Mr. Appartment (Part 7) [Getting Closser]

 

MA7

Title : mr. Appartment part 6 (explanation)

Author : butterfly agashi

fb/twitter : indah fitria/ @iindahfiitriia

Length : chapter

Cast : song yura
lee hyun wu
lee hankang
shin hye jin
kim jongwoon
park jungsu

ini sambungan MA

jajaaaaang!!!!!!!!!!

akhirnya-akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

akhirnya part ini muncul, para readers jaebal jangan anarkis, karena ini bukan part ending yang kalian bayangkan.

pikiranku masih terlalu sakit untuk bikin endingnya, jadi kita lanjutin aja ne🙂

 

thanks karena udah mau nungguin ff paling gaje ini, saranghae~

 
thanks eon ana and sem and lovely eonni(read: lie ang ang)

di part ini lebih banyak penjelasan mengenai pertanyaan yang mungkin terbersit di kepala readers. just enjoy

——————————-part sebelumnya

‘hari-hariku sangat kacau saat itu, saat memikirkan cinta pertama yang menolakku karena gadis lain bernama hyejin. Tapi semua hal itu ternyata hanya opini bodohku. Aku terlalu terburu-buru hingga tidak memikirkan kemungkinan itu. Shin hyejin adik tiri lee hankang. Aku tidak menyadari hal itu karena hankang oppa tidak pernah menyebut hyejin dan gadis itu tidak pernah datang ke rumah hankang oppa di busan. Emosi yang buruk bisa membawamu kedalam lorong yang menyesatkan’ –song yura

 

 

part 7————————————————————-

——

“dan perasaanku pada seorang gadis yang selama ini aku kagumi menghilang. Semuanya menghilang, berganti dengan perasaanku padamu” –lee hyunwu

 

 

Orang-orang di aula latihan yang biasanya bising dengan alunan lagu dari sound system sudah tidak terlihat sibuk dengan nyanyian-nyanyian, tarian serta naskah. Kini orang-orang itu lebih terlihat fokus pada wadrobe dan property yang akan digunakan dalam drama. Pementasan drama itu akan di laksakan minggu depan. Sang sutradara tak terlihat di kursi nyamanya. Para actor sibuk lalu lalang, membawa sepatu-sepatu dan kostum-kostum sembari berbincang mengenai benda-benda yang mereka pegang. Mengecek apa benda itu terlihat cocok dan nyaman saat digunakan.

 

Hyunwu membolak-balik pakaian yang ada di tangannya. Penata rias menyuruhnya untuk mencoba pakaian itu. Ia terlihat ragu, tapi tetap menuju ruang ganti. Ia tidak bermaksud untuk menambah pekerjaan si penata rias yang sudah mendapatkan lingkaran hitam dikedua matanya.

 

“yaa, kau tampak begitu bersemangat. Apa itu karena hyejin,” kata taejun dengan semangat.

 

“ohoo, kau bilang aku bersemangat. Kau bilang wajah ini wajah bersemangat,” kata hyunwu masih dengan wajah ragu-ragunya.

 

“kau sensitive sekali, yaaa, bagaimana kelanjutan ceritanya. Ayolah kau masih tidak mau mengungkapkan perasaanmu pada hyejin?” taejun mengatakan hal itu tanpa rasa ragu.

 

“yaaa, taejun-a apa kau salah makan obat? Kemana saja kau akhir-akhir ini eoh?”

 

“apa maksudmu dengan itu? Apa benar kau sudah menyukai gadis lain? Kau tidak menyukai hyejin lagi?” taejun ingin tahu, mengingat perbincangan terakhir yang mereka lakukan.

 

“aku masih belum terlalu yakin. Tapi kukira begitu,” hyunwu mengganti pakaianya, seperti yang diminta oleh penata rias.

 

“yaa,hyunwu-ya jinjja-ya? kau akhirnya bisa menemukan gadis lain. Bagus sekali, sangat bagus,” taejun berlonjak girang tidak karuan dan terlihat aneh.

 

“apa yang sedang kau lakukan eoh?” kata hyunwu yang telah selesai berpakaian.

 

“kau tahu kan aku baru saja putus bulan lalu, kalau kau sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi pada hyejin itu bagus sekali. Aku jadi bisa mendekatinya,” taejun lagi-lagi berlonjak girang.

 

“kau benar-benar berusaha untuk menjadi  playboy, taejun si anak ibu,” hyunwu memukul bahu taejun singkat.

“dia tidak akan tertarik padamu,” hyunwu meninggalkan taejun yang masih kegirangan.

 

——-

 

kini aku tidak berani melirik kearahmu karena satu alasan. Aku takut tidak bisa lepas dari pesonamu dan terjebak tanpa tahu jalan kembali”

 

Kaldu sapi sebuah hidangan wajib saat musim dingin mulai menjelang. Yura tengah menunggu kaldu yang ia buat matang. Rambut panjangnya diikat menjadi satu, memperjelas lekukan rahang tajam gadis itu. Mata bulatnya memicing keluar jendela. Mendung, cuaca diluar terlihat mendung. ‘Apa akan hujan?’ pikirnya. Cuaca akhir musim gugur dan awal musim dingin sudah cukup menusuk tanpa adanya hujan. Apa butiran air yang menyenangkan itu akan datang disaat yang tidak tepat seperti ini? entahlah, yura berharap itu tidak terjadi.

 

Yura meraih ponselnya, memandang sebuah nama disana dengan lekat. ‘apa aku terjatuh kedalam pesonamu? Bahkan disaat cinta pertamaku belum benar-benar selesai. Apa kau mau membuatku menjadi gadis jahat? Jatuh cinta pada orang yang berbagi apartemen denganku’ gumam yura. Sekali lagi gadis itu menoleh keluar jendela.

 

‘selamat tinggal musim gugur, selamat tinggal lee hankang. Selamat datang musim dingin, selamat datang lee hyunwu’ yura berbicara dengan jelas. Tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar dengan jelas, orang yang baru saja masuk itu mengangkat wajahnya ketika namanya disebut tanpa sadar oleh yura.

 

“mworago?” kata hyunwu.

 

“ah, hyunwu-ya? kapan kau pulang?” yura terkejut mendapati hyunwu yang mendengarkan perkataanya.

 

“baru saja. Saat kau memanggilku. Apa itu kaldu? Baunya sedap sekali?” hyunwu menuju dapur.

 

“ah, ne. kaldu, apa kau sangat lapar. Ayo kita makan sekarang,” yura menutupi keterkejutannya. Ia bernafas lega, hyunwu tidak mendengarkan kalimat sebelumnya.

 

“baiklah, mana mangkuk nasiku? Cuaca diluar semakin dingin dan rasa lapar mulai cepat sekali terasa,” hyunwu mengambil dan mangkuk yang diberikan yura dan menyendok nasinya cepat.

 

“kurasa sudah saatnya kita menaikan suhu pemanas ruangan,” yura menuangkan kaldu hangat kedalam dua buah mangkuk dan menuangkan sedikit minyak wijen kedalam mangkuk miliknya.

 

Kegiatan makan malam itu khitmat. Kedua orang itu tidak saling bicara. Sibuk dengan pikiran mereka untuk mengatur tingkah laku dan detak jantung yang tak beraturan. Hyunwu baru saja meletakan mangkuknya kedalam bak pencuci piring, menuangkan air hangat kedalam gelasnya dan kembali ke posisi duduknya semula.

 

“yura-ya, disini” kata hyunwu menunjuk pipi nya, member petunjuk pada yura.

 

“mwo? Nasi? Apa ada nasi?” yura meraba-raba pipinya.

 

“ani, bulu matamu. Disebelah sini, bukan disana,” hyunwu meraba pipinya sendiri, memberi petunjuk pada yura.

 

“dimana? Dimana? Jangan sampai benda itu masuk kedalam kalduku,” yura menjauhkan mangkuk nasi dan kaldu dari hadapannya.

 

“kubilang disini,” hyunwu mengambil rambut halus itu. Jari tangannya terdiam di wajah yura cukup lama. sejenak mata mereka beradu, saling menatap dalam. Saling berusaha mencari jawaban dari pikiran mereka di dalam mata hitam keduanya. Pantulan wajah mereka terlihat jelas dari kornea mereka yang mengkilat. Jari itu masih tetap terpaku di pipi yura yang dingin. Hyunwu membuka telapak tangannya membiarkan pipi itu merasakan kehangatan dari telapak tangannya.

 

Yura tersadar, cepat-cepat ia merunduk. Jantungnya yang sebelumnya sudah berdebar cepat, menambahkan kecepatannya. Kedua pipinya memerah secepat hyunwu menurunkan tangannya. Beberapa saat mereka saling merunduk, memutar-mutar bangku yang mereka duduki. Berusaha membuat suasana canggung itu menghilang.

 

“maaf,” kata hyunwu kemudian.

 

“tak apa,” yura berusaha membuat suaranya agar terdengar biasa, menyembunyikan suara getaran dari lidahnya akibat debaran cepat jantung yang tak kunjung mereda.

 

——–

 

Hyunwu menunggui yura yang berganti pakaian. Ditangannya ada sebuah tiket pementasan drama musical yang ia ikuti. Tak lama hyunwu menunggu, yura keluar dari kamar dengan pakaian lengkap khas musim dingin.

 

“kau belum berangkat?” Tanya yura yang mendapati hyunwu masih duduk di sofa.

 

“aku menunggumu,” kata hyunwu santai.

 

“mau pergi bersama?”

 

“ya, dan juga ini. tiket pementasanku, lusa ini,” hyunwu melambai-lambaikan tiket itu.

“drama musical mu akan di tayangkan? Benarkah aku bisa menontonya lusa ini?” yura terlihat antusias.

 

“ya, kau harus datang, ini penampilan perdana drama kami,” hyunwu bangkit, memasukkan ponselya kesaku dan berjalan menuju pintu.

 

“tentu saja. Aku belum pernah menonton pementasan perdana drama musical sebelumnya. Biasanya aku dan eonni hanya mendapatkan tiket untuk hari ke delapan ataupun ke sepuluh,” yura mengikuti di belakang hyunwu.

 

“ini pengalaman pertamamu untuk itu. Salah kau sendiri yang terlalu fokus pada lee hankang dan lupa untuk menikmati hidup yang indah ini,” hyunwu menutup pintu apartemennya. Mereka berdua berjalan menyusuri lorong-lorong apartemen yang sepi.

 

“yaa, jangan bahas hal itu lagi, aku selalu merasa malu ketika mengingatnya. Tapi, Aku penasaran apa peranmu disini? Pemeran utama?” Tanya yura lebih antusias.

 

“kau akan tahu setelah melihatnya nanti.”

 

“aku penasaran. Tapi, mengapa di tiketku tidak ada judulnya. Apa judul drama musical nya? Mengapa jadi misterius seperti ini eoh?”

 

“karena itu tiket khusus, vvip. Kau akan duduk di kursi paling depan, jadi jangan lupa berdandan dengan cantik,” hyunwu mencubit yura, meninggalkan gadis itu dibelakangnya.

 

“apa maksudmu? Apa aku tidak cantik eoh? Hei kemari kau,” yura mengejar hyunwu.

 

——–

 

Sore itu yura baru saja pulang dari berbelanja. Kantong-kantong belanjaan yang berat membuat lengannya letih. Tapi ia tidak mempunyai gaun hangat untuk digunakan di seoul. Karena Ia meninggalkan semua gaun di busan. Cepat-cepat gadis itu masuk kedalam apartemenya, meletakkan semua kantong-kantong itu ke atas ranjangnya dan berlari cepat menuju kamar mandi. Ia harus bergegas jika tidak ingin terlambat. Hyunwu akan sangat marah jika ia datang terlambat.

 

Yura mengecek kembali penampilannya di cermin. Pantulan dirinya dengan dress merah muda. Setelah merapikan rambut hitamnya yang diikat rapi dengan pita cantik, yura mengambil mantelnya. Kemudian gadis itu berbalik, memasukkan ponsel dan dompetnya kedalam tas tangan dan berlari-lari kecil mengambil sepatunya. Seharusnya taksi yang telah ia pesan sudah menunggu dibawah. Yura berharap ia tidak terlambat sedikitpun, karena itu akan membuat ia sulit untuk mengahapi hyunwu nantinya.

 

——-

 

Yura memasuki gedung teater universitas seoul dengan cepat. Di pintu masuk ia mengambil selebaran yang menjelaskan drama musical kali ini. tepat sebelum pintu teater ditutup ia berlari-lari cepat, membuat staf yang akan menutup pintu itu mengurungkan niatnya. Setelah masuk gadis itu menghela nafas lelah, karena perjalanannya untuk sampai di tempat itu diwarnai tenaga ekstra. Dengan sopan yura berjalan mencari kursinya di paling depan. Gadis itu duduk dengan nyaman dan mulai melihat selebaran yang ia ambil tadi.

 

“omooo! Yaa lee hyunwu, mengapa kau tidak mengatakan hal ini dari awal eoh?” yura bergumam kecil. Giginya gemertak geram pada hyunwu. Tak lama setelah itu drama musical pun dimulai. Membuat decak kagum yang tak pernah dibayangkan yura.

 

——

 

Alunan-alunan music merdu itu telah hilang. Hentakan atau gesekan sepatu-sepatu dilantai panggung megah itu sudah tak terdengar. Tirai merah tua yang sangat lebar sudah menutup panggung itud engan sempurna. Ya, drama musikalnya sudah selesai beberapa saat lalu. Namun yura masih tetap di kursinya, merasa takjub dan terbawa suasana. Ia merasa tidak yakin dengan apa yang tadi di lihatnya. Lee hyunwu si teman berbagi apartemen berakting dengan sangat baik.

 

Yura mengangkat tubuhnya, berdiri membawa bunga yang telah ia persiapkan kearah backstage. Ya, walaupun sepertinya akan banyak orang yang memberikan hyunwu bunga, yura harus tetap memberikan satu. Sebagai tanda ia peduli padanya.

 

Satu detik, dua detik, yura begitu terpesona dengan sosok yang baru saja berjalan melewatinya. Pria itu sudah berganti pakaian dari yang ia gunakan di pentas tadi. Mantel hangat yang digunakannya memperjelas kalau ia sedang bergegas ke suatu tempat. Sibuk. Karena pria itu memang sangat sibuk.

 

“kau disini,” hyunwu menyapa yura yang berdiri dengan fikiran melayang.

 

“ya! kau kenapa?” hyunwu menggoyangkan pundak gadis itu, membuatnya segera tersadar.

 

“ah, kau. Mengapa kau tidak pernah mengatakan kim jaejoong adalah pemeran utama musical ini eoh?” yura mengerutkan keningnya menuntut jawaban hyunwu.

‘karena aku yakin kalau aku mengatakannya, kau tidak akan datang untuk diriku, tapi karena ingin melihat selebrity terkenal itu’ hyunwu berbicara dalam hati.

 

“kau tidak mau menjawab? Baiklah, ini untukmu. Aktingmu tadi sangat bagus aktor lee hyunwu,” yura tersenyum kecil.

 

“kau membawakan bunga? Ini lucu sekali. Apa kau lapar? Aku akan mentraktirmu,” hyunwu merangkul bahu yura mengajak gadis itu masuk kedalam ruang gantinya.

 

“apa lucunya membawa bunga? Itu lumrah. Apa tidak ada pesta pementasan perdana? Seharusnya para actor dan staff berpesta malam ini, itu yang sering kulihat di tv,” yura tercengang melihat backstage yang mereka lalui. Hanya terlihat beberapa staf yang membereskan property.

 

“sutradara kami sangat sibuk begitu juga dengan actor pria utamanya. Ku kira tadi kau sudah melihatnya keluar?”

 

“ah, begitu. Benar, aku melihatnya. Aku melihat kim jaejoong yang tampan itu. Yaa, seharusnya kau mengatakannya lebih dulu, jadi aku bisa membawa kertas dan pulpen untuk tanda tangannya,” yura memukul lengan hyunwu pelan.

 

‘aku tidak mau selebrity itu juga masuk kedalam pesonamu, aku tidak mau bersaing dengan orang yang tidak bisa dibandingkan denganku, yura-ya’ hyunwu begumam tanpa suara.

 

“aku mengganti pakaian ku dulu ne, kau tunggulah disini sebentar,” hyunwu meninggalkan yura di ruang riasnya.

 

“annyeong,” sapa taejun pada yura. Laki-laki itu telah siap dengan mantel dan ranselnya.

 

“ne annyeonghaseyo,” yura menundukkan kepala.

 

“aku taejun. Tadi kau sudah melihatku bukan, kulihat kau di kursi terdepan. Hyunwu yeoja-ya.”

 

“ya aku melihatmu. Peranmu lucu sekali. Tapi kau salah, aku bukan wanitanya hyunwu, namaku song yura.”

 

“yaa, taejun-a. apa yang kau lakukan eoh? Kau menggoda yura?” kata hyunwu yang tadi menghilang.

 

“ani, dia tidak menggodaku. Hyunwu-ya kau tidak jadi berganti pakaian?”

 

“tidak usah, ayo kita pergi, sebelum bocah tengik ini meracuni pikiranmu,” hyunwu menarik yura meninggalkan taejun diruangan itu sendirian.

 

“ya, yura-ssi. Orang itu menyukaimu, benar aku benar dia menyukaimu,” taejun setengah berteriak. Yura tidak bisa mendengar perkataan taejun dengan jelas. Hyunwu menutup kedual telinga gadis itu begitu taejun berbicara. Dan dia baru melepaskan kedua telapak tanganya ketika mereka sudah keluar dari backstage.

 

‘aku berdebar, jantungku berdegub tak karuan. Apa yang kau lakukan padaku hyunwu-ya’

 

——

 

“nyanyianmu seindah mentari pagi, tatapanmu seperti indah nya kelopak-kelopak bunga dan senyummu, senyum itu begitu hangat, membuatmu menjadi pangeran musim semiku”

 

“oppa, saranghaeyo.”

 

Deg!

 

Hyunwu terpaku mendengar apa yang suara itu ucapkan. Ia mundur dari pintu itu selangkah. Berusaha menjernihkan pikirannya. Kembali berpikir kalau mungkin saja ia sudah salah dengar.

 

“ye, jongmal saranghae.”

 

Ucapan dari suara itu kembali membuat hyunwu mematung. Kini ia benar-benar yakin tidak ada kesalahan dari pendengarannya.

 

‘apa dia sedang berbicara dengan seseorang? Oppa, siapa lagi yang ia panggil oppa kalau bukan lee hankang. Apa laki-laki itu berubah pikiran tentang perasaan yura? Apa mereka akan bersama?’ imaginasi hyunwu bekerja dengan liar.

 

TBC-

 

makin parah ya ceritanya?? -.-

aku nyerah *kibar bendera putih*

buat yang udah sabar nungguin ni ff jongmal gomawo, anda-anda adalah oxigen yang membantuku untuk mlanjutkannya, dan part end? aku gatau kapan part itu muncul, tapi kuharap kalian semua berdoa agar secepatnya. supaya pikiran kalian yang tenang tidak dihantui oleh ff gaje ini.

dan cover belum aku kerjain (kaga bagus juga kan??)

seluruh cinta untuk kalian

terima kasih🙂

 

note: kim jun! kali ini anda harus coment >.

eon lie, kembalikan inspirasiku………..

10 thoughts on “Mr. Appartment (Part 7) [Getting Closser]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s