HOUSE LIVE (Part 9)

 

HL9

 

Cast:

 Lee Sungmin

Han Minji

Choi Siwon

Jung Soo Kyung

 

 

Genre : Romance, Comedy, Sad

 Author :  Minzy

 

Happy Reading !!

Selang beberapa hari setelah hari pertunangan mereka sungmin mengajak minji makan malam diluar di kota jeju tepatnya , malam yang indah dan sungmin anggap makan malam ini adalah hadiah untuk minji atas kerjasamanya selama ini . dengan hidangan yang utama yang sangat lezat sepertinya mereka menikmatinya namun tanpa berbicara sepatah katapun. mereka jadi semakin canggung setelah acara itu bagi minji ia tak ingin bicara banyak wlaau sebenarnya ia ingin merubah suasana menjadi kembali seperti semula , ia masih bingung akan perasaannya itu. dan Sungmin demi mempertahankan hatinya untuk soo kyung ia berusaha menolak hatinya untuk Minji . apakah ia menyukai minji? hari demi hari bersama minji membuatnya memiliki perasaan yang lain ia marah jika minji bersama pria lain padahal saat ini mereka hanya berpura-pura saja menjadi sepasang kekasih.

makan malam itu hanya diisi oleh alunan musik klasik dan rasa canggung mereka terkadang melihat satu sama lain kemudian masing-masing saling mengalihkan pandangan mereka.

 

beberapa saat kemudian Hp sungmin berdering tertanda seseorang telah menelponnya terlihat disana nama soo kyung. iapun buru-buru menjauh dari minji dan mengangkat teleponnya.

 

“Hallo soo kyung.”

jawab sungmin.

“Sungmin oppa.. aku sakit bisakah kau menemaniku disini sebentar saja..”

pinta soo kyung terlihat lemas dibalik telepon itu.

“kau dimana? apa kau sendirian?”

khawatir sungmin.

“aku dirumah sakit..”

“baiklah aku akan kesana segera.”

kata sungmin lalu menutup teleponnya , ia sangat khawatir pada soo kyung dan buru-buru pergi namun sebelumnya ia berpamitan pada minji yang masih menyantap makan malamnya walaupun sedikit tidak nafsu makan.

“minji.. maaf aku harus pergi .”

“kau mau kemana?”

heran minji.

“ada urusan penting yang harus kuselesaikan , kau tunggulah aku disini aku hanya sebentar saja.”

pinta sungmin ia menyuruh minji agar menunggunya direstaurant karena ia tidak akan lama .

“baiklah..”

turut minji, dengan perasaan sedikit kecewa. sungminpun pergi meninggalkan minji.

 

***

 

Rumah sakit besar dijeju hanya satu-satunya di jeju dan disanalah Soo kyung terbaring lemas rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari restaurant tempat sungmin dan minji makan malam . untuk itu sungmin kaan cepat sampai disana, iapun berlari menuju ruang tempat soo kyung dirawat setrelah mendapatkannya iapun masuk kedalam dan mendapati soo kyung terbaring lemas dengan jarum infus ditangannya.

 

“soo kyung-ssi kau tidak apa-apa? bagaimana keadaanmu? mengapa ini bisa terjadi?”

tanya sungmin terus menerus.

“aku baik sekarang , aku hanya kelelahan oppa dan butuh istirahat saja..”

jawab soo kyung lemas. setelah kembali dari pesta pertunangan sungmin ia tampak sakit-sakitan karena tidak tidur .

“mengapa kau tidak memberitahu aku sebelumnya?”

“aku takut mengganggu mu oppa kau kan baru saja bertunangan .”

“Tapi setidaknya kau memberikan kabar padaku , aku sangat khawatir padamu.”

kata sungmin, ia tak tega melihat soo kyung terbaring lemas disana ia duduk kursi yang ada disamping tempat tidur dan terus memegang tangan soo kyung memberikan kenyamanan bagi soo kyung.

 

***

 

jam 11 malam sudah hampir 2 jam minji menunggu sungmin direstaurant tapi sungmin tak muncul dihadapannya minji sangat kecewa dan lelah acara makan malam yang seharusnya menyenangkan jadi kacau dan membuatnya patah semangat.

“maaf nona kali sudah mau tutup jadi silahkan anda menyelesaikan aktifitas anda.”

tegur pelayan restaurant disana memang hanya tinggal minji sendirian .

“aku hanya sedang menunggu seseorang . baiklah aku akan keluar terimakasih maaf meerepotkan.”

kata minji tidak enak pada pelayan tersebut iapun pergi dari restaurant itu dengan perasaan gelisah . ia takut jika sungmin akan menjemputnya disana iapun menunggu dihalte depan restaurant. tampak sepi malam ini dan juga dingin ia tak menyerah dan tetap menunggu sungmin walaupun menunggu adalah hal yang paling ia benci tapi entah mengapa ia rela menunggu sungmin selama itu.

 

***

 

Dirumah sakit, sungmin ingat bahwa ia meninggalkan minji diretaurant. dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 11 malam lebih ia mulai gelisah takut terjadi apa-apa pada minji ia pun berpamitan akan pulang namun sepertinya soo kyung menahannya pergi.

 

“oppa bisakah kau menemaniku disini hanya sampai aku tidur atau paling tidak sampai ayahku tiba.”

pinta soo kyung terus memegangi tangan sungmin , malam ini sang ayah tidak datang karena ia sedang diseoul dan dalam perjalanan kejeju.

“baiklah.. aku akan terus berada disini jangan khawatir sekarang istirahatlah aku akan menemanimu disini.”

kata sungmin lembut . ia tetap duduk disamping soo kyung dan memegang tangannya, walaupun dalam hatinya ia sangat khawatir pada minji ia tetap berfikir positif bahwa minji pasti sudah pulang karena ini sudah terlalu lama dan juga sudah malam, ia ingin memberi kabar pada minji namun Hpnya mati karena baterainya habis ia hanya bisa pasrah. dan berusaha tidak perduli pada minji.

 

***

 

Jam 12 malam kali ini sudah hampir 3 jam ia menunggu sungmin dan hatinya sudah sangat kesal.

“aishh pria itu selalu membuatku menunggu seperti ini kemana ia sebenarnya .”

minji berusaha menghubungi sungmin namun hpnya tidak aktif.

sepertinya malam ini adalah malam keberuntungan minji karena tiba-tiba datanglah pria dengan mobilnya yang berhenti didepan halte tempat minji menunggu, pria itu mengenal minji dialah Siwon ia membuka kaca mobilnya dan menyapa minji.

 

“Minji-ssi sedang apa kau disana?”

tanya siwon heran. minji mencoba mendekat dan mengenali siapa orang yang berbicara padanya dan ia terkejut karena orang itu siwon.

“Siwon-ssi itu benar kau..”

kaget minji , siwon lalu keluar dari mobilnya .

“tentu saja ini aku sedang apa kau disini sendirian?”

“aku sedang menunggu sungmin.. 3 jam yang lalu kami makan di restaurant itu tapi kemudian dia pergi dan menyuruhku menunggunya disini.”

jelas minji.

“sungguh keterlaluan… ”

gumam siwon.

“aku yakin dia tidak akan kembali sebaiknya kau pulang ini sudah sangat malam ayo kuantar kau pulang.”

tawar siwon, ia memang pria yang tidak tega melihat seseorang sendirian apalagi jika orang itu adalah orang yang ia kenal seperti minji.

“sepertinya begitu, terimakasih siwon-ssi..”

ucap minji iapun naik kemobil siwon dan mereka pun pergi dari sana.

“mengapa sungmin bisa begitu kejam..”

“itu sudah biasa .. aku pikir memang dia seperti itu. siwon-ssi sejak kapan kau ada dijeju? sudah ku bilang kau seperti hantu selalu ada dimana-mana, bagaimana kau tahu ada aku disana?”

polos minji .

“aku hanya kebetulan lewat , baru tadi pagi aku tiba dijeju kebetulan aku juga akan mengunjungi orang rumahku disini . sekaligus melihat keadaanmu.”

“bahkan disaat kau sibuk kau masih bisa datang.”

“ini karena aku tidak bisa hadir pada saat pesta pertunanganmu, maaf ya aku sangat menyesal.”

“tidak apa bukan hal yang penting..”

positif minji,

tiba-tiba muncul seseorang ayah yang tengah menggendong anaknya dengan perasaan panik lalu menghentikan paksa mobil siwon.siwon yang terkejut mengehentikan mobilnya dan minji membuka kaca mobil memastikan apa yang terjadi.

“ahjussi ada apa ?”

tanya minji.

“nak bisakah kalian menolongku? anakku sakit keras dan aku harus segera membawanya kerumah sakit ”

panik sang ayah.

“baiklah .. silahkan anda naik.”

kata siwon tanpa ragu , akhirnya mereka mengantar ayah dan anak tersebut kerumah sakit.

 

***

sesampainya dirumah sakit Besar sang anak lalu dirawat intensif, siwon harus memastikan anak tersebut baik-baik saja dengan ayahnya tersebut. sedangkan minji tampak berjalan-jalan disekitar koridor sambil menunggu, namun sepertinya pandangannya tertuju pada satu ruangan yang pintunya hanya terbuka separuhnya. deg hatinya tiba-tiba tercengang saat ia melihat seseorang yang ia kenal berada disana ya, sungmin ternyata ada di rumah sakit ia melihat betul bahwa sungmin bersama seorang wanita yang terbaring lemas disana Soo Kyung . sambil menjaga sungmin memegang tangan soo kyung lalu mencium tangan soo kyung lembut, sungmin tersenyum pada soo kyung lalu mencium kening soo kyung . melihat itu setetes air keluar dari mata Minji tanpa disadarinya .

“tidak.. aku tidak boleh menangis untuknya..”

minji tampak khawatir pada perasaannya ia menghapus air matanya dan saat ia ingin kembali melihat kearah pintu itu seseorang menutupi mata minji dengan tangannya dari belakang lalu memeluknya .

 

“itu hanya ilusi jangan melihatnya..”

gumam orang orang yang ternyata adalah siwon.

“kenapa aku menangis? aku tidak pernah menangis sebelumnya .. tapi mengapa melihat ini aku menangis .. siwon-ssi mengapa..”

heran minji ia kembali menangis dipelukan siwon mempertanyakan perasaannya sekarang pada siapa dia harus menyalahkan semua ini.

 

ia berharap ini hanya karena ia lelah bukan karena ia cemburu.. sedangkan siwon hanya berusaha menenangkan minji ..

 

apakah perasaan minji pada sungmin itu benar? bagaimana perasaan siwon yang sebenarnya pada minji?

 

Pagi yang cerah ini sungmin pun kembali dari rumah sakit, dilihatnya rumah yang begitu sepi ia masuk kedalam tak ada siapapun disana. iapun menengok keadaan minji dikamar dan ternyata benar dugaan sungmin , minji masih tampak tertidur pulas disana. iapun kembali menutup pintu kamar dan kembali kekamarnya untuk istirahat.

 

Matahari sudah berada ditengah, siang ini begitu panas namun tak menghiraukan semangat sungmin yang masih sibuk menggambar diruang kerjanya, begitu serius ia harus menciptakan sebuah gedung yang bagus untuk di bangun. namun tiba-tiba keseriusan itu terganggu tatkala terdengar pecahan piring yang berasal dari dapur juga suara pekikan minji. karena takut terjadi apa-apa pada minji iapun menghentikan aktifitasnya dan melihat ke arah dapur.

 

“ada apa? kau baik-baik saja?”

tanya sungmin sedikit khawatir.

“ya.. aku baik-baik saja ..”

jawab minji seperti menyembunyikan tangannya . satu buah piring pecah saat ia tengah mencucinya kini minji selesai merapikan pecahan piring itu lalu hendak kembali kekamarnya , sungmin yang sedari tadi memperhatikan minji didapur melihat setetes darah mengalir dari tangan minji yang disembunyikan dibelakangnya.

sungmin lalu menghampiri minji dan melihat keadaan tangan minji. terlihat luka sobek yang panjang di telapak tangannya dan darah yang terus mengalir.

“sungguh aku baik-baik saja..”

seru minji masih berusaha menyembunyikan rasa sakitnya, tanpa menghiraukan minji iapun mengambil sebuah towel bersih yang ada didapur lalu dililitkannya pada tangan minji untuk menghentikan darah yang terus mengalir itu, kemudian ia membawa minji duduk di sofa ruang tengah .

“tunggu disini akan kuambilkan perban.”

tegas sungmin, iapun mengambil sebuah perban yang ada dilemari obat tak jauh dari sana.

setelah ia mendapat apa yang ia cari ia kembali dan mengobati tangan minji juga diberi perban, sekejap ia juga memperhatikan minji yang terlihat kesakitan .

 

“mari kita hentikan ini semua..”

kata minji pelan  setelah sungmin menyelesaikan perbannya.

“mengapa?”

tanya sungmin.

“sudah seharusnya kau bilang padanya bahwa kau mencintainya .. sebelum ayah dan ibumu menentukan hari pernikahan.”

“aku tahu.. ya, agar kau bisa pergi dari sini.”

sepertinya berat bagi sungmin mengatakan itu , setelah semua selesai minjipun pergi dari hadapan sungmin dan sungmin masih terlihat melihatnya dari kejuhan meskipun hatinya tak merelakan hal ini cepat berakhir, ia masih tampak menolak hatinya untuk minji.

 

***

sehari kemudian, Soo Kyung telah sembuh ia pun diperbolehkan meninggalkan rumah sakit ditemani sang ayah mereka pun pulang kerumah. tibanya dirumah soo kyung beristirahat di sofa ruang tamu semua barang-barangnya telah dibawa masuk oleh pelayan rumah ia pun hanya santai saja .

tak lama kemudian seseorang datang berkunjung , Siwon dengan sebuah parcel buah yang dibawakan khusus untuk soo kyung .

“Siwon Oppa.. ”

soo kyung terkejut akan kedatangan siwon.

“kudengar kau sakit maka aku datang untuk menjenguk.”

jelas siwon akan kedatangannya.

“silahkan duduk oppa, jadi merepotkanmu ..”

soo kyung tidak enak.

“tidak apa .. hanya kebetulan aku kembali kesini jadi sekaligus menjengukmu.”

“ahjumma bawakan kami minuman dan beberapa cemilan.”

pinta soo kyung pada pelayan rumahnya.

“kau jadi sering datang ke jeju ini hal yang sangat mengejutkan oppa..”

tambah Soo kyung , karena tidak biasanya siwon selalu datang ke jeju ia hanya selalu berada di seoul.

“aku juga punya rumah yang harus kulihat disini , ”

“karena rumah atau karena minji?”

“apa maksudnya?”

“aku tahu kau sepertinya menyukai wanita itu oppa..”

cemburu soo kyung.

“tidak, dia hanyalah temanku dia itu sudah menjadi milik sungmin tidak mungkin aku merebutnya.”

“itu bisa saja kan .. selama mereka belum menikah , biasanya apapun akan dilakukan seorang pria jika ia menyukai seseorang.”

“tapi tidak denganku, Soo kyung-ssi kau yang semakin dekat dengan sungmin akhir-akhir ini apa kau tidak takut akan terjadi masalah antara sungmin dan minji?”

tanya siwon ingin tahu.

“kau datang kesini ingin membahas itu oppa?”

“tidak juga, aku hanya kebetulan ingin tahu saja .”

“sungmin oppa, pertama kali ia bilang bahwa ia menyukaiku.. Sungmin oppa sempat melamarku tapi aku menolaknya , aku sangat menyesal kala itu..”

“lalu mengapa kau mendekatinya sekarang?”

“aku menyesal karena menjauhinya oppa, aku ingin kembali padanya.”

“keinginanmu mengorbankan seseorang .”

“apa maksud oppa?”

“minji.. kau tidak tahu kan seberapa besar minji mengharapkan sungmin, bahkan ia telah mempercayakan sungmin untuk mempersuntingnya. dan keegoisanmu itu telah mengorbankan hati minji.”

“semua membelanya , kau membelanya tapi aku membencinya . kau akan tau oppa aku tidak mengorbankannya dia pasti merelakan sungmin oppa padaku.”

TBC

7 thoughts on “HOUSE LIVE (Part 9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s