StEp LoVe {part 11}

 

 

SL11Author :: shafirah achmad

Cast ^_*

> Suzy missA aS han suzy
> Cho kyuhyun AS cho kyuhyun
> Lee donghae AS kim donghae

> Sunny SNSD AS kim sunny
> DLL

Anyeooong,,,!!! Moga kalian gak bosen jika tiba – tiba FF abal – abal buatan saya sering muncul…
Author masih belajar…. Jadi harap bisa maklum……

————————————————————–
Happy reading………………..

yang menguasai hati..
Palingkanlah dia dari ingatanku
Hapuslah dia dari fikirku..
Aku terlalu mencintainya dan telah terjerat karenanya
Dan aku tak tahu kenapa..

Meski derita tak henti menerpa
Badai kehidupan yang datang menerjang
Ku takkan henti bertahan hingga nanti…

———————————————–

Suzy duduk menghempis seraya mengapit kedua lututnya di atas ranjang, wajah penuh air mata itu mencoba dia sembunyikan di balik lututnya, sakit sekali mendengar penuturan kyuhyun yang menyatakan kepergiannya menjauh dari dirinya, tidak cukupkah namja brengsek itu mempermainkan dirinya,,?! Sekarang dia harus pergi dengan memninggalkan sebuah kebencian yang sudah tergores di hati putih ini.

Klek… Pelan kyuhyun membuka pintu, dia masuk ke dalam kamar suzy, berusaha meminta ma’af agar suzy bisa mengizinkannya pergi dengan tenang, kyuhyun mendekat kemudian duduk tepat di hadapan suzy, tapi gadis itu tetap saja memalingkan wajahnya, seolah muak dan tidak mau melihat kyuhyun lagi.

” Mianhe,,, aku tau kau pasti sangat membenci ku,,” ucap kyuhyun dengan penuh perasa’an bersalah.

” Kalau kau tau kenapa kau masih di sini,,,? Pergi,,!! Aku benar – benar sudah tidak ingin melihat mu,,,!” Suzy membentak dengan kasar, seumur – umur baru sekarang dia bersikap tidak baik pada seseorang, kyuhyun hanya diam seolah mengerti, dia langsung pergi tanpa mau mengganggu kehidupan suzy lagi, tangis suzy semakin menjadi setelah kepergian kyuhyun.

>>> Bandara seol………..

Seluruh keluarga ikut pergi mengantar kepergian kyuhyun, tanpa terkecuali suzy, dia tidak mungkin membuat orang tuanya bingung dengan menolak untuk ikut, meskipun sebenarnya hatinya memberontak melihat kepergian kyuhyun, pesawat sodah mau take off, kyuhyun berjalan memeluk eomma beserta appanya.

” Bukankah nanti kau tinggal di sebuah asarama,,?? Mungkin akan sulit berkomunikasi dengan mu,, aboeji akan sangat merindukan mu kyu,,” ucap shi hoo memeluk putra tunggalnya erat.

” Gwenchana aboeji,, itu justru lebih baik, karna aku tidak mau kalau pelajaranku terganggu,,” kyuhyun tersenyum menatap ayahnya, kini pandangannya berali pada suzy yang masih saja membuang muka, tak ingin melihat diri kyuhyun.

kyuhyun tersenyum mendekat kemudian memeluk suzy dengan lembut, suzy sudah ingin memberontak sebelum akhirnya sebuah suara bisikan terdengar di telingahnya,,, “jangan menolak,, atau appa dan eomma curiga pada kita,, kemarahan mu seperti kemarahan yang kau curahkan pada seorang kekasih,,” kyuhyun melepas pelukannya pelan kemudian menciup kening suzy dengan lembut.

” Suatu hari nanti, kau akan mendapatkan seorang namja yang jauh lebih baik dari ku,,,” ucap kyuhyun kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke sebuah tempat yang hanya khusus para penumpanga, setelah kepergian kyuhyun seluruh keluarga beranjak untuk pulang, suzy masih saja menatap ke tempat dimana tubuh suzy menghilang, sejak tadi dia menahan tangisnya di hadapan kyuhyun, kini sepertinya tangis itu tidak bisa dia pertahankan lagi, dan keluar dengan begitu saja.

Lima bulan berlalu setelah kepergian kyuhyun, meski waktu yang sudah cukup lama, meski dengan sukses kyuhyun meninggalkannya setelah meninggalkan goresan luka yang teramat dalam, hati kecil suzy masih saja berharap kehadiran sosok tersebut, tidak pernah dia lupa membuka pintu kamar kyuhyun sebelum masuk ke kamarnya sendiri, hanya untuk memastikan satu hal yang selalu dia harapkan “apa kau sudah pulang,,?” Kesedihan suzy dua kali lipat lebih terasa di tubuh rapuhnya dari pada dia dulu merasakan sedihnya kehilangan seorang appa.

” Oppa,,,? Tidak bisakah kau menelvon ku,,,? Tidak bisakah kau menayakan ku,, apakah aku masih marah pada mu,,?” Gumam suzy menatap handphonenya yang sama sekali tidak bergeming, meski berapa lama dia menanti, kini hanya bisa tergelatak di hadapan dirinya duduk.

Air mata tidak berhenti mengalir setiap malam,, suzy duduk di samping jendela seraya memeluk kedua lututnya, pandangannya menerawang jauh, berharap sang langit akan menyampaikan rasa kerinduan mendalam pada pujangga hatinya.

>>> Ganie university……….

Sudah seminggu suzy menjadi seorang mahasiswa di sebuah univercitas yang cukup ternama di korea,, dibanding teman – teman yang saling memperkenalkan diri satu sama lain, dan mencoba berintereksi sesama, suzy lebih memilih untuk memeojok, dan lagi – lagi di temani dengan buku – buku tebalnya, hal yang dulu dia lakukan ketika resmi menyadang predikat ‘anak yatim’, karna sejak itu dia lebih suka sendir di tempat yang sepi.

” Apa kau tidak bosan,,,?” Tiba – tiba sosok namja dengan se enaknya duduk di smping tempat suzy membaca.

Mata suzy menatap tajam ke arah namja tersebut,,, helaan nafas kesal kembali keluar dari bibir sexynya, donghae hanya bisa tersenyum melihat ekspresi yeoja di samping.

” Sampai kapan kau akan mengganggu ku terus,,,??!!” Bentak suzy, karna sejak kepergian kyuhyun, donghae selalu mengejarnya sa’at mereka masih di sekolah SMA, bahkan sekarang dia pun mengikuti di mana suzy kuliah.

” Molla,,, karna ini salah satu hoby yang ku sukai,,,” jawab donghae enteng,,, membuat suzy makin dongkol.

” Mwo,,?? Hobi,,?? Kau pikir aku boneka yang seenak hati kalian mainkan,,,! Sebaiknya kau tidak usah datang ke korea waktu dulu,,,” tanpa pikir panjang suzy langsung pergi, seolah tidak ingin berlama – lama dengan namja yang paling dia benci,, yaaa karna sejak taruhan donghae dengan kyuhyun waktu itu, suzy tidak berhenti merasakan kesedihan dan penderita’an yang selama ini dia rasakan.

” Apa kau masih mencintainya,,,??” Ucapan donghae sukses Memberikan simbol lampu merah pada langkah suzy.

” Aniii,, lebih tepatnya benar – benar mencintai orang yang mempermainkan mu,,,” suzy kembali menatap donghae tajam,, hatinya terasa panas mendengar perkata’an namja di hadapannya.

Donghae masih duduk dengan tenang, dia beranjak untuk berjalan ke arah di mana suzy berada, tersenyum lembut menatapnya,,, “aku tau kalau kau sangat tersakiti,, katakan, apa yang harus ku lakukan agar kau mau mema’afkan ku,,? Haruskah aku mati,,?” Suzy hanya bisa membuang muka mendengar penuturan donghae.

” Waaahh,, tidak kusangkah kalau kalian sama – sama hebat berakting,,,!” Sindir suzy tajam, donghae hanya bisa terus mengimbanginya dengan lembut.

” Nde,,, kalau perlu ajak teman baik mu bersama,,!” Kata – kata suzy semakin panas, hingga membuat jantung donghae sudah di ambang kesabaran.

” TIDAK BISAKAH KAU BERHENTI MENGATAI KYUHYUN,,!!!! AKU YANG SALAH DENGAN KEJADIAN INI,,,!!!” Karna tidak tahan donghae pun akhirnya mengeluarkan seluruh keganjalan di hatinya, membuat suzy sedikit terlonjak dan memundurkan langkahnya ke belakang.

” Kajja,,,” dengan sedikit kasar donghae menarik paksa suzy,, gadis itu terus meronta untuk di lepas, tapi sama sekali tidak di hiraukan oleh donghae, mereka terus menaiki anak tangga hingga sampai di gedung paling atas yang hanya ber-atap-kan langit.

Suzy masih terdiam belum mengerti dengan tindakan donghae, dia masih menatap namja itu dengan heran, donghae melepas genggaman tangannya, kemudian berjalan menuju ke arah ujung bangunan tersebut, mata suzy terperangah melihatnya.

” Inikah yang kau inginkan,,, baik,, aku akan melakukannya,,,!!” Ucap donghae penuh tantangan, seolah tidak ada kata takut yang terselubung di dalam hatinya.

” Han suzy,, aku benar – benar mencintai mu,,,!” Donghae berkata untuk terakhir kali sebelum akhirnya akan loncat.

Tiba – tiba kilasan ketika dirinya dan kyuhyun hendak menerjang ombak kembali terekam di memori suzy, dia bisa melihat jelas sosok kyuhyun ada pada diri donghae,, secepat kilat suzy meraih tubuh tersebut seraya memeluknya dari berlakang dengan erat,,, “Aniiaaaa,,!!! Aniiiaaa oppaaaaa,,,!!!” Suzy menangis seraya memeluk punggung donghae, melihat apa yang di lakukan suzy seulas senyum ‘sukses’ terukir di bibir donghae.

Songhae membalikkan tubuh, kembali menatap ke arah suzy, kemudian menghapus air matanya, tidak seperti tadi, suzy kini hanya diam saja kelika donghae membelai rambutnya yang tergerai angin, kemudian memeluknya dengan hangat.

” Berjanjilah,,, kau akan melupakan semua itu dan mema’afkan ku,,,” gumam donghae dan hanya di jawab diam oleh suzy.

>>> Lima tahun kemudian…….((*_*))

Sebuah langkah berjalan dengan teramat riang, sejenak kakinya berhenti di depan penjual bungah, namja itu langsung membeli seikat bunga untuk puja’an hatinya, langkahnya kembali lanjut hingga sampai ke sebuah butik yang cukup ramai untuk kalangan orang elit, dia mendekat mencari di mana sang presdir berada, terlihat seorang wanita mebenarkan letak gaun putih yang elegan pada sebuah patung yang akan membuat para yeoja tergiur jika melihatnya.

Tanpa permisi namja tersebut langsung merangkul pinggang tubuh sexy itu dari belakang, seolah tau siapa sosok itu, membuat sang pemilik tubuh tersenyum dan dengan tenang menekuni apa yang dia kerjakan tadi.

” Oppa,,, tumben kau sepagi ini,,” ucap suzy kemudian berbalik menatap tubuh yang masih merangkul dirinya.

” Wae,, apa aku tidak boleh mengunjungi tunangan ku,,,” donghae menyerahkan seikat bunga yang tadi dia beli kepada suzy, yaaa,, sejak setahun lalu mereka resmi bertunangan, selama bertahun – tahun kuliah menjadi sanbae dan hobae membuat donghae semakin mencintai sosok suzy.

” Kau tidak pernah telat membawa bungah,, kau lihat,, butik ku sudah hampir penuh dengan bungah mu,, seorang ahjumma bahkan mengira kalau aku menjual bunga,,,” donghae hanya terkekeh mendengar celoteh suzy yang menunjukkan seluruh rangkaian bungah yang memenuhi di setiap sudut ruangan butik suzy, terutama di ruang kerjanya sendiri.

Terlihat beberapa orang ahjuma masuk ke dalam butiknya, sepertinya mereka sdang ingin belanja di butik tersebut,,, “oppa,, sebentar nee,,,” suzy pamit untuk melayani beberapa pembeli, donghae mempersilahkan, sementara suzy pergi dia duduk di kursi suzy seraya memegang apa saja yang dia lihat untuk menghapus ke jenuhannya, tanpa sadar tangan donghae meraih laci di bawa meja suzy, dia melihat beberapa kertas yang di lipat dengan bentuk sejumlah hewan, seperti bebek, burung, wajah kucing dan lain – lain, karna penasaran donghae mengambil beberapa lipatan itu, kemudian membukanya.

Lipatan pertama…….
[Oppa,, kau sekarang di mana,,? Kembalilah,, atau aku benar – benar akan membunuh mu >_<]

Lipatan ke dua….
[Oppa,, boghosippo,, donghae oppa melamar ku,, ottokke,,? Apa aku harus menerimanya,,??]

Lipatan ketiga………
[Oppa,,,!!! Aku benar – benar ingin membunuh mu,, bagaimana bisa kau membuatku jatuh cinta dan sekarang kau meninggalkan ku,,,!! Oppa saranghae,, boghosippo oppa,,]

Mata donghae sudah berkaca – kaca melihat semua tulisan suzy, apa suzy membuat lipatan ini setiap hari, hingga terkumpul sampai begitu banyak, karna sampai kapanpun perasa’an cinta suzy hanya akan tercurahkan pada kyuhyu, sebagai tunangannya, dia bahkan belum pernah berani menyentuh tubuh suzy, mendengar gerak – gerik seseorang yang hendak masuk ke ruangan, cepat donghae mengembalikan lipatannya, kemudian bersikap seperti biasa.

” Oppa mianhe,,, aku meninggalkan mu terlalu lama,,,” suzy tersenyum menatap namja yang selalu sabar menghadapi sikapnya.

” Gwenchana,, kajja kita pergi,,,” ajak donghae.

” Kemana,,?”

” Ikut saja,, nanti kau akan tahu,,” donghae menarik tangan suzy, mengajaknya ke sebuah butik yang sangat besar.

” Apa oppa tidak suka rancangan ku hingga harus pergi ke sini,,,?” Suzy sedikit cemberut karna donghae justru membeli gaun di butik lain.

” Aniiaa,, rancanganmu adalah yang terhebat,, tapi sesekali kau harus coba memakai rancangan orang lain,,” donghae mengajak suzy memilih – milih gaun yang cocok.

Karna masih belum mengerti maksud donghae suzy kembali bertanya denga heran,,, “oppa,, sebenarnya ada apa,,?”

” Aku akan mengajak mu bertemu seseorang,,,” DEG,,!! Tiba – tiba jantung suzy berdegup kencang, kyuhyunkah itu,,? Suzy terus mengira – ngira dalam benaknya.

” Nde,, aku pilih ini oppa,,,” ucap suzy asal mengambil sebuah gaun, donghae tersenyum kemudian mengganti alih memegang gaun yang ada di tangan suzy.

” Kau ingin memakai seperti ini,,??” Donghae menunjukkan bentuk gaun yang amat sexy dan begitu terlihat glamor.

” Eoh,, eh,,,” suzy terlihat sedikit bingung serta tidak enak dengan donghae, karna dia bisa menebak kalau donghae mengetahui isi hatinya, dengan tersenyum penuh pengertian donghae mengambil gaun hitam dengan kristal yang menghiasi area dada, gaun mini yang tutup dengan sopan di bagian atas.

” Bagaimana kalau ini,,,” tunjuk donghae, suzy hanya mengangguk, karna bagi dia gaun tidak amat penting, lima tahun sudah dia tidak bertemu kyhyun dan sangat penasaran bagaimana wajah itu sekarang.

^_^

Semalaman suzy tidak bisa tidur, terus menanti datangnya sang fajar, dia bahkan tidak bisa tahan dengan penantian yang serasa berabad – abad ini bagi dirinya, suzy menatap gaun hitam yang tergantung dengan indah di depat gagang pintu lemari kamarnya, terus menatap jam yang berdiri di meja samping, sedikit memukul jam walker tersebut agar bisa memutar jarumnya dengan cepat.

Pagi yang di nanti tiba, suzy segera loncat ke kamar mandia lalu bersiap, karna donghae akan menjemputnya pagi – pagi, usah berdandan dengan mike up yang sederhana, suzy menatap handphonenya, menanti telvon dari donghae.

Lima menit,,, dua puluh menit,,, lima puluh menit,,, handphone suzy masih terdiam, mungkin pukul lima pagi terlalu dini bagi suzy menanti, hingga kemudian handphonenya bersuara, spontan suzy langsung mengangkat tanpa melihat nama yang tertera di layar.

” Oppa,,,” ucap suzy antusias, dari seberang sana donghae mendengar dengan tatapan miris, seolah mengerti isi hati suzy yang tak pernah sedikitpun berkurang untuk kyuhyun.

Donghae mencoba mengontrol dirinya sebelum akhirnya berkata,, “aku dibawah,, turunlah,,” ucap donghae lirih, secepat kilat suzy langsung turun menuju mobil donghae yang terparkir di halaman rumahnya, gemuruh hati menyeruak untuk bertemu, bahkan menunggu sedetikpun sangat lama bagi suzy.

Mobil berjalan melewati kawasan yang terbilang elit, suasan pagi membuat sepi seisi jalanan yang mereka lewati, hingga mobil tiba – tiba mobil donghae berhenti di sebuah toko yang cukup kecil berada di pnggiran, suzy mendongak ke sekitar tempat itu dengan bingung.

” Perjalanan masih jauh,, kita makan dulu,,” ucap donghae seraya melepas sabuk pengamannya.

” Aniiaa aku tidak lapar,, oppa saja yang makan,,,” suzy menolak, jangankan makan, untuk memejamkan mata saja dia tak kuasa, yang ada di pikiran suzy hanya kyuhyun.

Donghae menghela nafas sebelum akhirnya berkata,,, “aku tidak akan melanjutkan perjalanan,, kalau kau tidak makan,,” ucap donghae kesal, karna sudah cukup bagi dia melihat lingkaran hitam di sekitara area mata suzy.

” Nde oppa,,” dengan terpaksa suzy memenuhi perminta’an donghae, mereka makan sup daging sapi di rumah makan tersebut, dengan cepat suzy melahap makanannya dia tidak ingin membuang – buang waktu yang sangat dia nanti selama sepuluh tahun, meski belum pasti donghae akan mengajaknya kemana,, tapi suzy yakin kalau dia akan mempertemukan dirinya dengan kyuhyun.

Donghae kembali bersedih menatap sikap antusias suzy,, “lihat kyu,, dia sangat mencintai mu,, kenapa kau begitu tega menyakitinya,,, kau memang teman ku yang paling bodoh,,” air mata donghae menetes dengan tiba – tiba, merasakan hangat di pipinya, cepat donghae segera menghapus sebelum terlihat oleh suzy.

Mereka kembali berjalan menelusuri daerah kawasan pedesa’an, tempat yan amat sejuk karna sedikit mobil yang lewat di sana, yang ada hanya beberapa taman yang di benuhi berbagai macam aneka bunga yang semakin indah terlihat, suzy menikmati pemandangan serta angin pagi yang menerpa wajahnya dari balik cendela mobil, pasrah dan ikut kemanapun donghae membawanya, hingga mereka sampai berheti pada sebuah villa yang begitu indah, donghae membuka pintu mobilnya, entah kenapa degupan jangtung suzy semakin kencang, perasa’annya semakin liar bertanya – tanya.

Suzy mengikuti langkah donghae memasuki villa tersebut, donghae membuka jass nya lalu melonggarkan dasi yang menjepit lehernya, suzy masih diam menatap seluru isi villa yang terbilang amat mewah, tapi sangat sepi, seolah tidak ada satu penghuni di dalam.

” Duduklah,,” ujar donghae melihat suzy yang masih asyik menatap isi villa, sejenak donghae masuk ke sebuah kamar, cukup lama donghae meninggalkan suzy yang terlihat meremas – remas jemarinya sendiri karna dililit rasa resah.

Beberapa menit kemudian donghae keluar dengan membawa sepucuk surat, dia menyodorkan ke arah suzy, suzy menatap donghae dengan bingung, sejenak donghae menghela nafas berat.

” Bacalah,,,” ucap donghae meletakkan surat di hadapan suzy, dengan tangan yang bergetar suzy membuka surat tersebut, jantungnya memompa tidak karuan, pelan suzy membaca isi surat yang di berikan donghae, air mata dengan mudahnya mengalir di pipi mulus tersebut, suara tangis suzy semakin terdengar keras.

” Oop-paa,, di mana kyu oppa,, dimana dia,,!! Aniiaa,, ini pasti bukan kyuhyun oppa,,, DIMANA KYU OPPA,,!! DIMANA DIA,,,!!!! DIMANA,,,!!!” Suzy meraung – raung dengan tangisnya.

” Tenangkan hati mu,, nde,, aku akan membawa mu padanya,,,” ujar donghae dengan sedih,.

TBC😦

Mianhe kalo masih belum bisa bikin kalian nyesek, ampe mewek ☺☺☺ ,, author sudah berusaha…
Ayooo kasih RCL,, siapa yang mewek dan penasaran, sama yang gak nieeee…! ^_^

61 thoughts on “StEp LoVe {part 11}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s