Mr. Appartment (Part 3) [Salah Paham]

 

MA3

 

Title : mr. Appartment part 2
Author : butterfly agashi

FB : Indah Fitria

Twitter : @iindahfiitriia
Length : chapter
Cast : song yura
lee hyun wu
lee hankang
shin hye jin
kim jongwoon
park jungsu

“ff ini pernah di share di akun fb ku. jika chingudeul merasa pernah baca, berarti chingudeul pernah baca di note ku..”
thanks eon ana and sem and lovely eonni(read: lie ang ang)

——part sebelumnya——-

“aku tidak mencurigai oppa. Sungguh, aku benar-benar tidak pernah berpikir untuk mencurigai oppa sedikitpun. Tapi saat aku berada disana, apartemen itu sudah punya pemilik. Dan orang itu juga tinggal disana.”

 

“mwo? Jjinja-ya? kau tidak mengada-ada kan?”

 

“tidak, tentu tidak. Karena itu aku mencari oppa kesini. Apa oppa sudah mengetahuinya sebelumnya?”

 

“tidak, tidak mungkin oppa mengetahuinya. Jongwoon. oppa harus menghubungi jongwoon. Dia yang mengusulkan apartemen itu. Coba hubungi hyunjo, aku perlu bicara dengannya,” jelas jungsu. Dia benar-benar tidak tahu mengenai hal ini sebelumnya.

 

“oppa? Mengapa harus menghubungi oppa?”

 

“oppa ingin menanyakan prosedur apa yang seharusnya kita lalui untuk menuntut orang yang ada diluar negri. Jongwoon sedang di kanada dan kita sudah membayar uang sewa selama dua tahun. Kau tahu kan jumlah uang itu tidak sedikit. Jika oppa tidak bisa menghubunginya, habislah kita.”

 

—— part selanjutnya

 

Yura berusaha meresapi setiap kata yang diucapkan jungsu. Apa ia bermimpi? Mengapa masalah ini menjadi begitu rumit. Dengan pikiran yang masih sedikit menerawang yura berusaha menghubungi oppa-nya.

 

“oppa, apa kau baik-baik saja? Jungsu oppa ingin berbicara denganmu. Ah, maksudku sunbae. Ia memintaku memanggilnya oppa. Oppa tidak menyukainya? Wae? Oppa merasa tersaingi? Ah oppa jinjja. Kapan oppa akan kembali? Apa beasiswa oppa banyak sekali? Kirimi aku uang, aku sedang membutuhkan uang. Omoo, apa yang aku lakukan? Situasiku tidak cocok untuk hal seperti ini. disana masih malam kan? Tahanlah kantuk oppa sebentar. Nanti jungsu oppa akan menghubungi oppa. cepatlah pulang, aku mencintai oppa,” yura memutuskan panggilannya. Terlalu banyak perkataan yang tidak perlu yang ia katakan.

Yura melirik jungsu yang dengan serius mengutak-atik ponsel dan laptop nya bersamaan.

 

“tentu saja jungsu oppa tidak mengetahuninya. Dia kan sunbae yang paling ku hormati. Tidak mungkin ia menipuku. Pikiran itu benar-benar mracuniku seminggu terakhir ini,” kata yura dalam hati.

 

“apa hyunjo bisa dihubungi?” kata jungsu membawa laptop nya ke dekat sofa dimana yura sedang duduk.

 

“ya, oppa bisa dihubungi. Aku memintanya untuk menunggu telepon dari oppa.”

 

“Disana, maksud oppa di kanada, sekarang masih tengah malam. Jongwoon tidak mengangkat ponselnya. Oppa sudah mengiriminya email, menghubungi akun twetter nya, juga me2day, dan google+. Dia bilang disana orang-orang menggunakan google+. Semoga saja itu bisa membantu. Dan sekarang kita harus menunggu matahari terbit di kanada terlebih dahulu. Dia punya kebiasaan baik bangun saat matahari terbit. Itu sedikit membantu.”

 

“syukurlah,” kata yura menghembuskan nafas.

 

“belum, oppa takut semua nya tidak akan semudah ini. apa kau sudah sarapan?” tanya jungsu.

 

“sarapan?” yura teringat akan sesuatu saat mendengar kata itu. Hyunwu pikirannya melayang pada laki-laki itu. ‘apa dia sudah sarapan? Aku berharap dia baik-baik saja dengan memo yang kutinggalkan’ pikirnya.

 

“apa oppa punya roti? Akhir-akhir ini aku sarapan dengan roti,” kata yura kemudian.

 

——

 

Hyunwu sudah terbangun sejak beberapa menit lalu. Matanya terpaku pada kertas kecil yang kini digenggamnya. Ada sedikit perasaan aneh. Dia sedikit kesal, saat mendapati dapurnya kosong. Tidak ada bayangan lain selain dirinya disana. Ia merasa terbiasa dengan gadis yang menggunakan celemek dan memanggangkan roti untuknya dari balik meja dapur.

 

“apa dia mengejekku? Apa maksudnya meninggalkan ini?” hyunwu meremas kertas kecil itu dengan gusar dan setelah itu ia mebuka kertas itu kembali.

 

masukkan rotimu ke toaster dan tunggu saja beberapa saat. Dan kopinya sudah aku takarkan dengan gulanya. Sesuai dengan kesukaannmu. Tidak terlalu manis dan rasa pahit yang menggoda. Seduh saja dengan air hangat. Aku ada urusan. –yura “ hyunwu membaca memo itu dengan nada mengejek.

 

“apa dia pikir aku tidak tahu apa-apa? Mengesalkan sekali. Menghilang dipagi buta dan menganggap remehku.”

 

Hyunwu melangkah cepat ke kamarnya dan keluar sesaat kemudian dengan handuknya. Ia masuk ke kamar mandi dan mengahabiskan beberapa waktu disana. Setelah ia benar-benar rapi, laki-laki itu meninggalkan rumahnya. Pergi tanpa mengacuhkan roti dan gelas yang ada di meja dapur.

Sesampainya di loby apartemen, laki-laki itu kembali kedalam lift dan naik menuju unitnya. Ia mengambil memo yang tergeletak di meja ruang tengah dan memasukkannya kesaku. Berselang beberapa detik ia beranjak menuju dapur. Menyeduh kopi digelas nya dengan air mendidih dan memasukkan rotinya ke mesin pemanggang.

 

Hyunwu tidak sabar menunggu kopinya menjadi hangat. Diminumnya kopi itu satu tegukan. Tepatnya tidak sampai satu, karena baru saja lidahnya merasakan cairan hitam itu ia langsung menjauhkannya dari mulutnya. Kopi itu masih terlalu panas. Hyunwu meletakkan gelasnya di bak pencuci piring dan mengeluarkan memo yang tadi ia masukkan kesaku.

 

note : kalau kau menggunakan air mendidih, tunggulah kopinya hingga sedikit hangat. Lima menit sudah cukup,” hyunwu membaca tulisan kecil disudut bawah memo yang ditulis yura sebelumnya. Dia tidak menyadari tulisan itu dari tadi. Dengan gusar ia melipat kembali kertas itu dan menyesali kebodohannya. Ia membuka kulkas mengambil sebotol air mineral dan membawa selembar rotinya. Ia meninggalkan ruangan itu dan benar-benar pergi sekarang.

 

Lidah hyunwu yang terbakar dan mati rasa membuatnya merasa sedikit kesal. Ia menjadi lebih sensitif dan malas. Hari ini sendiri hyunwu hanya memiliki satu rencana kegiatan. Mengambil perubahan naskah untuk drama musikalnya. Hanya itu. Tidak ada jadwal kuliah dan tidak ada jadwal latihan. Sutradaranya sedang manghadiri festifal film.

 

Hyunwu mengeluarkan ponselnya dan menelepon  seorang wanita yang jarang sekali ia telepon.

 

“noona, apa aku boleh meminjam mobil noona untuk beberapa saat?” kata hyunwu sesaat setelah panggilannya diterima.

 

“yaaa, apa kau tidak punya sopan santun? Langsung menyambar noonamu dengan kata-kata. Setidaknya kau harus memberi salam terlebih dulu,” kata gadis yang lebih tua dari hyunwu diseberang telepon.

 

“ye, arra-yo. Annyeong, noona apa aku boleh menggunakan mobil noona?” hyunwu menyopankan nada bicaranya.

 

“aku sedang di butik. Datanglah kesini dalam waktu sepuluh menit. Aku akan pergi ke jinan. jadi jangan terlambat. Arraseo?”

 

“ye, noona. Saranghae.”

 

“aish, dasar kau penjahat kecil,” kata gadis itu sebelum memutuskan panggilan teleponya.

 

——

 

Yura sudah kembali ke apartemen. Ia membawa sekantung besar bahan makanan dan bahan untuk membuat coklat di kantung yang lebih kecil. Dia akan menemui lee hankang besok. ‘Sudah berapa lama ia tak melihat wajah teduh itu’ pikirnya. Yura memutar memori masa lalunya. Kembali flashback ke saat pertama kali hankang menyelamatkanya. Ia masih enam belas tahun saat itu. Ia mengingat bagaimana hankang membiarkan badannya tertindih oleh dirinya yang terjatuh di tangga sekolahnya.

“sunbae, kau harus mendengar pengakuanku. Itu saja sudah cukup,” kata yura sambil mengacak poninya yang lurus.

 

——

musim gugur memang tidak seindah musim semi. Tapi hanya jika musim ini ada, barulah salju-salju dapat muncul di musim berikutnya. Musim gugur memang tidak seromantis musim semi. Tapi hanya hingga musim ini aku dapat memendam perasaan ini. aku tidak bisa menunggu musim semi untuk mengutarakannya” –song yura

 

Hyunwu membuka pintu apartemennya. Seketika hidungnya menangkap aroma coklat diseluruh ruangan. ‘apa sekarang valentine?’ pikirnya. Setelah melihat keluar jendela dan ia tak menanggkap landscape musim dingin. Ini masih musim gugur dan tidak mungkin 14 februari terjadi di musim gugur. Setelah meninggalkan coat-nya di sofa hyunwu menuju sumber aroma itu. Dapurnya.

 

Yura sedang mengaduk-aduk adonan coklat di depan kompor. Menyadari kedatangan hyunwu ia berbalik dan menyapanya sekilas.

 

“apa kau sudah makan siang? Tapi ini sudah jam empat. Apa aku perlu menanyakannya? Kalau begitu apa kau sudah makan malam?” kata yura mengasal.

Hyunwu tak langsung menjawab pertanyaan gadis itu. Ia memperhatikan celemek bermotif bunga yang dikenakan yura. ‘dia membeli celemek baru? Motif yang cocok untuknya’ katanya dalam hati.

 

“makan siang tentu saja sudah. Makan malam? Lihat saja nanti apa aku akan makan malam atau tidak,” jawab hyunwu seadanya.

 

“yang benar saja. Apa kau mau makan sesuatu malam ini? aku baru saja berbelanja. Apa kita harus membuat steak? Aku sangat gugup hingga ingin memakan semuanya,” yura mematikan kompor dan sesekali mengaduk adonan kental itu sebelum duduk menghadap hyunwu di meja dapur yang dwifungsi itu.

“steak terdengar sangat lezat” kata hyunwu.

 

“jika kita memesannya dari restoran. Aku masih belum yakin dengan masakanmu,” tambah hyunwu lagi.

 

“aish. Perhatikan ucapanmu itu. Merendahkanku sekali. Padahal membuat kopi saja kau tidak bisa,” ejek yura.

“apa maksudmu?”

 

“kau pikir aku tidak tahu mengapa gelas kopi yang masih penuh berada di tempat pencuci piring? Lihat lidahmu juga terbakar. Ceroboh sekali, padahal aku sudah mengingatkanmu,” yura semakin mempermainkan hyunwu yang terlihat sedikit salah tingkah.

 

“coklat itu, untuk apa?” hyunwu mengalihkan pembicaraan.

 

“kau pandai sekali mengelak. Coklat untuk lee hankang. Aku akan menemuinya besok. Apa kau mau mencobanya? Aku akan berikan gratis untukmu.”

 

“aku mau. Tapi tidak gratis. Aku membayarnya dengan uang sewa tinggalmu disini.”

 

“terserah kau saja,” kata yura bangkit dari kursi. Ia menyodorkan salah satu cetakan berbentuk hati yang tadi ia isi dengan coklat yang dibuatnya.

 

“tunggu hingga coklatnya dingin dan mengeras. Jangan sampai lidahmu itu merasakan hal aneh lagi,” yura menambahkan kata-katanya. Gadis itu menuju lemari pendingin dan mengeluarkan beberapa bahan makanan, dan juga daging sapi korea untuk dibuat steak.

——

Yura mengiris steak-nya pelan. Menikmati rasa daging yang melebur dilidahnya. Ia berharap setiap rencananya berjalan dengan baik. Seharusnya semua usahanya bisa terbayarkan. Yura memperhatikan hyunwu yang duduk dihadapannya. Laki-laki itu tidak menikmati makan malamnya. Tentu saja, siapa yang bisa menikmati makanan saat lidah terbakar.

 

“bagaimana rasanya?” Tanya yura.

 

“lumayan, aku suka steak yang welldone. Tapi ini terlalu matang untuk disebut welldone,” hyunwu mengutarakan pendapatnya

 

“bukan itu. Tapi maksudku coklatnya.”

 

“Yang benar saja. aku sedang mengunyah daging dan kau menanyakan coklatnya. Tidak terlalu buruk, tapi juga tidak terlalu baik.”

 

“seharusnya kau memujiku saja. Kan aku sudah memasakkan makan malammu,” yura sedikit pesimis setelah mendengar pendapat hyunwu.

 

“aku tidak bisa berbohong. Tapi itu cukup lumayan.”

 

“akh, kau ini..” kata-kata yura tergantung dikarenakan ringtone ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan dari jungsu. Yura meletakkan garpu yang tadi dingenggam di tangan kirinya. Ia mulai mendengarkan penjelasan jungsu dengan seksama.

 

“benar dia mengatakan seperti itu? Baiklah. Ya, aku tidak apa-apa. Selama abeoji dan eomoni tidak mengetahuinya. Aku rasa itu akan baik-baik saja. Terima kasih oppa” yura akhirnya membuka suara dan menjawab penjelasan jungsu. Sekilas ia melihat hyunwu dengan tatapan dalam, setelah itu ia menaruh kembali ponselnya dimeja dapur itu.

 

“teruskan makanmu. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya. Apa hyunwu-ssi mengenal kim jongwoon?” Tanya yura.

 

“ia, dia hyung yang sebelumnya menempati kamarmu,” jawab hyunwu acuh tak acuh.

 

“kalau begitu apa aku benar jika mengatakan kau dan kim jong woon membeli apartemen ini bersama?” Tanya yura ragu. Ia kurang yakin denga hal itu, dan jika ia salah, ia akan kehilangan muka di depan hyunwu.

 

“ya, bisa dibilang begitu. Kami menggunakan uang dari hasil kerja paruh waktu dan semua tabungan kami untuk membeli apartemen ini. perlu waktu enam bulan untuk merenovasinya hingga seperti sekarang, karena kami kekurangan uang,” kata hyunwu belum menyadari sesuatu.

 

“kalau begitu mana ponselmu? Sebentar lagi dia akan menelponmu,” kata yura yakin. Ia tahu jalan hidupnya tidak harus menjadi lebih buruk setelah kemarahan ayahnya, ibunya yang tidak bisa membantu, kakak laki-lakinya yang berada sangat jauh dan eonni-nya yang kini entah dimana. Ia harus mengecek email, memastikan eonni-nya itu baik-baik saja dalam petualangannya.

Benar saja, belum sempat hyunwu membantah kata-kata yura, ponselnya berdering. Panggilan internasional dari kanada. yang sudah jelas dari kim jongwoon.

 

“yeoboseo, hyung?” hyunwu mengangkat ponselnya.

 

“hyunwu-ya, sebelumnya maaf. Tapi karena aku terlalu bersemangat datang kemari aku lupa memebri tahumu kalau kamar itu sudah aku sewakan. Kau pasti terbebani. Tapi sebelumnya aku tidak tahu jika dia seorang gadis. Apa dia membuatmu tidak nyaman?” kata jongwoon dengan nada memohon.

 

“aish, hyung jjinja-ya? ini tidak akan jadi serumit ini jika hyung mengatakannya dulu padaku. Bukan aku yang dibuat tidak nyaman. Seharusnya dia. Aku akan menjelaskan dan meminta maaf padanya. Tapi kurasa hyung juga perlu melakukannya,” hyunwu menyodorkan ponselnya pada yura yang baru saja menghabiskan makan malamnya.

 

“ne, yeoboseo. kim jongwoon?” kata yura.

 

“kata jungsu namamu song yura. Apa aku benar?” kata jongwoon sopan.

 

“ne.”

 

“sebelumnya aku sangat malu karena menyebabkan kesalah pahaman ini. tapi aku tidak bisa melakukan hal banyak selain meminta maaf dan mengharapkan pengertianmu. Apa aku terlalu lancang? Maaf kan aku, ini semua memang salahku. Jadi jangan kaitkan jungsu dan hyunwu. Aku satu-satunya orang yang bersalah. Terima kasih atas pengertianmu, aku tidak akan melupakannya. Jongmal mianhae.”

 

-TBC-

 

Annyeong reader setia mr.appartmen🙂 (emang ada? yang ada juga reader suka rela krna kena tag) kekeke

8 thoughts on “Mr. Appartment (Part 3) [Salah Paham]

  1. alhamdulillah……….
    sudah males bacanya….
    kirain Jong woon yg nepu……..>???

    eh saeng…..
    eonni gak bisa ngebayangin Hyun wu…….
    jd gak greget baca nya……..
    cb cast nya Jong woon……..
    uughh………sukaaaaaa…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s