Just Him (Part 1)

 

JH1

 

1. author :

Gesti Resita GR

2. judul just him

3. cast :

jiyong (GD)

shim yoo su

seungri (victory)

t.o.p

yuri snsd

 

genre : sad,romance

hai saya kebetulan mau menuangkan ide briliant saya #lebay lewat ff ini saya suka banget ama jiyong dan panda maklum mantan suami karna saya mau nikah ama jiyong Bigbang #tendang author

hahaha oh ya ini bener” cerita dan karangan saya sendiri tanpa menyontek atau copast dari FFmanapun di dunia ini wkowko jdi ingat kalo ada ff yg kaya gini itu berarti punya admin yaaaa

oke cek kidot

author pov

Di pantai nan indah tampaklah dua muda-mudi yang sedang bercanda ria,changmin dan geegee eh salah maksudnya shim yoo #author minta digaplok.

mereka tampak bahagia dengan bermain ombak dan pasir, kadang jiyong menggendong shin yoo dan menjatuhkannya di air lalu cepat” lari karna di kejar shim yoo.

 

Jiyong pov

“hahaha ayo kejar aku kalau kau bisa,dasar lelet..” aku pun berlari menyusuri pantai indah ini sambil meleletkan lidahku seperti gaho (?) , kalian tau aku sangat menyayangi yoeja cantik yang ada di hadapanku ini,bisa dibilang aku mencintainya, tidak tapi sangat mencintainya.

“yaa.. yoo aku lelah sekali karna kau tak bisa mengejarku..dasar gadis lelet..”

“YAAA!!! oppa awas kau kalau tertangkap aku tak akan mengampunimu..”

saat aku santai” berjalan tiba” dia menangkapku dan mencubit perut ku “auuww appo ampun” aku tidak akan mengejek mu lagi…” “hahahaha rasakan oppa,menyebalkan sekali kau huufftt”

waw fantastic baby aigoo imut sekali dia kalau sedang memanyunkan bibirnya seperti itu ” hehe mianhae adikku sayaaangg..”

ya dia adalah adik kandung ku,aku tau kalian heran mengapa aku bisa mencintainya akupun tidak tau kenapa,yang pasti aku tidak pernah bilang pada siapapun bila aku mencintainya dia pun tidak tau.

 

Shim yoo pov

haaaaa menyebal kan sekali oppa mengejek ku seperti itu

“pokokya aku marah pada oppa..”

“aigoo jangan marah pada oppa mu yang tampan ini..”katanya

“mwoo.. kau masih saja narsis..”

“hahahaha baiklah aku akan membuatkan mu gado” otte?..”seketika aku langsung menelan ludah

“baiklah tapi kau harus buat yang banyak supaya bisa ku ampuni arrasoe…” haaa aku sangat senang makanan buatan nya,apapun yang ada didirinya aku senang,aku memang tidak bisa hidup tanda kehadirannya

bahkan dulu ketika dia harus keluar kota bersama appa aku jatuh sakit karna merindukannya aku rasa aku sangat bergantung padanya.

 

>>>>>>>>>>

 

Jiyong pov

“shim yoo..” panggilku

“heemmm..”balasnya

“yaaa aku sedang memanggilmu bisakah kau lebih sopan oppamu yang imut ini hah (bayangin pas ngomong HAH kaya yang di MV fantastic baby) *gaplok Author..”kataku

“nee oppa ku yang tampan ada apa huuhh..”

“mmmm begini besok aku ingin mengajak kepantai,tapi untuk makan malam..” DEG hatiku menciut setelah berbicara seperti ini terang saja aku seperti sedang mengajak seorang kekasih untuk dinner, mudah-mudahan aku tidak tertangkap oleh yoo karna aku memang berusaha mengajaknya.. ah lupakan!.

“hmmm untuk apa,aku kan tidak ulang tahun..” jawabnya polos,haduh aku harus menjawab apa.

“oppa cuma mau mmm..mmm ya gitulah..”

aku tak dapat berkata” langsung lari kekamarku,haduh bangaimana ini aku sangat memalukan..

 

Shim yoo pov

ada apa dengannya aneh sekali mengajakku makan malam dipantai,romantis sekali seperti orang pacaran saja DEG aku langsung tersadar dengan pikiran ku ‘tunggu,makan malam,pacaran?’

apa maksudnya berbicara seperti itu padaku,ya tuhan apa yang harus kulakukan aku tidak mungkin menerimanya karna itu sangat tidak wajar haduh kugaruk kepalaku yang tidak berkutu (?),ah tapi siapa peduli aku tidak akan tahu kapan aku akan mandapat moment seperti ini dengan nya suatu saat, ssttt jangan bilang-bilang ya ini rahasia sebenarnya aku.. mmm aku menyayanginya maksudku sayang dalam arti lebih… lupakan!,aku langsung kekamarnya

“oppa… mmm aku rasa tidak ada salahnya jika kita mencari suasana berbeda untuk makan malam..”aku terdiam menunggu jawabannya seperti orang bodoh.

 

Author pov

Jiyong yang mendengar hal itupun kaget dan bingung ” ngg apa kau yakin “tanya Jiyong

“nee.. memang kenapa ..”

“ahh tidak baiklah kita pergi besok jam 7..” jawab Jiyong tersenyum manisssss

“baiklah..” jawab shim yoo dengan senyum manisnya

dengan perasaan senang dan bahagia mereka pun kalut dengan pikiran masing” tanpa mereka tahu kalau mereka telah membuka jalan menuju jurang gelap didepan mereka bagaimanapun mereka adalah kakak-adik hubungan ini tak akan bisa bersatu upss kita belum tahu kan..

 

>>>>>>>

Jiyong pov

akhirnya makan malamnya siap juga,sekarang tinggal tunggu shim yoo

“oppaa.. maaf telat abis tadi kebelet hehe” katanya terburu-buru

“ne,tidak masalah,ayo cepat makan” ucapku manis, ayolah siapa yang tega memarahinya.

 

author pov

suasana menjadi sedikit canggung namun mereka berusaha bersikap tenang

“oppa,tumben sekali mengajakku makan ada apa..”

“hanya ingin membuat kenangan sebelum oppamu yg tampan ini diambil orang” jawab Jiyong terkekeh

“mwo,memangnya oppa mau kemana” tanya shim yoo

“tidak kemanapun hehe”

sebenarnya Jiyong selalu merasa akan dipisahkan dari shim yoo dan itu terlalu berat untuknya.setelah itupun mereka duduk2 ditepi pantai

 

shim yoo pov

saat ini kami sedang duduk bersama kuharap waktu berputar lebih lambat

“min,berjanjilah kau tak akan melupakanku”

“oppa wae,kau aneh sekali tentu saja aku tak akan melupakan mu,aku menyayangimu”

“nado,kalau begitu hiduplah dengan bahagia” senyumnya sangat manis

“oppa dingin..” oppapun memelukku dgn hangat,sangat nyaman sekali dipeluknya tuhan kenapa harus begini memeluknya terasa begitu perih..

rasanya sangat hangat sekali,ku pegang dadaku yang terasa sakit ingin rasanya aku menangis tapi tidak bisa

“oppa..” kata ku lirih

“wae..”

“gado-gadonya enak.. hehe..”

“hahahaha kau ini ada” saja,jadi berapa?..”

“berapa apanya..”tanyaku bingung

“kau bilang gado-gado ku enak kalau begitu bayar dong..” katanya sambil terkekeh,kucubit dadanya

“ya..tidak lucu tau..” sahutku sambil cemberut

“kau lihat sinar bulan di ujung air laut itu, nampaknya dia sedang bersedih..” ucap Jiyong oppa,lalu kulepas pelukanku sambil menatapnya lekat

“bersedih?.. kenapa bisa,kenapa oppa berfikir seperti itu..”

“mmm entah lah mungkin oppa lagi galau.. hahahahha” katanya sambil tertawa

“oppa kau ingin mati ya,dari tadi mengerjaiku” ucapku berpura-pura ngambek

 

Jiyong pov

“oppa kau ingin mati ya,dari tadi mengerjaiku” ucapnya sambil memasang muka cemberut,lalu kucubit saja pipinya lalu berdiri dari dudukku

“ayo kita pulang sudah malam nanti kau masuk angin..” ucapku

“minum aja tolak angin..” (emang ada ya di korea) o.O”

“ayolah cepat…” langsung sajqa ku gendong badan mungilnya,dia pun berpura-pura tidak suka haha

“oppa kapan kita makan malam lagi..aku suka makan malam di pantai seperti tadi..”

“nanti kalau kau sudah lulus sekolah dengan nilai bagus,baru oppa berikan makaanan yang banyak padamu bagaimana?”

“iyaaa aku mau,aku pasti akan mendapat nilai bagus dan akan kutunjukan pada oppa..”ucapnya senang

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

author Pov

 

” TIDAK !!! APA KATA ORANG NANTI HAH..!!!” terlihat ayah Jiyong yang marah besar

” aku tau appa, aku tau ini salah tapi aku tak bisa menghentikan perasaanku..” ucap Jiyong dengan memelas

“apa kau gila kau menyukai adikmua sendiri,itu sama saja dengan dosa..” geram ayahnya

” AKU TIDAK PEDULI!! AKU MENCINTAINYA..!!” ucap Jiyong seperti orang kesetanan

” LALU APA DIA MENCINTAIMU..????”

Jiyong terdiam,hatinya bertanya apa yang di ucapkan ayahnya, dia memang sangat mencintai shim yoo,tapi bagaimana dengan shim yoo, dadanya mulai terasa sesak

“ayah kan mengirimnya untuk kuliah di luar negeri,ini demi kepentingan kalian berdua..” ucap ayah Jiyong tegas

“tidak, ayah tidak boleh menjauhkan ku darinya tidak boleh, kumohon..” tangis Jiyong tertahan

“ini adalah keputusan paling baik untukmu,dan ingat lupakanlah perasaanmu yang bodoh itu..JANGAN BODOH!!!”

“jangan lakukan ini ayah kumohon jangan..”ucap Jiyong frustasi sambil meremas rambutnya,namun ayahnya tetap beranjak pergi tanpa menghiraukan Jiyong yang sedih dalam dunianya

“apa yang harus kulakukan shim yoo,apa aku salah,apa aku bodoh..” ucapnya lirih dan butir air mata pun mengalir dari sudut mata sendunya

 

 

Shim yoo pov

 

lelahnya hari ini aku akan memberikan nilai ujian harian ku tadi padanya hahaha aku dapat 100 dan oppa harus masakin aku mie ayam spesial haha (author ngarang mulu -_-”),mulai sekarang aku harus belajar dengan giat supaya dapat banyak makanan dari oppa,dan tentu saja supaya bisa makan malam lagi dengannya ^^

segera kuganti bajuku lalu pergi kekamar oppa,entah kenapa aku sangat merindukannya hari ini

tok tok tok

“oppa.. kau didalam?” tak ada jawaban lalu kubuka pintunya yang tak dikunci,huuhh ternyata dia tidur padahal aku ingin ngobrol-ngobrol dengannya, kudekati oppa yang tidur terlentang dikasurnya dan ku tatap wajahnya yang manis itu ‘nyaman sekali tidurnya tapi kenapa matanya bengak begitu’

kusentuh wajahnya ku husap matanya,hidungnya,bibirnya dan kenapa bibirnya pucat begini apa oppa sakit

“oppa bangun apa kau sakit kenapa wajahmu pucat..” ucapku sambil mengusap kepalanya lembut,dan ku pegang tangannya

“oppa tanganmu kenapa dingin begini,oppa bangun..” ucapku sambil terus membangunkannya, tunggu! kenapa tak ada gerakan ditubuhnya,dia tampak tak bernafas kudekatkan kupingku untuk mendengar detak jantungnya namun tak ada jawaban ‘tidak!! ada apa ini kenapa oppa tidur terus.. kenapa dia tidak mau bangun’

“oppa kenapa tidak bangun apa oppa marah padaku..??”ucapku lirih dadaku mulai terasa sesak ada apa ini,oppa tidak mungkin meninggalkan ku

 

author pov

 

“oppa ke..napah.. ti..dak.. bang..” ucap shim yoo tercekat bibir mungilnya tak mampu berkata,tubuhnya tak mampu bergerak hanya air mata yang terus mengalir tanpa suara ‘oppa bangun kenapa tidak menjawabku’ ucapnya dalam hatinya

“oppaahh kku mohhoonn banguunnlah ayo kitta ke rumahh sakitt..” ucapnya frustasi tak menyadari apa yang dikatakannya namun tubuh tegap itu tetap diam tak bergeming, Jiyong telah pergi meninggalkan shim yoo sendiri,shim yoo berkata asal seperti orang gila dan berusaha bersikap seolah-olah oppanya hanya sakit dan pingsan, dia terus mengguncang tubuh Jiyong sambil berteriak histeris

“OPPAAA BANGUN JANGAN TIDUR TERUSS KAU HARUS MELIHAT NILAI UJIAN HARIANKU TADI..” ucapnya frustasi tangisnya pun pecah dadanya sakit lehernya terus tercekat mengucapkan kata-kata

hatinya perih melihat oppa yang dicintainya tidur untuk selamanya…

“oppaa k..kau jahaattt ayoo bang..ngun” tangisnya terus pecah sambil mendekap tubuh dingin yang selalu mebuatnya nyaman di genggamnya tangan Jiyong dalam dekapannya lalu didekatkan pada bagian jantungnya yang terasa ngilu dan perih sambil terus menangis dalam sedihnya yang mendalam…

“oppaa k..kau jahaattt ayoo bang..ngun” tangisnya terus pecah sambil mendekap tubuh dingin yang selalu mebuatnya nyaman di genggamnya tangan Jiyong dalam dekapannya lalu didekatkan pada bagian jantungnya yang terasa ngilu dan perih sambil terus menangis dalam sedihnya yang mendalam…

namun Jiyong tetap tak bergeming hal itu membuat shim yoo gila

“OPPAA BANGGUUNNNN..AAAA” jerit shim yoo dalam tangisnya

BRAAKKK tiba-tiba pintu terbuka

“ada apa ini kenapa teriak-teriak seperti itu…” tanya eomma shim yoo yang baru saja menyadari kegaduhan di kamar Jiyong

“shim yoo ada apa jelaskan,apa oppamu pingsan..” shim yoo tetap menangis dalam pelukan Jiyong melihat kejadian itu ibunya langsung menghampiri kedua anaknya itu dipegangnya tangan Jiyong ‘dingin!’ batin ibunya di pegang urat nadinya ‘tak berdetak’ menyadari sesuatu yang ganjil ibunya bertanya pada shim yoo sekali lagi

“shim yoo katakan kakakmu kenapa..” ucapnya dengan lirih tak ada jawaban

 

”CEPAT KATAKAN APA YANG TERJADI..!!” teriaknya kali ini sambil menangis tak percaya

“eomma ayo kita bawa kakak kerumah sakit..” jawab shim yoo

“oppa sakit demam jadi.. jadi dia tidur karna lelah.. ayo eomma cepat kita kerumah sakit..” ucap shim yoo sambil menghapus air matanya walupun suara terputus-putus

kaki terasa lemas dia berusaha bangun namun terjatuh lagi

“eomma kenapa diam cepat bantu aku membawa oppa” senyum shim yoo

“anakku.. anakuu.. huaaa..” tangis ibunya semakin menjadi dia tak percaya anak lelaki kesayangannya meninggalkannya secepat itu ditambah sikap shim yoo yang seperti itu membuatnya tak tahan untuk menangis sekencang-kencangnya,shim yoo sendiri hanya diam menatap oppa tanpa berkata maupun menangis pandangannya datar dan pikirannya kosong…

 

author pov

 

setahun setelah kepergian Jiyong ,shim yoo menjadi orang yg tertutup dan dingin dia jarang sekali bergaul dan lebih suka menghabiskan waktu dikamarnya.

dilihat bingkai foto yang terletak di mejannya disitu ada seorang laki-laki yang tersenyum merangkul gadis yang yang berkuncir dua wajah mereka sama-sama belepotan oleh kue tar.

‘kau pengecut,aku benci padamu’ ucap batin shim yoo lalu ditutupnya foto itu dan merebahkan diri di kasur, matanya terasa berat kemudian dia memejamkan matanya berharap tuhan akan menidurkannya selamanya

 

shim yoo pov

‘dimana ini bagus sekali tamannya..’

‘hei ada ayunan lebih baik aku duduk disana dan menikmati pemandangan’

wah sejuk sekali rasanya, eh! siapa yang mengayun ayunanku, dan betapa terkejut nya aku saat kulihat kebelakang ada seseorang yang amat sangat kurindukan “Jiyong oppa..” ucapku pelan dan lirih seperti berbisik, dia hanya tersenyum memandangku dan kembali mendorong ayunanku

“bagaimana kabarmu..” ucapnya sesaat dia terdiam menunduk lalu kambali menatapku dengan senyum lembut yang dulu selalu kulihat sedangkan aku hanya diam terpaku memandang dia didepanku dengan pandangan masih tak percaya

“maaf aku meninggalkan mu..aku..aku takut sekali..” ucapnya sambil menangis astaga dia menangis! tidak boleh dia tidak boleh menangis!

kupeluk tubuhnya yang tinngi dia pun membalas pelukanku rasanya dingin sekali seperti saat aku memeluknya untuk terakhir kali

“aku rindu padamu oppa..sangat rindu..” tangisku mulai pecah kupeluk erat tubuhnya dan tak mau melepasnya

“oppa juga sangat merindukanmu..” suara yang selama ini kurindukan mulai terdengar lagi ditelinga ku,tunggu kenapa pelukan ku terasa longar kulihat wajahnya yang manis tapi wajahnya mulai memudar dia tersenyum memandangku lalu bayangnya semakin memudar lalu menghilang

“oppa kemana jangan tinggalkan aku lagi..OPPAAAAA!!”

 

author pov

“oppa kemana jangan tinggalkan aku lagi..OPPAAAAA!!”

shim yoo terbangun dari tidurnya matanya merah tubuhnya kaku,dan bantalnya basah karna air matanya

‘mimpikah ini’ batinnya butir air matanya terjatuh lagi dadanya terasa sesak sekali di pegangnya dadanya yang terasa sakit, hati terasa di tisuk pisau besar yang amat menyakitkan suaranya tercekat tak mampu menahan tangis hari ini dia harus menangis lagi

orang yang ingin dilupakannya datang lagi menemuinya

dia bertanya dalam hati kenapa oppanya selalu menyiksanya dia berusaha menanam rasa benci pada oppanya bahkan dia tak pernah sekalipun datang ke pemakaman oppa nya kecuali saat di kuburkan.

dia memilih tinggal sendiri di apartemen daripada tinggal dirumah yang penuh dengan kenangan tentangnya dan Jiyong. kini ia menangis dalam sepinya.

 

>>>>>>>>>>>

 

author pov

 

“shim yooo…hei tunggu..” teriak laki-laki yang ia kenal setelah bekerja di toko buku besar seoul

“apa.. aku sedang sibuk..”ucap shim yoo bergegas pulang dari tempat kerjanya

“kata bos besok kau harus masuk karna Minzy tidak masuk..”

“mmmm ya baiklah aku pulang dulu kalau begitu..” ucap nya dan melangkah pergi

“aiisshhh anak itu terlalu pendiam bahkan untuk bicara dengannya seperti mau bicara dengan presiden saja” gerutu pria itu dan masuk kembali kedalam toko

saat shim yoo menunggu bus di halte ada seorang pria yang sedang menunggu bus sampai tertidur namun shim yoo tak terlalu perduli,tiba” saja laki-laki itu jatuh dari bangku halte sambil terduduk namun matanya tetap terpejam (tau ga yang kaya mr.bean digereja itu lho)

shim yoo kaget dan mendekati pria itu saat ia mneyentuh pundak lelaki itu tiba”  “HUAAA..” laki-laki itu tersentak dan berteriak tentu saja membuat shim yoo kaget setengah mati

“Yaa ada apa denganmu..” tanya shim yoo

“hah? oh.. ehh.. tidak sepertinya tadi aku bermimpi sedang tertidur di halte dan jatuh…” ucapnya polos #pliss deh -_-”

“bangunlah kau seperti orang gila berpose seperti itu” ucap shim yoo datar

” hah?..oh kenapa aku bisa gini..” tanya nya sambil kembali duduk #oon banget yak

“wah makasih ya kau sudah menyadarkanku haduh kebiasaanku ini emang aneh ya hahaha” ucapnya tanpa dosa dan menyodorkan tangan nya ke arah shim yoo,namun shim yoo tetap diam dan segera bangun untuk menaiki bus yang baru saja datang tanpa menghiraukan lelaki itu

“HEIII YEOJA CANTIK NAMAKU SEUNG HYUN ALIAS TOP..” teriak lelaki itu saat shim yoo telah masuk kedalam bus seiring perginya bus itu yesung hanya senyum-senyum sendiri lalu terdiam bengong

“aku ngapain ya disini..” tanyanya pada diri sendiri sambil garuk” kepalanya ga jelas #Top kamseupai deh (author ditendang kelaut)..

“yeoja yang cantik tapi kenapa dingin huuhh.. wah udah malem..” ucapnya lalu beranjak pergi dari halte..

sesampainya dirumah yesung langsung merebahkan diri di sofanya dan membayangkan wajah manis min, tiba-tiba sengri sudah ada ada disampingnya

“HUAAA.. kukira kau setan, kebiasaan sekali kau muncul tiba-tiba..” ucap TOP kaget dan memegang dadanya.

“hei daritadi aku disini, kau saja yang sibuk senyum-senyum tak jelas…” balas seungri kesal

“hehehe tadi aku bertemu yeoja manis sekaliii… tapi sayang sikapnya dingin bahkan ku ajak kenalan saja tidak mau..” kata TOP kesal sambil memanyunkan bibirnya.

“siapa juga yang mau kenalan dengan namja aneh sepertimu hahahaha..” tawa seungri yang di balas jitakan TOP dikepalanya
TBC-

One thought on “Just Him (Part 1)

  1. Saeng…pw step love..send me please!!! ((Deewookyu))))
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s