Ghost Son [Part 2]

GS2

Author : Minzy

Main Cast:

Lee Sungmin

Lee Chun Qi

Lee Chae Rin

Figure:

Cho Kyuhyun

Lee Hyuk Jae

Kim Joong Woon

Mrs&Mr. Lee (orang tua Sungmin)

Lee Eunja

Genre:

Horor

Chun qi pov_

Selesai sarapan semua pergi melanjutkan aktifitasnya. Suamiku mengantarku dan chae rin hari ini dengan mobil kami melaju menuju sekolah. Diperjalanan kupikir adalah waktu yang tepat untuk membicarakan masalah pindah rumah.

“sayang ada yang ingin kubicarakan padamu..”

Kataku pelan.

“ada apa?”

Tanyanya siap mendengarkanku.

“aku.. bagaimana kalau kita pindah rumah.”

Kataku ragu, kuyakin ia pasti tidak mengijinkan.

“apa? Pindah rumah, tapi kenapa dengan rumah yang sekarang? Apa kau ada masalah dengan orang dirumah? Biar ku bicara dengan mereka.”

Katanya merasa heran padaku yang tiba-tiba bilang ingin pindah.

“tidak bukan itu.. aku hanya ingin tenang saja terlalu banyak orang aku semakin tidak nyaman.apalagi Eunhyuk  sekarang telah menikah dan aku tidak mau merepotkan ibu.oh iya bukankah kau pernah bilang akan ditugaskan di daerah Busan? Kita bisa melakukan itu kita bisa pindah kesana sayang.”

Kataku. Beberapa waktu yang lalu ayah pernah meminta sungmin untuk mengurus perusahaan di daerah Busan karena terlalu jauh dari rumah maka sungmin menolak itu.

“tapi kenapa terlalu tiba-tiba.. mungkin kau bisa ceritakan padaku ada masalah apa..”

Suamiku tampak tidak percaya padaku ia mulai ingin tahu tentang apapun yang kulakukan selama dirumah.

“akhir-akhir ini aku terlalu lelah bukan karena apapun aku hanya tidak suka keadaan ramai.,  aku telah mencoba memeriksakan ini ke dokter dan katanya aku memang butuh tempat baru. Sayang ayolah kita bisa bicarakan baik-baik pada ibu kan.”

Rengekku pada suamiku itu. Ia tampak menghela napasnya.

“baiklah akan kucoba bicarakan ini nanti. Aku juga akan usahakan agar pulang lebih awal hari ini.”

“janji ya..”

“iya sayang..”

Aku memeluknya dan mencium pipinya. Suamiku itu memang sangat baik terlalu baik malah. Ia sangat perhatian pada kami . dan ia juga sangat memenuhi kebutuhanku sebagai istrinya. Dan aku sangat menyayanginya begitu juga chae rin.

Setengah jam akhirnya tiba kami disekolah Chae rin sekolah play grup mengingat Chae Rin baru berusia 4 tahun, kebutuhan belajarnya juga dibantu dengan sekolah itu. Kamipun turun termasuk sungmin yang mengantar kami sampai depan gerbang.

“Chae Rin, ingat jangan nakal dan jangan buat susah omma oke?”

Pinta sungmin pada putrinya itu.

“Oke..”

Jawab chae rin dengan suaranya yang melengking.

“baiklah aku pergi dulu sayang.”

Pamitnya padaku.

“hm, hati-hati dijalan ya.”

Kataku . ia mencium Chae rin dan juga mencium keningku sekilas. Suasana pagi seperti ini sering sekali menjadi tontonan para ibu-ibu lain yang mengintip dari jauh.  Yang aku tahu mereka iri padaku karena aku memiliki suami yang sangat tampan,perhatian padaku dan juga pada anaknya.

Kami berpisah , sungmin kembali kemobilnya dan aku mengajak Chae rin masuk kesekolah.

***

“ayah masalah tawaranmu padaku untuk mengurus salah satu perusahaan di Busan itu. Baiklah aku menyetujuinya.”

Kata sungmin pada ayah dan ibu malam ini di ruang keluarga. Sambil minum teh mereka ber4 termasuk chun qi berkumpul untuk merundingkan permintaan chun qi.

Kebetulan saat ini Eunhyk, dan Eun ja, tengah sibuk mengajak Chae rin bermain dikamar mereka.

“benarkah.. lalu kapan kau mau bertugas?”

Tanya ayah lega.

“karena aku tidak mungkin terlalu jarang pulang maka aku akan mengajak Chae Rin dan chun qi untuk menetap disana juga ayah.”

Jelas sungmin.

“apa? Kau akan pergi membawa menantu dan juga cucuku?”

Tanya ayah memastikan perkataan sungmin.

“benar ayah.”

“tapi apakah keputusan ini telah dipikirkan matang-matang? Chun qi kau mau ikut pindah ke Busan?”

Tanya ibu.

“iya ibu.. aku juga merasa terlalu merepotkan kalian disini. Jadi tidak ada salahnya jika kami pindah dan juga mengurus perusahaan itu.”

Jawab chun qi.

“tapi ibu tidak siap harus jauh-jauh dari cucu ibu.”

Ibu tampak ragu.

“tenang saja ibu, aku berjanji disela-sela hari libur kami akan datang kesini.”

Kata Chun Qi.

“bagaimana ayah?”

Tanya sungmin pada ayah.

“mau bagaimana lagi.. perusahaan itu juga butuh diatur. Baiklah, tapi jika kalian ada apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk kembali ya.”

Jawab ayah. chun qi dan sungmin merasa lega. Dan dalam waktu dekat mereka akan segera pindah rumah.

**

Selesai menidurkan Chae Rin dikamarnya, chun qi lalu pergi untuk tidur dikamarnya. Dan seperti biasa ia membawa obat pribadi untuk sungmin dan juga segelas air. Sungmin itu sejak dulu punya penyakit Anemia atau kurang darah dan hal itu membuatnya jadi cepat lelah untuk itu ia punya obat khusus yang ia minum sebelum tidur.

“sayang sebelum tidur ayo diminum dulu obatnya ya..”

Pinta chun qi perhatian. Sungmin yang sedaritadi membaca buku lalu menghentikan aktifitasnya itu. Didepannya telah ada chun qi yang repot mengeluarkan beberapa obat untuk sungmin minum.

“tolong kau singkirkan beberapa obat yang mengandung obat tidur ya.”

Perintah sungmin.

“memangnya kenapa?”

Heran chun qi.

“karena aku tidak mau buru-buru tidur.. aku ingin bermain dengan nyonya lee yang sangat cantik dan juga manja.”

Jawab sungmin sambil memegang tangan chun qi.

“benarkah aku manja? Kau juga sama oppa.”

“oppa?”

“haha sudah lama aku tidak memanggilmu dengan sebutan itu.”

“apa kau bahagia?”

“tentu saja.. aku mendapatkan semua jawabnnya hari ini. Sayang terimakasih ya, kau sudah meyakinkan mereka “

“as your wish.. sekarang aku mau bermain denganmu sebentar bolah kan..”

Ledek sungmin.

“aish kau ini.. apa yang ingin kau mainkan tuan lee. Aku siap melayani anda malam ini..”

Seru chun qi.

Sungmin lalu berdiri mendekatkan dirinya pada chun qi lalu mencium bibirnya.

Hari ini adalah hari minggu. Semua orang dikeluarga Lee Membantu sungmin dan juga chun qi untuk mengemaskan beberapa barang mereka.  Hanya beberapa pakaian dan juga buku-buku milik sungmin serta beberapa dokumen penting yang dibawa oleh mereka. Semua keperluan peralatan telah ada di rumah baru mereka . rumah yang tidak terlalu besar namun sangat asri dan halaman yang luas menjadi pilihan mereka Di Busan . beberapa jam perjalanan mereka diantar dengan Eunhyuk dan juga Eun Ja akhirnya mereka tiba dirumah tersebut.

Rumah yang terdiri dari 2 lantai dengan cat minimalis, dan beberapa pohon besar yang rindang dihalaman rumah begitu menarik perhatian. Suasana siangpun begitu sejuk sangat cocok untuk menenangkan diri.

Setelah tiba dirumah baru mereka disambut oleh seorang laki-laki paruh baya yang merupakan penjaga rumah itu.

“selamat datang tuan Lee Sungmin.”

Sambut laki-laki yang sering dipanggil JUNG ahjussi.

“terimakasih ahjussi.. kau cukup memanggilku sungmin saja.. oh iya ini istriku Chun Qi dan Anakku Chae Rin.”

Kata sungmin memperkenalkan.

“apa kabar ahjussi..”

Kata chun qi.

“Hallo pak. namaku Lee Chae Rin.”

Ucap Chae Rin memperkenalkan diri. Semua tertawa mendengar chae rin yang snagat pintar.

“baiklah ayoo semua masuklah.”

Ajak Jung ahjussi. Semua termasuk eunhyuk dan eun ja ikut masuk kedalam.

“Eun Ja kau bantu aku siapkan minuman didapur ya,”

Ajak chun qi pada eun jua.

“baiklah onnie.”

Eun ja dan chun qi pergi ke dapur sementara sungmin ,donghae dan juga Jung Ahjussi mmebantu memasukkan beberapa barang.

Dan chae rin pergi bermain di halaman belakang. Rumah itu memang dijaga oleh Jung ahjussi ia juga membersihkan rumah dan merawat tanaman yang ada disekitar halaman rumah. Telah lama ia mengabdi oleh penghuni rumah itu dulu dan hingga sekarang dia masih menempati rumah itu  setelah rumah itu telah menjadi milik sungmin dan istrinya. Sungminpun membiarkan Jung ahjussi untuk tinggal dirumah itu dan membantu mereka.

Setelah semua selesai dengan pekerjaannya chun qi juga eun ja datang keruang tengah sambil membawa makanan kecil dan juga minuman segar untuk mereka.

“oh iya kemana Chae rin?”

Tanya chun qi yang sedari tadi tidak melihat putri kecilnya itu.

“mungkin dia main dibelakang rumah.”

Jawab eunhyuk.

“benarkah? Biar aku cari dia..”

Chun qi lalu pergi mencari anaknya itu ke halaman belakang rumah.

Halaman yang luas itu kini menjadi tempat favorit chae rin.walaupun ia sendirian ia sangat senang bermain disana.

“Chae rin ayoo masuk sayang.”

Panggil chun qi pada putrinya. Chae rin pun menghampiri ibunya .

“sayang apa yang kau lakukan disana?”

Tanya chun qi.

“aku sedang main omma tadi ada temanku disana tapi dia pergi saat melihat omma.”

Jawab Chae Rin polos.

“teman. Lain kali jika kau bertemu dengannya bawa dia kedalam ya..”

Pinta chun qi.

“iya omma..”

“ayo kita masuk kedalam.”

Ajak chun qi mereka masuk kedalam.

Haripun semakin gelap kini semua masih duduk-duduk diruang tengah.

“oh iya, sepertinya kami pulang sekarang sebelum hari mulai gelap.”

Pamit eunhyuk.

“kenapa kau tidak menginap saja?”

Heran sungmin .

“haha.. kau tau kan hyung besok hari senin dan aku harus bekerja..”

Jawab eunhyuk.

“kau ini sekarang sudah mualai mengerti tanggung jawabmu ya.”

“tentu saja. Baiklah aku pamit.”

Tambah eunhyuk.

“onnie semoga kalian betah disini ya.. kalau kalian butuh apa-apa telepon saja kami.”

Kata eun ja sebelum ia pergi.

“tentu saja.. kami tidak akan sungkan dengan kalian. Dan kalian juga harus sering-sering main kesini.”

Seru chun qi.

“paman dan Bibi selamat jalan hati-hati ya..”

Tambah chaerin.

“haha iya tuan putrii..”

Ledek eunhyuk ia mencium chae rin. Dan merekapun pergi.

“tuan aku juga akan kembali ketempatku . ada dibelakang rumah ini, jika kalian butuh apa-apa panggil aku saja ya .”

Pamit Jung Ahjussi. Kamarnya tinggal memang terpisah tidak jauh dari halaman belakang rumah . ruangan tambahan yang ia jadikan kamar tadinya adalah tempat penyimpanan barang gekas oleh pemilik rumah sebelumnya.

Setelah jung ahjussi juga pergi kini hanya tinggal sungmin, chun qi dan juga chae rin saja.

Chun qi lalu pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam. Sungmin duduk dimeja makan sambil memperhatikan chae rin yang sednag menonton tv . ruang tv memang bersebrangan dengan dapur.

“Butuh bantuan?”

Tanya sungmin sambil menikmati teh nya di meja makan.

“tidak perlu. Kau tunggu saja disana sampai aku menyelesaikan masakanku ini.”

Jawab chun qi yang tampak sibuk memasak.

“kau suka rumah ini?”

“tentu saja.. rumah ini adalah rumah yang sangat aku impikan selama beberapa tahun.”

“Benarkah? Lalu apa rencanamu selanjutnya disini? Tentu saja kau tidak tinggal dan diam dirumah seharian kan?”

Tanya sungmin.

“ya… seperti biasa, mungkin aku akan melanjutkan profesiku sebagai penulis beberapa novel. Kau tahu banyak sekali penerbit yang menawarknan untuk bekerja sama.”

“menulis ya..”

“tenang saja.. itu hanya kulakukan disela-sela pekerjaan rumahku. “

“apa kau butuh seorang pembantu atau baby suster?”

“sebenarnya aku lebih senang mengerjakan pekerjaan rumah sendiri dan juga mengurus chae rin sendirian. Jadi kau tak perlu khawatir lagi tentang itu.”

“baiklah..”

Beberapa menit masakan telah siap dimeja makan .chun qi mengembil chae rin dari kegiatannya menonton tv dan mereka makan malam bersama.

Suasana malam yang sangat hangat ini memang selalu diinginkan chun qi . hanya ada mereka bertiga dirumah itu adalah rumah tangga yang baik menurutnya.

Tak terasa sudah jam 9 malam. Chae rin tampak lelah dan mengantuk sungmin membantu putri kesayangannya itu kekamarnya. Kamar yang telah disediakan khusus untuk chae rin. Walaupun umurnya baru 4 tahun chae rin sudah biasa tidur sendirian.

Dan chun qi membereskan sisa makan malam mereka.

CHUN QI POV_

Hari ini adalah hari menyenangkan, walaupun semua harus kukerjakan sendiri itu tak masalah bagiku aku bisa mengurus chae rin juga suamiku sendiri. Dan kali ini aku sibuk mencuci piring. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang tampak mondar-mandir dibelakangku. aku terus meoleh kebelakang tapi tidak apa-apa disana. Apa chae rin telah tidur? Tampak sepi sekali disini. Aku buru-buru menyelesaikan cucianku lalu aku masuk kekamar. Kulihat suamiku yang telah tidur dalam keadaan tengkurap. Sepertinya ia sangat lelah. Seharian ini ia hanya sibuk mengurus barang-barang kami.

Aku mencoba membantunya memijat belakang punggungnya. Sepertinya ia merasakan nyaman saat ini.

“kau lelah sekali apa chae rin sudah tidur?”

Tanyaku pada suamiku.

“hm.. ia sudah tertidur lelap.”

Jawabnya. Aku hampir lupa dengan obatnya. Aku kembali kedapur untuk mengambil obat yang kusimpan disana.

Kini aku mendengarnya lagi.. suara hentakan kaki yang berasal dari lantai atas aku tak tahu apa itu. Saat ini lantai atas sama sekali kosong kami hanya menempati lantai bawah saja .

Karena penasaran aku naik kelantai atas untuk mengetahui ada apa disana.

Aku menaiki satu per satu tangga beberapa lukisan menghiasi dinding disekitar tangga. Saat aku tiba dilantai atas, sungguh gelap dan aku melihat beberapa barang yang tergeletak kesana kemari. Sampai aku melihat sebuah ruangan akupun membukanya. Terlihat barang-barang tua terkumpul disana. Hanya itu, akupun menyelesaikan penelusuranku aku kembali turun ke lantai bawah untuk segera memberikan obat pada suamiku sebelum ia tertidur.

***

Diruangan itu, muncul sesosok  anak kecil dengan baju putih dan juga rambutnya yang terurai panjang dengan bonekanya yang lusuh ia tersenyum melihat chun qi yang telah pergi.

***

TBC

Huaaaaaaa kalau ini banyak yg Respon malam ini akan admin lanjut ^^ terserah koment kalian

8 thoughts on “Ghost Son [Part 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s