THE BROTHER (Part 8)

 

TB8

 

 

TITTLE: THE BROTHER

 

Author  :  Minzy

 

Cast :          Figure:

 

Leeteuk          Qiu Seon                Heechul

 

Yesung           Hye Ji                     Eunhyuk

 

Sungmin        Chun Qi                   Zhou Mi

 

Siwon            Hyo Rin                   Ryeowook

 

Donghae        Shin Hae                  Shindong

 

Kyuhyun        Young Ri                  Big Bang

 

 

 

Genre :         Comedy

 

                    Romantic

 

 

 

Type : Continue

 

terjadilah perang besar didapur. donghae yang amat marahpun mengurung kyuhyun dikamar.

 

“sudah kubilang ada yang tidak beres..”

 

seru yesung yang hanya diam.

 

“aahhh,,, hyung maaf deh… habis aku kan tidak suka pada anjingmu!!”

 

teriak kyuhyun dari dalam kamar.

 

“jika kalian berani melepaskan anak itu dari kamar, lihat saja nanti!!!”

 

ancam donghae dengan wajah menyeramkan membuat semuanya tidak berani. donghae lalu pergi dengan membawa anjing kesayangannya itu. dan kunci kamar juga dipegang olehnya.

 

“kasihan sekali dia….”

 

kata leeteuk yang prihatin akan kejadian ini.

 

“tuan muda…”

 

seru shin hae yang lalu terdiam.

 

***

 

 

 

 

 

Donghae terlihat sedang duduk dipinggir taman bermain,termenung melihat anjing kesayangannya itu. memngingat bada akan mati karena disup oleh kyuhyun itu adalah hal yang amat mengenaskan. yang donghae inginkan ialah badanya akan mati karena membela negara bukannya disup dan dijadikan makan malam.

 

“bada… maaf yaa gara-gara aku kau jadi begini.. aku menyesal datang kesini. seharusnya juga kau tidak disini.. aku menyayangimu…”

 

donghae memeluk anjingnya sambil kerap meneteskan air matanya.

 

lalu datang shin hae dari kejauhan.

 

“tuan muda donghae sedang apa kau disini?”

 

tanya shin hae. iapun duduk tepat disamping donghae.

 

“sudahlah tuan muda lebih baik memaafkan tuan muda kyuhyun. jangan terlarut dalam masalah.”

 

nasihat shin hae.

 

“aku.. sampai kapanpun tak akan memaafkannya!”

 

jawab donghae ketus.

 

“aku tahu kok apa yang sedang  tuan muda pikirkan. tapi hal ini tidak baik.

 

aku dulu juga punya hewan peliharaan. namanya momo dia itu kucingn kesayanganku. pada suatu hari momoku ditabrak oleh orang tak dikenal, tepat didepan mataku sendiri. lalu   orang itu bukanya bertanggung jawab  malah pergi begitu saja.. aku terus manangis disana.. aku ambil momo yang sudah mati bersimbah darah itu dan menguburnya bersamaan dengan  penyesalanku. nah begitu juga dengan tuan muda… BADA kan tidak mati. jadi kau                sebaiknya bersyukur. dan tidak bersedih seperti ini lagi. ”

 

nasihat shin hae membuat donghae terdiam.

 

“apa kau punya solusi soal ini?”

 

tanya donghae.

 

“hm…. menurutku sebaiknya kau lupakan hal ini dan kembali normal lagi. bada kau serahkan  padaku,, biar aku yang urus dia.”

 

usul shin hae.

 

“kau yakin..”

 

tanya donghae ragu.

 

“hm yakin percayalah padaku tuan muda.. aku akan merawat BADA sekuat tenaga..”

 

“janji?”

 

“janji deh..”

 

seru shin hae lalu donghae kembali tersenyum.

 

“oh iya ayo pulang aku kan harus bantu yang lain menyiapkan makan malam.”

 

“kau duluan saja aku menyusul.”

 

“baiklah pulanglah sebelum makan malam ya…”

 

shin hae lalu pergi meninggalkan donghae.

 

dan donghae melanjutkan aktifitasnya di taman bermain dengan bermain bersama BADA.

 

 

 

****

 

 

 

hari ini adalah hari minggu. waktunya mereka bersantai ria.

 

namun tidak bagi siwon. ia lalu mendapat telpon dari seorang wanita yang tidak lain adalah ibunya Hyo Rin yang meminta untuk bertemu siang ini disebuah kafe.

 

siwon menemui wanita itu. ia datang kesebuah kafe di kota seoul.

 

sesampainya disana ternyata ibu hyo rin telah menunggunya siwon menemuinya yang duduk tak jauh dari pintu masuk.

 

“duduklah…”

 

perintah wanita itu.

 

“ada perlu apa? memanggilku kesini?”

 

tanya siwon.

 

“hanya ingin bicara.. maaf ya aku mengganggu waktu liburmu.”

 

seru wanita itu.

 

“ada hal apa kenapa tiba-tiba bibi ingin bicara denganku?”

 

“ini soal Hyo rin..namamu siwon?”

 

“hm… ada apa dengannya.”

 

“aku memang baru kali ini mengenalmu. tapi kutahu kau tahu tentang putriku Hyo Rin.”

 

“aku… sebenarnya juga baru mengenalnya kemarin.ada hal yang ingin aku ketahui tentang hyo  rin.”

 

“apa itu..?oh iya minumlah kopinya. nanti dingin.”

 

parintahnya yang telah menyedikan cappucino hangat di siang yang dingin ini.

 

“HM.. terimakasih, kenapa Hyo rin selalu melakukan hal-hal aneh?”

 

tanya siwon penasaran.

 

“apa maksudmu?”

 

“ya… sebenarnya sudah dua kali aku menemuinya kerap mau bunuh dir. kemarin itu yang  kedua, partama aku temui dia tenggelam dikolam renang sedalam 6 meter. lalu untuk yang kedua kali aku temui ia tergeletak di toilet dengan lengannya yang hampir putus.apa yang  ia sembunyikan pasti bibi tau kan?”

 

selidik siwon.

 

“hm… itu dia yang ingin aku bicarakan. nak siwon aku lihat kau orang pertama yang menolong hyo rin. hyo rin menderita depresi. setelah kekasihnya meninggal 1 tahun yang  lalu, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.. hal ini memang sudah sering terjadi, bahkan dia nyaris mati karena terjun dari lantai 4 rumah kami.berbagai cara sudah banyak aku lakukan  tapi tak membuahkan hasil. hyo rin tak mau bicara ia juga susah makan hal ini yang membuat aku jadi kesulitan.aku tidak tega melihatnya begitu… padahal dulu ia adalah anak yang  periang dan baik.. ”

 

jelas wanita itu sampai mengeluarkan air mata.

 

“aku mengerti, tapi apa yang bisa aku lakukan?”

 

tanya siwon terpaksa.

 

“kumohon bantu aku nak siwon. jagalah hyo rin buat ia kembali normal. kuyakin kau bisa..”

 

“kalau boleh aku tau siapa nama kekasihnya itu?”

 

“namanya hankyung.”

 

“aku tak bisa lakukan apa-apa tapi aku akan banmtu yang aku bisa..”

 

“kuyakin kau bisa… terimakasih karena sudah menyita waktumu untukku ya…”

 

“hm.. baiklah bibi aku pamit dulu…”

 

“sekali lagi aku mohon bantuanmu terimakasih.”

 

siwon lalu pulang dan meninggalkan wanita yang masih terlihat sedih itu.

 

 

 

***

 

 

 

di sebuah gereja yang asri terlihat Hyo rin yang sedang duduk termenung. mengingat kesalahannya yang begitu besar dan ia mngingat apa yang siwon katakan padanya (“sebaiknya kau bertaubat dulu sebelum mati mengerti!”)… tak sedikitpun ia juga menangis. hanya sendirian tak satupun orang terlihat disana.

 

lalu terdengar suara musik piano yang indah.hyo rin lalu mencari-cari asal suara tersebut. dan ternyata musik tersebut berasal dari piano yang ada dilantai atas gereja dan siwonlah yang memainkannya. wanita itu terdiam. tak lama siwon menghentikan musik itu dan menghampiri hyo rin yang masih terduduk melihat siwon.

 

“sedang apa kau? apa sedang bertaubat?”

 

tanya siwon tersenyum.

 

“kau……”

 

seru wanita itu.

 

“ternyata dunia itu sempit ya… buktinya kita bertemu disini.”

 

kata siwon yang duduk disamping hyo rin

 

“sedang apa kau?”

 

tanya hyo rin.

 

“aku.. setiap minggu aku memang selalu datang.aku baru melihatmu kesini..”

 

“aku…hanya…”

 

hyo rin tampak bingung.

 

“aku tahu apa masalahmu jadi kau jangan mengelak lagi!”

 

“apa.. yang kau tahu?”

 

tanya hyo rin.

 

“ya… ditinggalkan seeorang yang kita cintai memang berat.. tapi apakah kau juga akan  begini jika keluargamu yang meninggal?”

 

tanya siwon. hyo rin hanya terdiam menatap siwon.

 

“kau baru kehilangan dia saja sudah begini. coba kau bayangkan jika kau yang mati, berapa orang yang akan kehilanganmu bahkan akan menjadi depresi sepertimu. ayahmu,ibumu,semua teman-temanmu.. mereka pasti kehilanganmu.”

 

“aku…. hanya… sudahlah kau tak akan mengerti aku.”

 

“aku mengerti dirimu, asalkan kau buat pengertian.”

 

wanita itupun hendak pergi namun siwon memegang tangannya bemaksud untuk menahannya.

 

“sekarang janganlah menghindar, tapi hadapilah! kutahu ini berat bagimu tapi kau masih diberi kesempatan! kuyakin dia HANKYUNG juga pasti berharap banyak kalau kau akan  bahagia.kau seperti ini malah membuatnya tersiksa. kau tau.dulu dihadapan tuhan kau bilang      akan patuhi perintahnya. tapi kenapa sekarang dihadapan tuhan kau malah mau melanggar aturannya? wanita macam, apa kau? kau ingin mengakhiri hidupmu dihadapan tuhan? kau telah      diberi kesempatan untuk hidup menjadi orang berguna tapi kau melanggar kehendaknya?  seharusnya kau bersyukur hyo rin.”

 

nasihat siwon. tanpa peduli hyo rin.

 

“sudah cukup… kau tidak mengerti… bagaimana aku dan apa yang aku rasakan sekarang!”

 

hyo rin lalu menangis. siwon melihat wajahnya yang penuh penderitaan.

 

“kau belum pernah ditinggalkan seorang yang kau cintai dan kau sayangi bukan? bagaimana kau bisa mengerti? tak peduli apa aku salah atau tidak tapi aku hanya mengikuti kehendakku!! jadi jangan pernah kau ganggu aku lagi!!”

 

hyo rin melepaskan tangannya dari genggaman siwon dan iapun pergi dengan air mata yang terus mengalir.

 

siwon hanya bisa diam dan mencari cara.. iapun berfikir mengapa ia harus masuk kedalam hidup hyo rin karena hal ini menyulitkan dirinya.

 

 

 

Pagi ini mereka ber 6 tampak sedang sarapan namun tidak Bagi leeteuk. Saat yang lain sibuk mengisi perut ia malah asik menunggu seseorang didepan gerbang. Siapakah seseorang yang ia tunggu? Ternyata adalah wanita si pengantar Koran Qiu Seon. Tak lama kemudian qiu seon tiba dan melempar Koran kearah leeteuk

 

Spontan leeteukpun menangkapnya, dan ia sempat mengejar qiu seon yang pergi begitu saja setelah melempar korannya.

 

“hei… qiu seon tunggu..”

 

Teriaknya dari belakang.

 

Qiu seonpun menghentikan sepedanya dan menoleh kea rah leeteuk.

 

“ada apa?”

 

Tannyanya cuek.

 

“ah tidak… aku hanya ingin mengobrol denganmu saja.”

 

Jawab leeteuk grogi.

 

“apa? Mengobrol ya…”

 

Pikir qiu seon

 

“apa kau ada waktu istirahat makan siang nanti?”

 

Tanya leeteuk mulai gugup.

 

“memangnya kenapa?”

 

“bagaimana kalau kita bertemu di taman..”

 

“hm… tapi aku tidak janji ya…”

 

“ah.. baiklah aku tunggu ya..”

 

Kata leeteuk senang.

 

Qiu seon hanya tersenyum ia lalu pergi melanjutkan pekerjaanya.

 

 

 

***

 

 

 

siangnya tepat pada jam istirahat, tampak Leeteuk yang sedang menunggu qiu seon di taman. Ia begitu yakin qiu seon akan datang menemuinya. Setengah jam ia menunggu akhirnya qiu seon datang. Ia terduduk tepat disamping leeteuk yang sedang termenung.

 

“ada perlu apa memanggilku?”

 

Tanya qiu seon sinis.

 

“aku hanya ingin mengobrol saja.”

 

Jawab leeteuk.

 

“hm… apa kau suka padaku?”

 

Tanya qiuseon yang membuat hati leeteuk bergetar.

 

“haha aku hanya bercanda.. kau ini aneh ya…”

 

“apanya yang aneh? Apa iya?”

 

“hm.. menurutku kau aneh, sudah dulu ya aku masuk kelas mungkin ngobrolnya lain kali saja.”

 

“tunggu..”

 

Tahan leeteuk.

 

“Ada apa lagi?”

 

“tidak… sana masuklah ke kelas.”

 

Jawab leeteuk pelan. Qiu seon lalu pergi ke kelasnya.

 

Entah apa yang dipikirkan leeteuk saat itu. Ia begitu aneh sampai mengungkapkan perasaanyapun ia tak berani.

 

***

 

Disamping itu tampak Hyo rin yang sedang sendirian termenung di teras sekolah. Siwon yang melihatnya begitu prihatin, siwon lalu menghampiri Hyo Rin an duduk disampingnya.

 

“sedang apa? Masih memikirkannya kah?”

 

Tanya siwon perhatian.

 

“kau…”

 

Kata hyo rin perlahan, ia menghela napasnya tertanda ia lelah dengan semua dan ingin melepaskan semua bebannya.

 

“apa sulit untukmu melupakannya?”

 

“hm… siwon, aku minta maaf ya…”

 

Kata hyo rin pelan.

 

“apa?”

 

Tanya siwon bermaksud agar hyo rin mengulang kata-katanya itu.

 

“aku tau aku memang salah, aku minta maaf.. aku ingin sekali melepas ini semua tapi sulit bagiku..”

 

“apa yang membuatmu sulit?”

 

“melepasnya… tapi.. aku akan berusaha untuk yang terbaik kok. Terimakasih ya,”

 

“itu bagus.. apa sekarang kita berteman?”

 

Tanya siwon sambil merentangkan tangannya. Hyo rin pun menjabat tangannya

 

“hm… teman.”

 

Mereka tersenyum lepas dan saat itu juga siwon merasakan ada yang aneh terjadi padanya saat ia melihat senyum hyo rin.

 

Apa ia menyukainya?.

 

***

 

Akhirnya bel tanda pelajaran selesai tiba. Semu berkemas untuk pulang kerumah masing-masing. Termasuk yesung yang tiba-tiba melihat Hye Ji tepat menuju gerbang sekolah.

 

Yesung terus berjalan dibelakang Hye Ji.

 

“hye ji.. apa sepulang dari sini kau ada acara? Bagaimana kalau kita jalan? Makan siang bersama atau hanya sekedar  ngobrol.”

 

Seru yesung sambil senyum sendiri dibelakang hye ji. Namun hye ji tidak menggubrisnya. Hye ji merasa ada yang aneh dibelakangnya iapun menoleh kebelakang dan cukup kaget melihat yesung. Ia tak dengar apa yang dikatakan yesung karena ia sendiri sedang mendengar music dengan earphonenya itu.

 

“yesung…sejak kapan kau disana?”

 

Tanya hye ji tanpa dosa.

 

“ah… kau tidak tahu.. hehe aku baru saja.apa kau mau pulang?”

 

Tanya yesung pura-pura.

 

“oh iya apa kau juga…”

 

Tanya hye ji

 

“Ah iya kalau begitu aku duluan ya.”

 

Sahut yesung. Ia lalu pergi begitu saja.

 

“aneh sekali dia..”

 

Jawab hye ji. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya

 

 

 

Hye ji tampak sedang berjalan menuju sebuah toko buku. Rupanya memang ia sedang mencari sebuah buku. Setibanya didepan toko buku iapun masuk. Yesung yang mengikuti Hye ji dari belakang juga masuk ke toko buku tersebut

 

Yesung terus berpura-pura melihat-lihat buku padahal sebenarnya ia sendiri tidak suku membaca.

 

Sampai perhatian mereka tertuju pada sebuah buku berjudul “CARA TEPAT MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH” spontan tangan mereka saling memegang buku tersebut. Tangan mereka bersentuhan dan hal ini membuat Hye ji terkejut.

 

“yesung….”

 

Sapa hyo rin terkejut.

 

“oh… Hye ji”

 

Sahut yesung pura-pura tidak tahu.

 

“kau sedang cari buku ini juga?”

 

Tanya Hye ji.

 

“ya… saudaraku yang titip. Apa kau juga membutuhkannya?”

 

Tanya yesung.

 

“hm.. sebenarnya memang aku sedang cari buku ini juga.sebentar ya..”

 

Hye ji lalu menghampiri penjaga toko bermaksud untuk bertanya.

 

“permisi apa buku ini masih ada?”

 

Tanya Hye ji penuh harapan.

 

“sebentar ya biar aku carikan.”

 

Penjaga toko itu lalu mencari-cari buku yang dimaksud. Tak lama kemudian ia kembali .

 

“maaf ya sepertinya hanya ada satu yang seperti itu. Stoknya habis.”

 

Jelas penjaga toko itu. Ia lalu kembali bertugas.

 

“begitu ya..”

 

Jawab Hye ji kecewa.

 

“tak usah khawatir, buku ini untukmu saja.”

 

Yesung mengalah.

 

“apa? Yang benar.. terimakasih ya..”

 

Sahut Hye ji senang.

 

“apa pulang dari sini kau ada waktu?”

 

Tanya yesung berharap Hye ji punya waktu untuknya.

 

“hm… waktu? Sepertinya aku langsung pulang memangnya kenapa?”

 

“bagaimana kalau kita mengobrol sambil minum kopi di kafe depan?”

 

Ajak yesung penuh harap.

 

TBC

 

apakah siwon masih tetap berusaha? dan apakah hyo rin masih menghindari dari kanyataan hidupnya? tetap di cerita ini ya….

 

temukan di part berikutnya!!^_^

 

 

 

***

6 thoughts on “THE BROTHER (Part 8)

  1. pasti yesung bisa … hwaiting oppa !!! dari part 7, saat di bioskop. ceritanya mirip sama cerita dari film naughty kiss . bner ngga ?

  2. aku baca juga di blog KPDK
    tapi tempat lain
    smp part 18 ky nya
    tapi knp kok gak bisa dibuka lagi………

    yesung/……..hwaaiitiingg…..!

    Hyeji pasti jadi milikmu……… o___o

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s