bentak jun mengingatkan.

“ Oh nde,,,” jubuh jun dan vick ikut terangkat magnet yang sudah mereka pasang ke tubuh mereka,,,(masih ingat di part satu kan??).

Beberapa pengawal membuka pintu,,, dan terkejut menatap ruangan sudah kosong,,, dengan panik mereka langsung keluar.

“ Kerahkan semua pengawal,,, Cepat kejar,,, mungkin pencuri itu belum jauh,,,” titah si bos kemudian berlari pergi dengan cepat.

“ Ahjussi,,, bawa mobil kemari,,,” ucap jun lewat handsate yang selalu dia pakai di telingahnya.

“ Siap,,!!!” Jawab kangin mantap,,, sambil menunggu semua pengawal keluar kangin langsung masuk dengan membawa truk.

Di mobil jun dan vick melepas semua pakaian yang terasa sesak,,, “cairan apa yang mereka pakai tadi,,,? Waaah,,, sangat ajaib,,,” puji vick.

Jun tersenyum,,, “waktu di amerika aku melihat mike melakukan penemuan itu,,,?! Lalu aku mulai mempelajari bagaimana dia membuatnya,,,” terang jun,, dia memang tidak pernah mau menyia – nyiakan semua yang menurutnya berguna.

“ Ahjussi sangat kagum pada mu,,, entah bagaimana sebenarnya orang tua mu,,, aku sangat penasaran,,,?!” Kangin langsung tersentak karna keceplosan dalam bicara.

“ Apa maksud ahjussi,,,? Orang tua ku,,??” Tanya jun dengan tatapan heran.

“ Oh,, aniii,,, maksud ku,, bagaimana cara woo young membuat mu bisa se cerdas ini,,, hmmm harusnya dulu aku minta’ ajari dia,,,?! Hahaha,,,” kangin berusaha mengeles.

Jun tertawa mendengar ucapan pamannya,, terlihat wajah kangin yang lega karna tidak ketahuan.

————————-//————————-//————————–//—————————-

Merasa kesal presdir kim menggebrak meja dengan geram,,, “kurang ajar,,,!!! Bagaimana bisa kalian begitu melemah menghadapi anak kecil,,,!!” Dia membentak semua anak buahnya.

“ Jeoshohamnidda tuan,,,” orang kepercaya’annya datang untk melapor.

“ Bagaimana,,,? Apa kau sudah menemukan informasi,,,?” Tanya presdir kim.

“ Semua uang sudah di bagikan pada setiap rumah sakit di seluruh korea,,, dengan pesan agar memberi pengobatan gratis bagi yang tidak mampu,,,” darah presdir kim sudah naik ke ubun – ubun.

“ Kalian harus menangkap mereka,,,,!!!! HiYAAaAA,,,,!!!” Bagai singa lapar presdir kim mengacak semua isi meja di hadapnnya.

“ Ma’af,,, saya ingin bertemu dengan presdir kim,,,” jaksa choi datang membawa laporan penggelapan uang yang di kirim ke kantor kejaksa’an tanpa menyebutkan nama pengirim.

“ Kau,,,? Kenapa kau kesini,,, bukankah kau tidak bisa melakukan apapun tnpa bukti yang asli,,,?” Ucap presdir kim setenang mungkin melihat keberada’an siwon.

Memang selama ini siwon sudah berusaha ingin menyeret presdir kim,,, tapi dia hanya seorang jaksa, pasti banyak yang melindungi presdir kim,,, tapi kini semua bukti ada di depan matanya.

Siwon duduk dengan tenang di kursi ruangan itu,,, “aku sudah mendapatkan bukti,,, bahkan semua rakyat membuktikan,,, sekarang aku membawa surat penangkapan mu,,,” siwon menyodorkan lembaran yang dia bawa.

Dengan sedikit resah presdir kim membaca tulisan kertas tersebut,,, “pengawal,,, bawa dia,,,” ucap siwon akhirnya,,.

Semua layar televisi menyebutkan dan menceritakan kejadian penggelapan uang yang di lakukan departement bagian kesehatan yang kini sudah di ringkus polisi.

Di rumah jun menyaksikan semua itu dengan tersenyum kemudian berdiri kembali menekuni komputernya,,, “waah,,, akhir – akhir ini dunia sangan membahayakan,,,?! Jun kau jangan sampai terlibat dengan hal yang berhubungan dengan hukum,,,!! Eomma tidak suka,,,!!”

Sudah berulang kali eomma jun mengingatkan hal itu,,, dia tidak ingin jun kehilangan jun seperti dia kehilangan suaminya,, tapi jun hanya tersenyum menjawab perkata’an eommanya.

———————///———————–///————————-///—————————-

“ Wwaaaooww,,,, oppa sangat keren sa’at menangkap penjahat itu,,,!” Puji vick seraya melihat acara berita di TV.

Siwon hanya tersenyum tipis mendengar ucapan vick,,, karna dia sadar kalau bukan dirinya yang menangkap,, melainkan atas bantuan orang lain.

Vick menatap siwon,,, “oppa wae,,,?” Tanya vick bingung dengan sikap diam siwon.

“ Aniii,,,” siwon kembali tersenyum.

“ Senyum oppa mengingatkan ku pada seseorang,,,?” Gumam vick masih menatap siwon.

“ Jinja,,, nuguya,,,?!” Siwon masih tersenyum mengingatkan vick pada sosok jun.

“ Seorang temanku,,,? Setiap ku puji dia pasti mengeluarkan senyum tipis seperti oppa,,,!!” Jelas vick dengan tatapan menerawang mengingat jun dengan semangat.

Sementara siwon terus menatapnya tanpa berkedip,,, “siapa dia,,,? Oppa sangat penasaran,,,?” Ucap siwon.

“ Kalian hampir sama,,, bahkan kalian sangat cocok kalau jadi saudara,,, benar – benar kepribadian yang serupa,,,!” Mata siwon terbelalak mendapati kata ‘saudara’ yang keluar dari bibir vick, mengingat saudara kandungnya yang menghilang bertahun – tahun yang lalu.
“ Jinjayo,,,!!! Oppa memang keren,,,!!” Siwon ikut menanggapi ucapan vick.

“ Yaaahh,,,!! Harusnya oppa tidak usah menjawab,,, oppa cukup tersenyum sa’at aku memuji oppa,,,!!” Vick mengingat jun yang selalu tersenyum tipis meski vick berjuta – juta kali mengeluarkan pujiannya.

“ Begitukah,,,?? Jadi oppa harus tersenyum setiap kau memuji oppa,,,?” Siwon bertanya dengan gemas.

“ Oh,, nde,,,”

“ Mungkin kalau orang lain oppa akan begitu,,, tapi karna dirimu jadi oppa tidak mungkin bisa,,,” siwon merangkul vick erat seraya mengacak acak rambutnya.

“ Opppaaaaa,,,,” runtuk vick kesal,,, karna takut wicknya akan ketahuan.

Siwon tersenyum kemudian merangkulnya kembali,,, “tuhan,,, kenapa jantungku berdetak dengan kencang sa’at dekat dengan anak ini,,,,” gumam siwon dalam hati.

—————————-

TBC

Gimana part selanjutnya…..????
Dari pada penasaran,, kita koment dulu yuuuukk….!!!!

5 thoughts on “My black mission…. {part 3}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s