Jebal…. Gajima! Mianhae… Part 4

 

JGM4

Jebal…. Gajima! Mianhae… Part 4

(Sequel Of Jebal, mianhaeyo! Hyung..)

 

Author                       : Whindalee

Cast                            : Member Super Junior

Support Cast            : Temukan Sendiri ya..! ^^

Genre                        : Family, Friendship, Tragedy, Sad & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumnya…

 

“Tidak mungkin…. Tidak mungkin….! Kyuhyun sudah lama meninggal, Siwon-ah! Namja itu hanya mirip saja.Dia bodoh dan ceroboh, ia bukan dongsaengmu!” pikirku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Mungkin ia merindukan rumahnya saat melihat baju hangat itu. Lagipula di New York pasti banyak baju hangat seperti ini..”

“KYAA! HYUNG!! KENAPA JADI DIAM DISANA? PALLI!!!” teriak Kyu Soo dari kejauhan hingga membuyarkan lamunanku.

“DIAM KAU!!” bentakku refleks.

“Aish…!”

Dia kembali berjalan dengan aku yang mengikutinya dari belakang sambil tersenyum puas melihatnya marah.

Andai saja Kyuhyun masih hidup. Apa aku akan melakukan hali ini padanya? Apa aku bisa menasehatinya seperti tadi? Apa kami bisa berjalan bersama sepert saat ini? Aku tidak pernah berharap waktu dapat diputar kembali. Namun, aku berharap Kyuhyun bisa kembali pada kami.

 

Selanjutnya…

 

Yesung Pov

 

“Apa mau ditambah lagi, hyung?” tanya Ryewook yang sedari pagi buta telah membantuku memasak untuk sarapan.

“Hem.. Kurasa ini sudah cukup. Ne, panggillah yang lainnya untuk sarapan!”

“Ye… Oh ya hyung, tidakkah kau merasa aneh?”

“Aneh apa?” ujarku sambil meletakan tumpukan piring keatas meja makan.

“Aigo, apa kau tidak bisa merasakan kalau ia benar-benar mirip Kyuhyun? Dari caranya berjalan, bicara, bahkan kegemarannya itu menyerupai Kyuhyun. Hanya kacamata diwajahnya saja yang membedakan mereka berdua. Apa kau tidak merasa aneh sama sekali, hyung?”

“Wookie-ah, sudah berapa kali kukatakan padamu.. Kyuhyun itu telah meninggal 5 tahun yang lalu. Apa kau berpikir bahwa Kyu Soo itu adalah Kyuhyun yang bangkit dari kematian, hah?! Dia hanya mirip! Ingat itu…” ucapku setegas mungkin sambil menunjuknya.

“Beratus kali pun kau memperingatiku, tetap saja pikiran ini menggangguku..”

“Aish, geurome! Cepat panggil yang lainnya…”

“Arraseo.. Aku akan kupanggil mereka dikamar satu persatu..”

“Kenapa tidak berteriak dari sini saja? Bukankah itu akan lebih cepat?” tanyaku sambil mengerutkan kening.

“Aku bukan namja bermulut besar sepertimu, hyung!” sahutnya sambil berlari menjauhi ruang makan.

“YA!! KAU BILANG APA?!”

 

Tak lama kemudian, kudengar suara langkah kaki mendekati tempat ini. Suaranya tidak berderu dan mungkin Ryewook yang kembali kesini karna sudah memanggil mereka semua.

“Ada yang bisa kubantu, hyung?”

Aku menengok keasal suara yang ternyata adalah Kyu Soo.

“Tidak perlu… Kau duduk dan makanlah!” perintahku langsung.

Sepertinya tanpa kusuruhpun ia sudah melakukannya dan sekarang ia malah memilah-milah potongan daging asap diantara tumpukan sayur. Kemudian melahapnya tanpa mengatakan apapun.

 

“YA! SIAPA YANG MENYURUHMU MAKAN SEKARANG?!!” bentakku langsung ketika melihatnya sudah memenuhi mulutnya dengan makanan.

Huukk… uhuk… uhukkk… uhuuk…

Kyu Soo tersedak karena terkejut dengan bentakkanku barusan. Dengan sigap, akupun langsung menyediakan segelas jus jeruk karena didepan mataku saat ini hanya ada itu.

“Aish, minumlah ini…..” ucapku sambil menyodorkan gelas tersebut dan menepuk-nepuk pundaknya pelan.

“Huukk.. ak…u ti… dak.. minum itu, huuk… uhuk.. hyung..”

“Mwo?”

“Aku… tidak.. uhuuk… suka itu, hyung!”, Kyu Soo masih terbatuk-batuk dan memukul dadanya sendiri.

“Eoh, geurome. Akan kuambilkan air putih untukmu, chankhammaneyo?!”

“Ne….”

Setelah kuberikan segelas air dan Kyu Soo meminumnya. Ia tampak bernafas lega sambil bersandar dikursi.

“Kenapa semua orang dirumah ini punya suara yang keras?”

“Ne?!” Tanyaku sambil menatapnya dengan kepala yang sedikit miring.

“Ah, mianhae hyung. Hanya saja tidak bisakah kalian berbicara dengan suara yang normal? Mungkin jika tugasku merawat Leeteuk hyung selesai dan keluar dari rumah ini, aku akan tuli. Tidak bisakah kalian tidak berteriak sewaktu bicara? Sorry…”

“Mianhae, Soo-ah. Sebenarnya bukan maksudku untuk mengagetkanmu. Lagipula ini juga salahmu, kenapa kau makan duluan?” Ujarku sedikit merasa bersalah.

“Bukankah kau yang menyuruhku?”

“Aish.. Aku memang menyuruhmu makan, tapi nanti setelah semuanya berkumpul! Aigo, aku jadi meragukanmu sebagai uisa muda.” Celetukku tanpa basa-basi.

“Kau dan Siwon hyung sama saja, hyung!” Sahutnya kesal.

 

Sesaat kami terdiam hingga membuatku dengan leluasa memperhatikannya dari belakang tempat duduk yang ia duduki.

Kau begitu mirip dengan Kyuhyun. Sungguh mirip…. Dari caramu makan menyingkirkan semua sayur dan tidak meminum jus jeruk. Itu kebiasaan yang dilakukan Kyuhyun. Kyuhyun memang alergi dengan semua makanan atau minuman yang mengandung jeruk dan Kyu Soo yang juga tidak menyukai itu. Apa bedanya? Keduanya sama-sama tidak bisa memakan itu. Tapi, tidak mungkin juga mereka orang yang sama… Aigo!

 

Kibum Pov

 

“Dimana Kyu Soo dan Teuki hyung? Aku tidak melihat mereka dikamar.” Tanyaku pada hyungdeul yang berkumpul dikamar Yesung.

“Oh, ternyata kau sudah pulang. Kajja, bergabunglah dengan kami!” Perintah Siwon hyung.

“Ne, tapi dimana Kyu Soo dan Teuki hyung?” Tanyaku kembali.

“Mereka ke rumah sakit..” Sahut Ryewook singkat.

“Owh…”, akupun mengangguk mengerti kemudian meletakkan tas dengan sembarang dan duduk tepat disamping Donghae hyung.

“Sebenarnya ada apa? Kenapa semua berkumpul dikamar Yesung hyung? Apa ada hal penting?”

 

PLAKK..!!!

 

“Aish!”, aku mendengus kesal karena kepalaku baru saja dipukul oleh Kangin hyung dengan gulungan kertas.

“YA! Kenapa kau memukul kepalaku, hyung? Appo…” Protesku yang tidak menerima perlakuannya sambil mengelus kepala.

“Jangan terlalu banyak bicara! Duduklah dengan tenang!” Sahutnya kesal.

“Ya… Sudahlah, jangan ribut disini! Wookie, kau mau cerita duluan?” Tanya Yesung hyung pada Ryewook.

Atmosfer kamar ini tiba-tiba saja berubah dengan cepat. Kami semua tampak diam memaku termasuk aku yang ikut diam karna tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Mmm….”, Wookie mulai membuka pembicaraan.

“Sebenarnya aku merasa aneh dengan kehadiran Kyu Soo, hyung. Aku merasa bahwa ia itu Kyuhyun. Apalagi disaat kami berdua main game bersama, entah kusalah dengar atau memang benar, ia memanggil nama akrabku ‘Wookie’. Bukankah selama ini kalian tak pernah menggunakan nama itu didepannya? Tidakkah kalian merasakan hal yang sama sepertiku?” ucap Ryewook panjang lebar.

“Oh… Jadi itu yang ingin kalian bicarakan!” gumamku disertai anggukan.

 

“Na do… Aku juga pernah mempergokinya tidak memakai kacamata. Alasannya karna ia lupa. Hajiman, setahuku orang yang terbiasa memakai kacamata apalagi sudah minus sepertinya tidak akan melupakan salah satu bagian hidupnya itu. Bagaimana ia bisa melihat dengan jelas? Sedangkan yang kuingat, Kyu Soo pernah mengatakan padaku kalau ia memiliki gangguan penglihatan disebelah mata kirinya. Sehingga tidak bisa melihat dengan jelas tanpa menggunakan kacamata. Aish, sikap cerobohnya itu terkadang sama dengan Kyuhyun.” Eunhyuk hyung ikut membeberkan perasaannya.

“YA! Dia pernah menolak ajakanku, hyung.” Ucapku setelah teringat satu hal.

“Aku pernah mengajaknya lari pagi..”

“Lalu?” potong Donghae hyung.

“Ia langsung menolak, dengan alasan kondisi tubuhnya tidak begitu baik untuk melakukan hal seperti itu. Bukankah Kyuhyun seperti itu juga, hyung?” hardikku antusias hingga membuat yang lainnya mengangguk lagi.

“Kyu Soo juga pernah menolak segelas jus jeruk yang kuberikan!” sambung Yesung hyung.

“Mwo???”

“Aku pernah melihatnya memperhatikan baju hangat di toko yang sama persis dengan milik Kyuhyun.” Timpal Siwon hyung.

“Ne?!”

“Omo, sebenarnya ada satu hal yang ingin kutanyakan sejak lama pada kalian. Saat pertama kali Kyu Soo tiba dirumah ini, siapa yang mengantarnya kekamar Kyuhyun?” Tanya Sungmin hyung sambil memukul keningnya sendiri.

“Naneun.. Wae?” Sahut Yesung hyung.

“Apa kau memberitahu letak kamar mandi Kyuhyun?”

“Kamar mandi? Anni… Pintu itu dimana saja aku tak tahu!”

Sungmin hyung tak mengatakan apa-apa lagi, ia hanya memasang wajah terkejutnya kemudian tersenyum puas seakan mendapat undian berhadiah besar.

“Apa diantara kalian ada yang memberitahunya?” Tanya Yesung hyung. Spontan semua menggeleng.

“Spsertinya ada yang tidak beres, hyung.” Tambah Donghae.

“Ne….” Sahut kami bersamaan sambil mengangguk dan saling bertatapan satu sama lain.

 

Kyu Soo Pov

 

Genap dua bulan kusinggah dirumah ini dan selama itu pula kami saling berbagi cerita mengenai banyak hal. Termasuk beberapa hal yang sudah kuketahui sebelumnya. Ketika mendengar salah satu dari mereka bercerita, aku hanya berpura-pura tidak tahu.

Huh, sebenarnya aku menginginkan sikap mereka seperti ini dulu! Tapi kenapa baru sekarang? Disaat aku bukanlah sebagai dongsaeng mereka, melainkan sebagai Kyu Soo. Namja dengan gelar uisa muda lulusan New York yang bertugas menjaga serta merawat seorang namja bernama Leeteuk.

Kini aku bisa bernafas lega karena Teuki hyung telah sehat kembali. Ingatannya pada keluarga sudah benar-benar pulih dan membuatku merasakan kebahagiaan yang tidak secara langsung kuterima. Aroma maskulinnya juga dapat kurasakan, setelah sekian lama tak kujumpai darinya.

 

“Ah, kenapa sepi sekali?” Gumamku sambil merenggangkan tubuh diluar kamar dan entah kenapa kakiku melangkah dengan sendirinya menuruni anak tangga.

“Hyung, kita harus bisa melupakannya…” Ucap salah satu hyungdeulku yang ternyata semua telah berkumpul diruang tamu.

Langkahku terhenti. Merapatkan bahuku ke dinding yang terasa dingin dan memasang pendengaranku dengan sebaik-baiknya. Sepertinya yang akan mereka bicarakan begitu penting dan membuatku ragu untuk bergabung dengan mereka.

“Maksudmu apa?!” Terdengar suara Teuki hyung yang serius.

“Kita harus melupakan Kyuhyun, hyung.”

“Mwo??” Batinku terkejut saking tak percayanya dengan apa yang kudengar dan kurasakan kesunyian yang mendera mereka saat ini.

Suasana ruang tamu terasa begitu kaku dan serius hingga membulatkan tekadku untuk tidak menghampiri mereka saat ini.

“Bukankah telah lama ia pergi? Tidak bisakah kalian melupakannya?”

“Ne, kurasa Donghae benar, hyung!” Ujar Kangin hyung menyahut.

“Kyuhyun mungkin tak bisa beristirahat dengan tenang jika kita terus mengingatnya dalam kesedihan. Meskipun akan terasa sulit tapi kita harus melakukannya, hyung.” Tambah Ryewook hyung.

“Kembalilah keperusahaan, hyung! Mungkin dengan disibukkan banyak pekerjaan, kau bisa melupakan Kyuhyun perlahan-lahan. Aku yakin kau pasti bisa merelakan kepergian Kyuhyun.” Ucap Yesung hyung yang tidak tinggal diam.

Tetesan air mata dari pelupuk pun akhirnya mengalir tak beraturan. Pundakku yang awalnya merapat, kini bersandar tak berdaya. Entah apa yang kurasakan saat ini, bahagia, sedih, marah, ataukah takut?!

Lagi-lagi kudapati suasana yang begitu sepi hingga ku terus berusaha menyembunyikan tangisanku yang semakin menjadi.

“Arraseo.. Akan kucoba! Tapi, jebal…. Bersabarlah untukku! Mungkin aku akan membuat kalian sedikit merasa susah mulai saat ini. Mungkin juga akan ada banyak air mata yang kukeluarkan.”

Ucapan Teuki hyung itu berhasil membuat tangisanku seketika pecah. Tengkuk ku terasa begitu perih karena terus mencoba menahan suara isak tangisku.

“Aish… Uljima, hyung! Masih ada aku, Hyukjae-ah! Si monyet pembawa keceriaan dirumah ini.”

“Ada aku juga, Ryewook-ah yang siap kapanpun untuk membuat makanan dirumah ini.”

“Na do. Kibum disini. Akan selalu membuat wajahmu tersenyum, hyung.”

“Naneun Siwon.. Aku yang akan menjagamu, hyung. Tak ada satupun yang bisa menyakitimu dan yang lainnya.”

“Kajja! Kita mulai segalanya dari awal..” Tambah Kangin hyung.

“Dimana tangisan, tawa, sakit, kebahagiaan kita bagi bersama. Ottokhe?” Imbuh Yesung hyung ikut meyakinkan lainnya.

Sesaat kuintip mereka dari balik dinding ini. Mulanya hanya Donghae hyung yang memeluk Teuki hyung, tapi tak lama kemudian yang lainnya pun ikut melakukan hal serupa.

 

Kalian tahu? Melihat kalian seperti ini membuatku iri. Kenapa dulu aku tidak diperlakukan seperti itu?! Aku ingin ditengah-tengah pelukan hangat kalian itu.

 

Aku jadi tersadar akan suatu hal, bahwa tanpa kehadiranku kembalipun. Mereka masih bisa bahagia. Tugas ku merawat Teuki hyung juga sudah tuntas. Ne, mungkin inilah saatnya aku harus kembali ke New York untuk melupakan mereka. Setelah itu aku tak akan pernah menampakan wajahku lagi didepan mereka. Mianhae…. Hyung! Ini semua demi kebaikan kalian. Aku tidak mau membuka luka lama yang hampir sembuh. Mianhae……

 

 

 

 

 

Tbc

13 thoughts on “Jebal…. Gajima! Mianhae… Part 4

  1. Aagghhh…….
    Please bilang sama eonni saaeng
    Kl mreka cm mw nge jebak KYU

    Cm saandiwara ª ĵ ª…

    g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ rela kl berakhir dengan
    Airmata eonni jattuh lagiiiiii

    Baguuussss saeenggg!!!!!

  2. Wah thor DAEBAKK…

    Bikin terharu tapi puas bacanya keren thor ….

    Ayo cepet di lanjutin ceritanya… #maksa!

  3. Sebenernya agak bingung tadi povnya siapa? Mungkin akunya gak cermat bacanya ya? Kok part ini kayaknya singkat ya noona, aku khan ingin berlama-lama membacanya #ngekk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s