GONE (Part 1)

 

GONE1

Author : Gesti Resita GR

judul : Gone

cast :

Ji Yong (bigbang)

Daesung (bigbang)

Jong Hyun (nu’est)

 Baekho (nu’est)

genre : horror

A/N : gatau kenapa pengen banget buat ff horror, bosan ama yg kisah cinta2an *plakkk

semoga ga jelek2 amat dah, makanya saya butuh RCL kalian ^^, terlebih yg kena tag..

 

 

AUTHOR POV

 

“hyung aku pinjam bajumu ne” ujar namja imut bernama Jong Hyun, atau sering dipanggil JR.

“aniya, beli sendiri” ujar hyungnya datar.

“ck Ji Yong hyung bajumu kan bagus2″ rayu adiknya.

“sekali tidak ya tidak” tegas sang kakak yang dipanggil Ji Yong

“pelit” kesal adiknya sambil cemberut lalu masuk kekamarnya.

“kenapa lagi dia” tanya Daesung, sahabat Ji Yong yang tinggal satu apartement dengan mereka sejak dua tahun terakhir, hitung2 untuk mengirit pengeluaran uang sewa.

“biasalah” jawab Ji Yong singkat.

“kau juga jangan terlalu pelit dengan adikmu” nasihat Daesung.

“bagaiamana aku tidak pelit, terakhir dia merobek celana mahalku tepat dibagian terpenting” umpat Ji Yong, ya, Jong Hyun sempat memakai celana Ji Yong yang baru Ji Yong beli, siapa sangaka celana itu robek besar dibagian selangkangan karna Jong Hyun terpeleset ditangga.

“oh ya, hari ini aku akan keluar kota, bos ku benar-benar merepotkan, urusanku di perusahaan Seoul belum selesai dia malah mau mengirimku lagi ke luar kota” keluh Daesung.

“bagus kan, kau bisa cepat kaya kalau begitu, jangan lupa bawa oleh2 buat kami” ujar Ji Yong sambil terseyum jail dan menghindar sebelum bantal yang Daesung lempar mengenai wajahnya.

 

setelah Daesung pergi, Ji yong juga berencana untuk keluar menemui klientnya, Ji Yong adalah desaigner muda yang berbakat, sehingga jasanya selalu dipakai oleh anak-anak pejabat unutk merancang baju-baju mereka.

“aku mungkin pulang terlambat, kau belajar yang benar” ingat Ji Yong pada adiknya.

“aku hari ini libur sekolah, rasanya otakku mau pecah jika harus belajar setiap hari, aku ingin jalan dengan Baekho” ujar Jong Hyun panjang lebar.

“baiklah, jangan pulang larut arra!” peringat Ji Yong sambil memakai mantelnya.

“kau tidak mau memberikan uang saku? ini sudah seminggu lebih” tanya Jong Hyun sambil mengadahkan tangannya, Ji Yong selalu memberi uang saku setiap seminggu sekali karna Jong hyun masih sekolah, orang tua mereka sudah meninggal sejak Ji Yong sekolah menengah, jadi dialah yang bertanggung jawab atas Jong Hyun, beruntung Ji Yong punya bakat yang bagus, sehingga kehidupan mereka terpenuhi sekarang.

“kau ini kalau masalah uang sangat teliti” ujar Ji Yong sambil mengambil dompetnya dari saku, dan memberikan beberapa lembar uang pada Jong Hyun.

“gomawo Hyung” ujar Jong hyun senang. akhirnya mereka keluar bersama dari apartement, saat ingin naik lift ternyata lift itu rusak, akhirnya memutuskan untuk naik tangga. karna terlalu buru-buru Ji Yong terpeleset dan terjatuh dari tangga hingga terbaring pingsan didepan kamar pintu apartement lain.

“hyungg!!!” seru Jong Hyun dan langsung menghampiri Ji Yong, Jong Hyun membopong tubuh Ji Yong ke apartament mereka, tentu dengan usaha yang keras mengingat badan kurus Jong Hyun dan harus menaiki tangga.

 

Jong Hyun mengompres luka lembam di kening Ji Yong dengan air dingin membuat Ji Yong tersadar.

“akh kepalaku sakit” rintih Ji Yong.

“hyung tadi jatuh ditangga, makanya hati-hati” jelas jong Hyun.

“jam berapa ini, aku pingsan berapa lama” tanya Ji Yong panik.

“hyung pingsan hampir satu jam” jawab Jong Hyun.

“aigo, aku ada janji dengan klientku” Ji Yong langsung bangun dari tidurnya dan berdiri, tubuhnya sempat oleng karna kepalanya masih pening.

“hyung kau baru sadar, sebaiknya istirahat dulu” perintah jong Hyun.

“aniya, janjiku sangat penting.. kau tenang saja, aku akan baik-baik saja” Ji Yong mengenakan topi rajut untuk menutup lukanya dan berjalan keluar apartement.

“biar aku antar” ujar Jong Hyun sambil menuntun Ji Yong menuruni tangga.

“tadi kau jatuh disini, lalu terbaring disitu” ujar Jong Hyun sambil menunjuk lantai didepan pintu apartement, Ji Yong memperhatikan wanita yang berdiri menghadap pintu apartement tempatnya terjatuh, wanita itu hanya diam memunggungi mereka berdua, Ji Yong kembali melanjutkan jalannya, ketika dia menoleh kearah wanita itu, dia sudah tidak ada.

“mungkin sudah masuk” batin Ji Yong.

 

saat tiba di kantor klientnya Ji Yong disuruh menunggu diruangan klientnya karna sang klient masih ada rapat.

tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan muncul seorang office boy yang hendak menawarkan minuman pada Ji Yong.

“tuan mau minum apa?” tanyanya.

“air putih saja” jawab Ji Yong ramah. pelayan itu tersenyum dan membalikan badan, saat pelayan itu hendak keluar dari pintu Ji Yong memperhatika punggung belakang pelayan itu aneh, tampak lubang sebesar kepala tangan dipunggung pelayan itu, dan keluar darah dari punggungnya, Ji Yong menggelengkan kepalanya.

“hanya efek benturan saja” yakin Ji Yong pada dirinya.

“Annyeong” sapa namja yang notabenenya sebagai klient Ji Yong.

“Annyeong Seung Ri” sapa Ji Yong balik, walaupun hanya sebatas klient tapi hubungan keduanya sudah cukup akrab sehingga tidak perlu menggunakan embel2 ‘pak’ atau ‘tuan’

“maaf lama, barusan aku mendapat kabar dari asistentku kalau salah satu pegawai kami mengalami kecelakaan” jelas Seung Ri.

“benarkah, lalu dia dirawat dimana?” tanya Ji Yong.

“dia tidak dirawat, karna dia sudah meninggal ditempat, sayang sekali padahal dia orang yang rajin, sungguh mengerikan, dia ditabrak truk yang mengganggkut besi bangunan, ditambah badannya tertimpa besi-besi itu hingga ada yang tembus ke perutnya hingga punggung.. sangat tragis, aku mungkin akan mengirim pesangon yang lebih untuk keluarganya” ujar Seung Ri panjang lebar, tiba-tiba bayangan pelayan tadi terlintas dibekannya.

“oh ya kau mau minum apa?” tanya Seung Ri.

“oh tadi aku sudah pesan ke salah satu pelayanmu, tepat sebelum kau masuk kesini”

“benarkah, tapi aku tidak melihat ada orang yang keluar dari sini.. baiklah akan kupesankan capuccino untukmu” ujar Seung Ri sambil menelfon sekertarisnya, Ji Yong kembali tertegun dengan pernyataan Seung Ri, namun pikiran aneh itu dia abaikan.

 

***

 

“sudah jam 10 malam, kemana anak ini” umpat Ji Yong gelisah karna adiknya belum pulang, Ji Yong merasa lapar tapi di kulkas tidak ada makanan, akhirnya dia memutuskan untuk belanja ke supermarket, karna lift masih rusak maka Ji Yong menggunakan tangga. apartement ini sebenarnya cukup bagus tap entah mengapa hanya ada beberapa penghuni disini, gedung setinggi 5 lantai yang pasti memiliki seratus kamar apartement hanya ditempati sekitar tigapuluh kamar. namun Ji Yong memang tidak penah ambbil pusing jadi dia berpikir mungkin harga apartement yang terlalu mahal jadi tidak banyak orang yang mau tinggal diapartement.

 

saat menuruni tangga dilantai tiga, Ji Yong kembali terpaku melihat wanita yang dia lihat tadi siang disana, tepat didepan pintu sambil berdiam diri. ji Yong mengkerutkan keningnya heran, perlahan kakinya melangkah ke arah wanita itu, kepala wanita itu bergerak seakan ingin menoleh ke arah Ji Yong, Ji Yong menghentikan gerak kakinya ketika sedikit wajah wanita itu terlihat, hanya terlihat bagian pipinya yang berwarnapucat, tangan wanita itu bergerak menelusuri rambut panjangnya dan menelusupkan jari-jarinya menyisir rambutnya sendiri. wanita itu mengenakan baju putih yang panjang, lebih mirip gaun putih yang panjang berlengan panjang, seperti gaun pengantin.

 

“agasshi, ada yang bisa aku bantu?” tanya ji Yong, namun wanita itu hanya diam tak menjawab.

 

tess tess

 

Ji Yong mengekerutkan keningnya ketika melihat tetesan darah dari arah atas tubuh yang jatuh dikaki depan wanita itu, entah dari arah perut, dada, atau wajah wanita itu, dan terus menetes hingga berjatuhan dilantai.. Ji Yong kembali melihat ke arah wajah wanita itu yang mesih menyisir rambut hitam pekatnya dengan jari, Ji Yong mulai berjalan mundur sedikit demi sedikit, namun langkahnya kaku seakan beku tidak dapat bergerak, Ji Yong kembali melihat kepala wanita itu, dengan gerakan pelan, kepala wanita itu memutar kearah Ji Yong, terus memutar hingga Ji Yong bisa melihat wajah pucat wanita itu dari samping, darah mengalir deras dari mulut wanita iru, matanya berwarna hitam pekat memenuhi bola matanya, Ji Yong mulai bergidik saat wajah wanita itu benar-benar mengarah padanya dengan posisi badan diam membelakangi Ji Yong.

 

“hyung.. sedang apa kau” tiba-tiba jong Hyun menepuk bahu Ji Yong disaat kepala wanita itumenghadap lurus ke arah Ji yong, namun sebelum itu Ji yong sudah menoleh kaget ke arah Jong Hyun.

“kau Jong Hyun” tanya Ji Yong.

“ne tentu ini aku, ada apa memang, kenapa Hyung berdiri disini” tanya Jong Hyun, Ji Yong menoleh kembali ke arah wanita itu, tapi hanya ada pintu kamar yang dilihatnya.

“ah aniya, aku cuma melihat-lihat” ujar Ji Yong dan menaiki tangganya cepat, niatnya untuk belanja sudah hilang. Jong Hyun melihat Hyungnya bingung, saat jong Hyun hendak menaiki tangga, terdengar suara pintu terbuka dari kamar itu namun ketika jong Hyun melihat ke arah kamar, pintunya masih tertutup rapat, Jong Hyun menaikan bahunya acuh lalu kembali menaiki tangga.

 

***

 

Ji Yong tidak bisa tidur semalaman memikirkan beberapa kejadian aneh yang dialaminya kemarin, selama ini dia tidak pernah mempercayai hal mistik seperti itu, tapi dengan mata kepalanya sendiri dia melihat semua hal yang kasat mata itu.

Ji Yong beranjak dari tempat tidurnya menuju ruang tengah.

“hung kenapa kau tidak bilang makanan dikulkas habis, mana aku kesiangan tidak sempat beli sarapan” tanya Jong Hyun sambil memakai sepatunya.

“kamar itu, kamar nomor 201 itu siapa penghuninya” tanya Ji Yong gelisah.

“kamar yang semalam kau lihat itu? setauku aku tidak pernah melihat ada orang disana, tapi entahlah aku kurang dekat dengan penghuni2 di apartement ini” jawab jong Hyun sambil bergegas pergi.

“aku pergi Hyung” pamit Jong Hyun ke sekolah.

Ji Yong duduk disofanya sambil menyilangkan kedua tangannya didada, untuk menghilangkan rasa galisahnya Ji Yong memutuskan untuk menonton tv.

“apa tidak ada acara yang bagus” kesal Ji Yong sambil mengganti-ganti chanel tv nya, setelah menemukan tontonan yang bagus ji Yong sedikit tenang, matanya mulai berat karna memang dia tidur semalaman, ji yong memposisikan tubuhnya tertidur disofa dan benar saja matanya mulai tertutup rapat, tv nya tiba-tiba berpiondah chanel dengan sendirinya dan berhenti pada sebuah gambar yang terlihat seperti kamera cctv yang mengarah pada pintu kamar 201 lengkap dengan wanita yang berdiri didepannya, tetesan darah terjatuh dari arah atas tubuhnya,, kepalanya bergerak berputar terbalik dengan posisi badannya, nampak wajahnya yang menyeramkan.. mulutnya terbuka lebar mengeluarkan darah, matanya yang hitam pekat dan tiba-tiba kepalanya terlepas kelantai dan tv pun mati.

 

ditempat lain Jong Hyun berada di lift karna sudah diperbaiki tadi malam, dia memakai headphonenya dan menyetelnya keras . saat pandangannya kembali kearah pintu lift, pandangan jong Hyun terfokus pada bayangan dipintu besi itu, dia melihat seperti ada orang yang berdiri dibelakangnya, Jong heran karna setaunya hanya ada dia sendirian di lift. dengan keberanian yang dia kumpulkan dia menoleh kebelakang. namun tidak ada siapa-siapa.

TING

pintu lift terbuka dan Jonghyun langsung keluar dari sana.

“sial..” umpat jong Hyun, dia menoleh ke arah lift yang masih terbuka setengah dan nampaklah sosok namja berbadan kurus mengenakan pakaian compang camping serta banyak darah tersenyum ke arahnya. Jong Hyun membuang tatapannya ke depan dan meyakinkan dirinya jika itu anya halusinasinya karna terbawa suasana yang menegangkan.

“JONG HYUN!!” teriak namja dari sebrang jalan, Jong Hyun menoleh dan tersenyum, dia Baekho, teman satu sekolah Baekho.

“kau sedang apa disini” tanya jong Hyun.

“aku kebetulan ingin beli makanan disini, ibuku tidak membuat sarapan.. ini buatmu” ujar Baekho sambil menyodorkan rot lapis pada jong Hyun.

“wah kau tau saja kalau aku lapar” ucap jong Hyun senang, Baekho tersenyum dan memandang kearah lantai tiga, bukan lantai lima tempat apartement Jong Hyun dan ji Yong, Baekho menatap tajam ke arah jendela lantai itu.

“sebaiknya kau jangan sering2 berjalan sendirian di gedung apartementmu” ujar Baekho. Jong Hyun menjawabnya tanpa menghentikan langkahnya.

“wae?” tanya jong Hyun.

“aniya, cuma menyarankan” ujar Baekho lalu merangkul pundak temannya dan berjalan cepat menuju sekolah.

 

TCB-

 

ya jadi gimana???? masih awal ini hahaha… okay RCL ^^

5 thoughts on “GONE (Part 1)

  1. ngeri sendiri baca nya..
    lanjut tor..
    tp itu hantu nya jgn2 pgn mnta di bkinin baju sama GD lagi??..hehehe (pkiran ngaco ((-}-)) )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s