Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 2

 

JMH2

 

Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 2

 

Author                       : Whindalee &LianPangestu

Cast                            : Member Super Junior

Genre                        : Family, Friendship, Tragedy, Sad & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumnya..

 

“Oh ya,Sungmin-ah!Janganlupa belikan jeruk untuk makan malam nanti.”

“Ne, hyung!”jawab Sungmin.

“Untukapa?Bukankah Kyuhyun alergi jeruk?”tanyaHangeng dengan nada bingung.

“Sudah… Nanti kujelaskan di mobil, hyung!Kajja!!”Sungmin menarik lengan Hangeng menuju pintu keluar.

Dan tanpa mereka sadari, ada yang mendengar percakapan mereka dibalik pintu rumah yang sedikit terbuka. Saat pintuitudibukaolehSungmin, ia terkejut karenamelihat sosok namja dibalik pintu rumahitu.Begitu pula dengan Hangeng.

“Eoh, kk..kau sejak kapan ….”, ucapan Sungmin menggantung.

 

Selanjutnya..

 

“Sejak kapan kau ada disana, hyung? Apa ada yang ketinggalan?!”, Sungmin melanjutkan kata-katanya.

“Oh, baru saja…Ne, aku lupa membawa bahan-bahan untuk rapat siang nanti!”, jawab Yesung dan langsung berlalu kekamarnya.Tanpa memperhatikan kehadiran Hangeng.

 

Yesung Pov

 

Sebenarnya sudah cukup lama kuberdiri di balik pintu rumah dan aku telah mendengar semua yang mereka katakan pada saat berada di ruang tengah. Termasuk mengenai penyakit Kyuhyun yang membuatku begitu terkejut, saat tahu bahwa dia memiliki penyakit asma kronis dan alergi terhadap jeruk.Selama inikah Teuki hyung menyembunyikan penyakit Kyuhyun dari kami? Tapi aku berusaha untuk tidak perduli padanya, bahkan sempat ku berpikir kalau dia akan semakin menyusahkan kami.

Setelah mendapatkan file-file yang kubutuhkan, aku berniat untuk segera kembali keperusahaan.Namun, langkah kakiku tertahan ketika kulihat Leeteuk hyung yang sedang melamun diruang tengah.Tampaknya ucapan Hangeng hyung berhasil mempengaruhi pikirannya saat ini.

“Kau tidak kerja, hyung?”, tanyaku padanya, tapi dia hanya terdiam dan sepertinya tidak mendengar pertanyaanku. Apa dia marah karena kejadian tadi pagi?

“………..”

“Hyung…”, ucapku sedikit lebih keras, tapi dia masih saja tetap diam.

“HYUNG!!!”, teriakku kesal dan akhirnya dia sadar juga kalau aku sudah memanggilnya berulang kali.

“YA! Wae geudae?Bisakah kau tidak berteriak? Kau mengagetkanku dan bisa membangunkan Kyuhyun, tenanglah sedikit.”, ucap Leeteuk hyung agak kesal sambil mengelus-ngelus dadanya karena terkejut.

“Salah kau sendiri, hyung. Karena aku sudah memanggilmu berulang kali tapi kau hanya diam saja! Memangnyaapa yang terjadi dengan anak itu? Apa dia buat ulah lagi? Dan kenapa kau tidak keperusahaan?”, tanyaku tanpa jeda.

“Bisakah kau bertanya satu persatu? Kebiasaanmu itu tidak hilang juga ya, Yesung-ah! Ne, aku akan keperusahaan dan mungkin agak siang..”, belum selesai Leeteuk hyung bicara, aku malah memotongnya.

“Kenapa nanti siang, hyung? Apa ada masalah?”, tanyaku menyela pembicaraannya.

“Aishh…!! Kau ini hobi sekali memotong pembicaraan orang, aku akankeperusahaan nanti siang karena sekarang aku harus menjaga Kyuhyun dulu. Dia sedang tidak enak badan! Dan nanti setelah Kibum kembali, baru aku keperusahaan. Arra?!”, jelas Leeteuk hyung. Aku jadi teringat pembicaraan mereka tadi diruang tengah.

Sebenarnya aku sedikit merasa iba dengan kondisi Kyuhyun sekarang.Tetapi biar bagaimanapun, rasa benci dan marahku padanya melebihi dari rasa kasihan atau sayang karena aku, Heechul hyung, dan dongsaengdeulku tahu bahwa Kyuhyunlah yang menyebabkan appa dan eomma berpisah.Hingga eomma meninggal dunia.Kami membencinya karena banyak hal dan rasanya aku tidak ingin lagi mengingat masa itu.

“Anak itu lagi….Anak itu lagi…”, ucapku menyindir dengan suara yang cukup keras sambil berlalu.

“Berhenti menyebut Kyuhyun dengan sebutan anak itu,Yesung-ah! Dia itu dongsaengmu..!”,bentak Leeteuk hyung. Aku menghentikan langkahku dan langsung membalikan badanku.

“ANIYO, HYUNG! Dia bukanlah dongsaengku, dia hanyalah anak pembawa sial! Karena dia.. Eomma dan appa bercerai dan karena dia juga eomma meninggal!! Kalau dia tidak ada, mungkinsekarang kita masih bersama appa dan eomma, hyung! Tidakkah kau merindukan mereka…..? Ah Ne, percuma saja kuucapkan semua ini padamu, hyung. Karena kau pasti akan terus membela anak itu! BAGAIMANAPUN KAN?”,aku balik membentak Leeteuk hyung dan melanjutkan jalanku menuju mobil yang sejak awal terparkir di depan rumah.

Entah keberanian apa yang terkumpul didalam hatiku, hinggaku bisa berkata keras seperti tadi pada Leeteuk hyung.

 

Author Pov

 

Tanpa mereka sadari Kyuhyun mendengar perdebatan itu karena suara mereka yang terlalu keras akibat terbawa emosi membangunkan Kyuhyun yang pingsan tadi.

Setelah Yesung pergi Leeteuk pun kembali masuk kekamar Kyuhyun untuk memastikan keadaan dongsaengnya itu baik-baik saja. Saat pintu kamar mulai dibuka dan Leeteuk masuk kekamar Kyuhyun, ia terkejut saat mendapati Kyuhyun yang terduduk dengan menenggelamkan kepalanya dilipatan tangan. Terlihat pula pundaknya bergetar begitu hebat, suara isak tangisnya pun sudah tak bisa lagi Kyuhyun sembunyikan.

“Wae, Kyu? Apa ada yang sakit?”, tanya Leeteuk cemas ketika melihat Kyuhyun seperti itu.

“Hyung… Kau berbicara pada Yesung hyung terlalu keras hingga kau membangunkanku, hyung!”, Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Leeteuk sambil menghapus air matanya dan melanjutkan kata-katanya.

“Aku juga mendengarnya, hyung….Apa benar karena aku appa dan eomma berpisah? Apa benar karena aku eomma meninggal? Katakan, hyung! Jebal….”, ucap Kyuhyun sambil menarik-narik baju Leeteuk dan menumpahkan kembali air mata yang sudah diseka Kyuhyun sebelumnya.

Terasa seperti tersambar petir, Leeteuk tercengang tak mampu mengatakan apapun karena dia tidak mengira bahwa Kyuhyun akan mendengar semuanya.Leeteuk hanya diam karena dia bingung harus berkata apa pada Kyuhyun dan Leeteuk pun merasa belum saatnya Kyuhyun mengetahui semuanya.

“Jawab aku, hyung! Apa benar yang kudengar tadi?”, tangisnya semakin pecah saat hyungnim yang diajak berbicara itu hanya diam saja, meskipun bajunya terus ditarik-tarik oleh Kyuhyun.

“Hyung….Jawab…..”, ucapnyasesegukkan, kemudian Leeteuk langsung memeluk Kyuhyun. Tak lama Leeteuk memeluk Kyuhyun, asmanya kembali kambuh.Bahkan saat ini terlihat begitu menyiksa Kyuhyun.

“Ja..jjaa..waab hhss h..hhyyuu…yyuuung”, ujar Kyuhyun masih dengan pertanyaan yang sama dengan sebelumnya, Leeteuk yang mendengar dongsaengnya berbicara dengan terbata-bata langsung melepaskan pelukannya.

“Kyu, kau kambuh lagi..!”. Tanpa berpikir panjang Leeteuk segera mengambil inhaler Kyuhyun dan berniat memasangkannya. Namun Kyuhyun menolaknya dan justru ia malah bertanya dengan pertanyaan sebelumnya.

”Ja…ja..wab ddu..lu hh..hhyyuu….ng”, ucapnya bersikeras sambil menepis inhaler yang akan dipasangkan Leeteuk. Hingga pada akhirnya Leeteuk menyerah dan berjanji akan menjelaskan semuanya jika Kyuhyun ingin memakai inhaler itu.

“Akan kujelaskan semuanya setelah kau pakai inhaler ini, Kyu! Ottokhe?”,bujuk Leeteuk dengan menyembunyikan air mata yang sebenarnya ingin sekali ia teteskan itu sambil menyodorkan inhaler pada Kyuhyun.

Kemudian Kyuhyun menatap inhaler miliknya dengan tersengal-sengal, lalu mengangguk setuju. Saat ingin dipakaikan pada Kyuhyun, lagi-lagi dia menghindar dan berkata,

“Jjaann…ji  hhyy..yuung?!”, Leeteuk hanya bisa mengangguk pasrah menuruti dongsaengnya itu dan terus berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Kyuhyun tahu semuanya.

“Ne, kumohon pakai inhalermu, Kyu! Jebal…”,bujuk Leeteuk lagi dan kali ini Kyuhyun menyetujuinya.Leeteukpun langsung memasangkan inhaler pada Kyuhyun tanpa memberontak sedikitpun. Setelah merasa cukup dan nafasnya terlihat kembali normal Kyuhyun segera menagih janji hyungnya.

“Hyung, katakana padaku! Apa yang sebenarnya terjadi? Wae geudae?!”, tanya Kyuhyun sambil menyandarkan tubuhnya kedinding agar lebih rileks.

“Gwaenchannayo? Apa tidak bisa nanti siang saja,Kyu? Aku takut kau kambuh lagi.”, tanya Leeteuk dengan rasa takut.

“Gwaenchanna, hyung. Percayalah padaku!”, jawab Kyuhyun meyakinkan Leeteuk. Sesaat Leeteuk menarik nafasnya dalam-dalam dan kemudian menghembuskannya secara perlahan. Ia pun berniat memulai penjelasanya kepada Kyuhyun, walaupun terasa sangat terpaksa.

“Hajima, aku mau kau berjanji padaku! Setelah kau mengetahui semua ini, kau tidak akan pergi dari rumah ini danmeninggalkan kami. Arra?”, ucap Leeteuk serius sambil menatap wajah Kyuhyun yang terlihat lelah itu.

“Ya, hyung! Kau ingin balas dendam denganku karena aku mengancammu tadi? Lagipula kenapa harus ada perjanjian?”, protes Kyuhyun dengan senyum evilnya itu.

“Kyu, aku serius!Atau aku tidak akan cerita padamu!?”, ancam Leeteuk.

“Ne, hyung. Aku berjanji tidak akan meninggalkan rumah ini juga kalian, terutama kau Leeteuk hyung! Aku masih punya Sungmin hyung dan Kibum hyung yang juga menyayangiku.Kalianlah alasan untukku tetap bertahan di rumah ini”, sahut Kyuhyun tersenyum.

Setelah itu Leeteuk mulai menjelaskan semua perkara yang pernah terjadi beberapa belas tahun yang lalu.Dia terlihat begitu berhati-hati dengan setiap kata yang terucap dari mulutnya agar tidak menyakiti perasaan dongsaengnya itu.

 

Kyuhyun Pov

 

Leeteuk hyung menjelaskan semuanya kepada ku, dari mulai eomma yang selingkuh lalu mengandung anak dari selingkuhannya.Ne, anak itu adalah aku. Lalu eomma bercerai dengan appa sampai eomma melahirkan ku dan akhirnya meninggal karena mengalami pendarahan hebat.

Jadi kesimpulanya adalah benar yang dikatakan Yesung hyung, bahwa aku ini memanglah anak pembawa sial dan aku memang pantas untuk di benci oleh hyungdeulku.Tidak heran mereka memperlakukanku seperti ini karena aku, keluarga ini jadi hancur sekaligus jauh dari yang namanya kebahagiaan.

Setelah mendengar semua kebenaran, ingin sekali rasanyaku keluar dari rumah ini karena aku merasa tidak pantas berada disini.Tapi aku sudah terlanjur berjanji pada leeteuk hyungdan kuberpikir berulangkali untuk melakukannya.

Akan ada saatnya aku meninggalkan rumah ini meskipun bukan sekarang. Karena ku yakin keluarga ini akan kembali bahagia tanpa kehadiranku.

Andai saja tadi aku tidak berjanji padanya. Aku akan langsung berlari keluar rumah ini. Ah, aku benar-benar tak pantas menerima kebaikan mereka selama ini…

“Yang dikatakannya benar, hyung.”, gumamku pelan sambil menunduk berusaha menyembunyikan kesedihanku.

“Mwo?”, tanya Leeteuk hyung bingung.

“Yang dikatakan Yesung hyung memang benar, hyung.Aku ini anak pembawa sial, pantas saja jika mereka membenciku seperti ini!”.Leeteuk hyung tersentak mendengarku berkata seperti itu dan langsung memelukku lagi.

“Ani,Kyu.Jangan pernah berkata seperti itu lagi! Atau aku juga akan membencimu?!”.Lalu  aku pun mengangguk.

“Hyung…”, ucapku merenggek karena takut hal itu benar-benar akan terjadi.

“Aish..! Aku hanya bercanda, Kyu.Mana mungkin aku membencimu? Kalau kau tidak percaya aku akan bersumpah..”, ujarnya meyakinkanku.

“Kajja!! Lakukan itu untukku..”, pintaku langsung.

“Naneun, Leeteuk imnida.. Berjanji tak akan pernah membenci dongsaengku, Kyuhyun. Tak akan pernah membiarkannya merasa sedih, tak akan pernah membuatnya merasa kecewa karena sikap kami, tak akan pernah meninggalkannya disaat apapun. Jika aku melanggar janji ini aku bersedia dibenci oleh Kyuhyun seumur hidupku..”, ucapnya tegas sambil membuka telapak tangannya untuk bersumpah.

“Tidak perlu seperti itu, hyung! Aku juga tidak akan mampu membencimu..”, sahutku sambil tersenyum.

“Geurae, sebaiknya kau istirahat! Palli..”

“Shireo!Aku mau main game saja, karena aku ingin menunggu Kibum hyung pulang.”

“Kenapa kau menunggunya?”

“Hanya Kibum hyung yang mau kuajak segalanya, hyung.Entah itu bermain game bersama, makan bersama ataupun tidur bersama dikamarku.Aku tidak akan pernah menyalahkanmu dan Sungmin hyung karena aku mengerti kalian punya banyak pekerjaan yang tidak bisa kalian tunda. Kalian juga pasti sangat lelahkan, hyung?Ne, Itulah sebabnya aku jarang sekali mengajakmu dan Sungmin hyung bermain bersama.”

“Kalau begitu untuk hari ini aku akan menemanimu. Ottokhe?”, mungkin perkataanku barusan menyadarkan Leeteuk hyung tentang sikapnya selama ini sampai ia terlihat agak kikuk.

“Tidak perlu, hyung. Lagipula apa kau lupa dengan ucapan Yesung hyung tadi pagi? Kalau siang ini kau harus keperusahaan.”, ujarku mengingatkannya.

“Apa kau yakin?Yang kau ucapkan tadi membuat hatiku tidak enak, Kyu.”

“Gwaenchanna, hyung.Mianhae, aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu dan jangan kau pikirkan kata-kata itu. Lagipula bukankah sudah kukatakan tadi kalau aku mengerti pekerjaan kalian?Tidak perlu menghawatikanku, hyung. Percayalah…”

“Gomapta, Kyu. Kau dongsaengku yang paling mengerti. Geurae.. Bermainlah game sepuasmu! Aku akan kebawah sebentar untuk bersiap-siap ke perusahaan siang ini.”

“Ne…”

 

Saat aku tengah asik bermain game,Leeteuk hyung masuk dengan pakaian yang sudah berbeda dari sebelumnya.Kemeja biru berdasikan hitam, lengkap dengan jas, celana, dan sepatu berwarna hitam itu membuatnya terlihat lebih gagah.Aku jadi sempat berpikir, diperusahaan pasti banyak yeoja yang mengaguminya karena hyungnimku yang satu ini benar-benar berwibawa dan sangat dewasa.

Lain halnya denganku..Selain mempunyai penyakit, aku adalah anak yang tidak diinginkan oleh keluargaku sendiri.Aku namja yang sangat bergantung pada hyungdeulku.Mungkin aku bisa mati dengan mudah tanpa mereka karena hidupku benar-benar bergantung pada keluarga ini.Aku hanya dongsaeng yang mampu merepotkan mereka.Aku hanya dongsaeng yang dibenci oleh mereka.Tak ada satupun hal positif dari dalam diriku.

“Kyu……”, panggil Leeteuk hyung mengagetkanku yang sedang melamun.

“Ahh, m..wo?”

“Ani.. Justru kau yang kenapa melamun?”, ucapnya sambil menyipitkan kedua matanya itu. Aku hanya menggeleng membalas ucapan Leeteuk hyung.

“Kau akan segera berangkat, hyung?”, tanyakubermaksud mengalihkan pembicaraan, lalu menghentikan aktivitas ku sejenak.

“Ne, aku akan keperusahaan sebentar lagi.Kau tidak apa-apa kankutinggal? Mungkin Kibum akan segera tiba.”,ujarLeeteuk hyung sambil mengelus kepalaku.

“Aishh… Harus berapa kali kukatakan, hyung?Aku bukanlah anak kecil lagi, jadi kau tidak perlu khawatir denganku!”Leeteuk hyung hanya tersenyum.

“Hyung, boleh kutanya sesuatu?”,Leeteuk hyung menjawab dengan anggukan dan masih tersenyum.

“Apa, ap..appa.. masih hidup? Oh, maksudku appa kalian, hyung. Ne, appa kalian..”, tanyaku ragu-ragu. Dan membuat senyumnya langsung menghilang ketika aku menanyakan hal itu.Dia juga terlihat sedikit tersentak, mungkin karena terkejut dengan pertanyaanku yang tiba-tiba ini.

“Dia appamu juga,Kyu.”, jawab Leeteuk hyung.

“Hajima, hyung…..”Leeteuk hyung memotong kata-kataku yang belum sempat terselesaikan.

“Ani, Kyu. Dia juga appamu..Aku tidak ingin mendengar kau berbicara seperti itu lagi.Arra?!”, aku mengangguk lemah.

“Apa dia masih hidup, hyung?” tanyaku lagi.

“Ne, Kyu.Appa masih hidup dan sekarangtinggal di luar negeri.”, jawabnya begitu singkat. Senyum diwajahku merekah begitu saja saat mendengar Leeteuk hyung mengatakan itu.Karena aku merasa senang mendengarnya dan sungguh berharap bisa melihat wajah appa apalagi bisa memeluknya.

“Wae, Kyu?”

“Ani..Aku hanya bahagia.Hajima hyung, bisakah suatu saat nanti aku melihat wajah appa? Meskipun hanya sekali dalam hidupku.”, ucapku sambil tersenyum.

“Tentu saja, Kyu. Akan kuusahakan yang terbaik agar kau bisa bertemu dengan appa.”,jawabLeeteuk hyung yang membuat senyumku semakin membentuk diwajah.

“Gomawo, hyung. Jeongmal gomawoyo..”, akupun langsung memeluk Leeteuk hyung.

“Cheonma, saeng. Apapun akan kulakukan demi kebahagianmu… Geurae,aku berangkat kerja dulu ya dan ingat!Masalah hari ini jangan terlalu kau pikirkan.Aku tidak mau kau sakit karena memikirkan masalah yang kita pun tak tau kapan selesainya. Arra?”, ujarLeeteuk hyung yang kemudian melepaskan pelukanya.

“Ne, hyung…..”.Lalu Leeteuk hyung berjalan keluar kamar dan akupun melanjutkan aktivitasku yang sempat tertunda.Yaitu kembali bermain game. ^^

“Aigo, sampai level mana aku tadi?”, gumamku sendiri ketika mulai kembali memegang PSP. Jari-jariku sudah sangat lincah untuk menekan setiap tombol di PSP ini dan saat sedang asik bermain game aku terkejut karena tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar ku dengan keras.

BRRAAAAKK…….!!!!!

 

 

 

 

 

 

 

Tbc

Chingudeul… Annyeong! Jangan lupa ya tinggalkan like &comment kalian..

Gomawo… ^^

9 thoughts on “Jebal…. Mianhaeyo, Hyung! Part 2

  1. kyaaaaaaaaaa siapa itu,g bisa ketuk pintu dulu kah???
    kasihan kyu ku #plaaakkkkkk
    yg sabar pasti hyungdeul suatu saat nanti akan sayang padamu kyuhyun~ah..
    dtggu kelanjutannya author…

  2. Ceritanya keren, ternyata kyu bkn adik kandung hyungdeul…tpi kasian jga sih liat kyu di bully terus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s