He is not My Star (Part 2)

 

HMS2

Tittle      : He didn’t my star

Author  : Lyya. vandonna

Lenght  : part 2

Genre   : Romance

Cast       :              

 

Kim Soo hwa

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Jung ha na

Kangin

 

 

Other Cast : Other People

 

sebelumnya Typo banyak dimana”, dan bahasa juga masih blepetan. so maklumi ya chingu …ini adalah FF ke 2 saya. jadi kalo jelek mian . dan Thanks buat admin yg baik hati yg udah mau share ff ku ini.banyak cakap, langsung saja cap cuss !!!

 

–          Lebih baik kau katakan satu kata dari pada harus membuat orang bertanya tanya.

 

 

Author POV

 

 

“jawab gini aja soo,, tidak kok oppa mungkin karna kita baru kenal jadi aku terlihat gugup.” soo merangkai kata dalam pikirannya.

 

“ soo !!” donghae oppa sontak membuat soo terkejut

 

“nde oppa.” Jawab soo hwa

 

“ya sudah tidak usah dijawab, mungkin karna kamu baru kenal oppa.” Ucap donghae yang diserta kan kata akhiran O.P.P.A !! jarang sekali ada namja seperti ini pikir soo hwa.

 

“ oia oppa, aku bersedia menerima bantuan oppa, kira* kapan oppa bisa mengajarkan ku.” Tutur soo hwa dengan sopan

 

“ mulai hari ini juga bisa soo.” Jawab donghae yang dengan lemah lembut.

 

Soo hwa bingung dengan sikap namja ini, sebagai seorang namja jarang sekali ada yang sebaik ini terhadap seorang yeoja. Tapi kebingungan soo hwa ini, jauh didalam lubuk hati dia yang paling dalam ini adalah sebuah kebahagian bisa diperlakukan seperti ini oleh namja.

 

_pulang

 

Soo hwa sibuk membereskan kan buku* nya yang telah dipelajarinya barusan bersama dosennya

 

“ soo,, hari ini berati kamu latihan dong?” tanya ha na dengan senyum penuh maksud.

 

“ apa itu senyum yang ia berikan kepada ku, huh terlihat sekali senyum penuh maksud. Kali ini aku memafkan kamu ha na !! yang sudah menjatuhkan haga diri ku didepan donghae oppa.” Ucap soo dalam hati tanpa menjawab partanyaan tidak mutu baginya.

 

“ aigoo,, manusia ini malah diam. Baik lah selamat bersenang senang soo, aku pulang terlebih dahulu.” Ucap ha na yang berlalu pergi dan melambaikan tangan seperti style model.

 

“ huuh,, dia kira gayanya itu bagus eoh !! dasar yeoja bermata empat, bermata kuda.” Emosi soo memuncak setelah ha na meninggalkannya dan berkata yang semena mena.

Soo pun berjalan menuju ruang musik untuk belajar bernyanyi dihari pertamanya ini.

 

Kreekk

Dibukanya pintu ruangan itu oleh soo, ia melihat kedalam dan mencari sosok yang ingin ia temui.

 

“belum datang.” Sesal soo hwa menutup pintunya dan duduk di bangku depan piano. Sambil menunggu namja itu soo hwa dengan ragu menjamah sebuah piano yang ada dihadapannya sekarang ini. Ia ragu untuk menekan tuts piano itu.

 

“kenapa tidak kau tekan.” Suara donghae yang tiba*datang membuat jantung soo hwa setengah berhenti. Dan ia pun menarik tangannya dan beranjak untuk berdiri.

 

“ahh,, tidak oppa aku hanya ingin menyentuhnya tidak ingin menekannya.” Soo hwa lontarkan alasan yang tidak masuk akal itu. donghae pun duduk dihadapan piano itu.

 

“tapi kau bisa kan memainkannya ?” tanya donghae ingin tahu kepada soo hwa .

 

“hmm,, tidak oppa.” Jawab soo dengan tawa kecil dibibirnya .

 

“ ingin ku ajarkan juga ?” tawaran yang mampu membuat terkejutnya soo hwa seketika.

 

“ani .. ani oppa, nyanyi saja kita belum tuntaskan. Hahahah “ jawab soo yang  diringi dengan tawa agar memecahkan kegugupan diri soo hwa. Akhirnya donghae berhenti menebarkan seribu pesona nya dan donghae mulai mengajarkan soo hwa. 1 jam pun berlalu tanpa mereka sadari hari pun sudah menjelang sore.

 

“ wahh, sudah jam 4 sore oppa.” Ucap soo saat melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

“tak terasa ya soo, hmm kamu pulang naik apa ?” tanya donghae saat menyadari jika hari sudah sore.

“ naik bus oppa, ya sudah aku pulang ya oppa, terima kasih atas hari ini oppa.” Ucap soo dan beranjak dari duduknya.

 

“ kau tidak apa jika pulang sendiri?” tanya donghae yang tiba* meraih pergelangan tangan kanan soo hwa. Sontak soo kaget dengan perlakuan yang donghae berikan ini.

 

“t.. tii.. dakk apa oppa.” Soo menjawab tanpa membalik badan sedikit pun.

 

“ baiklah, dapatkan perjalanan yang baik ya .” teriak donghae dari dalam ruang musik, karena soo hwa yang sudah terburu* pergi dari hadapannya. Karena soo hwa tak sanggup jika harus berlamaan dihadapan donghae. Membuat soo hwa selalu gugup. Soo hwa pun berjalan dengan penuh pemikiran didalam otaknya. Yang ia tak habis pikirkan sikap donghae yang terlalu peduli dengan dirinya.

 

–          Skip

 

Setiap hari soo selalu rajin utnuk belajar bernyanyi dengan donghae semakin hari soo sudah bisa menyesuaikan dirinya dengan donghae dia pun sudah mulai bisa bernyanyi dengan baik. Mereka belajar denagn penuh tawa canda diseling* latihan mereka donghae pun selau memberikan sikap yang baik kepada soo hwa yang mampu membuat soo bingung akan sikapnya.

Sudah 9 hari telah berlalu dan soo hwa dengan donghae semakin dekat saja. Hari ini soo hwa habis latihan dengan donghae. Dan hari*nya barjalan sudah seperti biasa tidak ada rasa canggung lagi pada diri soo hwa kepada donghae.

“ hmmm,, tak terasa ya oppa kita sudah berjalan 9 hari dan nanti hari senin aku akan melakukan praktiknya.” Ucap soo saat latihannya berakhir.

 

“ iya ya tidak terasa, oppa mengajarkan mu ini berjalan begitu cepat. Semoga latihan ini tidak sia* ya dan kamu mendapatkan nilai yang bagus.” Ucapnya menyemangati soo hwa

 

“ gamshahamnida oppa, aku pulang dulu ya, anyeong.” Ucap soo dan meninggal kan donghae.

 

“ kok oppa donghae tidak berbasa basi menawarkan ku pulang ya. Setahu ku jika didrama yang aku tonton biasanya jika seorang namja bersikap baik kepada yeoja namun sikap itu adalah sikap yang menunjukan suka maka namja itu selalu menawarkan yeojanya untuk pulang dan berangkat bareng setiap hari utuk berangkat kesekolah setiap hari.” ucap soo dalam hati

 

“ahh,, oppa donghae sama sekali tidak menawarkan ku mungkin dia memang baik karena ingin mengajarkan ku saja kali ya.” Ucap soo lagi dalam hati

 

Soo hwa pun sampai dirumahnya. Dan ia langsung beranjak kekamar dan merebahkan tubuhnya yang penuh dengan beban hari ini bagi nya. Soo hwa memejamkan kedua matanya dan membukanya lagi. 10 menit berlalu dan hanya kegiatan itu saja yang ia kerjakan memejamkan mata dan membukanya lagi.

 

“ya tuhan .. situasi apa ini ?

Aku bingung dengan semua ini, apa kah aku menyukainya ?

Karna selama ini aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang namja. Apa dia bintang ku ? yang mampu menyilau kan hati ku.” soo hwa bertanya tanya dalam hati.

 

“ hwaa .. cukup soo berhenti memikirkan sesuatu yang membuat diri mu bingung.” Ucap soo dan ia medudukan dirinya dipinggir kasur.

 

“ tapi,, aku sungguh bingung dengan donghae oppa, tapi aku juga suka mendapat perlakuan seperti itu. Hwaaaa. “ soo hwa merbahkan dirinya dengan membantingkan tubuhnya itu. bruuuk soo hwa pun terlelap terbawa oleh mimpi.

 

Soo Hwa Pov

 

Keesokan harinya aku pergi kesekolah seperti biasanya, dan entah mengapa aku merasa hari ini ada yang berbeda dari hari* sebelumnya, orang* sudah banyak yang datang . atau hari ini aku mulai datang tidak pagi lagi. Saat aku menunggu kelas masuk aku memutuskan untuk pergi keperpustakaan untuk menenangkan pikiran ku. Saat aku memasukinya tak disangka ada donghae oppa didalam.

 

“ehemm,, !! sapa ku kepada donghae oppa dengan seulas senyum dibibir ku

.

“ eoh,, kamu soo. Oppa baru melihat mu diperpus pagi* seperti ini.” Ucapnya. Aku pun duduk disampingnya setelah memilih sebuah buku.

 

“ hmm, aku ingin menenangkan pikiran ku oppa, oppa aku ingin menceritakan sesuatu kepada oppa.” Ku usahakan diriku memberanikan diri untuk menggali sesuatu agar aku tidak bingung dengan semua prilaku yang ia berikan kepada ku.

 

“ hmm,,” jawabnya dengan singkat.

 

“oppa, aku ingin berhenti untuk menyukai seorang namja. Sebelum perasaan ini terlalu jauh jadi aku memutus kan untuk melupakan dia dan menyangkal perasaan ku ini.” Ucap ku penjang lebar sesudahnya aku hanya memejamkan mata ku untuk menunggu respon darinya.

 

“ jika kau mengingankan sesuatu kejar lah sampai kau mendapatkan nya. Pepatah mengatakan raihlah keinginan mu setinggi langit. Apa salahnya bukan ! untuk dirimu meraih yang kau ingin kan untuk apa disangkal jika hati kecil mu sebenarnya mengatakan suka.” Tutur katanya memberi kan sebuah solusi namun tetap saja aku belum mendapatkan jawban dari sikapnya, sebenarnya dia menyukai ku juga atau tidak .

 

“ tidak oppa, mungkin ini belum takdir untuk diri ku” Ucap ku

 

“ takdir itu kita yang menentukannya sendiri soo.” Ucapnya lagi

 

“ namun namja itu sungguh membuat ku bingung oppa dengan sikap baiknya.” Ucap ku sambil menidurkan wajah ku diatas meja dan menatap kedepan dengan kosong.

 

“ mungkin namja itu memang bersikap baik kepada semua orang.” Ucapnya lagi. Aku pun tersadar bahwa oppa donghae memang tidak menyukai ku aku hanya berlebihan saja.

 

“ baiklah oppa aku masuk kekelas dulu.” Pamit ku dengan wajah yang masih dengan penuh kebingungan kepadanya dan meninggalkan dirinya seorang diri.

 

–          Kelas

 

Aku menuju meja ku dan membuka sebuah buku dan membacanya karena hari ini aku tidak berselera untuk berbincang dengan siapa*. Jung ha na pun tiba dan duduk disebelah ku ia pun langsung mengeluarkan tatapan muka yang aku sangat mengetahuinya. Tatapan ini adalh tatapn penuh dengan tanda tanya.

 

“ hari ini aku sedang tidak bersemangat, jadi aku mohon jangan memasang wajah seperti itu. dan jauh kan wajah mu dari hadapan ku.” Ucap ku kepada ha na tanpa menoleh sedikit pun ke wajahnya. Ha na pun memundurkan wajahnya dan mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang jurnalistik hari ini.

 

Saat istirahat tiba aku pun menuju kekantin dengan ha na, namun ditangan perjalanan aku bertem dengan donghae oppa.

“ anyyeongg ..” sapanya kepada kami berdua.

“ anyeong oppa .” jawab kami bersamaan

“ kalian ingin kekantin ya ?” tanya oppa donghae

“ ne oppa.” Jawab ku singkat

“ baiklah makan lah makanan bergizi ne.” Ucapnya dengan senyuman dan berlalu pergi. Huh dasar namja ini selalu menebarkan pesonanya. Aku pun menuju kantin dan hanya makan makanan ringan karena tidak berselera untuk makan nasi.

 

“ huh sia sia kita kekantin kalau hanya Cuma makan snake saja dan air mineral.” Celoteh ha na sambil menenggak air miliknya.

 

“ jika kau ingin makan ya makan saja.” Ucap ku. Aku pun beranjak dari kursi ku dan meninggalkannya

“ aishh yeoja ini benar*.” Gerutu ha na dan berlari mengikuti. Kami pun berpisah di depan kelas ku karena ha na kali ini beda kelas dengan ku.

“ belajar lah kau dengan benar.” Ucap ku seraya memasuki kelas ku. Dia pun tidak menjawab perkataan ku dan langsung pergi entah kemana. Dosen produktif pun masuk dan aku sangat tidak bersemangat untuk belajar kali ini. Dosen menerangkan semua pelajaran panjang lebar namun tak ada satu pun yang masuk kedalam otakku karena pikiran ku saat ini sedanga tak karuan. Dan akhirnya jam pun selesai kelas pun berakhir dan ini adlah kelas terakhirku. Saatnya untuk pulang !!!

 

–          Pulang

 

Author Pov

 

Soo pulang lebih awal karena ia memutuskan untuk tidak latihan bernyanyi karena ia tidak sanggup melihat wajah donghae setelah apa yang di ucapkan donghae pagi tadi.

Saat soo hwa berjalan sepanjang koridor tiba* donghae menggil soo hwa.

“ soo.. kajima .” teriak donhae. Soo pun menoleh kearah yang memanggil dirinya saat soo mendapati donghae yang memanggil ia pun terkejut.

 

“ kau mau pulang ? ini kan hari terakhir mu latiihan soo.” Ucap donghae dengan nafas yang terpenggal*

 

“ nn.. nee oppa . a a aaku ada janji dengan eomma untuk pulang cepat.” Ucap soo memberikan alasan palsunya.

 

“ baik lah jika itu penting. Oppa pulang dulu.” Ucap donghae dan meninggalkan soo hwa. Soo hwa pun langsung beranjak pergi.

Sesampainya ia hanya menuju kamar dan Soo pun pergi untuk membersihkan dirinya dan ia memutuskan tidak untuk makan karena ini situasi yang tidak mengundang nafsu untuk beraktivitas. Soo hwa memilih untuk pergi tidur.

 

Pagi pun tiba tanpa suara alarm dan soo tersadar melihat jam disebelahnya yang membuat mata soo melebar dan membuat bola matanya hampir keluar dari persarangannya itu.

 

“ jam 07:00 ,, ohh noo aku telat . pelajaran pertama adalah seni lagi, dan sekarang untuk seni rupa.” Soo meraih selimut dan melemparkannya kesembarang tempat . ia langsung beranjak kekamar mandi setelahnya ia tidak sama sekali meminum susu buatan eommanya dan ia pun langsung pergi kesekolah.

 

Sesampainya di sekolah soo hwa terus berlari tak perduli lelah yang ia rasa kan karena ia nanti harus berhadpan dengan  dosen itu. akhirnya soo hwa pun tiba namun nasib sedang tidak memihak kepadanya. Dosen killer itu sudah berada didalam kelas.

 

Tok tok

 

“ miannada songsaenim aku telat.” Ucap soo sambi terus menundukkan badannya. Soo sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan dosen ini.

 

“ saya sangat tidak suka dengan orang yang tidak on time, kau sudah lah tidak usah mengikuti pelajaran ku selama 1 semester.” Ucapan dosen itu membuat soo berdiri tegap dengan membuka mata dan memasang kedua telinganya benar* bahwa yang dikatakan dosen itu tidak salah. Namun kali ini ia benar ia tidak tuli bahwa dossen itu benar, dengan ucapan nya barusan.

 

“ keunde songsaenim.” Elak soo hwa ingin membela diri.

 

“ cukup, pukul 10:00 temui saya diruanganku.” Ucap dosen itu dan melanjutkan aktivitasnya.

 

Sambil menunggu soo hwa duduk dihalaman belakang sekolah. Tak sadar soo pun trtidur pulas seorang namja pun datang dan menghampiri soo hwa namja itu tak lain adlah donghae.

 

“ maaf kan aku yang sudah membuat diri mu bingung, sungguh bukan maksud ku untuk memberikan sebuah harapan kepada mu soo. Lupakan semua pikran mu tentang ku jika itu  yang membuat tersiksanya pikiran mu tentang sikap ku, aku juga bingung dengan semua sikap ku yang ku berikan kepada mu kenapa aku bisa terlalu peduli kepada mu.” Ucap donghae sambil menatap wajah polos soo yang sedang tertidur pulas. Donghae sudah bisa menebak hati soo hwa semenjak perkataan soo hwa diperpustakaan. Dan ia meninggal kan soo hwa.

 

“ hoaammm,,, aku pasti tertidur disini.“ soo hwa merentangkan tangan nya untuk melonggarkan semua otot* nya. Saat soo hwa lirik jam menunjukan pukul 10:00 dan seharusnya ia menemui songsaenim kangin. soo pun segera berlari menuju ruangannya.

 

Tok tok . soo hwa mengetuk pintu dan memasuki ruangan yang menentukan nasib untuk dirinya.

 

“ songsaenim aku datang.” Sapa soo kepada songsaenim ini yang sedang sibuk berkutik dengan sebuah kertas kanvas dan menggambar sebuah sketsa tanpa sengaja soo melihatnya dan ia tersadar kedatangan soo hwa songsaenim pun menghentikan aktivitasnya dan segera menutup kanvas itu dengan sebuah kain putih polos.

 

“ apa alasan mu datang telat hari ini ?” songsaenim tanpa berbasa basi dan langsung mengintrogasi dengan pertanyaan yang dia lontarkan untuk soo hwa.

 

“ maaf songsaenim baru kali ini saya bangun kesiangan, sungguh !! .” soo hwa pun memberikan alasan dan sedikit menekan kata* sungguh. “Saya tidak ingin songsaenim menghukum saya semena mena dengan tidak memperbolehkan saya mengikuti palajaran songsaenim selama 1 semsester nanti bagaiman a dengan nilai saya. ” Bela soo hwa dengan panjang lebar.

 

“ baik, jika kau menyesal aku memberikan kau hukuman. Kau harus menjadi asisten ku, dan mulai besok sudah berjalan untuk tugas mu yang pertama kau harus jemput anak saya di bandara seoul jam 2 siang nanti akan aku kirim kan foto anak ku.” Ucap nya yang membuat soo hwa tercengan mendengar perkataannya.

 

“ mwo !! asistent !! ini bukan sebuah hukuman. Hahaha “ ucap soo hwa dalam hati tanpa menjawab perkataan songsaenim sedikit pun karna ia tak habis fikir. kekeke

 

“ jika kau sudah mencerna nya kau boleh leluar dari ruangan saya, saya sedang sibuk.” Ia langsung mempersilakan soo untuk pergi tanpa berbasa basi lagi. Soo  pun meninggal kan ruangan songsaenin kangin dan tak lupa untuk mengucapkan kata* termma kasih

 

Songsaenim Kangin Pov

 

Setelah soo hwa pergi aku pun segera menelphone anak ku yang berada di italy.

 

“ miss u too, kau baik* saja disana ? oia appa sudah mengurus semua tentang sekolah mu. Dan surat surat perpindahan mu sudah selesai appa urus. Kau bersekolah diuniversity kyuhae tempat appa mengajar.” tanya ku kepada anak ku yang disebrang sana

 

“ ne.. nee.. besok kau akan dijemput oleh seorang yeoja dibandara jadi kau smabut dia dengan baik, ne ?” ucap ku kepadanya .

 

“ kau tidak boleh membantah perkataan appa. Araci !!” bentak ku kepdanya dan mengakhiri percakapan kami

 

 

TBC

3 thoughts on “He is not My Star (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s