The Blood -chapter 8

THE B8

Tittle: The Blood

Genre: Mistery,Action, Brothership, Romance and Sad

Length: chapter

Cast(s):

  • Kim Heechul
  • Kim Jong Woon (Yesung)
  • Kang Rai
  • Choi Joo Young

Happy Reading !!

Duaaarrr!!!

“aaaaaaaaa”

Pekik Heechul terjatuh.

Tepat peluru yang di lancarkan Sang Joon menancap di bagian perut Heechul.

“Jong Woon… Jong Woon, ireona”

Heechul merayap mendekati Yesung yang sama sekaratnya dengan dirinya.

“hyung…”

Senyum getir Yesung.

“Aku jadi ingat saat kau memohon padaku agar Jong Woon tak ku bunuh dengan tongkat besi ku. hahaha. Kau merayap di kaki ku dengan air mata mu yang menjijikan!!!”

PLAKKK!!!

Heechul kembali tersungkur sedikit terguling karena tamparan keras yang di layangkan Sang Joon padanya.

Mulutnya mengeluarkan darah.

BUKK!!

Yesung tiba-tiba bangkit memukul Sang Joon. Pertarungan sengit di antara mereka.

Tubuh Yesung sedikit sempoyongan dan menahan sakit di sekujur tubuhnya.

“saat itu aku baru berusia 4 tahun!! dan kau menyiksa aku dan hyung ku!!”

BUKK!!

Yesung kembali melayangkan tinjunya. Kali ini Sang Joon sedikit meringis kesakitan.

“kau pergilah…maafkan aku”

Ujar Heechul melepas tali ikatan Young.

Dia tak ingin yeoja ini tersakiti, dia tak mengetahui apa-apa.

“arrrghh!!”

“kau terluka parah…”

Young tak tega melihat Heechul penuh darah.

“tidak apa-apa. kau cepatlah pergi dari sini. agasshi, saat dia sudah tidak berkutik, segera lah kau dan Jong Woon pergi meninggalakan tempat ini. kau janji??”

Ujar Heechul berbisik. Young ragu untuk mengiyakan. Dia tau apa maksud namja terluka ini.

“agasshi, berjanjilah”

Heechul memegang tangan Young berharap.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

JLEBB!!

Sang Joon lumpuh dengan tusukan di punggung nya.

Heechul menusuknya dengan pisau.

JLEBB!!

“Hyuuuung!!!!!”

Kali ini Heechul tertusuk oleh seseorang di belakangnya.

“Jong Woon, pergilah….”

BUKK

Heechul benar-benar sudah tidak berdaya, dia terkapar dengan luka tembak dan tusukan.

DUARRRR!!

Yesung ambil alih pistol yang di tangan Sang Joon dan menembak anak buah Sang Joon satu persatu.

“Hey… jika kau tidak membuang pistol itu kau akan melihat gadis ini sudah tidak bernyawa lagii!!!!!”

Ancam namja menodongkan pitol tepat di kepala Young.

“Ani.. Oppa.. ini jebakan untuk mu. Ku mohon kau jangan membuangnya”

Batin Young.

“bajingan kau!!! baiklah… ”

Yesung perlahan melepaskan pistol itu. Dan mengangkat tangan nya.

“ani Oppa!! jangan!! dia hanya menggertak mu!!”

Teriak Young masih di sandra.

“Oppa,tidak ingin kau terluka Youngie-ah”.

“hyung….aku ingin bersama mu….”

JLEBB!!

“Oppaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!”

“aarghh!!!”

Young berhasil menggigit namja itu sampai melepaskan dirinya.

“Oppa.. hiks.. kau bertahanlah…..”

Young memeluk tubuh Yesung yang tertancap pisau di punggung nya.

“Youngie….”

“ani.. Oppa. kau harus bertahan. Hyung mu juga harus bertahan!!”

Young beralih ke Heechul yang sudah terkapar sejak tadi.

“Young-ah…saranghae…aku mencintamu.. aku mencintaimu..”

Ujar Yesung tersendat. Meraih Young. Di kecupnya bibir mungil Young.

Young tak menolak.

“mianhae Young-ah, Oppa tak bisa menjaga mu lagi….”

“ani Oppa!! kau bertahanlah..”

drrt…drrt…

Ponsel Heechul yang terjatuh bergetar. Young segera mengambilnya.

“Kibum bagaimanaa?? apa Yesung sudah mengabari mu???”

Ny.Choi sejak tadi tak hentinya menanyakan hal yang sama pada Kibum.

“mian ahjumma, Yesung hyung tidak bisa di hubungi, tadi aku menghubungi ke kantor, katanya hari ini dia tidak hadir…”

“jinjja??? Kibum-ah, aku punya firasat buruk”

Ny.Choi menangis sejadi-jadinya. Perasaan benar-benar sangat tidak enak.

“Kibum, carilah mereka, jeball…”

“ahjumma… aku harus tetap di sini menemanimu…”

Tolak Kibum.

Drrt..Drrt… !!

“yeobseo??”

“…..”

“ne…”

“….”

“jinjja?? oddiga??”

“…..”

“ne. gereu…”

“eomma, ayoo kita kerumah sakit!! sekarang!!”

Kibum langsung mengajak Ny.Choi

“apa ada kabar?? bagaimana mereka??”

Ny.Choi makin kalut.

“kita lihat saja.. kajja”

Yeoja ini tak hentinya menangis. Dan yeoja satu lagi hanya diam termangu. Tak ada air mata dari matanya. Pandangan nya kosong berdiri depan ruang Operasi.

Kedua yeoja ini menunggu Yesung dan Heechul.

“eonni, kau sama sekali tidak menangis??”

Young akhirnya menanyakan sikap Rai yang tidak menangisi namja nya, padahal Heechul lah yang terparah.

Young mengusap air matanya dengan punggung tangan, menatap Rai yang sejak tadi hanya diam.

“eonni-ya, kau seperti orang gagu..”

“aku ingin pergi dulu…”

Rai beranjak dari kursi.

“kau mau kemana?? namjamu sedang sekarat…”

Teriak Young yang semakin heran pada Rai.

Tidak ada hati dan cinta lain, hanya dirimu… hanya dirimu…

Kau nafas ku, darahku, hidup ku. Jika kau pergi dengan cara ini, maka aku akan segera menyusul mu dengan cara yang sama. Aku tidak ingin hidup tanpa mu, dan aku tak ingin kau sendiri di sana. Biar….Biar aku tetap bersama mu.

Aku tak ingin kehilangan sentuhan mu yang lembut, bibirmu yang lembut untuk ke kecup. Harum tubuh mu, aku tak ingin kehilangan mu. Mengertilah….

Bahkan aku tak dapat menangisimu, karena aku ingin hidup dan mati bersama mu.

Hidup mu , hidup ku, mati mu juga mati ku. Mari kita selalu bersama Kim Heechul

“Youngie….. kau tidak apa-apa???”

Ny.Choi berhambur memeluk Young yang duduk menunggu di depan Ruang Operasi.

Sudah 2 jam lebih dua namja itu di dalam. Tapi belum ada kabar.

“eomma…. hiks… eomma.. Yesung Oppa…”

Peluk Young mengadu.

“eomma yakin, Oppa mu akan baik-baik saja. Dia namja yang kuat. Sekuat eomma menemukan nya…”

Peluh eomma.

“eomma. hiks..hiks..aku .. aku sudah tahu jika Yesung Oppa bukan Oppa kandungku, tapi, aku menyayanginya eomma”

“chagi, tenanglah, aku yakin Yesung hyung akan kembali pada kita”

Hibur Kibum ikut menenangkan. Young mengangguk.

“tapi, eomma….”

Young menatap Ny.Choi

“mworago???”

“Oppa, punya kakak kah eomma???”

Ny. Choi diam menunduk.

“eomma… benar itu???”

“ne.. kau benar. Tapi sudah lama mereka terpisah”

“ani eomma, mereka sekarang berdua berada di dalam”

Young menunjuk ruangan operasi

“jinjja??”

“ne eomma, dia terluka lebih parah dari Yesung Oppa, dia menyelamatkan Oppa..”

Tak lama salah satu dokter keluar dari Ruang Operasi.

“dokter, bagaimana mereka??”

Tanya Young tak sabar.

“Yesung sudah melewati masa kritisnya…”

Ujar Dokter tersenyum.

“tapi…”

Ujarnya lagi menggantung.

“mworago dok??”

“seseorang nya lagi, dia masih kritis. luka tembak dan tusuknya begitu dalam”

Lanjutnya menjelaskan.

“dokter. selamatkan meraka berdua. aku mohooon. jebal dok…”

Pinta Young dengan kembali menangis.

BRUUKK

Terlihat seorang yeoja terjatuh pingsan.

Tangan nya membawa sebuah bunga mawar segar.

“eonni!!”

Young berlari padanya.

“eonni. ireona..”

“siapa dia chagi??”

Tanya Kibum mengangkat tubuh Rai.

“dia yeoja Heechul Oppa, hyung Yesung”

“bawa dia ke ruang rawat saja Kibum”

Pinta Ny.Choi ikut khawatir.

-Flash Back-

Rai gemetar membaca isi pesan tadi. Tanpa nama. Ponsel itu memang milik Heechul saat dia menjadi kuli. Mungkin Tn.Jim masih menyimpan nya, dia fikir Heechul masih menggunakan nomor itu.

Rasa penasaran Rai mengalahkan ketakutan nya kahirnya. Di raihnya kembali ponsel itu, dan menekan tombol memanggil.

“yeobseo…”

“…..”

“ani… aku Rai”

“…..”

“ne..”

“……”

katakanlah..”

“…..”

“gereu. kajjima”

Rai terburu-buru keluar dari apartement. Menghentikan taxi yang melintas.

“pak, tolong.. cepat sedikit”

Pinta Rai pada supir taxi.

Perasaan nya kalut dengan pesan tadi. Dia meminta, tidak tapi memaksa Tn.Jim menemuinya dan menjelaskan semua.

Rai sampai di sebuah rumah yang kecil, jauh dari kota. Ya, ini salah satu desa di Seoul.

Tak ramai, seperti tempat persembunyian pikir Rai menginjak tempat ini.

Rumah ini seperti rumah-rumah tradisonal jaman dulu.

Rai mengitari sekitar daerah tersebut, benar- benar terpencil, di kelilingi dengan pohon-pohon tinggi.

tok..tok..

“anyeong… Tn.Jim. ini aku Rai..”

Ujar Rai sedikit ragu dan takut.

“masuklah…”

Ajak seseorang dari belakang Rai. Membuat Rai terkejut.

“aku langsung saja Tn.Jim…”

Rai terburu-buru

“ne. aku arraseo”

Jawab Tn.Jim mengambil nafas.

“aku rekan bisnis Kim Joon Hae. yang tak lain ayah Kim Heechul dan Kim Jong Woon adiknya. Bisnis ku saat itu berkembang pesat, sangat kokoh. Dan Kim dia baru merintis. Dia begitu gigih. Kami berteman sejak di bangku kuliah, tapi saat aku memulai membangun bisnis, kami jarang bertemu karena aku pun sibuk. Yang aku tau Kim Joon Hae hanya membuka kedai bulgoggi kecil di pinggir jalan. Singkat cerita. Bisnis nya beralih ke kontraktor sama seperti ku. Dan tak ku sangka dia melaju cepat, dia begitu hebat. Walaupun aku teman nya, tapi aku membencinya karena hal itu. Semua klien ku beralih padanya. Terlebih dia sosok pemimpin yang bijak dan bersih…”

Tn.Jim mengambil nafas lagi, terlihat wajah penyesalan darinya.

“jadi… apakah yang membunuh orang tua dan adik Heechul, maaf, tuan??”

Tanya Rai hati-hati.

Tn.Jim tersenyum kecut.

“bukan. aku tak sekejam itu pada temanku…”

Matanya sedikit berkaca-kaca.

“lalu???”

Rai coba meminta penjelasan lagi

“tetapi, bawahan nya. Lee S ang Joon. Dia anak buah yang di percaya Temanku Kim. Segala urusan Sang Joon lah yang mengurus. Tetapi, di hati terdalamnya terselip penghianatan, dan ambisi memiliki perusahaan Kim. Itu yang aku tau dari Joon Hae dan Sang Joon. Selebihnnya mereka tak menceritakan nya. Suatu hari, saat aku ingin mengambil proposal klien ku yan beralih pada Joon Hae, aku melihat Sang Joon mengutak-atik mobil Hae, aku tak curiga, karena aku fikir dia orang kepercayaan Hae, yang aku ingin kn saat itu menemui Hae di kantor. Setelah pertengkaran ku dan Hae. Dia pergi menjemput istrinya. Aku hanya memperhatikan nya pergi meninggalkan ku. Tetapi, saat aku ingin masuk dalam mobil, aku melihat Sang Joon terawa licik dan puas. Dia melihat ku. Dan selang beberapa jam aku dapat kabar Kim Joon Hae dan istrinya kecelakaan dan tewas di tempat kejadian….”

Air mata Tn.Jim lolos melewati kulit yang mulai keriput itu.

Rai masih mendengarkan cerita TnJim

“lalu… bagaimana dengan rencana pembunuhan Heechul dan adiknya Joong Woon??”

Tn.Jim menggelengkan kepalanya.

“maksud anda??”

“aku tak tau bagaimana itu terjadi. Aku hnnya mengetahui Sang Joon menemui ku dengan tangan penuh darah….”

“Rai, dimana Heechul sekarang???”

Tanya Tn.Jim sadar keselamatan Heechul.

“mollayo… dia mengatakan bekerja”

“ini bencana… mungkin ini hari dimana misi ke dua di jalankan. Target ke dua dan ketiga yang di maksud Sang Joon itu Heechul dan adiknya sendiri”

“mwo????”

Rai kembali ke kontrakan lamanya, berharap menemukan sesuatu yang menjadi petunjuk keberadaan Heechul, karena Tn.Jim sendiri tidak mengetahui.

Dia sekarang sedang bersembunyi juga dari Sang Joon, karena dia di ancam akan membunuhnya setelah misi ini berhasil.

Tidak dapat petunjuk apa pun dari rumah kontrakan Rai.

Dia sempat pesimis, tapi dia ingat, dengan ponsel Heechul.

Saat itu pukul 11.55 malam.

Tidak ada jawaban dari Heechul. Sudah puluhan kali Rai menghubungi nya.

Sampai setelah 1 jm lebih panggilan nya terjawab, namun bukanlah Heechul. Melainkan suara yeoja yang menangis dan meminta pertolongan.

-Flash Back End-

Rai… 

Biarkan aku bersama mu, di sisi mu selamanya…..

 

Heechul….

Biarkan aku kali ini melihatnya sekali lagi, 2 kebahagiaan. Jika Engkau mengijinkan mataku terbuka lagi…

To Be Continue………….

*Fiuh… tidak jadi end di part ini pemirsaah. ^^

8 thoughts on “The Blood -chapter 8

  1. Chingu……
    Jangan buat Heechul Koit doong
    Izinin dia dapt 2 kebahagian sekaligus…..

    Eehh truusss gmn urrie JongWoon
    Dapet 2 kebahagian juga gak yaa….

    Saeenggg…..diproteks yaaa….
    PW please…….!!!!!!!

  2. Ceritanya asyik n ga ngebosenin chingu..
    Alurnya jg enak ҟό̲̣̣̣̥κ̣̝̇ diikutin..

    Minta pw nyo donk chingu, ga Šăªßǻ˚°◦◦я mw baca lanjutannya..

    Gomawo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s