Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 5

 

JMH5

 

Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 5

 

Author                       : Whindalee

Cast                            : Member Super Junior

Genre                        : Family, Friendship, Tragedy, Sad & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumnya..

 

“AJUSSHI! AJUSSHI! JEBAL HENTIKAN BUS NYA!”, Kyuhyun berteriak sekeras mungkin dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Bukannya berhenti bus itu justru melaju lebih cepat hingga ia menyerah untuk mengejarnya. Dan akhirnya ia berjalan lemas ke tepi jalan sambil memegang dadanya dengan rintihan.

“Jebal.. Jangan sekarang!”, Kyuhyun tampak kesakitan ditepi jalan dan tak ada satu orangpun yang berani membantunya karena takut melihat Kyuhyun yang seringkali mengerang kesakitan.

“ARRRGGGGHHH!! HYYYUUUNNGGG.. A…APP..PPPOOO!!” ujar Kyuhyun hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan akan terjatuh jika seseorang tidak ada yang memegang bahunya dengan kuat.

“Neo! Paboya! Jeongmal paboya…! kenapa kau mengejar bus itu? Apa tidak ada bus lain, HAH? IQ mu sangat tinggi, tapi kenapa kau bisa melakukan hal yang sangat bodoh seperti ini?!” bentaknya cemas sekaligus takut.

 

Selanjutnya…

 

“Donghae hyung?” ucap Kyuhyun setengah sadar.

“Kajja!! Aku akan mengantarmu ke rumah sakit!” sahut namja yang ternyata adalah Donghae.

“Miaaannn… haaaeee.. h…yuuungg….” kata Kyuhyun terputus yang akhirnya tak sadarkan diri digendongan bahu Donghae.

“Untuk apa kau minta maaf, hah?” tanya Donghae yang sedikit kerepotan mengendong Kyuhyun menggunakan bahunya karena tubuh Donghae memang lebih kecil dibandingkan tubuh namja yang sedang ia gendong saat ini.

“Kyu….” panggil Donghae karena tidak mendengar sahutan dongsaengnya itu.

“KYUHYUN-AH!!” panggilnya keras dan panik. Ia pun lansung mempercepat langkah kakinya menuju mobil yang diparkir tak jauh dari tempat Kyuhyun terjatuh.

Ketika Donghae merebahkan tubuh Kyuhyun dibangku belakang mobil dengan laju yang sangat cepat, ia pun mengendarai mobil tersebut tanpa memperhatikan rambu lalu lintas yang ada hingga ia terus menginjak gas mobilnya dalam-dalam.

“Kyu, jebal… Bertahanlah…!” batin Donghae khawatir.

 

***

 

Hangeng Pov

 

“Setelah ini apa ada pasien lain yang harus kuperiksa?” tanyaku pada salah satu ganhosa.

“Tadi pasienmu yang terakhir, uisa. Kau bisa beristirahat dulu..” jawabnya sambil tersenyum dan membungkuk, kemudian meninggalkanku di lorong rumah sakit.

Saat kuberjalan menyusuri lorong-lorong yang begitu sepi sendirian, dari kejauhan aku mendengar rintihan seseorang hingga langkah kakiku terhenti karena suara itu terasa tidak asing bagiku. Akupun menengok keasal suara untuk memastikan orang itu adalah seseorang yang sungguh kukenal.

“Donghae-ah!!!” ucapku kaget karena melihatnya terus menangis sambil menatap Kyuhyun yang tidak sadarkan diri di atas tempat tidur beroda  itu.

“Hae, wae geuddae?”

“Molla hyung… Terakhir yang kulihat ia mengejar bus untuk pergi ke sekolah, kemudian dari kejauhan aku melihatnya kesakitan hingga terjatuh tak sadarkan diri.” Jelas Donghae dengan mata sembabnya.

“Geurraseo, biar Kyuhyun yang akan kutangani. Tunggulah ia disini!” ucapku sewaktu memasuki ruangan UGD.

Aku menatap Donghae yang seakan tak ingin lepas dari Kyuhyun, lalu aku tersenyum tipis pada Kyuhyun yang tidak sadarkan diri.

“Kyuhyun-ah! Satu hyungmu sudah mulai membukakan hatinya untuk memaafkanmu..” gumamku pelan.

 

Pemeriksaanpun kembali dilakukan dan betapa terkejutnya aku, ketika mendapati kondisi paru-paru Kyuhyun telah memburuk. Sungguh tidak tega rasanya jika aku harus melihatnya menderita seperti ini dan menyimpan semua kebohongan yang diminta Kyuhyun.

“Kyu, apa yang harus kulakukan? Aku tidak mau kau meninggal, tapi aku juga tidak ingin kau pergi menghilang.”

***

Kyuhyun telah dipindahkan ke kamar rawat inap setelah keadaannya membaik, walaupun masih sangat menghawatirkan. Di dalam kamar rawat, Donghae terlihat begitu mencemaskan Kyuhyun sampai ia sendiri tidak bisa menenangkan diri. Dia tampak berjalan bolak-balik sambil menggigit kuku jarinya.

“Hyung.. Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun?” tanya Donghae dengan memegang kedua bahuku.

Perasaan bingung dan kalut pun mengganggu pikiranku saat ini. Oh, apa yang harus  kulakukan? Apa yang harus kukatakan pada Donghae? Keduanya punya resiko yang sama besarnya.

Arraseo.. Aku harus mengatakan ini sebelum semuanya terlambat…

“Hemm… Kyuhyun… Dia……..” ucapku ragu sekaligus berpikir apa yang kulakukan ini benar atau salah.

“Hyunggg..”

Spontan kami menengok kearah Kyuhyun yang baru saja memanggil kami berdua.

“Kau sudah sadar, Kyu?!” tanyaku sambil menghampirinya.

“Jebal, hyung.. Kau sudah berjanjikan padaku?!” ujarnya berbisik.

“Ne..”

“Ya!! Hyung, kau belum menjawab pertanyaanku!”, Donghae masih bersikeras menanyakan keadaan Kyuhyun.

“Eoh, ia hanya kelelahan dan akan segera pulih dalam beberapa waktu.” Sahutku terpaksa berbohong.

“Yakin tak ada yang kalian sembunyikan dariku?”

“Ye…”

“Arraseo, irrokkhe aku akan pergi kuliah, hyung.” Ucapnya sambil berjalan keluar kamar rawat.

 

Kyuhyun Pov

 

Baru Donghae hyung ingin membuka pintu itu, aku langsung  memanggilnya,

“Donghae hyung…”, dia pun segera menghentikan langkahnya, namun tidak menatapku sama sekali.

“Gomawo, hyung. Aku tahu kau menyayangiku, aku akan terima jika dengan cara seperti ini kau menyayangiku.. Sekali lagi gomawo.”

Kulihat ia kembali melangkah menjauhiku dan Hangeng hyung keluar kamar tanpa mengatakan satu kata pun. Aku menangis bahagia walaupun harus menerima perlakuan seperti ini.

“Uljima, Kyu…”

“Aniyo… Aku bahagia, hyung. Jebal.. Biarkan aku menangis karena ternyata Donghae hyung menyayangiku. Aku tahu ia bersikap demikian karna tidak ingin dibenci oleh para hyungdeulku, sama seperti yang kualami saat ini.” Sahutku sambil menyeka air mata.

“Kau sadarkan Kyuhyun-ah apa yang pernah kukatakan padamu sebelumnya?! Satu persatu hyung yang membencimu pasti akan memaafkanmu pada akhirnya, meskipun tidak tahu kapan itu terjadi, bersabarlah! Kyu, jeballyo.. Joengmal jebal, jalanilah operasi…” ucap Hangeng hyung begitu memohon.

“Aku tetap tidak akan menjalani operasi itu, hyung. Jebal jangan memaksaku!!”

“Penyakitmu itu serius, Kyu. Ini bukan lagi penyakitasma yang kau selalu anggap remeh. Penyakitmu ini sudah memburuk hingga menjadi pneumonia, dimana paru-parumu terjadi infeksi karena pulmonarymu rusak. Jika hal ini kau biarkan terjadi maka penyakitmu akan berkembang menjadi tumor paru-paru ganas. Kau mau penyakit itu menyiksamu hingga akhir? Kyu.. Tak pernah sebelumnya aku memohon pada pasien seperti ini.. Jalanilah operas karena masih ada 69% kau bisa sembuh.”

“Biarkan aku mati, hyung!” ucapku pelan sambil tertunduk dengan air mata yang kembali menetes dari sudut kelopakku.

“MWO????”

“Tidakkah kau berpikir dengan begitu semua akan berakhir!?”

“Kau tahu ada saatnya seorang uisa akan merasa tertekan? Ne, itulah yang kurasakan saat ini, ketika seorang pasiennya menolak jalan terbaik yang diberikan. Aku bukanlah Tuhan yang mampu mengubah takdir seseorang, tapi aku mampu mengubah  keinginan seseorang jika ia mau melakukannya.”

“Mianhae, hyung.. Aku tetap tidak akan menjalani operasi, aku tak akan pernah menyesal dengan keputusan yang telah kuambil!”

“Kyuhyun-ah….”

“Geumal, hyung. Aku mau istirahat! Bisakah kau keluar sekarang?” ucapku berusaha menahan emosi.

“Hajiman, Kyu..!”

“Hyung!!” sahutku yang sudah kesal.

“Arraseo, kita bicarakan lagi hal ini nanti. Kau pasien pertama yang punya sifat keras kepala yang pernah kutangani.”

“Untuk besok, minggu depan, atau bulan berikutnya pendirianku tak akan pernah berubah, hyung.” Ujarku sambil merebahkan tubuh lalu menarik selimut hingga menutupi semua tubuhku.

“Sebaiknya istirahatlah yang cukup, Kyuhyun-ah! Pikirkan baik-baik semua ini…”

Aku mendengar suara langkah kaki Hangeng hyung menjauh dari sini dan kini aku bisa menenangkan diriku dikamar rawat.

 

Leeteuk Pov

 

Saat berjalan menyusuri rumah sakit melewati parkiran, taman, pintu utama rumah sakit. Aku langsung berlari menuju kamar rawat Hungsam 14A dilantai 4 lewat tangga darurat. Sebab yang kupikirkan saat ini melewati jalan tersebut adalah jalan terbaik daripada harus menaiki lift.

Kuperlambat langkah saat melihat Donghae didepan sebuah kamar. Apa itu kamarnya?!

Sejenak aku tersenyum karena Donghae mulai perduli pada Kyuhyun. Dialah yang mengabarkanku kalau Kyuhyun masuk rumah sakit  dan suaranya terdengar begitu panik saat menghubungiku tadi. Hajiman..

Chankhaman… Apa ia menangis? Dari sini, tempat kuberdiri, aku bisa melihatnya mendonggakkan kepala menatap langit-langit dengan mata merah sembab.

 

“Apa terjadi hal buruk pada Kyuhyun?” pkirku macam-macam.

Buru-buru aku pun langsung menghampirinya dan membuatnya menjadi salah tingkah sambil menyeka air matanya dengan cepat.

“Kyuhyun oddieyo? Apa ia baik-baik saja?”

“Dia di dalam, hyung!” sahutnya pelan.

“Lalu kenapa kau menangis?”, aku menghawatirkan Donghae yang bersikap seperti itu.

“Aniyo.. Aku hanya kelilipan”

“Eoh, arraseo…” sahutku yang tahu kalau ia sedang berbohong.

CKLEKK

“AH, kalian? Apa kau terus disini sejak tadi, Hae-ah?” ucap Hangeng tampak kaget setelah keluar dari kamar rawat Kyuhyun.

“Oh.. Ani, aku baru kembali karena meninggalkan kunci mobil. Boleh aku ambil kunciku didalam?” sahut Donghae kikuk dan membuatku bingung melihat tingkah lakunya.

“Silahkan, Hae-ah. Tapi jangan berisik karena ia sudah teritdur.”

“Ne..”

Saat Donghae masuk ke kamar rawat itu, aku dan Hangeng membicarakan keadaan Kyuhyun dengan duduk dibangku lorong rumah sakit.

“Bagaimana keadaan Kyuhyun, Hangeng-ah?”

“Dia baik-baik saja, hyung” jawabnya dengan wajah yang terlihat sedikit aneh.

“Kau yakin?”

“Mwo? Ah, tentu saja hyung.. Kyuhyun itu anak yang kuat, dia pasti baik-baik saja..”, Hangeng terlihat aneh hari ini selain terlihat gugup didepanku, ia juga tidak banyak bicara padaku. Jika bukan aku yang lebih dulu mengajaknya bicara maka kesunyian antara kami pun semakin menjadi. Ne, Hangeng cenderung lebih diam hari ini.

“Apa kau….” ucapanku barusan terputus karena Donghae keluar dari kamar rawat Kyuhyun dengan matanya yang lagi-lagi basah dan kali ini ia tidak bisa menyembunyikan air matanya itu.

“Aku duluan, hyung…!” ujarnya membungkuk pada kami, kemudian ia segera berlari secepat mungkin.

“HAE-AH! YA!! HAE-AH!!” panggilku cukup keras tanpa mengingat bahwa aku sedang di rumah sakit.

 

Dia pasti menangis.. Hajiman, wae yo? Apa yang ditangisinya? Aigo, anak itu membuatku cemas saja…

 

 

 

 

 

Tbc

Part ini agak sedikit ya?! Hehehe.. Gwaenchannayo?

Gomawo ^^

10 thoughts on “Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s