The Blood -Chapter 7

THE B7

Tittle: The Blood

Genre: Mistery,Action, Brothership, Romance and Sad

Length: chapter

Cast(s):

  • Kim Heechul
  • Kim Jong Woon (Yesung)
  • Kang Rai
  • Choi Joo Young

“Oppa…”

Panggil yeoja ini setengah sadar. Matanya terasa silau dengan cahaya matahari yang menusuk matanya.

“Oppa… hiks…Oppaaaa!!!!”

Young berlari tergesa-gesa menuju pintu, membuka nya dengan sisa tenaga, sayang pintu itu memang di kunci dari luar.

“tolooong…aku ingin pulaang”

Tangisnya meledak mengetahui dirinya di sekap. Tubuhnya merosoot ke bawah pintu.

CEKLEK

Young memundurkan badanya mendengar pintu terbuka. Matanya tajam menatap seseorang yang akan masuk.

“diamlah. kau membuatku bangun!”

Teriak namja yang berdiri.

“aku..aku ingin pulang… hiks..hiks…”

Young kembali menangis memohon

Heechul benar-benar di buat risih olehnya.

Beginilah jika misi seperti ini di dalamnya ada yeoja.

“aku akan membawa mu sebentar lagi, menemui kakak mu itu…”

Ujar Heechul menutup pintunya kembali.

Pening, panas dingin, lelah yang Young rasakan saat ini.

“aku ingin pulang…”

Young menggendor pintu dengan lemah. Tenaga nya benar-benar habis.

“aku akan membawanya secepat mungkin…”

Ujar Heechul mengakhiri telefon.

Kembali membuka pintu kamar penyekapan nya.

Sekali lagi Heechul di buat repot dengan sandraan nya.

Young tergeletak pingsan di depan pintu.

Diangkatnya tubuh Young ke atas kasur.

Heechul segera membawa kompres. Badan Young sangat panas.

“kau menyusahkan ku saja! aku tidak mau menyakiti yeoja”

ujar Heechul sendiri.

Tangan nya terus tanpa henti menggantikan handuk untuk megompres Young lagi.

1 jm..

2 jm..

3 jm..

Heechul akhirnya ikut tertidur di samping Young.

“mworago???!!!!”

Ny.Choi hampir pingsan dibuatnya. Yesung sudah kembali ke rumah dan menceritakan apa yang terjadi padanya dan Young, dan sampai Young hilang.

“Joo Young…. anak ku……”

Panggilnya di sela isak tangis memanggil Joo Young.

Yesung hanya bisa menenangkan eomma nya lebih dulu. Walaupun pikiran ada pada Young, Young yang entah kemana.

“eomma, aku akan mencari Youngi… aku berjanji, aku akan menukar nyawaku jika terjadi apa-apa padanya….”

Ujar Yesung memeluk Ny.Choi

“percayalah eomma, Young baik-baik saja”

Yesung semakin menenggelamkan eomma nya dalam dada nya.

-Flash Back-

“tuan… ireona….tuan…”

Yesung mengerjapkan mata sipitnya. Tubuhnya terasa pegal dan sakit.

“ireona !! kau mabuk di sini eoh??”

tanya ahjussi di hadapan Yesung.

Yesung melihat sekeliling…

“aigo… aku…”

“ne. bangun jika kau tak ingin di usir paksa”

ucap ahjussi itu lagi dengan ketus meninggalkan Yesung yang termangu di kursi.

“Ahjussi. adik ku kemana?? apa dia sudah pulang??”

Yesung langsung mengejar ahjussi tersebut. Ahjussi tampak bingung, dia malah memperhatikan Yesung yang masih terlihat bingung.

“anak muda. cepatlah pulang. kau mabuk semalam.mungkin adik mu sudah pulang semalam…”

Jawabnya menebak berlalu pergi.

Yesung semakin berpikir keras. Semalam dirinya tidak meminum.

“aduuh badan ku sakit sekali…”

lirihnya saat menggerakan kasar.

“aish. ani….”

Yesung menelan ludah dengan susah.

“iya. semalam aku di pukul dengan seseorang dan….. Youngie…. Youngi-ah kau dimana…”

Yesung berlari mencari di setiap sudut sekitar wahana kereta gantung.

Firasat nya semakin tidak baik. Terlihat sepatu Young yang tertinggal 1 dan ponselnya yang jatuh tak jauh dari sepatu itu.

Yesung memungutnya dengan pandangan nanar.

“Youngiiiiiiiiiiiieeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!”

-Flash Back end-

drrt….drrt…

Yesung segera meraih ponsel di saku kantong nya.

“yeobseo??”

nadanya terlihat khawatir, buru-buru dan berharap

“Menara tinggi Cheondamdong pukul 12 malam tepat”

Ujar seseorang di telepon tanpa basa basi.

“mwo??? hallo….”

“haii.. tunggu!!!”

Teriak Yesung kesal.

“aish!! sialll!!!”

Yesung bangkit dan segera pergi secepat mungkin.

“nugu Yesung??”

Tanya eomma dengan sendu

“ani eomma, hanya orang kantor mengabari aku harus segera kesana”

Bohong Yesung. Ya, lebih baik eomma tak usah tau. Karena dia yakin eomma nya yang sudah terpukul atas hal ini.

“eomma, tidak apa jika aku tinggal? aku sudah menghubungi Kibum, sebentar lagi dia akan kemari menemani eomma…”

“ne. pergilah… eomma akan menunggu Youngie pulang..”

CHU~

Yesung sekilas mencium kepala Ny.Choi

“aku menyayangi eomma…”

“kau sudah bangun eoh??”

Heechul memeriksa jidat Young.

Tersenyum, karena demamnya turun.

Young hanya terpaku melihat tingkah Heechul.

“apa yang kau ingin kan dari ku??”

Pertanyaan itu lolos dari Young.

Heechul tertunduk tak langsung menjawab.

“kau ingin tebusan? berapa?”

Tantang Young getir.

Heechul masih diam.

“JAWAB!! apa yang kau inginkan dari ku hah???”

“kakak mu!!”

Young terbelalak mendengar jawaban Heechul.

“aku tidak menginginkan apa pun, cukup dia datang dan meyelamatkan mu dan dirinya”.”jika dia berhasil..”

Ujar Heechul menutup kembali pintu.

Apartement yang luas dengan fasilitas yang lengkap tak membuat sedikit pun Rai senang.

Ini seperti sebuah penjara. Dia masih tidak bisa mengerti Heechul melakukan ini.

Di pandanganya ponsel sejak tadi. Tak ada kabar dari Heechul, ingin sekali dia yang meng hubungi lebih dulu.

Namun niat itu ia urungkan kembali, di letak kan nya kembali ponsel itu.

Tangan nya sekarang berkutat dengan remote TV.

drrt..drrt..

Rai langsung meraih ponselnya yang bergetar, ia yakin pasti dari Heechul.

Pesan masuk.

Kau yang akan menjadi target terakhir Lee Sang Joon. Aku tidak bisa menolongmu Kim Heechul.

Maaf. Aku berharap kau tak mati sia-sia di tangan nya.

Tangan Rai gemetar, tubuhnya seketika kaku.

Sudah 2 jm lebih Yesung berutar-putar sekitar Cheondamdong. Matanya awas mencoba mengingat tempat yang di dengarnya tadi.

Sekarang sudah pukul 11.45 , dilihatnya arloji di tangan nya.

Semakin cemas, jika sampai dirinya tidak menemukan tempat itu dan menyelamatkan Joo Young.

Entahlah. Membayangkan nya saja Yesung merasa frustasi.

“Youngie tunggu aku…”

Lirihnya kembali mengawasi sekitar tempat ini. Dan lagi tak ada tanda-tanda.

Hari semakin gelap dan sepi, tempat ini memang jarang sekali ramai. Karena ini adalah jalan pintas Cheondamdong menuju Seoul, namun rawan.

Yesung memberanikan diri keluar dari mobilnya.

“empphh”

Seseorang membius dan membawanya suatu tempat.

“Oppa!! ireona!! Oppa!!”

Young berteriak melihat Yesung terkulai lemas karena biusan.

Young sendiri di ikat.

“Oppa!! hiks,..ireona..”

“diamlah!!!”

Bentak Heechul kesal terus mendengar teriakan Young.

Tapp..Tapp..

Heechul mendekat pada Yesung.

“jadi ini yang kau maksud??”

Tanya nya dengan senyuman picik pada sosok ahjussi baru datang.

“hahaha. pintar!! good job Kim Heechul”

Tawanya dengan terus bertepuk tangan.

Yesung menggeliat, nampaknya obat bius tadi sudah mulai hilang.

Belum benar-benar sadar Yesung sudah mendapat pukulan.

BUKK !!

Tepat di wajah kanan nya.

“Oppaaaaaaaaa!!! jangaan. jangan kalian pukul dia lagi!!”

“DIAMM!!!!”

Bentak Sang Jon kali ini.

“cepatlah… siksa dia sampai dia benar-benar tidak bernafas lagi!! Kim Heechul kau tunggu apa lagi?”

Perintah Sang Joon

BUKK!! BUKK!!

Yesung sama sekali tak melawan pukulan demi pukulan yang di layangkan Heechul dan 3 orang lain nya.

Wajahnya yang sudah penuh luka, masih bisa tersenyum.

Young menangis sejadi-jadinya.

Tangan nya mencoba melepaskan diri, namun ikatan yang di buat Heechul benar-benar hebat.

“jadi kalian mengincar ku?? baiklah. aku tidak akan melawan. asal kalian lepas kan dia…”

Ujar Yesung meminta syarat.

“aku tau kau siapa, ahjussi. Lee Sang Joon. Yang sudah berkali-kali membunuh rekan bisnis mu!! Dan sekarang kau takut akan kehebatan ku hah??? kehebatan yang aku dapat dari oran tua ku!!!”

BUKKK!!

Sang Joon menendang tepat di perut nya.

“hahaha. kau akan mendapat hadiah di sini. sekaligus 2 !!!”

Tawa puas Sang Joon melirik Young, dan mendekatinya.

“lihat ini!! dia tidak akan hidup!! baik kau! dan dia”

Heechul tersentak mendengar ucapan Sang Joon.

Ini di luar rencana. Bukan kah targetnya hanya Yesung? kenapa yeoja ini pun jadi target.

“Tuan. Ini di luar kesepakatan kita!!”

Heechul berteriak lantang.

“hahahaha. kau pintar mengingatnya. tapi kau begitu polos Kim Heechul, sama dengan orang tua dan adik mu itu”

Jelas Sang Joon.

“mworago??”

Heechul meminta penjelasan.

“Kim Heechul… ka..kau… hyung???”

Yesung berucap pelan tak percaya, senang, sedih kecewa menyatu dalam perasaan nya saat ini.

Heechul beralih menatap Yesung.

“sungguh dramatis kakak beradik bertemu dengan situasi seperti ini”

Ujar Sang Joon picik.

“katakan padaku??!! apa yang kau bicarakan??!!”

Heechul mencengkram kerah Sang Joon.

“Kim Jong Woon!! dia adik mu yang telah lama hilang dan mengganti namanya dengan Y-E-S-U-N-G” Ujar Sang Joon menekan setiap kalimatnya

“a..apa???”

“lakukan sekarang !!!”

Perintah Sang Joon pada anak buahnya

BUKK BUKK!!

“Oppaa!!!!!!!!!!!!!!!”

“Jong Woon!!!!”

Heechul berbalik berlari.

Duaaarrrr!!!

To be continue…………………

*Alurnya kecepetan ga yang ini??

Kira-kira chapter 8 udah end sh. hehe.🙂

 

Typo berkembang biak (males ngedit ni) -____-

6 thoughts on “The Blood -Chapter 7

  1. kenapa disaat seperti itu heechul tau kalau yesung itu jong woon?

    siapa yg tertembak ?
    heechul ?, atau…
    yesung?

    #ah~~
    penasaran thor…
    lanjut….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s