Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 10

 

JMH10

Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 10

 

Author                       : Whindalee

Cast                            : Member Super Junior

Genre                        : Family, Friendship, Tragedy, Sad & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumnya..

 

Sedangkan ada satu sosok  yang memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan.Satu butiran beningpunmengalir darisudut matanya tanpa asa dari. Penyesalan dan kesedihan begitu terasa hingga membuat hatinya sakit bagai tersayat sebilah pisau.

“Kangin hyung, tadi siang kau menemukan dokumen itu dirumah kan? Mianhae, aku tidak bias mengantarkan keperusahaan karena aku ada jam kuliah!”Ujar Siwon membuat Kangin terkejut dan buru-buru ia pun menyeka air matanya.

“Kaumenangis, hyung?Wae?”Tanya Siwongelisah.

“Aku tidak menangis, ini hanya kelilipan…” SahutKanginsambil berlalu dan meninggalkan Siwon menuju keramaian diruang tengah.

Sebenarnya Siwon merasa sedikit aneh dengan sikap hyungnya yang satuitu. SebabKangin jadi tidak banyak bicara seperti biasanya.

 

Selanjutnya…

 

Dua hari kemudian

 

Ruangan kelas tampak sepi dan sunyi diwaktu jam istirahat. Suara ricuh parah ak saengpun terdengar jelasdariluar kelas dan hanya ada satu hak saeng disudut ruangt ersebut.Menenggelamkan kepalanya dikeduatangan yang terlipat diatas meja.

Diahampirterlihattakbergeraksedikitpun, jika bukan karna nafasnya yang mulai tak beraturan itu.Mungkin saja hak saeng  yang lain menganggapnya sudah mati. Hak saeng bernama Park Kyuhyun tersebut, merasa begitu lemah sampai di waktu istirahatpun ia tidak memiliki tenaga yang cukup untuk berdiri dan keluarkelas.

Untuk mencapai pintu kelas itu saja, Kyuhyun sudah beranggapan takakan sanggup. Entah bagaimana iaa kan pulang nanti….

“Kau sudah menyiapkan buku tugas yang akan dikumpulkan setelah jam istirahatkan?”,tiba-tiba terdengar suara hak saeng namja yang memasuki ruang kelas.

“Ne, isseoyo..Tapiakumasihragudenganhasilkerjaku.”Sahuttemannya yang tinggiberkacamata.

KedatanganduahaksaengitusamasekalitidakmerubahposisiKyuhyunsejakawal.

“Ya!Jangan main-main dengantugas kali ini, karnasebagianbesarpenentuankenaikankelasdiambildaritugasinijuga…”

Kyuhyunmulaimengangkatkepalanya, wajahnyabegitupucatditambahkeringatdingin yang sudahmengalirdaritadi.Nafasnya pun terlihatputus-putusseakanhabisberlarijarakjauh.

“Eoh, Kyuhyun-ssi?Apakausakit?”Tanya haksaengberkacamatabernama Jong Hyun itudengancemas.

“…………”, Kyuhyun hanya menggeleng dengan kepala yang terus ia sandarkan di dinding.

“Ne, wajah mu itu pucat!Sebaiknya kau beristirahat diruang kesehatan!”,GyunSoo menyambung pembicaraan.

“Aku baik-baik saja…” Jawab Kyuhyun pelan menyamai bisikan.

“Wajahnya pucat seperti itu masih ia katakana baik-baik Saja…” Bisik GyunSoo sambil menyenggol bahu Jong Hyun.Jong Hyun pun mengangguk antusias.

“Oh ne, Kyuhyun-ssi!Kau juga membawa buku tugas aritmatika nya bukan?”

Kyuhyun tersenyum diiringi anggukan yang lemah dengan tangan kanannya yang mulai menjelajahi isi tas untuk memamerkan buku tugas miliknya. Wajah Kyuhyun berubah seketika saat ia tidak menemukan benda yang dicarinya didalam tas.Hingga ia pun mengeluarkan seluruh isi tas dan membiarkan semua benda miliknya jatuh berserakan.

“Waegeuddae?” Tanya GyunSoo.

“Aku tidak menemukan bukuku.Aish, oddieyo?”

Rasa sakit yang dialami Kyuhyun pun terganti dengan kepanikan.Ia terus mencari buku tersebut walaupun sudah tahu buku miliknya tak ada disana.

“Mungkin kau lupa meletakkannya, Kyuhyun-ssi!”

“Molla… Tapiku rasa buku itu sudah kubawa!”

“Kenapa bias seceroboh ini, Kyuhyun-ah?Aish, dimana kau simpan buku itu? Bukankah tadi sudah kau masukkan kedalam tas? Ya, ottokheyo”, Kyuhyun bertanya-tanya dalam hati, sebab nasib buruk selalu saja berdatangan silih berganti.

“Jam istirahat juga sudah tak lama lagi..Aaahhh, kemana aku harus mencarinya?Apa mungkin tertinggal di rumah? Aigo, disaat seperti inia ku jadi menginginkan tubuhku kembali sehat.Agar ku bias berlari secepat mungkin untuk mencari buku itu.”Batin Kyuhyun benar-benar tertekan.

 

KKKKRRRRIIIIIIINNNNNGGGGGGG…..!!

Bel pun berbunyi, hak saeng yang sedari tadi berada diluarkelas pun kini memadati ruang kelas satu persatu. Dan disudut kelas, Kyuhyun masih terus mencari buku miliknya.

“Tolong kumpulkan buku aritmatika kalian!Saya sudah memberikanw aktu selama 1 bulan untuk menyelesaikan semua tugas.Jadi, tidak akan ada toleransi lagi untuk kalian.”,Shindong berujar dengan tegas saat baru memasuki ruang kelas, hingga membuat Kyuhyun semakin panic dan terus mencari buku itu berulang kali di dalam  tas.

Hak saeng  yang lainmulai meletakan buku mereka dimeja masing-masing. Kemudian satu persatu buku itu pun diambil oleh Shindong.Rasa kalut, gelisah, takut, dan cemas benar-benar mengangguK yuhyun yang belum juga menemukan benda yang dicarinya. Ketika Shindong sudah didepan meja Kyuhyun, ia terdiams ebab tak ada lagi yang bias ia lakukan selain menyesal.

“Manabukumu, Kyuhyun-ssi?”Tanya Shindong sambil mengulurkan tangan untukmenerima buku dari Kyuhyun.

“Hem…. Mian, songsaenim…” UjarKyuhyunterbata-bata.

“Wae?”,Shindongmengerutkankeningnyakarnamerasaherandengansikaphaksaengkesayangannyatersebut.

Selama ini Kyuhyun dikenals ebagai hak saeng teladan dan cerdas disekolahnya.Setiap tugas yang diberikan pasti akan dikerjakannya dengansangat baik serta tepat waktu. Hampir seluruh hak saeng yeoja pun mengagumi kecerdasan dan keramahan Kyuhyun saat disekolah.

“Kyuhyun-ssi?”

Semua pasang mata kini menatap Kyuhyun dengan aneh, sebab baru kali ini mereka mendengar hal yang tidak beres pada Kyuhyun.

“Mian, songsaenim…. Naege…”

 

TOK…. TOK…. TOK….

 

Suara ketukan pintu terdengar dan membuat puluhan pasang mata teralih kearah luar kelas.

“Silyehamnida, songsaenim!Boleh ku masuk sebentar?Ada sesuatu yang harus ku berikan pada Kyuhyun-ssi.”, Henry berujar penuh semangat dengan senyum ceria yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“Oh, arraseo…”

“Gamsahamnida!”Ujar Henry membungkuk kemudian berjalan menghampiri Kyuhyun dan Shindong.

Dari kejauhan saat melihat Henry, wajah Kyuhyun berubah menjadi berseri-seri. Ia merasa begitu lega seakan bebas dari segala beban.

“Bagaimana bias buku itu ditanganmu?”Tanya Kyuhyun heran saat melihat Kibum hendak menyodorkan buku tugas yang berwarna abu-abuitu.

“Tadi sebelum jam masuk istirahat berbunyi, adas eseorang  yang menitipkan ini padaku. Dia bilang buku ini pasti sangat penting untukmu, jadi aku harus segera menyerahkannya.”

“Eoh, gomaptamochi… Diapastihyungkubukan?”

“Molla… Aku tidak mengenalnya! KalauTeuki hyung, Sungminhyung, danKibumhyung aku tahu.Tapi tadi… Aku belum pernah melihatnya.”Sahut Kibum sambil mengangkat kedua bahunya.

“Ah, mungkin Donghae hyung atau Wookie hyung!”Tebak Kyuhyun asal didalamhati.

“Saya rasa cukup berdiskusinya!Serahkan buku itu dan kembalilah kekelasmu.”Sindir Shindong halus.

“Ye, songsaenim!”

Henry pun menyerahkan buku Kyuhyun pada Shindong dan berjalan menjauhi mereka.Saat baru setengah berjalan Henry berteriak sejadinya,

“AKU AKAN MENUNGGUMU DIGERBANG SEKOLAH SAAT PULANG NANTI! Mari kita pulang bersama, Kyuhyun-ssi.Arra? Bye….”

“YA!!! Keluarlah!! Palliwa….” Bentak Shindong hingga membuat Henry berlari terbirit-birit.

“Dasar anak muda yang berlebihan semangat…” Celetuk Shindong dan berhasil membuat seluruh isi kelas tertawa.

“Нa.. Нa… Нa… Нa…”

Sedangkan Kyuhyun kembali terdiam dengan sedikit senyum kecil yang tersisa diwajahnya.

 

Eunhyuk Pov

 

Kakiku terus melangkah, entah kemana aku akan pergi. Sepanjang jalan Incheon pun aku selalu melamun memikirkan keadaan seseorang. Apa ia baik-baik saja? Apa ia sudah makan siang? Sakitnya tidak kambuhkan? Apa yang sedang ia lakukan sekarang?

Pikiran itu terus menggangguku sampai saat ini. Berkali-kali aku menghela nafas dan mencoba untuk tenang, tapi rasanya percuma…

BRUGKK!!

“HYA! Tidak bisakah kau lebih hati-hati? Sebaiknya jangan melamun di jalan..” Bentak seorang namja dengan ketus yang baru saja tertabrak olehku karna terus melamun.

“Mianhamnida! Mianhamnida!” Ucapku seraya membungkuk. Kemudian namja itu berlalu begitu saja tanpa melirik sedikitpun kearahku. Putus asa dan depresi menambah beban pikiran saat ini.

“ARGGHH! KALAU TERUS BEGINI, AKU BISA GILA..!!” Ucapku kesal sambil mengacak-acak rambut, lalu masuk kedalam mobil yang diparkir tak jauh dari tempatku berdiri.

 

Flashback

 

“Dimana Kyuhyun?” Tanya Teuki hyung pada Sungmin hyung saat hampir dari kami semua bersantai diruang tengah, setelah kami selesai makan malam bersama.

“Dia dikamar, hyung.. Sepertinya sedang mengerjakan tugas yang penting.” Ujar Kibum yang malah menyahut. Sungminpun menganggukan kepala menyetujui perkataan Kibum.

“Oh, arraseo…”

Akupun berlalu menuju lantai dua karna tak ingin ikut berunding dengan mereka.

 

Beberapa jam setelah itu.

 

KRUUK… KRUUUK… Bunyi perutku semakin nyaring saja dimalam hari. Aku terus membolak-balikkan badanku untuk mencari posisi yang paling nyaman agar rasa laparku ini bisa sedikit berkurang.

KRUUK… KRUKK…  Suara perutku ini benar-benar terdengar jelas olehku. Perasaan kesal dan malaspun kini menderaku.

“Hyukjae… Ah… Apa yang sedang kau lakukan?” Igau Donghae yang mungkin terganggu dengan suara yang kutimbulkan, entah suara perutku atau kasurku yang berdenyit.

“Ani…”

KRRUUKK….

Untuk kesekian kalinya perutku berbunyi dan memutuskanku untuk mengambil beberapa makanan di lemari es.

“Bukankah tadi malam kau sudah kuisi?” Ocehku sambil mengelus perut dan keluar dari kamar.

Saat hendak menuruni anak tangga, langkah kakiku sempat terhenti karena kulihat lampu dikamar Kyuhyun masih menyala dengan pintu yang tidak ia tutup dengan rapat.

“Hampir jam 1… Kenapa lampu kamarnya masih menyala?” Gumamku dalam hati.

Kemudian aku mengendap-endap untuk menghampiri kamar Kyuhyun sekaligus ingin tahu apa yang dilakukannya selarut ini.

Setelah tiba didepan kamarnya, kulihat Kyuhyun masih sibuk membolak-balikkan buku sekolahnya dari sela pintu yang terbuka. Wajahnya sungguh serius… Sehelai demi sehelai lembar buku ia buka, kemudian menulis dan hal itu dilakukannya berulang kali.

“PABO! Apa tugas itu sangat penting hingga kau terus mengerjakannya selarut ini? Kau memang punya IQ yang tinggi, tapi jangan siksa dirimu seperti itu…” Keluhku dalam hati.

Tak lama kulihat Kyuhyun terburu-buru beranjak dari tempat duduknya hingga membuatku mundur beberapa langkah karna ku takut ia mengetahui keberadaanku.

“Eoh…”, aku terperanjat khawatir saat ia mengambil berhelai-helai tissue untuk menyumbat hidungnya yang mimisan. Darah yang keluarpun terasa begitu banyak dan tak wajar.

Dari sini, aku hanya mampu melihatnya. Tak ada satupun yang bisa kulakukan untuk menolong Kyuhyun dan aku merasa sifat egois yang ada dalam diriku benar-benar meracuniku.

Tik…

Air mataku terjatuh mengenai tanganku dan membiarkan air mata yang lainnya ikut menetes juga.

“Mian, Kyu..”

Betapa inginnya aku membantumu agar beban yang kau rasakan sekarang bisa terbagi dan berkurang.

Aku hanya mampu membiarkannya menyimpan rasa sakit seorang diri dan berpura-pura tak ada hal buruk sedikitpun dalam hidupnya.

Setelah kuperhatikan ia tak lagi menyeka darah dari hidung. Ia kembali mengerjakan tugas sekolah itu. Ketika melihatnya melakukan hal bodoh seperti itu lagi, aku sangat ingin merampas buku miliknya dan menarik ia untuk merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur.

“Neomu… Neomu… Paboya!”

Kepalaku tertunduk dan membiarkan air mataku terus menetes. Lagi…. Dan lagi….

 

***

 

“Yeoboseyo… Ye, aku akan kesana nanti! Tunggulah aku! Mwo?! Aishh.. Untuk apa aku ke universitas pagi-pagi? Hari ini aku masuk siang, Hyun-ah! Aigo.. Dasar cerewet! Chankhammaneyo! Annyeong…”, ku akhiri pembicaraan dengan teman kuliahku.

“YYAAAAA!” Teriakku melepas kesal karena tak ada satupun orang dirumah ini. Barusan teman kuliahku menghubungiku untuk segera ke universitas sebab ada hal yang genting. Mau tidak mau, aku jadi menurutinya dan segera siap untuk berangkat.

“Kalau ada teman yang lebih baik, akan kutinggalkan dia! Issh..”

Kakiku bergerak meninggalkan rumah, berjalan menuju halaman rumah dimana mobilku sudah terparkir sebelumnya. Namun, saat asik berjalan mataku terfokus pada satu benda yang tergeletak dilantai halaman. Kuraih benda itu sambil memandanginya karna sepertinya aku pernah melihat benda ini.

“Eoh, ne! Bukankah ini buku Kyuhyun? Buku ini pasti sangat penting! Ceroboh sekali sampai terjatuh disini..”

Terpaksa ku urungkan niatku untuk ke universitas karna ada satu tempat lainnya yang lebih penting saat ini.

 

Sekolah Parang

 

Setelah tiba disekolah Kyuhyun, justru aku kebingungan, pada siapa aku harus menitipkan buku ini? Tidak mungkin juga kalau aku yang harus menyerahkan buku ini langsung pada Kyuhyun.

Haksaeng disekolah ini memang banyak tapi tak ada satupun dari mereka yang kukenal. Haksaeng yeoja dan namja pun tampak hilir mudik disekitarku karena kedatanganku ini mungkin bertepatan saat jam istirahat sekolah.

“Aigo, apa aku terlambat menyerahkan buku ini?” Ucapku sambil celingak-celinguk.

“YA! YA! NEO….!” Teriakku saat melihat namja yang pernah kulihat. Namja itu pun menengok kearahku sambil menunjuk hidungnya.

“Kau memanggilku?”

“Ne, siapa namamu?”

“Henry imnida, hajiman.. Apa aku mengenalmu?”

“Kau memang tidak mengenalku. Tapi aku sering melihatmu datang ke rumah kami. Meskipun tidak masuk ke dalam rumah, secara tidak langsung aku selalu memperhatikanmu!”

“Mwo?”

“Kau teman Kyuhyun bukan? Tolong serahkan ini langsung padanya. Sepertinya buku ini sangat penting!”

“Eoh, arraseo. Tapi anda siapa?”

“Aku hyungnimnya Kyuhyun. Owh, Henry-ssi, boleh kuminta tolong satu hal lagi..?”

“Ne..”

“Bisakah kau pulang bersama Kyuhyun mulai hari ini? Kurasa kondisi tubuhnya sedang tidak baik. Aku khawatir terjadi hal buruk padanya. Ottokhe?”

“Geurrae, hyung.”

“Oke, gamsahamnida..”

Tak banyak bicara lagi, aku pun segera berlalu meninggalkan teman Kyuhyun tersebut dikerumunan haksaeng lainnya.

“Hyung, hajiman… Siapa namamu?!”, terdengar teriakan Henry dari kejauhan, tapi aku tidak mengubrisnya dan terus melangkahkan kakiku menjauhi area sekolah ini.

 

Flashback End

 

Cara seperti ini adalah cara yang terbaik yang bisa kulakukan untuk Kyuhyun. Aku memang belum bisa bersikap seperti Donghae dan Ryewook yang sudah berterus terang mengakui semua kesalahan dan penyesalan mereka selama ini. Padahal hatiku begitu ingin mengakui semuanya. Tapi aku masih takut dengan hyungku yang lainnya.

 

***

 

Donghae Pov

 

“Sepertinya kita harus memberitahu penyakit Kyuhyun yang sebenarnya pada Teuki hyung, Wookie-ah.”

“Andwe..!” sahutnya langsung yang sebelumnya sedang serius membaca majalah.

“Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Jika kita bicarakan hal ini pada Teuki hyung mungkin ia akan membantu kita membujuk Kyuhyun untuk menjalani operasi. Kuarasa Kyuhyun mau mendengar ucapan Teuki hyung…”

“Tapi kalau Kyuhyun tetap bersikeras tidak mau operasi dan justru malah kabur dari rumah, ottokhe hyung? Jangan biarkan hal seperti itu sampai terjadi, hyung!”, ucapan Ryewook memang benar adanya. Namun, tak ada cara lain yang bisa kulakukan demi menyelamatkan nyawa Kyuhyun.

“Jebal, hyung…! jangan lakukan itu.. Pasti ada cara lain yang bisa kita lakukan, hyung. Percayalah…” ujar Ryewook memohon.

“Ani!! Aku akan tetap memberitahu hal ini pada Teuki hyung malam ini.” Sahutku dengan tekad yang sudah tak bisa lagi diubah.

“Tidak perlu menunggu malam ini. Apa yang ingin kalian bicarakan?”

Tiba-tiba saja Teuki hyung muncul ditengah-tengah kami dengan wajahnya yang sangat serius diikuti oleh Kibum dan Sungmin hyung yang ternyata ada dibelakangnya.

 

 

 

 

Tbc

9 thoughts on “Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 10

  1. aaagghh……..
    KYU nya di ancam lagi aajaaa……..

    kalo Hyungdeul mau maafin and nerima KYU
    KYU harus janji
    mau operasi…………..

    kan eonni juga gak dibuat sedih lagiii……
    ciiyuuusss aja saeng !!!!!!!!!!
    jangan buat KYU mati…..
    nanti mata eonni jadi bengkak
    nangis semaleman bareng Yesung di kamar………………..uhuhuhuhuhuhuhu..!

  2. wah..
    lama-kelamaan para hyung nya mulai sayang dan memperhatikan kyuhyun, tpi sayang di saat sakitnya makin parah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s