HOUSE LIVE (Part 8)

 

HL8

 

Cast:

 Lee Sungmin

Han Minji

Choi Siwon

Jung Soo Kyung

 

 

Genre : Romance, Comedy, Sad

 Author :  Minzy

 

Happy Reading !!

tanpa aba-aba sungmin mencium bibir minji didepan semua orang. hal ini membuat semua terharu tapi soo kyung sangat kecewa dan siwon tampak tercengang melihat aksi sungmin yang semena-mena ia hanya bisa menutupi itu dengan tersenyum simpul. dan minji matanya melotot begitu sungmin mencium bibirnya itu ini adalah pertama kalinya ciuman pertamanya. saat minji tersadar iapun mendorong tubuh sungmin .

“mengapa kau seperti ini sungmin-ssi.”

kesal minji, ini diluar perjanjian dan ini membuat minji marah pada sungmin. hingga malam itu berakhir minji masih saja marah dan merasa tak enak pada siwon yang telah mengajaknya kepesta itu terlebih lagi ia pergi tanpa berpamitan pada siwon.

 

***

 

sampai siang harinya minji tampak menghiraukan sungmin ia hanya duduk saja di teras halaman rumah sambil memeluk boneka kelincinya ia termenung sampai ia tak menyadari kehadiran sungmin dan sekarang duduk disampingnya.

“apa kau masih marah?”

tanya sungmin pelan, hal ini membuyarkan lamunan minji ia melihat sungmin sedetik lalu mengalihkan wajahnya itu.

“sejak kapan kau disitu.”

ketus minji.

“jika semalam aku membuatmu kesal aku minta maaf.. lagipula kau pergi tanpa seizinku .”

“apa aku perlu minta izin padamu? pergi kepesta itu adalah urusan pribadiku aku berhak memiliki banyak teman bukan.”

“tapi masalahnya kau pergi bersama siwon dan kau tidak mengatakannya padaku.”

“memangnya kenapa kalau itu siwon? ahh aku tahu oke mulai sekarang kau juga harus minta izin padaku jika kau akan pergi bersama soo kyung.”

“kau tidak mengerti!! aishh dasar wanita.”

“kau yang tidak mengerti sungmin-ssi kau menciumku kau tidak tahu itu adalah ciuman pertamaku .. aishhh sekarang sudah berakhir”

minji menangis sekencang-kencangnya layaknya anak kecil dan itu membuat sungmin sedikit panik dan merasa bersalah.

“baiklah – baiklah sekarang apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku dan berhentilah menangis.”

pinta sungmin, sejenak minjipun berhenti menangis .

“aku mau ice cream , bisakah kau membelikannya satu untukku?”

“apa? ice cream?”

heran sungmin, baru kali ini ia bertemu wanita yang bisa luluh dengan ice cream saja . iapun mengajak minji kesebuah kafe di tengah kota jeju kafe tersebut menjual berbagai macam ice cream dan sepertinya ia berhasil membuat minji melupakan masalah mereka.

 

sungmin hanya diam melihat minji yang asyik menyantap ice creamnya.

“mereka telah merencanakan hari untuk pesta pertunangan kita.”

gumam sungmin , membuat minji mengehentikan aksinya makan ice cream.

“benarkah? lalu apa yang harus kita lakukan?”

minji terlihat bingung.

“kita tidak boleh menghentikan drama ini, sedikit lagi maka kita bisa meyakinkan soo kyung.”

semangat sungmin, minji lalu melempar sendok ice cream kearah sungmin tepat sasaran .

“aishhh mengapa kau melakukan ini!”

kesal sungmin sendok itu berlumuran ice cream dan sekarang baju sungmin terkena noda ice cream.

“kau bodoh!! aksimu menciumku semalam malah membuat dia tidak mau kembali padamu!!”

ketus minji.

“kau tidak lihat bagaimana ekspresinya? itu ekspresi yang aku inginkan . dia sangat kecewa dan menyesal pada saatnya aku akan menghadapinya mengaku padaku bahwa dia ingin kembali padaku.”

“pria egois sepetimu aishhh pantas mati.”

“sudahlah selama aku menggajimu kau hanya ikuti saja pekerjaan yang aku berikan!”

“molla!!!”

minji tak perduli lagi ia kembali menghabiskan ice creamnya itu.

 

***

 

Hari ini Rencana renovasi rumah pribadi sungmin dilakukan. ayah mengirim beberapa tukang untuk memperbaiki rumah itu sungmin juga tampak membantu karena ia sedang cuti bekerja  nenek dan ibu juga membantu minji menyiapkan makanan dan minuman bagi semua .

1,2 hari sampai seminggu kemudian rumah itu kini menjadi rumah yang sangat indah terlihat nyaman karena rumah itu sudah benar-benar siap. ada taman kecil dengan bunga-bunga indah didepan rumah dan dalam rumah yang klasik juga  mewah walaupun dari luar terlihat kecil. sungmin memang pantas disebut sebagai arsitek hebat dan selama itu sepertinya telah ada perasaan kecil antara minji dan sungmin mereka agak canggung walaupun sebenarnya hati mereka menolak untuk memiliki perasaan.

 

itu terjadi ketika minji tengah meletakkan beberapa pajangan didinding dengan menaiki meja tiba-tiba meja itu oleng dan minji terjatuh tepat sekali sungmin lewat dibawahnya dan menangkap minji. mereka saling bertatapan satu sama lain, terlihat sekali bahwa mereka memiliki perasaan yang sama namun saat sungmin sadar hal itu tidak boleh terjadi iapun menjatuhkan minji kelantai, hingga minji kesakitan.

“aish… pria ini..”

keluh minji.

“berhati-hatilah.”

kata sungmin singkat lalu pergi begitu saja, sejak kejadian itu sungmin semakin dingin saja terhadap minji .

 

malam ini sungmin tampak sibuk menggambar desain sebuah gedung yang harus ia selesaikan dan sangat sibuk karena ia mengambil cuti teralalu lama. minji tiba dengan secangkir kopi hangat melihat cuaca hujan dimalam hari yang membuat suhu ruangan tampak dingin kopi hangat bisa membuat sungmin lebih baik.

 

“kopinya.”

tawar minji mendekati sungmin yang masih sibuk dengan gambarnya diruang kerjanya.

“letakkan saja dimeja.”

kata sungmin tanpa melihat minji, ia memang menggambar desain dimeja kerja khusus . minji menghampiri sungmin hanya sekedar melihat apa yang dikerjakan pria yang sedang bersamanya itu.

“itu gambar yang bagus..”

gumam minji .

“pergilah dari sini.”

usir sungmin seakan ia tak ingin diganggu.

“baiklah .. tapi sebelumnya aku hanya ingin memberitahumu sesuatu.”

kata minji pelan.

“katakanlah.”

“2 hari lagi pertunangan itu akan dilakukan disini.”

“aku sudah tau.”

“lalu apakah kau yakin akan melanjutkannya?”

tanya minji bimbang.

“ya, kita akan melajutkannya. ada hal lain yang ingin kau tanyakan? jika tidak cepatlah pergi.”

elak sungmin.

“tidak .. ”

kecewa minji ia lalu pergi dari ruangan kerja sungmin, setelah merasa minji jauh darinya sungmin menghentikan pekerjaanya dan duduk disofa sambil meminum kopi hangat buatan minji . ia tampaknya juga bimbang memikirkan perasaannya pada soo kyung dan ia juga bimbang apakah perilaku dinginnya pada minji sangat keterlaluan, sampai hari itu tiba maka ia hanya menyelesaikan itu semua.

 

***

 

Dikamar minji juga termenung memikirkan apa yang akan terjadi pada nasibnya kelak. ia juga ingat pada siwon temannya setelah kejadian dipesta reuni itu siwon tak terlihat lagi sampai saat ini iapun mengambil Hpnya dan menghubungi siwon.

 

“Hallo..”

jawab siwon dibalik  telepon , membuat minji sangat senang karena sejak saat itu ia mencoba menelpon dan no.nya selalu sibuk.

“Siwon-ssi ini aku minji ”

seru minji.

“ahh minji-ssi lama tak bertemu. bagaimana kabarmu?”

“aku baik-baik saja .. lama sekali no. hpmu selalu sibuk bahkan pesanpun tidak kau balas, apa kau telah kembali keseoul dan sangat sibuk?”

minji memastikan bahwa dugaannya benar.

“ya begitulah , maaf ya sudah seminggu ini pula Hp. ku tidak kubawa.”

jelas siwon.

“bagaimana kabarmu? sedang apa kau disana?”

tanya minji penasaran.

 

***

 

“aku sangat baik, sekarang aku sedang diapartemen duduk didekat jendela sambil menikmati secangkir teh hangat kau tahu disini hujan sangat deras.”

jawab siwon sambil tersenyum sendiri diapartement mewah tepatnya dikota Seoul. ia memang tinggal sendirian, ayah dan ibunya kini tinggal dijepang untuk mengurus perusahaan yang lain.

“benarkah disana hujan? hm.. disini juga hujan .”

keluh minji dari suaranya dibalik telepon tampak sekali bahwa minji memiliki masalah.

“apa kau ada masalah , tampaknya kau sedih.”

tebak siwon.

“hm.. aku sangat sedih 2 hari lagi pertunanganku dengan sungmin akan dilaksanakan .”

“bukankah itu bagus? itu adalah hari yang kalian tunggu bukan?”

“tidak juga , sejujurnya aku belum siap aku merasa itu terlalu cepat . tapi ayah dan ibu mereka sangat ingin kami segera bertunangan.”

“bagi seorang wanita gugup itu wajar. ini adalah pertama kalinya bagimu kan.. kau hanya tenang dan jalani semua itu dengan baik”

“aku tahu .. siwon-ssi andai kau bisa datang pada pesta pertunangan itu aku pasti sangat senang.”

“aku tidak janji akan hadir , aku sangat sibuk disini .”

“ya aku tahu kau sibuk .. baiklah semoga kau beristirahat dengan baik malam ini. maaf aku mengganggu aku hanya ingin tahu kabarmu saja. oh iya jika kau marah padaku tentang kejadian dipesta reuni itu aku sungguh minta maaf ..”

“aku tidak marah sama sekali.. baiklah kau juga istirahatlah dengan baik.”

nasihat siwon .

“hm itu pasti.. bye.”

setelah minji menutup teleponnya ia pun berpikir sejenak. bahwa minji adalah satu-satunya wanita yang membuatnya bisa nyaman.  minji orang yang membuatnya bisa melupakan kepenatan karena lelahnya bekerja. ia juga bingung dengan perasaannya saat ini apakah ia menyukai wanita itu namun sebenarnya minji telah menjadi milik sungmin sekarang.

 

***

“hm itu pasti.. bye.”

minji menutup teleponnya dan kini ia membaringkan tubuhnya sambil memeluk bunny ia termenung. akankah ia menjalani pertunangan itu karena itu adalah pertunangan yang secara tidak langsung akan membawa mereka kepernikahan. ia takut akan mengecewakan semua orang jika penikahan itu gagal terlebih lagi jika semua tahu bahwa hal ini hanya pura-pura belaka. ia membutuhkan seseorang disampingnya dan itu adalah siwon, karena hanya siwonlah teman yang bisa mendengarkan isi hatinya.

 

***

Hari pun berlalu . kini pesta pertunangan itu dilaksanakan dikediaman pribadi sungmin. banyak sekali tamu yang datang khususnya tamu terhormat dan rekan kerja sungmin juga sang ayah . pesta yang diadakan tidak terlalu meriah karena ini keinginan sungmin . ia hanya tidak ingin pertunangannya itu terlalu dipublikasikan .

minji tidak mengundang bibi atau pamannya dan sanak keluarga tapi sebagai ganti sungmin mengutus anak buahnya yang tidak dikenal keluarga sungmin untuk berpura-pura menjadi keluarga minji. tentunya kepura-puraan ini dibayar dengan uang, semua telah berkumpul di bawah namun tak terlihat kehadiran minji yang diam dikamarnya tanpa menunjukkan wajahnya.

 

“sungmin-ssi sebaiknya kau tengok minji , sejak tadi dia masih mengurung diri dikamar.”

pinta ibu yang khawatir takut terjadi apa-apa pada minji.

“baiklah bu..”

turut sungmin, iapun meninggalkan tamu karena acara pertunangan belum dimulai sungmin masih tampak tenang. iapun naik kelantai atas tepatnya menuju kamar minji ia mengetuk pintu minji yang tampak terkunci.

 

***

 

“ini aku sungmin, bukalah pintunya.”

seru seseorang dibalik pintu kamar minji. sedang apakah minji? ia termenung susuk di tempat tidur sambil terus menangis, walaupun ini hanyalah drama tapi ia benar-benar merasakan bahwa ini sungguhan dan hatinya merasakan itu. ia harap ini bisa terjadi disaat ayah dan ibunya masih ada , ia ingin melihat wajah keluarganya saat ini . iapun mengusap air matanya dan membukakan pintu untuk sungmin.

“kenapa kau tidak keluar segera?”

tanya sungmin.

“aku.. sedang bersiap-siap, tunggulah sebentar lagi”

minji kembali menutup pintu namun sungmin menahannya dan menatap minji sinis.

“jika ada yang ingin kau bicarakan, katakanlah.”

kata sungmin dingin.

minji kembali masuk kedalam kamarnya dan duduk di kursi diikuti sungmin yang duduk didepannya.

“apa kau yakin kita akan melakukannya?”

tanya minji ragu.

“aku bilang lakukan saja. kita tidak mungkin membatalkan ini seenaknya ”

“kau tak mengerti, aku merasa walaupun ini hanya drama aku merasakannya , pertunangan ini adalah acara yang resmi aku takut akan terjadi hal yang lebih buruk jika kita melaksanakannya.”

khawatir minji.

“itu hanya perasaanmu saja.. hanya tinggal selangkah lagi setelah acara ini selesai maka aku akan mulai bertindak jadi.. bantulah aku sekali ini saja.”

pinta sungmin lalu pergi. setelah ia pergi minji kembali menangis dan menyesal ia telah menjadi lemah semenjak ia bertemu sungmin ia harap ini bisa cepat berakhir.

 

***

 

beberapa menit kemudian minji keluar dari kamar menuju tempat acara hari ini ia begitu cantik dengan gaun yang telah disiapkan dan juga riasan diwajahnya. ini cukup membuat sungmin terkejut dan dirasakan hatinya berdetak begitu kencang, bukan hanya minji ia pun gugup walaupun acara itu adalah drama baginya dan minji , setelah minji tiba ditempat acara ibupun menggandengnya menuju sungmin bahkan minji tak berani menatap matanya walau sejenak saja. acarapun dimulai karena hanya pertunangan maka mereka hanya melakukan tukar cincin saja 2 buah cincin tunangan yang cantik dan mewah itu telah disiapkan oleh keluarga Lee khusus untuk putra dan calon menantu mereka.

 

dari kejauhan Soo Kyung tiba dan melihat acara digelar hatinya tampak sedih dan kecewa tidak seharusnya ia melihat ini tapi ia masih bertekat sebelum pernikahan berlangsung maka saat itulah ia masih memiliki kesempatan. setelah puas melihat iapun pergi dari acara tersebut. dan minji sejak tadi ia hanya melihat keadaan sekitar ia mencari seseorang yaitu siwon ia berharap temannya itu hadir namun sepertinya ia tak datang.

 

***

 

Selang beberapa hari setelah hari pertunangan mereka sungmin mengajak minji makan malam diluar di kota jeju tepatnya , malam yang indah dan sungmin anggap makan malam ini adalah hadiah untuk minji atas kerjasamanya selama ini . arah jika minji bersama pria lain padahal saat ini mereka hanya berpura-pura saja menjadi sepasang kekasih.

 

beberapa saat kemudian Hp sungmin berdering tertanda seseorang telah menelponnya terlihat disana nama soo kyung. iapun buru-buru menjauh dari minji dan mengangkat teleponnya.

 

“Hallo soo kyung.”

jawab sungmin.

“Sungmin oppa.. aku sakit bisakah kau menemaniku disini sebentar saja..”

TBC

 

Harap RCL Ne,,,terinspirasi dari sebuah drama,tapi ini hasil Ketikan author,tolong di hargai atas Kerja Keras author ^^

6 thoughts on “HOUSE LIVE (Part 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s