Loving You… [Part 17]

ly17

Cast : Park Hyuna

Lee HyuJae

Lee EunHyuk

Author : admin dr @Komunitas V.I.P Pecinta Big Bang

Langsung Baca aja ya :::

hiks… hiks…. hiks… kaya na masih jadi part penuh air mata……

happy reading

===============================================

 

finnaly eunhyuk gone… bye eunhyuk… bye oppa…. >

Dan sekarang eunhyuk-nya sedang berada di operasi…. bersama dengan hyuk jae… eunhyuk-nya yang telah pergi kini sedang berusaha menolong hyuk jae dengan jantungnya….

Sesaat setelah nyawa eunhyuk tidak tertolong,,, hyuk jae mengalami kolaps jantung… jantungnya benar – benar lemah… sehingga dokter menyarankan untuk mencangkokan jantung eunhyuk kepada hyuk jae…

Ikatan sedarah… kembar… membuat peluang jantung eunhyuk akan kompatibel dengan tubuh hyuk jae menjadi lebih besar… sehingga resiko kegagalan pasca operasi bisa diminimalkan…

“kajja hyuna-ya… eomma tidak ingin melihatmu sakit” ajak lee eomma lagi… tapi hyuna masih memfokuskan pandangan ke ruangan operasi….

Hatinya masih berat untuk meninggalkan rumah sakit… hatinya masih terlalu berat untuk menerima bahwa eunhyuk-nya sudah tidak ada… dan jantungnya akan segera berpindah ke tubuh orang lain…

Tubuh lee hyuk jae…. namja yang dulu pernah dicintainya….

“ikutlah dengan eommamu hyuna… appa akan menunggu di sini… dan appa akan segera memberi kabar kepadamu saat operasinya sudah selesai” ujar lee appa ketika melihat tatapan tidak rela dari mata hyuna…

Hyuna mengalihkan pandangannya ke lee eomma yang masih berdiri sambil menggenggam tanganya…

“cha….” ucapnya singkat,,, kembali menunjukan senyum hangatnya untuk hyuna… hyuna mengganguk… mengikuti lee eomma yang membimbingnya keluar dari rumah sakit…

—————oooOOOooo———————–

~~~~~~~~~~~~~~iiiiiiiiiiiiiiiii~~~~~~~~~~~~~

Hyuna sama sekali tidak bisa memejamkan matanya…berkali – kali dia mencoba memejamkan matanya… tapi saat matanya sedikit terpejam… bayang – bayang eunhyuk mengganggu pikirannya…

Bayangan kejadian hari ini selalu menghantuinya… saat eunhyuk berada di cockpit,,, saat eunhyuk merayunya untuk tersenyum… saat eunhyuk mengecup bibirnya…

Dan saat eunhyuk berjanji untuk meninggalkan dunia balap…. sebuah janji yang langsung ditepatinya… eunhyuk meninggalkan dunia balap… DAN juga meninggalkan dirinya…

Bulir –bulir hangat air matanya tidak bisa lagi ditahannya…. hatinya begitu sakit mengingat itu semua…. jantugnya serasa dipaksa tercabut dari raganya setiap kali dia mengingat eunhyuk telah meninggal…

Hyuna beranjak dari ranjangnya… dan beralih ke sofa yang berada di dekat jendela…

Hyuna menatap pemandangan kota tokyo dalam diam… pemandangan yang beberapa malam lalu dilhatnya juga…

Dalam dekapan eunhyuk….

Dan sekarang hyuna menikmati pemandangan kota tokyo yang indah dengan perasaan hampa memenuhi hatinya…

Hyuna memeluk lututnya erat… berharap bisa menghilangkan ruang hampa yang ditinggalkan eunhyuk… tapi lubang itu tidak mau tertutup.. lubang it justru semakin melebar… melebar… dan melebar setiap kali hyuna ingin mengenyahkannya…

Dengan bodohnya hyuna mengambil ponselnya kemudian men- dial nomor ponsel eunhyuk… hyuna mulai mendengar nada sambung… menunggu hingga nada sambungnya berubah menjadi suara lengkingan yang memekan telinganya…

Hyuna kembali men-dial nomor yang sama… berharap dengan bodohnya eunhyuk akan mengangkat teleponnya dan mengatakan ini semua hanya mimpi buruk…. kembali ke pelukan hyuna dengan senyum khasnya…

“angkatlah oppa… ku mohon angkatlah….” ujar hyuna frustasi… tapi tetap nihil… hyuna tidak akan pernah mendapati eunhyuk mengangkat teleponnya yang mengatakan dia baik – baik saja…

Eunhyuk- nya benar – benar sudah pergi… pergi dari hidupnya… pergi untuk selamanya…

Tangisan hyuna perlahan berubah menjadi isakan…. isakan kecil yang kemudian kembali berubah menjadi tangisan histeris….

“oppa…. oppa… mianhae… jeongmal mianhae,… jebal gajima oppa… aku tidak akan mencintai hyuk jae oppa lagi… ku mohon oppa kembalilah… aku membutuhkanmu.. anak kita membutuhkanmu…”

“oppa jangan tinggalkan aku sendiri… aku membutuhkan mu…. aku tidak bisa tanpamu oppa… jebal gajima oppa… gajima”

Hyuna kembali terisak dalam… merasakan ruang hampa dalam hatinya semakin menganga lebar….

Sekuat mungkin hyuna mencengkram jantungnya…. seolah berusaha agar jantungnya tidak tercabut dari tempatnya….

“jebal gajima oppa… gajima” isak hyuna pelan…

“saranghae oppa… jeongmal saranghae…jeongmal saranghae lee eunhyuk… lee eunhyuk… lee eunhyuk” ucap hyuna dengan pelan…menyerupai bisikan…

“oppa… aku ingin mendengar suara mu lagi… oppa aku ingin merasakan lagi pelukan mu… aku membutuhkanmu oppa… aku membutuhkanmu untuk bertahan hidup…”

“oppa… apakah aku terlalu jahat padamu sampai kau pergi meninggalkan aku… apakah aku terlalu menyakitimu sehingga kau tidak tahan untuk berada di samping ku…”

“oppa bahkan kita belum meresmikan pernikahan kita…  tapi kenapa kau meninggalkan aku… apakah aku bukan istri yang baik oppa…”

“apakah masakanku tidak enak oppa.. apakah susu strawberry tidak lezat sehingga oppa lebih memilih istri di surga sana untuk menjadi istri oppa”

“oppa….aku ingin menyusul oppa… aku ingin selalu berada di sisi oppa… oppa…. oppa… oppa”

Hyuna terus mengunggamkan nama eunhyuk hingga dia tertidur dengan mata yang masih sembab…

—————–

‘chagiya… ulljimayo,,, aku tidak akan pernah meninggalkanmu… oppa akan selalu berada di sisimu chagiya…..’

‘bertahanlah chagiya… bertahanlah untuk uri aegi… kuatlah untuk uri aegi… jagalah dia untuk ku chagiya… jagalah keluarga ku chagiya… jagalah uri hyuk jae’

‘nado saranghae chagiya… berbahagialah sayang… oppa akan menjemputmu nanti..’

‘sampai saatnya nanti… hiduplah dengan baik…berbahagialah sayang.. dan cintailah hyuk jae…. namja yang dulu kau cintai’

“oppa…. oppa….” hyuna kembali memanggil nama eunhyuk demi mendengar suara eunhyuk dalam mimpinya…

“oppa… jangan pergi… oppa… oppa” hyuna menggapai – gapai tangannya ke atas… mencoba meraih sosok kasat mata dalam tidurnya…

“oppa…..” jerit hyuna terbangun dari tidurnya…dan kembali menemukan ruang kosong yang dulunya di tempati eunhyuk..

Hyuna kembali terisak… mencengkram jantungnya kuat… “aku tidak bisa oppa.. aku tidak bisa” bisik hyuna saat dia kembali teringat dengan bisikan – bisikan eunhyuk dalam mimpinya…

“aku tidak bisa oppa… tidak bisa” ucap hyuna masih terisak…

Bagaimana dia bisa bahagia… jika kebahagiaannya telah pergi bersama eunhyuk…

Bagaimana dia bisa kembali mencintai hyuk jae saat hatinya telah dia persembahkan untuk eunhyuk…

Hyuna terus terisak …. menangis tanpa kata – kata…

“hyuna… hyuna-ya… buka pintunya sayang” suara ketukan dan panggilan lee eomma mengusik kesunyian kamar hyuna… membawa hyuna kembali ke dunia nyata.. dunia tanpa eunhyuk-nya

Dengan terburu – buru dia menghapus air matanya dan berjalan meraih pintu kamarnya…

“ne eomma… ada apa??” tanya hyuna dengan suara parau sisa menangis…

Lee eomma menatap hyuna dengan curiga… “kau menangis lagi hyuna-ya”

Hyuna tidak menjawab… dia menunduk dalam… menyembunyikan wajah sembabnya dari lee eomma…

Lee eomma segera menarik hyuna dalam pelukannya… membuat tangis hyuna kembali pecah….

“mianhae hyuna… mian karena anak eomma membuatmu tidak bahagia”

Hyuna menggeleng dalam pelukan lee eomma…. “ini bukan salah eomma… sama sekali bukan kesalahan eomma”

“tentu saja salah eomma… kalau saja eomma bisa mengajarkan si bodoh itu untuk menghargai hidup… menghargai wanita… kau tidak mungkin terluka karena kebodohan anak eomma” sahut lee eomma cepat…

Hyuna tersenyum miris dalam pelukan lee eomma…. “ne.. oppa memang bodoh” timpal hyuna

Lee eomma ikut tersenyum… menarik wajah hyuna dengan kedua tangannya dan menatapnya lembut…

“kau tau… kau lebih cantik saat tersenyum” ucapnya lembut…. hyuna kembali tersenyum tipis..

Wanita ini… wanita yang telah ditinggalkan anaknya bahkan lebih kuat dibanding hyuna… berkali – kali lipat lebih tegar dari hyuna…

“eomma… bagaimana mungkin kau bisa sekuat ini”

“satu putra eomma telah meninggal… dan satu lagi putra eomma sedang koma… tapi eomma tetap bisa tersenyum.. eomma bahkan bisa menghiburku”

Lee eomma tidak menjawab… dia tersenyum melewati hyuna masuk ke dalam kamar hyuna…. mengambil tempat di sofa hyuna untuk duduk… hyuna mengikuti langkah lee eomma dalam diam….

Lee eomma masih tidak menjawab pertanyaan hyuna… matanya teralih menikmati pemandangan kota tokyo…

“kau tau,,, eomma tidak pernah merasa eunhyuk telah meninggal dunia…. eomma juga tidak pernah merasa hyuk jae akan ikut pergi meninggalkan eomma… bagi eomma mereka selamanya akan hidup”

“hidup dalam hati eomma”

“hyuna… yang pergi meninggalkan kita hanya raga eunhyuk… hanya tubuh eunhyuk… sedangkan kenangan akan eunhyuk akan selalu hidup selama kita ingin mengenangnya”

“kita masih bisa mengajaknya bicara.. mendengar suaranya… melihatnya… jika kita mau dan jika kita tidak terlalu banyak menuntut…jika kita cukup puas untuk melihatnya dalam kenangan kita”

“…. dan itu juga yang harus kau lakukan hyuna… kau harus menerima kenyataan eunhyuk tidak bisa lagi menemani kita seperti dulu… tapi kau masih bisa merasakan keberadaan eunhyuk dalam hati mu…”

“…jika kau mau…” tambahnya kemudian dengan nada penuh penekanan

Hyuna tertunduk diam mendengar penuturan lee eomma… lee eomma benar… yang pergi hanyalah raga eunhyuk,,, sedangkan kenangan tentang eunhyuk tidak akan pernah pergi meninggalkannya…

Tidak akan pernah….

Lee eomma menggenggam tangan hyuna yang berada di pangkuannya… hingga hyuna mendongkak menatap mata lee eomma…

“eomma ingin melihatmu kuat hyuna… melihatmu bahagia… kau masih memiliki little eunhyuk yang harus kau juga… kau juga masih memiliki appa dan eomma yang menyanyangimu…”

“karena itu.. kuatlah hyuna… tegar… eunhyuk juga pasti tidak ingin kau menangis terus seperti ini hyuna…”

“yang eunhyuk butuhkan bukanlah tangisanmu hyuna… yang eunhyuk butuhkan adalah doamu dan keikhlasanmu melepas eunhyuk pergi”

=======oooOOO=======

Hyuna berjalan tergesa menyusuri lorong – lorong rumah sakit…

“pelan – pelan saja hyuna” ujar lee eomma yang berjalan di belakangnya…

Hyuna tidak menyahut,,, tapi dia menuruti perintah lee eomma untuk memperlambat jalannya..walaupun kakinya ingin sekali berlari menembus lorong rumah sakit yang terasa begitu panjang…

Bagaimana tidak… saat dia berusaha untuk mengikuti saran lee eomma untuk berusaha merelakan kepergiaan eunhyuk,,, lee appa tiba – tiba menelpon dan mengatakan kabar buruk lainnya yang membuat hyuna ingin menghilang dari bumi..

Operasi cangkok telah berhasil dilakukan.. TAPI kondisi hyuk jae memburuk… dan sekarang dia berada dalam masa kritis…

Hyuna serasa ingin berteriak sekencang mungkin demi semua kejadian yang terjadi dalam hidupnya… kenapa hidupnya seperti permainan roller coaster…

Dari kejauhan hyuna melihat lee appa masih duduk di depan ruang operasi… sama seperti saat hyuna pergi meninggalkannya semalam…

Lee eomma segera menghambur dalam pelukan lee appa…. lee appa terlihat sangat lelah… lingkaran hitam samar – samar tercetak di sekeliling matanya… sisa dari begadang semalam..

“bagaimana keadaannya yeobo??”

“dia masih koma… dokter bilang itu mungkin sebagai proses penyesuaian jantung eunhyuk dalam tubuh hyuk jae… tubuhnya tidak menerima dengan baik donor jantungnya”

Langit serasa runtuh di atas kepala hyuna demi mendengar penjelasan lee appa… tubuhnya menolak… tubuh hyuk jae menolak jantung eunhyuk??

Apakah ini artinya hyuk jae akan menyusul eunhyuk pergi dari sisinya??

…andwe… ya tuhan ku mohon selamatkan dia… selamatkan dia…. aku berjanji akan menjaganya.. doa batin hyuna..

“sekarang dia sudah dipindahkan ke ruang ICU,,, apa kau ingin melihatnya” tanya lee appa yang langsung disambut dengan anggukan cepat dari lee eomma dan hyuna…

Lee eomma terus merangkul hyuna selama perjalanan menuju ruang ICU seolah memberikan kekuatan bagi hyuna agar lebih kuat…hyuna balas menggenggam tangan lee eomma di bahunya…

Meremasnya perlahan…

Sungguh saat ini dirinya benar – benar takut jika dia harus kehilangan hyuk jae juga…. ya tuhan setidaknya selamatkan dia… selamatkan dia dan berilah aku kesempatan untuk membahagiakannya,,,

Hati hyuna kembali hancur ketika harus mendapati hyuk jae terbaring lemah dengan berbagai selang menghiasi tubuhnya… hyuk jae tampak begitu lemah… tampak begitu tak berdaya…

Sama seperti eunhyuk… alat pendeteksi jantung yang terpasang di sampingnya menunjukan denyutan jantung yang sangat lemah…

Hyuna tak tahan lagi untuk tidak menangis…

“dokter tidak tau sampai kapan hyuk jae akan tenggelam dalam komanya… apalagi dia belum melewati masa kritisnya” terang lee appa tanpa adanya sahutan baik dari lee eomma maupun hyuna…

“tapi kemungkinan hyuk jae untuk bertahan hidup masih besar,… jantungnya hanya perlu mengalami sedikit penyesuaian..”

Hyuna menunduk mendengar penjelasan lee appa… tangannya menempel pada kaca.. membuat gerakan seolah – olah dia sedang membelai wajah hyuk jae

“kau ingin masuk hyuna-ya… dokter sudah mengizinkan kita untuk masuk… jika kau mau” tanya lee appa…

Hyuna menggeleng lemah… dia tidak tahan kalau harus melihat penderitaan hyuk jae dari dekat… dia tidak tahan lagi untuk mendengar lengkingan alat pendeteksi jantung.. yang telah merengut denyut jantung eunhyuk…

Dan jantung yang sekarang berdenyut di tubuh hyuk jae juga jantung eunhyuk,,, jantung yang beberapa jam lalu telah berhenti berdenyut…

Lee eomma menarik hyuna untuk duduk di bangku yang tersedia di dekatnya…… dirinya tidak tahan melihat keperihan yang terpancar dari mata hyuna….

Sedangkan lee appa entah telah menghilang ke mana… dia tidak lagi melihat lee appa setelah lee appa menawarkan hyuna untuk masuk ke dalam ruang ICU..

“dia akan baik – baik saja hyuna”

“ku harap begitu eomma” sahut hyuna lemah… ya dia memang berharap… sangat berharap hyuk jae akan baik – baik saja… segera sadar dari komanya…

“besok ikutlah dengan appa pulang ke korea…. biar eomma yang menjaga hyuk jae di sini”

Hyuna menoleh ke lee eomma dengan tatapan tidak mengerti….. “kembali ke korea??”

“ne… besok appa akan pulang ke korea untuk mengurus pemakaman eunhyuk.. kau ikutlah dengan appa… eomma akan di sini untuk menjaga hyuk jae”

“aku tidak mau eomma” jawab hyuna datar..

“eh… wae??”

Hyuna menundukan kepalanya sebelum menjawab dengan lemah…. “aku tidak bisa eomma”

“aku belum bisa menerima kenyataan kalau oppa telah pergi eomma… aku tidak mau melihatnya terkubur… aku tidak ingin melihatnya” sambung hyuna sebelum lee eomma sempat membuka mulutnya…

“kalau aku mengantar oppa ke pemakaman… aku tidak yakin aku bisa kuat eomma… aku tidak yakin bisa setegar itu eomma”

Lee eomma mengganguk mengerti… “geureum kalau itu maumu… eomma tidak akan memaksa… biar appa saja yang pulang ke korea… eomma akan tinggal di sini bersama mu”

============oooOOOooo=========

Hyuna menatap wajah yang masih tertidur pulas… masih enggan untuk bangun dari komanya…

Beberapa hari lalu dokter mengatakan hyuk jae telah melewati masa kritisnya… dan mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk hyuk jae sadar dari komanya….

Hyuna mengusap dahi hyuk jae dengan lembut…. entahlah.. mendengar hyuk jae telah melewati masa kritisnya sedikit membuat hyuna melupakan kesedihannya karena eunhyuk meninggal….

“oppa…. sampai kapan oppa akan tidur,,, bangunlah oppa… bangun dan kembalilah tersenyum…” kata hyuna pelan menyerupai bisikan di atas wajah hyuk jae…

Hyuna kemudian mengecup lembut pipi hyuk jae…. “bangunlah oppa… aku menunggumu…”

Seolah ingin merespon tindakan hyuna,… tangan hyuk jae mulai bergerak pelan… hyuna menatapnya tidak percaya,,,tatapan kemudian terfokus pada wajah hyuk jae….

Bibirnya mulai bergerak – gerak… matanya berusaha untuk membuka matanya…. hingga akhirnya matanya membuka sempurna… matanya mengerjap perlahan… memfokuskan pandangan pada hyuna….

“hyun-ah….” panggil hyuk jae pelan… sangat pelan…

“ne… hyukie oppa… aku di sini”

===========================oooOOOooo=========================

 FIN !!

hadeuh kacau beliau deh,,,, soalnya author rada pusing nie….

Gmn chingu ?? Kecewa gk…..k??

admin KPDK rada kecewa…..Yukkkk bantu admin toel2 author….untuk sequelnya biar di buat happy Ending^^

 

11 thoughts on “Loving You… [Part 17]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s