Ghost Son [Part 6]

 

GS6

 

Author : Minzy

Main Cast:

Lee Sungmin

Lee Chun Qi

Lee Chae Rin

Figure:

Cho Kyuhyun

Lee Hyuk Jae

Kim Joong Woon

Mrs&Mr. Lee (orang tua Sungmin)

Lee Eunja

Genre:

Horor

 

***

Seru sungmin sambil menggendong chae rin masuk kedalam. Ia melihat kyu yang sedang duduk diruang tv.

“Kyu kau datang?”

Tanya sungmin.

“ah hyung.. syukurlah kau pulang juga.”

Kyu lega karena kepulangan sungmin. Sebenarnya ia akan pulang hari ini juga mengingat chun qi belum pulang dari urusannya ia terpaksa menunggu sungmin.

“kemana chun qi?”

Heran sungmin yang tak melihat istrinya itu.

“chun qi noona, sejak pagi dia pergi katanya ada urusan sebentar tapi sampai sekarang dia belum juga pulang.”

Jelas kyu.

“benarkah? Kemana dia ya..”

Heran sungmin ia merasa akhir2 ini istrinya sering bertingkah aneh dan menyembunyikan sesuatu darinya.

“hyung besok aku ada janji di kampus jadi aku tidak bisa lama-lama disini aku pamit ya.”

Kata kyu bergegas.

“terburu-buru sekali kau ini.”

Sungmin merasa tak enak padanya yang datang tapi tak ada siapaun dirumah.

“aku ada janji . jika kau pulang besok tak bisa terburu hyung.”

“baiklah.. hati-hati dijalan oke.apa kau masih punya simpanan uang?”

Tanya sungmin. Ia tak mau adik iparnya itu kekurangan.

“sebenarnya agak limit sih hehe.”

Jawab kyu sambil tersenyum.

“kau ini baiklah akan kukirim uang kerekeningmu nanti.”

“terimakasih hyung. Aku pulang..”

Kyu lalu pergi setelah ia juga pamit dengan chae rin keponakannya itu.

 

***

Selang satu jam yaitu pukul 6 sore chun qi tiba dirumah. Dalam keadaan diam dia juga disambut dengan chae rin yang rindu dengan ommanya.

“Omma.. “

Panggil chae rin. Ia memeluk ommanya dan mencium ommanya itu.

“chae rin.. omma sangat rindu padamu.”

“aku juga omma kemana saja.. “

“omma ada urusan sangat penting jadi omma harus pergi.”

Jawab chun qi. Ia membawa chae rin ke dapur disana sungmin terlihat sedang memasak makan malamnya.

“kau sudah pulang?”

Kata sungmin dengan nada khawatir.

“maaf aku terlambat.”

Kesal chun qi pada dirinya sendiri. Ia tampak lemas dan pucat ini karena ia belum makan apa-apa.

“kau kemana saja?”

“aku pergi cek up kedokter. Karena aku bertemu dengan teman lama jadi keasyikan mengobrol.”

Elak chun qi.

“teman lama? Kau punya teman juga didaerah sini?”

Heran sungmin.

“memangnya Park soo yoo saja yang menjadi teman lamamu aku juga punya teman lama.”

Kata chun qi menyindir.

“wah ternyata kau tahu tentang park soo yoo.. sudahlah bersihkan badanmu lalu kita makan bersama.”

“baiklah..”

Chun qi lalu pergi mandi dan berganti pakaian. Setelah semua siap mereka makan malam bersama.

“apa kau kurang sehat akhir-akhir ini?apa hasil pemeriksaanmu?”

Tanya sungmin disela makan malam mereka.

“aku baik-baik saja, hanya akhir-akhir ini aku terlalu capek dan harus banyak istirahat saja.”

“benarkah hanya itu?”

“Omma, appa tau tidak tadi seharian ini aku bermain dengan temanku dia sangat lucu dan bisa bermain sulap appa..”

Cerita chae rin.

“benarkah? Wah hebat sekali kalau bisa kau bawa temanmu, appa mau melihat dia bermain sulap juga.”

Kata sungmin lembut.

“Chae rin. Omma minta kamu jangan main dengan temanmu itu lagi ya.”

Sahut chun qi yang membuat sungmin heran. Sepertinya chun qi tidak suka dengan temannya itu.

“memangnya kenapa omma? Dia itu kan baik padaku, dia satu-satunya temanku dirumah.”

Heran chae rin.

“Pokoknya omma bilang tidak ya tidak!!! Chae rin temanmu itu orang jahat! Kau tidak boleh bermain dengannya lagi mengerti!!!“

Bentak chun qi. Suara chun qi yang keras membuat chae rin menangis.

“Omma yang jahat!! Aaaa”

Rengek chae rin.

“sayang ada apa denganmu?”

Heran sungmin karena baru pertama kali ia melihat chun qi marah pada putrinya sendiri.

“apa kau pernah melihat siapa temannya itu?”

Tanya chun qi pada sungmin dengan nada marah.

“chae rin hanya anak kecil wajar saja jika anak sepertinya memiliki teman khayalan.”

Jawab sungmin menenangkan chun qi.

“apa yang kau maksud dengan teman khayalan? Aku yang sering melihatnya berbicara sendiri!! Berbicara dengan orang yang bahkan aku sendiri tidak melihatnya. Aku yang berada dirumah, aku yang lebih tahu semuanya!!!”

Chun qi mencoba untuk menjelaskan semua pada sungmin namun nampaknya sungmin tak percaya akan apa yang chun qi bilang.

“kau harus banyak istirahat sayang. Semua yang kau ceritakan itu tidak masuk akal.”

Kata sungmin tampak marah. Ia lalu membawa chae rin yang masih menangis itu kekamarnya. Dan chun qi hanya terdiam sesekali ia menangis.

Sepertinya kerukunan keluarganya itu mulai retak perlahan-lahan.

***

Malam ini sangat hening  tampak chun qi yang sedang terlelap. Awalnya ia tidur seperti biasanya. Sampai tiba sungmin masuk kekamar  dan membangunkannya. Chun qi terbangun sesaat ia melihat wajah sungmin dengan senyuman evilnya. Dan saat ingin mendekati chun qi, wajah sungmin berubah menjadi menyeramkan matanya yang hitam dan wajahnya yang rusak itu adalah hantu yang selama ini datang untuk mencelakai chun qi.ia membekam chun qi yang hanya bisa berteriak berusaha menyelamatkan diri namun sia-sia ia hanya bisa pasrah. hantu  itu  mengeluarkan sebilah pisau kecil dan merobek perut chun qi hantu itu lalu mengoyak perut chun qi darah segar keluar dan apa yang hantu itu cari, ia mencari janin yang ada dirahim chun qi. Setelah ia menemukan janin kecil yang belum sempurna menjadi bayi itu ia mengeluarknannya dan menjilati janin itu. Chun qi berteriak sejadi jadinya..

 

 

***

 

“AAAAAaaaaaaaaaahh”

Ia meronta –ronta membuat sungmin yang tidur disampinya terbangun.

“Sayang … bangunlah… kau baik-baik saja?”

Panik sungmin berusaha membangunkan istrinya yang berteriak histeris itu. Chun qi membuka matanya dan ternyata ia mimpi buruk lagi. Keringatnya bercucuran  begitu ia melihat sungmin ada disampingnya ia pun memeluk sungmin dan menangis.

“mengapa aku jadi begini?? Aku sungguh tidak tahan dengan ini semuaa”

Kata chun qi sambil menangis ia sungguh menyesali atas apa yang terjadi padanya.

“tenangkan dulu dirimu sayang..”

Tenang sungmin ia memeluk chun qi berusaha menenangkan chun qi.

“aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.. sebenarnya aku salah apa.”

“chun qi, tenangkan dulu pikiranmu . ceritakan apa yang kau alami dirumah ini.”

“kau tidak akan pernah mengerti.”

“itu karena kau tidak percaya padaku.. ceritakan padaku “

“sebelum kita pindah aku sudah mengalami beberapa mimpi buruk . aku tidak tahu siapa anak kecil itu. Mereka banyak selalu menghantuiku kemanapun kau pergi sayang..”

“chun qi dengarkan aku.. kau hanya sedang berhalusinasi. Sesuatu yang berhubungan dengan hantu itu tidak ada. Buktinya aku tidak melihat apapun.kenapa mereka hanya menghantuimu? Itu karena kau hanya berhalusinasi saja. “

Chun qi mulai tenang atas apa yang dikatakan suaminya itu.

“sekarang tolong kau bantu aku.. bersikaplah tenang berpikirlah positif. Kau tahu aku sangat lelah karena mengurus pekerjaanku dan juga chae rin. Sekarang jangan bebani pikiranmu terhadap hal yang mustahil. Mengerti! Sekarang tidurlah ini sudah malam.”

Nasihat sungmin pada istrinya. Ia juga bingung mengapa istrinya jadi begitu dan sikap chun qi membuatnya lama-lama menjadi gerah. Sungmin kembali tidur karena rasa lelah yang teramat sangat. Beberapa hari ini ia harus bekerja lembur dan juga memasak .

chun qi tidak melanjutkan tidurnya ia pergi kekamar chae rin dan melihat keadaan anaknya itu. Padahal jam masih menunjukkan pukul 1 pagi dan chun qi sama sekali tidak bisa tidur. Ia ingat bahwa ia harus mencari tahu apa yang terjadi pada rumah itu. Dan sesuai yang dikatakan oleh paranormal itu rumah yang ia tinggali sekarang menyimpan sebuah cerita. Ia pun kembali mencari apa yang terjadi lewat internet di ruang kerja sungmin.

 

Dan ia melihat beberapa artikel tentang beberapa kejadian di daerah Busan salah satunya artikel kejadian yang terjadi di rumah itu . rumah yang mereka tinggali memang pernah masuk kedalam artikel.

Terjadi di tahun 1992_

 

SEBUAH RUMAH yang terletak di jalan Gong Nam Busan rumah dengan no. 13B itu adalah alamat rumah mereka. Terjadi suatu kejadian misterius dimana sang penghuni rumah yang terdiri dari sepasang suami istri dan anak perempuannya meninggal karena sebuah pembunuhan sadis yang sampai sekarang belum diketahui siapa yang melakukan itu semua. Dikatakan lagi bahwa keluarga itu juga memiliki seorang anak laki-laki namun tak diketahui keberadaannya hingga sekarang_

 

Di tahun 2004

 

Kembali terjadi pada keluarga yang menghuni rumah itu setelah rumah itu dijual dan ditempati oleh mereka. Namun 1 keluarga ini meninggal secara misterius tak ada yang tahu bagaimana kronologis kejadian karena satu keluarga itu mati secara mengenaskan.

 

Dilanjutkan kejadian di tahun 2005 dan 2006 dengan kronologis kejadian yang sama. Hingga rumah itu tak ada yang menempatinya sampai chun qi dan sungmin menetap dirumah itu ditahun 2012.

 

Chun qi amat terkejut dengan apa yang ia baca ia terus memikirkan hal itu sampai ia tak tidur hingga pagi menjelang.

 

***

Siang ini sepertinya cuaca mendung. Karena ini hari libur sungmin hanya memutuskan untuk diam dirumah sambil bersantai diruang tv . Pekerjaan kantor membuatnya sedikit pusing ditambah lagi dengan kelakuan chun qi yang semakin aneh. Perlahan lahan hujan mulai turun chun qi melihat chae rin masih bermain dengan keadaan hujan. chun qi menyuruh chae rin  untuk masuk sebelum sakit menghampiri putrinya itu, dan seperti biasa chae rin sedang bicara sendirian.

“chae rin.. ayoo masuk “

Perintah chun qi yang masih berada di depan pintu .

“tidak mau.”

Kata chae rin membantah.

“chae rin kau tidak tahu ini hujan nanti kau sakit sayang..”

Teriak chun qi yang melihat chae rin semakin jauh.

“aku mau main hujan –hujanan sama temanku.”

Jawab chae rin.

“temannya lagi..”

Chun qi yang tidak sabaran lalu menghampiri chae rin yang sudah setengah basah karena hujan. Cukup susah untuk membawa chae rin masuk karena chae rin menolak untuk masuk kedalam. Dan akhirnya chun qi malah menarik paksa putrinya itu. Baru kali ini chun qi bertindak kasar pada anaknya.

“chae rin sudah omma bilang jangan main dengan temanmu itu. Kau tahu dia jahat!!!”

Kesal chun qi . kesabarannya sudah diambang batas kali ini.

“ omma yang jahat temanku itu baik!!”

Bantah chae rin. Mendengar chae rin membantahnya chun qi pun menampar chae rin sehingga membuat chae rin menangis. Sungmin yang melihat lalu mengampiri mereka berdua berusaha menengahi.

“ada apa ini?”

Tanya sungmin.

“appa.. omma jahat!! Dia menamparku.”

Kata chae rin sambil berlindung didekat ayahnya.

Namun chun qi tampak kesal pada ulah anaknya ia terus mencengkram pundak chae rin keras dan memarahinya.

“Chae rin beraninya kau membantah omma!! Sekarang omma minta kau jauhi temanmu jangan bermain dengannya lagi.. karena dia itu bukan manusia dia hantu dan tidak boleh berteman dengan manusia mengerti!!! Turuti apa kata ommaaa.”

Teriak chun qi chae rin menangis merasakan kesakitan terhadap cengkraman chun qi dipundaknya.

Sungmin yang berusaha menghantikan chun qi tak dihiraukan oleh chun qi. Sampai akhirnya sungmin juga kehilangan kesabaran ia pun menampar chun qi .

“Cukup!!!! “

Bentak sungmin mulai marah.chun qi terdiam.

“chun qi ada apa denganmu!!! Kau tahu chae rin hanya anak kecil jangan limpahkan masalahmu padanya dia tidak tahu apa-apa!!!”

“sayang.. ayo kita pindah rumah . rumah ini berbahaya.”

Pinta chun qi.

“sekarang kau bilang mau pindah rumah apa sebenarnya yang ada diotakmu itu!! “

Sungmin tampak marah sekali ia tak mengerti apa yang sebenarnya chun qi inginkan . jika ia teruskan kemarahannya itu ia sadar masih melihat chae rin. Tidak baik jika ia bertengkar didepan chae rin. Sungmin lalu menarik tangan chun qi dan membawanya kekamar unntuk menyelesaikan semua masalah itu tentunya ia juga menutup pintu kamar agar chae rin tidak melihat mereka bertengkar.

“lepaskan aku.”

Pinta chun qi agar sungmin melepaskan tangannya itu.sungmin lalu menghantakan chun qi

“sekarang katakan disini apa maumu!!”

Tanya sungmin ketus.

“aku mau pindah dari rumah ini . kau tahu aku melihatnya beberapa kejadian misterius kematian misterius pemilik rumah ini sampai pada korban selanjutnya yaitu kita!! Kita akan mati jika terus berada dirumah ini!!!”

Jawab chun qi sambil menahan air matanya.

“dulu semenjak kita di SEOUL kau bilang ingin pindah sekarang setelah kita pindah kau malah bilang rumah ini berbahaya!!! dari awal Otakmu itu yang tidak beres!!”

“ini sungguh aku tidak berbohong. Kau tidak merasakan apapun karena kau jarang dirumah! Aku yang merasakan semua ini kau tahu itu!!”

“chun qi.. aku sudah kehilangan kesabaranku. Sekarang hentikan semua omong kosongmu . jika kau seperti ini lagi, maka pergilah sendiri !!!”

Kata-kata sungmin yang membuat chun qi terdiam sungminpun keluar dari kamar sambil membanting pintu. Ia sangat stres dengan kelakuan istrinya itu.

***

“Chae rin sudahlah jangan menangis ya.. sekarang ayo ganti bajumu kita pergi kerumah nenek.”

Ajak sungmin yang merasa chae rin harus diungsikan kerumah ayah dan ibunya sampai keadaan chun qi mulai membaik. Ia membantu merapikan baju chae rin dan siang itu juga dalam keadaan hujan sungmin terpaksa membawa chae rin. Pergi ke SEOUL dengan mobilnya tanpa berbicara sepatah katapun pada chun qi.

 

***

 

TBC

 

 Pnasaran ?? Lanjut Nnati malam atau besuk ??

7 thoughts on “Ghost Son [Part 6]

  1. Semoga Sungmin cepet2 tau apa yang dirasakan istrinya.. tpi sebaiknya chu qi enggk marh2 dlu, cari tau dlu yang sebenrnya baru di jelaskan.. huh bikin tegang ja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s