Mr. Appartment (Part 2) [Berbagi Apartemen]

 

MA2

Title : mr. Appartment part 2
Author : butterfly agashi

FB : Indah Fitria

Twitter : @iindahfiitriia
Length : chapter
Cast : song yura
lee hyun wu
lee hankang
shin hye jin
kim jongwoon
park jungsu

“ff ini pernah di share di akun fb ku. jika chingudeul merasa pernah baca, berarti chingudeul pernah baca di note ku..”
thanks eon ana and sem and lovely eonni(read: lie ang ang)

——part sebelumnya——-

“song yura-ssi?”

“song yura-ssi.”

 

“song yura-ssi ireonna.”

 

Sudah berulang kali hyun wu membangunkan gadis itu. tapi jangankan terbangun, dia bahkan tidak bergerak sama sekali. Karena lelah dan ingin tidur lebih awal, hyun wu menggendong gadis itu dan membawanya masuk.

 

“semoga besok kau tidak pingsan karena terkejut yura-ssi. Sangat berbahaya jika seorang wanita tertidur di tempat umum. Kau beruntung kali ini bertemu denganku,” kata hyun wu setelah meletakkan yura di ranjang kamar sebelah.

 

Sebelumnya kamar itu ditinggali oleh jongwoon. Tapi tiba-tiba jongwoon bilang dia sudah punya cukup uang untuk berangkat ke kanada. Keesokan harinya laki-laki itu langsung pergi tanpa berpamitan pada hyun wu.

 

 

part 2

——

Pagi ini saat hyun wu bangun ia melihat yura dikamar jongwoon. tapi gadis itu sama sekali masih belum bangun

Hyun wu tengah menikmati secangkir kopi buatan sendiri yang telah lama tidak diminumnya. Ini sudah pukul delapan tapi gadis yang kemarin dibawanya masuk itu masih belum menampakkan tanda-tanda akan bangun.

 

“noona ku juga wanita, tapi dia selalu bangun lebih awal dariku,” gumam hyun wu saat mengecek gadis itu dikamarnya.

 

Terakhir sebelum pergi kuliah hyun wu melihat yura lagi. Tapi hasilnya sama saja, dia masih belum bangun. Wajahnya merah padam dan mengingat kemarin dia tertidur di depan apartemen pada cuaca cukup buruk. Kemarin sangat dingin, layaknya angin musim gugur. Setelah memberanikan diri hyun wu masuk dan mendekati yura. Ditaruhnya tangannya dikening yura. Kemudian sedetik kemudian hyun wu menyesal dan sedikit berteriak.

 

“aish, jinjja. Tanganku terbakar,” kata hyun wu refleks karena kening yura yang sangat panas. dia berpikir mungkin dia bisa menggoreng telur disana, karena panasnya.

 

‘jangan pernah meninggalkan orang sakit sendirian di rumah. Atau kau akan seperti aku,’ hyun wu ingat kata-kata yang selalu dikatakan oleh min ho, seniornya, setiap kali yeojachingu-nya sakit.

 

‘Min ho hyung selalu melakukan kesalahan pada bagian yang sama saat yeojachingu-nya belum sembuh’ pikir hyun wu.

Datang ke kampus untuk berlatih memanglah keharusan. Tapi hyun wu tidak dapat membayangkan jika dia berada pada posisi min ho, karena meninggalkan gadis itu sendirian.

 

‘Geu yeoja (Gadis itu), aku tidak bisa memanggilnya dengan sebutan itu lagi. Dia punya nama song yura, dan aku dididik untuk sopan. Ya, yura-ssi,’ hyun wu memutuskan.

 

Hyun wu menelpon dr.jung dan memintanya untuk datang ke apartemennya. dr.jung adalah dokter keluarganya dan dia sudah menganggapnya sebagai pamannya sendiri.

 

Lima belas menit kemudian seseorang menekan tombol intercom dan hyun wu yakin itu dr.jung. Dugaannya salah, dia mendapati seorang dokter muda yang mengaku sebagai murid dr.jung di depan pintunya. Hyun wu mempersilahkannya masuk dan memeriksa keadaan yura.

 

Lima menit lalu muridnya dr.jung sudah meninggalkan apartemen hyun wu. Dokter muda itu hanya meninggalkan beberapa vitamin dan menyuruh hyun wu  untuk membuatkan bubur untuk yura saat ia bangun nanti. Dari penjelasan yang dikatakan oleh murid dr.jung, hyun wu beranggapan kondisi yura tidak terlalu buruk. Dia hanya perlu beristirahat.

 

Hyun wu merasa sedikit beruntung karena bukan dr.jung yang datang. Ia tidak bisa membayangkan saat dr.jung berkunjung kerumah orang tuanya dan menceritakan hal ini. ‘mengerikan mungkin akan sangat mengerikan,’ pikir hyun wu. Ibu dan kakak perempuanya akan mengintrogasinya layaknya koruptor. Dan ayahnya mencabut izin kuliah seninya.

‘aku beruntung,’ hyun wu bernafas lega.

 

——

 

Pukul delapan malam. Hyun wu tertidur di samping tempat tidur lengkap dengan handuk basah di tangannya. Sudah berjam-jam dia mengompresi yura gadis yang masih belum sadarkan diri sejak kemarin.

 

Yura membuka matanya perlahan-lahan. Matanya terasa aneh. Badanya panas sekali. Dan nafasnya terasa sesak. Setelah mengumpulkan semua kesadarannya yura mendapati hyun wu tertidur disampingnya dengan posisi duduk.

 

“apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku berada disini lagi. Dan laki-laki ini, apa yang dia lakukan,” yura bangun dari tempat tidur dan masuk ke toilet. Sepertinya dia ingin mencuci muka.

 

Hyun wu terbangun. Dia tiba-tiba saja panik karena tidak menemukan yura di atas tempat tidur. ‘apa gadis itu kabur? Tapi dengan kondisi begitu?’ batin hyun wu.

 

“ah, maaf apa kau mencariku?”yura keluar dari kamar mandi.

 

“ah…ye. apa yang kau lakukan badanmu masih panas dan kau sudah menyentuh air?” hyun wu berdiri, mengusap wajahnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“ah, nde? Tapi apa anda yang membawaku kedalam.”

 

“hmm, ye. panggil aku hyun wu. Kemarin kau tertidur di depan pintu apartemenku. Aku sudah membangunkanmu tapi kau tidak juga bangun. Apa kau tahu sangat berbahaya bagi seorang perempuan jika tidur sembarangan seperti itu?”

 

“ah, ye. gomapseumnida. Mianhae.”

 

“mian? Wae.”

 

“karena sudah menyulitkan hyun wu-ssi,” yura tertunduk.

 

“sudahlah, jangan dipikirkan. Tadi aku memanggil dokter dan dia menyuruhmu memakan bubur dan vitamin yang ada disana,” hyun wu menunjuk vitamin yang ditaruhnya di meja di samping tempat tidur.

 

“ye, jeongmal gomapseumnida,” yura menunduk, tanda terima kasih.

 

“jangan sungkan. Tapi aku tidak bisa membuat bubur. Bagaimana jika kau makan buburnya di tempatmu saja? Aku akan mengantarmu.”

“…” yura tertunduk dan tidak ada jawaban.

 

“bagaimana yura-ssi?”

 

“baiklah, tapi sebenarnya aku tidak punya tempat untuk dituju sekarang,” wajah yura memelas.

 

“bagaimana ini, tapi kau tidak bisa tinggal disini karena aku akan mendapatkan masalah besar jika tinggal bersama seorang gadis.”

 

“tolonglah hyun wu-ssi. Kau mempunyai dua kamar disini. Anggap saja aku ini seorang laki-laki,” yura memelas.

 

“laki-laki? Dengan baju itu?” hyun wu menunjuk dress dibawah lutut yang dipakai yura.

 

“ayolah. Tolong aku kali ini saja. Seperti yang kau ketahui aku mungkin sudah ditipu dan aku sama sekali tidak mempunyai uang sekarang. Hyun wu-ssi jaebal,” yura memohon dengan sangat.

 

“maaf yura-ssi. Tapi aku tidak bisa,” hyun wu mengambil travel bag yura dan menaruhnya di depan pintu.

Tiba-tiba yura berlutut dengan wajah memelas.

 

“hyun wu-ssi, ini pertama kalinya dalam hidupku berlutut seperti ini. jadi aku mohon tolonglah aku kali ini saja. Jaebal. Jaebal. Huh.”

 

“aish, aku tidak tahan lagi. Terserah kau saja,” hyun wu mendesah panjang. Ia masih ragu dengan permintaan gadis itu.

 

“ah, benarkah? Terima kasih. Terima kasih. Hyun wu-ssi jongmal gomapseumnida” yura segera berdiri dan menambahkan “anda tidak akan menyesal hyun wu-ssi. Aku bisa memasak, mencuci pakaian, mencuci piring, membersihkan rumah dan melakukan banyak hal lain.”

 

“hmm?”

 

“ya, aku ini bisa melakukan semuanya.”

 

“kalau begitu buat buburmu sendiri,” kata hyun wu singkat.

 

“ye? jinjja? Dengan keadaan sakit seperti ini?”

 

“bukankah kau bilang kau bisa melakukan semuanya? Baiklah selamat membuat bubur. Aku ingin tidur,” hyun wu menghilang dibalik pintu kamarnya.

 

“dimana hati nurani nya? tapi terima kasih hyun wu-ssi kau sudah menyelamatkan hidupku kali ini.”

 

——

 

Hari masih pagi sekali tapi yura sudah bangun dan menyibukan diri didapur yang baru saja dikenalnya. Ia mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas dan memasaknya sesuai apa yang ibunya ajarkan.

 

“kau sudah bangun?” sapa yura pada hyun wu yang baru saja keluar dari kamarnya.

 

“huhh, apa itu sup kimchi?”

 

“ah, ye. aku tidak yakin kau menyukainya atau tidak. Tapi aku cukup pandai memasak,” yura tersenyum yakin dengan perkataannya.

 

“sepertinya aku harus memberi tahumu beberapa hal yura-ssi,” hyun wu berjalan menuju meja makan.

 

“ah, ye?”

 

“aku tidak sarapan dengan sup dan nasi,” kata hyun wu kemudian.

“ah, kau bercanda?”

 

“cukup buatkan kopi hangat dan selembar roti panggang. Itu saja sudah cukup”

 

“kopi? Tapi aku tidak bisa membuat kopi? Bagaimana dengan teh. Aku bisa membuat teh bunga krisan”

 

“aku masih ingat kemarin kau mengatakan ‘bisa melakukan semuanya’ dengan semangat,” hyun wu mengingatkan.

 

“…” yura tidak menjawab.

 

“aku selalu bangun pukul tujuh, dan aku mau kopiku siap ketika aku keluar dari kamar. Untuk makan siang dan malam biasanya aku tidak dirumah. Jadi itu saja yang perlu kau ketahui,” jelas hyun wu

 

“ah, begitu. Lalu bagaimana dengan bahan makanan dikulkas. Ada banyak sekali? Apa aku boleh menggunakannya atau aku harus membayar sebagai gantinya?”

 

“tidak usah mengganti. Itu bukan milikku. Itu milik jongwoon hyung. Mengenai bahan makanan lakukan saja sesukamu. Dan aku harus pergi sekarang. Aku belum berniat untuk mengganti kode pintu masuk, jadi kuncimu di laci dapur,” hyun wu berlalu meninggalkan yura yang termangu mendengar penjelasan cepatnya.

 

“aish, kopi? Bagaimana cara membuat kopi? Bukan aku tidak bisa, masalahnya keluargaku tidak minum kopi. Itu saja! Bahkan harabeoji juga tidak minum kopi. Oppa juga. Aish, tidak bisakah dia memesannya saja” umpat yura setelah hyun wu menghilang dibalik pintu apartemen.

——

Hyun wu memandang hye jin lekat dari kejauhan. Hye jin pemeran wanita utama drama musical yang sama dengan hyun wu. Sementara hyun wu menjadi pemeran pria pembantu. Dia pihak yang mempunyai cinta sepihak pada karakter hye jin. Tentu saja hyun wu memerankan perannya dengan mendalam, karena pada kenyataannya memang seperti itu. Dia menyukai hye jin tanpa pernah disadari oleh gadis itu.

 

Hyun wu terus memperhatikan hye jin yang tanpa disadarinya tae jun, telah duduk disampingnya dengan senyum simpul.

 

“berapa lama lagi kau akan menyembunyikan perasaanmu?” kata tae jun.

 

“aish, kau mengagetkanku,” hyun wu terkejut dan melihat tae jun dengan kesal.

 

“jinjja-ya? hahaha. Aku Tanya berapa lama lagi kau akan tetap seperti ini? mencintai sepihak. Setidaknya kau harus membiarkannya mengetahui perasaanmu. Atau perlukah aku menjadi cupid?”

 

“…” hyun wu tidak menjawab sama sekali.

 

“hyun wu-ya? kita sudah kenal terlalu lama dan aku tahu betapa besarnya rasa sukamu pada hye jin. Jika kau menyukainya, setidaknya kau harus membiarkannya mengetahui perasaanmu terhadapnya. Kurasa itu jalan yang benar,” tae jun menyilangkan lengannya di depan dada.

 

“keundae, aku tidak yakin dengan yang dirasakan hye jin. Dia tidak pernah menyadari diriku.”

 

“aish, mengapa kau lamban sekali? Jika dia tidak pernah menyadari dirimu, ini saatnya untuk menyadarkannya. Bagaimana bisa jenius sepertimu kehilangan kepercayaan diri.”

 

Hyun wu berpikir sejenak, menerawang, mempertimbangkan yang dikatakan tae jun. setelah beberapa saat ia menyentuh kepalanya, menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara brutal.

 

“kau membuat sakit kepalaku. Sebaiknya aku menjauh dulu darimu,” hyun wu meninggalkan tae jun yang tertawa kecil, tak percaya dengan reaksi teman dekatnya itu.

 

——

Yura sibuk menulis di buku catatannya ketika hyun wu pulang. Dilihatnya laki-laki itu sekilas, kemudian dia kembali melanjutkan kegiatannya.

 

“apa yang kau kerjakan?” kata hyun wu.

 

“menulis catatan,” jawab yura singkat.

 

“aku tahu, tapi apa itu yang kau tulis?” Tanya hyun wu tak sabar.

 

“ah, ini denah kampus dan jalan-jalan disekitarnya. Aku harus mengahafal kampusku secepatnya.”

 

“hmm,” hyun wu bergumam dan meninggalkan yura.

 

“hyun wu-ssi chakamman,” kata yura cepat yang menghentikan langkah hyun wu dan reflek membalikkan badannya.

 

“wae?” kata hyun wu singkat.

 

“hmm, apa hyun wu-ssi mengenal lee han kang?” tanyanya ragu.

 

“apa maksudmu han kang dari fakultas hukum? Jika iya, aku mengenalnya. Dia pernah membantu menerbitkan izin pementasan kami beberapa bulan lalu. Kudengar dia akan kembali lusa.”

 

“ah ye, gomawo hyun wu-ssi,” kata yura berbinar.

 

“apa hubunganmu dan hang kang?”

 

“dia, cinta pertamaku,” yura menjawab malu-malu.

 

Hyun wu tersentak, dia seakan dibuat malu oleh gadis ini. song yura tanpa ragu dan penuh perasaan menjawab kalau orang itu cinta pertamanya. Sejanak hyun wu ingin meminjam keberanian gadis itu. Ini pertama kalinya dia bertamu gadis seperti yura. Mungkin dia harus mengikuti gadis ini untuk mendapatkan keberanian yang sama.

——-

 

 

Setiap kita memiliki seseorang yang tersembunyi di dasar hati, dan ketika kita berpikir tentang dia, kita akan merasa seperti sedikit sakit di dalam, tapi kita masih ingin mempertahankan orang tersebut” –crazy little thing called loved

 

Saat ini masih sangat pagi. Tapi yura sudah bergegas mempersiapkan dirinya. Ia sudah memikirkan semuanya kemarin malam. Menemui jungsu. Seperti yang dikatakannya sebelumnya, hari ini jungsu seharusnya sudah sampai di seoul. Yura sengaja tidak menelpon jungsu. Jika benar jungsu telah menipunya, laki-laki itu bisa menghilang lagi sesaat setelah ia menerima telepon yura.

 

Yura meletakkan dua lembar roti dan sebuah gelas yang telah diisi bubuk kopi beserta gula di atas meja makan. Ia menambahkan sebuah memo kecil mengenai petunjuk cara membuat sarapan untuk hyun wu. ‘Semoga saja ia bisa mengerti’ harap yura.

 

Setelah meyakinkan dirinya untuk kesekian kalinya yura meninggalkan apartemen dengan secarik kertas yang ia telah ia tulisi dengan alamat jungsu.

Tidak terlalu sulit mencari alamat jungsu. Laki-laki itu tinggal disebuah apartemen kecil di dekat kampus. Hanya memakan waktu dua puluh menit berjalan kaki dari appartemen hyunwu. Dengan sedikit perasaan bersalah yura menekan tombol intercom pada pintu apartemen jungsu.

 

Tak lama yura menunggu. Hanya satu kali menekan intercom, jungsu menyapa nya dari dalam apartemen itu.

 

“ah yura-ya. ada apa pagi-pagi sekali?” suara itu menghilang, berganti dengan suara pintu terbuka.

 

Jungsu membuka pintu dan menyapa yura ramah. Ia berpakaian serba putih seperti kebiasaan nya dari dulu. Wajahnya terlihat segar. Dan rambutnya yang coklat kegelapan terlihat sedikit basah.

 

“apa terjadi sesuatu? Mengapa pagi-pagi sekali?” kata jungsu sembari menuntun yura ke sofa di salah satu ruangan.

 

“hmm..”

 

Hening yura tak berani mengatakan apapun. Jungsu tetap menunggu yura mengatakan sesuatu. Karena gadis itu masih belum mengatakan sesuatu, jungsu beranjak ke dapur membuatkan teh untuk yura.

 

“apa kau masih belum mau mengatakannya? Apa yang menganggu pikiranmu?” Tanya jungsu setelah kembali dari dapur dengan dua cangkir teh hijau.

 

“hmm, oppa?”

 

“ye? mwo?” kata jungsu dengan sabar menunggu perkataan yura.

 

“ini mengenai apartemen,” kata yura takut-takut.

 

“ah ye, apartemen. Bagaimana dengan apartemennya? Apa tidak sesuai denganmu?”

 

“ani, aku sangat menyukainya. Tapi apa oppa yakin dengan penyewaannya?”

 

“tentu saja. Oppa menyewa nya dari teman sekelas oppa. Kami bahkan sangat akrap. Wae?”

 

“aku tidak mencurigai oppa. Sungguh, aku benar-benar tidak pernah berpikir untuk mencurigai oppa sedikitpun. Tapi saat aku berada disana, apartemen itu sudah punya pemilik. Dan orang itu juga tinggal disana.”

 

“mwo? Jjinja-ya? kau tidak mengada-ada kan?”

 

“tidak, tentu tidak. Karena itu aku mencari oppa kesini. Apa oppa sudah mengetahuinya sebelumnya?”

 

“tidak, tidak mungkin oppa mengetahuinya. Jongwoon. oppa harus menghubungi jongwoon. Dia yang mengusulkan apartemen itu. Coba hubungi hyunjo, aku perlu bicara dengannya,” jelas jungsu. Dia benar-benar tidak tahu mengenai hal ini sebelumnya.

 

“oppa? Mengapa harus menghubungi oppa?”

 

“oppa ingin menanyakan prosedur apa yang seharusnya kita lalui untuk menuntut orang yang ada diluar negri. Jongwoon sedang di kanada dan kita sudah membayar uang sewa selama dua tahun. Kau tahu kan jumlah uang itu tidak sedikit. Jika oppa tidak bisa menghubunginya, habislah kita.”

 

 

-TBC-

 

mianhae karena aku menyunting ulang catatannya. sehingga sebagian berasal dari part 1. just happy reading.

thanks to isya saeng yang mengingatkanku untuk melanjutkan cerita ini (sebelumnya aku lupa)

juga buat eon lie, yang memberi inpirasi dengan ulet bulu nya.

dan juga buat guru tercinta midnight fairy. (bener ngak seosangnim?)

 

7 thoughts on “Mr. Appartment (Part 2) [Berbagi Apartemen]

  1. kenapa jadi Jon woon yang salah…
    adduuhhh…
    sebenarnya sapa yg nipu Yura……..

    Jong woon………………….???? anndweeeee……….!!!!!!!!!!!!! I like him.!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s