GONE (Part 2)

 

GONE2

Author : Gesti Resita GR

judul : Gone

cast :

Ji Yong (bigbang)

Daesung (bigbang)

Jong Hyun (nu’est)

 Baekho (nu’est)

genre : horror

A/N : sebenernya nih ff udah jadi dari kemaren haha, karna kepanjangan ane bagi dua dah.. ga sabar nuggu comentnya >

 

Author pov

 

“eh arah rumahmu kan kesana” ujar jong Hyun sambil menunjuk arah jalan rumah Baekho yang berlawanan arah dengannya.

“aku ingin main kerumahmu sebentar, sudah lama juga tidak bertemu Ji Yong Hyung” ujar Baekho sambil berjalan mandahului Jong Hyun.

“okay” ujar Jong Hyun sambil berjalan dibelakang Baekho.

Sesampainya di depan gedung apartement Jong Hyun, Baekho kembali menatap jendela lantai tiga tajam.

“kau melihat apa sih?” Tanya Jong Hyun sambil ikut melihat ke arah jendela.

“Cuma ingin melihat memang tidak boleh” gerutu Baekho, Jong Hyun mendelik kesal,dan akhirnya mereka berdua masuk ke gedung besar itu, ketika sampai di depan lift Jong Hyun sedikit tertegun mengingat kejadian tadi pagi.

“ayo cepat masuk” ujar Baekho sambil mendorong Jong Hyun kedalam lift.

“kebetulan hari ini kau mau main kerumahku” ujar jong Hyun.

“kau takut eoh?” ledek Baekho.

“yak! Diam” bentak Jong Hyun, Baekho hanya tertawa geli, tiba-tiba lift terbuka dilantai tiga.

“loh, aku sudah menekan tombol lantai lima, kenapa malah berhenti disini” ujar Jong Hyun sambil menekan tombol lift agar tertutup, akhirnya pintu lift tertutup namun pandangan Baekho lurus keluar pintu lift sebelum tertutup rapat.

Baekho seolah menatap garang sambil mengisyaratkan sesuatu, entah pada siapa karna Jong Hyun sedang asik memainkan ponselnya.

Ting

Pint lift terbuka dilantai lima.

“hyungmu ada dirumah?” Tanya Baekho ketika mereka hendak keluar lift.

“molla.. tadi dia dirumah, tapi kalau sudah sore begini mungkin dia pergi” jawab Jong Hyun.

Jong Hyun membuka pintu apartementnya, dua anak muda ini masuk dan langsung menuju ruang tengah.

“ternyata dia tidur disini” ujar Jong Hyun.

“hyung.. hyungg” Jong Hyun membangunkan Ji Yong yang rupanya masih tertidur pulas di sofa.

“hmm..” gumam Ji yong.

“hyung kau tidak pergi hari ini? Ada Baekho disini” ujar Jong Hyun lagi, Ji Yong mengerjapkan matanya dan memandang kedua namja didepannya.

“annyeong hyung” sapa Baekho.

“ne, annyeong” ujar Ji Yong lalu beranjak kedapur.

“kau mau minum apa?” Tanya Jong Hyun pada Baekho.

“apa saja yang penting enak” ujar Baekho asal sambil menyalakan tv.

“kau ini” desis Jong Hyun lalu melangkah ke dapur, Ji Yong masih berdiri didapur sambil meminum orang jus.

“aku kemarin melihat teman Hyung, Seung.. Seung Ri kalau tidak salah” ujar Jong Hyun saat menuangkan jus digelas.

“dimana?” Tanya Ji Yong.

“di tv.. dia diwawancarai sepertinya oleh salah satu reporter berita, karyawannya meninggal dengan tragis ya.. aku sampai bergidik melihat beritanya” ujar Jong Hyun.

Ji Yong melamun mengingat kejadian yang ingin dia lupakan kemarin.

“hyung..” panggil Jong Hyun ketika melihat Hyungnya diam.

“aku mau istirahat dulu” ujar Ji Yong lalu masuk kekamarya, Baekho memperhatikan Ji Yong dengan seksama, dahinya mengerut khawatir.

“ini” Jong Hyun menyodorkan gelas berisi jus jeruk pada Baekho, lalu keduanya bermain game bersama.

“aku khawatir dengan hyungmu” ujar Baekho tiba-tiba.

“ha? Wae.. tumben sekali” jawab jong Hyun.

“entahlah, aku merasa dia diselimuti hawa gelap, sangat buruk” ujar Baekho.

Jong Hyun menoleh kearah Baekho dengan pandangan heran.

“maksudmu” Tanya Jong Hyun.

“Cuma perasaanku saja, jangan diambil pusing” ujar Baekho sambil menepuk jidat Jong Hyun.

“yak!” umpat Jong Hyun dan keduanya kembali bermain.

***

“sudah jam 7 malam, aku harus pulang” ujar Baekho pada jong Hyun.

“baiklah aku antar” tawar jong Hyun.

“tidak perlu, kau disini saja” tahan Baekho, jong Hyun kembali menatap Baekho aneh.

“kau aneh sekali hari ini” sindir Jong Hyun.

“pokoknya tidak baik keluar sendirian apalagi malam-malam begini” ujar Baekho sambil merapikan seragamnya yang sedikit berantakan.

“yasudahlah terserah kau saja” akhirnya jong Hyun kembali bermain game, Baekho pamit dan berlalu dari pintu apartement Jong Hyun.

Sesampainya diluar apartement Jong Hyun, hawa dingin langsung menusuk kulit Baekho, namun Baekho tidak mau ambil pusing. Dia berjalan menuju lift dan menunggu lift terbuka.

Ting

Baekho sedikit tertegun begitu melihat sosok yang ada didalam lift itu, seorang pria yang mengenakan jas dan celana serba putih tak lupa ada bunga mawar putih yang menggantung indah dikatung jas putihnya, yang membuat Baekho tertegun bukanlah bajunya melainkan wajahnya.

Wajahnya pucat pasi, Matanya berwarna hitam pekat dan lehernya membiru. Awalnya sosok itu hanya diam memandang Baekho, namun lama2 mulutnya terbuka lebar hingga sobek dan menghapiri Baekho sambil mengeluarkan suara menyeramkan, hingga tubuhnya menembus tubuh Baekho. Baekho menutup matanya dan berbalik kebelakang.

“apapun yang kau lakukan, kuharap kau tidak mengganggu orang2 didekatku” ujar Baekho dingin lalu masuk kedalam lift.

***

“hyung kau sudah bangun?” Tanya Jong Hyun yang melihat bayangan Ji Yong kearah dapur sambil tidak melepaskan pandangannya dari tv.

“hyung..” panggil Jong Hyun.

Karna tidak ada jawaban Jong Hyun menoleh kearah dapur, namun tidak ada seorangpun yang berdiri disana, karna penasaran Jong Hyun meletakan stik gamenya dan berjalan menuju dapur.

Dia melihat keseluruh ruang dapur, tidak ada siapapun akhirnya jong Hyun hendak berbalik pergi meninggalakan dapur.

Kreekk

Jong Hyun menghentikan langkah kakinya begitu mendengar suara lemari rak terbuka, Jong Hyun menelan ludah karna tegang, dia berbalik lagi dan menemukan tiga rak piring terbuka. Tidak mau larut dalam rasa takut Jong Hyun segera berjalan cepat kearah rak itu dan menutupnya, ketika semua sudah tertutup dan Jong Hyun pergi dari dapur, disaat yang bersamaan terlihat kepala wanita yang bibirnya terbuka mengeluarkan darah berada didalam rak lemari itu sambil menatap Jong Hyun.

“hari ini benar-benar menyebalkan” umpat jong Hyun dan langsung masuk kekamar hyungnya.

“hei sedang apa kau disini” pekik Ji yong yang baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk kecil dipinggangnya.

“pokoknya malam ini aku mau tidur denganmu” ujar Jong Hyun sambil menutup dirinya dibawah selimut Ji yong.

“yak! Kau sudah besar.. sana pergi kekamarmu sendiri!” perintah Ji Yong sambil menarik selimutnya.

“shireo! Pokoknya aku tidur disini” Jong Hyun tetap bersikeras, akhirnya Ji Yong menghela nafas kesal, hari ini dia juga malas keluar, setelah Jong Hyun tertidur pulas diranjangnya, Ji Yong masih bergelut dengan laptopnya, mendesain busana baru untuk klient2nya.

“haa..” Ji yong menghela nafas lelah dan merentangkan tubuhnya agar otot tubuhnya yang tegang bisa sedikit lentur, lalu Ji yong menatap Jong hyun yg tertidur dikasurnya, Ji Yong berjalan menghampiri Jong Hyun dan mengelus kepala adiknya pelan, walaupun sedikit nakal tapi Jong Hyun masih lugu seperti anak kecil, dan terlewat manja dengan Ji Yong, mungkin karna Ji Yong adalah tempat perlindungan terakhirnya setelah orang tua mereka meninggal.

“kapan kau bisa dewasa, umurmu sudah tujuh belas tahun” gumam Ji Yong lalu menutup pundak adiknya dengan selimut, dan kembali melanjutnya pekerjaannya.

Ji yong berkutat dengan laptopnya hingga jam satu malam, rasa lelah benar-benar merasuki tubuh dan pikirannya, saat Ji Yong sedang menutup Laptopnya, Ji Yong merasa seperti ada seseorang yang berdiri dibelakangnya, Ji yong terdiam lalu berpikir mungkin itu Jong Hyun.

“kau sudah bangun?” Tanya Ji Yong persis sama dengan pertanyaan Jong hyun tadi.

Tidak ada yang menjawab, Ji Yong tidak sengaja menangkap bayangan yg tertera digelas putih yang berada didepannya, bayangan putih yang berdiri dibelakangnya dan dipastikan itu bukan Jong Hyun, tiba-tiba Ji Yong tersentak ketika bahunya merasakan sentuhan dingin, sentuhan tangan itu merambat ke lehernya dan ke pipinya, ketika tangan dingin itu hendak menyentuh semua wajahnya Jong Hyun terbangun.

“hyung.. kau belum tidur” Tanya Jong Hyun sambil mengucek pelan matanya yang mengantuk, seketika sentuhan tangan itu menghilang dari kulit Ji Yong, Ji Yong menoleh kearah Jong Hyun dan tersenyum.

“aku sudah mau tidur” jawab Ji yong, Jong Hyun mengangguk dan kembali menutup matanya.

***

Ji Yong terbangun mendengar suara berisik dari dapur, dia melihat kearah jam dinding yang menunjukan pukul enam pagi, dia menoleh kearah sampingnya.

“kalau Jong Hyun disini lalu siapa yang didapur?” gumam  Ji Yong. Dia menapakan kakinya kelantai dan berjalan pelan keluar dari kamarnya, suara berisik itu sudah tidak terdengar, Ji Yong melihat kearah dapur yang sepi.

“oh ayolah ini masih pagi” gumamnya lalu hendak berbalik, namun kini terdengar suara air gemercik dari kamar mandi tengah, suara air itu semakin keras seperti ada yang menyiram lantai, Ji yong mendekat kearah kamar mandi, ketika berada didepan kamar mandi Ji Yong memegang kenop pintu itu, dengan mantap dia ingin membuka pintu kamar mandi, namun pintu itu tiba-tiba terbuka.

“kau!” pekik Ji Yong kaget.

“kenapa? Kau seperti melihat hantu” ujar Daesung begitu melihat ekspresi Ji Yong.

“kapan kau pulang?” Tanya Ji Yong.

“baru saja, kau benar-benar payah.. semua makanan dikulkas habis, untung aku bawa beberapa bahan makanan” umpat Daesung sambil berjalan ke kamarnya.

“jadi kau tadi yang didapur?” Tanya Ji yong.

“kau kira hantu” hardik Daesung dan menutup pintu kamarnya, Ji yong bernafas lega dan menuju kamarnya untuk membangunkan Jong Hyun untuk mandi dan berangkat sekolah.

***

Jong Hyun berdiri diam didepan liftnya, berkali-kali lift itu terbuka dan tertutup kembali, tapi Jong Hyun tidak berniat masuk ke lift itu.

“lebih baik aku menggunakan tangga” gumamnya lalu berbalik kearah tangga. Ditengah jalan, tepatnya dilantai empat

“annyeong” sapa wanita paruh baya yang merupakan tetangga sebelahnya yang kebetulan hendak naik kelantai lima.

“annyeong” sapa Jong Hyun balik sambil tersenyum, ketika dia sampai dilantai tiga, Jong Hyun melihat pasangan yang mengenakan gaun pengantin sedang tertawa bahagia sambil masuk membuka kamar nomor 201, Jong Hyun merasa aneh karna sepagi ini sudah ada pasangan pengantin baru? Lalu jam berapa mereka menikah? Atau mereka baru akan menikah? Ketika Jong Hyun terpaku pasangan itu menatap Jong Hyun sambil tersenyum ramah, jong Hyun yang tersadar dari lamunannya ikut tersenyum sambil membungkuk kaku lalu segera menuruni tangga lagi. Wanita paruh baya tadi yang hendak turun kembali untuk mengambil barangnya yang tertinggal dibawah terheran-heran melihat Jong Hyun yang tersenyum dan membungkuk kearah kamar nomor 201 karna tidak ada satupun orang disana.

Berbeda dengan ji Yong, dia lebih memilih untuk menaiki lift daripada harus melewati kamar itu dengan menggunakan tangga.

“yeobuseo, Seung Ri-ah aku akan sampai sebentar lagi” ujar Ji Yong saat mengangkat teleponnya.

Tiba-tiba didepannya terjatuh tetesan darah dari arah atas, Ji Yong melihat kearah lantai lift, ada beberapa tetesan darah disana, Ji Yong mengadahkan kepalanya pelan kearah atas, bulu kuduknya merinding, dia terus mengarahkan pandangannya keatas, tidak ada apapun disana hanya ada atap besi yang kosong. Ji yong memejamkan matanya lalu kembali menatap kearah depan.

“haa!!!” Ji Yong terperanjat kebelakang karna tiba-tiba sosok wanita bergaun putih dan berambut panjang itu berdiri didepannya.

Wanita itu tampak cantik tidak ada yang menyeramkan dari wajahnya, namun tetap saja dia bukan manusia karna keberadaannya yang tiba-tiba, Ji Yong mundur beberapa langkah ketika wanita itu mendekat sambil tersenyum.

Tubuh Ji Yong tertahan dinding lift hingga tidak bisa mundur lagi.

“mau apa kau… jangan ganggu aku!” ujar ji Yong panik, wanita itu berhenti tersenyum dan wajahnya berubah sedih kemudian menunjukan raut marah. Ji Yong masih terpaku disana.

“pergi dari sini!” tukas Ji Yong, entah kenapa liftnya seakan bergerak sangat lamban hingga tidak sampai kelantai bawah.

Wajah wanita itu mulai memucat, matanya mulai menghitam. Ji Yong ingin menutup matanya namun matanya seakan ditahan sesuatu hingga tidak bisa tertutp.

Kulit leher wanita itu mulai robek dari samping dan mengeluarkan darah, lehernya terus membuka robekan sehingga seluruh lehernya mengeluarkan darah yang mengalir deras, wanita itu menatap Ji Yong tajam, rahangnya terbuka dan mengeluarkan darah dari mulut hitamnya.

Nafas Ji Yong memburu melihat kejadian itu, tangan wanita itu terulur kearah leher Ji Yong.

“a..ni..ya” suara Ji yong terputus-putus suaranya seakan habis. Dan tangan hantu itu tertarik lagi dan menjauhi leher Ji Yong, namun tangan itu justru menggerakan jari-jarinya dilehernya sendiri, telunjuknya mengacung dan bergerak menyamping dilehernya seakan mengisyaratkan kematian. Bibirnya tersenyum lebar kesamping, sangat lebar hingga terlihat seperti robek hingga pipi.

Tiba-tiba leher Ji Yong terasa perih dari samping kanan, rasa perih itu semakin nyata hingga terasa sakit, terus merembet kebagian depan lehernya, seakan sedang disobek dengan pisau dengan amat pelan, Ji Yong tidak mampu bergerak, seluruh tubuhnya kaku, mata ji Yong memerah menahan sakit, dan sekarang kulit lehernya benar-benar terasa lepas……

“tolong..” batin ji Yong.

 

TBC-

gimana?? masih kurang serem *mikir keras lagi… ga ahli nih kayanya kalo ga serem..

 

3 thoughts on “GONE (Part 2)

  1. What????? Kurang seereemm???? Ini udh kelewat sereem..
    Ngeri ah bacanya… Jadi atut…
    Tapi Daebak!!!!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s