HOUSE LIVE (Part 11)

 

HL11

 

Cast:

 Lee Sungmin

Han Minji

Choi Siwon

Jung Soo Kyung

 

 

Genre : Romance, Comedy, Sad

 Author :  Minzy

 

Happy Reading !!

Pagi menjelang sinar mulai menyinari seluruh ruangan dimana minji dan Sungmin masih tampak tidur, mereka tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sesaat kemudian minji terbangun dan terkejut karena ia tidur bersama Sungmin malam ini. dilihatnya sungmin yang masih terlelap tidur begitu tampan dan manis begitulah yang minji rasakan.

“(kau tidak tahu bagaimana perasaanku..  sungguh berat untukku pergi dari sini..)”

katanya dalam hati iapun mendekati sungmin lalu mengecup bibirnya sekilas .

“aku mencintaimu sungmin-ssi..”

minji meneteskan air matanya, baginya sekarang ia sudah lemah ia selalu menangis karena sungmin entah apa yang harus ia lakukan.

iapun keluar dari ruangan itu dan membiarkan sungmin terus menikmati tidur lelapnya.

 

***

 

satu jam kemudian sungmin terbangun dan sedikit heran mengapa ia berada disofa ruang kerjanya setelah ia menyadari bahwa semalam ia mabuk dan ketiduran. iapun keluar ruangan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sangat pusing kala itu. setelah mandi ia melihat minji tampak sibuk di dapur, minji yang melihat sungminpun menghentikan aktifitasnya.

“sungmin-ssi.. kau sudah bangun? ”

“oh iya..”

jawab sungmin sedikit bingung.

“kemarilah aku buatkan sarapan untukmu.. ayooo.”

minji tampak ceria pagi ini ia membantu sungmin duduk di kursi dan dihadapannya kini ada sepiring pancake dan juga air madu yang dibuatkan khusus untuknya.

“aku membuat ini susah payah jadi kau harus makan ini!! dan air madu untuk menghilangkan rasa pusingmu..”

“baiklah.. tapi darimana kau tahu aku sedang pusing?”

heran sungmin, ia heran mengapa minji bersikap seperti itu pagi ini.

“semalam kau mabuk berat dan kau tertidur diruanganmu, aku yang sedikit minum saja sudah pusing apalagi kau ! dasar pemabuk berat.. ”

“apa beban dikepalamu itu sudah mengghilang?”

tanya sungmin.

“sedikit, aishh tak penting sekarang kau cicipi bagaimana rasa pancake ini..”

sungmin mulai mencicipi pancake itu kini ia kembali mengingat memori itu memori dimana ia dan minji membuat pancake bersama.

“aku memesan tiket pesawat untuk keberangkatan besok lusa.. kupikir tidak ada salahnya jika aku jadi sedikit berguna disini.. ”

jelas minji merasa dirinya selalu membebani orang lain.

“ini ambillah.”

sungmin memberikan sebuah kartu kredit miliknya.

“apa ini?”

minji mengambil kartu itu sambil dibolak balikkannya heran karena sungmin memberikan benda itu padanya.

“kartu kreditku.. kau bisa menggunakannnya kapanpun kau membutuhkan sesuatu.”

jelas sungmin, kartu kredit itu terisi banyak sekali uang dan membuat minji tidak percaya akan ini.

“ini terlalu berlebihan.. ”

“anggap saja ini bonus , terimakasih kau telah mau membantuku.”

“harusnya aku yang berterimakasih padamu karena kau telah membiarkanku tinggal disini juga memberi pekerjaan untukku.”

“kemana kau akan pergi?”

“aku.. tidak tahu.. yang jelas aku tidak akan memberitahukan mu kemana aku akan pergi.”

“aku tahu.. kau ini orang yang memiliki tempat dimanapun.”

“sudahlah.. ayoo habiskan ini kau kan membutuhkan tenaga untuk melamar soo kyung nanti.. kau harus bilang padanya malam ini juga !!”

repot minji ia terus melayani sungmin sampai selesai sarapan, lalu sungmin kembali mengurus pekerjaannya yang deadline sampai sore ini.

***

Tak Terasa malampun tiba, malam ini Sungmin secara langsung mengundang Soo Kyung makan malam disebuah restaurant mewah di tengah kota Jeju makan malam yang sangat berkesan terlebih lagi salju yang mulai turun perlahan menambah kesan romantis . dengan makan malam yang di pesan khusus oleh sungmin soo kyungpun tampak dengan gaun yang indah membuatnya sangat cantik malam ini.

 

“tak biasanya kau mengundangku makan malam sungmin oppa..”

senyum soo kyung.

“hanya ingin mengundang makan malam tanpa syarat soo kyung-ssi..”

jawab sungmin.

“apa minji sudah pergi?”

tanya soo kyung membuat sungmin terkejut akan pengetahuannya bahwa minji akan pergi.

“kau mengetahuinya?”

“hm.. dia yang bilang padaku bahwa dia akan pergi, aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian.. oppa dia pergi sementara kau mengundangku makan malam aku tahu benar apa yang kau inginkan malam ini.”

nampaknya soo kyung telah mengetahui semuanya dan ia berpikir bahwa sungmin akan kembali padanya malam ini juga.

mendengar itu sungmin menyembunyikan cincin itu ditangannya ia sepertinya ragu akan mengungkapkan perasaanya kembali pada soo kyung dan pikirannya terus menuju pada minji saat ini.

“ada apa oppa?? ”

heran soo kyung.

“ah , tidak apa-apa .”

raut wajahnya kini berubah menjadi wajah kecemasan walaupun ia tahu minji masih dirumahnya saat ini.

“kau tidak usah memaksakan hatimu oppa, aku tahu sejak dulu kau mencintaiku kan.. sekarang aku ingin tahu bagaimana perasaanmu pada ku dan pada minji juga..”

“mengapa kau bertanya seperti itu?”

“karena.. aku merasa telah mengorbankan Minji, aku tahu kalian sudah bertunangan tapi aku masih saja mendekatimu dan jujur oppa aku berharap kau bisa kembali lagi padaku.. tapi yang ingin aku tanya adalah apakah kau mencintai minji siapa yang akan kau pilih antara aku dan dia?”

“aku.. tidak tahu.”

“mengapa kau tidak tahu? oppa jika kau mencintaiku seharusnya kau lebih memilihku dibandingkan dia.. sungmin oppa ini telah menjadi pelajaran bagiku , seseorang mengatakan apakah aku menginginkan atau mencintai . jika aku hanya menginginkan belum tentu aku mencintai dan jika aku mencintai itu sudah pasti akan menginginkan menjadi milikku. setelah kupikirkan ini, hatiku mengatakan bahwa aku hanya menginginkanmu.. oppa aku menginginkanmu agar kau kembali padaku. aku egois karena ini ..”

penjelasan soo kyung hanya membuat sungmin diam dan bertanya pada hatinya ia begitu bingung dan bimbang pada perasaannya.

 

***

 

Malam yang dingin ini, minji tampak berada dikamarnya menulis sepucuk surat untuk seseorang yang ia cintai Lee Sungmin dengan pakaiannya yang sudah rapi serta barang yang sudah dikemas ini menunjukkan bahwa ia akan pergi malam ini juga.

“sungmin oppa kuharap kau tidak akan pernah melupakanku..”

lirihnya lalu ia pergi dengan perasaan hati yang tak akan ia sampaikan ia juga meletakkan kartu kredit yang diberikan sungmin tanpa membawanya , ia berharap tidak akan bertemu dengan sungmin dan selamanya ia akan melupakan kenangan bersama sungmin.

ia berbohong bahwa ia akan pergi besok lusa ia hanya tidak ingin bahwa kepergiannya dihantar oleh sungmin dan ia juga tak ingin melihat sungmin saat ia pergi. dengan pakaian seadanya ia keluar rumah. salju yang masih perlahan turun membuatnya menahan dinginnya udara yang menusuk tulang.

 

***

 

“Oppa.. kini kau harus memilih apa yang akan kau jawab aku masih menunggu itu.”

soo kyung masih menginginkan jawaban dari sungmin yang masih diam dengan menggenggam cincin itu.

 

—-

Kini sungmin pergi dari restaurant ia tahu sekarang apa jawaban dari hatinya itu ia mencintai minji walaupun ia menyukai soo kyung sejak kecil suka itu hanya menginginkan . setelah bertemu minji ia merasa minji adalah wanta yang bisa membuatnya nyaman dan ia mencintai minji dan perasaan itu sulit untuk di tolak . ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , dengan meninggalkan soo kyung di restaurant itu soo kyung lah sahabatnya kini soo kyung kembali menjadi dirinya yang dulu ia tahu benar bagaimana perasaan sungmin, sungmin adalah pria yang tidak mudah mencintai dan tatapan matanya selalu menuju pada kekhawatirannya pada minji saat ini.

 

setibanya sungmin dirumah kediamnnya iapun masuk kerumah yang sangat gelap dan sepi tak ada suarapun disana ia terus mencari minji, salju semakin lama semakin lebat  namun , ia tak menemukan minji disetiap ruangan sampai ia tiba dikamar minji ia melihat sepucuk surat yang diletakkan dimeja raisnya. lalu dibukanya surat itu dan membacanya dengan seksama.

 

 ” Sungmin-ssi maaf, aku harus pergi sekarang.. aku hanya tidak ingin kepergianku membebanimu jadi tanpa memberitahumu terlebih dahulu, sungmin-ssi sebelumnya aku sangat berterimakasih padamu .. kau banyak membantuku walaupun kita baru saja saling mengenal. saat ini aku hanya merasa malu padamu bahwa aku telah hadir dan membuat kacau semuanya.. tapi ada satu hal yang harus kau ketahui aku Mencintaimu, dan pada akhirnya aku sadar ini tidak boleh terjadi maafkan aku telah mencintaimu sungmin-ssi aku tidak bisa membohongi perasaanku. setelah aku membaca surat ini mohon untuk tidak mencariku karena mungkin aku sudah tidak ada di sini lagi .. aku tidak akan menemuimu lagi dan aku berjanji akan berusaha menghapus rasa cinta ini .. terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku sungmin-ssi .. ”

 

Han Minji _

 

 

tak sadar ia meneteskan air matanya perlahan, ia yakin bahwa minji masih belum jauh walaupun ia tak tahu sejak kapan minji pergi iapun dengan cepat pergi menuju bandara.

 

***

 

bandara sangat sepi hanya sedikit petugas yang ada disana tengah bertugas membuat minji heran iapun bertanya pada salah seorang petugas diasana.

 

“ahjussi permisi, aku akan mengikuti penerbangan pukul 10 malam mengapa disini tampak sepi sekali apa pesawatku terbang lebih awal?”

tanya minji.

“nona apa kau tidak diberi tahu? semua penerbangan ditunda sampai besok siang karena banyak salju dan semua jalan dibandara ditutup . sebaiknya nona pulang karena cuaca semakin buruk saja malam ini.”

nasihat petugas setengah baya itu.

“baik terimakasih ahjussi..”

minji begitu kecewa saat ini ia tak bisa kembali kekediaman sungmin iapun memutuskan untu tetap tinggal dibandara sampai besok pagi. disana hanya dia seorang ia menunggu di ruang tunggu penumpang sambil menahan rasa dingin yang menyerangnya tiba-tiba. ia tak memakai jacket tebal pula dan merasa seluruh darahnya kini membeku.

“tidak.. aku tidak boleh mati kedinginan disini.. “gumamnya dengan memposisikan duduk nya sambil memeluk kakinya . salju yang terus turun membuat semua kaca tampak berembun tak lama kemudian minji yang tidak bisa menahan rasa dingin itu lalu tak sadarkan diri tanpa seorang yang menolong disana.

 

***

 

Beberapa saat kemudian, sungmin hampir tiba di bandara hanya tinggal 200 meter lagi ia tiba namun, jalan menuju bandara ditutup iapun menghentikan mobilnya tetap di depan portal disana ada petugas keamanan yang menghampiri mobilnya.

“permisi pak, jalan menuju bandara ditutup anda tidak bisa melaju kesana sekarang.”

tegur petugas keamanan.

“lalu bagaimana untuk penerbangan pesawat malam ini?”

tanya sungmin.

“semua penerbangan ditunda sampai besok pagi pak.”

jawab petugas itu, hal ini meyakinkan sungmin bahwa minji pasti masih berada dibandara iapun keluar dari mobil dan menitipkan mobilnya pada petugas keamanan itu. dengan salju yang terus turun ia berlari menuju bandara berharap minji baik-baik saja disana , walaupun ia juga kedinginan tapi semangat kekhawatiran pada minji berhasil menakhlukan rasa dingin itu.

**

Pada akhirnya perjuangannya itu membuahkan hasil, ia tiba dibandara dan mencari dimana keberadaan minji , dan akhirnya ia menemukan seorang wanita yang tergeletak di kursi tunggu penumpang ia tahu bahwa wanita itu adalah minji. Ia berjalan perlahan Dengan sejuta harapan agar bisa membawa minji pulang bersamanya, setelah ia berada dihadapan minji ia pun memanggil minji pelan Karena dalam pikirannya minji hanya sedang tidur sekarang.

 

“minji-ssi..”

Panggil sungmin, tidak ada respon dari minji ia hanya tampak lemah tak berdaya sungmin yang merasa ada yang tak beres terus membangunkan minji dan lagi-lagi tak ada respon.

TBC

16 thoughts on “HOUSE LIVE (Part 11)

  1. hore sungmin ndk jadi melamar so kyung,😀 tapi minji dah pergi,, syukurlah ada salju jadi minji ndk jadi pergi tapi agh ayo sungmin selamatkan minji,, moga2 aja minji ndk kenapa-napa u.u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s