HOUSE LIVE (Part 6)

 

HL6

 

Cast:

 Lee Sungmin

Han Minji

Choi Siwon

Jung Soo Kyung

 

 

Genre : Romance, Comedy, Sad

 Author :  Minzy

 

Happy Reading !!

Pagi ini sungmin menginap dirumah pribadinya bersama dengan minji,dirumah itu memang ada 2 buah kamar.  setelah bangun dari tidur dipagi hari yang sejuk iapun bergegas mandi sedangkan minji menyiapkan sarapan di dapur.

“aishh mengapa harus memasak , bahkan setiap hari aku tidak pernah bersahabat dengan dapur.. AUUU”

keluh minji ia berteriak kesakitan saat tangannya tanpa sengaja menyentuh wajan yang panas, 10 menit kemudian sungmin telah siap dengan hari-harinya iapun pergi menuju meja makan dan disana sudah ada minji yang menunggu dan telah menyiapkan sarapan pagi untuknya. namun sungmin hanya duduk dan menatap sarapan paginya yaitu kopi, telur mata sapi yang terlihat gosong dan juga roti panggang yang sudah tak terlihat lagi warna aslinya alias gosong.

“apa kau memakan makanan ini setiap pagi?”

tanya sungmin sinis.

“apa? aku.. tidak.”

minji terlihat gugup walaupun memang ia tidak pernah memasak .

“hanya kopinya yang enak.. sebenarnya apa kemampuanmu itu?”

“aku meracik minuman, dan membuat Mocktail.”

jawab minji polos , ya barista adalah pekerjaannya jadi ia hanya pandai meracik minuman saja. sungmin lalu bangun dari duduknya dan melihat beberapa bahan makanan yang ada dilemari makanan ia mengeluarkan terigu , telur, gula , dan susu. minji hanya melihatnya dan bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan.

“kau mau buat apa?”

tanya minji.

“  perhatikan baik-baik,ini adalah bahan-bahan membuat pancake pelajari bagaimana aku membuatnya mengerti!”

tegas sungmin.

“siap bos..”

patuh minji ia pun mnyediakan kertas dan juga pulpen untuk mencatat setiap gerak gerik sungmin.

“pertama kau masukkan terigu dan gula. dicampur hingga merata lalu masukkan telur dan susu buat hingga seperti ini.”

jelas sungmin sambil tangannya ikut bekerja minji tak sadar bahwa sedari tadi yang ia perhatikan hanyalah wajah sungmin bukan adonan yang dibuat sungmin dan tanpa sadar pula sungmin melihat aksinya yang termenung melihat wajah sungmin, dan ia memegang pipi minji dengan sebelah tangannya lalu memfokuskan   kepala minji keadonan.

 

“lihat adonannya, bukan wajahku!!!”

ketus sungmin.

“ohh maaf.. ..”

minji salah tingkah ia lalu kembali menulis, sungmin lalu melanjutkan pekerjaannya itu sampai selesai sebuah pancake dengan saus madu siap disajikan.

“wahh kau tampak seperti ayah rumah tangga yang baik ya..”

kagum minji, mendengar itu sungmin menatap minji sinis ia hanya tidak mau disebut sebagai ayah rumah tangga menurutnya itu tampak seperti banci.

“ahh maksudku Soo kyung pasti akan bahagia jika ia hidup bersamamu,”

elak minji.

“dulu kami sering melakukan ini bersama-sama, membuat pancake setiap pagi .

kenang sungmin.

“aishh tenanglah aku akan membantumu agar setiap pagi kau bisa kembali membuat ini bersamanya, aku berjanji ..”

“sudahlah cepat kita selesaikan ini ayah dan ibu mengundang kita kerumah .”

“baiklah..”

minji dan sungmin menyelesaikan sarapan mereka setelah semua selesai dan rapi mereka berdua pergi kekediaman keluarga Lee.

 

***

 

Dirumah keluarga Lee tampak berkumpul ria seperti biasa karena ayah sudah tua dan sakit-sakitan ia hanya mengaggur dirumah saja dan semua pekerjaannya dan perusahaannya ia serahkan pada anak buahnya.dikeluarga itu hanya tinggal sungmin seorang selain sibuk dengan pekerjaannya sebagai arsitektur ia juga turut membantu sang ayah mengontrol perusahaannya. tak lama kemudian tibalah sungmin dan juga minji semua senang akan kedatangan mereka berdua terutama minji yang baru pertama kali memasuki rumah mereka dan berkumpul bersama mereka.

 

“nak minji.. apa kau sehat-sehat saja nak?”

tanya ibu sambil mencium kening minji.

“aku sehat ibu bagaimana denganmu?”

jawab minji.

“syukurlah , kami semua disini juga sehat.”

semua kembali duduk di ruang tamu, dan mengobrol namun tak lama kemudian munculah siwon yang datang untuk silaturahmi . sudah sejak lama siwon tidak pernah berkunjung kekeluarga Lee karena kesibukannya itu.

“hallo nenek apa kabar.”

sapa siwon memberi salam pada nenek dan juga semua yang ada disana.

“aigoo cucuku ini , bagaimana keadaanmu nak?”

tanya nenek bahagia ia kembali melihat siwon yang telah dianggap sebagai cucunya sendiri.

“aku baik-baik saja. ternyata ada sungmin dan juga minji disini.”

siwon melihat sungmin dan minji dengan secara kebetulan, sungmin nampaknya agak kecewa namun ia menyembunyikan itu didepan siwon dan yang lainnya.

“kupikir kau sudah kembali keseoul.”

kata sungmin.

“untuk beberapa saat aku hanya ingin menetap disini.”

jawab siwon.

“hai siwon senang bertemu kau kembali..”

seru minji dan siwon tersenyum kearahnya.

“senangnya semua berkumpul disini bagaimana kalau kita tidak menyia-nyiakan semuanya ayo kita main golf.”

usul ayah, pagi menjelang siang hari yang cerah untuk main golf dikediaman keluarga Lee memang memiliki lapangan golf sendiri  itu karena tuan Lee sangat senang main golf.

semua menyetujuinya mereka para lelaki pergi main golf di halaman rumah yang luas sedangkan para wanita ibu, minji juga nenek membantu meyiapkan minuman dan makanan kecil didapur.

 

**

 

“akhirnya keinginan kami memiliki seorang menantu terkabulkan ya..”

kata nenek senang sambil sibuk menyiapkan makanan.

“itu karena doa kita semua, pada akhirnya sungmin membuka hatinya untuk wanita lain.kau tahu nak ayah sungmin juga sangat mengharapkan agar sungmin segera menikah karena banyak perusahaan yang harus diurus dan ayah sungmin tidak mampu untuk berdiri sekarang ia sudah cukup tua dan lelah. ibu harap kau membantunya untuk berdiri minji. ”

tambah ibu.

“nenek,ibu aku juga sangat senang bisa bertemu dengan keluarga yang sangat menyenangkan disini..  aku akan membantu sebisa yang aku lakukan bu..”

haru minji.

“kemana kedua orang tuamu nak?”

tanya ibu.

“ibuku, ayahku sudah meninggal sejak aku masih kecil.. aku hidup dibawah asuhan paman dan bibiku sampai akhirnya aku tumbuh besar dan hidup sendiri diseoul.”

jelas minji sedih.

“kami sangat sedih mendengarnya, semoga dengan ini kau bisa kembali merasakan kehangatan keluarga bersama kami nak.”

kata nenek memeluk minji.

“terimakasih nek, ibu kalian sungguh baik kepadaku.”

minji sangat terharu hanya saja ia sedih karena ini semua hanya drama dan tidak akan menjadi kenyataan.

 

***

Karena terlalu lelah ayah pun duduk di teras halaman dan permainan dilanjutkan oleh siwon dan sungmin.

“bagaimana keadaan soo kyung?”

tanya sungmin.

“tak ada yang berubah sama seperti waktu itu, apa ada masalah?”

heran siwon.

” tidak hanya saja kau pastinya harus lebih perhatian padanya bukan.”

“kau pikir kami berpacaran?”

siwon tersenyum mendengar kata-kata sungmin.

“apa yang terjadi setelah aku kembali waktu itu?”

tanya sungmin penasaran.

“menurutmu apa? soo kyung adalah wanita yang sudah kuanggap sebagai adikku jika aku mengambil hatinya tentu itu akan sangat berbeda, aku hanya tidak mau dia menjadi seperti itu dan kami tidak berpacaran selamanya akan menjadi teman.”

“kalau begitu kau menolaknya?”

“hm.. aku tidak mau dia menganggapkau lebih dan mengecewakannya karena sekarang aku aktif di seoul .”

“bagaimana keadaannya??”

“kau khawatir padanya? minji sepertinya lebih penting untuk kau khawatirkan sungmin-ssi.”

siwon lalu melajutkan permainannya begitu juga sungmin mendengar itu ia malah merasa kembali mendapat kesampatan untuk mendapatkan hati soo kyung ia tampak sangat bersemangat sekarang.

setelah selesai semua kembali duduk diteras halaman kecuali siwon yang lalu pergi karena niatnya hanya mampir sebentar saja disana.

 

“kita tidak boleh menunda-nunda pesta pertunangan sungmin dan minji kan..”

kata ibu tidak sabar.

“tentu saja acara pertunangan itu akan kita laksanakan diwaktu dekat.”

pikir ayah.

“ayah , ibu kalian tidak usah terlalu terburu-buru.”

sahut sungmin yang merasa dramanya dengan minji itu tidak perlu dibawa pada pertunangan sungguhan.

“sungmin benar, mengapa kita tidak membantunya menyelesaikan pembangunan rumah itu sehingga mereka bisa nyaman tinggal disana nantinya, setelah rumah itu selesai dan rapi kita bisa melanjutkan pesta pertunangan disana.”

usul nenek.

“ya itu boleh juga bagaimana menurutmu minji?”

tanya ayah, minji tampak bingung harus menjawab apa ia hanya bisa melihat kearah sungmin yang percaya padanya apapun itu jawabanya nanti.

“aku tidak bisa menyampaikan pendapat ayah semua itu terserah pada kalian saja..”

pasrah minji.

“baiklah mulai besok kita harus mengutus para pekerja untuk membantu sungmin menyelesaikan rumahnya itu.”

rencana ibu , ia harap semua berjalan lancar sampai tiba pada pertunangan mereka.

 

***

 

Hari sudah sore dan sungmin mengajak minji pergi ke super market yang ada ditengah kota Jeju dan hanya ada satu super market yang menyediakan bahan makanan yang lengkap disanalah masyarakat jeju berbelaja untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

mereka berjalan di stand sayuran dan mengambil beberapa sayuran. hanya sungmin yang tahu apa saja bahan-bahan yang digunakan sedangkan minji hanya diam saja melihat sungmin.

“sebanyak itukah? memangnya apa yang akan kita masak bukankah kita hanya berdua saja..”

heran minji.

“aku ingin makan malam dirumah, oh iya ngomong-ngomong masakan apa yang bisa kau buat?”

tanya sungmin sambil tangannya sibuk mengambil sayuran.

“aku tidak ada.”

jawab minji polos.

“kalau begitu mulai hari ini kau harus belajar semua jenis masakan.”

tegas sungmin.

“apa? mengapa harus bukankah ini hanya drama saja memangnya setiap hari aku harus memasak sendiri hah..”

protes minji.

“pokoknya kubilang belajar ya belajar, ini juga penting untuk masa depanmu memangnya setiap hari kau hanya akan menyiapkan telur mata sapi dan juga roti panggang gosong untuk suami dan anakmu kelak!!”

omel sungmin.

“siapa yang tau kalau dimasa depan nanti aku tidak bisa memasak.”

“kau tidak akan bisa jika kau tidak belajar dari sekarang pokoknya lakukan apa yang kusuruh mengerti.”

“hm.. mengerti..”

patuh minji.

“bagus..”

sungmin dan minji kembali melanjutkan perjalananya kestand lain, tiba-tiba mereka bertemu dengan soo kyung yang menghentikan jalannya saat melihat minji dan sungmin.

“soo kyung-ssi ..”

sapa sungmin.

“sungmin oppa, minji senang bertemu kalian disini.”

kata soo kyung.

“oh soo kyung aku juga senang kita bertemu disini..”

seru minji, saat sungmin melihat raut wajah soo kyung ia ingat bahwa siwon mungkin membuatnya patah hati.

“kebetulan sekali ada yang ingin ku bicarakan padamu soo kyung bagaimana kalau kita mengobrol sebentar.”

ajak sungmin.

“tentu saja oppa..”

soo kyung menerima ajakan itu.

“Minji-ssi kau bayar belanjaan ini lalu pulang terlebih dulu.”

pinta sungmin agar minji tidak menunggu dan mengganggunya bersama soo kyung.

“baiklah .. soo kyung-ssi aku duluan ya..”

pamit minji dengan perasaan kesal, sebenarnya ia sama sekali tidak keberatan namun sungmin yang tidak kembali mengantarnya pulang membuatnya kecewa harus pulang sendirian.

selesai membayar semua belanjaan iapun pulang dari super market itu dengan sedikit berjalan kaki sambil berusaha menemukan taksi dengan barang belanjaan yang begitu berat.

 

“aishh jika sudah bertemu wanita itu ia selalu buta arah.. sungmin paboo”

kesal minji sambil terus mengetuk kakinya yang pegal. lalu terdengar suara klakson yang berasal dari mobil disampingnya awalnya minji hanya fokus dengan kakinya namun saat ia menengok kearah mobil itu ia terkejut karena melihat siwon didalamnya . mobil sport yang atapnya terbuka lebar membuatnya dapat melihat siapa orang yang mengendarai mobil itu.

 

”Siwon-ssi..”

kaget minji ia mengehentikan perjalanannya itu .

“mengapa kau jalan sendirian? “

heran siwon ia juga melihat barang bawaan minji yang sangat banyak.

“aku baru saja dari super market untuk berbelanja.”

jawab minji dengan menahan lelah, siwon tersenyum lalu turun dari mobil ia membantu minji membawakan barang bawaannya dan menaruhnya kedalam mobilnya.

“naiklah aku akan mengantarmu pulang.”

tawar siwon baik hati, tentu saja ini kesempatan bagus bagi minji untuk pulang dengan selamat.

“syukurlah ..”

tenang minji setelah naik kemobil ia duduk di depan tepat disamping siwon yang menyetir mobil itu, setelah semua naik siwonpun melanjutkan perjalanannya.

“mengapa kau ada dimana-mana?”

heran minji.

“apa maksudnya?”

“hanya saja aku merasa kau seperti hantu selalu muncul disaat yang tak terduga.”

“kau sendirian ? seharusnya kau bersama sungmin .”

“huh.. tadinya aku memang bersama dia tapi saat disuper market tadi kami bertemu soo kyung lalu ia pergi bersama soo kyung dan menyuruhku untuk pulang sendiri.”

TBC

Akan aku segera Lanjut  kalau yg Respon Banyak,,,tapi kalau kaya yg Kmren,,,mianhae kalau aku share FF-Nya shari Cuma sekali ^^

8 thoughts on “HOUSE LIVE (Part 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s