~~Painting ’Mushroom’~~

 

Room

 

Author : Hana Cuncun

Genre : Romance

Cast :

  • Amber Liu F(X)
  • Key Kim Kibum SHINee
  • Kris Wu Fan EXO
  • Krystal F(X)

 

Judulnya aneh ya? Aku memang suka ngasih judul yang simple dan selalu yang melintas pertama kali di otak itulah yang aku pakai jadi judul FF. Bagi yang membaca,… Terima kasih sudah mau membaca. Kritik dan saran, aku terima…

Oke dah! Cekidot ajah!

 

 

 

~~Painting ’Mushroom’~~

 

“Aku lelah… Ngantuk Key!” Keluh seorang gadis berpenampilan tomboy dengan rambut cepak. Langkahnya lunglai, berjalan gontai. Andai lelaki didepannya tak menggandeng tangannya erat dan menyeretnya terus sejak tadi, pasti dia sudah ambruk di tempat.

“Sabar, sebentar lagi sampai.” Ujarnya tanpa mengalihkan pandangan pada gadis yang lelah dan mengantuk dibelakangnya. Matanya masih menatap kedepan, jalan setapak yang menanjak dan gelap gulita. Untung bulan purnama berbaik hati menjadi penerangnya. Kalau tidak sudah berapa banyak curaman yang membuatnya tergelincir.

 

 

 

“Kris?”

Sesampainya dipuncak teratas bukit yang biasa dia dan Key datangi, sudah berdiri sosok yang selama ini mempesona matanya. Dia pun tertegun sejenak. Kakinya seakan tengah dililit belenggu berton-ton beratnya.

 

“Aku permisi.” Key mundur dan terlihat guratan muram di wajahnya.

 

“Kenapa dia? Tak biasanya dia begitu.” Batin gadis ini kawatir.

 

“Hei! Key, ada apa ini? Kenapa dia ada disini dan kenapa aku, kau ajak kesini?” Gadis tomboy ini memberikan banyak pertanyaan sembari sigap mencengkeram lengan Key, mnghalangi maksudnya yang akan beranjak pergi.

 

Key tetap tak menoleh padanya. Seolah menatap mata sang gadis adalah hal yang tabu.

 

“Aku sudah berjanji membawanya kehadapanmu dan aku sudah melakukannya. Nikmatilah sekarang.” Ucap Key dengan volume suara lemah. Suara yang seketika membuat tenggorokannya tercekat. Suara kesedihan dan dia tahu mengapa Key seperti itu.

 

“Key…” Perlahan dia kendurkan cengkeraman tangannya. Membiarkan Key berjalan pulang. Punggungnya nampak muram tak tegak seperti biasanya. Tak seperti Key yang sering dilihatnya dan dia tak suka dengan Key yang sekarang.

 

Dia rasakan sentuhan pelan tangan yang menempel di bahunya. “Amber.” Panggil sang empunya tangan dengan suara lembut.

 

“Kri-Kris?” Amber tergagap sembari berbalik menghadapnya. Gesturnya berubah gugup. Detak jantungnya berdegub.

 

~~Painting ’Mushroom’~~

 

“Meski berat, tetap harus kulakukan. Karena yang dia inginkan bukan aku tapi Kris.” Gumam Key sembari berjalan menuruni bukit. Ingin rasanya dia berbalik dan menarik Amber. Membawanya sejauh mungkin karena dirinya tak rela gadis yang dia cintai tak bisa dia miliki namun apa daya, Key tak dapat memaksakan kehendak.

 

Sesaat kemudian dirogohnya saku jaketnya dan mengetik sederet nomor di ponselnya. “Ayah, aku setuju menikahi Krystal. Terserah kapan. Aku tak peduli.” Tanpa berucap lebih banyak dan mendengarkan kata-kata Ayahnya lebih lanjut, Key menutup flip ponselnya lalu melempar kencang benda ditangannya itu dengan emosi membuncah.

 

Kekesalannya dia luapkan pada pohon yang kebetulan berada didekatnya. Pukulan bertubi-tubi pada batang pohon disampingnya dia layangkan. Tak dia rasakan sakit ditangan meski kini kepalannya sudah penuh luka dan berdarah. Rasa sakit dihatinya terlampau menyayat, mengalahkan rasa sakit di fisiknya. Tak berselang setitik airmata mengalir perlahan menandakan kegundahan yang merajai hatinya terasa tak tertahankan. Dia menangis dalam kegelapan malam ditemani sinar bulan dan angin sepoi yang berbisik lembut.

 

~~Painting ’Mushroom’~~

 

“Key kah, yang menyuruhmu kesini?” Tanya Amber.

 

Mereka berdiri bersampingan dengan kepala mendongak menatap bintang yang tak malu-malu menyoroti kedua manusia yang tengah sibuk meredakan gejolak hati.

 

“Ya.” Jawab Kris. Dia menoleh, menatap lekat-lekat gadis disampingnya. Baru kali ini dia merasa Amber terlihat cantik. Ada pesona tersembunyi dibalik penampilannya yang tomboy dan asal-asalan dan Kris mnyesal kenapa baru sekarang dia menyadari nilai seorang Amber Liu.

 

“Lalu kenapa kau mau? Padahal selama ini kau—” Kata-katanya terhenti ketika Kris meraih pinggang Amber dan mendekapnya erat. Nyaris tak ada jarak diantara mereka sekarang. Tatapan mata yang saling menaut dan sunyinya tempat dimana mereka berada membuat desiran dan deguban jantung terasa nyaring terdengar. Sepertinya Kris tak membiarkan kekosongan waktu dibiarkan diam. Secepat kilat, bibir mereka sudah menempel, membuat Amber terbelalak seketika mengetahui perlakuan nekat Kris padanya. Akan tetapi dia tak menolak. Matanya terpejam, merasakan setiap sentuhan bibir Kris yang lembut di bibirnya. Menikmati perasaannya yang melompat kegirangan karena perasaannya bersambut kini.

 

“Aku mencintaimu Amber! Bukan Krystal!” Key menarik Amber dalam dekapannya. Tak membiarkan Amber melepaskan diri dari lingkaran lengannya yang kuat. Tak beberapa lama Amber terlonjak kaget. Tak dia sangka Key menyambar bibirnya. Menciumnya tanpa persetujuan darinya. Ini ciuman pertamanya dan dia tak suka jika ciuman ini dia lakukan dengan orang yang tak dicintainya. Sontak Amber melayangkan sebuah tamparan pada Key! Membuat Key menghentikan perbuatannya dan melepaskan pelukannya di tubuh gadis yang selama ini hanya menganggapnya sahabat.

 

“Tunggu! Kris yang menciumku namun kenapa aku malah teringat dengan Key saat memejamkan mata?” Amber membuka matanya lalu kedua tangannya mendorong dada Kris supaya dia melepaskan tautan bibirnya dan pelukannya. Kris yang merasa tertolak menatap Amber dengan tatapan bingung.

 

“Ma-maaf… Aku-aku sangat terkejut tadi makanya…”

 

“Tidak apa-apa. Harusnya aku yang meminta maaf karena sudah lancang menciummu tanpa ijin.” Kris mengulas senyum dan masih menyoroti Amber dengan tatapan teduh. “Aku sadar, ternyata aku juga mencintaimu ‘Seniman Liu’.”

 

“Seniman Liu? Bukan Amber?” Amber bergumam.

 

Kris mengerutkan dahi. “Bukankah sama? Amber adalah Seniman Liu. Pelukis yang setiap torehan yang dibuatnya mempesonaku. Aku mencintai karya-karyamu dan akhir-akhir ini baru kusadari aku juga mencintai penciptanya yang cerdas.”

 

“Benarkah sama? Pelukis ‘Mushroom’ dengan label nama ‘Liu’ adalah sebagian dari jati diriku dan Amber adalah jati diriku seutuhnya. Yang kau cintai adalah Liu tapi apakah kau mau menerima Amber dengan segala kekurangannya?” Benak Amber berkecamuk. Dia mempertanyakan ketulusan hati pria dihadapannya ini.

~~Painting ’Mushroom’~~

 

Terlihat dihadapannya, makhluk tersempurna—menurut Amber—yang pernah dilihatnya nampak berdiri termangu menatap sebuah lukisan. Matanya menelisik setiap jengkal guratan kuat yang terpampang apik dengan warna-warna mencolok membentuk sebuah karya beraliran Surealis.

 

“Setertarik itukah dia dengan lukisan yang sudah bermenit-menit dia pandangi?” Batin Amber dengan tatapan yang tak teralihkan. Tak sadar senyuman tersungging di bibirnya dan kakinya menghampiri pria penikmat lukisan itu.

 

“Sudah 10 menit lebih kulihat kau terus memandang lukisan yang sama. Kenapa?” Tanya Amber ingin tahu setelah dia berhasil berada di sebelahnya.

 

“Lukisannya indah, komposisi warnanya terasa kuat dan berani namun unik. Lukisan jamur yang unik.” Jawabnya tanpa mengalihkan tatapan. Sepertinya dia tidak begitu peduli ada orang yang mendekati dan memandangnya aneh.

 

“Benarkah? Terima kasih.”

 

“Eh? Kau Pelukisnya?”

 

“Hm. Maaf muncul tiba-tiba.”

 

“Kau benar-benar Pelukisnya?” Pria ini  menatap Amber tak percaya.

 

“Tentu saja. Kenapa? Kau tak percaya Kris?” Seulas senyum penuh percaya diri disunggingkan.

 

“Hahaha~ Sejujurnya iya. Kupikir kau sering terlihat ada disini karena Key pemilik galeri seni ini. Aku tahu kalian bersahabat baik. Tak kusangka kau juga salah satu Seniman yang karyanya terpampang disini. Soalnya—”

 

“Gadis tomboy dan berkesan urakan sepertiku tak sesuai dengan ciri-ciri pelukis kebanyakan kan? Banyak yang bilang begitu. Key juga. Hahaha~” Amber berusaha berbicara dengan nada santai padahal sebenarnya hatinya sedikit tersinggung. Dia tak menyukai orang-orang yang hanya melihat dari luarnya saja tanpa mau mengenalnya lebih lagi.

 

“Emm… Maaf kalau tadi kurang mempercayaimu. Kalau tahu kau juga Pelukis, apalagi Pelukis yang baru-baru ini karyanya kuminati pasti aku akan lebih ingin mengenal dan dekat denganmu.”

 

 

 

“Sudah sejak lama aku memperhatikanmu Kris dan rasa pesonaku padamu juga perlahan berubah menjadi rasa suka atau mungkin cinta namun kenapa baru sejak kau tahu aku adalah Pelukis ‘Mushroom’ kau baru mau menoleh dan berakrab-akrab padaku? Tapi sayangnya saat itu aku tidak peka. Hatiku terlampau terlena oleh pesonamu yang membutakan sehingga aku tak sadar kau hanya mencintai sebagian diriku bukan diriku yang seutuhnya. Kau baru mau kemari dan menyatakan cintamu itu juga karena dirimu bergulat dulu untuk menerima aku yang memang tak cantik seperti kebanyakan gadis yang bersamamu. Benarkan? Kalau Key tak mnyuruhmu kemari, kau takkan mau kemari, benarkan?” Setelah lama saling terdiam dan menerawang pada lamunannya masing-masing Amber berucap. Sontak ucapan Amber membuat Kris terkejut karena benar-benar tepat.

 

“Tapi sekarang aku mau menerima seorang Amber Liu, makanya aku mau datang kemari dan bertemu denganmu.” Sanggahnya. Taangan kekar itu diulurkannya dan menggenggam erat tangan tangan Amber. Matanya menatap lekat-lekat supaya tak ada penolakan perasaan dimata coklat gadis tomboy ini.

 

“Ma-maaf… Tapi aku tak bisa bersamamu, Kris. Sungguh, aku tak bisa. Aku sadar. Orang yang berarti dalam hidupku adalah Key. Dialah orang yang mau menerimaku seutuhnya. Maaf.” Perlahan tautan tangan itu terlepas. Mundur selangkah demi selangkah dan akhirnya setelah membungkuk dalam Amber berbalik. Makin lama langkah kakinya smakin cepat. Berlarilah dia mengejar Key yang sekarang entah sampai dimana.

 

Sampailah dia disebuah jalanan lengang yang tadi dia pijak bersama Key sebelum Key menyeretnya menaiki bukit untuk mempertemukan dirinya dengan Kris. Dipencet-pencetlah ponsel yang dia ambil disaku celananya. Berusaha menghubungi Key namun hasilnya nihil. Ponsel milik Key tak aktif. “Key, meski aku tidak yakin perasaanku padamu ini cinta tapi aku sadar, kau berharga untukku. Aku ingin bersamamu saja.”

 

~~Painting ’Mushroom’~~

 

Wajah ceria nampak pada diri Amber. Sembari berjalan riang memasuki Galeri milik Key. Dia ingin menemui Key dan mengatakan bahwa dia telah memilihnya.

 

Keceriaannya memudar ketika dilihatnya Key sedang bersama Krystal di ruang kerja terlihat begitu mesra.  Makan siang yang dipersiapkannya untuk Key jatuh berhamburan dilantai. Kedua orang yang didepannya menoleh serentak. “Amber?”

 

“Ma-maaf menganggu.” Amber cepat melangkah meninggalkan dua sejoli ini.

 

“Amber!” Teriak Key namun tak disahutnya. Dia brjalan semakin jauh meninggalkan Galeri.

 

 

“Kenapa aku merasa begitu kesal melihat mereka. Aku merasa dikhianati. Dia menyatakan cintanya padaku namun sekarang mencium Krytal. Apa maksudnya??? Tapi mengapa aku harus marah? Bukankah aku sudah menolak Key? Bukankah aku yang menyuruhnya bersama Krystal, gadis yang beberapa bulan lalu dijodohkan padanya?” Batin Amber berkecamuk dan dia kini menangis. Hal sungguh jarang sekali dia lakukan. Dia menangis karena Key.

 

~~Painting ’Mushroom’~~

 

Beberapa hari mereka tak saling bertemu. Amber yang merasa tak ada lagi gunanya bertemu dengan Key. Dan Key yang merasa kini Amber pasti sudah berbahagia bersama Kris. Sehingga tak bisa lagi dia menemui Amber sesukanya. Terlebih, kini dia terlalu siuk mempersiapkan acara pernikahannya dengan Krystal.

 

“Oppa, cocok tidak?” Tanya Krystal dengan nada manja. Key yang sejak tadi terdiam hanya mengangguk malas. “Oppa, perhatikan dong! Yang ada didepanmu aku bukan Amber!” Krystal berucap kesal karena sejak tadi dia merasa diabaikan. Diapun meletakkan cincinnya lalu meninggal Key yang mulai nampak raut rasa bersalah diwajahnya.

 

“Mianhae, Krystal.” Key meraih lengan Krystal dan menghadapkan tubuhnya tepat didepannya.

 

“Aku mau pulang saja.”

 

“tapi Krys, kita harus membeli cincin pernikahan lalu fitting gaun pengantin.”

 

“Batalkan! Batalkan semua! Percuma kita menikah, jika selamanya kau takkan mencintaiku. Pertunangan kita berakhir Oppa.” Setelah berucap dengan mata berkaca-kaca, Krystal menyetop Taksi yang melintas dan menaikinya. meninggalkan Key yang hanya berdiri mmatung dengan berjuta rasa bersalah namun diselali-sela hatinya yang terdalam rasa lega muncul. Lega karena dia tak harus menikahi wanita yang tak dicintainya.

 

~~Painting ’Mushroom’~~

 

Tak bergeming. Hanya duduk dalam hening. Seorang lelaki yang tertunduk lesu menatap hamparan rerumputan yang terinjak oleh kakinya yang tak beralas. Dalam benaknya yang tengah dirundung pilu, dia mengibaratkan dirinya adalah rerumputan yang tengah terinjak kuat oleh beribu-ribu pasang kaki atau benda. Meski sakit dan merasa tak diperdulikan akan tetapi dia tahu, dia harus tetap berdiri. Harus tetap bangkit untuk menjalani hari-harinya.

 

“Perpisahan bukanlah sebuah akhir, namun adalah awal untuk menjalani garis perjalanan yang baru. Ya! Kisahku dengan Amber dan Krystal sudah berakhir akan tetapi aku tak boleh terpuruk. Aku harus menghimpun kekuatan untuk menjalani sebuah kisah baru yang mungkin akan segera datang padaku.” Ucap Jay dalam benaknya. Berusaha untuk memberi motivasi pada dirinya sendiri agar keterpurukannya tak terlalu lama bersarang dalam dirinya.

 

Kepalanya mendongak. Memandangi langit-langit dengan banyak awan berarak. Dalam imajinasinya, dia melihat wajah orang yang teramat disayanginya yang kini sudah berpulang tengah tersenyum lebar padanya memberikan kekuatan agar kesedihan yang dilandanya berkurang.

 

Dia pun bergumam lirih, “Ibu, mintalah pada Tuhan untuk menurunkan hujan. Rumput ini sudah kering.”

 

“Mau kusirami?” Suara seorang gadis yang sangat dia rindukan terdengar dibelakang sana. Semula dia tak percaya bahwa suara itu akan kembali dia dengar namun ketika benaknya bilang ini bukanlah mimpi, dia berbalik. Menatap cintanya.

 

“Amber? Bagaimana kau ada disini?”

 

“Hey! Ini adalah tempat persembunyian kita disaat melepaskan penat bukan? Tentu saja aku bisa kemari. Aku juga ingin melepaskan penat Key. Tak kusangka kau juga ada disini. Bergumam tak jelas dan memasang wajah menyebalkan seperti itu. Mana Key yang murah senyum itu hah?!” Ujar Amber panjang lebar. Key hanya terdiam. Benaknya berkecamuk.

 

“Kau tak sedang bersama Kris?” Key berucap masih dngan wajah yang tak percaya.

 

“Kris? Aku tak pernah bersamanya. Aku menolaknya karena aku sadar bahwa aku… Ah, lupakan! Bukankah kau juga harusnya tengah sibuk menyiapkan acara pernikahan dengan Krystal?” Ketika mengucapkan kata pernikahan wajah Amber berubah sendu dan tak mampu menatap wajah Key.

 

“Kau kenapa? Tolong lanjutkan ucapanmu. Kenapa kau menolak Kris? Bukankah kau mencintainya.” Pertanyaan dari Amber tak dijawabnya, dia malah balik bertanya dan berjalan mendekati Amber.

 

“Aku…  Aku…”

 

Tanpa menunggu ucapan Amber yang terlalu lama melanuutkan kata. Key merengkuh tubuh mungil Amber. Memeluknya erat. Menumpahkan segala rasa bahagianya karena gadis yang dicintainya tak memilih lelaki lain. “Apa karena aku, kau menolak Kris?” Tanyanya tepat ditelinga Amber.

 

Amber terdiam. Rasa rindunya membuncah. Balas memeluk Key erat. “Ge’er!” Seloroh Amber disertai dengan senyuman kebahagiaan namun itu hanya berlangsung sesaat karena setelah itu Amber teringat sesuatu. Hal yang membuatnya kembali bersedih. Buru-buru dia melepaskan pelukan Key. “Jangan memelukku speti ini. Jika Krystal tahu—”

 

“Aku tak peduli karena kami tak ada lagi hubungan.”

 

“Eh? Kenapa?”

 

“Karena kau Amber! Sejak dulu karena kau. Bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa gadis yang kucintai hanya kau?”

 

Sontak kata-kata Key membuat hati Amber berbunga-bunga. Kini pelukan Key tak lagi ditolaknya bahkan ketika Key melayangkan sebuah ciuman, Amber hanya berdiam diri. Ciuman lembut yang mampu mewakili perasaan masing-masing.

 

~END~

 

RCL Ne^^

7 thoughts on “~~Painting ’Mushroom’~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s