He is not My Star (Part 1)

 

HMS1

 

Tittle      : He’s not my star

Author  : Lyya. vandonna

Lenght  : part 1

Genre   : Romance maybe

 

Cast       :              

 

Kim Soo hwa

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Jung ha na

Kangin

 

 

Other Cast : Other People

 

 

sebelumnya Typo banyak dimana”, dan bahasa juga masih blepetan. so maklumi ya chingu …ini adalah FF ke 2 saya. jadi kalo jelek mian . dan Thanks buat admin yg baik hati yg udah mau share ff ku ini.banyak cakap, langsung saja cap cuss !!!

 

 

 

 

=== Rasa peduli dengan rasa sayang itu beda tipis ====

 

Kim Soo Hwa POV

 

“Bintang itu indah, tapi sesuatu yang indah itu sulit untuk dijangkau” aku menatap indahnya langit hanya ditemani bersama hembusan angin dan heningnya malam hari.

 

“ kim soo hwa hari sudah larut dan semakin dingin, sebaiknya kamu msuk” suara eomma menghamburkan semua pikiran ku.

 

“ baik eomma.” Sahut ku, dan aku pun segera beranjak dari tempat duduk ku menuju dalam rumah.

 

“ besok aku harus berangkat ke kampus pagi* sekali, jadi aku harus tidur lebih awal, baik soo ayo kita pejamkan mata dan pergi menuju alam mimpi.” Aku pun berusaha untuk tidur walau sebenarnya aku belum ingin tidur lebih awal, karna sesuatu yang aku benci adalah saat memejamkan mata dan pikiran melayang terbang jauh dan memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak untuk dipikirkan. tapi malam ini berkata lain aku sudah mulai mengantuk dan mulai terlelap.

 

Suara alarm adalah eomma kedua ku dia yang setia membangunkan tidur ku, dan ku lirik jam menunjukkan pukul 06:00 aku pun beranjak dari alas tidur ku ini kasur ku tercinta dan menuju untuk membersihkan tubuh ini. Selesai mandi dan berpakain aku pun menuju ke jendela kamar ku dan menatap langit sambil mengeratkan jari* ku didepan wajahku dan memejam kan kedua mata ku.

 

“ ya tuhan … terima kasih atas anugrah mu hari ini aku masih bisa menghirup dan merasakan indahnya kuasa mu, dan semua pemberian mu. Aku akan selalu berusaha untuk  bersyukur atas semua yang kau berikan tuhan.”

 

Setiap pagi doa itu lah yang selalu ku lantunkan di pagi hari. Karena bagi ku nafas seorang manusia tidak ada yang tau akan berhenti kapan, dan dimana. Setelah itu aku bersiap siap untuk berangkat ke kampus, aku berdandan seadanya hanya memoleskan sedikit pelembab wajah dan berpakaian yang menurut ku nyaman itulah diri ku. Aku pun menuju meja makan dan hanya menenggak segelas susu hangat yang telah dibuatkan oleh eomma ku.

 

 

“ eomma appa, aku berangkat kekampus dulu, ne .” pamit ku terhadap eomma dan appa ku

 

“ ne,, hati-hati kau dijalan.” Ucap eomma yg menghkawatirkan ku.

 

 

 

 

 

 

 

Aku berjalan seorang diri menuju halte dengan memasang sebuah earphone yang kupasang dikedua telinga ku. Sesampainya dihalte sangat kebetulan sekali bus pun tiba tak menunggu lama lagi. Keberadaan ku yang belum sampai dihalte namun tidak terlalu jauh juga aku pun terpaksa berlari menuju bus itu agar aku tidak menungu lama lagi.

 

“ ajjushi tunggu !!!” teriak ku sambil melambaikan tangan kanan ku, dan alhasil … happ aku sudah ada didalam bus.

 

 

Sesampainya dikampus hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang disekitar kampus

 

“ aku rasa hari ini aku datang terlalu pagi lagi.” Ucap ku sambil berjalan smbil melepas aerphone ku dan memasuki kampus ku ini dan menuju kekelas.

 

Sesampainya dikelas aku orang pertama yang datang, huh aku bingung dengan semua penghuni kampus ini mereka yang telat atau aku yang selalu datang terlalu pagi.

Sehebat itukah diri ku sampai datang selalu pagi. Jenuhnya diriku menunggu orang* tiba tak lama orang pun berdatangan dan kemudian menjadi banyak. Ha na pun telah datang dia adlah sahabat ku sejak junior school yang bermata empat. Kekkekek

Maksud ku berkaca mata.

 

“ kau datang pagi lagi soo ?” tanya nya kepada ku sambil meletakkan buku dan tas jinjing miliknya.

 

“ menurut mu han ?” ku balikkan pertanyaanya dirinya

 

“ selalu begitu jawaban milik mu” dengusnya karena kesal dengan jawaban yang ku berikan.

 

“ apa bedanya dengan pertanyaan kau ?” ku balikan perkataannya

 

“ baik lah kim soo hwa aku kalah.” Dia mengakhiri ritual perdebatan pagi kita

 

Jam masuk pun tiba dan dosen killer yang benar benar killer pun masuk dia bernama songsaenim kangin yang mengajar pelajaran seni musik. Pelajaran apa lagi ini yang akan dia berikan ?

 

“ pagi.” Sapanya yang singkat saat melewati pintu

 

“ pagi songsaenim.” Balik sapa kita semua

 

“ baik hari ini kita praktik bernyanyi dengan teknik yang benar.” Celoteh dia didepan kelaas.

 

 

Kenapa harus pelajaran bernyanyi sih ? huh walaupun aku suka bernyanyi tetepi semua teman yang mendengar suara ku mereka berkomentar gratis dan mengatakan bahwa suara ku fales dan tidak bernada. Sedih sekali diri ku tidak memiliki bakat bernyanyi.

 

 

“ kita akan melakukannya di ruang musik, dan saya membawa senior kalian untuk mengajarkan kalian semua.” Ucapnya lagi sambil berjalan keluar dan kami semua pun mengikutinya.

 

 

Sesampainya kami semua pun masuk kedalam ruangan seni yang dilengkapi sebuah piano,microfon dan banyak alat musik lainnya lagi. Kami semua pun duduk dilantai karena ruangan seni terutama ruang musik ini tidak ada sebuah bangku hanya ada bangku untuk seorang yang bermain piano.

 

“kalian duduk yang tertib !! sebelum saya memulai saya akan memperkenal kan senior kalian ini mungkin kalian sudah mengenalinya dia bernama Lee Donghae.Dulu saat high school ia meraih banyak prestasi dalam bakat nyanyinya ini.” Ia memperkenal kan seseorang

 

“kamu kenal han ?” bisik ku kepada ha na

 

“iya , dia yang pernah mengorientasi kita dulu” jawabnya yang berbalik bisik

 

Saat ia berdiri dari duduknya yang sedari tadi terhalang piano sekarang wajahnya terpampang jelas dan saat ia tersenyum manis sekali😀.

 

“ Donghae imnida” ia membungkukkan setengah badan .

 

 

Aku tercengang melihat pesona wajah dan senyumannya sungguh menakjubkan. Silau bagi ku menatap wajahnya terlalu lama.

 

“ aku hari ini ada pertemuan para dosen jadi kalian praktik dulu dengan donghae,  2 minggu kedepan baru pengambilan nilai. Arrasso ?” tutur guru killer itu

“ nnee songsaenim” teriak kepuasan kami semua atas kepergiannya *senyum lebar*

Dia pun pergi meninggal kn ruangan ini.

 

“ huh, betapa damai dan sejuknya ruangan ini jika ia pergi hahaha” tertawa puas aku didalam hati dan aku hanya tertawa kecil.

 

“semuanya mari kita mulai praktiknya, semua tentukan dulu lagu yang akan kalian nyanyikan tetapi yang ada didaftar ini jika sudah, maju kedepan dan aku iringkan dengan piano” ucapnya sambil memberikan lembaran kertas yang berisi daftar – daftar lagu. Isi daftar itu hanya ada lagu just the way you are, if you’re not the one, stuck, daydream, someday. Setahu ku semua yang ada bernada sulit bagi ku.

 

 

“ kau pilih yang mana han ?” ku tanya ha na

 

“ hmm,,, aku pilih someday aja deh.” Pilih nya sambil menunjuk selembar kertas yang dipegangnya. “ kau pilih yang mana soo ?” tanya nya dan melirik ku

 

“ aku tidak bersemangat untuk memilih han, aku malu untuk nyanyi didepan yang lain.” Ucapku dengan wajah yang penuh dengan beban.

 

“ kau malu dengan yang lain atau kau malu dengan donghae oppa, eoh ?” selidiknya yang memojokkan diriku.

 

Donghae POV

 

“ kalian berdua kenapa mengobrol ? tidak memilih lagu ?” tanya ku dengan lembut terhadap kedua yeoja yang sedari tadi kudapati hanya mengobrol.

 

“ini kita sedang diskusi oppa memilih lagu mana untuk dinyanyikan.” Alasan yang yeoja berkaca mata itu berikan tapi kenapa teman yang disebelahnya hanya menunduk. Ku putuskan untuk menghampiri mereka berdua.

 

“ kalian akhirnya memilih lagu apa ? ku tanya kepada mereka berdua

 

“ aku pilih lagi someday dari super junior oppa.” Lagi lagi hanya yeoja berkaca mata yang menjawabnya temannya hanya diam.

 

“ hmm,, dan kau pilih lagu apa?” tanya ku dengan lembut sambil memegangi pundaknya dan sontak membuat dia menjawab dengan gugup.

 

“ a.. aa.. aku me… mi..lih … “ jawab nya ragu* sambil melihat selembaran milik nya.

 

“ a.. aku pilih ii.. f you’re not the one” jawab nya masih gugup. aku terlihat bingung dengannya kenapa harus gugup ?

 

“ dia malu oppa nyanyi didepan oppa, krna ia tidak bisa bernyanyi” ucap yeoja berkaca mata cengengesan.

 

“kenapa harus malu ? buat belajar kenpa harus malu .” tanya ku untuk memotivasi nya

 

“ tapi, memang suaranya tidak bagus untuk didengar oppa.” Ucap yeoja ini lagi

 

“ ya sudah nanti aku bersedia mengajarkan kamu brnyanyi. Kamu mau ? tawar ku kepadanya namun ia masih saja terdiam dan menunduk.

 

“ ahh,, tidak usah repot*.” Jawabnya yang terlihat canggung

 

“ tak apa, ilmu itu harus berbagi.” Ucap ku membujuk dia “ oia nama kalian siapa ?” tanya ku kepada mereka.

 

“ jung ha na imnida oppa”

 

“ Kim soo hwa imnida”

 

“ohh,, yasudah jika kamu mau nanti setelah ini kamu hubungi ku saja ya.” Ucap ku dan pergi meninggalkan mereka menuju piano karna sudah banyak yang meminta untuk bernyanyi.

 

 

Soo Hwa POV

 

“Hwaaaa lembut sekali namja itu. sopan pula dia, tapi aku gugup dekat dengan nya. Bagi ku terlalu silau jika menatap wajahnya sedekat itu. seperti silaunya bintang di malam hari.

ini anugrah tuhan, aku  ditawarkan untuk belajar bernyanyi dengannya, baik sekli dia.

Namun apa alasannya dia ingin mengajarkan ku ya ? kurang kerjaan sekali dia.” Pikir ku dlam hati.

“ soo,, sudah lah kau terima saja tawaran langka ini.” Ha na memberi saran kepada ku

 

“ tak tau lah aku masih bingung.” Jawab ku singkat dan meninggalkan kelas karena jam untuk seni sudah habis.

 

“ kau masih bingung eoh !! dia memberi batas waktu sampai kelas selesai soo.” Timpal ha na lagi sambil mengikuti soo hwa

 

“ya sudah.” Jawab soo santai

 

“ kau benar* ya soo, teman memberikan mu solusi, dan kau menyiakannya begitu saja. Haahh sombong sekali kau soo.” Celoteh ha na yang emosi akibat perbuatan soo hwa

 

“ jung ha na keluarga yang bermarga jung, teman sejati ku. Iya aku akan menghampirinya sekarang. Puas kau eoh ??” rajuk soo hwa kepada ha na sebelum emosi tempramental ha na itu memuncak.

 

“ geurae,,, sana pergi dari hadapan ku, dan hampiri lah donghae oppa.” Pinta ha na kepada soo hwa

 

“ baik lah jung ha na.” Soo pun menuruti permintaan temannya itu dan menuju ruang musik lagi.

 

Author Pov

 

Tok tok tok

 

“ ya,, masuk saja.” Suara yang berasal dari dalam mempersilakan soo hwa untuk masuk. Soo hwa pun masuk dengan perasaan ragu, dan gugup setengah mati.

 

“ oppa .. !” panggil soo hwa terhadap namja yang sibuk berkutik dengan piano di hadapannya. Namja itu yang tak lain adlah donghae pun menoleh kearah soo hwa.

 

“ kim soo hwa, ne ?” tanya donghae meyakinkan.

 

“ne oppa, panggil soo saja.” Pinta soo terhadap donghae agar terkesan lebih akrab

 

“kau datang kemari bersedia aku ajarkan mu bernyanyi ?” donghae bertanya dengan lembut dan beranjak dari duduknya dan berdiri sejajar dihadapan soo hwa. Soo hwa pun reflek mundur kebelakang satu langkah.

“ kamu masih terlihat gugup saja soo.” Perkataan donghae berhasil membuat soo hwa mati kutu dan kehabisan seribu bahasa untuk menjawab perkataan yang dilantunkan donghae.

 

“ommonaa,, aku jawab apa tuhan ?” soo sibuk memikirkannya dalam hati. Donghae pun masih setia menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh soo hwa

 

TBC

3 thoughts on “He is not My Star (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s