My black mission…. (part 2)

 

MBM2

Author :: Shafirah Achmad

Cast :
> Woo Chun A.K.A jang woo zhun / jun
> Vicky Zhao A.K.A choi vick zhao
> Choi siwon A.K.A choi siwon
> Song seung seun A.K.A choi seung heun
> Kangin A.K.A ahjussi jun
> Park min young A.K.A jung min

Other cast:
Semua artis yang turut berpartisipasi.

Genre ::: action, family, sad & romance

Aniyeong saheyo… Ini FF action pertama ku,, karna sudah lama aku ingin bikin FF dengan genre action juga di tambah riques my best friend ‘Iqoh Rizkiyah’ sebisa mungkin aku buat cerita ini..
Kuharap kalian tidak kecewa…

WARNING…
Harap maklum jika miss typo dan miss replay berserakah dan keluyuran di mana – mana….
Cz author gak ngedit lagi setelah ngetik,,,*author_teledor* hehehe

—————————————————————————————————————————-
Happy reading………..

“ Suit,,, suit,,,!!!” Vick bersiul menatap siwon dengan cakap memakai jas layaknya seorang jaksa.

“ Oppa sangat keren,,,!!!” Puji vick seraya mengacungkan jempolnya.

Siwon mengeritkan kening melihat tingkah adiknya,,, “ada apa denganmu,,,? Kenapa kau terlihat aneh,,,?” Tanya siwon,, Ups,,, vick lupa kalau dirinya dirumah selalu berpakaian feminim seperti yeoja biasanya,,, dia selalu mengucir rambutnya dan menatanya rapi agar orang rumah tidak mengetahui sikap aslinya yang super duper tomboy.

“ Oh,,, aniaa,,, aku hanya terkagum dengan ketampanan oppa,,,” kilah vick, dia sedikit bingung.

Siwon tersenyum kemudian mendekati adiknya,,, “apa oppa benar – benar tampan di matamu,,,” pertanya’an yang aneh,,, tapi vick menjawab dengan anggukkan yang mantap.

“ Oh,,, tentu saja,,, di dunia ini oppa yang paling tampat,,,!!” Ucap vick dengan semangat.

“ Aigooo,,, kau sekarang pandai merayu,,, apa di amerika kau belajar seperti itu,,? Eoh,,?” Siwon merangkul vick berjalan keluar kamar.

“ Aniiaa,,, aku hanya sering melihat para kekasih mengatakan itu pada pasangannya,,,” ucap vick di buat sepolos mungkin.

“ Issh,,, pabbo-ah,,, apa bedanya dengan belajar yang oppa maksud,,,” siwon menjitak pelan kepala vick.

“ Aku hanya melihat dan mendengarnya,,, aku tidak mempelajarinya,,,” vick masih mengelak.

“ Tapi kau terus merekam di memori otak mu,,,” vick hanya bisa tersenyum menjawab perkata’an siwon.

Siwon ikut tersenyum menatap adiknya dengan perasa’an lain,,, choi appa juga melihat keakraban mereka dengan bahagia.

“ Kajja,,, kau mau ke kuliah kan,,, biar oppa antar,,,” siwon menawarkan diri.

“ Aniiiaa oppa,,, aku masih harus ke perpus,,, oppa berangkat saja sendiri,,,” siwon pun pamit pergi.

“ Appa,,, aku pergiii nde,,,” pamit vick kemudian pergi setelah kepergian siwon.

_______________//_______________//____________//_____________

vick masuk CAFE yang terbilang sederhana dari luar,, tapi dalamnya begitu terlihat elit,,, dia masuk kedalam menelusuri pandangannya ke tiap tempat duduk sampai tempat yang lain tapi tidak menemukan sosok jun.

“ Jeonshohamnidda,,, apa anda tamu tuan woo zhun,,,?” Tanya salah satu pelayan.

“ Oh nde,,, dimana tuan woo sekarang,,,?” Tanya vick, hingga pelayan tersebut mengantar ke sebuah pintu ruangan.

“ Silahkan masuk,,,” ucap pelayan tersebut hormat kemudian pergi.

Vick masuk dengan sedikit bingung, menatap tiap ruangan yang seperti tersimpan di balik cafe ini.

“ OMO,,, jeosuhamnidda,,,?!!” Tanya jun tertawa melihat penampilan cupu vick dengan kaca mata kutu bukunya.

“ Aiisshh,,, ini benar – benar menyebalkan,,,” vick melepas kaca mata dan rambut wicknya, mengacak – acak rambutnya yang terasa pengap karna memakai wick.

“ Penampilanmu sungguh mengesankan,,,, aku bahkan hampir tidak mengenalimu,,,” jun masih tertawa melihat tampilan vick tadi.

“ Yaaakk,,,!!! Berhentilah tertawa,,,!!!” Vick melempar bantal di kursi ke arah jun, cepat namja itu menangkapnya.

“ Sampai kapan kau akan berpenampilan seperti itu di hadapan keluargamu,,,?” Tanya jun.

“ Molla-yo,,,! Aku sangat takut ketahuan oppa ku,,,” vick masih mengingat siwon seorang jaksa.

” Bagaimana kamu dapat tempat seperti ini,,,?” Tanya vick seraya menyebarkan pandangannya ke berbagai sudut.

Jun mengangkat dagunya, menunjukkan pada sosok pria setengah baya yang berjalan menuju mereka,, melihat itu vick langsung berdiri memberi salam.

“ Aigoo,,, jadi kau yang bernama vick,,,” paman jun menatap vick senang.

“ Jun-ah,,, kenapa kau tidak bilang kalau dia yeoja yang sangat cantik,,,” ujar paman jun,,, jun hanya tersenyum menatap keduanya.

“ Dia tidak senang jika di puji cantik,,, dia lebih senang dengan kata keren,,,” ucap jun cuek berjalan kembali menuju komputernya.

Vick menatap jun dengan sedih,,, “itu karna kau selalu bilang aku bukan yeoja,,,” perkata’an vick membuat jari – jari jun berhenti berjalan di atas keyboard.

Jun menoleh, menatap vick yang juga tengah menatap dirinya dengan tatapan yang penuh harapan,,, paman jun merasa tidak enak dengan keduanya hingga memutuskan untuk menengahi dan mengalihkan pembicara’an.

“ Oh,,, mianhe,,, aku belum menyiapkanmu minum,,, sebentar yaa…” Ucap ahjussi hendak beranjak.

“ Aniaaa ahjussi,,, tidak perlu,,,” vick merasa tidak enak,,

“ Tidak apa,, kau harus mencoba jus special buatan ku,,,?” Dengan semangat ahjussi keluar ruangan.

Vick masih terlihat sedikit kikuk,, “aku punya tarjet bagus,,, besok kesempatan langkah untuk beraksi,,, bagaimana,,,?” Ucap jun mencoba bersikap biasa.

“ Oh,,, jinjayo,,,!!” Vick berusaha biasa dan mendekat ke arah jun.

“ Presdir kim,,, dia salah satu dewan perwakilan di bagian kesehatan,,, dari berbagai informasi, jatah para orang miskin yang mendapan tunjangan pengobatan gratis tidak dia berikan,,, tapi mereka memalsukan semua data tentang pemasokan dan pengeluaran itu.

“ Kapan kita beraksi,,??” Tanya vick menatap data di komper yang di tunjukkan jun.

“ Besok,, tapi sesuai intruksi ku,,,” jun menatap vick dengan lembut.

Jam menunjukkan waktu 23 : 30 KTS karna lelah melepaskan lelah hingga ketiduran,,, pelan jun mendekati vick yang tengang tertidur pulas, menatap wajah polos sa’at tertidur itu dengan lembut.

“ Mianhe,,, aku belum memulai tujuanku,,, aku sangat takut kalau kau masuk ke dalam kehidupan ku,,,” jun menatap vick sedih seraya membelai rambut gadis itu.

[Flashblack]

“ Yaaakkk,,,!!! Berhentiiiiiii,,,,,!!!!!” Teriak vick seraya mengejar bis rombongan yang sudah jauh dari tempatnya berdiri.

“ Hffftttt,,,, ottokkee,,,” gumam vick lirih, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.

Para mahasiswa hervard mengadakan tour ke eropa dengan membawa bis travel yang mengantar para rombongan jalan – jalan keliling negara eropa.

Karna asyik melihat – lihat pemandangan dan memotret apa yang terlihat unik di budaya tersebut, vick sampai tidak menyadari kalau dirinya tertinggal rombongan.

“ Apa yang harus aku lakukan,,, aku tidak tau daerah di negara ini,,,” kini air mata sukses mengalir di pipi vick.

Seorang laki – laki mendekat dan menatap ke arah bawah,,, terlihat kartu mahasiswa vick tergeletak di situ.

“ Choi vick zhao dari fakultas kedokteran hervard,,,?” Ucap laki – laki tersebut seraya memungut kartu itu.

Vick menoleh menyadari ada yang menyebut namanya,,, namja tersebut mendekat ke arah vick.

“ Ini punya mu,,,?” Jun menyodorkan kartu tersebut.

“ Ah nde,,,” vick menerima kartu itu,, “ghamsahamnidda,,,” vick hendak pergi tapi dia mengurungkan langkah kakinya.

“ OMO,,!!! Kau bisa bahasa korea,,,?” Tanya vick kembali menatap jun.

“ Nde,,, wae,,,?”

Vick terlihat senang mendapat orang yang satu negara dalam keada’an tersesat seperti ini,,, “aku tertinggal rombongan ku,,,? Maukah kau membantuku,,,? Tidak ada orang yang ku kenal disini,,,?” Pinta vick melas.

“ Lalu apa kau mengenalku,,,? Bukankah kita juga tidak saling kenal,,,??” Jawaban jun membuat vick merasa bingung.

“ Nde,,, kau benar,,,” ucap vick lemah,,, jun hendak beranjak tapi cepat vick memegang tangannya.

“ Keundae,,, bisakah kau membantuku,,,? Jebal,,, ne,, ne,, ne,,?” Jun menghela nafas pelan.

“ Kajja,,,” ucap jun dan langsung di ikuti vick dengan senang.

Mereka mendtangi rombongan yang hampir mayoritas terdiri dari seorang namja,, “OMO,,,!! Siapa yang kau bawa itu jun,,, sepertinya aku perna lihat,,,” ucap salah satu teman serombongan jun.

“ Nde,,, bukankah dia dari fakultas kedokteran,,,” timpal yang lain.

“ Aghaassi,,, apa kau akan bergabung dengan kita,,,?” Susul temannya yang lain pula,,, vick terlihat takut hingga dia mengapit kuat lengan jun.

Jun menoleh melihat vick yang terlihat agak ketakutan,,, memang tidak bisa di pungkiri, mereka kuliah di hervard,, sedikit banyak teman – teman mereka mayoritas orang amerika.

“ Kajja,,,” karna tidak tahan jun menarik tangan vick menjauh dari teman – temannya.

“ Ini,,, telvon teman mu,,,” jun menyodorkan handphone nya.

Vick masih menatap lekat wajah jun dan mengabaikan ucapannya,, melihat vick yang masih diam tidak ada respon, jun yang tadi memalingkan muka kembali menatap vick.

“ Waee,,,,?? Apa kau tidak mau pulang,,,” ucap jun ulang hingga membuat vick tersadar dari imajinasinya.

“ Ah nde,,,” vick mengambil handphone jun,, sebelum menelvon temannya, vick terlebih dahulu menelvon handphone nya sendiri yang tertinggal di bis agar mendapat nomer jun.

Jun menanti seraya menatap pemandangan di sekitar matanya,,, “bagaimana,,,? Sudah,,?” Tanya jun.

Vick menunduk karna tidak bisa menghubungi sahabatnya,,, “entahlah,,, dia tidak menerima,,, mungkin karna no penelvon asing,,,” ucap vick lemah.

“ Apa tidak ada teman lain,,,?” Tanya jun.

“ Nomer teman ku yang aku hafal cuma satu,,,”

“ Mwo,,?? Kau jurusan dokter kenapa otakmu begitu dangkal…?”

Vick mendongak menatap jun dengan kesal,,, “yaakk,,,!!! Apa otak jenius di haruskan hafal semua hal,,,?!!”

“ Seorang yang jenius hanya dengan melihat dia pasti langsung hafal dan terekam di memorinya,,,” jun menunjuk kening kepala vick.

“ Apa orang yang tidak memperhatikan hal seperti itu harus kau bilang bodoh,,??!! Dangkal,,,??!!” Vick semakin naik pitam,,, jun hanya tersenyum melihat reaksi vick yang begitu ngotot menanggapi ucapannya.

Melihat senyum jun, vick jadi semakin terlihat kesal karna merasa di tertawakan,,, “arrasseeo,,,! Aku memang merepotkan mu,,, mianhe,,, anggap saja aku tidak pernah minta’ bantuan mu,,,” vick hendak beranjak tapi langsung di halangi jun.

“ Kau mau kemana,,,? Disini kau sebatangkara,,,,” ucap jun seraya memegang lengan vick.

Dreet,,, dreett,,, panggilan masuk di handphone jun,,, dia mengangkat telvon dengan tangan kiri sementara tangan kananya masih memegang lengan vick.

“ Jun,,, kami mau berangkat,,, kau ada di mana,,,?” Ucap suara di seberang,, jun menoleh ke arah vick,, mengingat keada’an vick yang masih kesal pada dirinya.

“ Kalian pergilah dulu,,,” perkata’an jun membuat vick yang hendak beranjak kembali menatap dirinya.

“ Apa kau yakin,,,?” Suara di seberang memastikan.

“ Ndee,,, aku tidak apa – apa,,,” klik,,, telvon di tutup.

“ Kenapa kau melakukan itu,,,?” tanya vick bingung dengan sikap jun.

“ Melakukan apa maksud mu,,,?” Ucap jun seolah tak mengerti.

“ Kenapa kau mau tertinggal rombongan teman – teman mu hanya demi aku,,,” jun tersenyum mendengar perkata’an vick.

“ Karna kau sudah meminta ku untuk menolong mu,,, kajja,,,” ucap jun seraya beranjak, vick mengikutinya dengan tersenyum senang.

_______________//_____________//________________//__________________

“ Ma’af tuan,,,, hanya kamar ini yang tersisa di penginapan kami,,,” ucap petugas penginapan seraya memberikan kunci kamar.

Vick dan jun saling memandang dengan tatapan ‘bagaimana?’,,, “kalau begitu,,, aku akan ambil,,,” jun mengambil kunci kemudian berjalan ke tempat penginapan tanpa peduli vick yang dari tadi memanggilnya.

“ Yaaa,,,,!! Bagaimana mungkin kita harus berbagi kamar,,,? Sirreo,,,!!!” Keluh vick karna dari tadi jun tak merespon ucapannya.

“ Memangnya kenapa,,,?” Ucap Jun seraya menatap gelagat vick yang terlihat cemas.

“ Kau tidak usah memikirkan hal lain,,, aku akan tidur di sofa,,, kau boleh tidur di ranjang,,,” jun meletakkan tas ranselnya di ujung sofa dan nyandarkan kepalanya dia atas ransel sementara tubuhnya berbaring dengan nyaman.

Vick memandang jun dengan kesal,,, “issshh,,, benar – benar namja jorok,,, bagaimana bisa dia tidur tanpa mandi dulu,,,” gerutu vick melihat jun yang sudah tertidur,,, diapun beranjak untuk mandi.

_______________//_______________//________________//_________________

“ OMO,,,!!!!” Vick terperanjat menatap pantulan sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya.

Melihat kursi sora kosong tak ada jun di sana, vick langsung berlari dengan penampilan amburadulnya.

“ Yaaak,,,!!! Yaakkk,,,!!! Dimana kau,,,,??!!!” Ujar vick membuka pintu kamar mandi dan mencarinya di berbagai tempat.

Tanpa peduli semua orang meperhatikan penampilan dan sikapnya yang terlihat bingung, vick terus mencari keberada’an jun hingga keluar hotel,,, “ ma’af,, apa kalian melihat seorang dengan tingginya segini,,, dan kulitnya putih,,,??” Tanya vick pada setiap orang yang dia temuai di jalan.

“kau di mana,,,?!!” Vick terlihat sedih tak menemukan tanda – tanda jun, karna hanya jun satu – satunya harapan bagi dia untuk pulang.

Sa’at hendak memasuki penginapan jun melihat vick dari belakang,,, dia pun mendekat meski ragu ‘apa benar orang itu vick?’,,, “yaaa,,,!! Apa yang kau lakukan di sini,,,?” Tanya jun menatap vick heran.

Vick menoleh mendengar suara jun,, mendapati namja itu ada di hadapannya cepat vick langsung berlari memeluknya,,, membuat jun sedikit kaget dengan apa yang di lakukan vick,,, “kau pergi kemana,,? Aku sangat takut kalau kau meninggalkanku,,,?” Gumam vick sedikit terisak.

Jun melepas pelukan vick dan menghapus air matanya,,, “yaaa,,, kenapa kau menangis,,,? Aku hanya mencari sarapan sebelum kita pergi,,,” jun mengangkat makanan yang tadi dia beli,, vick hanya bisa menunduk malu.

“ Nih,,,” jun memberikan sebuah kalung liontin kepada vick.

“ Apa ini,,,?” Tanya vick heran menerima kalung tersebut.

“ Tadi ada orang yang menjualnya,,, sa’at melihat ini aku ingat kamu,,, meski aku tidah tau apa ini bisa membantu,,, ambilah,,,“
“ Gumawo,,,” gumam vick lirih seraya menggenggam kalung itu erat.

Kajja,,, kita masuk,,,” ajak jun kemudian kembali ke kamar penginapan.

Pagi – pagi mereka sudah bersiap untuk pergi meninggalkan penginapan,,, jun sudah terlihat kesal karna vick tak kunjung keluar dari kamar mandi.

“yaa,,, apa kau sudah selesai,,? Kenapa kau begitu lama,,,?” Jun mencoba mengetuk pintu.

Tak lama kemudian vick keluar dengan penampilan aneh,,, dia memotong rambutnya yang panjang jadi sebahu dengan tatanan abstrak,,, memakai kaos dengan lapisan jaket jeans juga serasi dengan celana jeans.

Jun mengeritkan kening melihat penampilan vick,,, “apa yang terjadi dengan mu,,,? Apa kau sakit,,,?” Tanya jun heran.

“ Bukankah hanya dengan cara ini kau dan aku bisa merasa nyaman jika ikut rombongan mu,,,?” Jun tertawa mendengar jawaban vick.

“ Apa bedanya dengan tadi,,,? Kau masih tetap terlihat seperti yeoja,,,” ujar jun seraya berjalan keluar di ikuti vick.

“ Tapi aku kan terlihat sedikit seperti cowok,,,?” Vick masih saja berusaha agar jun mau mengakui usahanya.

Jun hanya tersenyum mendengar perkata’an vick dan terus melanjutkan langkah.

Mereka naik kereta api dan turun di tempat di mana para teman – teman vick melanjutkan perjalanannya,,, “tiga puluh menit kemudian bis teman mu akan tiba di tempat ini,,, jadi kita berpisah sampai di sini,,,” jun mengulurkan tangannya untuk berjabat,

Lain halnya dengan vick, dia terbelalak mendengar ucapan jun,,! Mengingat semua usaha yang dia lakukan dalam merubah penampilan,,, “jadi aku akan naik bis ku,,?? Bukan bis mu,,,?” Ucap vick sedikit sakit mengingat kebodohannya.

“ Hmm,,, nde,, apa kau ingin naik bis ku,,,?” Pertanya’an jun membuat vick semakin membuat wajahnya merah karna malu.

“ Aniiia,,, lupakan,, gumawo,,, aku akan menunggu di sini,,,” vick membalikkan badan,, air mata mengalir membasahi pipinya mengingat betapa bodohnya dirinya.

Langkah kaki vick berhenti sa’at ada yang memegang lengannya,,, jun mendekatkan dirinya berdiri tepat di hadapan vick,, menatap gadis yang menundik itu dengan tatapan lembut.

Jun merapikan rambut vick,, menyisirnya dengan jarinya,, vick mendongak melihat perlakuan jun,, namja itu pun tersenyum menatapnya,,, “kau yeoja yang cantik,,, seberapa besar kau mengubah penampilan mu,,, kau tetap seperti yeoja,,, yeoja yang sangat cantik,,,” seulas senyum mulai terukir di bibir vick mendengar perkata’an jun.

Tak lama kemudian sebuah bis tiba dan para rombongan turun,,, “vick,,, are you oke,,??” Ucap salah satu temannya yang terlihat senang dan panik karna menghilangnya vick dari rombongan.

“ Gwenchana,,,” vick langsung memeluk teman – temannya.

Jun yang melihat hal tersebut langsung pergi karna merasa tugasnya sudah selesai,,, meski di kerubungi banyak teman, vick masih berusaha menatap kepergian jun.

Di dalam bis vick tersenyum karna bertemu dengan jun dan berhasil mendapat nomer jun,,, dia langsung menekan tombol CALL di layar handphone nya.

Sementara di bis lain jun mengeritkan kening menatap nomer asing di layar handphone nya,,, “hallo,,,?” Tanya jun ketika mengangkat handphone nya.

“ Yeobseo,,,” jawab suara di seberang sana,, jun mengeritkan kening mendapati suara itu berbahasa korea.

“ Kauu,,?? Gadis cengeng tadi,,??” Jun memastikan.

“ Yaaa,,,!! Aku tidak cengeng,,,!” Bantah vick kesal.

Jun tersenyum mendengar ucapan vick,,, “ Arrasseo,,,! Kau sudah tidak apa – apa kan,,,?”

“ Oh, nde,, gumawo,,,”

“ Nde,, sama – sama,, bye,,,” jun hendak menutup telvonnya.

“ Chakkammannioo,,,!!!” Teriakan vick mengurungkan jun menutup panggilannya, dan kembali menempelkan telvonnya ke telingah.

“ Oh,,, boleh aku tau siapa nama mu,,,?” Tanya vick ragu – ragu,,, karna sejak kemarin jun tidak pernah menyebutkan namanya.

Jun kembali tersenyum sebelum akhirnya menjawab,, “apa itu perlu,,, apa kau berharap kita akan bertemu lagi,,,” wajah vick sudah memerah demi mendengar semua perkata’an jun.

Hati vick sudah terasa malu, ditambah teman di sampingnya berkata,,, “ Vick-ah,,, bukankah tadi jun,,?? Bagaimana kau bisa bertemu dengan cover boy kampus kita,,,?” Cepat vick menutup mic telvonya dengan tangan agar jun tidak mendengarnya.

Tapi terlambat,, jun sudah mendengarnya dengan jelas hingga membuat namja itu tertawa.

“ Sepertinya ada yang mewakili ku menjawab pertanya’an mu,,,” ucap jun masih terdengar jelas senyumnya.

“ Ndee,,, gumawo,,,!!!” Dengan kesal vick menutup handphone nya, sudah cukup dia jadi bahan tertawa jun.

Jun masih tersenyum menatap layar handphonenya….

TBC…

Ajee gileeee,,,, author gak tau kalau flashblacknya panjang ky’ kereta api gini,,,
Lanjut di next part yaaaa…….

Koment dulu baru lanjuuuuttt….. OKE…..?!!!

8 thoughts on “My black mission…. (part 2)

  1. Wahhh ternyata vik punya kepribadian ganda. Di sini aku dah agak nger ti tor…
    Daebak…. Bikin penasaran gimana gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s