The Blood -chapter 6

THE B6

Tittle: The Blood

Genre: Mistery,Action, Brothership, Romance and Sad

Length: chapter

Cast(s):

  • Kim Heechul
  • Kim Jong Woon (Yesung)
  • Kang Rai
  • Choi Joo Young

Happy Reading !!

Sudah 3 hari Heechul tak menemui Rai. Bodohnya Rai dia tidak meminta nomor ponsel Heechul

Selalu lupa. Sejak Heechul meminta agar Rai tidak bekerja di pasar lagi, Rai seakan menjadi manusia yang tidak berguna. Kegiatan nya hanya tidur, makan nonton tv dan menunggu Heechul pulang.

Mungkin jika Heechul berada di rumah Rai akan betah seharian tak keluar rumah.

Bahkan kulkas kosong pun Rai tak tau. Karena dia hanya memakan mie instan saja.

Malas yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat tidak ada Heechul.

Pernah dirinya membeli begitu banyak bahan makanan, tapi karena waktu itu Heechul entah pergi kemana selama 5 bulan. Jadilah bahan-bahan itu busuk dan terbuang sia-sia.

Masalahnya Rai bukanlah orang yang berada juga. Jadi membuang bahan makanan begitu saja baginya sama saja membuang hasil keringatnya cuma-cuma.

Sejak tadi remote tv terus ia pencet mengganti chanel tv. Tapi dia benar-benar tidak sedang ingin menonton tv.

Beranjaknya menuju kamar dan mengambil sisa uang. Menutup pintu dan berbelanja seperlunya.

“kasian sekali jika dia pulang hanya ada mie instan saja..”

Lirihnya mengingat Heechul.

Di dorongnya keranjang kesana kemari, mencari sesuatu yang benar-benar dia cari.

Tidak banyak memang.

Bekas pukulan kemarin sudah tidak di rasakan nya lagi, Heechul kembali menemui Lee Sang Joon.

Sejak tadi dia terus menelfon nya. Malas sekali sebenarnya menemui nya.

Tapi kali ini dia ingin bertemu di hotel.

-Kim Heechul-

“ini..”

Taruh Sang Joon sebuah foto ke hadapan ku

Aku mengambilnya. Sedikit berfikir tentang orang yang ada di foto ini.

“kau mengenalnya?”

Tanya nya menuangkan anggur dalam gelas.

“entahlah”

Jawab ku datar.

Dia menunjukkan senyuman liciknya lagi.

“apa yang harus aku lakukan padanya?? Apa sesuai rencana awal??”

Kataku

Tak ada jawaban langsung darinya, dia hanya menatap pengikut di sebelahnya.

Rupanya rencana awal dia ubah. Baiklah.

“Ini…”

Tunjuk nya lagi sebuah foto padaku.

“eoh? yeoja?”

Tanya ku tak mengerti

“apa aku harus….”

Pertanyaan ku menggantung membuatnya tertawa lepas.

Lagi lagi aku melihat tawa liciknya.

“tidak. itu untuk kau nikmati…”

“maksudmu?? aku memperkosanya begitu??”

Nada ku meninggi

“kau tidak mau menikmati tubuhnya?”

Dia gila. Apa dia fikir aku lelaki bajingan.

“aku tidak suka perubahan rencana ini”

Tolak ku tegas.

“baiklah. Jadi kau hanya ingin bresentuhan dengan yeoja mu yang kumuh itu??”

“jangan kurang ajar kau !!”

Emosiku sudah tak bisa ku kendalikan lagi, aku mengangkat kerahnya.

“tenanglah Kim Heechul! aku hanya bercanda”

Kibas nya membereskan kerah.

Tapi bagaimana dia tau tentang Rai. Ah apa mungkin Tn.Jim menceritakan nya juga?

Tapi bukan kah Tn.Jim hanya mengetahui aku dan Rai teman?

“dengar…”

Ucapnya di telingaku. Dia berputar di belakang ku.

Dengan berbisik yang penuh dengan ancaman.

“jika kau tidak mengikuti rencana ku ini, wanita mu, ku pastikan. Akan menjadi milik ku. hahahahaha”

“aku yakin wanita sepertinya pun pasti mempunyai kepuasan yang hebat. Iya bukan??!”

“jangan pernah kau menyentuh sehelai rambut pun!!”

gertak ku meninggalkan nya. Membanting pintu dengan keras.

Satu yang harus aku selesaikan terlebih dulu, menyelamatkan Rai darinya.

Aku mempercepat 2 kali lipat kecepatan ku awal.

CEKLEK

Pintunya tidak terkunci. Aku langsung menyusuri tiap sudut rumah ini.

“Rai… Rai…”

Sama sekali tidak ada jawaban. Ini gilaaa!!

Apa lelaki itu membawa Rai?

Perasaan ku sudah tidak karuan.

“Rai…. jawab aku!! Kang Rai!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“bodoh!!”.”orang-orang akan mengira kita sedang bertengkar”

Dia tiba-tiba muncul dari belakang ku

“Rai…”

“iish. lepaskan!”

Rai mendorongku melepaskan pelukan

“kau tidak apa-apa??”

Tanya ku masih khawatir

“apa??? aku habis berbelanja tadi. Ternyata firasat ku benar. Kau akan pulang hari ini”

Senyumnya menyeringai.

Lega sekali aku rasanya. Dia memang terlihat lelah karena membawa belanjaan dengan berjalan kaki.

Aku sedikit terkekeh karena nafasnya masih ia atur sedemekian rupa.

“kau jangan melihat ku seperti itu.. membuatku takut saja”

Keluhnya menyeka keringatnya.

“bogoshipo…”

Ucapku mengacak-ngacak rambut nya.

“nado…”

Balasnya tersipu. Dia manis sekali.

************************************************

Salju sudah turun. Ini musim yang membuat orang malas beraktifitas karena dingin nya di luar.

Jangan kan di luar, dalam rumah pun. Akn terasa dingin yang menusuk.

Salju turun tiba-tiba…

Gadis ini terus saja menatap salju turun dari balik jendela.

Ada sensasi tersendiri baginya. Rutinitas saat salju pertama turun.

“Youngie….”

Panggil Yesung dari luar kamar.

Ah,Young baru menyadari sudah 2 jam lebih dirinya seperti itu.

“ne Oppa.. kajjima”

Young sedikit berlari kecil membuka pintu.

“ne Oppa waeyo??”

“Kau mau menemani Oppa jalan-jalan??”

Ajak Yesung dengan seyum mempesona nya.

“ne Oppa, aku mau. tunggu sebentar. aku pakai jaket dulu”

Young kembali masuk kamar sebentar.

“Oppa…..”

Panngil Young.

“hemm…”

“kita ini mau kemana? sejak tadi hanya berjalan. Kau pun tidak mengajak ku ngobrol…”

Young sudah merasa bosan karena ajakan Yesung yang tidak tau arah

“jalan-jalan”

“kemana??”

“Oppa kn bilang hanya jalan-jalan…”

Senyumnya menunjukkan gigi mungilnya

“mwo?? jadi hanya jalan-jalan saja??”

Young berhenti berjalan menatap kesal Yesung.

“waeyo??”

“ah Oppa, shireo. aku mau pulang saja…”

“andwe…”

Tarik Yesung menahan tangan Young.

“kita akan cari yang hangat…”

Yesung menggandeng tangan Young.

Young merasa hangat dan nyaman bersama Yesung.

Sesekali Young melirik Yesung dari samping.

Mereka sama-sama mersa kedinginan.

Tak begitu jauh untuk sampai di kedai kopi.

Yesung mengajaknya ke sana, memesan dua gelas kopi.

Untuknya dan Young.

“hey… kau mau kesana?”

Tunjuk Yesung ke wahana kereta gantung. *(inget BBF?? jd inget JJ XD)

Young sedikit berfikir. Merasa takut dapi ingin mencobanya.

“kau takut??”

Tebak Yesung

“he’umm..”

Young mengangguk malu.

“kajja. ada Oppa…. Oppa juga belum pernah naik”

“jinjja???”

Young terkejut menatap Yesung yang menariknya

Yesung mengangguk malu.

“yeeeey… di sini menyenangkan Oppa. Terlihat jelas lampu yang menghiasi kota Seoul”

“kau suka?”

“ne Oppa, tentu…gomawo Oppa”

Young menyandarkan kepalanya ke bahu Yesung.

Malam ini begitu indah bagi Yesung.

Bisa melewati moment ini bersama adiknya. Ah,tidak tetapi bersama wanita yang di cintainya.

-Rai-

Baru kemarin dia pulang dan segera dia sudah bersiap-siap untuk pergi lagi.

Lagi pula ini sudah malam. Apa tidak bisa besok pagi saja begitu?

Ah, aku kesal pada nya.

Salju turun pertama hari ini, tapi dia malah ingin meninggalkan ku.

Aku tidak ingin mengantarkan nya pergi. Kim Heechul…

Aku berpura-pura tidur. Menutupi seluruh tubuhku dengan selimut tebal.

Sejak tadi dia terus memanggilku. Aku tidak peduli.

“kau tidak ingin mengantarku Rai?”

Ucapnya di pintu

Aku diam. Biar dia tau jika aku sedang marah padanya.

“baiklah.. tapi mungkin aku akan lama”

Ish. Dia menggertak ku saja atau benar?

Aku jadi sedikit goyah.

Aku membuka selimut menatapnya kesal dari tempat tidur.

“kyaaa!! kau kenapa tidak besok saja? bisakan besok pagi saja?”

“tidak Rai, harus malam ini…”

Ucapnya mendekati.

“terserah saja”

“mianhae….”

Tadi dia mengucapkan apa? Aku sedikit merasa kasihan jika sudah begini

“Rai, jeongmal mianhaeyo….”

Di rengkuhnya tubuhnya. Hangat.

“jangan pergi Oppa….”

pintaku menangis

“kau bilang apa tadi? coba ulangi”

Dia menghapus air mataku

“O…ppa.. jangan pergi”

“aku akan kembali chagi….kau brhati-hati lah selama aku pergi, kalau perlu kau pindah dari sini”

“waeyo??? kenapa aku harus pindah??”

Tatapku penuh tanya

“di sini tidak aman untuk mu chagi, ini aku sudah menyiapkan apartement untuk kau tinggal. Jangan kau beri tahu siapa-siapa. mengerti?? Ini ponsel untuk mu, jika terjadi apa-apa hubungi aku”

Aku mengangguk saja, tapi mengapa dia memberi ku ponsel. Aku kan sudah punya.

********************************************************

Heechul seperti memburu waktu. Menginjak gas dengan cepat, tidak peduli jalan yang bersalju yang licin. Tidak ada ketakutan dalam dirinya.

Mengenakan sarung tangan dan masker menutupi separuh wajah tampan nya.

Dan berhenti di sebuah tempat. Mengamati seseorang dis ana.

Ekor matanya mengikuti gerak-gerik orang itu.

Mengamati dua orang secara bersamaan. Menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan nya.

“Oppa…. salju semakin lebat”

Young menengadahkan tangan nya menangkap salju yang turun.

“ne. ayo kita pulang….”

Yesung menggandeng tangan Young lagi.

BUKK !!

“Oppa !!!!”

Young berteriak melihat Yesung terkapar.

“emmpphh”

Tak lama Young di bungkam dan di seret masuk dalam mobil.

To be continue………..

*maaf kalo kependekan atau kepanjangan (?) 

semoga tidak mengecewakan ya reader. -____-V

4 thoughts on “The Blood -chapter 6

  1. Kaaannn…..
    Target Heechul JongWoon…..
    Curiga pasti yg bunuh ortu Chullie jongwoon
    Sapa tuh Boss ñƴά Heechul…….

    Hechhuul tau g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ ya….
    Kl Jong woon adeknya …….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s