[1st Chapter] Destiny

 

Destiny1

Destiny

 

Author: Choi Eun Hee (@Yeppeo9)

Title: Destiny

Genre: Romance

Casts:

  • Ulzzang Jung Roo as Kwon Eun Hye
  • T.O.P Big Bang as Choi Seung Hyun
  • G-Dragon as Kwon Ji Yong
  • Kim Yoo Jung as Kwon Eun Hye (Child)
  • Yeo Jin Goo as Kwon Ji Yong (Child)
  • Park Gun Tae as Choi Seung Hyun (Child)
  • Other Casts

FB: https://facebook.com/fionacaem

 

 

***

Chapter 1.

~Perpisahan ~

 

Nagasaki, Japan, 1995

 

Seorang anak perempuan berparas cantik ini sedang bermain main di taman didekat rumahnya. Ia sedang berlari kesana kemari berkejaran bersama sang kakak. Tanpa menyadari jika bahaya mengancam.

“Kakak! Ayo kejar aku!!” ucapnya dengan menggunakan bahasa Korea. Kedua anak ini merupakan anak dari seorang pengusaha yang sedang tinggal di Jepang. Sang kakak pun mengejar adiknya. Diiringi dengan berbagai canda dan tawa yang mereka ciptakan. Tiba tiba saat sedang bermain, beberapa orang bertubuh kekar berbaju hitam hitam datang menghampiri mereka. Percandaan inipun berakhir.

“Hey anak kecil. Dimana ayahmu?” Tanya salah satu diantaranya dengan menggunakan bahasa Jepang. Anak lelaki ini mengerti dan kemudian menjawab.

“Maaf anda siapa?”

“Tidak perlu tahu siapa aku! Dimana ayahmu sekarang!!” tanyanya sedikit meninggi.

“Yak! Tuan ini sudah bertanya, aku menjawab dengan baik baik dan kemudian kau bersikap kasar!” ucapnya lagi dengan nada ikut meninggi. Laki laki yang berbadan besar itu segera menarik kerah sang anak hingga anak tersebut terangkat.

“Kakak!”

“Beraninya kau anak kecil!! Beritahu dimana ayahmu sekarang!” bentaknya.

“TIDAK!” ucap anak kecil itu. Dengan geram, pria bertubuh kekar itupun melempar sang anak hingga terjatuh terjerembab ketanah.

“Kakak!!” perempuan mungil inipun berlari kearah sang kakak yang kesakitan. Tidak terima dengan perlakuan pria itu kepada kakaknya, perempuan mungil ini lantas melemparkan bebatuan besar kearah kepala mereka semua.

Bugh!!

Bugh!!

Bugh!!

Para pria inipun kesakitan. Dan darah segarpun mengucur dari kepala mereka. Ternyata perempuan mungil ini memiliki tenaga yang cukup besar untuk melemparkan batu kearah mereka. Perempuan mungil ini membantu kakaknya berdiri. Dan kemudian memutuskan untuk berlari. Dirumah, hanya ada mereka berdua. Mereka tidak mengetahui kemana perginya si Ayah.

“Hey! Jangan lari kau!!” ucap salah satu pria itu. Merekapun akhirnya mengejar si gadis mungil bersama kakaknya.

“Ayo kak! Lari!” mereka berlari dengan sekuat tenaga mengitari sebuah pasar di Nagasaki. Beberapa saat kemudian, sang kakak sudah tidak kuat untuk berlari karena kakinya yang sakit akibat lemparan pria kekar tadi.

“Kak, ayo lari lagi! Kita bisa mati jika mereka mendapatkan kita!” ucap gadis mungil itu.

“Larilah! Aku sudah tidak kuat lagi!” ucap sang kakak pasrah. Gadis mungil ini kebingungan. Ia tidak mungkin membiarkan kakaknya habis dipukuli oleh preman preman itu. Hingga akhirnya mata gadis mungil ini menangkap bayangan pos polisi. Dibopongnya sang kakak menuju pos polisi tersebut. Kebetulan disana sedang ada 2 orang polisi lalu lintas yang sedang duduk disana.

“Pak polisi!! Pak Polisi!! Tolong kami!” ucap gadis mungil ini dengan bahasa Korea. Seorang polisi dipos itu tidak mengerti apa yang gadis itu ucapkan. Namun, seorang polisi lagi mengetahui apa yang gadis itu katakan. Karena sepertinya polisi itu merupakan orang korea yang tinggal di Jepang sepertinya. Polisi itu mendekatkan .dirinya kearah gadis mungil itu dan kakaknya

“Mworago?” tanyanya lembut.

“Kami–––kam–––kami dikejar preman! Dan mereka ingin membunuh kami pak!” ucap gadis mungil itu lantang. Mendengar hal itu, sang polisi langsung menyuruh kedua anak itu untuk masuk kedalam pos mereka. Dan memberitahukan apa yang dikatakan gadis mungil itu kepada temannya. Keduanya kini bersiap dengan pistol di tangan.

“Itu premannya!!” mendengar perkataan gadis mungil itu, salah seorang polisi menembakkan pistolnya.

 

DOR!

 

 

Preman preman itu menyadari jika ada 2 orang polisi yang sedang berjaga di pos mereka. Mendengar dentuman pistol itu mereka segera berbalik arah dan berlari menjauh dari pos itu. Jika sampai preman itu tertangkap polisi, maka habislah mereka dihujami ratusan kali pukulan stick golf oleh Bos mereka. Merasa keadaan telah aman, polisi yang berbicara dengan gadis mungil itu menghampiri mereka di Pos.

“Sudah, tidak apa–apa. Kau tidak perlu khawatir” ucap polisi yang berperawakan 35 tahun itu. Namun wajahnya masih terlihat sangat tampan. Ia mengenakan sebuah kalung bertuliskan ‘Choi’ di bandulnya.

“Paman, kakakku terluka” ucap gadis mungil itu dengan lugunya. Polisi itupun bergegas mengambil kotak P3K dan kemudian mengobati kaki sang kakak yang terkilir. Selesai ia mengobati kakak gadis mungil itu, ia mentraktir Gadis mungil dan kakaknya itu untuk minum soda di pinggir jalan.

“Kalian orang Korea?” Tanya pak polisi itu.

“Kami orang Korea paman. Tetapi, ayah bekerja di Nagasaki” jawab Gadis mungil itu. Sedari tadi sang kakak hanya diam.

“Namamu siapa?”

“Namaku Kwon Eun Hye paman. Terima kasih sudah menolong kami tadi. Nama paman Siapa?” Tanya Gadis mungil yang bernama Eun Hye itu.

“Namaku Choi Bang Geum. Orang orang di Nagasaki ini biasa memanggilku Bang Geum. Eun Hye, kakakmu kenapa?” Tanya Bang Geum yang menyadari Ekspresi sedih kakak Eun Hye. Eun Hye hanya bisa menggeleng.

“Oppa, Mworago?”

“Bagaimana kita akan pulang Eun Hye? Ibu dan ayah pasti akan mencari kita.” Lirih sang kakak. Dan tiba tiba sang kakak menangis.

“Jangan menangis. Aku akan mengantar kalian pulang. Dimana rumah kalian?” Tanya Bang Geum dengan lembut. Lalu Eun Hye memberi petunjuk akan rumah mereka. Dengan sepeda motor Bang Geum mengantarkan Eun Hye dan kakaknya pulang. Sesampainya dirumah, benar saja, Ibu dan Ayah Eun Hye sedang mencari cari mereka.

“Permisi, saya polisi Lalu lintas.” Ucap Bang Geum dengan sopan. Beberapa saat kemudian, muncul lah ibu Eun Hye. Ibu Eun Hye terkejut melihat Eun Hye beserta kakaknya datang bersama Polisi Lalu Lintas. Melihat anaknya kembali dengan keadaan selamat, Ibu Eun Hye lantas memeluk kedua anaknya itu.

“Omoo!!! Eun Hye! Yong!!! Kemana saja kalian! Ibu sangat mengkhawatirkan kalian berdua!” ucap ibu Eun Hye disela sela pelukannya.

“Kami di kejar Preman bu” ucap Eun Hye. Ibu Eun Hye terkejut mendengarnya. Ia kemudian menghentikan pelukannya lalu berterima kasih kepada Polisi tersebut.

“Terima Kasih telah menolong anak saya, Sajangnim. Saya tidak tahu jika akan seperti ini jadinya”

“Ah, tidak perlu nyonya. Justru Eun Hye ini yang berjasa. Ia melaporkan kepada saya jika mereka sedang dikejar oleh preman. Lain kali, tolong jangan tinggalkan anak anda sendirian dirumah. Dan, Jagoan nyonya ini kakinya terkilir. Mohon segera di tindak lanjuti. Kalau begitu saya permisi Nyonya.” Ucap Polisi tersebut

“Ah, Chakkamanyo!! Aku punya sesuatu untukmu!” Cegat ibu Eun Hye. Ibu Eun Hye segera mengambil sesuatu didalam mobilnya. Ia mengambil uang sebesar 10 ribu dolar kepada Polisi tersebut.

“Ambil lah” ucap ibu Eun Hye.

“Ini banyak sekali Nyonya, anda tidak perlu memberikan uang ini kepada saya.” Ucap Polisi tersebut. Namun ibu Eun Hye tetap memaksanya untuk menerima uang itu.

“Ambil lah. Belikan baju baru untuk anakmu. Anak lebih berharga daripada Uang. Terima kasih telah melindungi anakku.” Ucap Ibu Eun Hye. Jika dirupiahkan, uang 10 ribu dolar itu sama dengan Rp, 10.200.000

“Tidak nyonya, terima kasih. Lebih baik gunakan saja uang ini untuk kegiatan amal. Lagipula itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang polisi”

“Ayolah! Terima saja uang ini. Jangan membuatku kecewa. Bahagiakan anakmu dengan uang ini.”

“Nyonya bersungguh sungguh?” Tanya polisi itu. Dan ibu Eun Hye hanya menganggukkan kepalanya. Merasa sangat bahagia, Polisi itu memberikan hormat berkali kali kepada ibu Eun Hye.

“Terima Kasih banyak nyonya! Terima kasih!! Terima Kasih!! Sebagai gantinya, terimalah ini” ucap Polisi itu seraya melepaskan kalungnya. Dan memberikan kalung itu kepada Eun Hye.

“Aku tidak akan melupakan uang pemberian nyonya ini.” Ucap Bang Geum. Dan kemudian ia berlalu pergi dengan sepeda motornya. Seperginya Bang Geum, ibu Eun Hye memeluk kedua anaknya ini dengan penuh kasih sayang.

 

***

 

Bang Geum pergi dengan perasaan bahagia. Dengan uang ini, ia dapat membawa anaknya Hee Yoon kerumah sakit. Hee Yoon merupakan anak pertama Bang Geum yang sedang sakit keras. Sebelum pulang kerumah, Bang Geum berbelanja di Super Market. Dan kemudian ia pulang dengan perasaan bahagia. ‘Hee Yoon, sebentar lagi kau akan sembuh nak’. Batinnya.

“Ayah pulang!” ucap Bang Geum dengan riang. Namun keadaan sunyi. Tidak biasanya keadaan sunyi seperti ini. Bang Geum meletakkan belanjaannya di Kursi. Ia berjalan menuju kamarnya dan ia tak menemukan siapapun disana.

“HEE YOON!!!!” teriakan istrinya itu mengagetkan Bang Geum. Dengan cepat ia berlari menuju kamar Hee Yoon dan menemukan istri serta anak keduanya sedang menangis. Kaki Bang Geum serasa lemah. Ia tak mampu berjalan kala melihat putrinya sudah terbujur kaku di tempat tidur.

“Hee Yoon!! Hee Yoon!! Hee Yoon!! Bangun nak––banguuun!!! Hee Yoon!!!” racau sang istri seraya memeluk putri kesayangannya itu.

“Kaka~k––hiks––hiks––kaakaak!! Jangan tinggalkan aku ka~k!” ucap sang adik disertai deraian air mata. Bang Geum berjalan mendekati putrinya. Sekujur tubuh putrinya itu sudah dingin sedingin es. Urat nadi putrinya sudah tidak lagi berdetak. Air mata Bang Geum mengalir. Ia sudah terlambat. Ia sudah terlambat!

“Hee Yoon-ah.. Bangun nak.. Ayah.. Ayah mendapatkan uang agar kau bisa berobat.. Hee Yoon, kenapa kau tidak bangun nak? Hee Yoon!! Hee Yoon bangun!! Jawab ayahmu nak!! Hee Yoon!!!”

 

***

 

“Sayang, kita harus segera pindah dari sini” usul ibu Eun Hye.

“Kenapa?”

“Kenapa? Gara gara investasi mu yang gagal itu, kau terlilit banyak hutang dan tadi, kedua anak kita nyaris menjadi korban!” sontak pernyataan ibu Eun Hye membuat suaminya itu menatapnya.

“Anak kita?”

“Iya, Eun Hye dan Yong. Mereka di kejar oleh preman preman yang pastinya suruhan kolegamu itu. Kemudian Polisi Lalu Lintaslah yang mengantar mereka pulang” ucap ibu Eun Hye.

“Kita tidak bisa melarikan diri ke Korea. Aku tidak punya uang lagi!” ucap ayah Eun Hye.

“Tidak punya uang katamu? Tidak mungkin kita akan melarikan diri Ke Tokyo. Lantas dimana lagi kita akan berlindung? Aku tidak ingin anak kita menjadi korban atas ini semua!” ucap ibu Eun Hye.

“Baiklah. Besok, aku akan pergi mencari penginapan di daerah pedesaan disini. Jaga anak kita. Arra?”

 

***

 

 

 

Keesokkan harinya, pagi–pagi sekali ayah Eun Hye telah pergi menelusuri Nagasaki untuk mencari penginapan di sana. Ibu Eun Hye-pun juga membawa anak–anaknya ke tempat yang aman dari preman–preman itu.

“Ibu, kita mau kemana?” Tanya Yong, kakak Eun Hye.

“Kita akan pergi ke-suatu tempat, nak. Agar kalian tidak di kejar oleh preman–preman itu lagi” Semua diam. Ibu Eun Hye lebih memfokuskan dirinya ketika menyetir. Ketika melintasi Pos polisi dimana Eun Hye dan Yong diselamatkan kemarin, Eun Hye melihat tidak ada Ahjussi Bang Geum di sana. Ini bukan hari minggu, tidak mungkin paman itu tidak bekerja. Gumam Eun Hye

“Ibu! Berhenti di sana.” Ucap Eun Hye.

“Eun Hye, tidak usah!! Kau mau preman itu menemukan kita di sana?” Larang Yong, Namun  Eun Hye melawan perkataan Yong.

“Tidak! Aku ingin bertanya kepada paman itu kenapa Ahjussi Bang Geum tidak ada. Kumohon, sebentar saja ya, bu.. Kumohon” rengek Eun Hye. Sang ibu hanya bisa menurut. Dan Kemudian berhenti di Pos polisi itu.

“Paman, dimana paman Bang Geum?” Tanya Eun Hye dengan bahasa Jepang.

“Oh, Bang Geum. Ia tidak bekerja hari ini. Putrinya meninggal dunia semalam. Memangnya ada apa adik manis?” kata rekan Choi Bang Geum tersebut. Eun Hye terkejut mendengarnya.

“Paman, bisa beritahukan aku dimana rumah paman Bang Geum?” Tanya Eun Hye. Rekan Choi Bang Geum itupun memberitahukan letak rumah Bang Geum. Setelah itu Eun Hye memasuki mobil ibunya dan bergegas pergi.

 

***

 

 

Seminggu Kemudian, Eun Hye dan keluarganya kini telah tinggal disebuah desa di Nagasaki, meninggalkan rumah mereka yang terletak di pusat kota Nagasaki. Namun mereka tidak menyadari jika para preman suruhan Kolega ayah Eun Hye itu mengetahui tempat dimana mereka tinggal. Hingga kejadian itu terjadi pada suatu malam..

 

Eun Hye dan Yong beserta keluarganya sedang tertidur lelap.

 

TOK TOK TOK

 

“Siapa yang bertamu semalam ini! Mengganggu saja!” gumam ibu Eun Hye. Ketika ia menghidupkan lampu dan hendak membuka pintu, ia mengintip dari jendela jika yang datang adalah preman yang waktu itu meneror suaminya dikantor. Ibu Eun Hye gelagapan, ia segera berlari membangunkan ayah Eun Hye.

“Sayang, sayang bangun!! Sayang!!” ucap ibu Eun Hye.

“Ah, ada apa? Mengagetkan saja. Aku masih mengantuk”

“Preman itu.. Preman itu datang kemari” ucapan ibu Eun Hye lagi lagi mengagetakan ayah Eun Hye.

“Benarkah?” Ibu Eun Hye membalasnya dengan anggukkan. Kemudian, ayah beserta ibu Eun Hye berjalan menuju pintu itu. Ketika membukanya, preman itu langsung menyambar kerah piyama ayah Eun Hye.

“Dasar tidak tahu diri kau!! Setelah meminjam uang begitu banyak kau malah akan lari dari hutang hutangmu!” Bentak preman itu. Bentakan itupun mampu membangunkan Yong dan Eun Hye.

“Kakak, ada apa ya diluar?” Tanya Eun Hye

“Sepertinya preman itu datang lagi. Kita harus diam ya” perintah Yong. Eun Hye hanya mengangguk.

“Aku.. Aku pasti akan membayar hutangku itu! A––aku––aku berjanji akan memenuhinya!”  ucap ayah Eun Hye gugup. Namun, pria berbadan kekar itu menghujami ayah Eun Hye dengan banyak tinjuan. Hingga ayah Eun Hye berdarah darah dan jatuh terjerembab ke lantai.

“Sayang!! Hey!! Pria bejat! Apa yang kalian lakukan kepada suamiku!!” ucap ibu Eun Hye lantang. Para preman itu tertawa terbahak bahak.

“Dengar ya, Eun Hye, kau kemas semua barang barangmu, lalu kita akan kabur!” bisik Yong kepada adiknya

“Tapi.. Bagaimana dengan ayah dan ibu kak?” Tanya Eun Hye.

“Sudah, kau cepat kemasi barang barangmu! Kita akan lapor polisi!!” Eun Hye mengiyakan perkataan Yong, sementara Yong mengintip dari luar kamarnya. Ia melihat ayahnya bersimbah darah karena dipukul oleh preman preman itu. Tangan Yong mengepal.

“Wahahaha~ Lihatlah Nyonya cantik ini. Walaupun sudah memiliki 2 anak dia tetap cantik!!” ucap salah seorang preman seraya membelai manis pipi ibunya. Ibu Eun Hye menepis belaian itu.

“Jangan macam macam!” ancam ibu Eun Hye. Para preman ini kembali tertawa. Sesaat Kemudian, preman ini menampar ibu Eun Hye dengan kasar.

“Dasar wanita!! Kau tahu seberapa menjijikkannya suamimu ini huh? Janjinya hanya janji palsu!!” ucap Preman itu.

“Dan kau tahu seberapa menjijikkannya dirimu? Kau itu seperti binatang!” Bentak ibu Eun Hye. Merasa di permalukan, Pria itu hendak memukul ibu Eun Hye. Namun tiba tiba Yong berlari kearahnya.

 

BUGH!!

 

Pukulan pria itu mengenai Yong. Akibatnya, bibir Yong berdarah.

“Yong-ah!! Gwaenchana?” Tanya ibu Eun Hye. Dan Yong mengangguk.

“Ooh ini bocah yang waktu itu! Dimana adiknya? Hey kau, cari adiknya didalam dan bawa dia. Gadis kecil itu membuat kepalaku terluka” titahnya. Dan salah seorang dari mereka memasuki kamar Yong dan Eun Hye. Pria itu membawa paksa Eun Hye.

“Lepaskan aku!! Lepppaas!!” Pria itu memegangi pergelangan tangan Eun Hye dengan keras agar Eun Hye tak dapat melarikan diri. Dan salah seorangnya lagi memegang paksa tangan Yong.

“Kau dengar ya, katakan pada suamimu itu, agar dia segera melunasi hutangnya. Jika tidak, anak ini akan kami jual ke China!” ancamnya. Salah seorang pria membisikkan sesuatu ditelinga pria yang memegang tangan Yong. Sesaat sesudahnya,pria yang memegang tangan Yong pun tersenyum menyeringai kearah ibu Eun Hye.

“Hey kau, bantu aku membawa wanita ini kedalam” titahnya. Lagi lagi orang yang memegang tangan Eun Hye melepaskan genggamannya Kemudian membantu orang yang memegang tangan Yong membawa ibu Eun Hye kedalam kamar.

“Yak!! Apa yang kalian lakukan padaku!!! LEPASKAN!!! TURUNKAN AKU!!!” teriak ibu Eun Hye. Sementara dua orang yang lainnya membawa Yong dan Eun Hye pergi.

“Lepaskan aku!! Yak!! Lepaskan!!”

 

 

***

 

 

Selama di mobil, Yong dan Eun Hye terus saja berpelukkan. Eun Hye terus menangis selama didalam mobil mengingat ayah dan ibunya yang disiksa seperti tadi. Dan ketika melintasi Pos Polisi yang biasa menjadi tempat paman Bang Geum berpatroli, Eun Hye melihat paman Bang Geum di sana. Eun Hye berharap paman Bang Geum dapat mengenalinya. Tiba tiba saja mobil yang ditumpangi Eun Hye dan Yong berhenti.

“Ada apa ini?” Tanya salah seorang preman kepada sang supir.

“Mobil kita kehabisan bahan bakar tuan!” Ucap sang supir.

“Ah bodoh!! Cepat kau carikan taksi!!!” bentak preman itu lagi. Dan Kemudian supir itu keluar untuk mencari taksi. Dua orang preman ini duduk di kedua sisi Eun Hye dan Yong.

“Kalian tahu? Jika ayah kalian yang bodoh itu tidak melunasi hutangnya, kalian akan di Jual ke China. Dan mungkin akan menjadi budak di sana” ucap salah seorang preman. Dan itu membuat seorang temannya tertawa. Namun tidak dengan Eun Hye.  Eun Hye terus menangis dalam pelukkan Yong.

“Aduuh.. Tiba tiba saja aku ingin buang air kecil. Hey kau, jaga anak ini sebentar ya, aku ingin buang air kecil.” Ucap teman preman tersebut. Ia bergegas keluar menuju sebuah semak semak untuk buang air kecil. Merasa memiliki peluang, Yong membisikkan sang adik sesuatu. Usai itu, ia melihat preman yang berada disamping kakaknya ini juga sedang sibuk memperhatikan sang supir yang sedang mencari Taksi. Yong membisikkan sesuatu lagi kepada adiknya.

“Aku akan menyusulmu. Kau duluan saja.”  Dan Kemudian Eun Hye mengangguk. Eun Hye perlahan lahan menggeser dirinya hingga kedekat pintu mobil yang terbuka. Hingga Kemudian Eun Hye berhasil turun dan berlari.

“Hey KAU!!! Aish!! Bagaimana ini!!! WOY!!! Kau MATSUYAMA!!! ANAK ITU KABUR!!” ujarnya. Lelaki ini turun dan seraya membawa Yong karena ia melihat sang supir telah menemukan taksi. Yong berusaha memberontak, Namun apa daya, lelaki itu lebih kuat dari pada anak usia 10 tahun sepertinya. ‘Lari Eun Hye!! Lari!!’ gumam Yong. Seorang preman lagi yang telah usai membuang air kecil segera mengejar Eun Hye yang hendak berlari menuju pos polisi yang tidak jauh dari sana. Eun Hye berusaha menghindari kejaran preman itu. Preman itu segera mendekati Eun Hye. Hingga tiba tiba sebuah mobil Mercedes Benz menabrak Eun Hye.

“EUN HYE!!!” teriak Yong dari dalam taksi.

 

BRAKK!!!

 

Eun Hye tertabrak mobil tersebut dengan darah yang bercucuran dari kepalanya. Preman yang mengejarnya berhenti berlari, dan ia berbalik berlari menuju taksi tempat Yong disekap.

“Kenapa kau kembali? Mana anak itu?” Tanya temannya.

“Anak itu tertabrak mobil! Sudah bawa saja yang ada! Hey pak supir!! Tunggu apa lagi? Cepat jalan!” Supir Taksi itu hanya mengangguk. Sementara Yong terus melihat kebelakang kearah adiknya yang bersimbah darah akibat tertabrak mobil.

 

TBC

RCL diperlukan. DUPLICATE is PROHIBIT!!

3 thoughts on “[1st Chapter] Destiny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s