Ghost Son [Part 3]

GS3

Author : Minzy

Main Cast:

Lee Sungmin

Lee Chun Qi

Lee Chae Rin

Figure:

Cho Kyuhyun

Lee Hyuk Jae

Kim Joong Woon

Mrs&Mr. Lee (orang tua Sungmin)

Lee Eunja

Genre:

Horor

CHUN QI POV_

Hari ini adalah hari menyenangkan, walaupun semua harus kukerjakan sendiri itu tak masalah bagiku aku bisa mengurus chae rin juga suamiku sendiri. Dan kali ini aku sibuk mencuci piring. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang tampak mondar-mandir dibelakangku. aku terus meoleh kebelakang tapi tidak apa-apa disana. Apa chae rin telah tidur? Tampak sepi sekali disini. Aku buru-buru menyelesaikan cucianku lalu aku masuk kekamar. Kulihat suamiku yang telah tidur dalam keadaan tengkurap. Sepertinya ia sangat lelah. Seharian ini ia hanya sibuk mengurus barang-barang kami.

Aku mencoba membantunya memijat belakang punggungnya. Sepertinya ia merasakan nyaman saat ini.

“kau lelah sekali apa chae rin sudah tidur?”

Tanyaku pada suamiku.

“hm.. ia sudah tertidur lelap.”

Jawabnya. Aku hampir lupa dengan obatnya. Aku kembali kedapur untuk mengambil obat yang kusimpan disana.

Kini aku mendengarnya lagi.. suara hentakan kaki yang berasal dari lantai atas aku tak tahu apa itu. Saat ini lantai atas sama sekali kosong kami hanya menempati lantai bawah saja .

Karena penasaran aku naik kelantai atas untuk mengetahui ada apa disana.

Aku menaiki satu per satu tangga beberapa lukisan menghiasi dinding disekitar tangga. Saat aku tiba dilantai atas, sungguh gelap dan aku melihat beberapa barang yang tergeletak kesana kemari. Sampai aku melihat sebuah ruangan akupun membukanya. Terlihat barang-barang tua terkumpul disana. Hanya itu, akupun menyelesaikan penelusuranku aku kembali turun ke lantai bawah untuk segera memberikan obat pada suamiku sebelum ia tertidur.

***

Diruangan itu, muncul sesosok  anak kecil dengan baju putih dan juga rambutnya yang terurai panjang dengan bonekanya yang lusuh ia tersenyum melihat chun qi yang telah pergi.

***

“sayang ayo minum obatmu dulu..”

Pinta chun qi yang membawa beberapa obat dan juga segelas air.

“kau lama sekali .”

Kata sungmin yang telah lama menunggu.

“tadi kau pergi melihat-lihat ke lantai atas dan kau tahu disana banyak sekali barang-barang yang lusuh dan berantakan. Mungkin besok aku akan merapihkannya.”

“jangan terlalu lelah sayang.”

Sahut sungmin dnegan meminum obat itu.

“tidak aku tidak lelah.. kau tenang saja..”

“baiklah jika itu maumu,”

Sungmin bergegas tidur begitu juga chun qi. Malam ini adalah malam yang sangat melelahkan sampai tiba besok hari.

***

Pagi yang sangat cerah di busan. Sungmin bangun lebih awal untuk menjalani hari pertamanya di perusahaan itu. Ia menikmati kopi paginya dan sarapan yang biasa chun qi masak setiap pagi.

“bagaimana kopimu enak?”

Tanya chun qi.

“tentu saja.. tidak ada kopi seenak buatanmu sayang.”

Sanjung sungmin.

“kau tidak boleh terlalu lelah bekerja. ini adalah hari pertamamu mengurus perusahaan itu bukan?”

“hm.. begitulah aku rasa aku harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat disana.. “

“appa.. sekarang chae rin harus sekolah disana?”

Tanya chae rin yang bingung mengingat sekolahnya yang ia ingat masih di seoul.

“tidak sayang.. mungkin besok kau bisa kembali bersekolah ditempat yang baru.”

Jawab sungmin lembut.

“sekolah itu dimana appa?”

Chae rin rasanya ingin tahu banyak.

“hm.. didekat sini appa sudah mncarikan sekolah yang bagus untukmu. Tapi besok appa baru bisa mendaftarkanmu kesana.”

Jawab sungmin dengan sabar.

“jika kau terlalu sibuk maka hari ini pun aku bisa mendatarkan chae rin sekolah.”

Sahut chun qi.

“tidak perlu, kau juga tidak boleh terlalu lelah kan. Biar segala sesuatu mengenai sekolah chae rin aku yang atur.”

“baiklah. Chae rin ayo habiskan makananmu ya jangan sampai ada yang tersisa..”

Perintah chun qi.

“iya omma..”

Kata chae rin menurut.

Selesai sarapan sungmin berangkat untuk kekantornya itu. Dan hari ini hanya ada chun qi dan juga putrinya berdua saja.

“chae rin jangan main terlalu jauh dari halaman ya.. “

Pinta chun qi.

“iya omma.”

Turut chae rin. Ia lalu pergi bermain dengan bonekanya itu.menuju halaman belakang rumah sementara chun qi mengerjakan pekerjaan rumahnya sambil mengawasi chae rin dari jauh.

Siang ini sungguh sepi di daerah rumah mereka.entah apa yang terjadi perasaan chun qi sangat tidak enak. Banyak bayang-bayang yang ia lihat dirumah itu membuatnya sedikit parno. Bahkan saat ia mencuci piring ia mendengar teriakan Chae Rin.

“AAAAA…Aaa”

Teriak seorang aak perempuan. Chun qi yang mendengar sangat terkejut sampai ia memcahkan piring yang ia cuci.

“Chae Rinn…”

Panggil chun qi melihat ke halaman rumah tak ada chae rin disana. Ia begitu panik ia merasa benar bahwa tadi ia mendengar suara chae rin berteriak. Ia terus memanggil anaknya hingga kedalam rumah. Sampai tepat ditangga ia mendengar suara raungan anak kecil yang berasal dari lantai atas. Ia mencoba untuk pergi ke lantai atas. Ruangan yang sangat gelap meskipun hari masih siang.

“Chae Rin.”

Panggil chun qi saat ia melihat sesosok anak perempuan yang sedang duduk membelakanginya ia pikir anak itu adalah chae rin. Ia terus mendekati anak itu dan memegang pundaknya dan saat anak itu berbalik.

“AAAAAA”

Teriak chun qi .melihat wajah anak perempuan yang begitu menyeramkan . matanya yang hitam dan kepala yang mengeluakan banyak darah persis seperti yang ia mimpikan selama ini. Chun qi berlari menuju lantai bawah karena terburu-buru ia terjatuh dari tangga itu.

“Akhh..”

Rintih chun qi. Tak ada siapapun dirumah. Ia masih bisa bertahan karena tangga yang tidak begitu berbahaya namun cukup membuat seluruh badannya kesakitan.

“Chae Rin kau dimana sayang..”

Teriak chun qi yang masih mencari anakanya. Ia berusaha untuk berdiri dengan tertatih-tatih ia juga menahan rasa sakit yang teramat.

Ia lalu berjalan menuju kamar Chae rin dan benar saja. Chae rin tampak asyik bermain dengan bonekanya disana. Padahal tadi chun qi tidak menemukan chae rin dimanapun.

“Chae Rin kau kemana saja.. omma sangat khawatir sayang.”

Chun qi senang akhirnya ia bisa menemukan chae rin. Ia memeluk dan menciumi chae rin sambil terus menahan sakit di seluruh badannya.

“aku daritadi disini omma.. kau kenapa?”

Heran chae rin.

“tidak apa-apa sayang. Kenapa kau tidak menjawab omma daritadi omma memanggilmu.”

“aku tidak dengar.. omma aku tadi main sama temanku tapi dia pergi karena ada omma datang.”

Jawab chae rin.

Teman siapa yang dimaksud dengan teman? Hal ini membuat chun qi harus waspada juga terhadap apa yang dialaminya barusan.

***

“aku pulang..”

Seru sungmin yang memberitahu kepulangannya dari kantor. Hanya ada chae rin yang menyambutnya chae rin lalu digendong oleh ayahnya itu.

“wah.. putri appa, kemana omma?”

Tanya sungmin .

“omma sedang sakit. Sekarang dia ada dikamar.”

Jawab chae rin.

“benarkah?”

Sungmin sangat terkejut mendengar chun qi sakit ia lalu menghampiri chun qi dikamarnya bersama dengan chae rin.

“sayang ada apa denganmu?”

Tanya sungmin khawatir.

“tidak apa-apa.”

Tenang chun qi.

“chae rin bilang kau sakit ayo kita kedokter .          “

“sungguh aku baik-baik saja, Cuma.. badanku rasanya sangat sakit sekali..”

“benarkah? Apa yang kau lakukan seharian ini?”

“omma jatuh dari tangga.. temanku yang melihat dan memberitahuku appa.”

Jawab chae rin. Lagi-lagi membicarakan temannya itu.

“benarkah kau jatuh dari tangga sayang? Ayo kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan badanmu.”

Sungmin tampak memaksa chun qi agar mau dibawa kerumah sakit namun chun qi tetap menolak.

“tidak usah aku benar baik-baik saja setelah istirahat. Oh iya maaf aku belum siapkan makan malam . tadi aku hanya mengurus makanan untuk chae rin saja.”

Kata chun qi menyesal.

“tidak apa.. baiklah kau istirahat saja biar aku yang siapkan makan malam.”

Kata sungmin. Ia lalu mengganti pakaiannya dan segera menyiapkan makan malam didapur diikuti oleh chae rin yang tak mau jauh dari ayahnya itu.

***

Sementara sungmin sibuk dengan masakannya chae rin anaknya hanya diam memperhatikan ayahnya itu dengan duduk dimeja makan sambil memegang bonekanya.

Sungmin memang sangat jago memasak sebagai suami ia juga harus memiliki keterampilan itu dalam keadaan mendesak seperti itu.

“chae rin. Apa kau melihat omma terjatuh tadi?”

Tanya sungmin pada anaknya itu.

“hm.. tidak temanku yang melihatnya.”

Jawab chae rin polos.

“kau punya teman disekitar rumah?”

Heran sungmin. Ia memang tidak pernah melihat anak sebaya chae rin berkeliaran disekitar rumah.

“iya.. dia baik sekali dan dia bilang dia suka appa..”

“benarkah? Siapa namanya?”

“namanya Bongki.”

Jawab chae rin yang sedari tadi sibuk memeinkan apapun diatas meja.

“Bongki? Nama yang lucu.. apakah dia anak laki-laki?”

“iya.. dan dia sangat tidak suka sama omma. Makannya dia tidak bantu omma saat ia jatuh disana..”

“mengapa dia tidak suka omma?”

Sungmin mulai penasaran dengan teman yang dimaksud oleh putrinya.

“soalnya omma suka teriak-teriak . dan Bongki tidak suka diganggu.”

“begitu ya.. bilang pada temanmu kalau omma itu baik.  Dia harus menyukai omma juga “

“memangnya kenapa omma suka teriak-teriak appa?”

“omma hanya sedang lelah .. makannya chae rin tidak boleh nakal ya.. turuti apa kata omma mengerti?”

“iya appa.”

“nah makanan sudah siap semua sekarang panggil omma supaya kita bisa makan bersama oke?”

“Hm, oke.”

Chae rin berlari menuju kamar dan memanggil chun qi. Dan setelah semua telah berada di meja makan semua mulai menikmati makan malam mereka.

***

Pagi ini, sungmin akan mengurus sekolah baru chae rin. Mereka lalu pergi kesekolah yang letaknya juga tak terlalu jauh. Mereka meninggalkan chun qi sendirian dirumah walaupun sebenarnya chun qi ingin sekali ikut melihat keadaannya sekarang ia hanya memilih untuk diam saja dirumah.

Sebuah Sekolah Play Grup YumKwang adalah tempat yang dipilih sungmin. Sekolah itu tidak terlalu mewah namun sangat baik bila para anak disekolahkan disana karena pengajaran dan juga pelayanan terhadap anak-anak yang sangat baik. Guru-guru disana sangat telaten dan juga baik dalam merawat para murid mereka. Dengan pakaian  yang tak terlalu rapi dan resmi sungmin tiba didepan gerbang sekolah bersama chae rin. Seorang wanita menghampiri mereka dan betapa terkejutnya sungmin ternyata mengenal wanita itu.

“Ah. Sungmin oppa..”

Kata wanita itu mengenali sungmin.

“Kau Park Soo Yoo.”

Kanal sungmin pada wanita itu. Ya, ternyata wanita itu adalah mantan kekasihnya sebelum ia bertemu dengan chun qi semasa SMA.

“kau masih mengenalku?”

Tanya soo yoo.

“tentu saja. Sangat mustahil jika aku tak mengenalmu. Kau sekarang tinggal dibusan? Bukankah kau tinggal di new york?”

Heran sungmin. Perpisahan mereka dulu dikarenakan Soo Yoo yang pergi ke luar negri untuk melanjutkan sekolahnya.

“hm.. aku sekarang kembali kesini dan Bekerja disini”

“bekerja? kau menjadi guru disini?”

“aku juga pendiri sekolah ini.”

Mereka saling tersenyum mengingat dulu mereka saling berhubungan rasanya hal itu sudah lama sekali mereka bertemu. Chae rin hanya bingung sendirian melihat mereka berdua .

“Appa.. “

Kata chae rin mengabsen dirinya.

“ah.. appa? Dia anakmu oppa?”

“ah.. iya.. Chae rin kenalkan ini Ibu PArk Soo Yoo.”

“anyeonghaseyoo.. namaku chae rin.”

Chae rin memperkenalkan diri. Membuat Soo Yoo tersenyum melihatnya yang sangat lucu.

“Chae rin kau sangat cantik. Jadi kau akan bersekolah disini?”

Tanya soo yoo.

“iya. Aku akan mengurus kepindahannya dari sekolah lama.”

Jawab sungmin.

“baiklah ayo kita masuk kedalam oppa.”

Ajak soo yoo agar mereka mengurus ini diruangannya sambil menggendong Chae Rin mereka masuk kesekolah dan mengobrol banyak.

***

POV Chun Qi_

Akhirnya aku telah menyelesaikan pekerjaan rumahku ini. Mungkin sedikit bersantai akan mengobati rasa lelahku. Dan juga sakit dipunggungku akibat jatuh dari tangga kemarin. Rasa haus mulai kurasakan akupun mengambil segelas air didapur dan meminumnya habis. Lega sekali rasanya, tapi aku tiba-tiba saja mencium bebauan, ini seperti bau dupa aneh siapa yang memasang dupa siang bolong begini, akupun menelusuri asal bau itu dan lagi-lagi itu berasal dari lantai atas. Jangan lagi aku tak mau suatu hal terjadi kali ini tapi rasa penasaran terus menghantui ku. Dnegan nekat aku mulai naik ke lantai atas.

Kini aku mendengar suara seseorang sedang berkoat-kamit seperti membaca mantra. Aku terus menelusuri asal suara dan bau itu makin menyengat saja.

Kupikir ini hanya halusinasiku tapi aku benar melihat seseorang sedang duduk di depan pintu sebuah ruangan yang aku tak tahu ruang apa itu. Aku menghampiri orang itu yang kurasa aku mengenalnya.

betapa terkejutnya aku…

Siapakah orang tersebut?

To be Continue

8 thoughts on “Ghost Son [Part 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s