The Blood – chapter 3

THE B3

Tittle: The Blood

Genre: Mistery,Action, Brothership, Romance and Sad

Length: chapter

Cast(s):

  • Kim Heechul
  • Kim Jong Woon (Yesung)
  • Kang Rai
  • Choi Joo Young

Author : Kim Leeye

Happy Reading !!!

“kau harus melakukan nya dengan baik, ingat bagaimana kau tersiksa kehilangan orang tua mu terlebih adik mu terbunuh depan matamu Heechul”

Ucap Tuan Jim

“jadi benar.. adik ku sudah mati??”

Tanya Heechul nanar

“yaaa..tidak ada alasan untuk kau tidak membalas semua perbuatan mereka!!”

Jelasnya lagi mencengkram bahu Heechul.

Badan Heechul bergetar. Harapan nya yang bisa bertemu kembali dengan adik nya sirna mendengar fakta ini.

“Appa.. Eomma…Jong Woon”

Heechul kembali meninggalkan rumah Tuan Jim dengan mobil hyundai nya. Dia melajukan mobil dengan cepat.

Mempersiapkan diri untuk target pertama yang sudah di rencanakan.

Memarkirkan mobil tepat depan Hotel megah di Seoul.

Memasuki lift.

Ting..

Menuju lantai 14

Bukk !!

Heechul menabrak salah seorang staf hotel yang berjalan terburu-buru. Saat dirinya keluar dari lift.

“maaf Tuan…”

Staf itu menunduk

“tidak apa-apa, saya yang salah, saya bantu”

Heechul memunguti nampan yang staf itu bawa.

“terimakasih Tuan…”

Ucapnya lagi meninggalkan Heechul.

Tapp..Tapp..Tapp..

Heechul melihat sekeliling lorong, lalu mengetuk kamar tepat di hadapan nya.

“siapa?”

Tanya seorang dari dalam.

“saya, pengantar makanan pesanan Anda Tuan..”

Jawab Heechul

“maaf, sepertinya anda salah kamar, saya tidak memesan apa pun..”

Jawabnya lagi dari dalam

“Ini service special dari Hotel kami Tuan, terimalah. Ini kehormatan bagi kami”

Heechul tak kalah

CEKLEKK !!

“Toloooooooongg!! Tuan.. bangun lah..Tuan….”

Sesaat Heechul menyelesaikan misinya. Staf yang menemukan nya teriak panik saat memasuki kamar Tuan Lee yang sudah terkapar penuh dengan busa.

TING !! Lift terbuka…

Heecul dengan tenang masuk.

“selamat tinggal Pak Lee Seung Joo. Bagaimana bukan kah permen itu enak untuk mu?”

Dalam hati Heechul puas.

*************************************************************

“Youngie… Oppa akan antar kau ke kampus”

Ujar Yesung keluar kamar

“tumben??”

Jawab Young

“Oppa, hanya khawatir saja pada mu…”

“ckck. aku tak yakin”

Young masih melanjutkan aktifitas nya membaca komik

“tidak Oppa, terimakasih. Karena mulai hari ini Kibum akan menjemputku”

Ujar Young senang

“siapa? Kibum?? makhluk apa dia?? Aku tak pernah mendengar dari mulutmu selama ini”

“ish. Tentu tidak. Karena kita baru saja…..”

“apa??”

“ups. ki…ta.. baru..saja…rahasia weeee”

Young langsung pergi.

“apa-apa’an dia… masih jadi mahasiswi sudah punya namja”

Kesal Yesung.

“eomma, aku berangkat sekarang ne…”

“ya, hati-hati”

Jawab Ny.Choi

“sebetulnya apa yang dia kerjakan…membuatku bingung saja”

Rai terus bergeming sejak kembalinya Heechul saat itu.

Dan sampai sekarang Heechul kembali tak menampak kan dirinya.

“Paman, apa semalam Heechul menemui mu?”

Rai akhirnya bertanya pada seorang pedagang yang biasa Heechul datangi

“tidak. Sudah lama dia tidak kemari”

“begitu. terimakasih..”

Rai kembali dengan kecewa.

“aku sudah melakukan nya…apa dia akan benar-benar mati?”

Tanya Heechul menemui Tuan Jim.

“tidak. itu hanya merusak sistem saraf yang akan membuatnya lumpuh saja. hahaha”

Tawanya puas.

“kau… kau melakukan nya dengan sangat bagus. Aku jadi bangga sekaligus sedih bertemu dengan mu”

lanjutnya

“kenapa?”

“aku bangga karena kau begitu cepat mempersiapkan diri untuk semua ini. Dan aku sedih… karena setiap melihatmu… aku teringat kawan ku yang tak lain orang tuamu. Mereka di bunuh dengan modus kecelakaan mobil. Aku sediih Kim Heechul. Lalu adik mu Kim Jong Woon tewas mengenaskan!! Kau tau mereka penjahat-penjahat itu mengincar apa hah??”

“tidak…”

Jawab Heechul singkat

“mereka mengincar hartaa! kau begitu kaya sebetulnya. Orang tuamu adalah pengusaha yang sukses besaar di bidang kontraktor. Mengalahkan pesaing-pesaing yang hebat!”

Tuan Jim menceritakan dengan mimik muka yang berubah-ubah dan dengan nada yang selalu di tekan kan pada kalimat tertentu.

Hati Heechul berkecamuk, emosi nya semakin menjadi ingin membalas semua penderitaan yang di alaminya juga kematian keluarganya. Sebetulnya Heechul masih ingat bagaiman mewahnya rumah dirinya bersama keluarganya. Tapi dia tidak begitu tau tentang kekayaan orang tuanya yang berlimpah, toh karena saat itu dirinya masih anak berusia 6 tahun.

Dan Jong Woon adiknya terbunuh saat berusia 4 tahun.

“duaa….. dua orang lagi Heechul yang harus kau kejar dan kau dapatkan. Istirahatlah dulu, tak usah terburu-buru”

Ucap Tuan Jim memberi smirk.

“Rai… Rai…”

Panggil Heechul di kontrakan Rai

“siapaaa??”

Tanya Rai dari dalam

“Aku. Heechul”

CEKLEK

“kemana saja kau?? setelah 5 bulan menghilang lantas kembali sebentar lalu beberapa hari kembali lagi”

“maaf. aku terlalu sibuk…”

Heechul merebahkan diri di sofa yang ukuran nya kecil.

“ciihh. Pekerjaan yang menjijikan apa yang kau lakukan??”

Todong Rai langsung

“mwo?? apa maksud mu?” Heechul terkejut

“lihat saja. Baju mu bau dan kotor !!”

Rai terlihat jijik

“huh.. ini. Aku belum mandi 2 hari dan mengganti baju”

Heechul terkekeh dan lega

“mwo?? ish!! bangun kau dari sofa ku!! kau mengotorinya Heechul-ah”

Rai menarik paksa Heechul

“shireo…”

Heechul memejamkan matanya

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!!!”

Teriak Rai kencang

“mmpphh!!”

Heechul membungkam mulut Rai dengan tangan nya

“telinga ku sakit Rai mendengar teriakan mu yang mengalahkan gonggongan anjing. Aku lelah… jadi biarkan aku tertidur di sini…”

Pinta Heechul.

“iiih. Kau hampir membunuhku secara perlahan bodoh!!”

Rai kesal.

****************************************************

“kau mau ikut dengan ku princess??”

Tawar Kibum pada Young lagi

“kalau aku menolak, apa kau akan pergi begitu saja hah??!!”

“hahaha. naiklah. cepat”

Kibum memberi aba-aba

“motor mu tinggi sekalai Bummie”

keluh Young yang agak kesulitan menaiki nya

“kau saja yang terlalu pendek”

“kyaaa. kau juga tak begitu tinggi dari namja di sini”

Young tak mau kalah

“apa perlu aku gendong heh?”

“tidak !!. fiuh~ bisa juga akhirnya”.”ayo cepat jalan…”

Young memerintah

“aku tidak mau kau jatuh. jadi berpeganglah”

Kibum menuntun tangan Young memegang pinggangnya.

Young sedikit kikuk dengan situasi seperti ini. Tapi dia menyukainya.

“Lihat Oppa, Lee Seung Joo tewas karena overdosis memakai obat terlarang”

Ucap Young pada Yesung dan Eomma nya.

“Benarkah??”

Yesung tertarik untuk menonton

“he’um… beliau terkapar di hotel. Dengan mulut berbusa. Yah, aku akui dia memang terlihat sangar dan begitu tertutup jika di tanya soal pribadi nya”

Young menjelaskan lagi

“kau sok tau sekali Youngie….”

“aku memang tau. Beliau kan Appa teman ku”

Kata Young lagi.

“ooh..”.”hei… “semalam kau pulang jam berapa??”

Tanya Yesung beralih topik

“emmm… eomma semalam aku pulang jam berapa??”

“jam 10 malam seingat eomma”

Jawab eomma di dekatnya

“kenapa malah melempar pertanyaan…”

Yesung sedikit kesal

“karena eomma yang membuka kan pintu dan berkenalan dengan Kibum. Ya kan eomma??”

Celoteh Young semangat

“iyaa… Yesung. Kapan-kapan kau juga harus berkenalan dengan Kibum. Dia sangat tampan dan sopan”

Jelas eomma tak kalah membanggakan Kibum

“aku ini sibuk. mengurusi hal yang tidak penting aku rasa tak punya waktu, eomma… Youngie”

Yesung bangkit dan pergi keluar

“Kibum…Kibum… setampan apa dia….”

Gerutu Yesung.

To be continue………….

  • Mian kalo kependekan atao banyak typo ato apa deh. .______.V

5 thoughts on “The Blood – chapter 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s