*I Miss You* (Part 7)

 

IMY7

Cast :
Song Ji Eun
Kim Jong Woon
Cho Kyuhyun
Im Yoon Ah
And Other cast

Genre : Romantic, Sad, and Friendship.

Author : Indharkyuyeppa

Annyeong ini ff pertama saya, mianhae kalau amburadul, gak nyambung dan ceritanya membosankan. Saran dan kritik anda psti sangat bermanfaat untuk pemula seperti saya.
_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_,_
_,_,_,_,_+’_+’_+’_+*+_’+_’+_’+_,_,_,_,_,_

Happy Reading

Jieun pov

Saat sampai dikelas semua teman sekelasku sudah mengitari bangkuku, akupun mendekat dan melihat apa yang terjadi sebenarnya dan aku membekab mulutku sendiri.

“Omo,, apa ini,, bangkuku ahh tasku juga…” kataku dalam hati mendapati semua barang2ku penuh dengan cairan berwarna merah seperti darah, dan yang lebih mengejutkanku lagi pisau yang tertancap dibangku dan kertas yang bertuliskan tinta merah.

AKU TIDAK MAIN-MAIN, JIKA KAU TIDAK MENJAUHINYA JUGA AKU PASTIKAN CAIRAN MERAH ITU AKAN DIGANTI OLEH DARAHMU SENDIRI ARASSO SONG JI EUN??

Saat kubaca pesan itu, akupun mulai gemetar dan kurasakan Yeppa datang.

“Jieun wae..?? katanya, aku hanya diam karena masih ketakutan dan kertas yang kupegang jatuh kelantai.

Yesung pov

Jieun tidak meresponku sama sekali dan membuatku semakin khwatir, hingga kulihat apa yang terjadi didepan mataku dan kuambil secarik kertas yang jatuh dari tangan Jieun barusan.

“Mwo,,, nugai jiseul,,, oeh…??” teriaknya dan membuat teman2ku terkejut,”Siapa yang berani melakukan ini, hahh?” katanya lagi

“Molla sumbae,,” kata salah satu dari mereka, kulihat Jieun semakin shock, dan akhirnya kuraih tangannya dan menariknya menjauh dari tempat itu, dan kulihat Kyuhyun.

“Biarkan aku yang membereskan ini hyung kau bawalah Jieun dari sini untuk menenangkan dirinya, pasti dia sangat shock” kata kyu padaku

“Ne,,, oppa,, biar aku juga yang membersikan semua ini” kata Jiyeon juga padaku, tanpa lama2 ku bawa Jieun ke tepi danau yang ada disamping sekolah.

Kyuhyun pov

Saat yeoja itu datang dalam keadaan ngosngosan karena berteriak memanggil Jieun, dan akhirnya menarik Jieun dan kulihat wajahnya seperti orang ketakutan.

“Jieun-ahh,,, palli kau harus melihatnya” katanya panik, kulihat Jieun hanya menatap hyung dengan resah dan penuh kebingungan hingga akhirnya berlari karena yeoja itu terus menariknya.

Aku dan hyung saling menatap satu sama lain dan seakan seperti memberi aba2 masing, kami berduapun lari mengejar Jieun dan yeoja itu yang belum kutau namanya tapi sepertinya dia adalah teman terbaik Jieun.

Sesampainya disebuah kelas yang sudah ramai dipenuhi oleh siswa, aku dan hyung menerobos masuk, dan kulihat Jieun terlihat sudah sangat panik, dan gemetaran, dan ternyata,

“Omo,,, siapa yang melakukan semua ini??” tanyaku dalam hati, dan hyung sudah terlihat sangat marah, dan bertanya pada mereka bahwa siapa yang melakukan semua ini, namun tak ada yang tau kejadiaannya bangku jieun sudah seperti itu saat jam istirahat berakhir.

“Biarkan aku yang membereskan ini hyung kau bawalah Jieun dari sini untuk menenangkan dirinya, pasti dia sangat shock” kataku pada hyung saat dia menoleh kearahku.

“Ne,,, oppa,, biar aku juga yang membersikan semua ini” kata yeoja itu ikut2an berbicara pada hyung, dan akhirnya mereka berduapun pergi meninggalkan kerumunan itu.

Author pov

Melihat Jieun yang masih diam membeku tidak bergerak sekalipun, Yesung lalu memeluk Jieun saat dia mulai menangis.

“Gwanchana,,, uljimayo, oeh?” kata Yesung pada Jieun yang menangis dalam dekapan Yesung.

“Oppa,,, aku takut” jawab Jieun pelan.

“Gwanchana,,, takkan kubiarkan siapapun menyakitimu, aku jajji” kata Yesung mencoba menenangkan Jieun.

“Jommal” kata Jieun dalam tangisnya.
Sementara itu sipelaku memandang mereka berdua, bukannya menjauh tapi Jieun semakin dekat dengan Yesung

“Aiishhh,, apa dia pabo,,, kenapa tidak menghiraukan ancamanku, baiklah kau ingin bermain2 akan aku ladeni” katanya lalu pergi.

Jieun pov

Aku diam, tak bisa membuka mulutku karena masih gemetar, ahh apa terjadi sebenarnya, kenapa harus aku? Apakah aku pernah berbuat salah? Apakah aku pernah menyakiti seseorang?
Kenapa hal seperti ini harus terjadi padaku.

Namun aku masih bersyukur karena ada Yesung oppa disisiku, kurasakan hangat tubuhnya saat dia mendekapku dalam pelukannya, ahhh aku harus bagaimana jelas2 dalam kertas itu tertulis aku harus menjauhi oppa, tapi kenapa aku malah semakin ingin bersamanya. Saat aku sudah merasa tenang akhirnya aku melepaskan pelukan Yeppa, dan menghapus air mataku.

“Wae,,, apa kau sudah merasa tenang?” tanyanya padaku dan kulihat wajahnya sepertinya ia masih khwatir terhadapku.

“Ne,,, aku sudah merasa lebih baikan oppa, gomawo sudah mau menemaniku” kataku pelan padanya. Dan kulihat dia mengangguk dan tersenyum.

Author pov

Karena kejadian yang tidak terduga itu, Jieun merasa takut, meskipun begitu dia juga senang karena dengan begitu perhatian Yesung semakin mengarah padanya, rasa takut dan bahagia itu bercampur menjadi satu.

Sementara itu dikelas Kyuhyun dan Jiyeon masih membersihkan meja dan kursi Jieun, dan saat Jiyeon ingin mengambil tas Jieun dilantai, sontak secara bersamaan mereka meraih tas itu, lalu saling memandang.

“Dug,,, dug,,, dug,,,” jantung Jiyeon berdegup kencang saat melihat sorot mata Kyuhyun, “wae,,, hatiku,, omo apa ini” kata Jiyeon dalam hatinya.

“Oeh,,, mianhae” kata Jieun lalu melepaskan tangannya dari tas itu yang tidak sengaja juga bersentuhan dengan tangan Kyuhyun.

“Ani,,, aku yang harus berkata seperti itu, mianhae,, oh iya kita belum berkenalan, naneun Cho Kyuhyun imnida, panggil aku Kyu saja, ne” kata Kyuhyun pada Jiyeon.

Jiyeon pov

Rasanya dunia berhenti berputar saat aku memandangnya melihat sorot matanya yang begitu tajam membuatku tidak bisa berkutib.

“Naneun Cho Kyuhyun imnida, panggil aku Kyu saja, ne” katanya padaku dengan senyuman yang melekat indah diwajahnya, lalu menyodorkan tangannya kedepanku namun aku hanya terdiam, entah apa yang sudah menghipnotisku hingga aku tidak bisa bergerak, dug dug dug, jantungku terasa ingin meluap karena kencangnya.

“Yaakk Jiyeon apa yang kau lakukan kenapa diam saja oeh?” kataku dalam hati.

“Chogiyo,,, apa kau mendengarku??” katanya padaku dan akhirnya aku sadar dari tadi aku hanya melamun, dan benar saja aku sangat malu karena melakukan itu didepannya, kurasa pipiku sudah memerah,,,

“Aisshh, pabo,, pabo,,, paboya…” makiku pada diri sendiri. “ne,,, naneun Park Jiyeon Imnida.” Balasku cepat takut ketahuan. Tapi rasanya aku sudah ketahuan karena dia malah tersenyum evil. Iya dia memang seperti namja EVIL.

Kyuhyun pov

Aisshh benar2 lucu, apa secepat itu kau bisa terpesona oleh ku oeh? Kataku dalam hati sambil senyum sendiri saat melihat pipi merahnya, ahh Cho Kyuhyun kau memang hebat, kau baru satu kali kesekolah tapi sudah bisa membuat yeoja ini terkelepek2 padamu hahahah, tawaku sendiri dalam hati.

”Ne,,, naneun Park Jiyeon Imnida” katanya padaku dengan salah tingkahnya, “jadi namanya Jiyeon aku Jiyeon kuharap kau berhati2 padaku”, gumanku dalam hati lalu kukeluarkan senyuman mautku.

Author pov

Kyuhyun terus saja melemparkan senyum evilnya, dan membuat Jiyeon semakin salah tingkah, hingga akhirnya Jiyeon berusaha untuk tenang dan kembali melanjutkan aktifitasnya itu dan selesai juga, sementara Kyuhyun keluar dari kelas dan terdengar bisik2an dari para siswa yeoja yang ada disana sambil memandang Kyuhyun.

“Nuguseyo,,,??? Aiisshh dia sangat tampan hi hi hi (kok ketawanya malah kayak mak lampir)” kata para yeoja itu, dan Kyuhyun semakin tebar pesona.

Saat dia sudah ingin pergi dari kelas Jieun dan menuju kantor Kepsek, tiba2 saja langkahnya terhenti karena terdengar seorang yeoja memanggilnya.

“Kyu,,, Kyuhyun,,,” teriak Yoona

“Secepat itu kah namaku dikenal oleh para yeoja disekolah ini??” kata Kyuhyun yakin kalau para yeoja itu yang memanggilnya, yang jelas2 hanya satu orang yang memanggilnya. (dasar Kyuppa narsis ^^)

Yoona pov

Saat kucari Yeppa dikantin, dia tetap jug tidak ada dan terlintas dibenakku kalau dia pasti dikelas Jieun, dan kuputuskan untuk kesana, meskipun aku sudah mencoba untuk merelakan Yeppa untuk Jieun, tapi aku merasa saja sakit, tapi taka pa karena mereka berdua adalah orang2 yang aku sayangi, aku hanya berpikir kalau jodoh takkan lari kemana seakan2 aku tau kalau akulah jodohnya.

Tapi saat aku hampir tiba dikelas Jieun, aku terkejut melihat seorang namja yang cengengesan, dan seperti menebar pesona kepada para yeoja yang ada disana.

“Aisshh dasar namja evil itu tidak berubah sedikitpun” kataku sedikit kesal melihat tingkahnya. Dan akhirnya kukejar dia yang sepertinya ingin keruang kepala sekolah.

“Kyu,,,, Kyuhhyun” teriakku dan akhirnya dia berhenti dan melihatku.

“Oeh… Yoona-ahh” katanya sedikit terkejut dan menunjukku.

“Yaakk,,, Cho Kyuhyun,,, dasar namja evil,,, kau ini tidak berubah sema sekali” kataku lalu menjitak kepalanya.

“Appo Yoona-ahh” jeritnya padaku.

Kyuhyun pov

“Appo Yoona-ahh” kataku padanya, tapi dia malah memukulku lagi “wae,, geumanhae,,, Yoona,,, appo” teriakku padanya, dan memegang tangannya lalu memeluknya.

“Heemmm noemu bogoshipeo Kyu” katanya padaku

“Nado,,,,” balasku pada sachonku ini lalu melepas pelukanku, “kau darimana saja oeh, kenapa aku baru melihatmu?” tanyaku padanya yang dari tadi hanya senyum2.

“Oeh,, iya aku hampir lupa, aku sedang mencari Yesung” jelasnya padaku

“Apa kau tidak tau apa yang terjadi tadi?” tanyaku padanya

“Molla, waeyo??” balasnya.

“Ada orang yang meneror Jieun, tadi aku bertemu dia dengan hyung di taman sebelum kami bertiga mengetahui terror itu.

Sekarang Jieun sangat shock dan hyung sedang menemani dan membawanya ketempat yang tenang.” Jelasku padanya dan kulihat raut wajahnya berubah menjadi tegang.

“Mwo,,, terror, aiisshhh pasti yeoja itu lagi” katanya pelan

“Nugu?,, apa kau tau??” balasku penasaran.

“Molla,, tapi aku berpikir ini pasti ulah Hara,, karena 5 bulan yg lalu dia juga mencoba untuk melukai Jieun, tapi tidak berhasil dan malah dipermalukan oleh Yesung, tapi itu hanya tebakanku, tanpa ada bukti kita tidak bisa menuduhnya” jelas Yoona padaku yang hanya terperangah mendengar ceritanya tapi siapa Hara?
Tanyaku pada diriku sendiri.

Author pov

Setelah lama bercerita dengan Kyuhyun, Yoona pun kembali kekelasnya, sementara itu Jiyeon yang memerhatikan mereka dari tadi merasa ambruk.

“Mwo,,, kenapa Yoonnie memeluknya apa mereka sepasang kekasih, akhh mereka kelihatannya sangat akrab, dan tampak serasi, huhh” gerutu Jiyeon dalam hati, dengan wajah kesal. Lalu Jieun dan Yesung menghampirinya.

“Waeyo,,, Jiyeon kenapa wajah mu seperti itu, oeh?” kata Jieun mengkhwatirkan sahabatnya itu.

“Aniyo,,, aku hanya khwatir padamu,,, wae apa kau sudah merasa baikan?” tanya Jiyeon yang benar2 terlihat sangat khwatir kepada sahabatnya itu.

“Ne,,, nan gwanchana, gomawo sudah mengkhwatirkanku” kata Jieun lalu memeluknya. Namun setelah berpelukan dengan sahabatnya itu tiba2 Jiyeon kembali berpikir.

“Jamkkanman,,,, hemm tapi siapa yang mengirim kotak itu yah?” kata Jiyeon menerawang

“Mwo,,, kotak??” tanya Yesung, dan Jieun hanya diam.

“Ne,,, oppa tadi,,,,

Flashback

Saat Jiyeon dari kantin dia melihat ada kotak yang lumayan besar dimeja Jieun.

“Oeh,,, nugu?? Apa kalian tau siapa yang membawa kotak ini??” tanya Jiyeon pada teman2nya.

“Molla, kotak itu sudah berada dikelas sejak jam istirahat tadi, karena aku yang pertama masuk kelas” jelas temannya itu.

Dan karena penasaran diapun membuka dan Doooarrrr, suara balon itu meletus saat Jiyeon membuka pita yang ternyata untuk menahan utuhnya kotak itu, begitupun dengan teman2nya yang lain serentak menutup telinga dan menjerit.

“Omo,, apa ini?” kata Jiyeon tersentak saat melihat benda yang tertancap dengan selembar kertas kuning yang bertuliskan tinta merah, selain itu cairan kental berwarna merah yang menyerupai darah itu berserakan dimeja dan dikursi Jieun dan karena ketakutan Jiyeon tanpa sengaja menyenggol tas Jieun dan jatuh.

“Aisshhh, Jieun mianhae” katanya lalu mengambilnya tapi saat ada sesuatu yang bergerak iapun dengan cepat melepaskannya “oeh, apa itu, haaahhh” jeritnya semua temannya pun ikut menjerit.

“Aiishhh… Jiyeon kau kenapa? jangan membuat kita semakin takut saja, memangnya ada apa dengan tas Jieun oeh???” tanya salah satu dari mereka yang tadi hanya memerhatikan Jiyeon.

“Itu,,,, ada tikus,,,,ihhh” jawab Jiyeon meringis dan merinding, saat tikus2 itu keluar dari tas Jieun yang jatuh dilantai hingga para yeoja berteriak histeris, lalu Jiyeon melihat kemeja lagi, dan membaca yang tertulis dikertas itu.

“Aiisshh, siapa yang tega melakukan semua ini?” bisik teman2nya

“Song Ji Eun, mwo jadi semua ini untuk Jieun??, Jieun-ahh,, ottokkhe??” kau ada dimana??” katanya lalu berlari keluar mencari Jieun, hinnga dia melihat Jieun dari kejauhan ditaman

Flashback end

“Begitu ceritanya” kata Jiyeon, Saat mendengar semua penjelasan dari Jiyeon sahabatnya itu, Jieun hanya memandang
Yesung

Yesung pov

Saat kudengar cerita jadi Jiyeon yang dipikiranku hanya ada satu orang dan dia adalah….

TBC

Mianhae kalau amburadul
Gomawo…

5 thoughts on “*I Miss You* (Part 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s